Anda di halaman 1dari 26

KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan waktu, kesempatan dan kesehatan serta yang utama nikmatnya iman dan Islam, shalawat beriring salam kepada suri teladan kita nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya semoga kita semua dipertemukan di yaumil akhir nantinya. Amin. Banyak hambatan yang dilalui penulis dalam pembuatan makalah ini karena banyaknya judul yang juga membingungkan dan banyaknya hambatan terutama dalam pengambilan berbagai materi (re erensi! dari berma"am#ma"am buku, tetapi alhamdulillah berkat kesabaran dan ketabahan yang diberikan Allah maka selesailah sudah makalah ini, walaupun tidak sempurna yang diharapkan baik dosen atau para pemba"a sekalian. $enulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang si atnya

membangkitkan semangat dalam pembuatan makalah yang akan datang. Akhir kata penulis u"apakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam pembuatan makalah ini, semoga makalah ini dapat berman aat bagi kita semua. Wassalam. $adangsidimpuan, $enulis %&&'

Kelompok III

BAB I BIOMEKANIKA

1.1 Pendahuluan Ada dua bidang yang termasuk dalam isika kedokteran yaitu) Bidang kedokteran dan bidang *isika, oleh karena itu isika kedokteran berperan dalam dua hal, meliputi) A. $enggunaan ilmu *isika untuk menentukan ungsi tubuh meliputi kesehatan dan penyakit. B. $enggunaan *isika dalam praktek kedokteran meliputi pengetahuan tentang benda+alat yang dipergunakan dalam bidang kedokteran yaitu alat ultrasonik, laser, radiasi dan sebagainya. $ada generasi terdahulu di Inggris seorang pro esor ahli dalam bidang *isika juga merupakan seorang doleter. ,ata ahli *isika -physi"ist. dan dan dokter -physi"ian. mempunyai asal kata yang sama dalam bahasa /unani yaitu -physike. (ilmu alam!. 0alam perkembangan selanjutnya, *isika kedokteran merupakan "abang ilmu dari kedokteran yang merupakan salah satu bidang dalam bio isik. 0i Amerika Serikat para *isika kedokteran bekerja pada bidang *isika radiologi, meliputi proteksi radiasi, penggunaan radiasi dalam diagnostik dan pengobatan penderita dengan radiasi.

1.2 Tujuan A. 1ntuk mengetahui ruang lingkup hydrodinamika dan hubungannya dengan kesehatan. B. 1ntuk mengetahui proses pengukuran, registrasi, alse positip dan negati . 2. 1ntuk mengatahui satuan#satuan dalam pengukuran. 0. 1ntuk mengetahui penerapan hydrodinamika dalam kesehatan. 3. Mengenal hukum#hukum dalam biomekanika.

1.3 Pengukuran *isika maupun disiplin ilmu lain pengukuran kuantitas merupakan dasar utama dalam pengukuran ini akan di"ari korelasi atau interpretasi dan sering pula diadakan perbandingan dengan prediksi teoritis. 4al#hal yang meliputi pengumpulan kuantitas ini adalah sistem satuan internasional (SI!. 0asar sistem SI yang dipakai adalah panjang dinyatakan dalam meter, massa dinyatakan dalam ,g, dan waktu dinyatakan dalam sekon+detik. A. $roses $engukuran 0alam pengukuran isik dibagi dalam dua grup yaitu) (. $roses pengukuran pengulangan $ada proses ini biasanya melibatkan sejumlah pengulangan perdetik, permenit, perjam dan sebagainya. 2ontohnya) pengukuran pernapasan diperoleh nilai pernapasan rata#rata+kira#kira (5+menit, denyut nadi 6&+menit.

%. $roses pengukuran yang tidak ulang $roses pengukuran ini hanya dilakukan sekali terhadap indi8idu. 2ontohnya) mengukur substansi asing yang dikeluarkan lewat ginjal. B. 9egistrasi Men"atat hal#hal yang diperoleh dari hasil pengukuran disebut meregistrasi, registrasi ini penting memperoleh in ormasi yang diperlukan.

BAB II

2.1 al!e Po!"#"p dan al!e Nega#"$ *alse positip merupakan suatu error (penyimpangan! yang terjadi dimana penderita dinyatakan menderita suatu penyakit padahal sama sekali tidak. Sedangkan alse negati merupakan suatu error penyimpangan yang terjadi

dimana penderita dinyatakan tidak sakit padahal penderita tersebut menderita suatu penyakit. *ase positip maupun ase negati ini sangat berkaitan akan hasil tes laboratorium untuk menghindari ase negati atau positip, perlu

memperhatikan) A. 0alam pengambilan pengukuran B. $engulangan pengukuran 2. $enggunaan alat#alat yang diper"aya. 0. ,olaborasi seperlunya terhadap alat#alat.

2.2 %a#uan 0alam "abang ilmu *isika yang dikenal sebagai ilmu mekanika, kuantitas dasar adalah panjang, massa dan waktu sedangkan satuan dasar adalah meter, ,g dan detik. Seluruh kuantitas isik yang terlibat dalam mekanika dapat dinyatakan dalam istilah satuan dasar. Sebagai "ontoh gaya ( or"e! dinyatakan sebagai ,g m per detik.

2abang ilmu *isika lainnya mempergunakan lebih dari 7 kuantitas dasar dan satuan yaitu temperatur (kel8in!, arus listrik (amper! dan intensitas luminasi ("andela!. Tahun ('5: dan (&;&, seluruh kuantitas *isika dan satuan telah dinyatakan dalam istilah satuan yang dikenal sebagai Satuan Internasional (SI! dan beberapa deri8at+keturunan dari SI. TABE& %AT'AN INTERNA%IONA& Kuan#"#a! # $anjang # # # # # Massa Waktu Arus Temperatur Intensitas <uminasi 2.3 (ukum )a!ar B"omekan"ka 0alam biomekanika hukum dasar ynag dirukuskan oleh Isaa" =ewton ((;:7#(6%6! untuk mempelajari gerakan mekanik pada manusia dan hewan. =ewton mula#mula mengembangkan hukum gerakan dan menjelaskan gaya tank gra8itasi antara benda. %a#uan Meter ,ilogram 0etik Amper ,el8in 2endela %"ngka#an m ,g Se" A , 2d

<ebih dari dua abad hukum gerakan =ewton mrupakn landasan bagi ilmu makanika. =amun pada abad >> tampaknya hukum gerakan =ewton tidak mampu menyatakan skala atom dan ke"epatan "ahaya (7? (&@ ms(!.

2.* (ukum Ne+#on Per#ama 4ukum newton disebut pula hukum inersia (hukum kelembaman!, ini berarti bahwa benda itu mempunyai si at mempertahankan keadaannya, apabila benda itu sedang bergerak maka benda itu akan bergerak terus. 0emikian pula benda itu sedang tidak bergerak maka benda itu akan bersi at malas untuk mulai bergerak, setiap objek berlangsung dalam keadaan istirahat, atau gerakan yang sama pada suatu garis lurus, ke"uali benda itu dipaksa untuk berubah keadaa oleh gaya yang bekerja padanya, hukum newton pertama ini dipakai untuk mnengukur suatu pengamatan.

2., (ukum Ne+#on Kedua Apabila ada gaya yang bekerja pada suatu benda maka benda akan mengalami suatu per"epatan yang arahnya sama dengan arah gaya. $er"epatan (a! dan gaya ( ! adalah sebanding dalam besaran. Apabila kedua besaran ini sebanding maka salah satu adalah sama dengan hasil perkalian bilangan konstan. Maka hubungan gaya ( ! adalah sebanding dalam besaran. Apabila kedua besaran ini sebanding maka salah satu adalah sama dengan hasil perkalian bilangan konstan. Maka hubungan gaya ( ! dan per"epatan (a! oleh =ewton dirumuskan)

f = m.a
m ) Massa benda atau massa inisial m dinyatakan ( ,g massa a f ) $er"epatan ( ms#% ) ( ,g ms#% A ( =

2.- (ukum Ne+#on Ke#"ga Bilamana suatu benda A memberi gaya pada suatu benda B, pada waktu tetapi

bersamaan benda B memberi gaya 9 pada A ) gaya 9 sama dengan gaya mempunyai arah yang berlawanan.

2.. Ga/a Pada Tu0uh dan )"dalam Tu0uh Baya merupakan suatu konsep umum yang dapat dirasakan se"ara intuisi bagi isikawan atau insinyur. Baya yang bekerja pada tubuh ini dapat diketahui apabila kita menabrak suatu objek, sedangkan gaya yang berada dalam tubuh sering tidak kita ketahui, padahal gaya itu ada misalnya gaya otot yang menyebabkan mengalirnya darah dari paru#paru yang memperoleh udara.

2.1 Ga/a Pada Tu0uh )alam Keadaan %#a#"! Tubuh dalam statis+stasioner berarti objek+tubuh dalam keadaan setimbang berarti pula jumlah gaya dalam segala arah sama dengan nol, dan jumlah momen

gaya terhadap sumbu juga sama dengan nol. Sistem tulang dan otot dari tubuh manusia bekerja sebagai pengumpil. A. kelas pertama sistem pengumpil B. kelas kedua sistem pengumpil 2. kelas ketiga sistem pengumpil

2.2 Anal"!a Ga/a dan Kegunaan Kl"n"k Baya yang bekerja pada suatu benda+tubuh manusia bisa gaya 8ertikal, gaya horiContal dan gaya bentuk sudut dengan bidang horiContal atau 8ertikal.

2.13

"!"ka Olahraga /ang perlu diperhatikan oleh ragawan yaitu keadaan isik dan teknik yang

dipakai oleh olahragawan. ,eadaan isik meliputi kesehatan postur tubuh, hal ini akan dibahas dalam masa pelajaran anatomi, asal olahraga atau disiplin ilmu lainnya. Pu!a# Gra4"#a!" Tu0uh 56en#er o$ Gra4"#/ O$ (uman7 Titik yang dipakai gaya gra8itasi pada tubuh dikenal sebagai pusat gra8itasi, pusat gra8itasi ini merupakan bagian dari pusat massa. $enentuan pusat gra8itasi tubuh manusia sangat berguna dalam pemakaiannya yaitu untuk menganalisis lon"at tinggi, gymnastik dan lain#lain akti8itas olahraga, teknik menentukan pusat gra8itasi ada beberapa "ara yaitu)

'

A. menggantungkan sebuah objek (yang akan ditentukan pusat gra8itasi! pada dua titik yang berbeda. B. Berdiri diatas sebuah papan dimana kedua ujung papan terletak diata timbangan 2. Metode gra ik 0. Metode analisa Ke!e"m0angan Ada dua ma"am keseimbangan yaitu keseimbangan labil dan

keseimbangan stabil ,eseimbangan labil) terjadinya keseimbangan labil disebabkan garis pusat gra8itasi jatuh diluar dasar penyokong terlalu ke"il. ,eseimbangan stabil) dapat ter"apai apabila benda dalam kedudukan) ,ontak dengan dasar+permukaan pijakan luas dan pusat gra8itasi terletak rendah dan garis pusat gra8itasi terletak didalam benda. Momen#um 0alam kehidupan sehari#hari sering terjadi tabrakan, misalnya pemain sepak bola, petinju atau mobil, momentum dari sebuah objek adalah hasil kali massa dan ke"epatannya. $erubahan momentum sesuatu objek berkaitan erat akan gaya objek itu sendiri.

(&

BAB III

3.1 ("drod"nam"ka $enelitian mengenai Cat "air yang mengalir disebut -hidrodinamika.. $enelitian ini sangat rumit, meliputi tekanan, ke"epatan aliran, lapisan#lapisan Cat "air yang melakukan gesekan dan sebagainya. 1ntuk melakukan penelitian perlu suatu pendekatan. Bernoulli telah berhasil menurunkan rumus dengan meletakkan persyaratan#persyaratan atau pendekatan khusus yaitu) A. Cat "air tanpa adanya gesekan dalam ("airan tidak 8is"ous! B. Cat "air mengalir se"ara stasioner (tidak berubah! dalam hal ke"epatan, arah maupun besarnya (selalu konstan! 2. Cat "air mengalir se"ara steady yaitu mengalir melalui lintasan tertentu. 0. Dat "air tidak termampatkan (in"ompressible! melalui sebuah pembuluh dan mengalir sejumlah "airan yang sama besarnya ("ontinuitas! Berdasarkan persyaratan diatas dan berdasarkan hukum kinetis diperoleh rumus )
( % + p + gh = konstan %

= massa jenis Cat "air


p = tekanan

= 8olume

((

0engan mempergunakan rumus ini dapat menghitung ke"epatan aliran Cat "air. Alat yang dipakai adalah 8enturimeter. ,e"epatan gerak benda dalam Cat "air dapat pula ditentukan dengan mempergunakan .talung pitot. dan dapat pula menghitung gerakan udara. A. Aliran Cat "air melalui pembuluh Apabila sebuah lempengan diletakkan diatas permukaan Cat "air kemudian digerakkan dengan ke"epatan E, maka molekul dibawahnya akan mengikuti ke"epatan yang besarnya sama dengan E. 4al ini disebabkan oleh adhesi lapisan Cat "air pada permukaan ka"a bagian dibawahnya. <apisan Cat "air dibawahnya lagi akan berusaha mengerem ke"epatan tersebut, demikian seterusnya sehingga pada akhirnya Cat "air yang paling bawah mempunyai ke"epatan sama dengan nol. 0engan demikian gaya * yang menyebabkan ke"epatan ka"a tersebut dapat dinyatakan )

F = A

V d

A koe isien gesekan dalam (8iskousitas!


A A luas permukaan ka"a

(%

d A jarak dari permukaan kedasar 8 A ke"epatan mengalir

3.2 lu"da Bergerak 4idrodinamika adalah ilmu yang mempelajari luida yang mengalir atau bergerak. Si at#si at dari luida ideal ) A. Tidak kompresibel *luida yang tidak mengalami perubahan 8olume karena pengaruh tekanan B. Tidak kental+non 8iskositas *luida yang tidak mengalami gesekan dengan pipa selama mengalir 2. Aliran stasioner ,e"epatan, massa jenis dan tekanan pada setiap titik dalam luida tidak berubah karena waktu.

3.3 Per!amaan Kon#"nu"#a! 0ebit luida adalah banyaknya luida yang mengalir melalui suatu

penampang tertentu dalam selang waktu tertentu.

Q = A.V V persamaan kontinuitas Q= T

A .E A konstanF A( . E( A A% . E%

(7

E A 8olume luida (m7! T A waktu (s! E A ke"epatan aliran (m+s! A A luas penampang (m%! G A debit aliran (m7+s!

3.* Per!amaan Bernoull" Humlah tekanan ($!, energi kinetik persatuan 8olume (
( % ! dan energi %

gh ! mempunyai nilai yang sama disetiap titik potensial persatuan 8olume (

sepanjang aliran $I
p( + ( gh A konstan % I % ( ( ( % + gh( = P% + % % + gh% % %

Asas Bernaoulli digunakan pada alat#alat, misal) karburator, 8enturimeter, tabung pitot, gaya angkat sayap pesawat terbang dan teorema Tori"elli

3., Tekanan )arah 0alam mempelajari sirkulasi aliran darah, kita bertolak dari hukum poise8ille dan Bernoulli. 0alam hukum tersebut tertera hubungan antara tekanan, kekuatan aliran dan tahanan (tahanan $oiseuille! yang berlaku dalam susunan pembuluh darah.

(:

1ntuk mengatahui+mengukur tekanan darah, 9e8 Stephen 4ales ((677 Breat Britain! mula#mula mengguanakan pipa gelas yang panjangnya ' t dihubungkan langsung ke pembuluh arteri kuda dengan pengantara tra"ea angsa. $ara ahli bedah sering pula mengukur pembuluh darah dengan memasang kateter se"ara langsung pada pembuluh darah yang sebelumnya salah satu ujung kateter dihubungkan dengan transduser tekanan. $engukuran se"ara Stephen maupun para ahli bedah ini sangat tidak praktis sehingga akhirnya di"iptakannya s igmomanometer yang terdiri dari manometer air raksa, pressure "u dan stetoskop.

3.- &aju Endap8%ed"men#a!" %el )arah. Sel darah merah "enderung berkumpul+bergerombol bersama dan jari#jari e ekti meningkat sehingga pada waktu pengetasan ke"epatan sedimentasi akan tempak meningkat. $ada penderita dengan hemolity" jaundi"e (peme"ahan hemoglobin berlebihan! dan si"kle sel anemia. Sel darah merah berubah menjadi "eper+shape dan pe"ah sehingga radius sel darah merah berkurang, rate dari sedimentasi sel darah akan menurun dari normal. Menentukan ke"epatan sedimentasi diklinik atau rumah#rumah sakit dikenal dengan nama BBS (Bloed BaCinking snellheid!, BS9 ( Basal Sedimentasi 9ate!, <30 ( <aju 3ndapan 0arah!, atau ,$0 (,e"epatan $engandapan 0arah!.

(5

1ntuk menghitung+mengetahui BBS dirumah sakit+klinik biasa dikerjakan dengan "ara mengambil darah yang sudah di"ampurkan dengan =a J 2itrat, kemudian dimasukkan kedalam tabung westergen.

3.. Model Ma#ema#"! (/drod"nam"ka dan %ed"men &a/ang 'n#uk Muara %unga" 5E!#uar/7 Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Sebagian besar kota#kota besar indonesia berada di tepi pantai berdekatan dengan muara sungai (estuary!. ,ondisi ini menyebabkan pengetahuan mengenai estuary dan gejala#gejala alamnya menjadi penting. Sedimen layang merupakan salah satu benda yang terdapat di muara sungai. $engetahuan mengenai sedimen layang penting karena berpengaruh terhadap kualitas air muara sungai. 1ntuk mempelajari sedimen layang diperlukan permodelan

pergerakannya. 0ari pergerakan ini dapat diketahui besarnya konsentrasi dibagian#bagian muara. ,onsentrasi sedimen berkaitan erat dengan ke"epatan, di usi, settling dan erosi. $ermodelan dilakukan se"ara matematis dengan menggunakan metode numerik. 0ari permodelan ini dihasilkan model matematis hydrodinamika dan sedimen layang.

(;

Makin ketengah ke"epatan mengalir makin besar, dengan adanya gaya ( !


F ! maka ke"epatan aliran berbentuk A

yang bekerja pada penampung A ( P =

parabola. Apabila 8olume Cat "air yang mengalir melalui penampung tiap detiknya disebut debet )

(V ) = V maka menurut poiseuille


t

r : ( p( p % ) (hukum poiseuille! V= @l
E A jumlah Cat "air yang mengalir perdetik ( low rate!

A 8iskousitas, satuan pas"al


1ntuk air) (&7 pas pada %&& 2 0arah ) 7 J : ? (&#7 pas tergantung kepada presentase sel darah merah dalam darah (hematokrit! r A jari#jari pembuluh (meter! l A panjang dalam meter $(, $% A tekanan 4ukum $oiseuille menyatakan bahwa "airan yang mengalir melalui suatu pipa akan berbanding langsung dengan penurunan tekanan sepanjang pipa dan pangkat empat jari#jari pipa. Hadi rumus diatas dapat dinyatakan) *low rate =
pressure tekanan atau 8olume detik = resis tan ce tahanan

(6

4ukum $orseuille sangat berguna untuk menjelaskan mengapa pada penderita usia lanjut mengalami pingsan (akibat tekanan darah meningkat!, mengapa darah akral+ujung suhunya dingin, namun demikian hukum $orseuille ini hanya bisa berlaku apabila aliran Cat "air itu laminer dan hamba 9e (reynold! A %.&&&. Apabila hukum $oiseuille ditulis dalam bentuk ) $( # $% A V
@l r :

Maka tampak ada persamaan dengan hukum Khm) 3AI.9 3 A tegangan A $( # $% I A aliran A E 9 A tahanan A
@l N .S ) : A tahanan $oiseuille dalam satuan m.S r

Ini menunjukkan ke"epatan mengalir darah pada berbagai tempat, rata# rata ke"epatan mengalir 7& "m+detik, pada kapiler ke"epatan berkisar ( mm+detik (pada kapiler ini terjadi pertukaran antara K% dan 2 K%. $ada kapiler ke"epatan sangat ke"il berkisar ( mm+detik namun mempunyai luas penampang keseluruhan berkisar ;&& "m%. Tahanan pada debit Cat "air 0ari perubahan diatas diperoleh rumus)

V=

r : ( p( p % ) @l

(@

,alau dikaji lebih lanjut terhadap rumus diatas bahwa tahanan tergantung akan ) a. panjang pembuluh. b. 0iameter pembuluh ". Eiskous+kekentalan Cat "air. d. Tekanan

3.1 E$ek Panjang Pem0uluh Terhadap )e0"# $anjang pembuluh sedangkan diameter pembuluh samat. Dat "air yang mengalir lewat pembuluh akan memperoleh tahanan semakin besar dan konsekwensi terhadap tahanan. 0ebit Cat "air akan lebih besar pada pembuluh yang lebih pendek. E$ek d"ame#er pem0uluh #erhadap de0"# Dat "air yang melewati pembuluh akan dihambat oleh dinding pembuluh, ke"epatan aliran Cat "air makin "epat pada pembuluh dengan diameter semakin besar, aliran tengah semakin tidak dipengaruhi oleh Cat "air yang berada ditepi dekat dinding pembuluh. E$ek keken#alan #erhadap de0"# 0engan semakn kentalnya Cat "air yang melewati pembuluh semakin besar gesekan terhadap dinding pembuluh dan sebagai konsekuensinya diperoleh tahanan semakin besar. ,ekentalan ini penting untuk mengetahui konsekuensinya sel darah merah pada darah normal, kekentalan sebesar 7,5 kali air. ,onsentrasi (,5 dari darah

('

normal. ,ekentalan dua kali air dan konsentrasi darah meningkat men"apai 6& kali diatas normal maka kekentalan darah men"apai %& kali air. Aliran darah pada penderita anemia adalah "epat oleh karena konsentrasi sel darah merah sangat rendah. $enderita kadar sel darah merah meningkat aliran darah sangat lamban. E$ek #ekanan #erhadap de0"# Aliran Cat "air+darah berbanding langsung terhadap perbedaan tekanan %a#uan keken#alan Satuan kekentalan menirit SI adalah $oiseuille disingkat dengan $I. 4ubungan $I dengan satuan lain adalah ) ( $I ) (& $oise A
N . se" = Pa.S m%

( poise )

d ne det ik massa( kg ! = % cm panjang (cm! xwaktu % ( S % !


ga apanjang

) luaskecepa tan Eisikousi untuk air ) (&#7 pus (%&& 2! 0arah ) 7 J : ? (&#7 $as tergantung sel darah merah (hematokrit!

3.2 Endap dan Ga/a Buo/an!"8Apung Apabila dua buah kerikil dengan massa yang sama dimasukkan kedalam dua buah tabung yang masing#masing berisi air dan minyak, maka akan terlihat kedua kerikil itu men"apai dasar tabung dalam waktu yang berbeda. 4al ini

%&

disebabkan perbedaan massa jenis air dengan massa jenis minyak. Berak jatuh inipun dipengaruhi oleh gaya gra8itasi maka diperoleh )
7 Baya jatuh ) B A r g

: 7

= massa jenis benda


g A gra8itasi r A jari#jari benda yang jatuh dalam Cat "air mendapat gaya keatas sebesar ) Bke atas A
: 7 r ! g 7

! A massa jenis Cat "air


0ari hasil penelitian Stokes ((@:5! sebuah objek dengan jari#jari r mendapat gaya hambatan (retarding orse! sebesar ) 2hambat A BL9nE E A ke"epatan r A jari#jari n A 8iskous dalam poise Baya hambatan (retarding or"e! sama dengan selisih antara yang gaya gra8itasi dengan gaya ke atas dengan demikian BL9nE A :+7 nr7Mg J :+7nr7Mog E=
%r % g ( & ) g

r A jari#jari sel darah merah

%(

E A ke"epatan endap+sedimentasi A massa jenis sel darah A massa jenis plasma g A gra8itasi

A sikousitas (koe isien gesekan dalam!


$enentuan ke"epatan sedimentasi ini sangat penting oleh karena pada beberapa penyakit. a. rheumati" b. rheumati" e8er ". rheumati" disease d. goul Sel darah merah "enderung berkumpul+bergerombol bersama dan jari#jari e ekti meningkat sehingga pada waktu pengetasan ke"epatan sedimentasi akan tampak meningkat. $ada penderita dengan hemolyti" jaundi"e (peme"ahan hemoglobin berlebihan dan si"kle sel anemia, sel darah merah berubah menjadi "eper+shape dan pe"ah sehingga radius sel darah merah berkurang, rate dari sedimentasi sel darah akan menurun dari normal

Al"ran lam"ner dan #ur0ulen!"

%%

Aliran air sungai kadang#kadang terlihat se"ara perlahan#lahan tenang, tetapi kadang#kadang terjadi pula aliran se"ara "epat bahkan terjadi turbulensi p+gerok putaran. 0emikian pula aliran darah. Biasanya mengalir se"ara laminer+stream line tetapi pada beberapa tempat terjadi turbulensi misalnya pada 8al8ula jantung (katub jantung!. Apabila aliran darah hanya se"ara laminer saja tidak mungkin bisa memperoleh in ormasi tentang keadaan jantung dengan mempergunakan stetoskop yang diletakkan pada arteri bra"hialis. Tetapi dengan bantuan alat pengukur tekanan darah dimana kita menggunakan pressure eu , sehingga aliran darah akan dibuat turbulensi dan menghasilkan ibrasi sehingga bunyi jantung dapat didengarkan dengan menggunakan stetoskop se"ara teoritis, aliran laminer bisa diubah menjadi aliran turbulensi apabila tabung+pembuluh se"ara berangsur#angsur di"iutkan jari#jarinya dan ke"epatan aliran se"ara bertahap ditingkatkan sehingga men"apai ke"epatan yang kritis (E2!. Ksborne 9eynolds ((@@7! telah menentukan ke"epatan kritis (E2! berbanding langsung dengan kekentalan (8iskous! dan berbanding berbalik terhadap massa jenis dan jari#jari tabung )
V" = (

dan 9

2atatan ) darah selalu tetap agar terpenuhi hukum bernoulli


V" = (

dan 9

%7

Maka )
E2 A , #

0imana E2 A ke"epatan kritis , A konstanta 9eynolds (&&& atau %&&& untuk air atau darah

A 8iskous (pas!
A massa jenis.

%:

BAB I9 PEN'T'P

*.1 ke!"mpulan Biomekanika merupakan salah satu materi dalam isika kedokteran, yang membahas mengenai hidrodinamika. Terdapat persamaan#persamaan

hidrodinamika salah satunya persamaan kontinuitas dan persamaan Bernoulli 4idrodinamika merupakan penelitian mengenai Cat "air yang mengalir. $enelitian ini meliputi tekanan, ke"epatan aliran, lapisan#lapisan Cat "air yang melakukan gesekan dan sebagainya. 0alam biomekanika hukum dasar dirumuskan oleh Isaa" =ewton untuk mempelajari mekanik pada manusia dan hewan.

*.2 !aran Ilmu *isika saat ini terus berkembang terutama dalam dunia kedokteran dan kebidanan. *iska kedokteran membahas lebih spesi ik, hubungan antara *isika dengan kesehatan. Kleh karena itu, kita sebagai penerus bangsa yang terjun dalam dunia kesehatan seperti kebidanan sudah selayaknya dan seharusnya dapat memahami dan mengetahui mengenai isika kedokteran terutama dalam materi biomekanika dan hidrodinamika.

%5

)A TAR P'%TAKA

Babriel H.* dr. ) Fisika $ed!kteran, 2E. 3B2. Hakarta. 0rs. Supriyadi, Panduan %elajar Fisika, Hakarta) $rigama. http)++digilib.itb.a".id+gdl.php www.google.biomekanika."o.id

%;