Anda di halaman 1dari 6

Tugas Bahasa Indonesia Ciwidey Nan Aduhay

Disusun Oleh : Dicky Antoni 46110120004 Dosen : Sri Satata Universitas Mercubuana Jakarta 2013

Apa yang terbayang di pikiran anda ketika mendengar kata Bandung ? pasti yang terbayang di kepala adalah factory outlet, tempat makanan enak-enak, ataupun tempat yang paling pas untuk menghilangkan sedikit kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Bandung merupakan ibukota provinsi Jawa Barat yang kita kenal lewat kuliner nya, tempat berbelanja nya, dan juga keasrian kota nya. Namun Bandung ternyata bukan itu saja, masih banyak ternyata keindahan alam atau tempat-tempat menarik yang bisa kita kunjungi di Bandung, seperti Ciwidey yang terletak di selatan Kabupaten Bandung.

Ciwidey merupakan sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Bandung yang berasal dari bahasa Portugis Kuno. Kata Ciwi, yang berarti buah kiwi dan Dey yang berarti hari. Saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya dalam artikel ini ketika berkunjung ke Ciwidey pada tahun 2011 lalu.

Kecamatan Ciwidey boleh dibilang tidak terlalu jauh dijangkau dari ibukota, karena kita bisa mengambil jalur tol Cipularang untuk menuju ke Bandung kota. Setelah di pintu tol Kopo kita bisa keluar dari tol, lalu kemudian mengambil ke arah selatan untuk langsung menuju Ciwidey. Perjalanan dari Bandung kota menuju Ciwidey pun tidak terlalu lama, sekitar 2 jam apabila memang kondisi jalan baik dan tidak macet. Namun yang menjadi penghalang terkadang adalah kondisi cuaca yang buruk dapat menyebabkan jalan licin dan bisa terjadi kemungkinan longsor. Karena di beberapa bagian jalan menuju Ciwidey dapat dilihat tebing-tebing yang sangat tinggi dan curam. Selain itu juga, jika musim libur tiba maka jalan menuju lokasi akan dipadati oleh kendaraan sehingga akan menimbulkan macet yang cukup menyebalkan. Badan jalan yang tidak terlalu besar pun menjadi faktor terjadinya kemacetan ini.

Saya lumayan beruntung ketika mengunjungi Ciwidey pada 2011 lalu, karena waktu itu kebetulan saya dan rekan-rekan kerja berangkat bukan saat musim libur, jadi kondisi jalan sangat lancar dan cuaca pun sangat cerah. Setibanya di Ciwidey anda bisa memilih beberapa penginapan yang ada disana. Jika anda ingin mencari informasi lebih lanjut mengenai penginapan yang ada di Ciwidey anda dapat mencari nya di internet, karena banyak sekali informasi mengenai penginapan yang ada di Ciwidey, dari yang murah meriah sampai yang

mahal sekalipun. Namun satu dari rekomendasi saya adalah penginapan yang bernama Kampoeng Strawbery.

Kampoeng Strawbery adalah sebuah penginapan yang sangat nyaman, asri, memiliki lahan parkir yang memadai, dan harganya juga boleh dibilang masih terjangkau. Ruangan yang tersedia pun disana sangat banyak dan beragam, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Kebetulan saya dan teman-teman waktu itu cukup banyak, sekitar 90 orang, jadi hampir seluruh ruangan yang ada di penginapan tersebut diisi oleh kelompok kami. Fasilitas kamar yang diberikan sangat baik, disana ada televisi, satu tempat tidur (anda bisa menambah dengan matras jika ada tambahan orang), kamar mandi yang bersih, serta ada teras yang langsung berhadapan dengan kolam ikan. Untuk memenuhi urusan perut tersedia rumah makan yang ada di kawasan penginapan. Tambahan lainnya adalah terdapat kolam renang yang lumayan besar baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Udara di daerah Ciwidey masih sangat asri dan dingin, karena lokasi tersebut terdapat di wilayah dataran tinggi dan para warga disana memang masih memelihara kebersihan dan keasrian nya. Ada beberapa lokasi wisata yang dapat anda kunjungi ketika anda berkunjung ke Ciwidey, namun anda wajib mengunjungi dua tempat yaitu Situ Patenggang dan Kawah Putih. Selain kedua tempat tadi, anda juga bisa menikmati pemandian air panas umum yang ada disana untuk sekedar relaksasi ataupun menghilangkan hawa dingin.

Situ Patenggang adalah sebuah danau atau situ yang berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1600 meter dari permukaan laut dan berada di kaki Gunung Patuha. Tidak heran anda akan meraskan hawa yang dingin ketika mengunjungi tempat ini. Jika anda menginap di Kampoeng Strawbery, untuk mencapai tempat ini tidaklah membutuhkan waktu yang lama, hanya sekitar 20 menit dari penginapan. Untuk mencapainya sendiri anda bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor (jika membawa kendaraan pribadi) atau bisa menyewa ojek yang ada disana jika tidak membawa kendaraan.

Sepanjang perjalanan menuju Situ Patenggang anda akan disuguhi oleh keindahan alam yang menyejukan mata. Pohon-pohon rindang dan hamparan kebun teh dengan daunnya yang

rapat membuat pemandangan menjadi segar dengan nuansa hijau alami. Sebelum anda tepat sampai di lokasi, anda sudah bisa melihat keindahan danau dari kendaraan anda.

Ketika anda sampai di Situ Patenggang, danau luas dan berair tenang akan menyambut kedatangan anda. Untuk anda yang membawa kendaraan pribadi, jangan khawatir karena pihak pengelola sudah menyediakan lahan parkir yang cukup sehingga kenyamanan pengunjung dapat terjaga. Disepanjang jalan menuju danau, anda dapat membeli berbagai macam cendera mata ataupun oleh-oleh untuk keluarga dirumah seperti boneka, baju, makanan (khususnya strawberry), aksesoris, hingga yang seperti saya beli waktu itu yaitu senjata-senjata tajam macam samurai, Mandau, keris atau yang lainnya. Namun jika anda ingin membeli barang-barang tersebut hendaklah dengan niat positif yaitu untuk mengoleksi nya saja, bukan dengan niat negatif.

Di tepi danau, sudah menunggu perahu-perahu dengan aneka warna yang siap mengantarkan anda berkeliling danau. Dengan modal hanya 20-25 ribu anda sudah bisa menikmati indahnya pemandangan di sekitar danau dengan perahu, yang ditambah oleh kesejukan udara disekelilingnya. Yang paling menarik dari Situ Patenggang adalah kita bisa menemukan pulau kecil yang berada tepat di tengah-tengah danau. Orang-orang sekitar menyebutnya Pulau Asmara, dan di Pualu Asmara terdapat batu yang disebut Batu Cinta. Mengapa disebut batu cinta ? tentu ada alasannya.

Menurut legenda atau mitos yang beredar di masyarakat Ciwidey, kisah batu cinta berawal dari sepasang kekasih antara seorang prabu yang bernama Ki Santeng dan titisan dewi yang bernama Rengganis. Mereka yang saling mencintai ini terpisah begitu lama, sehingga suatu saat mereka memutuskan untuk mencari pasangan masing-masing. Penantian dan kerinduan yang begiru lama akhirnya terbayar oleh pertemuan keduanya disuatu tempat di tengah-tengah danau. Oleh karena itu, hingga saat ini tempat bertemunya sepasang kekasih ini disebut Batu Cinta. Bukan hanya itu saja, mitos masyarakat juga menyebutkan bahwa apabila sepasang kekasih datang ke danau ini dan menuliskan nama mereka berdua di batu yang disebut Batu Cinta, maka mereka akan menjadi pasangan yang abadi selamanya. Tentunya anda boleh percaya

atau tidak mengenai hal ini, yang jelas tempat ini sangat cocok dan romantis untuk anda dan pasangan, baik itu kekasih, suami ataupun istri.

Tempat kedua yang wajib dikunjungi selain Situ Patenggang adalah Kawah Putih. Bagi anda yang sudah pernah menonton film Hearts yang dimainkan oleh Irwansyah dan Acha Septriasa, pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat ini. Karena di dalam film tersebut ada adegan dimana sepasang kekasih ini makan siang di pinggir kawah ditemani alunan musik (sangat romantis). Lokasi Kawah Putih bahkan lebih dekat dijangkau dari penginapan daripada Situ Patenggang (khususnya jika anda menginap di Kampoeng Strawbery). Perjalanan ke pintu utama Kawah Putih hanya memakan waktu 10 menit. Ada tiga cara untuk sampai ke lokasi utama Kawah Putih dari pintu utama. Pertama jika anda tidak membawa kendaraan pribadi, anda dapat membayar tiket masuk sebesar 15 ribu rupiah, kemudian anda akan diantarkan dengan kendaraan umum milik pengelola hingga ke tujuan. Kedua anda membawa kendaraan pribadi, namun anda tidak ingin membawanya hingga ke tujuan. Anda dapat memarkir kendaraan di pintu masuk, kemudian anda membayar tiket dan diantarkan oleh kendaraan umum milik pengelola. Ketiga adalah anda ingin membawa kendaraan pribadi anda hingga ke tujuan utama. Namun yang ketiga ini membutuhkan biaya lebih, anda harus membayar 150 ribu rupiah jika membawa mobil.

Pemandangan di sepanjang perjalanan pun tidak kalah bagusnya dengan di Situ Patenggang. Rangkaian hutan pinus dengan bau yang khas bisa kita hirup di sepanjang jalan menuju lokasi Kawah Putih. Sebelum anda memasuki lokasi, perlu diingatkan untuk mempersiapkan masker dikarenakan bau yang menyengat dari belerang yang ada di Kawah Putih. Selain itu juga anda sebenarnya tidak diperkenakan untuk berlama-lama di lokasi Kawah Putih dengan alasan kesehatan.

Setelah tiba di lokasi utama, anda akan berdecak kagum melihat keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kawah Putih sangat menakjubkan dan luar biasa indah. Banyak dari para wisatawan baik lokal maupun mancanegara mengabadikan momen-momen mereka di tempat ini lewat kamera masing-masing. Dan lagi-lagi bagi anda yang ingin membawa pasangan, tempat ini adalah salah satu rekomendasi. Karena setidaknya anda dan pasangan anda bisa

mewujudkan apa yang sebelumnya anda lihat di film. Di sekitar lokasi utama Kawah Putih anda juga bisa membeli oleh-oleh bagi sanak saudara di rumah. Rumah makan pun juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan perut. Namun uang sedikit menyedihkan dari tempat ini adalah buruknya toilet atau WC yang ada di Kawah Putih. Toilet yang disediakan hanya satu, jadi kita harus mengantri jika ingin buang air kecil ataupun besar. Selain itu kualitas airnya pun tidak baik.

Dari dua tempat utama di atas maka kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya Bandung bukan hanya soal Gedung Sate, Factory Outlet, ataupun tempat-tempat gaul. Bandung juga masih menyimpan wisata alam yang sangat indah untuk dijelajahi. Terutama bagi anda yang tinggal di Ibukota, tempat wisata Ciwidey merupakan tempat wisata yang sangat direkomendasikan. Selain karena jaraknya yang tidak terlalu jauh, namun tempat ini juga bisa menjadi tempat alternatif selain Puncak untuk sekadar menghilangkan kepenatan dari rutinitas keseharian, ataupun sebagai tempat untuk berduan dengan pasangan.