Anda di halaman 1dari 8

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Mulanya kita semua beranggapan bahwa muka bumi ini datar. Tapi ternyata seiring berjalannya waktu kita sadar bahwa permukaan bumi ini lengkung, berbentuk bola. Di muka bumi terdapat gejala-gejala alam yang mempengaruhi kehidupan manusia. Timbulnya gejala alam ini tidak dapat diminta dan tidak dapat ditolak oleh manusia. Gerak kehidupan manusia banyak dipengaruhi oleh gejala alam. Fenomena alam atau gejala alam ada yang mendukung dan ada juga yang membatasi aktivitas manusia. Pada batas-batas tertentu, manusia harus menyesuaikan diri dengan alam. Beberapa gejala alam yang mempengaruhi kehidupan manusia, antara lain gerakan lempeng tekonik, aktivitas vulkanisme (gunung berapi) dan gempa bumi. Beberapa gejala alam yang mempengaruhi kehidupan manusia, antara lain gerakan lempeng tekonik, aktivitas vulkanisme (gunung berapi) dan gempa bumi. Proses yang terjadi akibat pergerakan, pengangkatan, lipatan dan patahan pada struktur tanah di suatu daerah. Lipatan adalah bentuk muka bumi hasil gerakan tekanan secara horizontal yang menyebabkan lapisan permukaan bumi menjadi berkerut dan melipat. Patahan adalah permukaan bumi hasil dari gerakan tekanan horizontal dan tekanan vertical yang menyebabkan lapisan bumi menjadi retak dan patah.

B. Rumusan Masalah Bagaimana proses terjadinya lempeng bergerak ditinjaua dari segi

konduktivitas panasnya? C. Tujuan Mahasiswa diharapkan dapat memahami proses terjadinya pergeseran

lempeng ditinjaua dari segi konduktivitas panasnya?

BAB II PEMBAHASAN

A. Teori Lempeng Tektonik Bumi memiliki kulit terluar yang disebut litosfer yang terdiri dari kerak dan mantel. Astenosfer (asthenia Yunani , ' lemah ' atau ' sakit ') adalah di bawah litosfer. Suhu tinggi dan tekanan yang ada pada kedalaman astenosfer menyebabkan viskositas untuk menjadi cukup rendah untuk memungkinkan aliran viskos, pada skala waktu geologi (jutaan tahun , bukan detik). Konsep dasar dari lempeng tektonik adalah bahwa litosfer dibagi menjadi sejumlah kecil lempeng hampir kaku (seperti topi melengkung pada bola), yang bergerak di atas astenosfer. Sebagian besar deformasi yang menghasilkan dari pelat gerak seperti peregangan , lipat atau geser mengambil tempat di tepi , atau batas. Deformasi dalam batas tidak signifikan. Aktivitas gempa bumi menguraikan pelat sangat jelas karena hampir semua gempa bumi serta sebagian besar vulkanisme bumi terjadi di sepanjang batas lempeng. Tektonik lempeng adalah pergerakan lempeng-lenpeng bumi yang

menimbulkan lekukan, lipatan, rekahan dan patahan yang biasanya diiringi dengan goncangan yang disebut gempa bumi. Lempeng tektonik adalah penyebab terbentuknya permukaan bumi seperti yang diamati. Lempeng Tektonik merupakan gabungan dari dua kata yaitu lempeng dan tektonik. Lempeng adalah lembaran-lembaran raksasa berwujud kerak benua dan kerak samudra yang bergerak dan mengapung di permukaan bumi. Sedangkan tektonik adalah proses gerakan pada kerak bumi yang menimbulkan lipatan, lekukan, rekahan atau patahan.

B. Proses Pergerakan Lempeng Berdasarkan Konduktivitas Aliran Panas Kalor adalah aliran dari bagian panas suatu benda ke bagian yang dingin dari benda tersebut, yang tidak memiliki berbagai proses perpindahan dari konduktivitas panas zat padat dengan gradient temperatur (perbedaan temperatur per satuan panjang). Kalor yang dikonduksikan dengan cepat, bergantung dari besar dan kecilnya aliran gradient temperature dari suatu lempeng (dianggap konstan). Gambaran dari luasan suatu lempeng dinotasikan dengan d sebagai ketebalannya, dimana permukaan dengan temperature rendah disebut T1 sedangakan untuk permukaan yang lebih tinggi temperaturnya disebut T2 (T2>T1). Aliran dari kalor persatuan luas dipermukaan lempeng dirumuskan dengan .(1) Dimana aliran panas per satuan luas diatas lempenng adalah Q, dimana nilai Q = -k( )

Dimana k adalah kunduktivitas termal. Konduktivitas termal adalah senyawa fisika dari material di permukaan lempeng yang dibuat dan diukur keseimbangan fisis untuk konduktivitas termal. Aliran dari panas per satuan m2 adalah nilai Q yang diukur dalam satuan W/m2 dan konduktivitas termal k dalam W/m-1 dan derajat C1. Nilai dari konduktivitas zat padat sangatlah bervariasi: Untuk silver 418 m-1 0C1, untuk magnesium 159 w m-1, untuk batu 1,7-3,2 W m-1 0C-1, untuk gelas 1,2 w/m-1, dan untuk kayu 0,1 w m-1 0C-1.

Untuk persamaaan (2) merupakan persamaan deferensial kita asumsikan bahwa temperature di permukaan rendah adalah (z) disebut T dan untuk temperature dipermukaan tinggi (z + pada gambar 1.1 ) disebut T + seperti yang ditujuka

hot

z Cold Aliran Panas

Gambar 1.1 Perpidahan panas secara kondkusi secara terus menerus sepanjang lempeng dimana sebagai ketebalannya. Aliran kalor dari dari tepi

panas ke ujung plat yang lebih dingin (dalam z negatif) disubtitusikan ke persamaan (2)dan diperoleh Q(z) = -k( = -k Dengan limit adalah 0, maka persamaan di atas dapat kita tuliskan Q(z) = -k Tanda minus pada persamaan (4) merupakan temperatur bertambah dalam nilai positif z; dimulai sejak aliran panas dari area panas ke area dingin mengalir ke z. Jika kondisi untuk persamaan (4) dalam konteks bumi untuk kedalaman di bawah permukaan. Dimana z merupakan pertambahan yang mengarah kebawah dan )

gradient temperatur positif (penambahan temperatur dengan kedalaman) rata-rata dari pergerakan kalor bergerak ke permukaan dan keluar dari dalam bumi. Pengukuran gradien temperatur dan konduktivitas dekat permukaan yang berlubang, dan dapat di estimasi dengan jalur pergerakan kalor di dalam bumi.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan dari makalah ini adalah : Ditinjau dari pergerakan lempeng berdasarkan konduktivitas aliran panas dalam konteks bumi untuk kedalaman dibawah permukaan dimana pertabahan temperaturdalam kedalamman rata-rata dari pergerakan kalor bergerak ke permukaan dan keluar dari bumi. B. Saran Untuk menambah pengetahuan mengenai tectonic plate, penyusun menyarankan untuk membaca buku mengenai pergerakan lempeng yang membahas mengenai pengaruh tekanan terhadap dalam bumi, karena dalam makalah ini hanya membahas menganai pengaruh suhu terhadap pergerakan lempeng.

DAFTAR PUSTAKA C.M.R.Fowler. 1990. The Solid Eart An Introduction Ao Global Geophysics. Cambridge University Press. New York. http://www.hawaiilife.com/articles//tektonic plate/(2013,09 rabu). ARTICLES.Retriedfrom hawaiilife.web site