Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH BUDAYA KONSUMERISME

Tariq Hasan Fadhil


XI Kimia Analisis 2

(32)

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Pencemaran Akibat Limbah Peternakan Dan Penanganannya Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.

Surabaya, Maret 2014

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar..................................................................................................................... 2 Daftar Isi............................................................................................................................... 3 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang........................................................................................................ 4 Rumusan Masalah................................................................................................... 6 Tujuan..................................................................................................................... 6 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Perubahan Sosial.............................................................................. 5 B. Pengertian Konsumerisme.................................................................................. 5 C. Sejarah Budaya Konsumerisme........................................................................... 6 D. Ciri Ciri Budaya Konsumerisme........................................................................... 6 E. Faktor yang mempengaruhi................................................................................. 7 F. Dampak Konsumerisme....................................................................................... 7 BAB. III KESIMPULAN DAN SARAN....................................................................................... 11 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................. 12

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Setiap manusia dalam hidupnya pasti mengalami perubahan-perubahan da penrubahan yang terjadi dalam masyarakat memang telah terjadi sejak jaman dulu. Seiring dengan berjalannya waktu, sekarang ini perubahan yang terjadi dalam masyarakat berjalan sangat cepat sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Untuk mempelajari perubahan pada masyarakat perlu diketahui sebab-sebab yang melatari terjadinya perubahan itu. Apabilla diteliti lebih mendalam sebab terjadinya suatu perubahan masyarakat, mungkin karena adanya proses perubahan masyarakat beserta dengan kebudayaan dari hal-hal yang bersifat tradisional ke modern yang sering disebut dengan istilah modernisasi. Serta akibat dari globalisasi yaitu penyeragaman budaya bagi seluruh masyrakat dunia. Proses globalisasi muncul sebagai akibat adanya arus informasi dan komunikasi yang sering online setiap saat dan dapat dijangkau dengan biaya yang relativ murah. Sebagai akibatnya adalah masyarakat dunia menjadi satu lingkungan yang seolah-olah saling berdekatan dan menjadi satu sistem pergaulan dan satu sistem budaya yang sama. Karena ketidaksiapan manusia-manuusia tersebut dalam menghadapi perubahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya menmbulkan adanya problema sosial. Salah satunya yaitu timbulnya budaya konsumerisme. Bagi masyarakat yang belum siap menerima perubahan-perubahan yang terjadi maka akan timbul goncangan dalam kehidupan sosial dan budaya yang mengakibatkan seseorang individu menjad tertinggal atau frustasi. Kondisi demikian dapat menimbulkan suatu keadaan dan tidak serasi dalam kehidupan. Misalnya di era globalisasi ini unsur-unsur budaya asing seperti pola pergaulan hedonis (memuja kemewahan), pola hidup konsumtif berlebih sudah menjadi pola pergaulan dan gaya hidup baru remaja kini membeli barang bukan dikarenakan ia membutuhkan barang itu tetapi dikarenakan tindakan membeli itu sendiri memberikan kepuasan bagi dirinya. B. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. Apa penyebab budaya konsumerisme? Bagaimana ciri ciri budaya konsumerisme ? Faktor apa saja yang mempengaruhi budaya konsumerisme ? Dampak apa yang ditimbulkan dengan adanya budaya konsumerisme? C. TUJUAN Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu : 1. Untuk mengetahui pengaruh Konsumerisme di masyarakat 2. Untuk mengetahui penyebab timbulnya perilaku Konsumerisme

BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL Perubahan sosial adalah proses sosial yang dialami oleh anggota masyarakat serta semua unsur budaya dan sistem sosial, dimana semua tingkat kehidupan masyarakat secara sukarela akan dipengaruhi oleh unsur-unsur eksternal meninggalkan pola-pola kehidupan budaya dan sistem sosial yang baru. Hal penting dalam perubahan sosial masyarakat menyangkut aspek-aspek berikut, yaitu perubahan polanpikir masyarakat, perubahan perilaku masyarakat, dan perubahan buadaya materi. Problem atau masalah sosial muncul akibat terjadinnya perbedaan yang mencolok antar nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses perubahan sosial. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat,pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat dan lain sebagainya

B. PENGERTIAN BUDAYA KONSUMERISME

Keadaan masyarakat yang sekarang ini semakin berubah seiring perkembangan jaman dimana pengaruh dari budaya konsumerisme yang terjadi di masyarakat dengan adanya pola pikir dimana masyarakat sekarang terpengaruh adanya budaya yang berkembang sehingga sebuah substansi yang ada terkalahkan oleh budaya yang adasebuah substansi yang seharusnya merupakan tujuan awal dan utama terkalahkan dengan adanya dominasi budaya yang berkembang di masyarakat. Budaya merupakan hasil dari proses sosial yang dilakukan manusia tetapi pada kenyataan sekarang ini budaya yang ada menjadi pembentuk diri manusia. Batasan tipis antara kebutuhan dan keinginan yang menjadikan pemikiran masyarakat sekarang ini lebih kearah keinginan dan budaya atau mode yang sedang berkembang, proses konsumsi dari masysrakat sekarang ini tidak tergantung pada substansi kebutuhan tetapi adanya pelekatan mode serta budaya yang sedna berkembang dalam masyarakat. Adanya kelas dalam masyarakat juga dapat dijadikan perkembangan dalam adanya budaya konsumerisme, adanya kelas sosial memberikan dampak budaya yang seharusnya ada dalam masing-masing kelas sehingga pelekatan fashion serta mode yang ada haruslah sesuai dengan budaya yang berkembang pada masing-masing kelas, sehingga masyarakat kelas atas ketika mereka membeli barang haruslah bermerk dan mempunyai kelas sesuai kelasnya. Serta masyarakat yang berada pada kelas yang lain yang ingin dimasukan dalam kelasnya haruslah mengikuti kelas pada budaya yang diinginkan.

Peran media yang merupakan sarana pengkodean merupakan hal yng menjadi budaya konsumerisme dapat berkembang, karena adanya iklan yang berkembangpada masyarakat yang menjadikan orang tidak berpikir secara rasional kebutuhan tetapi bwrdasarkan penerimaan pengkodean yang telah terframe dalam pikiran yang diungkapkan sebagai budaya yang ada dalam masyarakat.

C. SEJARAH BUDAYA KONSUMERISME Budaya konsumerisme dilatar belakangi oleh munculnya masa kapitalisme yang diusung oleh Karl Marx yang kemudian disusul liberialisme. Budaya konsumerisme merupakan merupakan jantung dari kapitalisme. Kapitalisme global mulai berkembang pesat, segera setelah Perang Dingin yang berakhir tahun 1980-an. Hal-hal tersebut merupakan pemicu utama berkembangnya kapitalisme global atau globalisasi ekonomi yang diawali dengan pertemuan GATT di Maroko.

D. CIRI-CIRI BUDAYA KONSUMERISME A. Materialistis, mengungkapkan kemiskinan rohaniah dan mementingkan konsumsi barang B. Mengglobalnya supermarket, minimarket, mall, pasar raya dll C. Berperannya media massa seperti surat kabar, majalah, tv yang mampu menciptakan dan menyebarkan kesan tanpa henti

E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA KONSUMSI

Ada tiga faktor yang mempengaruhi pola konsumsi antara lain : 1. Konsumen Individu Konsumen individu biasanya melakukan pemilihan merk yang dipengaruhi oleh : a. Kebutuhan konsumen b. Persepsi atas karakteristik merk c. Sikap kearah pilihan d. Demografi konsumen e. Gaya hidup dan karakteristik personalia 2. Pengaruh Lingkungan a. Budaya (norma, kemaasyarakatan, pengaruh kedaerahan, kesukuan) b. Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milk konsumen) c. Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup refrensi) d. Faktor penentu yg situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha)

3. Pengaruh Iklan a. Mempengaruhi konsumen b. Barang yang menarik c. Harga yang menonjol d. Distribusi yg mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan

F. DAMPAK KONSUMERISME A. Dampak Positif 1. Dapat meningkatkan pendapatan nasional 2. Budaya konsumerisme dapat meningkatkan orang untuk giat berusaha

B. Dampak Negatif 1. Hidup boros dan enggan untuk berbagi 2. Bersikap pamer dan menimbulkan prilaku sombong 3. Bersikap individual. 4. Orang tsb akan selalu mencari kesenangan dan kepuasan hidup 5. Uniformitas dan Alienasi Uniformitas diambil dari kata uniform yang berarti seragam, sedang uniformitas itu sendiri adalah membuat suatu kelompok entah itu mayarakat lokal atau komunitas internasional menjadi sama atau seragam. Akibat adana uniformitas inilah mereka yang tidak sama atau menolak untuk menjadi sama menjadi teralienasi dan dianggap asing dari suatu kelompok. Konsumerisme secara tidak langsung membuat pola yang kemudian akan mendorong kita pada uniformitas. Contohnya penggunaan Handphone dikalangan remaja kini sangat marak bahkan jika tidak menggunakan atau tak memiliki Handphone dinilai rendah oleh kawan di sekitarnya.

BAB III PENUTUP


A. KESIMPULAN 1) Gejala perubahan sosial dalam hal ini adalah globalisasi budaya masyarakat Indonesia cenderung ke arah negativ. Ini dapat dilihat dari timbulnya berbagai macam problema sosial yang akhir-akhir ini sudah terjadi di lingkungan kita, termasuk salah satunya adalah komsumerisme 2) Perkembangan budaya konsumerisme menguntukan para pemilik modal dan memanfaatkan masyarakat yang menjadi obyek. Peran kita sebagai generasi muda seharusnyamempunyai pikiran kritis untuk menyadari adanya hal ini dan menentang budaya tersebut karena merugikan bagi kita, serta jangan sampai kita menjadi orang yang mendukung dan mengembangkan hal tersebut. Budaya konsumerisme telah menjadikan mahasiswa lupa dengan posisi mereka sebagai intelektual dan menjadikan mereka sebagai agen yang terjebak dalam posisi tersebut B. SARAN DAN SOLUSI Masyarakat harus bersikap positif dalam menunjukan bentuk penerimaan terhadap arus modernisasi dan globalisasi, diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Mengembangkan difat antisipatif dan selektif, Setelah kita dapat membuka diri dari halhal baru, langkah selanjutnya adalah kita harus memiliki kepekaaan (antisipatif) dalam menilai hal-hal yang akan atau sedang terjadi, kaitannya dengan pengaruh modernisasi dan globalisasi. Sikap antisipatif dapat menunjukkan pengaruh yang timbul akibat adanya arus globalisasi dan modernisasi. Setelah kita mampu menilai pengaruh yang terjadi, maka kita harus memilih pengaruh mana yang baik bagi kita dan pengaruh mana yang tidak baik bagi kita. 2) Adaptif, yang merupakan sikap mampu beradaptasi terhadap hasil perkembangan modernisasi dan globalisasi yang memiliki pengaruh positif bagi pelaku 3) Tidak meninggalkan unsur-unsur budaya asli, sejauh apapun dampak modernisasi kita tidak boleh meninggalkan unsur-unsur budaya asli sebagai identitas diri 4) Kita jangan terpaku pada keinginan untuk memiliki barang-barang konsumtif yang terkesan mewah dan mahal yang memaksa kita untuk bersifat boros dan membelajakanuang, berhematlah dalam membelanjakan uang serta hati-hati dalam memilih barang. Gunakan juga skala prioritas kebutuhan

DAFTAR PUSTAKA
Adikila, Firovani.2013. Konsumerisme: Konsumsi demi Prestise. http://www.mdopost.com. Diakses pada tanggal 23 Maret 2014 Budrillard, Jean P.2004. Masyarakat Konsumsi. Diterjemahkan oleh Wahyunto.Yogyakarta: Kreasi Wacana Miftahul, Dany.2012. Pengaruh media massa terhadap budaya konsumtif masyarakat. http://www.slideshare.net. Diakses pada tanggal 22 Maret 2014 Wening, Sri.2011. Waspada Konsumerisme, Sukoharjo: Rumah Aksara