Anda di halaman 1dari 57

JARINGAN KOMPUTER DASAR

Oleh : Tantri Aulia Widya Ayu Lestari Fika Fadilah Mufti Aprianti Galla Kurniati Kasmar Muh. Zainuddin R. Kasau Edi Hermawan
PTIK 06 2011

Materi 3 : TOPOLOGI JARINGAN

Defenisi Topologi Jaringan


Topologi jaringan komputer adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan Topologi jaringan adalah hubungan fisik antara setiap anggota (links, node, dsb) dari sebuah jaringan komputer. Setiap node (dapat berupa modem, hub, bridge, ataupun sebuah komputer) dalam sebuah jaringan komputer biasanya memiliki satu atau lebih koneksi (links) dengan node lainnya.

Klasifikasi Topologi
1. Topologi fisik 2. Topologi Logikal

1. Topologi Fisik
Topologi fisik (physical topology) merupakan pemetaan dari setiap node dan koneksinya terhadap node lain berdasarkan desain fisik dari jaringan komputer. Hal ini mencakup perangkat, kabel, lokasi dan instalasi jaringan.

Klasifikasi Topologi Fisik


BUS RING MESH STAR TREE LINIER HYBRID

BUS

Topologi bus merupakan topologi yang paling sederhana dengan sebuah kabel tunggal sebagai pusat aliran data. Pada Topologi ini digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel Pusat dimana seluruh Workstation dan Server dihubungkan. Merupakan Topologi fisik yang mengunakan Kabel Coaxial dengan mengunakan T-Connector dengan terminal 50 omh pada ujung Jaringan.

Karakteristik topologi bus :


Merupakan satu kabel yang kedua ujungnya di tutup dan sepanjang kabel terdapat node-node Paling Sederhana dalam Instalasi Signal melewati dua arah dengan satu kabel memungkinkan terjadi Collision (Tabrakan data). Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti/terganggu Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel bone). signal hanya akan di tangkap oleh alat yang di tuju, sedangkan alat lain yang bukan tujuan akan mengabaikan signal terebut/ hanya di lewati signal

Kelebihan topologi bus :


Topologi yang banyak di gunakan di awal penggunaan jaringan computer karena topologi yang paling sederhana di banding dengan topologi lainnya Hemat kabel , pastinya kan hanya mengunakan 1 kabel tunggal. Layout kabel sederhana, karena hanya sejalur saja.

Kekurangan topologi bus :


Deteksi dan Isolasi kesalahan sangat kecil. Kelemahan dari topologi ini adalah apabila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami ganguan. Sering mengalami tabrakan data pada kabel bone akibat padatnya lalu lintas data pada kabel pusat. Di perlukan Repeater untuk jarak Jauh. Dibutuhkan penanganan yang khusus

Perangkat penyusun topologi BUS:


Konektor : BNC, T-BNC, Terminator BNC

Gambar 3.2 T-BNC, BNC, TERMINATOR BNC

Kabel : Coaxial thick, coaxial thin

Gambar 3.3 Kabel Coaxial thick, coaxial thin

Kartu Jaringan : PCI atau ISA BNC

Gambar 3.4 Kartu jaringan

RING

Topologi merupakan topologi yang menyerupai BUS namun memiliki model melingkar seperti sebuah cicin, topologi RING biasa juga disebut sebagai topologi TOKEN RING.Topologi ini memiliki saudara serumpun yaitu DUAL RING atau biasa disebut DOUBLE RING.

Kelebihan Topologi Ring :


Desain dalam jaringan sangat mudah dan sederhana Tidak membutuhkan banyak kabel jaringan untuk menghubungkannya (Hemat kabel) Pada topologi ini tidak ada tabrakan pengiriman data atau collision seperti pada topologi jaringan bus Mudah dalam deteksi kerusakan karena satu arah.

Kelemahan Topologi Ring :


Peka terhadap kerusakan Kaku dalam pengembangan jaringan Sulit melakukan isolasi. Satu jalur macet, akan mempengaruhi keseluruhan jaringan Dibutuhkan penanganan yang khusus

Perangkat penyusun topologi RING :


Konektor : BNC, T-BNC Kabel : Coaxial thick, coaxial thin Kartu Jaringan : PCI atau ISA BNC

MESH

Topologi MESH merupakan topologi yang menyerupai jala / jaring laba-laba, sebab disetiap node, client atau workstation akan dipasangkan kartu jaringan sesuai dengan jumlah komputer yang ada dalam satu jaringan dan setiap komputer akan saling terhubung dan terkoneksi secara dedicated atau secara langsung. Seperti halnya dengan RING, topologi MESH juga memiliki saudara serumpun yakni FULL MESH.

Kelebihan Topologi MESH:


Hubungan dedicated, antara komputer yang satu dengan yang lainnya saling terhubung dengan langsung Memiliki sifat Robust, Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya. Privacy dan Security pada topologi mesh lebih terjamin. Mudah identifikasi permasalahan

Kekurangan Topologi MESH:


Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port). Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit. Banyaknya kabel yang digunakan Biaya mahal

Perangkat penyusun topologi MESH :


Konektor : BNC, T-BNC atau RJ45 Kabel : Coaxial thick, coaxial thin atau UTP, STP Kartu Jaringan : PCI atau ISA BNC atau RJ45

STAR

Topologi star Adalah topologi yang menerupai bintang, topologi ini memiliki satu perangkat inti yang berfungsi sebagai pengontrol dan pengatur lalu lintas data dalam jaringan, yakni sebuah terminal terpusat biasa disebut dengan HUB atau SWITCH, antara HUB dan SWITCH memang memiliki fungsi yang sama namun antara kedua terminal tersebut memiliki cara atau sistem kerja yang berbeda, sehingga terminal ini adalah dua perangkat jaringan yang berbeda.

Kelebihan Topologi STAR:


Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut. Tingkat keamanan termasuk tinggi. Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk. Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah. Akses Kontrol terpusat. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan / kerusakan pengelolaan jaringan. Paling fleksibel, karena sangat mudah dalam melakukan penambahan komputer tanpa mengganggu komputer lainnya

Kekurangan Topologi STAR:


Jika node tengah (Terminal) mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti. Boros dalam pemakaian kabel. HUB/SWITCH jadi elemen kritis karena kontrol terpusat. Jika menggunakan hub/switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat. biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.

Perangkat penyusun topologi STAR :


Konektor : RJ45 Kabel : UTP, STP Kartu Jaringan : PCI atau ISA RJ45 Terminal / consentrator : HUB / SWITCH

TREE

Merupakan pengembangan dari topologi BUS yang memiliki percabagan menyerupai pohon dengan setiap cabangnya diberi terminal HUB/SWITCH. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. Komputer komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung atau backbone.

Kelebihan Topologi TREE


Seperti topologi star perangkat terhubung pada pusat pengendali / HUB. Tetapi HUB dibagi menjadi dua, central HUB dan secondary HUB Topologi tree ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.

Kekurangan Topologi TREE


Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya , termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.

Perangkat penyusun topologi TREE :


Konektor : BNC, T-BNC atau RJ45 Kabel : Coaxial thick, coaxial thin atau UTP, STP Kartu Jaringan : PCI atau ISA BNC atau RJ45 Terminal / consentrator : HUB / SWITCH

LINIER

Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator). Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet).

Kelebihan Topologi LINIER


Hemat kabel, Tata letak kabel sederhana, Mudah dikembangkan Penambahan maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.

Kekurangan Topologi LINIER


Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, Kepadatan lalu lintas tinggi, Keamanan data kurang terjamin, Kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah Diperlukan repeater untuk jarak jauh.

Perangkat penyusun topologi LINIER :


Konektor : BNC, T-BNC atau RJ45 Kabel : Coaxial thick, coaxial thin atau UTP, STP Kartu Jaringan : PCI atau ISA BNC atau RJ45 Terminal / consentrator : HUB / SWITCH Penguat Sinyal : Repeater Penghubung Jaringan : Router

HYBRID

Topologi hybrid merupakan penggabungan dari beberapa topologi menjadi satu, misal penggabungan topologi star dengan topologi bus atau beberapa topologi lainnya menjadi satu jaringan. topologi ini memiliki kehandalan yang dimiliki oleh setiap topologi yang digunakan namun juga memiliki kekurangan sesuai dengan kekurangan setiap topologi yang digunakan.

Kelebihan Topologi HYBRID


Fleksibilitas. Hybrid mengkombinasikan konfigurasi yang berbeda tapi dapat bekerja dengan sempurna untuk jumlah lalu lintas jaringan yang berbeda. Menambahkan koneksi periferal lain cukup mudah. Dibandingkan dengan jenis topologi komputer lainya, topologi ini terpercaya. Memiliki toleransi kesalahan yang lebih baik. ketika sejumlah topologi berbeda terhubung ke satu sama lain Ketika link tertentu dalam jaringan komputer mengalami gangguan, tidak menghambat kerja dari jaringan lainnya. Dapat diimplementasikan dengan topologi lainnya tanpa merupa jenis topologi. Kecepatan topologi konsisten dan efisien. Mengabaikan kelemahan topologi lainnya dan hanya akan dipertimbangkan segi kekuatannya

Kekurangan Topologi HYBRID


Pengelolaan topologi akan menjadi lebih sulit. Biaya mahal Instalasi dan konfigurasi dari topologi ini sulit karena ada topologi yang berbeda yang harus dihubungkan satu sama lainnya, pada saat yang sama harus dipastikan bahwa tidak satupun dari node dijaringan gagal berfungsi sehingga membuat instalasi dan konfigurasi topologi hybrid menjadi sangat sulit

Perangkat penyusun topologi hybrid sesuai dengan perangkat penyusun pada topologi-topologi yang ingin dibgabungkan menjadi satu jaringan.

1. Topologi Logikal
Logical topology merupakan cara sebuah sinyal/pesan berlaku pada media di jaringan. Pesan dalam hal ini akan melewati jaringan dari satu node ke node lain tanpa memperhatikan kondisi fisik dari node. Logical topology memiliki klasifikasi yang tidak jauh berbeda dengan klasifikasi pada physical topology.

Beberapa bentuk arsitektur dan topologi logik yang telah ada diantaranya adalah, ArcNET Ethernet Token Ring FDDI Broadcast

ArcNet
Jaringan dengan topologi ini sangat simpel dan murah, tetapi tidak cocok untuk lingkungan jaringan yang membutuhkan kecepatan transfer data yang tinggi. Kecepatan transfer arsitektur ini sekitar 2,5Mbps, sehingga kurang diminati oleh arsitek jaringan komputer.

ArcNET biasanya menggunakan topologi fisik BUS atau STAR dengan media transmisi kabel Coaxial RG62.
Prinsip kerjanya menggunakan token passing scheme dan broadcast dimana dalam jaringan komputer tersebut ada token yang mengalir dan dapat ditempeli dengan data yang akan dikirim ke komputer tujuan.

Token Ring

Token Ring adalah sebuah cara akses jaringan berbasis teknologi ring yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Soderblum pada tahun 1969. Kecepatan transfer data arsitektur ini adalah 16Mbps dengan media transmisi kabel UTP ataupun STP dan topologi fisik yang digunakan umumnya adalah STAR yang memerlukan HUB. Ada tiga tipe pengembangan dari Token Ring dasar: Token Ring Full Duplex, switched Token Ring, dan 100VG-AnyLAN.

Token Ring Full Duplex menggunakan bandwidth dua arah pada jaringan komputer. Switched Token Ring menggunakan switch yang mentransmisikan data di antara segmen LAN (tidak dalam devais LAN tunggal). Sementara, standar 100VG-AnyLAN dapat mendukung baik format Ethernet maupun Token Ring pada kecepatan 100 Mbps.

Pada jaringan Token Ring, sebuah token bebas mengalir dalam jaringan, jika satu node ingin mengirimkan paket data, maka paket data yang akan dikirimkan ditempelkan pada token, pada waktu token berisi data, node lain tidak dapat mengirimkan data. Token passing digunakan dalam arsitektur ini untuk menghindari collision. Data dalam jaringan dikirim oleh masing-masing komputer yang kemudian berjalan melingkar ke komputer-komputer yang lain untuk kemudian data tersebut akan diambil oleh komputer yang dituju atau yang membutuhkan. Pola transmisi ini tetap berlaku meskipun topologi menggunakan STAR.

FDDI
FDDI (Fiber Distributed-Data Interface) adalah standar komunikasi data menggunakan fiber optic pada LAN dengan panjang sampai 200 km.

Protokol FDDI berbasis pada protokol Token Ring. FDDI terdiri dari dua Token Ring , yang satu ring nya berfungsi sebagai ring backup jika seandainya ada ring dari dua ring tersebut yang putus atau mengalami kegagalan dalam bekerja. Sebuah ring FDDI memiliki kecepatan 100 Mbps.

Ethernet
Ethernet merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972 . Arsitektur Ethernet bisa dikatakan sebagai bentuk jaringan yang paling banyak digunakan. Hal ini dimungkinkan karena jaringan ini cukup sederhana dan mudah diinstalasi. Kecepatan transfer data cukup tinggi 10Mbps, 100Mbps dan terus berkembang hingga 1Gbps.

Arsitektur Ethernet ini dapat dibangun dengan media Coaxial RG58 atau RG8 dan juga kabel UTP dan HUB. Jaringan Ethernet yang menggunakan kabel Coaxial RG58 disebut Thin Ethernet atau 10Base2, jika menggunakan RG8 disebut Thick Ethernet atau 10Base5. Sedangkan yang menggunakan UTP disebut juga 10BaseT atau Fast Ethernet.

Ethernet menggunakan beberapa metode untuk melakukan enkapsulasi paket data menjadi Ethernet frame, yakni sebagai berikut: Ethernet II (yang digunakan untuk TCP/IP) Ethernet 802.3 (atau dikenal sebagai Raw 802.3 dalam sistem jaringan Novell, dan digunakan untuk berkomunikasi dengan Novell NetWare versi 3.11 atau yang sebelumnya) Ethernet 802.2 (juga dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 without Subnetwork Access Protocol, dan digunakan untuk konektivitas dengan Novell NetWare 3.12 dan selanjutnya) Ethernet SNAP (juga dikenal sebagai Ethernet 802.3/802.2 with SNAP, dan dibuat sebagai kompatibilitas dengan sistem Macintosh yang menjalankan TCP/IP)

Broadcast

Topologi broadcast merupakan jenis topologi logical, Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan

TERIMA KASIH ^_^