Anda di halaman 1dari 2

Karsinogenik Dalam Bahan Makanan.

Bahan pangan yang mengandung zat beracun merupakan pemicu kanker seperti hydrazine (zat aktif) terdapat pada jamur champignon, solanin, dan chaconin senyawa glikoalkaloid (zat aktif) pada kentang yang berwarna hijau juga bersifat karsinogen dan beracun. Pohon pakis juga mengandung senyawa aquilide-A (zat aktif) punya potensi sebagai mutagen. Senyawa beracun juga diperoleh dari toksin (zat racun) yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang tumbuh pada bahan pangan seperti mikotoksin, yaitu racun yang dihasilkan oleh jenis kapang yang umum berasal dari Aspergillus, Penicillium, dan fusarium sp. kacang!kacangan dan biji!bijian. "flatoksin terutama ditemukan pada kacang tanah, jagung, dan biji kapas yang ditumbuhi oleh Aspergillus flavus. #oksin ini telah terbukti merupakan karsinogen kuat yang dapat menyerang hati. $amur yang banyak dikonsumsi seperti jamur Agarius bisporus dan jamur shiitake dari $epang mengandung racun yang bernama hydrazine (agaritene). Bahan makanan yang diawetkan dengan pengasapan,seperti sate, ikan bakar, ikan asap mengandung zat karsinogenik yang disebut benzo(a)pyrene. %at ini merupakan produk dari pembakaran kayu atau arang yang masuk ke dalam daging, ayam, ikan melalui asap. %at ini berasal dari reaksi radikal bebas yang terbentuk melalui proses pembakaran tidak sempurna pada bahan organik seperti gula, asam amino, lemak. Benzo(a)pyrene merupakan komponen polisiklik aromatic hidrokarbon (P"&). P"& juga dapat diperoleh akibat asap rokok, polusi udara dan air, komponen batubara, dan petroleum yang mencemari lingkungan. Senyawa ini dalam tubuh dapat berikatan dengan '(" sel yang kemudian dapat menyebabkan mutasi sel yang selanjutnya dapat berubah menjadi sel kanker. opi juga mengandung senyawa mutagenik yaitu acrylamide yang apang banyak tumbuh pada

terbentuk pada saat kopi disangrai, yang dapat memacu terbentuknya sel kanker. "crylamide juga terdapat pada bahan pangan yang mengandung

karbohidrat tinggi seperti beras, kentang dan sereal yang dibakar atau dipanggang. (amun zat tersebut tidak muncul bila makanan direbus. Proses penggorengan dengan menggunakan minyak goreng yang sama secara berulang akan menghasilkan produk oksidasi yang akan membentuk radikal bebas dan bila dikonsumsi dapat menimbulkan kerusakan sel. )inyak goreng yang berwarna coklat kehitaman bersifat karsinogenik.