Anda di halaman 1dari 6

GLUMERULONEFRITIS AKUT (GNA)

Dr. Dewa Made Sadguna, Sp.PD

I.

Pengertian Glomerulonefritis Akuta {G.N.A.} G.N.A. ialah sindroma klinik yang akut dan di tandai oleh hematuria, proteinuria, hipertensi dan oliguria yang 10-20 hari sebelumnya didahului oleh infeksi saluran pernafasan. II. Gejala klinik dari G.N.A. 1. Kira-kira 10-20 hari sebelum timbul gejala G.N.A. penderita mengidap infeksi saluran pernafasan akibat kuman streptokokus beta hemolitikus grup-A tipe 1,4 dan 12. penyebab lain mungkin virus,stafilokokus atau pneumokokus 2. Hematuria bisa mikroskopik atau gross hematuria 3. Proteinuria, jumlahnya bervariasi tetapi tidak lebih banyak dari sindroma nefrotik 4. Hipertensi 5. 0liguria 6. Bisa terjadi sembab akibat hipoproteinemia atau ensefalopati akibat gangguan elektrolit

III.

Kelainan laboraorium dari G.N.A. 1. Hematuria dan yang penting ialah terdapatnya torak eritrosit 2. Proteinuria {kwalitatip dan esbach} biasanya non selektip {elektroforesa protein} 3. kreatinin serum dan BUN meningkat 4. Komplemen C-3 menurun 5. Titer A.S.0. sering meningkat bila didahului oleh infeksi dan kompleks imun sering positip IV. Kelainan histologis dapat berupa : 1. Glomerulonefritis difus proliferatif 2. Glomerulonefritis mesangiokapiler 3. Glomerulonefritis fokal 4. Glomerulonefritis crecentic

V.

Patogenesa G.N.A. ialah akibat deposisi komplek imun yang proses terjadinya sbb: 1. Antigen masuk dalam tubuh 2. Periode laten pembentukan antibodi 3. Pembentukan kompleks kecil akibat kelebihan antigen 4. Deposisi kompleks pada kapiler glomeruli 5. Aktifasi komplemen 6. Atraksi dari sel polymorfo nuclear 7. Pengeluaran vasoaktif amine dan kinin 8. Permiabilitas kapiler meningkat 9. Pembengkakan dan proliferasi endotel 10. Agregasi trombosit 11. Pembentukan fibrin

Hasil akhir dari prses tersebut tergantung dua faktor : 1. Kemampuan ginjal untuk membasmi proses radang dengan jalan fibrinolisis dan fagositosis 2. Jumlah deposisi dari kompleks

VI.

Penyakit yang sering disertai G.N.A. 1. Sindroma henoch schoenlein 2. Polyarteritis nodosa dan mikroskopik 3. Granulomatosis wagener 4. S.L.E.

VI. 1.

2. 3.

4.

5.

6. 7. 8.

Pengobatan dari G.N.A. Tirah baring pada fase akut disaat terdapat hipertensi, hipertenatremia dan sembab. Tirah baring selam kira-kira 4-8 minggu dan pelan-pelan dimobilisir Diit rendah garam 1-2 gram sehari pada fase akut disaat ada hipertensi dan sembab Bila terdapat hipertensi hendaknya diberikan obat-obat antihipertensi yan g tidak mengganggu renal blood flow misalnya hydralazine methyldopa, clonidine, prazsin, diazoxide dan nitropruside sodium Sembab dan kegagalan jantung kongestip. Dengan tirah baring dan diit pantang garam umumnya dapat menolong penderita kecuali bila ada sembab paru. Dalam hal ini pengbatan yang dianjurkan ialah dialisis. Pemberian diuretika seperti furosemide dan ethacrynic acid harus hati-hati sebab dapat menurunkan renal blood flow flebotomi, plasmaferesis dan digitalis diberikan atas indikasi Antibiotika digunakan untuk mengatasi infeksi didaerah tenggrkan atau kulit. Pemberian antibiotika tidak dapat mencegah terjadinya G.N.A. Cortikostiroid tidak dianjurkan sebab berbahaya terjadinya hipertensi dan sembab akibat obat tersebut. 0bat sitotoksik tidak dianjurkan Pengobatan terhadap uremia