Anda di halaman 1dari 21

PEMERIKSAAN STATUS GIZI

Pendahuluan
Status gizi merupakan indikator baik-buruknya penyediaan makanan sehari-hari. Status gizi yang baik diperlukan untuk mempertahankan derajat kebugaran dan kesehatan, serta menunjang pembinaan prestasi olahragawan.

Pemeriksaan Langsung

Anthropometri

Biokimia

Klinis

Biofisik

Pemeriksaan Tidak Langsung

Survei Konsumsi

Statistik Vital

Faktor Ekonomi

Kelebihan Pengukuran Anthropomentri


Alat mudah diperoleh Pengukuran mudah dilakukan Biaya murah Hasil pengukuran mudah disimpulkan Dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah Dapat mendeteksi riwayat gizi masa lalu

Kekurangan Pengukuran Anthropometri


Kurang sensitif Faktor luar (penyakit, genetik dan penurunan penggunaan energi) tidak dapat dikendalikan Kesalahan pengukuran akurasi kesimpulan akan mempengaruhi

Kesalahan-kesalahan antara lain pengukuran, perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan, analisis, dan asumsi salah.

Cara Pengukuran Anthropometri


1. Penimbangan Berat Badan Berat badan digunakan untuk mengevaluasi keseimbangan asupan makanan dengan energi yang dikeluarkan unuk aktivitas. Penimbangan dilakukan dengan pakaian seminim mungkin dan tubuh dalam keadaan tidak berkeringat Menggunakan alat timbang berat badan standar dengan ketelitian sampai 100 gram.

Gambar Pengukuran Berat Badan

2. Pengukuran Tinggi Badan Pengukuran tinggi badan diperlukan sebagai parameter status gizi berdasarkan berat badan terhadap tinggi badan. Pengukuran dilakukan dengan sikap berdiri tegak tanpa sepatu. Pengukuran tinggi badan menggunakan pola sentimeter yang fleksibel dan tidak elastis yang ditempelkan secara vertikal pada dinding atau tiang tegak atau menggunakan alat pengukur tinggi badan stadiometer atau microtoise

Gambar Pengukuran Tinggi Badan

3. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LLA)

Ukuran lengan atas menunjukkan massa otot


Pengukuran pada titik di tengah ujung tulang

bahu dan benjolan siku dengan posisi lengan


bergantung rileks Menggunakan alat ukur pola sentimeter yang fleksibel dan tidak elastis atau meteran baja, dilingkarkan pada lengan atas

Gambar Pengukuran Lengan Atas

4. Tebal Lemak di Bawah Kulit (Skin Fold Thickness/SFT) Pengukuran SFT menunjukkan massa lemak tubuh dan komposisi tubuh Pengukuran dilakukan pada biceps, triceps, subscapula, dan suprailiaca Alat ukur yang digunakan berupa skinfold caliper dengan ketelitian 0.1 mm Massa lemak dihitung sebagai persentase terhadap berat badan dengan menjumlah tabel lemak pada 4 daerah pengukuran.

Gambar Pengukuran Tebal Lemak

Cara Penilaian Status Gizi Berdasarkan Pengukuran Anthropometri


Kelebihan Indeks Masa Tubuh (IMT) o Pengukuran sederhana dan mudah dilakukan o Dapat menentukan kelebihan dan kekurangan berat badan

Kekurangan Indeks Masa Tubuh (IMT) o Hanya dapat digunkan untuk menentukan status gizi orang dewasa (usia 18 tahun ke atas) o Tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan olahragawan o Tidak dapat digunakan untuk menentukan status gizi bagi orang yang menderita sakit edema, asites, dan hepatomegali

Penilaian menggunakan formulasi berikut:

Tabel Status Gizi


Status Gizi Kurus Normal Laki-laki < 20.1 20.1 25.0 Perempuan < 18.7 18.7 23.8

Obese Rata-rata

> 30 22.0

> 28.6 20.8