Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH EOR (ENHANCED OIL RECOVERY)

Disusun oleh:

1. Akhmad Makhli 2. Aprilia Kusuma J 3. Danang setyo B 4. Soraya Ulfa M.

(I0511002) (I0511007) (I0511014) (I05110

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pewarna alami adalah zat warna alami (pigmen) yang diperoleh dari tumbuhan, hewan, atau dari sumber-sumber mineral. Zat warna ini telah digunakan sejak dahulu dan umumnya dianggap lebih aman daripada zat warna sintetis.
Dewasa ini keamanan penggunaan zat pewarna sintetis pada makanan masih dipertanyakan di kalangan konsumen. Sebenarnya konsumen tidak perlu khawatir karena semua badan pengawas obat dan makanan di dunia secara kontinyu memantau dan mengatur zat pewarna agar tetap aman dikonsumsi. Jika ditemukan adanya potensi risiko terhadap kesehatan, badan pengawas obat dan makanan akan mengevaluasi pewarna tersebut dan menyebarkan informasinya ke seluruh dunia. Pewarna yang terbukti mengganggu kesehatan, misalnya mempunyai efek racun, berisiko merusak organ tubuh dan berpotensi memicu kanker, akan dilarang digunakan. Penyalahgunaan zat pewarna melebihi ambang batas maksimum atau penggunaan secara ilegal zat pewarna yang dilarang digunakan dapat mempengaruhi kesehatan konsumen, seperti timbulnya keracunan akut dan bahkan kematian. Pada tahap keracunan kronis, dapat terjadi gangguan fisiologis tubuh seperti kerusakan syaraf, gangguan organ tubuh dan kanker (Lee 2005). Penggunaan pewarna sintesis dapat digantikan dengan pewarna alam. Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) bisa dipakai sebagai pewarna alami makanan karena menghasilkan warna hijau yang dihasilkan oleh pigmen yang bernama klorofil. Selain itu juga biasa digunakan sebagai pewangi makanan karena aroma yang dihasilkannya.

B. Tujuan 1. Untuk mengetahui manfaat daun pandan, jenis, dan gunanya 2. Untuk mengetahui tentang zat pewarna alami daun pandan pada makanan 3. Untuk mengetahui cara membuat peawarna alami dari daun pandan 4. Untuk mengetahui manfaat pewarna alami daun pandan pada kesehatan manusia

BAB II PEMBAHASAN A. Manfaat daun pandan, jenis, dan gunanya

Ada berbagai macam jenis varietas pandan yang terdapat di Indonesia dan mungkin banyak yang belum mengetahui jenis daun pandan yang lain selain pandan wangi. Berikut ini akan disajikan berbagai manfaat dan jenis daun pandan yang terdapat di Indonesia beserta kegunaannya, yaitu:

Pandan suji. Daun pandan suji atau pandan China biasa digunakan

sebagai pewarna alami makanan yang cenderung aman. Warna hijau yang dihasilkan berasal dari banyaknya kandungan klorofil yang terdapat pada permukaan daun pandan.

Pandan duri. Pandan duri dimanfaatkan sebagai bahan baku

anyaman. Daun pandan terlebih dahulu dijemur dan dikeringkan. Setelah kering durinya dihilangkan dan dibuat sebagai bahan baku anyaman, baik untuk tikar maupun topi pandan.

Pandan wangi. Pandan wangi daunnya digunakan sebagai pewangi

dan pewarna makanan, juga komponen dekorasi dan pewangi ruangan. Pandan wangi juga bisa bermanfaat sebagai obat herbal alami dalam menyembuhkan beberapa jenis penyakit.

Pandan kaku. Pandan kaku yang menghasilkan buah merah dari

Pulau Papua ini dikenal berkhasiat sebagai obat atau suplemen yang menyehatkan tubuh.

Pandan laut. Pandan laut merupakan jenis tanaman hias yang

tumbuh menjulang agak tinggi dan biasanya digunakan sebagai tanaman hias.

Pandan melintir. Pandan melintir yang memiliki buah seperti durian

dengan ukuran lebih kecil ini cocok digunakan sebagai hiasan taman.

Berbagai jenis dan manfaat daun pandan yang telah disebutkan diatas ternyata memiliki berbagai kegunaan selain digunakan sebagai bahan tambahan pewangi makanan atau pewangi ruangan dalam dekorasi pesta. Pandan adalah daun berwarna hijau yang sejak zaman dulu digunakan sebagai pengharum kue dan minuman tradisional. Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) termasuk family dari pandanaceae atau keluarga pandan. Banyak sekali jenisnya, sebut saja daun pandan hutan yang sering dipakai sebagai bahan baku tikar, juga jenis pandan kecil beraroma wangi yang sering digunakan sebagai pewangi masakan. Selain memberi aroma, daun pandan bisa untuk pembungkus seperti pada kue talam Thailand atau ayam goreng pandan. Daun pandan sebenarnya bisa juga untuk pewarna hijau pada makanan. Caranya daun pandan ditumbuk dan diperas airnya namun efek hijaunya tidak sekuat daun suji. Untuk mengharumkan kue atau masakan pilihlah daun pandan yang sedang tidak terlalu tua atau muda. Potong daun pandan kasar-kasar agar aroma pandan lebih kuat dibandingkan dimasuk utuh. Sayangnya aroma pandan mudah menguap. Untuk itu tambahkan pandan pada adonan atau rebusan masakan sesaat sebelum diangkat dari perapian agar aromanya lebih kuat. Selain dimanfaatkan sebagai pewarna, tumbuhannya biasa ditanam di pekarangan karena bentuknya yang indah dan bunganya yang menyebarkan aroma wangi, terutama pada sore hari. Bunga majemuk tersusun dalam karangan dengan mahkota bunga berwarna putih kekuningan, kadang-kadang dengan semburat ungu. Kultivar hias telah dikembangkan dengan daun variegata (loreng hijau kuning). B. Membuat Air Pandan Air daun pandan suji merupaka pewarna hijau alami yang aromanya wangi. Air ini biasa dipakai untuk kue-kue tradisional. Meskipun tidak terlalu mencolok namun rasa dan aroma alaminya tak bisa digantikan. Dibuat dari daun suji untuk memberi warna hijau dan daun pandan untuk memberi aroma wangi. Untuk membuatnya, siapkan 20 helai daun suji yang tua (berwarna hijau tua) dan 3 helai daun pandan. Cuci bersih lalu

iris halus. Masukkan ke dalam mangkuk blender, tambahkan 100- 150 ml air masak lalu proses hingga halus dan saring. Air pandan suji siap dipakai. Sebaiknya langsung digunakan karena jika didiamkan terlalu lama akan kecokelatan warnanya.