Anda di halaman 1dari 7

Aplikasi Fuzzy PIPD pada Single Machine Infinite Bus (SMIB)

1)

Muh Budi R Wid d ! ")Muha##ad A$dillah! %)I#a# R $andi


1) ")

Jurusan Teknik Elekktro ITS, Surabaya 60111, Boedy@elect-eng.its.ac.id Jurusan Teknik Elekktro ITS, Surabaya 60111, abdillah !o"er elit@yahoo.co# %) Jurusan Teknik Elekktro ITS, Surabaya 60111, robandi@ee.its.ac.id tan.$elebihan #enggunakan teori %u44y ini adalah #e#an%aatkan bahasa #anusia dala# #enyatakan konstrain ele#en in!ut dan ele#en out!ut untuk #e#!eroleh !enyelesaian. -!likasi %u44y logic sangat banyak dan terbukti e%ekti% untuk #e#!erbaiki !er%or#ansi !ada siste# (1,5) /ala# .a!er ini kontrol .I/ di#odi%ikasi #en'adi kontrol fuzzy PIPD yang bertu'uan untuk #e#!erbaiki !er%or#ansi tegangan ter#inal !ada siste# eksitasi Single Ma%$ine Infinite Bus *S0IB+. /ari si#ulasi yang di lakukan dengan #enggunakan kontrol %u44y .I./, res!on tegangan ter#inal !ada siste# eksitasi S0IB #a#!u dinaikan dari 0.6671 !.u #en'adi 1.005 !.u, sedangkan settling ti#e *t s+ #a#!u diturunkan dari 52.61 detik #en'adi 12.16 detik. II( P)M.D)-A* SIS/)M DA* 0.*/R.-

A$st&ak'Paper ini merepresentasikan aplikasi kontrol Fuzzy PIPD untuk memperbaiki performansi tegangan terminal pada sistem eksitasi Single Mesin Infinite Bus (SMIB) dengan melakukan simulasi menggunakan MAT AB! Simulasi dilakukan dengan membandingkan respon stabilitas tegangan terminal (terminal "oltage) pada SMIB yang menggunakan kontrol PID kon"ensional dengan kontrol Fuzzy P# IPD! Dari $asil per%obaan& metode kontrol Fuzzy PIPD mampu menaikan tegangan terminal dari '!(()* p!u men+adi *!'', p!u! dan mampu menurunkan settling time (ts) dari ,-!./ detik men+adi *-!/. detik! Kata kunci0 SMIB& PID kontroler& Fuzzy PIPD! I( P)*DA+,-,A* $estabilan tegangan dala# siste# tenaga listrik #eru!akan hal yang sangat !enting untuk di!erhatikan karena kesetabilan tegangan adalah ukuran !er%or#ansi dari suatu siste#. Beban dari siste# tenaga listrik yang berubah setia! saat, da!at #e#buat tegangan ber%lukstuasi. &luktuasi tegangan da!at #enyebabkan kesetabilan siste# #en'adi terganggu sehingga siste# akan kehilangan sinkronisasi (1). Banyak !enelitian telah dilakukan untuk #endesain kontrol handal dan cerdas sehingga #a#!u #en'aga !er%or#ansi tegangan #eski!un !erubahan beban ter'adi setia! saat. $ontrol !ro!orsioanal, integral dan di%%erensial *PID %ontroller+ #asih di!ercaya dan di a!likasikan sela#a setengah abad, dan ekstensi% di gunakan untuk oto#asi dan !roses kontrol !ada industri (,). -lasan uta#a digunakan kontrol .I/ adalah karena #udah dio!erasikan, desain tidak teralu ru#it, dan sangat e%ekti% di!akai di sebagian besar #esin. $ontrol .I/ berke#bang dengan sangat !esat. .erke#bangan teknologi se!erti #ikroelektronik dan !rosessor se#akin #e#!erce!at !erke#bangan kontrol ini, #ulai dari kontrol .I/ analog hingga kontrol .I/ dengan 0ikro!essesor digital (,,1,2). 3ntuk #enye#!urnakan desain kontrol .I/, !ara il#uan #ulai #enge#bangkan %u44y logic. &u44y logic telah dikenal sebagai #etode yang e%ekti% dan handal untuk #engatasi !er#asalahan yang a#at ru#it dan sulit diselesaikan secara #ate#atis dengan #enggunakan konse! ketidak'elasan dan ketidakte!a-

.e#odelan siste# yang digunakan dala# !a!er ini adalah single #achine in%inite bus *S0IB+ yang coba diatur siste# e8itasinya dengan #enggunakan kontro .I/ dan %u44y logic. II!* Single Ma%$ine Infinite Bus(SMIB) Siste# Single Ma%$ine Infinite Bus *S0IB+ #eru!akan siste# satu #esin yang #enyalurkan daya ke bus tidak terhingga *infinite bus). /ikatakan tidak terhingga karena 'arak antara #esin dengan beban diangga! sangat 'auh, sehingga tegangan di bus tidak terhingga diasu#sikan konstan *%onstant+. 0odel linier dari S0IB yang ta#bahkan kontroler ditun'ukan 1 !ada 9a#bar 1. :
i

./i
Pengatur go"ernoor

$1&ii

3 + 31i

Turbin

k gi 1 + sTgi

<i

1 sT"i 1 + 0!2sT"i

T#i+ 3 + +
3

1 0i s /i

0 s

$ , &ii
Sistem e1itasi controler

$ 5 &ii + + + $ 1&ii Tdoi s$ 1 &ii + 1

;-i

k -i 1 + sT-i

1 k Ei + sTEi

E2 =i

3 ; &i

+
Stabilizer Port Vp

sk &i 1 + sT&i

;&/i +

$ 6 &ii

+ 3 ,i

3 ;i

$ 2 &ii

dan keluaran kontroler u*t+ adalah > Gambar.1&Model SMIB dengan kontroler. $eterangan> 45i ? $etinggian kutub Tgi ? @aktu tangga! !engatur turbin $gi ? .enguat !engaturan turbin :i ? $onstanta .engaturan Turbin air 46*i ? .erubahan sinyal kontrol #esin ke-i $-i ? $onstanta .enguatan .#!li%ier $&i ? $onstanta !enguatan &ilter $Ei ? $onstanta !enguatan e8citer TAi ? @aktu tangga! -#!li%ier T7i ? @aktu tangga! e8citer TFi ? @aktu tangga! %ilter 4T8i ? @aktu tangga! turbin air 469i ? .erubahan sinyal kontrol "aktu ke-i 4:FDi ? Tegangan eksitasi #esin ke-i TAdoi ? $onstanta "aktu transient #esin i 4Tmi ? .erubahan Torka #esin ke-i 4Tei ? .erubahan torka elektrik #esin ke-i 4;i ? .erubahan sudut rotor #esin ke-i BCi ? .erubahan besar sudut antara su#bu = #esin ke-i dengan su#bu-d *re%erensi+ ;oi ? $ece!atan dasar #esin dasar ke-i 0i ? $onstanta Inersia #esin ke-i /i ? $onstanta !ereda#an #esin ke-i 47<=i ? .erubahan transien #esin ke-i 4:Fi ? .erubahan tegangan keluaran !enyearah #esin ke-i 4:i ? .erubahan tegangan bus #esin ke-i 4:Ai ? .erubahan tegangan a#!li%ier #esin ke-i 4PDi ? .erubahan beban #esin ke-i II!9 Peranan Sistem 7ksitasi Pada SMIB Siste# eksitasi dari siste# tenaga listrik harus #endukung kontrol tegangan e%ekti% dan #e#!ertinggi stabilitas (2), serta harus #a#!u #eres!on secara te!at !erubahan stabilitas gangguan transien dan stabilitas sinyal kecil. Siste# eksitasi #aru!akan bagian yang a#at !enting. E8citer ber%ungsi #enghasilkan E0& dari generator tidak hanya #engatur tegangan out!ut teta!i 'uga #engatur %aktor daya dan besaran arus yang sesuai (2). .ada #esin listrik #isal generator, !engaturan arus eksitasi di bantu oleh -uto#atic ;oltage :egulator *-;:+. II!/ >ontrol PID $ontroler !ro!orsional integral dan di%%erensial *.I/+ +#eru!akan kontroler ko#binasi dari kontrol !ro!orsional, kontrol integral dan kontrol di%%erensial. 3ntuk kontroler !ro!orsional, integral dan di%%erensial *.I/+ sinyal kesalahan e*t+ #eru!akan #asukan kontroler sedangkan keluaran kontroler adalah sinyal kontrol u*t+. Dubungan antara #asukan kontroler e*t+
$i s

*1+ Jika ditans%or#asikan dengan la!lace di!eroleh >


t d e (t ) u (t ) =A $ ! e (t ) + $ i e(t )d t + $ d B 0 dt

*,+

dengan $! adalah !enguatan !ro!orsional dan $i adalah !enguatan kontrol integral dan $ d adalah !enguatan kontrol di%%erensial . $ontrol .I/ digunakan untuk #enaikan, #enurunkan res!on dina#ik tegangan dan #engeli#inasi error stady state. $ontrol di%%erensial *./+ dita#bahkan untuk #enaikan res!on transien, sedangkan $ontrol integral *.I+ dita#bahkan !ole !ada daerah tertentu untuk #enaikan ti!e syste# satu dengan yang lainya dan #engurangi error stady state dengan in!ut %ungsi ste!. II!, Fuzzy ogi% &u44y Eogic atau logika sa#ar adalah logika yang dibangun atas dasar !rinsi! ketidak'elasan. Eogika %u44y ini !erta#a kali di bangun oleh Eo%ti -. Fadeh !ada tahun 1671. Fadeh #engatakan bah"a 'ika keru#itan sebuah siste# #eningkat, #aka ke#a#!uan seseorang untuk #e#!eroleh !ernyataan yang te!at tentang kelakuan siste# akan se#akin berkurang (1). Eogika %u44y #enggunakan bahasa #anusia yang berhubungan antara konstrain sebagai ele#ent in!ut dan out!ut. Eogika %u44y #enggunakan set teory dengan dasar uta#a #etoda analisa konGensional untuk ke'adian dengan tidak berhubungan dengan !ersa#aan di%%erensial. Teori ini #e#buktikan bah"a dengan arah !e#aha#an yang kabur *sa#ar+ !ada ele#en dan keanggotaan !ada hi#!unan,ternyata da!at digunakan untuk #enyelesaikan !er#asalahan yang ru#it. III( III!* D)SAI* 0.*/R.- F,112 PIPD

Desain >ontrol PI ?.@ Trans%er %unction dari kontroler .I konGensional dala# bentuk !ersa#aan do#ain %rekuensi dinyatakan dengan, c s $i c *1+ UPI (s ) = ( $ . + ) E(s )
s

.ersa#aan *1+ da!at ditrans%or#asikan kedala# bentuk diskrit dengan trans%or#asi bilinier s = ,/ T[ z + 1/ z # 1] , dengan T > 0 sehingga di!eroleh hasil,
u PI (z ) = ( $ ! c

$i T ,

$i T 1- z
#1

) E(z )

*5+

dengan asu#si bah"a,


$! = $ . c

$i T ,

d a n $i = $i T

UPI D (s ) = ( $ . +

+ s $ d ) E(s )

#aka dengan #enggunakan trans%or#asiHF kita !eroleh, u - u PI (n T!ersa#aan - T) = $ ! ? e *2+ (n T) - e (n TT - ,T) @ /engan dengan #aka di PI (n T)#e#bagi !eroleh + $ iTe (n T) *6+ u PI (n T) = UPI (n T - T) + Tu PI ( n T) nilai u .I *nT+ da!at dituliskan
u PI (n T) = $ . ev (n T) + $ i ep (n T)

*2+ /engan #e#bagi !ersa#aan *1,+ dengan T, kita #e#!eroleh *11+ u PD (n ) = K p 1d (n ) + K d r (n )

/engan !ara#eter,
*7+
u PD (n ) = u PD (n ) + u PD (n + 1) T

/engan,
ev (n T) =

? e (n T) + e (n T - T) @
T

r (n ) =

e (n ) + e (n - 1) ] T

ep (n T) = ep (n T)

d (n ) =
Tu PI (n T)

e (n ) + e(n - 1) ] T

ke#udian dengan #engganti nilai dari

dengan kontrol %u44y $ u .I u PI (n T) , akhirnya da!at kita !eroleh, *I+ u PI (n T) = u PI (n T - T) + $ 3 u PI (n T)


.I

.ersa#aan *1+ da!at kita tuliskan ke#bali #en'adi,


u PD (n ) = - u PD (n - 1) + T u PD (n )

*12+

$eterangan>

$! $i
c

? .enguatan .ro!orsional ? .enguatan Integral

/engan #engganti nilai T u ./ *n+ dengan &u44y Eogic Kontroller *&EK+ nilai gainnya, #aka da!at kita !eroleh hasil akhir sebagai berikut.
u PD (n ) = - u PD (n - 1) + $ 3 u PD (n ) ./

E(s )
UPI (s )

? ? T? u PI (n T) ?

Error Saluran Sinyal $eluaran $ontrol .I .eriode Sa#!ling $ontrol untuk #enaikan out!ut dari .I kontroler ep (n T) ? Sinyal eror ev (n T) ? .erubahan error rata-rata sinyal. $u .I ? konstanta !enguatan kontrol .I

*16+

$eterangan>
c $ .1 c $d

? .enguatan .ro!orsional ? .enguatan /i%%erensial ? ? ? ? Error Saluran Sinyal $eluaran $ontrol ./ .eriode Sa#!ling $ontrol untuk #enaikan out!ut dari ./ kontroler ? Sinyal eror ? .erubahan error rata-rata sinyal. ? 9ain konstan dari kontrol ./

E(s )
UPD (s )
u PD (n T)

III!9Desain kontrol Fuzzy PD ?)@ Jut!ut dari kontrol ./ konGensional dala# la!lace diberikan dengan !ersa#aan,
UPD (s ) = ( $ .1 + s k d ) E(s )
c c

*6+

.ersa#an *6+ da!at ditrans%or#asikan dala# bentuk diskrit dengan #enggunakan trans%or#asi-F #aka dengan,
s=

ep (n T) ev (n T) $u ./

z - 1 T z +1
,
c c T 1# z - 1

*10+

-khirnya kita da!at ga#barkan $ontrol &u44y .I dan ./ yang ditu#'ukan !ada 9a#bar.,

#aka di!eroleh hasil,


u PD (z ) = ( $ .1 + $ d , 1+ z- 1 ) E(z )

*11+

/engan nilai

c $ !1 = $ !1

dan $ d = ,

$d T

,dan #enggu-

nakan trans%or#asi H4 kita !eroleh,


u PD (n T) + u PD (n T - T) = $ .1 ? e(n T) + e(n T - T) @ + $ d ? e(n T) + e(n T - T) @

*1,+

Gambar 2! >ontrol Fuzzy PIPD $eterangan, $.1 $i $., $d $u.d $u.i T,,Ta,Tb ? .engutan !ro!orsional kontrol ./ ? .enguatan integral $ontrol .I ? .enguatan !ro!orsional kontrol .I ? .enguatan de%%ensial kontrol ./ ? .enguatan kontrol &u44y ./ ? .enguatan kontrol &u44y .I ? .eriode sa#!ling

3a#$a& 5! Input dari fungsi keanggotaan untuk komponen PD


Output negatif 1 Zero Output Output positif

III!/

Fuzzifikasi

&ungsi keanggotaan in!ut dan out!ut &u44y .I ditun'ukan !ada ga#bar 1 dan ga#bar 5, sedangkan &u44y ./ #asing-#asing ditun'ukan !ada ga#bar 2 dan ga#bar 6. $ontrol &u44y .I !ada ga#bar.2 #e#iliki dua buah in!ut yaitu ep(nT) dan e"(nT)& dengan ep(nT) C $i ep(nT)& dan e"(nT)C$! e"(nT)! .ada ga#bar.6, out!ut beru!a single out!ut 46PI(nT), dengan !an'ang range in!ut dan out!ut #* D D *! Sa#a dengan kontrol %u44y .I , kontrol %u44y ./ 'uga #e#ilki dua buah bobot in!ut yaitu yd(nT) dan delta error 4yd(nT)C$d 4yd(nT) , sedangkan out!ut dinotasikan 46PD (nT)! dengan range keanggotaan %u44y -1L EL 1. $eterangan> ep(nT) e"(nT) yd(nT) 4yd(nT) $!, $i, $d 46PD& 46PI C Error kontrol .I C /elta error kontrol .I C Error kontrol ./ C /elta error kontrol ./ C .enguatan kontrol ., .I, dan ./ ? Jut!ut kontrol ./, out!ut kontrol .I Berikut ini adalah ga#bar %ungsi keanggotaan dari %u44y .I dan %u44y ./.
1

0.5

-1

3a#$a& 6! Eutput dari fungsi keanggotaan untuk komponen PD III!, Aturan >ontrol Fuzzy?9@ /engan #enggunakan %ungsi keanggotaan se!erti yang ditun'ukan !ada 9a#bar .2 dan 9a#bar. 6 da!at dibentuk suatu aturan kontrol &u44y untuk #e#bangun &u44y .I kontroler, yaitu > (R1) if ep= ep.n and ev = ev.n Then PI output = o.n (R2) if ep= ep.n and ev = ev.p Then Pi output = o.z (R3) if ep= ep.p and ev = ev.n then PI output = o.z (R4) if ev= ev.p and ev = ev.p then PI output = o.p Sa#a dengan !e#bentukan aturan !ada %u44y .I, aturan %u44y ./ 'uga da!at dibangun aturan kontrol yaitu > *R5) if yd= yd.n and yd = yd.n Then PD output= o.n (R6) If yd= yd.n and yd = yd.p Then PD output= o.z (R ) if yd= yd.p and yd = yd.n Then PD output= o.z (R!) if yd= yd.p and yd = yd.p Then PD output= o.p $eterangan > ep ev yd yd " P # z ? Eerror !ada &u44y .I ? /elta error &u44y .I ? Error !ada &u44y ./ ? /elta error &u44y ./ ? Megati% ? .ositi% ? Jut!ut ? Fero

e ! & e G negatif
0.5

e! & e G positif

-1

e! &e G

3a#$a& %! Input dari fungsi keanggotaan untuk komponen PI


Output negatif 1 Zero Output Output positif

0.5

-1

3a#$a& 4! Eutput dari fungsi keanggotaan untuk komponenPI


yd & yd negatif
0.5
!

yd & y d positif

-1

yd & y d

-turan kontrol &u44y .I dan &u44y ./ #e#iliki aturan yang #iri!. /ela!an aturan &u44y .I dan &u44y ./ da!at di!aha#i dengan cara> * R1+ 'ika in!ut dari error *ep+ bernilai negati% *n) dan delta errornya *ev + bernilai negatiGe*n+, #aka out!utnya 'uga akan #en'adi out!ut negatiGe *o.n+, *R2+ 'ika in!ut dari error *ep+ bernilai negati% *n+ dan delta errornya *ev + bernilai !ositi% *p+, #aka out!unya akan #en'adi out!ut 4ero *o.4+. 3ntuk aturan *R3+, *R4+, *R5+, *R6+, *R7+, *R8+ da!at dibaca dengan cara yang sa#a se!erti aturan !erta#a *R1+ dan aturan kedua *R2+ sesuai dengan aturan #asing-#asing. I7(+ASI- SIM,-ASI DA* A*A-ISIS Si#ulasi dilakukan dengan #enggunakan 0-TE-B, dan disa'ikan dala# bentuk kurGa- kurGa. Dasil si#ulasi yangdi sa'ikan #eli!uti> :es!on tegangan ter#inal dari S0IB yang tidak #enggunakan kontrol, res!on tegangan ter#inal dengan kontrol .I/, dan res!on tegangan dengan kontrol &u44y .I./. I:!* Fespon tegangan terminal SMIB .ada kurGa S0IB yang ditun'ukan !ada 9a#bar 7, terlihat bah"a res!on tegangan Ter#inal berada diba"ah 0.62 !.u. @alau!un siste# stabil, teta!i res!on tegangan yang diba"ah 0.62 !.u tidak baik, karena #esin tidak da!at ber!utar secara o!ti#al. Sehingga sebisa #ungkin harus dinaikan #endekati 1 !u. 0asalah tegangan ter#inal yang diba"ah batas toleransi tegangan *0.62 !.u-1.02 !.u+ harus diatasi, salah satu cara adalah dengan #e#asang kontrol .I/ !ada siste# eksitasi S0IB. /ari hasil !ercobaan di !eroleh hasil bah"a dengan !e#asangan kontrol .I/ ternyata #e#berikan !erubahan yang cuku! bagus terhada! res!on tegangan ter#inal. .ada ga#bar I. Terlihat bah"a res!on tegangan ter#inal naik #en'adi 1 !.u #eski!un dengan settling ti#e*ts+ yang lebih la#bat. .enentuan gain kontrol .I/ dilakukan dengan Trial and Error, sehingga kurang e%ekti% digunakan untuk #enda!atkan gain yang !aling o!ti#al, sehingga res!on tegangan yang dihasilkan 'uga kurang o!ti#al. .ada $ontrol .I/ !ara#eter !enguatan yang dugunakan adalah $!? 0.02, $i? 0.012, $d? 0.0,2. hasil si#ulasi dengan #enggunakan kontrol .I/, tegangan ter#inal #e#butuhkan "aktu 52.,2 detik untuk #enca!ai titik kesetabilan yaitu 0.667 !.u. 3ntuk #engo!ti#alakan res!on tegangan ter#inal !ada kontrol .I/ konGensional, digunakan kontroler %u44y .I./, %u44y disini ber%ungsi sebagai !enala gain !ara#eter kontrol .I dan kontrol ./. /engan #e#beri range tertentu !ada gain %u44y .I dan %u44y ./, dihara!akan res!on tegangan yang di hasil yang di!eroleh lebih bagus dari kontrol .I/ kon-

Gensional. .ada $ontrol %u44y .I./ ini !ara#eter di tentukan secara #anual *trial and error+ dengan $!1? 0.02, $i? 0.0,2, $d ? 0.012, $!,?0.012, $u.d ?,0, $u.i? 15.7, T? 1 s, E? (-1,1). Dasil si#ulasi !ada ga#bar 6 #enun'ukan !erbaikan res!on tegangan ter#inal !ada S0IB. Jika !erhatikan ga#bar 6, terlihat 'elas bah"a res!on tegangan ter#inal #engala#i !enurunan setling ti#e *ts+ dari 52.61,2 detik #en'adi 12.16 detik , #aka dengan kontrol %u44y .I./ ini res!on tegangan da!at #enca!ai titik kestabilan yang lebih ce!at. Tegangan ter#inal 'uga naik dari 0.6671 !.u #en'adi 1.005 !.u. $urGa !erbandingan res!on tegangan antara S0IB yang #enggunakan kontrol .I/ konGensional dengan kontrol %u44y .I./ ditun'ukan !ada ga#bar 10. :es!on tegangan S0IB yang #enggunakan kontrol &u44y .I./, #enca!ai keadaan stady state 'auh lebih ce!at dibandngkan dengan yang #enggunakan %u44y .I/ konGensional. Selain res!on tegangan ter#inal, !erubahan sudut rotor 'uga harus di!erhatikan. /ala# hasil !ercobaan #enun'ukan hasil yang cuku! bagus, "alau!un dengan kontrol .I/ konGensional #e#iliki sudut rotor yang lebih bagus dari !ada kontrol &u44y .I./, na#un #asih dala# batas nor#al. .erbandingan :es!on sudut rotor dengan #enggunakan kontrol .I/ konGensional dan $ontrol &u44i .I./ ditun'ukan !ada 9a#bar 11.
Deviasi Tegangan Generator AVR (pu) 0.8 0.7 0.6 Tegangan Generator (pu) 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0
X: 17.77 Y: 0.7556

10

20

30 Waktu (detik)

40

50

60

Gambar 7, FesponTegangan Terminal SMIB tanpa menggunkan >ontrol


Deviasi Tegangan Generator AVR (pu)

1 0.9 Tegangan Generator (pu) 0.8 0.7 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 10 20 30 Waktu (detik) 40 50 60
X: 45.63 Y: 0.9971

Gambar 8, Fespon Tegangan Terminal SMIB dengan >ontrol PID kon"ensional


Deviasi Tegangan Generator AVR (pu) 1.4

Gambar 11, Perbandingan Fespon Sudut Fotor Pada SMIB dengan kontrolPID dengan >ontrol Fuzzy PIPD 7( 0)SIMP,-A* /engan #enganalisis hasil si#ulasi, di!eroleh kesi#!ulan bah"a !enggunaan #etode kontrol &u44y .I./ da!at #enurunkan settling ti#e dan #enaikan tegangan ter#inal dari S0IB. .enge#bangan selan'utnya dihara!kan da!at dilakukan dengan #enggunakan #etode lain se!erti algorit#a genetika *9-+ atau bacteria %oureging sebagai tuning !ara#eter !enguatan $!1, $!,, $d, $i , $u.i , $u.d sehingga da!at dihasilkan res!on yang lebih o!ti#al. AP)*DI0S

1.2
X: 15.36 Y: 1.004

Tegangan Generator (pu)

0.8

0.6

0.4

0.2

10

20

30 Waktu (detik)

40

50

60

Gambar 9, Fespon Tegangan Terminal SMIB dengan >ontrol Fuzzy PIPD


Deviasi Tegangan Generator AVR (pu) 1.4 Kontrol Fuzzy PIPD Kontrol PID Konvensional

.ara#eter-!ara#eter Single 0esin In%inite Bus *S0IB+ yang digunakan dala# !a!er ini dinyatakan dala# satuan !er unit *!.u+, ter#asuk Mi dan konstanta "aktu dala# sekon *s+. Data konstanta penguatan (gain) $1?,.16I1N $,?1.5722N $1?0.16,1N $5?1.1062N $2?0.26,2N $6?0.02I1N Data sistem eksitasi $Ei ?1N TEi ?0.56N $-i ?56N T-i?0.06N $&i ?0.1N T&i?1. Data turbin $gi ?0.12N Tgi ?0.5 NT"i? 0.5N:i ?0.02. Data generator %?20N @0?,O!iO%N 0i?IN /i?5N Td0i?1,.I.

1.2

Tegangan Generator (pu)

0.8

0.6

0.4

0.2

10

20

30 Waktu (detik)

40

50

60

R)F)R)*SI Gambar 10, Perbandingan Fespon tegangan Pada SMIB tanpa kontrol& dengan kontrol PID & dan >ontrol Fuzzy PIPD!
Kecepatan Sudut Rotor 0 -0.2 -0.4 -0.6 Amplitude -0.8 -1 -1.2 -1.4 -1.6 Kontrol Fuzzy PIPD Kontrol PID

(1) I#a# :obandi, P /esain Siste# Tenaga 0odernP, -M/I <ogyakarta.,006. (,) S.Bannett,P/eGelo!er o% thr .I/ konreoller,PIEEE contr. Syst.0ag,Gol.11,!! 21-2I, dec.1661. (1) 9 .Khen, QKonGensional and %u44y .I/ controller > -n oGerGie",P nt.Jintell.control sys, Gol 11, !!.,12-,56,1666. (5) :is"an @ahyudi, I#a# :obandi, P Siste# $ontrol &u44y Eogic Eksitasi *-;:+ 3ntuk -nalisa Stabilitas Siste# Tenaga EistrikP, EKKIS. ,005 (2) Dadi Saadat,P.o"er Syste# /ina#ikP, 0c 9ro" Dill. Seccond Edition. ,005

10

20

30 Time (sec)

40

50

60

(6) $.S.Tang,#e#ber,IEEE,$i# &ung 0an, Senior 0e#ber, IEEE, 9uanrong Khen,&ello",IEEE, and Sa# $"ong, 0e#ber, IEEE , P-n J!ti#al &u44y .I/ KontrollerP, ,001 (7) Er#anu .- .Daki#, -di Soe!ra'itno, 0auridhi D., P .SS design on ./ and .I &u44y Kontroller By .article S"ar# J!ti#ationP, ,007.