Anda di halaman 1dari 6

A.

ANATOMI DAN HISTOLOGI SALURAN CERNA BAWAH


A. ANATOMI DAN HISTOLOGI SALURAN CERNA BAWAH1,2,3,4,5 Saluran pencernaan (traktus digestivus) pada dasarnya dalah suatu saluran (tabung) dengan panjang sekitar 30 kaki (9 m) yang berjalan melalui bagian tengah tubuh dari mulut ke anus. Saluran cerna terbagi menjadi saluran cerna atas dan bawah yang dipisahkan oleh ligamentum treitz yang merupakan bagian duodenum pars ascending yang berbatasan dengan jejunum ( ichard Snell! "00#). $leh sebab itu! pada bagian ini akan dibahas usus halus! usus besar! rektum! dan anus sebagai bagian saluran pencernaan bawah. Intestinum Tenue dan Intestinum Crassum merupakan bagian saluran pencernaan makanan (traktus digestivus). Setelah melewati pilorus disebut Intestinum Tenue atau usus halus". %sus halus adalah tabung yang kira&kira sekitar dua setengah meter panjangnya dalam keadaan hidup. 'ngka yang biasa diberikan! enam meter adalah penemuan setelah mati bila otot telah kehilangan tonusnya. %sus halus memanjang dari lambung sampai katup ilio& kolika! tempat bersambungnya dengan usus besar. %sus halus terletak di daerah umbilikus dan dikelilingi oleh usus besar dan dibagi dalam beberapa bagian yaitu duodenum! jejunum! dan ileum. (arena tidak mempunyai mesenterium maka duodenum disebut juga Intestinum Tenue non Mesenteriale dan jejunum serta ileum yang mempunyai mesenterium disebut Intestinum Tenue Mesenteriale. Duodenum disebut juga usus dua belas jari yaitu )" jari orang yang bersangkutan (panjang kira&kira "* cm) yaitu bagian usus setelah pilorus sampai pada permulaan jejunum! berbentuk sepatu kuda! dan kepalanya mengelilingi kepala pankreas. Saluran empedu dan saluran pankreas masuk ke dalam duodenum pada suatu lubang yang disebut ampula hepatopankreatika! atau ampula vateri! sepuluh sentimeter dari pilorus. Duodenum ini sebagian besar letaknya secundair Retro Peritoneal (semasa +etus muda letaknya Intra peritoneal kemudian pada +etus lebih tua letaknya beralih melekat pada dinding belakang abdomen) letaknya rapat pada dinding abdomen belakang kanan dan didepannya dilapisi oleh peritoneum viscerale. ,uodenum terdiri dari empat bagian Pars Superior Duodeni (panjang kira&kira * cm) yang berjalan horizontal. .agian permulaannya (setelah pilorus) disebut Bulbus duodeni! sebab berbentuk membesar dan meluas. .agian ini mempunyai mesenterium! pada bagian belakang abdomen tiba&tiba membelok 90 derajat ke bawah secara vertikal. ,i depan pars superior ini terdapat Ligamentum HepatoDuodenale dan dibelakangnya berjalan ! Cava In"erior Pars Descendens Duodeni (panjang kira&kira / cm) berada rapat pada dinding belakang abdomen0 sebelah kanan belakang terdapat ginjal kanan! dan masuk Ductus Choledocus dan Ductus Pancreaticus serta ductus #irsungi. ,i depan .agian ini berjalan Colon Transversum! Pars Inferior (horizontal) Duodeni (panjang kira&kira 1.* cm) berjalan horizontal kekiri pada level 2&3. ,idepan duodenum ini terbentang mesenterium yang didalamnya terdapat arteri dan ! Mesenterica $uperior! serabut&serabut syara+ dan pembuluh lim+e. ,i belakang bagian ini berjalan ! %ava In"erior dan &orta &bdominalis serta Pankreas diatasnya. 'khir bagian ini membelok ke atas depan menjadi Pars &scendens Doudeni.

Pars Ascendens Duodeni (panjang kira&kira * cm) sampai level 2&" dan berlanjut sampai jejunum. Sambungan duodenum dengan jejunum disebut "le'ura duodeno jejunalis. 3ermukaan dalam duodenum dilapisis mukosa. 3ermukaan mukosa pada bulbus tinggi mencapai ) cm dan satu sama lainnya berjarak 0.* cm. 3ada pertengahan duodenum pars desendens di bagian kiri terdapat muara bersama duktus choledochus (saluran empedu) dan ductus (irsungi (saluran pankreas). .agian&bagian duodenum yang dilapisi peritoneum adalah duodenum pars superior ditutupi seluruhnya oleh peritonium viscerale. Duodenum pars desscendens! hanya bagian depan yang dilapisi peritonium. Duodenum pars hori)ontal! hanya bagian depan yang dilapisi peritoneum. Duodenum pars ascendens! seluruhnya dilapisi peritoneum! 'lat&alat disekitar duodenum adalah ginjal kanan dan ureter berada di belakang duodenum pars descendens! Colon transversum berjalan melintang di depan pars descendens dan di atas pars hori)ontalis. Pankreas terdapat di sebelah kiri dari duodenum pars descendens. 4epar lobus kanan terdapat di depan duodenum pars superior dan duodenum pars descendens. &rteri dan vena mesenterica superior berada di depan duodenum pars hori)ontalis *pars in"erior). ! cava in"erior dan aorta abdominalis berada di belakang duodenum. +ejunum adalah usus halus lanjutan duodenum yang panjangnya kira&kira 5 meter! penampangnya berkisar "*&3* mm. +ejunum berkelok&kelok dan berada di bawah colon transversum dan ditutupi oleh omentum ma,us! 3ermulaannya pada "le'ura duodeno jejunalis (level 2") dan berakhir pada sacro iliaca junction kanan. 3enampang permulaan 33.* cm dan makin ke kaudal makin kecil ".* cm. +ejunum mempunyai mesenterium lengkap0 permukaan mukosa jejunum memperlihatkan Plicae Mucosa Circulare yang pada apangkalnya agak tinggi (kira&kira * cm) dan jarang! makin ke kaudal lebih rendah (kira&kira " cm) dan lebih rapat. ,isini terdapat lim"onodi solitaris (sebesar kepala jarum pentul). Ileum adalah usus halus lanjutan jejunum yang menempati rongga perut kawasan h,pogastrica! panjang ileum ini berkisar "&".* meter dengan lumen permulaan "* mm dan lumen kaudal "0 mm. 6leum ini warnanya agak kemerahan sebab mempunyai banyak kapiler. 'bsorpsi makanan terutama terjadi pada usus ini. Ileum mempunyai mesenterium lengkap. 3ermukaan mukosa memperlihatkan plicae mucoase semisircularis agak rendah (kira&kira " mm) dan rapat! pada bagian kaudal plika lebih lengkap. ,isini terdapat lim"onodi aggregati (pe,er ple'us). ,inding usus halus terdiri atas 7 lapisan dasar. 8ang paling luar (lapisan serosa) dibentuk oleh peritonium. 3eritonium mempunyai lapisan viiseral dan parietal! dan ruang yang terletak di antara lapisan&lapisan ini disebut sebagai rongga peritonium. 3eritonium melipat dan meliputi hampir seluruh viscera abdomen. 9ama&nama khusus telah diberikan pada lipatan&lipatan peritonium. Mesenterium merupakan lipatan peritonium lebar yang menyerupai kipas yang menggantung jejunum dan ileum dari dinding posterior abdomen! dan memungkinkan usus bergerak dengan leluasa. Mesenterium menyokong pembuluh darah dan lim+e yang menyuplai ke usus. -mentum ma,us merupakan lapisan ganda peritonium yang menggantung dari kurvatum ma,or lambung dan berjalan turun di depan visera abdomen menyerupai celemek. -mentum biasanya mengandung banyak lemak dan kelenjar lim+e yang membantu melindungi terhadap in+eksi. -mentum minus merupakan lipatan peritoneum yang terbentang dari kurvatura minor lambung dan bagian atas duodenum! menuju ke hati! membentuk ligamentum suspensorium hepatogastrika dan ligamentum

hepatoduodenale. Salah satu +ungsi penting peritonium adalah mencegah gesekan antara organ&organ yang berdekatan sebagai pelumas. $tot yang melapisi usus halus mempunyai dua lapisan - lapisan luar terdiri atas serabut&serabut longitudinal yang lebih tipis0 dan lapisan dalam terdiri dari serabut&serabut sirkular. 2apisan submukosa terdapat antara otot sirkuler dan lapisan yang terdalam yang merupakan perbatasannya. ,inding submukosa ini terdiri atas jaringan aerolar dan berisi banyak pembuluh darah! saluran lim+e! kelenjar dan pleksus sara+ yang disebut pleksus Meissner! ,i dalam duodenum terdapat ebberapa kelenjar khas yang dikenal sebagai kelenjar Brunner. (elenjar ini dalah jenis kelenjar tandan yang mengeluarkan sekret cairan kental alkali yang bekerja untuk melindungi lapisan duodenum dari pengaruh isi lambung yang asam. ,inding mukosa dalam yang menyelaputi sebelah dalamnya disusun berupa kerutan tetap seperti jala! yang disebut valvulae koniventes! yang memberi kesan anyaman halus. 2ipatan ini menambah luas permukaan sekresi dan absorpsi. ,engan ini juga dihalangi agar isinya tidak terlalu cepat berjalan melalui usus! dengan demikian memberi kesempatan lebih lama pada getah pencernaan untuk bekerja atas makanan. 2apisan mukosa berisi banyak lipatan Lieberkuhn berupa kelenjar sederhana yang diselimuti epitelium silinder yang bermuara di atas permukaan di tengah&tengah vili. &rteri mesenterika superior dicabangkan dari aorta tepat di bawah arteri seliaka. 'rteria ini mendarahi seluruh usus halus kecuali duodenum yang diperdarahi oleh arteri gastroduodenalis dan cabangnya! arteria pankreatikoduodenalis superior! ,arah dikembalikan lewat vena mesenterika superior yang menyatu dengan vena lienalis membentuk vena porta. %sus halus dipersyara+i oleh cabang&cabang sistem sara+ otonom. angsangan parasimpatis merangsang akti+itas sekresi dan motilitas! dan rangsangan simpatis menghantarkan nyeri! sedangkan serabut&serabut parasimpatis merngatur re+leks usus. Suplai sara+ intrinsik! yang menimbulkan +ungsi motorik berjalan melalui pleksus &urbach yang terletak di dalam lapisan muskularis! dan pleksus Meissner di lapisan submukosa. %sus besar atau kolon berbentuk tabung muskular berongga dengan panjang sekitar ).* m (* kaki) yang terbentang dari sekum hingga kanalis ani. ,iameter ususbesar sekitar #.* cm (".* inchi)! tetapi makin dekat anus diameternya makin kecil. %sus besar dibagi menjadi sekum. kolon! dan rektum. 3ada sekum terdapat katup ileosekal dan apendiks yang melekat pada ujung sekum! $ekum menempati sekitar dua atau tiga inci pertama dari usus besar. %atup ileosekal mengendalikan aliran kimus dari ileum ke dalam sekum dan mencegah aliran balik bahan +ekal dari usus besar ke dalam usus halus. (olon dibagi lagi menjadi kolon asenden. transversum. desenden! dan sigmoid. :empat kolon membentuk kelokan tajam pada abdomen kanan dan kiri atas berturut&turut disebut sebagai "leksura hepatika dan "leksura lienalis. %olon sigmoid mulai setinggi krista iliaka dan mebentuk lekukan berbentuk;S. 2ekukan bagian bawah membelok ke kiri sewaktu kolon sigmoid bersatu dengan rektum. .agian utama dari usus besar yang terakhir disebut sebagi rektum dan membentang dari kolon sigmoid hingga anus (muara bagian keluar tubuh). Satu inci terakhir dari rektum disebut kanalis ani dan dilindungi oleh otot s"ingter ani eksternus dan internus! 3anjang rektum dan kanalis ani adalah sekitar )* cm (*.9 inci). 4ampir seluruh usus besar memiliki empat lapisan mor+ologik seperti yang ditemukan pada bagian usus lain. 2apisan otot longitusinal usus besar tidak sempurna! tetapi terkumpul

dalam tiga pita yang disebut taenia koli. Taenia bersatu pada sigmoid distal! sehingga rektum mempunyai satu lapisan otot longitusinal yang lengkap. 3anjang taenia lebih pendek dari pada usus! sehingga usus tertarik dan berkerut membentuk kantong&kantong kecil yang disebut haustra. &pendises epiploika adalah kantong&kantong kecil peritonium yang berisi lemak dan melekat di sepanjang taenia. 2apisan mukosa usus besar jauh lebih tebal daripada lapisan mukosa usus halus dan tidak mengandung vili atau rugae. %ripte Lieberkuhn (kelenjar intestinal) terletak lebih dalam dan mempunyai lebih banyak sel goblet dibandingkan usus halus. %sus besar secara klinis dibagi menjadi bagian kiri dan kanan berdasarkan suplai darah yang diterima. &rteri mesenterika superior mendarahi bagian kanan (sekum. kolon asendens. dan duapertiga proksimal kolon transversum) dan arteria mesenterica in"erior mendarahi belahan kiri (sepertiga distal kolon transversum. kolon desendens. kolon sigmoid. dan bagian proksimal rektum). Suplai darah tambahan ke rektum berasal dari arteri hemoroidalis media dan in"erior yang dicabangkan dari arteri iliaka interna dan aorta abdominalis! 'liran balik vena dari kolon dan rektum superior adalah melalui vena mesenterika superior. vena mesenterika inverior. dan vena hemoroidalis superior (bagian sistem portal yang mengalirkan darah ke hati). ena hemoroidalis media dan in"erior mengalirkan darah ke vena iliaka sehingga merupakan bagian dari sirkulasi sistemik. 3ersyara+an usus besar dilakukan oleh sistem sara+ otonom dengan pengecualian s"ingter eksterna yang berada dalam pengendalian volunter. Serabut parasimpatis berjalan melalui sara+ vagus ke bagian tengah kolon transversum! dan sara" pelvikus yang berasal dari daerah sakral menyuplai bagian distal. Serabut simpatis meninggalkan medula spinalis melalui sara+ splangnikus. Serabut sara+ ini bersinaps dalam ganglia seliaka dan aortikorenalis! kemudian serabut pascaganglionik menuju kolon. angsangan simpatis menghambat sekresi dan kontraksi! serta merangsang s"ingter rektum. angsang parasimpatis mempunyai e+ek berlawanan

B. FISIOLOGI SALURAN CERNA BAWAH %sus halus mempunyai dua +ungsi utama yaitu pencernaan dan absorpsi bahan&bahan nutrisi dan air. Semua aktivitas lainnya mengatur dan mempermudah berlangusngnya proses ini. 3roses pencernaan dimulai dari mulut dan lambung oleh kerja ptialin! 4<2! pepsin! mukus! renin! dan lipase lambung terhadap makaann yang masuk. 3roses ini berlanjut di duodenum terutama oleh kerja enzim&enzim pankreas yang menghidrolisis karbohidrat! lemak! dan protein menjadi zat&zat yang lebih sederhana. =ukus juga memberikan perlindungan terhadap asam. Sekresi empedu dari hati membantu proses pencernaan dengan mengemulsikan lemak sehingga memberikan permukaan yang lebih luas bagi kerja lipase pankreas. (erja empedu terjadi akibat si+at deterjen asam&asam empedu yang dapat melarutkan zat&zat lemak dengan membentuk misel. Misel merupakan agregat asam empedu dan molekul&molekul lemak. 2emak membentuk inti hidro+obik! sedangkan asam empedu karena merupakan molekul polar! membentuk permukaan misel dengan ujung hidro+obik menghadap ke luar menuju medium cair. .agian sentral misel juga melarutkan vitamin&vitamin larut lemak! dan kolesterol. >adi! asam&asam lemak bebas! gliserida! dan vitamin larut lemak dipertahankan dalam larutan sampai dapat diabsorpsi oleh permukaan sel epitel. 3roses pencernaan disempurnakan oleh sejumlah enzim yang terdapat dalam getah usus (sukus enterikus). .anyak enzim&enzim ini terdapat dalam brush border vili dan mencerna zat&zat makanan sambil diabsorpsi. ,ua hormon berperan penting dalam pengaturan pencernaan usus. 2emak yang bersentuhan dengan mukosa duodenum menyebabkan kontraksi kandung empedu yang dioerantarai oleh kerja kolesitokinin! 4asil&hasil pencernaan protein tak lengkap yang bersentuhan dengan mukosa duodenum merangsang sekresi getah pankreas yang kaya&enzim0 hal ini diperantarai oleh pankreo)imin. 'sam lambung yang bersentuhan dengan mukosa usus menyebabkan dikeluarkannya hormon lain! yaitu sekretin. dan jumlah yang dikeluarkan sebanding dengan jumlah asam yang mengalir melalui duodenum. Sekretin merangsang sekresi getah yang mengandung bikarbonat dari pankreas! merangsang sekresi empedu dari hati! dan memperbesar kerja <<(. 3ergerakan segmental usus mencampur zat&zat yang dimakan dengan sekret pankreas! hepatobiliar! dan sekresi usus! dan pergerakan peristaltik mendorong isi dari salah satu ujung ke ujung lain dengan kecepatan absorpsi optimal dan asupan kontinu isi lambung. %sus besar mempunyai berbagai +ungsi yang semuanya berkaitan dengan proses akhir isi usus. ?ungsi usus besar yang paling penting adalah absorpsi air dan elektrolit! yang sudah hampir selesai dalam kolon dekstra. %olon sigmoid ber+ungsi sebagai reservoir yang menampung masa +eses yang sudah terdehidrasi hingga berlangsungnya de+ekasi. 3ada umumnya usus besar bergerak secara lambat. @erakan usus besar yang khas adalah gerakan pengadukan haustral. (antung atau haustra meregang dan dari waktu ke waktu otot sirkular akan berkontraksi untuk mengosongkannya. @erakan ini tidak progresi+ tetapi menyebabkan isi usus bergerak bolak&balik dan mermas&remas sehingga memberi waktu untuk terjadinya absorpsi. :erdapat dua jenis peristaltik propulsi" - ()) kontraksi lambat dan tidak teratur! berasal dari segmen proksimal dan bergerak ke depan! menymbat beberapa haustra0 dan (") peristaltik massa! merupakan kontraksi yang melibatkan segmen kolon. @erakan peristaltik ini menggerakkan massa +eses ke depan! akhirnya merangsang

de+ekasi. (ejadian ini timbul dua sampai tiga kali sehari dan dirangsang oleh re+leks gatrokolik setelah makan! terutama setelah makanan yang pertama kali dimakan pada hari itu. 3ropulsi +eses ke dalam rektum menyebabkan terjadinya distensi dinding rektum dan merangsang re+leks de+ekasi. ,e+ekasi dikendalikan oleh s"ingter ani eksterna dan interna. $"ingter interna dikendalikan oleh sistem sara+ otonom! sedangkan s"ingter eksterna dikendalikan oleh sistem sara+ voluntar. e+leks de+ekasi terintegrasi pada medula spinalis segmen sakral kedua dan keempat. Serabut parasimpatis mencapai rektum melalui sara" splangnikus panggul dan menyebabkan terjadinya kontraksi rektum dan relaksasi s"ingter interna. 3ada waktu rektum yang tergang berkontraksi! otot levator ani berelaksasi! sehingga menyebabkan sudut dan anulus anorektal hilang. $tot s"ingter interna dan eksterna berelaksasi pada waktu anus tertarik ke atas melebihi tinggi masa +eses. ,e+ekasi dipercepat dengan tekanan intraabdomen yang meningkat akibat kontraksi voluntar otot dada dengan glotis yang tertutup! dan kontraksi otot abdomen secara terus menerus (manuver atau peregangan valsalva). ,e+ekasi dapat dihambat oleh kontraksi voluntar s"ingter eksterna dan levator ani! ,inding rektumsecara bertahap menjadi relaks dan keinginan de+ekasi menghilang.

DAFTAR PUSTAKA
)

2auralee Sherwood. Sistem 3encernaan. 2auralee Sherwood. ?isiologi =anusia - ,ari Sel (e Sistem. >akarta- A@< "00)0*7).
"

,r. . =ulia .angun! ''6! 3ro+. , . 2. 'ulia! ''6! dan 3ro+. ,r. '. A++endi! ''6. 'bdomen. dr! Simbar Siitepu! ''6. .uku 'jar 'natomi " - (epala! 2eher! :horaB! 'bdomen! 3elvis Adisi 7. =edan - .agian 'natomi ?( %S% "00#0 ""&"/.
3

Avelyn 3earce. Saluran 3encernaan dan 3encernaan =akanan. Avelyn 3earce 'natomi ,an ?isiologi %ntuk 3aramedis. >akarta - @ramedia "00#0)//&)9*.
7

2uis <arlos >unCueira! dan >osD <arnerio. Saluran cerna. 2uis <arlos >unCueira! ,an >osD <arnerio. 4istologi ,asar - :eks ,an 'tlas. >akarta - A@< "0010"9*&30#.
*

@lenda 9. 2indseth.@angguan %sus 4alus dan @angguan %sus .esar. Sylvia ' 3rice! dan 2orraine =. Eilson. 3ato+isiologi - (onsep (linis 3roses&3roses 3enyakit Adisi # Folume ). >akarta - A@< "003. 731 & 7*9.
#

,r.=arcellus Simadibrata (! 3h.,!Sp.3, dan 3ro+. , . ,r. ,aldiyono! Sp.3,.,iare 'kut. , . ,r. 'ru E. Sudoyo! Sp. 3,! (4$=! ,r. .ambang Sertiohadi! Sp.3,!, . ,r. 6drus 'lwi! Sp.3,! ,r. =arcellus Simadibrata (! 3h.,! Sp.3,! dan , . ,r. Siti Setiati! =Apid! Sp.3,. .uku 'jar 6lmu 3enyakit ,alam Adisi (eempat >ilid 6. >akarta - 3usat 3enerbitan 6lmu 3enyakit ,alam ?akultas (edokteran %niversitas 6ndonesia "0010 70/ & 7)3 .
1

2arry (. 3ickering dan >ohn ,. Snyder.@astroenteritis. Ealdo A. 9elson! =,! ichard A. .ehrman! =,! obert (liegman! =,! dan 'nn =.'rvin! =,. 6lmu (esehatan 'nak 9elson Adisi )* Folume ". >akarta - A@< )99#0 //9&/93