Anda di halaman 1dari 18

Medication Error WARFARIN

Oleh : Niswatus Saadah 050911006 Lailatul Mukharromah 050911016 Ratna Dian Pratiwi 050911136

WARFARIN
Warfarin adalah antikoagulan yang digunakan dalam pengobatan dan pencegahan gangguan tromboembolik. Mekanisme kerjanya dengan menekan sintesis vitamin K dependent dari faktor koagulasi II (protrombin), VII, IX, dan X, antikoagulan protein C dan kofaktor protein S. (Sweetman, 2009)

WARFARIN
Warfarin tersedia dalam bentuk sediaan tablet dengan beberapa kekuatan, yaitu 500 micrograms, 1 mg, 3 mg, dan 5 mg. (BNF 57th)

(www.coumadin.com)
3

PROBLEM
Penyesuaian dosis yang tidak tepat. Monitoring Prothrombin Time/ International Normalization Ratio (PT/INR) yang tidak tepat. Kegagalan dalam menyadari adanya interaksi obat dan makanan yang dapat meningkatkan ataupun menurunkan nilai INR. (Cohen, 1991)

PROBLEM WARFARIN
1. Penyesuaian Dosis yang Tidak Tepat
Dalam menetapkan dosis warfarin, diperlukan hasil tes darah (INR). Biasanya tes dilakukan setiap hari atau dua hari hingga mencapai dosis yang tepat. Frekuensi tes darah berbeda pada setiap pasien. Dosis warfarin tiap pasien berbeda. Dokter memulai dengan satu dosis dan akan mengubahnya sesuai dengan INR. Target INR adalah 2-3. (Department of Health, 2011)
5

Factors for Identifying Warfarin Sensitive Patient

(Rose, 2013)

Warfarin Dosing Protocol with INR Goal 2 - 3

(Rose, 2013)

PROBLEM WARFARIN
2. Gagal Menyadari Adanya Interaksi Obat dan Makanan
Penggunaan warfarin sehari sekali pada jam yang sama, biasanya pada siang hari. Warfarin berinteraksi dengan makanan yang mengandung/tinggi akan kandungan vitamin K (hati, brokoli, kubis, kubis Brussel, sayur-sayuran hijau seperti bayam) (Department of Health, 2011) Beberapa bahan yang dapat mengganggu metabolisme warfarin antara lain jahe, bawang putih, ginseng dan Ginkgo biloba (Jjustad, 2010)
8

Interaksi Obat dengan Warfarin

(Rose, 2013)

PROBLEM WARFARIN
3. Monitoring Prothrombin Time/ International Normalization Ratio (PT/INR) yang Tidak Tepat Monitoring dilakukan secara tradisional, yaitu dengan mengambil darah dari vena. Namun terdapat juga alat untuk monitoring ini yaitu fingerstick blood (Jjustad, 2010).
Dalam suatu penelitian, kurang lebih 50% pasien atrial brillation yang menggunakan warfarin memiliki INR diluar target range. INR > 3 meningkatkan resiko bleeding sedangkan < 2 meningkatkan resiko thrombotic events (Pirmohamed, 2006)
10

TUJUAN
Untuk mengurangi medication error Meningkatkan presentase pasien dengan INR sesuai target range (Cohen, 1999)

11

KEY IMPROVEMENT
Menggunakan anticoagulant service dalam praktek di RS Menyediakan informasi dan edukasi kepada pasien Meningkatkan monitoring (home visit) (Cohen, 1999)

12

Warfarin Education Booklet

13

OBSTACLE

Kendala dalam terapi warfarin yakni rendahnya kualitas dari manajemen obat. (Ansell et.al, 2004)

14

MEASURE
Memantau nilai PT/ INR bagi pasien yang mendapatkan dosis yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Monitoring penggunaan vitamin K Memeriksa kembali pengobatan terkait warfarin dengan memantau nilai PT/ INR pasien. (Cohen, 1999)
15

DAFTAR PUSTAKA
Ansell, Jack., Hirsh, Jack., Poller, Leon.,Bussey, Henry., Jacobson, Alan., Hylek, Elaine. 2004. The Pharmacology and Management of the Vitamin K Antagonists: The Seventh ACCP Conference on Antithrombotic and Thrombolytic Therapy. Chest. Volume 126. p 204-233
BMJ Group. 2009. British National Formulary 57. London : RPS Publishing

Cohen, 1999. Medication Errors. Washington: American Pharmaceutical Association


16

DAFTAR PUSTAKA
Department of Health, 2011. Living With Warfarin: Information For Patients. Department of Health, Government of Western Australia Jjustad, 2010. Best Practice Guidelines: Warfarin. Rose, Anne. 2013. UWHC Guidelines for Inpatient Warfarin Management in Adults Sweetman, S.C. Eds. 2009. Martindale The Complete Drug Reference. 36th Ed. London : Pharmaceutical Press (PhP).
17

Terima Kasih
18