Anda di halaman 1dari 21

Pengertian Stratigrafi

Stratigrafi adalah ilmu yang mempelajari tentang perlapisan batuan, sehingga dapat menginterpretasikan lingkungan pengendapan, dan umur batuan tersebut. Stratigrafi juga ilmu yang mendiskripsi dan mempelajari perlapisan batuan-batuan, mengenai penyebaran, komposisi, ketebalan, umur, keragaman dan korelasi lapisan batuan serta pelamparannya. Stratigrafi adalah studi mengenai sejarah, komposisi dan umur relatif serta distribusi perlapisan batuan dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah bumi. Dari hasil perbandingan atau korelasi antar lapisan yang berbeda dapat dikembangkan lebih lanjut studi mengenai litologi (litostratigrafi), kandungan fosil (biostratigrafi), dan umur relatif maupun absolutnya (kronostratigrafi). stratigrafi kita pelajari untuk mengetahui luas penyebaran lapisan batuan.

Prinsip Stratigrafi
II.2.1. Prinsip horizontalitas (Original horizontality) Pada mulanya batuan sedimen diendapkan secara horizontal di dasar cekungan, sejajar dengan permukaan bumi. Jadi kalau sekarang dijumpai batuan sedimen dengan kedudukan lapisannya miring, berarti batuan tsb sudah dipengaruhi oleh gaya tektonik. Perlapisan batuan akan terendapkan secara horizontal dan terdeformasi dalam setelahnya. II.2.2. Prinsip keterusan perlapisan (Strata continuity) Perlapisan dapat diasumsikan menerus secara lateral sangat jauh hingga tepi pembatas. II.2.3. Prinsip superposisi Pada sekuen lapisan yang belum terganggu, batuan yg tertua atau yg terendapkan paling awal akan berada paling bawah, dan batuan yang termuda atau yg terendapkan paling akhir, akan berada di paling atas II. .!. Prinsip hubungan potong memotong (Cross cutting relationship) "ukum ini menyatakan bahwa satuan batuan atau sesar yang memotong menyilang satuan batuan lain, berumur lebih muda daripada satuan batuan atau sesar yang dipotongnya. #$%$#$&'I http())id.wikipedia.org)wiki)'tratigrafi
Judul Buku: Geologi Umum Penulis: Drs. J.P. Buranda M.Si. Penerbit: UM Press

) http())geoen*iron.blogspot.com) +,!)+ )rumus-ketebalan-stratigrafi.html


/ http://geologistl.blogspot.com

http())geografi-geografi.blogspot.com http())ptbudie.wordpress.com............................... http())stratigrafi.blogspot.com http())id.wikipedia.org)wiki).eomorfologi

P#I&'IP-P#I&'IP /0'0# '1#01I.#0%I Prinsip-prinsip yang digunakan dalam penentuan urut-urutan kejadian geologi adalah sebagai berikut( ,. Prinsip 'uperposisi Prinsip ini sangat sederhana, yaitu pada kerak bumi tempat diendapkannya sedimen, lapisan yang paling tua akan diendapkan paling bawah, kecuali pada lapisan-lapisan yang telah mengalami pembalikan. 2mur #elatif 3atuan 'edimen . "ukum /atar 0sal (4riginal "orizontality) Prinsip ini menyatakan bahwa material sedimen yang dipengaruhi oleh gra*itasi akan membentuk lapisan yang mendatar (horizontal). Implikasi dari pernyataan ini adalah lapisan-lapisan yang miring atau terlipatkan, terjadi setelah proses pengendapan. Pengecualian ( Pada keadaan tertentu (lingkungan delta, pantai, batugamping, terumbu, dll) dapat terjadi pengendapan miring yang disebut 5emiringan 0sli (4riginal /ip) dan disebut 6linoform. 7. 0zas Pemotongan (6ross 6utting) Prinsip ini menyatakan bahwa sesar atau tubuh intrusi haruslah berusia lebih muda dari batuan yang diterobosnya. ,. . 7. !. 8. Prinsip-prinsip Cross-cutting. 6ross-cutting #elationship 'truktural, dimana suatu retakan yang memotong batuan yang lebih tua 6ross-cutting #elationship 'tratigrafi, terjadi jika erosi permukaan atau ketidakseragaman memotong batuan yang lebih tua, struktur geologi atau bentuk-bentuk geologi yang lain. 6ross-cutting #elationship 'edimentasi, terjadi jika suatu aliran telah mengerosi endapan yang lebih tua pada suatu tempat. 'ebagai contoh suatu terusan atau saluran yang terisi oleh pasir. 6ross-cutting #elationship Paleontologi, terjadi jika adanya akt!itas hewan dan tumbuhan yang tumbuh. 'ebagai contoh ketika jejak hewan yang terbentuk atau terendapkan pada endapan berlebih. 6ross-cutting #elationship .eomorfologi, terjadi pada daerah yang berliku atau bergelombang (sungai, dan aliran di sepanjang lembah).

!. Prinsip 5esinambungan 9ateral (6ontinuity) 9apisan sedimen diendapkan secara menerus dan berkesinambungan sampai batas cekungan sedimentasinya. Penerusan bidang perlapisan adalah penerusan bidang kesamaan waktu atau merupakan dasar dari prinsip korelasi stratigrafi. /alam keadaan normal suatu lapisan sedimen tidak mungkin terpotong secara lateral dengan tiba-tiba, kecuali oleh beberapa sebab yang menyebabkan terhentinya kesinambungan lateral, yaitu ( - Pembajian :enipisnya suatu lapisan batuan pada tepi cekungan sedimentasinya Penipisan 9apisan 'edimen pada 1epian 6ekungan - Perubahan %asies Perbedaan sifat litologi dalam suatu garis waktu pengendapan yang sama, atau perbedaan lapisan batuan pada umur yang sama (menjemari).

Penghilangan 9apisan 'ecara 9ateral - Pemancungan atau Pemotongan karena 5etidakselarasan /ijumpai pada jenis ketidakselarasan 0ngular 2nconformity di mana urutan batuan di bawah bidang ketidakselarasan membentuk sudut dengan batuan diatasnya. Pemancungan atau pemotongan terjadi pada lapisan batuan di bawah bidang ketidakselarasan. .ambar Pemancungan - /islokasi karena sesar Pergeseran lapisan batuan karena gaya tektonik yang menyebabkan terjadinya sesar atau patahan. .ambar /islokasi Didalam penyelidikan stritigrafi ada dua unsur penting pembentuk stratigrafi yang perlu di ketahui, yaitu: 1. Unsur batuan Suatu hal yang penting didalam unsur batuan adalah pengenalan dan pemerian litologi. Seperti diketahui bahwa volume bumi diisi oleh batuan sedimen 5% dan batuan non sedimen !5%. "etapi dalam penyebaran batuan, batuan sedimen men#apai $5% dan batuan non sedimen %5%. Unsur batuan terpenting pembentuk stratigrafi yaitu sedimen dimana sifat batuan sedimen yang berlapis lapis memberi arti kronologis dari lapisan yang ada tentang urut urutan perlapisan ditin&au dari ke&adian dan waktu pengendapannya maupun umur setiap lapisan. Dengan adanya #iri batuan yang menyusun lapisan batuan sedimen, maka dapat dipermudah pemeriannya, pengaturannya, hubungan lapisan batuan yang satu dengan yang lainnya, yang dibatasi oleh penyebaran #iri satuan stratigrafi yang saling berhimpit, bahkan dapat berpotongan dengan yang lainnya. %. Unsur perlapisan Unsur perlapisan merupakan sifat utama dari batuan sedimen yang memperlihatkan bidang bidang se&a&ar yang diakibatkan oleh proses proses sedimetasi. 'engingat bahwa perlapisan batuan sedimen dibentuk oleh suatu proses pengendapan pada suatu lingkungan pengendapan tertentu, maka (eimer berpendapat bahwa prinsip penyebaran batuan sedimen tergantung pada proses pertumbuhaan lateral yang didasarkan pada kenyataan, yaitu bahwa: ) *kumulasi batuan pada umumnya searah dengan aliran media transport, sehingga kemiringan endapan mengakibatkan ter&adinya perlapisan selang tindih +overlap, yang dibentuk karena tidak seragamnya massa yang diendapkannya. ) -ndapan di atas suatu sedimen pada umumnya #enderung membentuk sudut terhadap lapisan sedimentasi di bawahnya.

UNSUR

UNSUR S!R"!I#R"$I

'tratigrafi terdiri dari beberapa elemen penyusun, yaitu ( ,. $lemen 3atuan, pada stratigrafi batuan yang lebih diperdalam untuk dipelajari adalah batuan sedimen, karena batuan ini memiliki perlapisan, terkadang batuan beku dan metamorf juga dipelajari dalam kapasitas yang sedikit. . 2nsur Perlapisan (;aktu), merupakan salah satu sifat batuan sedimen yang disebabkan oleh proses pengendapan sehingga menghasilkan bidang batas antara lapisan satu dengan yang lainnya yang merepresentasikan perbedaan waktu)periode pengendapan.

.ambar Perlapisan 3idang perlapisan merupakan hasil dari suatu proses sedimentasi yang berupa( , 3erhentinya suatu pengendapan sedimen dan kemudian dilanjutkan oleh pengendapan sedimen yang lain. .Perubahan warna material batuan yang diendapkan. 7.Perubahan tekstur batuan (misalnya perubahan ukuran dan bentuk butir). !.Perubahan struktur sedimen dari satu lapisan ke lapisan lainnya. 8.Perubahan kandungan material dalam tiap lapisan (komposisi mineral, kandungan fosil, dll). Pada suatu bidang perlapisan, terdapat bidang batas antara satu lapisan dengan lapisan yang lain. 3idang batas itu disebut sebagai kontak antar lapisan. 1erdapat dua macam kontak antar lapisan, yaitu ( a. 5ontak 1ajam, yaitu kontak antara lapisan satu dengan lainnya yang menunjukkan perbedaan sifat fisik yang sangat mencolok sehingga dapat dengan mudah diamati perbedaannya antara satu lapisan dengan lapisan lain. Perbedaan mencolok tersebut salah satu contohnya berupa perubahan litologi. b. 5ontak 3erangsur, merupakan kontak lapisan yang perubahannya bergradasi sehingga batas kedua lapisan tidak jelas dan untuk menentukannya mempergunakan cara<cara tertentu. 1erdapat dua jenis kontak berangsur, yaitu ( ,. 5ontak Progradasi . 5ontak Interkalasi c. 5ontak erosional, merupakan kontak antar lapisan dengan kenampakan bidang perlapisan yang tergerus)tererosi baik oleh arus maupun oleh material yang terbawa oleh arus. 2ntuk skala yang lebih luas, kontak antar formasi ataupun antar satuan batuan yang memiliki karakteristik yang sama, dikenal dengan istilah hubungan stratigrafi. 5ontak ) hubungan stratigrafi ini terdiri dari dua jenis, yaitu kontak selaras dan kontak tidak selaras.

a. 5ontak 'elaras atau disebut 6onformity yaitu kontak yang terjadi antara dua lapisan yang sejajar dengan *olume interupsi pengendapan yang kecil atau tidak ada sama sekali. Jenis kontak ini terbagi dua, yaitu kontak tajam dan kontak berangsur. b. 5ontak 9apisan 1idak 'elaras atau disebut 2nconformity yaitu merupakan suatu bidang ketidakselarasan antar lapisan. 1erdapat empat macam bidang ketidakselarasan, yaitu( ,. 0ngular 2nconformity, disebut juga ketidakselarasan sudut, merupakan ketidakselarasan yang kenampakannya menunjukan suatu lapisan yang telah terlipatkan dan tererosi, kemudian di atas lapisan tersebut diendapkan lapisan lain. . /isconformity, kenampakannya berupa suatu lapisan yang telah tererosi dan di atas bidang erosi tersebut diendapkan lapisan lain. 7. Paraconformity, disebut juga keselarasan semu, yang menunjukkan suatu lapisan di atas dan di bawahnya yang sejajar, dibidang ketidakselarasannya tidak terdapat tanda-tanda fisik untuk membedakan bidang sentuh dua lapisan berbeda. 2ntuk menentukan perbedaannya harus dilakukan analisis Paleontologi (dengan memakai kisaran umur fosil). !. &onconformity, merupakan ketidakselarasan yang yang terjadi dimana terdapat kontak jelas antara batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. 2ntuk hubungan stratigrafi ini, sangat sulit untuk diobser*asi dalam skala singkapan. "ubungan stratigrafi ini dapat diketahui dari rekonstruksi peta pola jurus. $lemen 'truktur 'edimen, struktur sedimen ini merupakan suatu kenampakan yang terdapat pada batuan sedimen di mana kenampakannya itu disebabkan oleh proses sedimentasi pada batuan tersebut, seperti aliran air, deformasi, akti*itas biogenik (oleh hewan dan tumbuhan), serta aliran gra*itasi sedimen. 'truktur sedimen ini harus dianalisa langsung di lapangan, dengan tujuan untuk menentukan lingkungan pengendapan batuan serta untuk menentukan posisi atas dan bawah dari suatu lapisan. %&R'("SI UNI! S!R"!I#R"$I 5orelasi adalah sebuah bagian fundamental dari stratigrafi, dan lebih lagi merupakan usaha dari stratigraphers dalam membuat unit stratigrafi yang formal yang mengarah pada penemuan praktis dan metode yang dapat dipercaya untuk korelasi unit ini dari suatu area dengan lainnya (3oggs, ,=>?). /alam korelasi stratigrafi, pemahaman kita tentang korelasi sangat dipengaruhi oleh prinsip dasar, konsep baru dan peralatan analisa (analytical tools) sehingga bisa dihasilkan metode baru dalam korelasi. )efinisi *an Prinsip %orelasi 5orelasi ialah penghubungan titik-titik kesamaan waktu atau penghubungan satuan-satuan stratigrafi dengan mempertimbangkan kesamaan waktu ('andi 'tartigrafi Indonesia, ,==@). :enurut &orth 0merican 'tratigrafi 6ode (,=>7) ada tiga macam prinsip dari korelasi( ,. . 7. 9ithokorelasi, yang menghubungkan unit yang sama lithologi dan posisi stratigrafinya. 3iokorelasi, yang secara cepat menyamakan fosil dan posisi biostratigrafinya. 5ronokorelasi, yang secara cepat menyesuaikan umur dan posisi kronostratigrafi.

5orelasi dapat dipandang sebagai suatu yang langsung (direct)(formal) ataupun tidak langsung (indirect) (informal) (3.#.'haw,,=> ). 5orelasi langsung adalah korelasi yang tidak dapat dipungkiri secara fisik dan tegas. Pelacakan secara fisik dari kemenerusan unit stratigrafi adalah hanya metode yang tepat untuk menunjukkan persesuaian dari sebuah unit dalam suatu lokal dengan unit itu di lokal lain. 5orelasi tidak langsung dapat menjadi tidak dipungkiri oleh metode numerik seperti contoh pembandingan secara *isual dari instrumen well logs, rekaman pembalikan polaritas,atau kumpulan fosilA meskipun demikian, seperti

pembandingan mempunyai perbedaan derajat reabilitas dan tidak pernah secara keseluruhan tegas (tidak meragukan). 1 .Pendahuluan Stratigrafi adalah studi mengenai sejarah, komposisi dan umur relatif serta distribusi perlapisan batuan dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah bumi. Dari hasil perbandingan atau korelasi antar lapisan yang berbeda dapat dikembangkan lebih lanjut studi mengenai litologi (litostratigrafi), kandungan fosil (biostratigrafi), dan umur relatif maupun absolutnya (kronostratigrafi). stratigrafi kita pelajari untuk mengetahui luas penyebaran lapisan batuan. Ilmu stratigrafi muncul untuk pertama kalinya di Britania aya pada abad ke-!". #erintisnya adalah $illiam Smith. %etika itu dia mengamati beberapa perlapisan batuan yang tersingkap yang memiliki urutan perlapisan yang sama (superposisi). Dari hasil pengamatannya, kemudian ditarik kesimpulan bah&a lapisan batuan yang terba&ah merupakan lapisan yang tertua, dengan beberapa pengecualian. %arena banyak lapisan batuan merupakan kesinambungan yang utuh ke tempat yang berbeda-beda maka dapat dibuat perbandingan antara satu tempat ke tempat lainnya pada suatu &ilayah yang sangat luas. Berdasarkan hasil pengamatan ini maka kemudian $illian Smith membuat suatu sistem yang berlaku umum untuk periode-periode geologi tertentu &alaupun pada &aktu itu belum ada penamaan &aktunya. Bera&al dari hasil pengamatan $illiam Smith dan kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang susunan, hubungan dan genesa batuan yang kemudian dikenal dengan stratigrafi.

Berdasarkan dari asal katanya, stratigrafi tersusun dari ' (dua) suku kata, yaitu kata (strati( berasal dari kata (stratos(, yang artinya perlapisan dan kata (grafi) yang berasal dari kata (graphic*graphos), yang artinya gambar atau lukisan. Dengan demikian stratigrafi dalam arti sempit dapat dinyatakan sebagai ilmu pemerian lapisan-lapisan batuan. Dalam arti yang lebih luas, stratigrafi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang aturan, hubungan, dan pembentukan (genesa) macam-macam batuan di alam dalam ruang dan &aktu. - +turan, -atanama stratigrafi diatur dalam (Sandi Stratigrafi). Sandi stratigrafi adalah aturan penamaan satuan-satuan stratigrafi, baik resmi ataupun tidak resmi, sehingga terdapat keseragaman dalam nama maupun pengertian nama-nama tersebut seperti misalnya, .ormasi*formasi, /ona*0ona, Sistem dan sebagainya. -1ubungan, #engertian hubungan dalam stratigrafi adalah bah&a setiap lapis batuan dengan batuan lainnya, baik diatas ataupun diba&ah lapisan batuan tersebut. 1ubungan antara satu lapis batuan dengan lapisan lainnya adalah (selaras) (conformity) atau (tidak selaras) (unconformity). -#embentukan (2enesa), 3empunyai pengertian bah&a setiap lapis batuan memiliki genesa pembentukan batuan tersendiri. Sebagai contoh, facies sedimen marin, facies sedimen flu4ial, facies sedimen delta, dsb. - uang, 3empunyai pengertian tempat, yaitu setiap batuan terbentuk atau diendapkan pada lingkungan geologi tertentu. Sebagai contoh, genesa batuan sedimen, Darat (.lu4iatil, 2urun, 2lacial), -ransisi (#asang-surut*-ides, 5agoon, Delta), atau 5aut (3arine, 5ithoral, 6eritik, Bathyal, atau 1adal)

-$aktu, 3emiliki pengertian tentang umur pembentukan batuan tersebut dan biasanya berdasarkan Skala 7mur 2eologi. 8ontoh, Batugamping formasi ajamandala terbentuk pada kala 3iosen +&al9 Batupasir kuarsa formasi Bayah terbentuk pada kala :osen +khir 2. Sandi Stratigrafi #ada hakekatnya ada hubungan tertentu antara kejadian dan aturan batuan di alam, dalam kedudukan ruang dan &aktu geologi. Stratigrafi membahas aturan, hubungan, kejadian lapisan serta tubuh batuan di alam. Sandi stratigrafi dimaksudkan untuk memberikan pengarahan kepada para ahli geologi yang bekerja mempunyai persepsi yang sama dalam cara penggolongan stratigrafi. Sandi stratigrafi memberikan kemungkinan untuk tercapainya keseragaman dalam tatanama satuan-satuan stratigrafi. #ada dasarnya, Sandi Stratigrafi mengakui adanya satuan lithostratigrafi, satuan litodemik, satuan biostratigrafi, satuan sekuen stratigrafi, satuan kronostratigrafi dan satuan geokronologi. Sandi ini dapat dipakai untuk semua macam batuan. Berikut ini pengertian pengertian mengenai Sandi Stratigrafi sebagai berikut, - Penggolongan Stratigrafi ialah pengelompokan bersistem batuan menurut berbagai cara, untuk mempermudah pemerian, aturan dan hubungan batuan yang satu terhadap lainnya. %elompok bersistem tersebut diatas dikenal sebagai satuan stratigrafi. - Batas Satuan Stratigrafi ditentukan sesuai dengan batas penyebaran ciri satuan tersebut sebagaimana didefinisikan. Batas satuan Stratigrafi jenis tertentu tidak harus berimpit dengan batas Satuan Stratigrafi jenis lain, bahkan dapat memotong satu sama lain. - -atanama Stratigrafi ialah aturan penamaan satuan-satuan stratigrafi, baik resmi maupun tak resmi, sehingga terdapat keseragaman dalam nama maupun pengertian nama nama tersebut seperti misalnya, .ormasi*formasi, /ona*0ona, Sistem dan sebagainya. - Tatanama Satuan Stratigrafi Resmi dan Tak Resmi . Dalam Sandi Stratigrafi diakui nama resmi dan tak resmi. +turan pemakaian satuan resmi dan tak resmi masing-masing satuan stratigrafi, menganut batasan satuan yang bersangkutan. #enamaan satuan tak resmi hendaknya jangan mengacaukan yang resmi. - Stratotipe atau Pelapisan Jenis adalah tipe per&ujudan alamiah satuan stratigrafi yang memberikan gambaran ciri umum dan batas-batas satuan stratigrafi. -ipe ini merupakan sayatan pangkal suatu satuan stratigrafi. Stratotipe hendaknya memberikan kemungkinan penyelidikan lebih lanjut. !) Stratotipe 2abungan ialah satuan stratotipe yang dibentuk oleh kombinasi beberapa sayatan komponen ') 1ipostratotipe ialah sayatan tambahan (stratotipe sekunder) untuk memperluas keterangan pada stratotipe9 ;) 5okasitipe ialah letak geografi suatu stratotipe atau tempat mula-mula ditentukannya satuan stratigrafi. - %orelasi adalah penghubungan titik-titik kesamaan &aktu atau penghubungan satuan satuan stratigrafi dengan mempertimbangkan kesamaan &aktu. - 1orison ialah suatu bidang (dalam praktek, lapisan tipis di muka bumi atau diba&ah permukaan) yang menghubungkan titik-titik kesamaan &aktu. 1orison dapat berupa, horison listrik, horison

seismik, horison batuan, horison fosil dan sebagainya. Istilah istilah seperti , datum, marker, lapisan pandu sebagai padanannya dan sering dipakai dalam keperluan korelasi. - .acies adalah aspek fisika, kimia, atau biologi suatu endapan dalam kesamaan &aktu. Dua tubuh batuan yang diendapkan pada &aktu yang sama dikatakan berbeda facies, kalau kedua batuan tersebut berbeda ciri fisik, kimia atau biologinya. 1. Satuan Lithostratigrafi - +0as -ujuan, #embagian litostratigrafi dimaksudkan untuk menggolongkan batuan di bumi secara bersistem menjadi satuan-satuan bernama yang bersendi pada ciri-ciri litologi. #ada satuan litostratigrafi penentuan satuan didasarkan pada ciri-ciri batuan yang dapat di-amati di lapangan, sedangkan batas penyebarannya tidak tergantung kepada batas &aktu. - Satuan esmi dan -ak esmi, Satuan litostratigrafi resmi ialah satuan yang memenuhi persyaratan Sandi, sedangkan satuan litostratigrafi tak resmmi ialah satuan yang tidak seluruhnya memenuhi persyaratan Sandi. - Batas dan #enyebaran Satuan Satuan 5itostratigrafi, !. Batas satuan litostratigrafi ialah sentuhan antara dua satuan yang berlainan ciri litologi, yang dijadikan dasar pembeda kedua satuan tersebut. '. Batas satuan ditempatkan pada bidang yang nyata perubahan litologinya atau dalam hal perubahan tersebut tidak nyata, batasnya merupakan bidang yang diperkirakan kedudukannya (batas arbiter). ;. Satuan satuan yang berangsur berubah atau menjemari, peralihannya dapat dipisahkan sebagai satuan tersendiri apabila memenuhi persyaratan Sandi. <. #enyebaran satuan satuan litostratigrafi semata mata ditentukan oleh kelanjutan ciri ciri litologi yang menjadi ciri penentunya. =. Dari segi praktis, penyebarasan suatu satuan litostratigrafi dibatasi oleh batas cekungan pengendapan atau aspek geologi lain. >. Batas batas daerah hukum (geografi) tidak boleh dipergunakan sebagai alasan berakhirnya penyebaran lateral (pelamparan) suatu satuan. - -ingkat-tingkat Satuan 5itostratigrafi, !. 7rutan tingkat satuan litostratigrafi resmi dari besar sampai kecil adalah, %elompok, .ormasi dan +nggota. '. .ormasi adalah satuan dasar dalam pembagian satuan litostratigrafi. - Stratotipe atau #elapisan ?enis, !. Suatu stratotipe merupakan per&ujudan alamiah satuan litostratigrafi resmi di lokasi tipe yang dapat dijadikan pedoman umum. '. 5etak suatu stratotipe dinyatakan dengan kedudukan koordinat geografi.

;. +pabila pemerian stratotipe suatu satuan litostratigrafi di lokasi tipenya tidak memungkinkan, maka sebagai gantinya cukup dinyatakan lokasi tipenya. - -atanama Satuan 5itostratigrafi , -atanama satuan litostratigrafi resmi ialah d&inama (binomial). 7ntuk tingkat %elompok, .ormasi dan +nggota dipakai istilah tingkatnya dan diikuti nama geografinya. 2. Satuan Litodemik - +0as -ujuan, #embagian satuan litodemik dimaksudkan untuk menggolongkan batuan beku, metamorf dan batuan lain yang terubah kuat menjadi satuan-satuan bernama yang bersendi kepada ciri-ciri litologi. Batuan penyusun satuan litodemik tidak mengikuti kaidah 1ukum Superposisi dan kontaknya dengan satuan litostratigrafi dapat bersifat e@trusif, intrusif, metamorfosa atau tektonik. - Batas dan #enyebaran Satuan 5itodemik, Batas antar Satuan 5itodemik berupa sentuhan antara dua satuan yang berbeda ciri litologinya, dimana kontak tersebut dapat bersifat ekstrusif, intrusif, metamorfosa, tektonik atau kontak berangsur. - -ingkat -ingkat Satuan 5itodemik, !. 7rutan tingkat Satuan 5itodemik resmi, masing-masing dari besar ke kecil adalah, Supersuite, Suite, dan 5itodem. '. 5itodem adalah satuan dasar dalam pembagian Satuan 5itodemik, satuan diba&ah litodem merupakan satuan tidak resmi. - -ata 6ama Satuan 5itodemik, -atanama Satuan dasar 5itodemik yang terdiri dari nama geografi dan ciri utama komposisi litologinya, misalnya Diorit 8ihara. 3. Satuan Biostratigrafi - +0as -ujuan, !. #embagian biostratigrafi dimaksud untuk menggolongkan lapisan-lapisan batuan di bumi secara bersistem menjadi satuan satuan bernama berdasar kandungan dan penyebaran fosil. '. Satuan biostratigrafi ialah tubuh lapisan batuan yang dipersatukan berdasar kandungan fosil atau ciri-ciri paleontologi sebagai sendi pembeda terhadap tubuh batuan sekitarnya. ;. Satuan esmi dan -ak esmi, Satuan biostratigrafi resmi ialah satuan yang memenuhi persyaratan Sandi sedangkan satuan biostratigrafi tak resmi adalah satuan yang tidak seluruhnya memenuhi persyaratan Sandi. - %elanjutan Satuan %elanjutan satuan biostratigrafi ditentukan oleh penyebaran kandungan fosil yang mencirikannnya. - -ingkat dan ?enis Satuan Biostratigrafi !. /ona ialah satuan dasar biostratigrafi

'. /ona adalah suatu lapisan atau tubuh batuan yang dicirikan oleh satu takson fosil atau lebih. ;. 7rutan tingkat satuan biostratigrafi resmi, masing-masing dari besar sampai kecil ialah, Super/ona, /ona, Sub-/ona, dan /enula, <. Berdasarkan ciri paleontologi yang dijadikan sendi satuan biostratigrafi, dibedakan, /ona %umpulan, /ona %isaran, /ona #uncak, dan /ona Selang - /ona %umpulan !. /ona %umpulan ialah kesatuan sejumpah lapisan yang terdiri oleh kumpulan alamiah fosil yang hkas atau kumpulan sesuatu jenis fosil. '. %egunaan /ona %umpulan, selain sebagai penunjuk lingkungan kehidupan purba dapat juga dipakai sebagai penciri &aktu. ;. Batas dan kelanjutan 0ona %umpulan ditentukan oleh batas terdapat bersamaannya (kemasyarakatan) unsur-unsur utama dalam kesinambungan yang &ajar. <. 6ama /ona %isaran harus diambil dari satu unsur fosil atau lebih yang menjadi penciri utama kumpulannya. - /ona %isaran, !. /ona kisaran ialah tubuh lapisan batuan yang mencakup kisaran stratigrafi untur terpilih dari kumpulan seluruh fosil yang ada '. %egunaan /ona %isaran terutama ialah untuk korelasi tubuh-tubuh lapisan batuan dan sebagai dasar untuk penempatan batuan batuan dalam skala &aktu geologi ;. Btasa dan %elanjutan /ona %isaran ditentukan oleh penyebaran tegak dan mendatar takson (takson-takson) yang mencirikannya. <. 6ama /ona %isaran diambil dari satu jenis atau lebih yang menjadi ciri utama /ona. - /ona #uncak, !. /ona #uncak ialah tubuh lapisan batuan yang menunjukkan perkembangan maksimum suatu takson tertentu. '. %egunaan /ona #uncak dalam hal tertentu ialah untuk menunjukkan kedudukan kronostratigrafi tubuh lapisan batuan dan dapat dipakai sebagai petunjuk lingkungan pengendapan purba, iklim purba ;. Batas 4ertikal dan lateral /ona #uncak sedapat mungkin bersifat obyektif <. 6ama-nama /ona #uncak diambil dari nama takson yang berkembang secara maksimum dalam /ona tersebut. - /ona Selang, !. /ona Selang ialah selang stratigrafi antara pemunculan a&al*akhir dari dua takson penciri. '. %egunaan /ona Selang pada umumnya ialah untuk korelasi tubuh-tubuh lapisan batuan

;. Batas atas atau ba&ah suatu /ona Selang ditentukan oleh pemunculan a&al atau akhir dari takson-takson penciri. <. 6ama /ona Selang diambil dari nama-nama takson penciri yang merupakan batas atas dan ba&ah 0ona tersebut. - /ona ombakan, /ona ombakan adalah tubuh lapisan batuan yang ditandai oleh banyaknya fosil rombakan, berbeda jauh dari pada tubuh lapisan batuan di atas dan di ba&ahnya. - /ona #adat /ona #adat ialah tubuh lapisan batuan yang ditandai oleh melimpahnya fosil dengan kepadatan populasi jauh lebih banyak dari pada tubuh batuan di atas dan diba&ahnya. 4. Satuan Sikuenstratigrafi - +0as -ujuan, !. #embagian sikuenstratigrafi ialah penggolongan lapisan batuan batuan di bumi secara bersistem menjadi satuan-satuan bernama berdasarkan gerak relatif muka laut. #embagian ini merupakan kerangka untuk menyusun urutan peristi&a geologi. '. Satuan sikuenstratigrafi ialah suatu tubuh lapisan batuan yang terbentuk dalam satuan &aktu tertentu pada satu siklus perubahan relatif muka laut. - Batas Satuan, Batas atas dan ba&ah satuan sikuenstratigrafi adalah bidang bidang ketidakselarasan atau bidang keselarasan padanannya. - -ingkat -ingkat Satuan Sikuenstratigrafi !. 7rutan tingkat satuan sikuenstratigrafi, masing-masing dari besar sampai kecil adalah 3egasikuen, Supersikuen dan Sikuen. '. Sikuen ialah satuan dasar dalam pembagian satuan sikuenstratigrafi. - Satuan esmi dan -ak resmi, Satuan sikuenstratigrafi resmi ialah satuan yang memenuhi persyaratan Sandi sedangkan satuan tak resmi adalah satuan yang tidak seluruhnya memenuhi persyaratan Sandi. - -atanama Satuan Sikuenstratigrafi,-atanama satuan sikuenstratigrafi resmi ialah d&inama (binomial). 7ntuk tingkat sikuen atau yang lebih tinggi, dipakai istilah tingkatnya dan diikuti nama geografi lokasitipenya (yang mudah dikenal). 5.Satuan ronostratigrafi - +0as -ujuan, #embagian kronostratigrafi ialah penggolongan lapisan-lapisan secara bersistem menjadi satuan bernama berdasarkan inter4al &aktu geologi. Inter4al &aktu geologi ini dapat ditentukan berdasar geo-kronologi atau metoda lain yang menunjukkan kesamaan &aktu. #embagian ini merupakan kerangka untuk menyusun urutan penafsiran geologi secara lokal, regional dan global.

- 1ubungan %ronostratigrafi dan 2eokronologi, Bagi setiap Satuan %ronostratigrafi terdapat satuan geokronologi bandingannya, :onotem dengan %urun, :ratem dengan 3asa, Sistem dengan /aman, Seri dengan %ala dan ?enjang dengan 7mur. - Stratotipe dan Batas satuan, !. Dalam %ronostratigrafi dikenal Stratotipe Satuan dan Stratotipe Batas '. Stratotipe Satuan adalah sayatan selang stratigrafi yang dibatasi oleh stratotipe batas atas dan ba&ah di tempat asal nama satuan. ;. Stratotipe Batas ialah tipe batas ba&ah dan atas satuan <. Batas satuan kronostratigrafi ialah bidang isokron. =. Batas satuan kronostratigrafi ditetapkan pada stratotipe, berdasarkan pertimbangan obyektif. - -ingkat -ingakat Satuan %ronostratigrafi, !. 7rutan tingkat satuan kronostratigrafi resmi, masing-masing dari besar sampai kecil ialah, :onotem, Sistem, Seri, dan ?enjang. Satuan ini dapat diberi a&alan (Super) bila tingkatnya dianggap lebih tinggi daripada satuan tertentu, tetapi lebih rendah dari satuan lebih besar berikutnya. Dalam hal sebaliknya a&alan yang dipergunakan adalah (Sub), '. Bidang lapisan pada dasarnya adalah bidang kesamaan &aktu, oleh karena itu satu lapisan yang menerus, cirinya mudah dikenal serta mempunyai pelamparan luas, dapat merupakan penunjuk kesamaan &aktu dan dinamakan lapisan pandu. Selang antara dua lapisan pandu disebut Selang +ntara. ;. 5apisan yang ditandai oleh keseragaman polaritas geomagnit yang mempunyai kesamaan &aktu dinamakan Selang #olaritas. - #enyebaran Satuan %ronostratigrafi, %elanjutan suatu satuan kronostratigrafi dari stratotipe hanya mungkin, bila terdapat bukti-bukti akan adanya kesamaan &aktu. - 7rutan Satuan kronostratigrafi, #embagian %ronostratigrafi dalam Sandi adalah seperti tercantum pada Skala $aktu 2eologi - Satuan %ronostratigrafi -ak esmi, #emakaian istilah satuan kronostratigrafi tak resmi tidak boleh mengacaukan istilah satuan resmi. - #embagian 2eokronologi, #embagian &aktu geologi ialah pembagian &aktu menjadi inter4al-inter4al tertentu berdasarkan peristi&a geologi. Inter4al &aktu geologi ini disebut sebagai satuan geokronologi. 8ara penentuannya didasarkan atas analisis radiometrik atau isotropik. - -ingkat satuan 2eokronologi,

-ingkat-tingkat satuan geokronologi dari besar ke kecil adalah, %urun, 3asa, /aman, %ala, dan 7mur. !. Satuan Tektonostratigrafi - +0as -ujuan, #embagian tektonostratigrafi dimaksudkan untuk menggolongkan suatu ka&asan di bumi, yang tergolong pinggiran lempeng aktif, baik yang menumpu (plate con4ergence) ataupun memberai (plate di4ergence) menjadi mintakat-mintakat (terrances). #enentuan mintakat didasarkan pada asal-usul terbentuknya dan bukan pada keterdapatannya, dan karenanya mintakat dibedakan menjadi ; jenis, yaitu !). +tockton (+utochthonous), '). +lokton (+llochthonous) dan ;). #ara+tokton (#ara-autochthonous). #enentuan batas penyebarannya ditentukan oleh kegiatan tektonik pada &aktu tertentu. - -ingkat -ingkat Satuan -ektonostratigrafi, !. 7rutan tingkat satuan tektonostratigrafi resmi, mulai dari yang terbesar, 5ajur (/one), %omplek (8omple@), 3intakat (-errane), dan ?alur (Belt). '. 3intakat adalah satuan dasar dalam pembagian satuan tektonostratigrafi. 3. Pengukuran Stratigrafi #engukuran stratigrafi merupakan salah satu pekerjaan yang biasa dilakukan dalam pemetaan geologi lapangan. +dapun pekerjaan pengukuran stratigrafi dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang terperinci dari hubungan stratigrafi antar setiap perlapisan batuan * satuan batuan, ketebalan setiap satuan stratigrafi, sejarah sedimentasi secara 4ertikal dan lingkungan pengendapan dari setiap satuan batuan. Di lapangan, pengukuran stratigrafi biasanya dilakukan dengan menggunakan tali meteran dan kompas pada singkapan-singkapan yang menerus dalam suatu lintasan. #engukuran diusahakan tegak lurus dengan jurus perlapisan batuannya, sehingga koreksi sudut antara jalur pengukuran dan arah jurus perlapisan tidak begitu besar. 3.1 "etoda Pengukuran Stratigrafi #engukuran stratigrafi dimaksudkan untuk memperoleh gambaran terperinci urut-urutan perlapisan satuan stratigrafi, ketebalan setiap satuan stratigrafi, hubungan stratigrafi, sejarah sedimentasi dalam arah 4ertikal, dan lingkungan pengendapan. 3engukur suatu penampang stratigrafi dari singkapan mempunyai arti penting dalam penelitian geologi. Secara umum tujuan pengukuran stratigrafi adalah, !. 3endapatkan data litologi terperinci dari urut-urutan perlapisan suatu satuan stratigrafi (formasi), kelompok, anggota dan sebagainya. '. 3endapatkan ketebalan yang teliti dari tiap-tiap satuan stratigrafi. ;. 7ntuk mendapatkan dan mempelajari hubungan stratigrafi antar satuan batuan dan urut-urutan sedimentasi dalam arah 4ertikal secara detil, untuk menafsirkan lingkungan pengendapan. #engukuran stratigrafi biasanya dilakukan terhadap singkapan singkapan yang menerus, terutama yang meliputi satu atau lebih satuan satuan stratigrafi yang resmi. 3etoda pengukuran penampang stratigrafi banyak sekali ragamnya. 6amun demikian metoda yang paling umum dan sering dilakukan di lapangan adalah dengan menggunakan pita ukur dan kompas. 3etoda ini diterapkan terhadap singkapan yang menerus atau sejumlah singkapan-singkapan yang dapat disusun menjadi suatu penampang stratigrafi.

+"!'RI !I)"% S"," +"SU%"N )"("+ PR'S'N!"SI !. Pengukuran stratigrafi di lapangan dapat dimulai dari bagian bawah atau atas. 2nsur-unsur yang diukur dalam pengukuran stratigrafi adalah( arah lintasan (mulai dari sta., ke sta. A sta. ke sta.7. dst.nya), sudut lereng (apabila pengukuran di lintasan yang berbukit), jarak antar station pengukuran, kedudukan lapisan batuan, dan pengukuran unsur-unsur geologi lainnya.

'ketsa pengukuran penampang stratigrafi 8. Jika jurus dan kemiringan dari tiap satuan berubah rubah sepanjang penampang, sebaiknya pengukuran jurus dan kemiringan dilakukan pada alas dan atap dari satuan ini dan dalam perhitungan dipergunakan rataratanya. @. :embuat catatan hasil pengamatan disepanjang lintasan pengkuran stratigrafi yang meliputi semua jenis batuan yang dijumpai pada lintasan tersebut, yaitu( jenis batuan, keadaan perlapisan, ketebalan setiap lapisan batuan, struktur sedimen (bila ada), dan unsur-unsur geologi lainnya yang dianggap perlu. Jika ada sisipan, tentukan jaraknya dari atas satuan.

0kti*itas dari pengukuran stratigrafi terukur

?. /ata hasil pengukuran stratigrafi kemudian disajikan diatas kertas setelah melalui proses perhitungan dan koreksi-koreksi yang kemudian digambarkan dengan skala tertentu dan data singkapan yang ada disepanjang lintasan di-plot-kan dengan memakai simbol-simbol geologi standar. >. 2ntuk penggambaran dalam bentuk kolom stratigrafi, perlu dilakukan terlebih dahulu koreksi-koreksi antara lain koreksi sudut antara arah lintasan dengan jurus kemiringan lapisan, koreksi kemiringan lereng (apabila pengukuran di lintasan yang berbukit), perhitungan ketebalan setiap lapisan batuan dsb. 3.2. Peren-anaan lintasan pengukuran Perencanaan lintasan pengukuran ditetapkan berdasarkan urut-urutan singkapan yang secara keseluruhan telah diperiksa untuk hal hal sebagai berikut( a. 5edudukan lapisan (Jurus dan 5emiringan), apakah curam, landai, *ertikal atau horizontal. 0rah lintasan yang akan diukur sedapat mungkin tegak lurus terhadap jurus. b. "arus diperiksa apakah jurus dan kemiringan lapisan secara kontinu tetap atau berubah rubah. 5emungkinan adanya struktur sepanjang penampang, seperti sinklin, antiklin, sesar, perlipatan dan hal ini penting untuk menentukan urut-urutan stratigrafi yang benar. c. :eneliti akan kemungkinan adanya lapisan penunjuk (key beds) yang dapat diikuti di seluruh daerah serta penentuan superposisi dari lapisan yang sering terlupakan pada saat pengukuran. 3.3.+enghitung %etebalan 1ebal lapisan adalah jarak terpendek antara bidang alas (bottom) dan bidang atas (top). /engan demikian perhitungan tebal lapisan yang tepat harus dilakukan dalam bidang yang tegak lurus jurus lapisan. 3ila pengukuran di lapangan tidak dilakukan dalam bidang yang tegak lurus tersebut maka jarak terukur yang diperoleh harus dikoreksi terlebih dahulu dengan rumus( d B dt C cosinus D ( D B sudut antara arah kemiringan dan arah pengukuran). /idalam menghitung tebal lapisan, sudut lereng yang dipergunakan adalah sudut yang terukur pada arah pengukuran yang tegak lurus jurus perlapisan. 0pabila arah sudut lereng yang terukur tidak tegak lurus dengan jurus perlapisan, maka perlu dilakukan koreksi untuk mengembalikan kebesaran sudut lereng yang tegak lurus jurus lapisan. 3iasanya koreksi dapat dilakuan dengan menggunakan tabel Ekoreksi dipF untuk pembuatan penampang.

1. Pengukuran pa*a *aerah *atar (lereng .o) Pengukuran pada daerah datar, apabila jarak terukur adalah jarak tegak lurus jurus, ketebalan langsung di dapat dengan menggunakan rumus ( 1 B d sin G (dimana d adalah jarak terukur di lapangan dan G adalah sudut kemiringan lapisan). 0pabila pengukuran tidak tegak lurus jurus, maka jarak terukur harus dikoreksi seperti pada cara diatas. Posisi pengukuran pada daerah datar

2. Pengukuran pa*a (ereng 1erdapat beberapa kemungkinan posisi lapisan terhadap lereng seperti diperlihatkan pada gambar >.8 dan gambar >.@. H 6atatan( sudut lereng (s) dan kemiringan lapisan (G) adalah pada keadaan yang tegak lurus dengan jurus atau disebut Etrue dipF dan Etrue slopeF I. a. %emiringan lapisan searah *engan lereng. 3ila kemiringan lapisan (G ) lebih besar daripada sudut lereng (s) dan arah lintasan tegak lurus jurus, maka perhitungan ketebalan adalah ( 1 B d sin (G - s ). (.ambar >.8 b) 3ila kemiringan lapisan lebih kecil daripada sudutlereng dan arah lintasan tegak lurus jurus, maka perhitungan ketebalan adalah( 1 B d sin (s - G ). (.ambar >.8 c) .ambar >.8 Posisi pengukuran pada lereng yang searah dengan kemiringan lapisan b. %emiringan lapisan berla/anan arah *engan lereng 3ila kemiringan lapisan membentuk sudut lancip terhadap lereng dan arah lintasan tegak lurus jurus maka( 1 B d sin ( G J s ) (.ambar >.@ b) 0pabila jumlah sudut lereng dan sudut kemiringan lapisan adalah =++ (lereng berpotongan tegak lurus dengan lapisan) dan arah lintasan tegak lurus jurus maka ( 1 B d (.ambar >.@ c) 3ila kemiringan lapisan membentuk sudut tumpul terhadap lereng dan arah lintasan tegak lurus jurus, maka ( 1 B d sin (,>++ - G - s) (.ambar >.@ d ) 3ila lapisannya mendatar, maka ( 1 B d sin (s)

.ambar >.@ Posisi pengukuran pada lereng yang berlawanan dengan kemiringan lapisan Penyajian hasil pengukuran stratigrafi seperti yang terlihat pada gambar >.? dibawah ini. 0dapun penggambaran urutan perlapisan batuan)satuan batuan)satuan stratigrafi disesuaikan dengan umur batuan mulai dari yang tertua (paling bawah) hingga yang termuda (paling atas)

'eringkali hasil pengukuran stratigrafi disajikan dengan disertai foto-foto singkapan seperti yang diperlihatkan pada gambar >.>. 0dapun maksud dari penyertaan foto-foto singkapan adalah untuk lebih memperjelas bagian bagian dari perlapisan batuan ataupun kontak antar perlapisan yang mempunyai makna dalam proses sedimentasinya.

Penggambaran penampang stratigrafi terukur yang dilengkapi dengan foto-foto untuk menjelaskan hubungan antar lapisan batuan ataupun kontak antar lapisan batuan 0.1 %olom Stratigrafi 5olom stratigrafi pada hakekatnya adalah kolom yang menggambarkan susunan berbagai jenis batuan serta hubungan antar batuan atau satuan batuan mulai dari yang tertua hingga termuda menurut umur geologi, ketebalan setiap satuan batuan, serta genesa pembentukan batuannya. Pada umumnya banyak cara untuk menyajikan suatu kolom stratigrafi, namun demikian ada suatu standar umum yang menjadi acuan bagi kalangan ahli geologi didalam menyajikan kolom stratigrafi. Penampang kolom stratigrafi biasanya tersusun dari kolom-kolom dengan atribut-atribut sebagai berikut( 2mur, %ormasi, 'atuan 3atuan, 5etebalan, 3esar3utir, 'imbol 9itologi, /eskripsi)Pemerian, %osil /ianostik, dan 9inkungan Pengendapan. 1abel >., adalah kolom stratigrafi daerah 5arawang 'elatan, Jawa 3arat yang tersusun dari kiri ke kanan sebagai berikut( umur, formasi, satuan batuan, simbol litologi, deskripsi batuan, dan lingkungan pengendapan.

0.2 Profil (intasan Stratigrafi /alam penelitian geologi, pengamatan stratigrafi disepanjang lintasan yang dilalui perlu dibuat, baik dengan cara menggambarnya dalam bentuk sketsa profil lintasan ataupun melalui pengukuran stratigrafi. 0dapun tujuan dari pembuatan profil lintasan adalah untuk mengetahui dengan cepat hubungan antar batuan ) satuan batuan secara *ertikal. .ambar >.= adalah salah satu conto hasil pengamatan sepanjang lintasan sungai, dimana nomor ,, , 7 KK dst merupakan lokasi pengamatan dan pengukuran singkapan batuan-batuan pada lintasan sungai. 5edudukan batuan dan jenis batuan ) satuan batuan pada setiap stasiun pengamatan disepanjang lintasan (.ambar 7.= atas) dan pada gambar >.= bagian bawah adalah sketsa dari profil lintasan yang memperlihatkan hubungan setiap batuan ) satuan batuan dari yang tertua hingga termuda.

.ambar >.= 9intasan pengamatan dan pengukuran singkapan batuan (atas) dan penampang lintasan yang memperlihatkan hubungan antar lapisan batuan atau satuan batuan.

.ambar >.,+ memperlihatkan lintasan pengamatan dan pengukuran singkapan batuan ) satuan batuan disepanjang jalan dari desa 6ipanas ke 3endungan 'aguling. 1erdapat ! (empat) satuan batuan yang dapat diamati mulai dari desa 6ipanas hingga ke 3endungan 'aguling, yaitu( 'atuan 3atuan 3atugamping (%ormasi #ajamandala), 'atuan 3atuan 3atupasir selangseling 'erpih (%ormasi 6itarum) dan 'atuan 3atuan 3reksi (%ormasi 'aguling) dan 'atuan 3atuan 9empung selangseling 3atupasir (0nggota 6ibanteng %ormasi 'aguling). .ambar >.,, adalah sketsa penampang stratigrafi lintasan daerah 'aguling yang menunjukan hubungan antar satuan batuan (formasi) dan struktur geologi yang mengontrol hubungan antar satuan batuan dari yang tertua hingga termuda, yaitu antara %ormasi 3atuasih, %ormasi #ajamandala dan %ormasi 6itarum serta %ormasi 'aguling.

>.,+ 9intasan pengamatan dan pengukuran singkapan batuan /aerah 'aguling (/esa 6ipanas < 3endungan 'aguling)

.ambar >.,, Penampang stratigrafi lintasan /aerah 'aguling (/esa 6ipanas < 3endungan 'aguling)

>., Penampang stratigrafi lintasan /aerah 0mpiteater 6iletuh, 'ukabumi, Jawa 3arat

.ambar >., adalah sketsa hasil pengamatan stratigrafi di daerah ampiteater 6iletuh, Jawa 3arat. Pengamatan dilakukan mulai dari bagian atas ampiteater 6iletuh hingga ke 6ikadal (:uara '. 6iletuh). /isepanjang lintasan ini tersingkap satuan batuan dari %ormasi Jampang (batupasir tufan dan breksi), %ormasi 3ayah (pasir konglomeratan dan lempung) %ormasi 6iletuh (breksi, batupasir greywacke, lempung), dan :elange 6iletuh (filit). "ubungan stratigrafi antara :elange 6iletuh dengan %ormasi 6iletuh diperkirakan adalah selaras, sedangkan hubungan antara %ormasi 6iletuh dengan %ormasi 3ayah diatasnya juga selaras, sedangkan antara %ormasi 3ayah dengan %ormasi Jampang diatasnya tidak selaras (lihat sketsa kolom stratigrafinya). .ambar >.,7 adalah penamang stratigrafi lintasan 3atuasih < .unung ;alat yang memperlihatkan hubungan antara %ormasi 3ayah, %ormasi 3atuasih dan %ormasi #ajamandala. "ubungan stratigrafi antara %ormasi 3ayah dengan %ormasi 3atuasih diatasnya adalah tidak selaras, sedangkan hubungan %ormasi 3atuasih dengan %ormasi #ajamandala diatasnya adalah selaras.