Anda di halaman 1dari 11

EKSPLORASI UNSUR-UNSUR PRIMORDIAL MADURA SEBAGAI MODAL BUDAYA UNTUK REKONSILIASI PASCA KONFLIK ETNIK DI KALIMANTAN A.

. Latief Wiyata Universitas Jember

I. Pengantar Konflik sosial yang terjadi di Kalimantan, baik di Sambas (1999 ma!"!n di Sam"it (#$$1 , sam"ai saat ini bel!m tam"ak ter%a"ainya s!at! rekonsiliasi yang da"at menjamin ter&!j!dnya "erdamaian dan integrasi sosial !nt!k menjamin kelangs!ngan eksistensi 'egara Kesat!an (e"!blik )ndonesia. U"aya*!"aya !nt!k men%a"ai rekonsiliasi terseb!t tela+ berkali*kali dilak!kan dengan jalan menyelenggarakan ,m!sya&ara+- yang melibatkan toko+*toko+ kelom"ok masyarakat yang bertikai, se"erti ,.!sya&ara+ /amai Anak 0angsa di 0!mi Kalimantan- di 'A. 1entre Jakarta (.aret #$$1 dan ,.!sya&ara+ 2ekad .!fakat (akyat Kalimantan- di 0at!, .alang (3ebr!ari #$$# . /i sam"ing it!, disk!si, seminar, dialog, dan "!blikasi b!k! +asil "engamatan dan "enelitian tela+ dilak!kan !nt!k men%ari sol!si konflik dan men%i"takan "erdamaian yang "ermanen. S!da+ menjadi angga"an !m!m ba+&a konflik sosial di Kalimantan tela+ dimaknai sebagai konflik antarkelom"ok etnik, se"erti antara orang .ad!ra dengan orang .elay! di Kota Sambas dan antara orang .ad!ra dengan orang /ayak di Kota Sam"it. 0a+kan ditengarai, konflik terseb!t bern!ansa agama ()slam*Kristen . 'am!n, tem!an data*data di la"angan men!nj!kkan adanya faktor*faktor sosial*ekonomi dan "olitik yang menjadi "enyebab timb!lnya konflik etnik terseb!t.1

.akala+ di"resentasikan dalam 4ertem!an 3or!m (ektor )ndonesia ke 5), di 6otel 6orison, 0engk!l!, tanggal #7*#8 .ei #$$#. 1 Li+at selaj!tnya, Si+b!di dan '!r+asim (#$$1 , .as9oed dkk. (#$$$ , 4etebang dan S!trisno (#$$1 !nt!k menyeb!tkan bebera"a +asil kajian tentang konflik etnik di Kalimantan.

4emba+asan tentang konflik etnik di atas tela+ sering dilak!kan dengan mengg!nakan berbagai ma%am "ers"ektif dan teori kekerasan, nam!n k!rang sekali memberikan "er+atian ter+ada" !ns!r*!ns!r "rimordial yang menjadi basis "engikat sosial dan identitas s!at! kelom"ok etnik. Analisis konflik sosial di atas dengan "ers"ektif "rimordial sangat membant! dalam mema+ami sika" "erilak! b!daya s!at! kelom"ok masyarakat se%ara kontekst!al dan men%arikan sol!si konflik sosial. 2!lisan ini men%oba mengeks"lorasi !ns!r*!ns!r "rimordial masyarakat .ad!ra dan maknanya sebagai modal b!daya men%a"ai rekonsiliasi sosial dengan kelom"ok etnik lain.

II. Kekerabatan dan Aga a Sebagaimana dikatakan ole+ :eert; (19<1 , yang dimaks!d dengan !ns!r*!ns!r "rimordial adala+= ,Uns!r*!ns!r sosial b!daya yang la+ir dari yang ,diangga" ada- dalam ke+id!"an sosial. Sebagian besar dari +!b!ngan langs!ng dan +!b!ngan kel!arga, teta"i j!ga meli"!ti keanggotaan dalam lingk!ngan keagamaan tertent!, ba+asa tertent! ata! dialek tertent! serta kebiasaan*kebiasaan sosial tertent!. 4ersamaan*"ersamaan +!b!ngan dara+, !%a"an ata! ba+asa, kebiasaan, dan sebagainya memiliki kek!atan yang meyakinkan-. .en!r!t :laser dan .oyni+an (19<1 yang termas!k !ns!r*!ns!r "enting

"rimordial adala+ genealogi (ket!r!nan dan ikatan kekerabatan , sistem ke"er%ayaan (termas!k religi dan agama , dan ba+asa. /alam realitas ke+id!"an se+ari*+ari, !ns!r*!ns!r "rimordial menjadi "engikat !tama dalam membent!k s!at! identitas kelom"ok etnik. )dentitas ini menjadi "enanda %iri ata! karakter tersendiri yang ter&!j!d dalam sika" dan "erilak! b!daya mereka. /engan kata lain, !ns!r*!ns!r "rimordial yang dimiliki ole+ s!at! kelom"ok etnik akan menjadi !ns!r "embeda identitas diri dari s!at! kelom"ok etnik yang lain. /alam sistem interaksi sosial, "erilak! b!daya mer!"akan "erilak! simbolik yang "emaknaannya +ar!s dilak!kan se%ara kontekst!al. Artinya, setia" orang dari s!at! kelom"ok masyarakat +ar!s mam"!

mengidentifikasi dan mema+ami makna simbolik dari "erilak! b!daya terseb!t. 4ema+aman yang sama ter+ada" s!at! "erilak! simbolik di antara objek dan s!bjek sangat "enting !nt!k mengantisi"asi terjadinya kesala+"a+aman dalam interaksi sosial. /engan "erse"si ini, "ema+aman yang sama terseb!t da"at meminimalisasi timb!lnya konflik yang bern!ansa etnisitas. Setia" orang ata! kelom"ok masyarakat dan keb!dayaan +ar!s meng+indari "erilak! etnosentrisme yang da"at menimb!lkan ketegangan sosial. >lemen "enting "rimordial yang selal! m!n%!l (dan sengaja dim!n%!lkan dalam interaksi sosial adala+ ikatan kekerabatan. /alam masyarakat .ad!ra, ikatan kekerabatan terbent!k melal!i garis ket!r!nan, baik dari kel!arga berdasarkan garis aya+ ma!"!n garis ib! ( paternal and maternal relatives). 4ada !m!mnya, ikatan kekerabatan antarsesama anggota kel!arga lebi+ erat dari garis ket!r!nan aya+ se+ingga %ender!ng ,mendominasi-. )katan kekerabatan orang .ad!ra men%ak!" sam"ai em"at generasi ke atas (ascending generations dan ke ba&a+ (descending generations dari ego. /alam sistem kekerabatan masyarakat .ad!ra dikenal tiga kategori sanak kel!arga ata! kerabat (kinsmen , yait! taretan dalem (kerabat inti ata! core kin , taretan semma (kerabat dekat ata! close kin , dan taretan jau (kerabat ja!+ ata! peripheral kin . /i l!ar ketiga kategori ini diseb!t sebagai oreng lowar (orang l!ar ata! ,b!kan sa!dara- (li+at :ambar 1 . /alam kenyataannya, meski"!n seseorang s!da+ diangga" sebagai oreng lowar teta"i bisa jadi +!b!ngan "ersa!daraannya lebi+ akrab dari"ada kerabat inti, misalnya karena adanya ikatan "erka&inan ata! kin group endogamy.#

.en!r!t MacMillan Dictionary of Anthropology (Seymo!r*Smit+199?=9? ,kin group endogamy is a marriage with a certain category of relative - yang +ar!s dibedakan dari , alliance endogamy: marriage with a person defined in terms of an alliance category -. .

:ambar 1 KATEGORI KERABAT DALAM MASYARAKAT MADURA


ORENG LOWAR TARETAN JAU TARETAN SEMMA " TARETAN DALEM $ EGO ' ( ) * ' ( ) * TARETAN JAU ORENG LOWAR % $& $! # $" $& $! # $" $$ $! " # $" $$ $! " # $" $# $! " # $" $# $! ! ! ! ! !

TARETAN DALEM TARETAN SEMMA

Keterangan+ 1 # ? 7 8 B C < 9 1$ 11 1# 1? 17 @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ Reng towa (orang t!a= aya+Aib! ata! parents: atther! dan Mother!M . "ae!nyae (kakekAnenek ata! # !#M . $uju (orangt!a dari kakekAnenek ata! ## !##M . #aru%ug (orangt!a dari juju ata! ### !###M . Ana (anak kand!ng ata! &on!& dan Dugther!D . "ompoy (%!%! ata! #& . 'eyo (%i%it ata! ##& . "areppek (anak dari %i%it ata! ###& . (aretan (sa!dara kand!ng ata! )rother!)* &ister!+ . (aretan sapopo (sa!dara se"!"!an ata! irst ,ousins . (aretan dupopo (sa!dara d!a"!"!an atau &econd ,ousins . (aretan tellopopo (sa!dara tiga"!"!an ata! (hird ,ousins . Majadi (sa!dara dari aya+Aib! ata! ) ata! + dan M) ata! M+ . 'onakan (ke"onakan ata! )& ata! +& dan M)& ata! M+& .

4erka&inan sema%am ini ole+ orang .ad!ra diseb!t mapolong tolang (meng!m"!lkan t!lang yang ber%erai*berai karena dilak!kan dengan maks!d dan t!j!an !nt!k teta" memeli+ara, mem"erta+ankan dan melestarikan ikatan* ikatan kekerabatan dan +!b!ngan*+!b!ngan "ersa!daraan yang s!da+ diangga" m!lai longgar misalnya karena "roses interaksi antarkel!arga yang k!rang intens. 0agi kel!arga*kel!arga tertent!, misalnya yang kondisi sosial ekonominya %!k!" baik, "erka&inan antarkerabat biasanya terseli" maks!d menjaga keberlangs!ngan s!mber daya ekonomi kel!arga agar tidak berali+ ke orang lain di l!ar kerabat. Selain it!, "erka&inan antarkel!arga bermakna "!la sebagai !"aya memberikan "erlind!ngan ter+ada" +arga diri ka!m "erem"!an. .akna "erlind!ngan ini semakin tegas "ada "ola "em!kiman taneyan lanjang (li+at :ambar # .? /engan demikian, k!rang beralasan angga"an ba+&a "ola "em!kiman ini mer!"akan &!j!d dari sika" +id!" eksl!sifisme orang .ad!ra. 7 :ambar # FORMASI POLA PEMUKIMAN TANEYAN LANJANG

(1

(#

(?

(7

(8

(B

(C

(<

(9

(aneyan -anjang (+alaman "anjang

/1 K1

/# K#

/? K?

/7 K7

/8 K8

/B KB

/C KC

/< K<

/9 K9

4enjelasan lebi+ rin%i li+at Wiyata (19<C dan #$$# . 4eriksa "enjelasan 4ars!di S!"arlan sebagaimana dik!ti" ole+ Si+b!di dan '!r+asim (#$$1= 1B? .
7

Keterangan= (1, (#, dst. @ S @ . @ /1, /#, dst. @

(!ma+*r!ma+ yang di+!ni ole+ masing*masing kel!arga. S!m!r kel!arga. .!s+olla ata! s!ra!. /a"!r !nt!k masing*masing kel!arga. Selain berf!ngsi Sebagai tem"at memasak, j!ga sebagai tem"at menyim"an ba+an "angan (l!mb!ng . K1, K#, dst @ Kandang*kandang sa"i milik masing*masing kel!arga.

6!b!ngan sosial yang sangat akrab da"at "!la dibang!n ole+ orang .ad!ra dengan orang*orang di l!ar lingk!ngan kerabat, tan"a mem"er+atikan asal*!s!l kelom"ok etnik. 0iasanya +!b!ngan sosial it! selain didasarkan "ada adanya kesamaan dalam dimensi "rimordial tidak jarang terjadi j!ga karena faktor kesamaan ke"entingan di bidang ekonomi dan "olitik. 0ila k!alitas +!b!ngan sam"ai men%a"ai tingkatan yang sangat akrab, mereka akan diangga" dan di"erlak!kan sebagai kel!arga ata! kerabat ( taretan . Sebaliknya, ada kalanya anggota kel!arga (taretan termas!k taretan ereng j!str! diangga" dan di"erlak!kan sebagai oreng (b!kan kel!arga ata! kerabat jika k!alitas +!b!ngan kekerabatannya sangat renda+, misalnya karena adanya "erselisi+an tentang +arta &arisan. /alam !ngka"an .ad!ra, +al yang demikian diseb!t oreng daddi taretan* taretan daddi oreng. Artinya, orang lain yang b!kan kel!arga da"at diangga" sebagai sa!dara, sebaliknya sa!dara sendiri da"at diangga" sebagai b!kan kel!arga. /alam konteks ini, !ns!r kekerabatan orang .ad!ra mengand!ng makna inkl!sifitas se+ingga memberi r!ang bagi ter&!j!dnya integrasi sosial dengan kelom"ok etnik lain. Selain ikatan kekerabatan, agama menjadi !ns!r "enting sebagai "enanda identitas etnik s!at! kelom"ok masyarakat. 0agi orang .ad!ra faktor ini seakan s!da+ menjadi bagian tak ter"isa+kan dari jati diri mereka. Artinya, jika orang .ad!ra tela+ menjadi "emel!k agama selain )slam dirinya akan merasa identitas ke*.ad!ra*annya tela+ berk!rang ata! ba+kan +ilang sama sekali. 0a+kan, lingk!ngan sosialnya akan mengangga" +al yang sama. 4ada gilirannya, dia akan selal! merasa terasing dalam lingk!ngan "erga!lan sosial b!daya .ad!ra.

/alam ke+id!"an sosial orang .ad!ra di Kalimantan, k+!s!snya di Kota Sam"it, +!b!ngan "ersa!daraan antara orang .ad!ra dengan orang*orang /ayak yang beragama )slam ternyata s!da+ terjalin dengan sangat baik sebel!m terjadinya konflik. 4engalaman .!s (?$ , sala+ seorang "eng!ngsi Sam"it yang ada di &ilaya+ Kab!"aten Jember ketika ditem!i di tem"at kerabatnya memb!ktikan tentang +al it!.8 .!s men%eritakan ba+&a sebel!m terjadinya "embantaian, "!l!+an orang /ayak lokal (Sam"it yang beragama )slam mendatanginya di kom"leks "ondok "esantren yang dikelola ole+ aya+nya. Sebagai sesama m!slim, orang*orang /ayak lokal terseb!t memo+on ke"ada aya+nya !nt!k segera meninggalkan Sam"it dalam &akt! tiga +ari agar ter+indar dari "embantaian. Unt!k meng+ilangkan kesangsian aya+nya atas "ermo+onan terseb!t, orang*orang /ayak lokal it! menyera+kan sebila+ mandau sebagai %ermin komitmen "erdamaian dan kes!ngg!+an +ati. 4engalaman .!s ini menjadi modal b!daya orang .ad!ra !nt!k membent!k ,kekerabatan sem!(pseudo kinship dengan etnik lain. Sebagaimana la;imnya "ada masyarakat ata! kelom"ok etnik lain, orang .ad!ra j!ga lebi+ mem"er+atikan faktor agama dalam !r!san "erka&inan ata! "erjodo+an. Sekali"!n demikian, dalam +al*+al yang lain, orang .ad!ra meng+argai "l!ralisme sosial keagamaan dan keetnikan. III. Ba,a-a 0a+asa mer!"akan sala+ sat! identitas kelom"ok etnik akan tam"ak jelas dalam s!at! interaksi sosial masyarakat majem!k (:!m"er; ed., 19<# . Sala+ sat! identitas Drang .ad!ra adala+ ba+asa .ad!ra. 0a+asa .elay! mer!"akan sala+ sat! "enanda identitas orang .elay!. 0a+asa /ayak j!ga mer!"akan sala+ sat! identitas b!daya orang /ayak. Drang*orang .ad!ra di 4ontianak meng!asai dengan baik ba+asa .elay!, ba+asa )ndonesia, dan ba+asa .ad!ra. 4engg!naan ba+asa*ba+asa terseb!t ditent!kan ole+ konteks interaksi yang mereka +ada"i. /alam "erga!lan se+ari*+ari, se"erti di tem"at*tem"at "!blik, ba+asa .elay! mer!"akan ba+asa kom!nikasi dan interaksi sosial yang
5

Wa&an%ara dengan .!s dilak!kan "ada ak+ir b!lan .aret #$$#.

dig!nakan ole+ orang*orang .ad!ra. 0a+asa )ndonesia akan dig!nakan ole+ orang*orang .ad!ra jika mereka ber!r!san dengan instansi ata! dalam sit!asi resmi. 0a+asa .ad!ra dig!nakan di dalam lingk!ngan internal mereka. /alam masyarakat m!ltietnik, se"erti di Kota 4ontianak, ba+asa .elay! mer!"akan ba+asa dominan yang dig!nakan dalam "erga!lan sosial. B Se%ara +istoris, dominasi ba+asa .elay! ini terkait dengan masa a&al keberadaan orang .elay! di kota terseb!t. Se"erti +alnya kota*kota maritim lainnya di tana+ air, 4ontianak yang mer!"akan kota bandar maritim tela+ menjadikan ba+asa .elay! sebagai ba+asa "erga!lan (lingua franca "end!d!k setem"at. Keberadaan kota ini j!ga tidak terlal! ja!+ dengan (ia! yang mer!"akan daera+ asal ba+asa .elay!. Karena it!, orang*orang .elay! mer!"akan "end!d!k lokal yang lebi+ a&al kedatangannya di kota 4ontianak dibandingkan dengan orang .ad!ra. Konteks +istoris dan geografis di atas, tela+ menem"atkan ba+asa .elay! memiliki ked!d!kan dan "eranan yang "enting dalam ke+id!"an sosial b!daya masyarakat 4ontianak. Karena ba+asa .elay! mer!"akan referensi kom!nikasi sosial, "ara "endatang "!n se"erti orang*orang .ad!ra +ar!s belajar dan mengg!nakan ba+asa terseb!t dengan baik. 4ema+aman yang baik ter+ada" ba+asa .elay! sering mendorong timb!lnya gejala interferensi leksikal ketika orang*orang .ad!ra berbi%ara dalam ba+asa .ad!ra di lingk!ngan internalnya ata! ketika mereka berba+asa )ndonesia dengan orang yang bar! dikenalnya. Sebagai sarana interaksi sosial, "eng!asaan ba+asa .elay! tidak +anya !nt!k mengeks"resikan diri, teta"i j!ga menjadi media integrasi sosial dengan orang*orang .elay! ata! "end!d!k 4ontianak. /alam konteks integrasi sosial, ba+asa b!kan sekedar !nt!k meningkatkan ,daya keberterimaan- masyarakat lokal ter+ada" ke+adiran dan eksistensi orang*orang .ad!ra, mem!da+kan "ema+aman ter+ada" b!daya masyarakat lokal, teta"i j!ga menjadi sarana !nt!k mem"erm!da+ akses ter+ada" s!mber daya ekonomi lokal.
/i Kota Sam"it ba+asa 0anjar menjadi ba+asa "erga!lan se+ari*+ari. Drang*orang .ad!ra meng!asai dengan baik ba+asa 0anjar se%ara aktif dan "asif. Karena ketram"ilannya mengg!nakan ba+asa 0anjar, logat berba+asa .ad!ra mereka tidak tam"ak lagi. 6al ini men%erminkan kala! orang .ad!ra memiliki kemam"!an ada"tasi ter+ada" ba+asa 0anjar.
6

Sala+ sat! faktor yang ber"engar!+ ter+ada" keber+asilan orang*orang .ad!ra dalam meng!asai sektor*sektor ekonomi informal adala+ karena kemam"!annya meng!asai ba+asa .elay! dengan baik ses!ai dengan t!j!an* t!j!an interaksi sosial se"erti di atas. Jika orang*orang .ad!ra mam"! kel!ar dari batas*batas identitas b!daya mereka !nt!k meng!asai "emakaian ba+asa .elay! se%ara ,baik dan benar-, a"aka+ orang .elay! melak!kan +al ser!"a ter+ada" ba+asa .ad!ra sebagai sarana !nt!k menjalin kerja sama dan mema+ami dengan baik identitas ke*.ad!ra*anE 2erlokalisasinya "engg!naan ba+asa .ad!ra !nt!k lingk!ngan internal yang terbatas, mer!"akan b!kti jika ba+asa ini bel!m dig!nakan se%ara lintas etnik. 0aik orang .elay! ma!"!n orang /ayak bel!m tent! bisa dengan baik berba+asa .ad!ra. /engan "ema+aman ba+asa .ad!ra yang minimal se"erti ini, akan meny!litkan orang .elay! dan /ayak mengembangkan integrasi sosial ata! kedekatan sosial dengan orang .ad!ra. Segregasi sosial di antara kelom"ok*kelom"ok etnik terseb!t teta" berlangs!ng karena bel!m berkembangnya "ema+aman timbal*balik ter+ada" ba+asa masing*masing. Kas!s integrasi sosial*b!daya .ad!ra dan Ja&a di ka&asan ,2a"al K!daJa&a 2im!r mer!"akan %onto+ yang baik. Sekali"!n ked!a kelom"ok etnik berbeda identitas b!dayanya, konflik antara orang .ad!ra dengan orang Ja&a di daera+ ini tidak terjadi, a"alagi yang berskala besar. Ked!a "i+ak da"at mema+ami dengan baik masing*masing ba+asa yang dig!nakan, baik se%ara aktif, ma!"!n "asif. 4ema+aman ba+asa dan kemam"!an kom!nikatif ( ver%al repertoire se%ara timbal*balik akan meningkat ,daya keberterimaan- masing* masing "i+ak. /alam konteks integrasi sosial dan rekonsiliasi "ermanen, !"aya mema+ami dengan baik ba+asa .ad!ra ole+ orang .elay! ata! /ayak, mer!"akan ses!at! +al yang +ar!s di"ertimbangkan. 4eng!asaan simbol*simbol ba+asa .ad!ra yang baik mer!"akan "int! mas!k !nt!k mema+ami "erilak! sosial dan makna keb!dayaan .ad!ra. Jalan ini ditem"!+ !nt!k ke"entingan meningkatkan saling "engertian, mem!da+kan menjalin kom!nikasi dan kerja sama sosial ekonomi, serta mendorong kedekatan sosial*b!daya. 4en%a"aian

ketiga +al terseb!t akan mem"erm!da+ distrib!si s!mber daya sosial, ekonomi, dan "olitik lokal se%ara merata di kalangan kelom"ok*kelom"ok etnik, se+ingga menjadi modal b!daya !nt!k men%i"takan integrasi sosial yang akan menjadi basis rekonsiliasi yang "ermanen dan berkesinamb!ngan. I.. KESIMPULAN Uns!r*!ns!r "rimordial yang men%ak!" kekerabatan, agama, dan ba+asa mer!"akan "enanda identitas masyarakat dan keb!dayaan .ad!ra. Kekerabatan dalam ke+id!"an orang .ad!ra tidak selal! da"at dimaknai sebagai %erminan dari sika" ekskl!sivitas orang .ad!ra. Sebaliknya, j!str! ikatan kekerabatan da"at membent!k ,kekerabatn sem!- ( pseudo kinship yang diseb!t dengan !ngka"an oreng daddi taretan. )ni mer!"akan sala+ sat! modal b!daya !nt!k membang!n dan mengembangkan interaksi sosial dengan kelom"ok etnik lain. Agama )slam j!ga mer!"akan identitas "enting orang .ad!ra. /alam +al keagamaan ini, orang .ad!ra sangat ketat !nt!k +al*+al yang berkaitan dengan masala+ "erka&inan. /alam +al*+al lain, orang .ad!ra j!ga bersika" terb!ka dan meng+argai ter+ada" "erbedaan identitas keagamaan. 4erbedaan keyakinan keagamaan tidak menjadi "eng+alang !nt!k menjalin kerja sama dengan orang lain. Sika" keterb!kaan ini mer!"akan modal b!daya yang bisa dimanfaatkan !nt!k membang!n rekonsiliasi dengan kelom"ok etnik .elay! ata! /ayak. 0a+asa .ad!ra mer!"akan identitas lain bagi orang .ad!ra. Kemam"!an orang .ad!ra mema+ami ba+asa .elay! +ar!s dili+at sebagai bagian dari strategi ada"tasi orang .ad!ra !nt!k berintegrasi dengan masyarakat lokal di Kalimantan. Langka+ demikian se+ar!snya j!ga diik!ti ole+ kelom"ok etnik lain !nt!k mema+ami eksistensi ba+asa .ad!ra. 4ema+aman bersama atas keb!dayaan yang dimiliki ole+ masing*masing kelom"ok etnik sangat "enting !nt!k modal mema+ami jati diri ata! identitas b!daya masing* masing kelom"ok etnik. 6al ini j!ga men%erminkan adanya saling "engertian dan "eng+argaan ter+ada" !ns!r keb!dayaan yang dimiliki masing*masing kelom"ok

10

etnik. /engan jalan demikian, integrasi sosial bisa dikembangkan dan menjadi basis terbent!knya rekonsiliasi yang berkelanj!tan di b!mi Kalimantan.FFF

Da/tar P0-taka
:eert;, 1lifford. 19<1. ,)katan*ikatan 4rimordial dan 4olitik Kebangsaan di 'egara*negara 0ar!-, dalam J!&ono S!darsono (ed. . 'em%angunan 'olitik dan 'eru%ahan 'olitik. Jakarta= :ramedia, +al. 1*17. :laser, 'at+an dan /aniel 4. .oyni+an (eds. . 19<1. .thnicity. (heory and ./perience. 1ambridge= 6avard University 4ress. :!m"er;, Jo+n J. (ed. . 19<#. -anguage and &ocial 0dentity. 1ambridge= 1ambridge University 4ress. .artin, Jean. 19<1. (he .thnic Dimention. London= :eorge Allen G Un&in. .as9oed, .o+tar dkk. (ed. . #$$$. "ekerasan "olektif* "ondisi dan 'emicu. Hogyakarta= 4?4K U:.. 4etebang, >di dan >ri S!trisno. #$$$. "onflik .tnik di &am%as. Jakarta= )SA). Seymo!r*Smit+, 1+arlotte. 199?. Macmillan Dictionary of Anthropology. London= .a%millan 4ress Ltd. Si+b!di, (e;a dan .o%+. '!r+asim (ed. . #$$1. "erusuhan &osial di 0ndonesia. &tudi "asus "upang* Mataram dan &am%as. Jakarta= :rasindo. Wiyata, A. Latief. 19<C. (aneyan -anjang. 'ola 'emukiman dan "esatuan &osial di Masyarakat Madura. Seri Kertas Kerja 'o.B. Jember= 4!sat Kajian .ad!ra Universitas Jember. ********** #$$#. ,arok. "onflik "ekerasan dan 1arga Diri 2rang Madura. Hogyakarta= LkiS.

11