Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan Kadar Karbohidrat dalam Urine Pemeriksaan kadar glukosa pada urine adalah penting untuk tes adanya

glukosuria. Pada orang normal tidak ditemukan adanya glukosa dalam urin. Glukosuria dapat terjadi karena peningkatan kadar glukosa dalam darah yang melebihi kapasitas maksimum tubulus untuk mereabsorpsi glukosa. Hal ini dapat ditemukan pada kondisi diabetes mellitus, tirotoksikosis, sindroma Cushing, phaeochromocytoma, peningkatan tekanan intrakranial atau karena ambang rangsang ginjal yang menurun seperti pada renal glukosuria, kehamilan dan sindroma Fanconi. Pemeriksaan glukosa urin dapat melalui dua cara, yaitu tes reduksi dan enzimatik. Tes reduksi terdiri dari fehling, benedict dan clinitest tablet. edangkan tes enzimatik meliputi tes glucose o!idase dan he!okinase. Pada praktikum kali ini digunakan dengan metode fehling dengan prinsip bah"a dalam suasana alkali, glukosa mereduksi kupri menjadi kupro kemudian membentuk Cu#$ yang mengendap dan ber"arna merah. %ntensitas "arna merah dari ini secara kasar menunjukkan kadar glukosa dalam urine yang diperiksa. Pada pemeriksaan kadar karbohidrat dia"ali dengan mencampurkan # ml fehling & dan # ml fehling ' dalam satu tabung reaksi dan kemudian menambahkannya dengan ( ml urine yang akan diperiksa. etelah itu dipanaskan dengan api kecil dan tunggu hingga mendidih. etelah mendidih, tunggu hingga dingin dan kemudian hasil dapat diinterpretasi sebagai berikut. negati)e + ++ +++ ++++ * tetap biru atau hijau jernih * hijau keruh atau agak kuning * kuning kehijauan dengan endapan agak kuning * kuning kemerahan dengan endapan kuning kemerahan * merah jingga sampai merah bata

'erdasarkan hasil praktikum, didapatkan hasil bah"a terdapat kandungan glukosa pada urine sampel ,+-. Hal tersebut dapat diketahui dari adanya perubahan "arna pada urin, yang a"alnya ber"arna biru karena adanya fehling & dan fehling ', berubah menjadi "arna hijau keruh ,+-.

.amun hasil positif pada pemeriksaan kadar glukosa ini tidak dapat dijadikan pedoman bah"a sampel menderita penyakit /iabetes 0ellitus. Hasil positif bisa juga disebabkan karena sebelum dilakukan pemeriksaan, sampel mengonsumsi makanan sehingga kadar glukosa dalam darah masih tinggi. elain itu dalam suatu penelitian diketahui bah"a hasil positif pada pemeriksaan dengan metode reduksi yang menghasilkan hasil positif tidak selalu berarti pasien menderita /iabetes 0elitus. Hal ini dikarenakan pada penggunaan cara reduksi dapat terjadi hasil positif palsu pada urin yang disebabkan karena adanya kandungan bahan reduktor selain glukosa. 'ahan reduktor yang dapat menimbulkan reaksi positif palsu tersebut antara lain * galaktosa, fruktosa, laktosa, pentosa, formalin, glukuronat dan obat1obatan seperti streptomycin, salisilat, dan )itamin C. $leh karena itu perlu dilakukan uji lebih lanjut untuk memastikan jenis gula pereduksi yang terkandung dalam sampel urine. Hal ini dikarenakan hanya kandungan glukosa yang mengindikasikan keberadaan penyakit diabetes. Penggunaan cara enzimatik lebih sensitif dibandingkan dengan cara reduksi. Kesimpulan : 'erdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkan bah"a dalam urine sampel terdapat kandungan glukosa karena terdapat perubahan "arna pada urine menjadi hijau keruh.