Anda di halaman 1dari 19

A.

Pendahuluan Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu guna membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang di perlukan dalam membuat pilihanpilihan rencana dan interprestasi yang diperlukan untuk menyesuaikan diri yang baik. Maka dalam hal ini saya sebagai pemakalah mencoba membahas tentang sejarah perkembangan bimbingan dan konseling, di Amerika dan Indonesia. Semoga makalah yang singkat ini dapat menjadi sebuah khasanah berpikir bagi kita semua. B. Sejarah Perkembangan Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang tergolong baru. Menurut Andi Mapiare ( !"#$. %atar belakang yang mendorong lahirnya bimbingan dan konseling adalah perkembangan dan perubahan masyarakat yang terjadi secara evoliti&, diikuti dengan perkembangan berbagai lembaga. 'erkembangan dan perubahan tersebut antara lain meliputi( . %enbanga keluarga, yaitu dari keadaan keluarga dan kebutuhannya yang sederhana menjadi semakin kompleks. 1

). %embaga pendidikan, melalui proses pendidikan seseorang berkembang menjadi pandai semakin maju, beragam dan tuntutannya pun juga semakin beragam. *. %embaga pekerjaan, dari kehidupan agraris ( pertanian$ yang di+arnai dengan kesederhanaan berkembang ke industri yang di tandai dengan spesialisasi. 4. %embaga lain seperti lembaga pelayanan, konsultasi, ,asa, -ekreasi dan keagamaan. 'engaruh dari muncul dan berkembangnya berbagai lembaga tersebut dan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi mengakibatkan seseorang. Semakin banyak menghadapi berbagai tuntunan dan pilihan. ,uga semakin banyak persoalan yang timbul sehingga di perlukan badan . lembaga yang bisa membantu mengatasi problema yang dihadapi, Akhirnya muncullah gerakan bimbingan. /erakan bimbingan lahir pada tahun * ,anuari !0" di Amerika, ketika 1rank 'ersons mulai mengelola 2ocational Bureau ( Biro ,abatan$. Ia mengarang buku 3hoosing A. 2ocational ( !0!$. 4emudian ia di nyatakan
Hallen, Bimbingan dan Konseling (Jakarta: Ciputat Pers,2002) Hlm.25
1

sebagai bapak bimbingan . 1ather 5& /ruidana pada tahun !0!. Setiap sekolah menengah di Boston di masukkan seorang petugas bimbingan jabatan. 4emudian tahun ! 0 sekitar *6 kota melaksanakan dan menganjurkan program &ormal bimbingan sekolah, pada tahun itu juga di selenggarakan kon&erehensi pertama tentang jabatan. 7i hadiri 00 utusan dari #6 kota. 'ada tahun ! 8li.9.9eaper memdirikan lembaga bimbingan yang di beri nama :he ;e+ <ork 3ity 2ocational /uidance Survey. Selanjutnya tahun ! = melalui lembaga tersebut diselenggarakan 4on&erensi yang kedua. Sedangkan 4on&erensi yang ketiga tahun ! *, sejak tahun ! # proses bimbingan mulai mengarah kepada bimbingan pendidikan, dan terus berkembang hingga kini. 'erkembangan bimbingan dan konseling di Indonesia di a+ali dengan munculnya benih-benih bimbingan sebagai reaksi terhadap sistem pendidikan kolonial. <aitu sistem pendidikan untuk lapisan masyarakat kelas atas untuk didik secara barat. Sedangkan lapisan kelas menengah dan ba+ah didik sebagai benih. 'ada tanggal )0 Mei !0" lahirlah gerakan Budi >tomo yang berusaha memperjuangkan kemajuan bangsa dalam segala lapangan kebudayaan. Sejak saat itu muncul berbagai gerakan yang mulai terorganisir dengan baik. 3

:ahun !)) lahir perguruan nasional :aman Sis+a dengan asas( . 4emerdekaan tiap orang ). Memberikan anak untuk mencari pengetahuan dengan pikirannya sendiri. *. Berusaha dengan kekuatannya sendiri tanpa tergantung pada bantuan orang lain. :ahun !?0, tepatnya tanggal )0 April di selenggarakan kon&erensi mengenai bimbingan dalam penyuluhan masuk dalam kurikulum 1kip. @al ini ikuti dengan keluarnya Instruksi 'emerintah ( 7epartemen 'endidikan dan 4ebudayaan$ untuk melaksanakan bimbingan dan penyuluhan di sekolah. 7an menunjukkan perkembangan yang sangat besar. :ahun !?) ada perubahan sistem pendidikan di SMA dari ,urusan A, B, 3 kepada kurikulum baru dengan jurusan alam, sosial, dan budaya. 7ari situ di rasakan kebutuhan akan adanya bimbingan dan penyuluhan untuk mengarahkan dan mengeluarkan jurusan sesuai dengan bakat dan kemampuannya. 'ada tahun !?# 7epartemen 'endidikan dan 4ebudayaan menerbitkan naskah A pembimbingan dan 'enyuluhanB. 7an tahun !?= di buka jurusan Bimbingan dan 'enyuluhan di beberapa Ikip. 7an tahun !=0- != 4

didirikan sekolah komprehensi& selanjutnya menteri 'endidikan dan 4ebudayaan dan dengan sk ;o. =) . != menetapkan dan ''S' ( 'royek 'erintis Sekolah 'embangunan$. 7an tahun !=) di selenggarakan lokakarya bimbingan. 5leh Badan 'embangunan 'endidikan 7epartemen 'endidikan dan 4ebudayaan berhasil di susun pola dasar rencana dan program 'endidikan dan 4ebudayaan. sejak tahun !"0 gerakan bimbingan mulai digalakkan dengan menggunakan istilah konseling. C. Perkembangan Layanan Bimbingan di Amerika Sampai a+al abad ke )0 belum ada konselor di sekolah. 'ada saat itu pekerjaan-pekerjaan konselor masih di tangani oleh para guru, seperti dalam memberikan layanan in&ormasi. %ayanan bimbingan pribadi, sosial, karir dan akademik. /erakan bimbingan di sekolah mulai berkembang sebagai dampak dari revolusi industri dan keragaman latar belakang para sis+a yang masuk di sekolah-sekolah negeri. 'ada tahun "!", ,esse B. 7avis. Seorang konselor sekolah di 7etroit memulai memberikan layanan konseling pendidikan dan pekerjaan di SMA. 'ada tahun !0=, dia di angkat menjadi kepala SMA di /rand -apids, Michigan.)
Syamsul Yusu , Juntika !uri"san. Landasan Bimbingan dan Koseling,, (#an$un%: &ema'a &(s$a )arya,
2

:ujuan dari bimbingan di sini adalah untuk membantu sis+a agar mampu( a. Mengembangkan karakternya yang baik ( memiliki nilai moral, ambisi, bekerja keras, dan kejujuran$ sebagai aset bagi setiap sis+a dalam rangka merencanakan, mempersiapkan dalam memasuki dunia kerja. b. Mencengah dirinya dari prilaku bermasalah. c. Menghubungkan minat pekerjaan kurikulum ( mata pelajaran$. dengan

'ada +aktu yang sama para ahli lainnya juga mengembangkan program bimbingan ini sebagai( . 8li 9eaper, pada tahun !0? menerbitkan booklet tentang A memilih suatu karirB dia sudah berhasil membentuk komote /uru 'embimbing. 7i setiap sekolah menengah di ;e+ <ork. 4omite-komite ini akti& bekerja untuk membantu para pemuda. ). 1rank 'arson, yang di kenal sebagai A 1ather 5& :he /uidance Movement In American 8ducationB
2005) "lm.*+,-1.

mendirikan Biro pekerjaan pada tahun !0" di Boston. Massachussets, yang tujuannya adalah membantu para pemuda untuk memilih karir yang di dasarkan atas proses seleksi secara ilmiah dan melatih para guru untuk memberikan pelayanan sebagai konselor vokasional. 'ada tahun !0! dia menerbitkan buku 3hoosing a 2ocation. <ang membahas tentang( (a$ peranan konselor. (b$ tehnik-tehnik konseling vokasional. *. 8./. 9illiamson, pada akhir tahun !*0 dan a+al tahun !#0 menulis buku @o+ :o 3aunsel Students, A Manual 5& :ehniCues 1or 3linical 3ounselors. 7engan model para konselor menggunakan in&ormasi untuk membantu sis+a dalam memecahkan masalahnya. #. 3arl -1. -ogers menggunakan teori konseling 3lient 3ontered yang tidak ter&okus kepada masalah, tetapi sangat mementingkan hubungan antara konselor dengan kliennya. 'ada tahun !60, terjadi peristi+a peluncuran sputnik uni soviet. 'eristi+a ini sangat mencemaskan +arga negara Amerika Serikat, karena mereka berpikir bah+a peristi+a ini merupakan isyarat tentang domonasi uni Soviet dalam bidang tehnologi industri dan ilmiah untuk merespon +arga masyarakat, pada bulan september tahun +

!6" kongres menyusun undang-undang, tertmasuk undang-undang pertahanan pendidikan nasional. >ndangundang ini memberikan ke+enagan kepada pemerintah untuk mengucurkan dana bagi pendidikan. Seperti untuk pelatihan para konselor S%:' dcan S%:A dan mengembangkan program testing. 'rogram konseling dan bimbingan sekolah. 'eristi+a yang terjadi pada tgahun !6" ini merupakan A %and MarkB ( peristi+a 'enting$ dalam dunia pendidikan di Amerika /ibson dan @iggins D -obelt h. /ibson dan Merianne. @. Mitchell ( !"?$ mengemukakan bah+a enam tahun setelah peristi+a yaitu kesehatan, pendidikan, kesejahteraan Amerika yaitu( . 4ucuran dana S*0 juta untuk membantu para konselor S%:A yang bekerja 1ull :ime yang jumlahnya ).000 orang dcan tahun !6" dan konselor *0.000 ( ( 60$ pada tahun !?#. 'da akhir tahun akademik !?#- !?6 tahun di kucurkan dana untuk membantu #"0 lembaga sekolah dalam upaya meningkatkan kemampuan konseling, program ini di ikuti oleh lebih dari 6.=00 orang konselor S%:', dan para guru yang di persiapkan untuk menjadi konselor. *

).

*.

?00.00 sis+a tahun dibantu untuk memperoleh atau melanjutkan study ke perguruan tinggi melalui loan (pinjaman$ dari negera bagian &ederal. #).000 tenisi telah dilatih untuk memenuhi kebutuhan A Man 'o+erB yang mengalami krisis. Memberi kecuran dana beasis+a bagi ".600 calon guru di beberapa perguruan tinggi keguruan.

#.

6.

Selama tahun !?0 dan !"0 an, telah terjadi perkembangan dalam peran dan &ungsi konselor sekolah sebagai program perkembangan yaitu( a. 'engembangan penerapan dan program bimbingan komprehensi&. evaluasi

b. 'emberian, layanan konseling secara langsung kepada para sis+a, orang tua, guru. c. 'erencanaan pendidikan dan pekerjaan. d. 'enempatkan sis+a. e. %ayanan Are&eralB. &. 4onsultasi dengan guru-guru adminisrasi dan orang tua. tenaga

4husus menyangkut konselor di sekolah dasar, A ,oint 3ommittee 5n 8lementary School 3ounselorB mengklasi&ikasikannya menjadi tiga peran yaitu konseling, konsultasi, koordinasi. 'ada tahun !=6, :he 8ducation Act 1or all @andicapped 3hildren menyediakan dana untuk memberikan layanan pendidikan secara khusus kepada anak-anak cacat ( berkelainan$. Br&adley (,ohn ,. 'ietro&esa et.al, !"0$ menambah satu tahapan dari * tahapan tentang sejarah bimbingan menurut stiller yaitu( . 2ocational 8Eplrational, yaitu tahapan yang mencoba menjodohkan manusia dengan pekerjaan. ). Meeting Individual ;eeds, yaitu tahapan pada periode #0 sd 60an yang menekankan kepada upaya membantu individu agar memperoleh kepuasan kebutuhan hidupnya. *.:ransisional 'ro&essionalisme, yaitu tahapan yang mem&okuskan perhatiannya kepada upaya pro&esionalisasi konselor. #. Situational 7iagnosis, yaitu tahapan yang terjadi pada tahun !=0an, sebagai perubahan dan inovasi . analisis lingkungan dalam proses bimbingan. 10

D. Perkembangan Layanan Bimbingan di Indonesia 'erkembangan layanan bimbingan di Indonesia berbeda dengan di Amerika, seperti tertera pada di atas. 'erkembangan layanan bimbingan di Amerika di mulai dengan dari usaha pemerintah. Sementara di Indonesia, perkembangan di mulai dengan kegiatan di sekolah dan usaha-usaha pemerintah. %ayanan dan konseling di indonesia telah mulai di bicarakan secara terbuka sejak tahun !?). hal ini di tandai dengan adanya perubahan sistem pendidikan di SMA, yitu terjadinya perubahan nama menjadi SMA gaya baru dan berubahnya penjurusan ini merupakan respon akan kebutuhan untuk mengaturkan para sis+a ke jurusan yang tepat bagi dirinya secara perorangan. 'erumusan dan pencantuman resmi di dalam rencana pelajaran SMA ini disusul dengan berbagai kegiatan pengembangan layanan bimbingan dalam konseling di sekolah seperti rapat kerja penataran, dan lokakarya, puncak dari usaha ini adalah didirikanya jurusan bimbingan dan penyuluhan di &akultas pendidikan Ikip ;egeri Bandung tahun !?*. 7engan di perkenalkannya gagasan sekolah pembangunan pada tahun !=0 . != . peranan bimbingan kembali mendapat perhatian. /agasan sekolah pembangunan ini kemudian di tuangkan dalam program sekolah menengah pembangunan persiapan. (SM''$, 11

'embentukan SM'' ini di maktubkan dalam surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan ;o. 0 !! . 0. !=*. usaha me+ujudkan sistem sekolah pembangunan tersebut di laksanakan melalui proyek pembahuruan pendidikan, yang di beri nama proyek printis sekolah pembangunan (''S'$. ''S' ini telah di uji cobakan di depan Ikip, di antaranya Ikip Bandung, dan ,akarta. Badan pembangunan pendidikan telah berhasil menyusun ) naskah dalam sejarah perkembangan layanan bimbingan konseling di Indonesia yaitu( . 'ola dasar rencana da pengembangan program bimbingan dan penyuluhan. 2. 'edoman operasional konseling.* pelayanan bimbingan

Secara &ormal bimbingan konseling di programkan di sekolah sejak di berlakukannya kurikulum !=6, yang menyatakan bah+a bimbingan dan penyuluhan merupakan bagian Integral dalam pendidikan di sekolah. 'ada tahun !=6 berdiri Ikatan 'etugas Bimbingan Indonesia (I'BI$ 7i malang, I'BI ini memberikan pengaruh yang sangat berarti terhadap perluasan program bimbingan di sekolah. Setelah melalui penataan, maka dalam dekade "0an bimbingan di upayakan agar lebih mantap, untuk me+ujudkan layanan
/mti 0rman 1 Prayitn(, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, ( Jakarta: &ineka Cipta, 1---) "lm.-4,--.
3

12

bimbinganyang pro&esional dan penyempurnaan kurikulum, dari kurikulum !=6 ke !"# dalam kurikulum !"# telah di masukkan bimbingan karir di dalamnya. >saha memantapkan bimbingan terus di lanjutkan dengan diberlakukannya >.>.;o.). . !"! tentang sistem pendidikan nasional. 7alam pasal ayat di sebutkan bah+a pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datgang. 7an peraturan pemerintah ;o.)". Bab F pasal )6 . !!0 dan '.'. )! Bab F 'asal )= . !!0 yang mengatakan bimbingan merupakan bantuan yang di berikan kepada sis+a dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. 7an S4 menteri pendidikan ;o. "# . !!* tentang jabatan &ungsional guru dan angka kreditnya. 7alam pasal * tugas pokok guru adalah menyusun program bimbingan, evaluasi pelaksanaan . analisis hasil bimbingan dan tindak lanjut dalam program bimbingan tegrhadap peserta didik yang menjadi tanggung ja+abnya. 'erkembangan bimbingan konseling di indonesia menjadi semakin mantap dengan terjadinya perubahan nama organisasi ikatan petugas bimbingan Indonesia (I'BI$ Menjadi Asosiasi Bimbingan dan 4onseling di Indonesia (AB4I;$ 'ada tahun )00 . 13

E. Perkembangan Konsepsi Bimbingan dan Konseling 7i negara yang bimbingan dan konselingnya telah maju, terutama Amerika Serikat perkembangan gerakan tentang bimbingan konseling yang memberikan makna berbeda terus berlangsung. Miller ( !? $ meringkaskan perkembangan bimbingan konseling ke dalam lima priode. 'ada a+al perkembangan bimbingan yang diprakarsai oleh 1rank 'arson, pengertian bimbingan baru mencakup bimbingan yaitu(# . ,abatan yang pertama ini umumnya disebut personil, sebagai usaha mengumpulkan berbagai keterangan tentang individu dan jabatan. ). /erakan bimbingan lebih menekankan pada bimbingan pendidikan atau suatu totalitas pelayanan yang secara keseluruhan dapat di integrasikan ke dalam upaya pendidikan. *. 'elayanan untuk penyesuaikan diri mendapat perhatikan umum, ('eningkatan 4ehidupan Mental$ atau upaya untuk membantu penyesuaian diri individu terhbadap dirinya sendiri, lingkungan dan masyarakat. 'ada periode inilah rumusan tentang konseling di munculkan. 7an pada periode ini para
Hi2ana S 1 &a"man. Bimbingan dacn Konseling Pola.17, (Y(%yakarta: 3CY Press,2003),"lm.10-,111.
4

14

ahli bimbingan bukan hanya sekedar menyediakan bimbingan atau memberikan latihan. Mereka membantu individu memecahkan masalah dalam kehidupan individu itu yang kadang-kadang amat pelik dan membesar ( jantung hatinya$ bimbingan. #. /erakan bimbingan menekankan pentingnya proses perkembangan individu, pelayanan bimbingan di hubungkan dengan usaha individu untuk mmemenuhi tugas-tugas perkembangannya. Membantu individu dalam mengembangkan potensi dan kemampuannya dalam mencapai kematangan dan kede+asaan menjadi tujuan yang utama. a. :empat adanya dua arah yang berbeda yaitu kecenderungan yang ingin kembali ke periode pertama dan kecenderungan yang lebih menekankan pada revonstruksi sosial ('ersonal$ dalam rangka membantu pemecahan masalah yang dihadapi individu. Menurut Belkin ( !=6$ secara tegas menolak konsep rumusan tentang konseling ia bahkan mengusulkan, dari pada meletakkan konseling sebagai bagian dari bimbingan adalah akan lebih baik dan menguntungkan untuk membangun menemukan pelayanan 15

bimbingan seluruh pengertian bimbingan di lebur ke dalam pengertian konseling. 7an para konselor mau tidak mau terlibat dalam masalah pertumbuhan dan perkembangan individu serta segenap permasalahannya, dengan keseluruhan totalitas per+ujudannya. Itu semua adalah pekerjaan konseling, tidak hanya terikat dan terbatas pada lingkungan sekolah saja., melainkan meluas sampai meliputi pekerjaan dengan sasaran keseluruhan kehidupan kemanusiaan di masyarakat luas. 7am memiliki kekuatan yang lebih besar untuk menghadapi hari esok. Menurut 'rayitno ()00*$ mengemukakan bah+a periodesasi perkembangan gerakan bimbingan dan penyuluhan di indonesia melalui lima periode yaitu( . 'eriode pra+acana ialah pembicaraan bimbingan konseling telah di mulai pertama oleh para pendidik yang pernah mempelajarinya di luar negeri. ). 'eriode pengenalan (sebelum !?0- !=0 an$ secara tidak langsung memperkenalkannya Bimbingban 'enyuluhan kepada masyarakat akademik dan pendidik. *. 'eriode pemasyarakatan ( !=0- !!0$ di berlakukannya kurikulum !=6, untuk sekolah dasar sampai sekolah menengah tingkat atas . layanan bimbingan penyuluhan untuk sis+a. 1.

#. 'eriode konsolidasi ( !!0-)000$ ini I'BI berusaha keras untuk mengubah kebijakan bah+a pelayanan bimbingan penyuluhan itu dapat di laksanakan oleh semua guru. 6. 'eriode lepas landas semula di harapkan periode konsolidasi akan dapat mencapai hasill-hasil yang memadai, sehingga mulai tahun )00 pro&esi bimbingan konseling di Indonesia sudah dapat tinggal landas. 'ada bulan 7esember )00* AB4I; telah menyelenggarakan konvensi ;asional FII yang di isi dengan kegiatan seminar dan lokakarya ( semiloka$ yang bertemakan A'ro&esi Bimbingan dan 4onseling Indonesia Menuju ke Arah Standar InternasionalB. <ang menjadi persoalan dalam penyelenggara program bimbingan konseling sampai saat ini adalah( . Masih terjadi kesenjangan rasio konselor (guru pembimbing$ dengan jumlah sekolah dan jumlah peserta didik di setiap jenjang pendidikan, di S7,MI belum ada pengangkatan khusus konselor. ). 7ampak dari kesenjangan antara jumlah konselor dengan jumlah sekolah, di sekolah tertentu tidak ada guru pembimbing. 1+

*. 'engangkatan guru mata pelajaran menjadi guru pembimbing di satu sisi memberikan impresi positi& bagi penyelenggaraan program bimbingan konseling di sekolah. #. Meskipun bimbingan konseling di pandang sebagai kegiatan pro&esional, namun secara hukum belum terproteksi oleh standar kode etik yang kokoh. 6. Bimbingan konseling masih belum &aniliar di kalangan masyarakat, popularitasnya masih terbatas dalam komunikasi tertentu. ?. Masih ada kepala sekolah yang belum memahami secara tepat program bimbingan konseling. =. 3itra bimbingan konseling semakin di perburuk dengan masih adanya guru pembimbing yang kinerjanya tidak pro&esional. ". %':4 yang menyelenggarakan pendidikan bagi calon guru pembimbing masih belum memilki kurikulum yang mantap untuk melahirkan konselor yang pro&esional.

DAF A! P"S AKA 1*

8rman Amti G 'rayitno. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, ,akarta( -ineka 3ipta !!! @allen. Bimbingan dan Konseling, ,akarta( 3iputat 'ers, )00). @ibana S. G -ahman, Bimbingan dacn Konseling Pola.17, <ogyakarta( >3<.'ress)00*. <usu& Syamsul.,untika ;urihsan, Landasan Bimbingan dan Koseling, (Bandung( -emaja -osda 4arya, )006.

1-