Anda di halaman 1dari 20

Bab III Landasan Teori

III.1 Metode Resistivitas Metoda resistivitas adalah salah satu metode eksplorasi geofisika yang memanfaatkan sifat resistivitas media untuk mempelajari keadaan bawah permukaan. Prinsip sederhananya, arus dialirkan/diinjeksikan ke dalam bumi melalui sepasang elektroda arus dan responnya diterima berupa beda potensial pada sepasang elektroda potensialnya. Dari respon ini, kemudian dapat dipelajari sifat kelistrikan media di bawah permukaan, sehingga memungkinkan dilakukan interpretasi geologi untuk membuat model geologi bawah permukaan berdasarkan sifat kelistrikan tersebut (Parasnis, 1 !"#. III.1.1 Konsep Dasar Kelistrikan $ntuk kasus suatu elektroda arus tunggal di permukaan medium setengah tak berhingga (%ambar &&&.1#, besar potensial V di suatu titik sejauh r dari pusat arus dinyatakan sebagai V ' I( )*r

(1#

dimana I adalah arus listrik yang menembus bola berongga dan ( adalah resistivitas medium.

%ambar &&&.1. Pola aliran arus listrik yang dipan+arkan dan distribusi potensial yang dihasilkan oleh elektroda arus tunggal di permukaan medium setengah tak berhingga (,oke, )--.#

11

/edangkan untuk kasus arus ganda, %ambar &&&.) menunjukkan potensial oleh elektroda arus ganda yang diinjeksikan di atas permukaan medium setengah tak berhingga. Dari ,ampiran ", ditunjukkan beda potensial antara P1 dan P2 sebagai I( 11 1 1 1 1 11 0V ' 1 2 r) 1 2 r. 1 1 ()# )* 11 1 1 r1 r" dimana r1 dan r2 berturut3turut adalah jarak suatu titik dari elektroda arus C1 dan C2, r3 dan r4 berturut3turut adalah jarak suatu titik dari elektroda arus C3 dan C4. Persamaan ()# dapat dinyatakan juga dalam bentuk resistivitas dan disederhanakan sebagai 0V ( ' k I ("# Dengan R ' 0V I , maka persamaan ("# dapat dituliskan sebagai ( ' kR (.# )* dimana k ' adalah faktor geometri yang bergantung pada 1 2 121 2 1 1 1 1 1 r " r. 1 r) r1 susunan keempat elektrodanya.

%ambar &&&.). Pola aliran arus listrik yang dipan+arkan dan distribusi potensial yang dihasilkan oleh elektroda arus ganda di permukaan medium setengah tak berhingga (,oke and 4arker, 1 !#

1)

Dalam eksplorasi geolistrik, untuk mengukur resistivitas di lapangan digunakan persamaan (.#, yang diturunkan dari arus listrik pada medium homogen setengah tak berhingga. 5sumsi bahwa bumi dianggap medium setengah tak berhingga karena jarak elektroda jauh lebih ke+il daripada jari3jari bumi. 6amun karena sifat bumi yang pada umumnya berlapis (terutama di dekat permukaan#, maka asumsi bahwa mediumnya homogen adalah tidak terpenuhi. /ehingga nilai resistivitas ( yang terhitung dengan persamaan (.# bukan merupakan resistivitas yang sebenarnya, tetapi suatu nilai 7semu8 atau apparent resistivity ((a#, yang merupakan resistivitas dari medium homogen, yang mana akan memberikan nilai resistansi yang sama untuk susunan elektroda yang sama. $ntuk menentukan resistivitas bawah permukaan sebenarnya dari nilai resistivitas semu, maka penentuan dengan menggunakan metode3metode inversi umumnya dilakukan. III.1.2 Konfigurasi lektro!a "#$lu%berger $ntuk konfigurasi /+hlumberger (%ambar &&&."# dimana r1 ' r. ' L & b dan r) ' r" ' L ' b, maka persamaan ()# menjadi 0V ' atau
I
a

1 1

(9#

)b L b

( a '

(!# 1
V) b

(L

1 1 I 1

%ambar &&&.". :onfigurasi elektroda /+humberger yang digunakan dalam survei resistivitas (;obinson and <oruh, 1 ==#

1"

$ntuk kasus khusus dari %ambar &&&.", jika jarak 5M ' 64 ' )a dan jarak M6 ' a, atau r1 ' r. ' na dan r) ' r" ' (n'1)a, maka persamaan (9# dan (!# menjadi I(a 1 11 0 V ' * 1 n ( n > 11 (?# #a atau a = n ( n + 1# a V 1 I 1 1 (=#

III.1.3 *eknik Pengukuran &&&.1.".1 Resistivity "oun!ing Resistivity soun!ing adalah metode pengukuran resistivitas yang bertujuan untuk mendapatkan informasi konduktivitas medium pada arah vertikal (model bumi berlapis#. Model pengukuran ini menganggap bahwa medium memiliki sifat homogen se+ara lateral. Pengukuran resistivity soun!ing dilakukan dengan pengukuran berulang3ulang menggunakan jarak elektroda ke+il sampai besar dengan pusat titik duga yang tetap untuk sekali sounding. :edalaman penetrasi adalah fungsi dari jarak elektroda (54/)#, yang berarti makin besar jarak elektroda, makin dalam penetrasi yang dihasilkan.

&&&.1.".) Resistivity Profiling Resistivity Profiling atau resistivity %apping adalah metode pengukuran yang bertujuan untuk mendapatkan informasi konduktivitas medium dalam arah mendatar (variasi lateral#. Pengukuran dilakukan setelah diperoleh informasi umum perlapisan data sounding, kemudian ingin diketahui variasi lateralnya. @idak seperti data soun!ing, pengukuran dengan profiling hanya dilakukan untuk lapisan tertentu yang dianggap penting. Aasilnya berupa penampang atau peta beberapa titik (untuk lapisan tertentu# dan kemudian dibuatkan konturnya. :ontur ini menggambarkan anomali/keheterogenan se+ara lateral pada lapisan tertentu.

1.

&&&.1."." Resistivity I%aging Resistivity i%aging merupakan gabungan dari metoda resistivity soun!ing dan resistivity profiling yang akan menghasilkan penampang resistivitas pada arah lateral maupun vertikal (penampang )D#. III.1.4 +eto!e Inversi Pada prinsipnya, inversi data resistivitas berfungsi untuk menentukan resistivitas dan ketebalan lapisan3lapisan yang berbeda dari kurva apparent resistivity melalui fungsi kernel, sebagai (Dimri, 1 )#B (a(,# C K(D# C ((,$# ( #

dimana (a(,# adalah kurva apparent resistivity yang bertindak sebagai fungsi input, K(D# adalah fungsi kernel yang dapat ditentukan menggunakan -lat$e or Pekeris re#ursive %et$o!s (,ampiran ., masing3masing, persamaan .3" dan .3.#, dan ((,$# adalah masing3masing resistivitas dan ketebalan lapisan yang merupakan output dari proses inversi. Proses inversi diawali dari suatu model perkiraan seputar resistivitas dan ketebalan lapisan3lapisan yang berbeda diasumsikan dan model teoritik dihitung. Aasil3hasil perhitungan kemudian dibandingkan dengan data observasi hingga perbedaan antara kedua data tersebut minimum. Pada metode ini, perbandingan dilakukan dalam dua domain, yaitu (1# domain apparent resistivity dan ()# domain transfer resistivitas. Pada pendekatan pertama, nilai apparent resistivity dihitung untuk model perkiraan dan kemudian dibandingkan dengan pengukuran lapangan, dimana kurva3kurva apparent resistivity dihasilkan dengan menggunakan filter linier. /edangkan pada pendekatan kedua, dihasilkan nilai sampel transformasi resistivitas dari nilai3nilai apparent resistivity dan kemudian dibandingkan dengan nilai3nilai transformasi resistivitas dari parameter3parameter model (lihat ,ampiran .#.

19

%ambar &&&.. /kema inversi pada resistivity soun!ing %ambar &&&.. menunjukkan skema invesi 1D pada resistivity soun!ing, menggunakan prinsip3prinsip inversi data resistivitas. /e+ara umum, inversi 1D dimulai dengan memberikan harga3harga resistivitas dan ketebalan/kedalaman lapisan yang kira3kira sesuai dengan data lapangan sebagai model awal. Dari data model awal ini dilakukan perhitungan untuk memperoleh harga resistivitas semu teoritis yang selanjutnya di+o+okkan dengan resistivitas semu hasil pengukuran. Eika kedua resistivitas tersebut masih menunjukkan tingkat kesalahan yang besar, maka dilakukan iterasi dengan mengubah model awalnya. /edangkan metode inversi )3D digunakan untuk menghasilkan penampang3 penampang bawah permukaan true resistivity se+ara vertikal maupun lateral (penampang )D#. &nversi )D +ukup panjang dan rumit, sehingga diperlukan bantuan program komputer, dalam hal ini dengan menggunakan program ;F/)D&6G. Hormulasi inversi !efault s%oot$ness&#onstraine! yang digunakan dalam program ;F/)D&6G, diberikan oleh (,oke, )--.#B (J@J > DF#0q ' J@g (1-#

dimana J adalah matriks Ea+obian, D adalah !a%ping fa#tor, 0q adalah vektor perubahan parameter model, dan g adalah !is#repan#y ve#torI serta F ' J,C,@C, > 1!

JyCy@Cy > J.C.@C., dimana C,, Cy dan C. adalah matriks3matriks s%oot$ing, masing3masing, pada arah ,, y dan .I dan J,, Jy dan J. adalah pemberat3pemberat relatif yang diberikan pada filter3filter s%oot$ness, masing3masing, pada arah ,, y dan .. Persamaan (1-# membatasi perubahan pada nilai3nilai resistivitas model, 0q, untuk s%oot$, tetapi tidak menjamin perubahannya dalam +ara yang s%oot$. $ntuk mengatasi problem di atas, persamaan (1-# dapat dimodifikasi untuk meminimalisir variasi3variasi spasial pada parameter3parameter model, menjadi (J@J > DF#0q ' J@g 3 DFq (11#

dimana q adalah nilai3nilai resistivitas model. Persamaan (11# merupakan persamaan inversi untuk metode s%oot$ness&#onstraine! least s/uares KFllis and Lldenburg 1 .a (,oke, )--.#M. Metode ini akan +enderung menghasilkan suatu model dengan variasi3variasi nilai resistivitas yang s%oot$, dimana hanya dapat diterima jika variasi3variasi tersebut dalam +ara yang s%oot$ dan gradasional. 6amun pada beberapa kasus, geologi bawah permukaan terdiri dari sejumlah region yang se+ara internal hampir homogen dengan batas3batas yang tajam (s$arp boun!aries# antara region3region yang berbeda. $ntuk kasus sema+am ini, persamaan (11# dapat dimodifikasi menjadi (J@J > DF#0q ' J@ Rd g 3 DF; q dengan F; ' J,C,@ RmC, > JyCy@ RmCy > J.C.@ RmC. dimana Rd dan Rm adalah matriks3matriks pemberat. Persamaan (1)# merupakan persamaan inversi untuk metode s%oot$ness&#onstraine! opti%i.ation atau robust inversion (,oke, )--.#. %ambar &&&.9 menunjukkan +ontoh model sesar sintetik yang terdiri dari empat blok resistivitas, masing3masing, 1- Nm, ") Nm, !. Nm dan 1-- Nm, yang dibuat dengan menggunakan program ;F/)DMLD. Model sintetik ini kemudian dilakukan inversi dengan menggunakan program ;F/)D&6G. Dari hasil inversi menggunakan soft0are ;F/)D&6G pada %ambar &&&.9, terlihat bahwa metode robust inversion memberikan hasil yang lebih baik dalam menggambarkan model resistivitas sintetik dibandingkan dengan metode least s/uare inversion. (1)#

1?

%ambar &&&.9 Perbandingan hasil inversi i%aging )3D dengan menggunakan konfigurasi /+hlumberger, (a# model sesar sintentik dari empat blok resistivitas, (b# metode least&s/uares inversion, dan (+# metode robust inversion III.1.1 "ifat Kelistrikan +aterial 2u%i :isaran harga resistivitas dari beberapa batuan umum, tanah dan mineral ditunjukkan pada @abel &&&.1. 4atuan3batuan beku dan metamorf se+ara :has memiliki harga3harga resistivitas yang tinggi. ;esistivitas pada batuan3batuan ini bergantung pada derajat rekahan dan persentase rekahan yang terisi dengan air tanah. Eenis batuan ini dapat memiliki rentang resistivitas yang besar, dari sekitar 1--- Nm hingga 1- juta Nm, tergantung pada apakah ini kering atau basah. 4atuan3batuan sedimen, yang mana biasanya lebih OporousP dan mempunyai kandungan air yang tinggi, umumnya memiliki harga resistivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan batuan beku dan metamorf. Aarga resistivitas batuan3batuan sedimen berkisar antara 1-31-.--- Nm yang sangat bergantung pada porositas batuan dan salinitas air yang dikandung.

1=

@abel &&&.1. :isaran harga resistivitas berbagai batuan, tanah dan mineral

(:eller Q Hris+hkne+ht, 1 !!I @elford et al., 1 -# 4atuan3batuan tak terkonsolidasi pada umumnya memiliki harga resistivitas yang lebih rendah dari pada batuan3batuan sedimen, dengan harga resistivitas sekitar 1Nm hingga 1.--- Nm, yang mana tergantung pada porositasnya (diasumsikan seluruh pori tersaturasi#. @anah lempungan pada umumnya memiliki harga resistivitas yang lebih rendah daripada tanah pasiran, tergantung pada faktor3 faktor seperti porositas, derajat saturasi air dan konsentrasi garam3garam terlarutnya. Aarga resistivitas air tanah bervariasi dari 1- Nm sampai 1-- Nm, tergantung pada konsentrasi garam3garam terlarutnya. 5ir laut memiliki resistivitas lebih rendah (sekitar -,) Nm# akibat kandungan garam yang relatif tinggi. Aal ini membuat metode resistivitas menjadi teknik yang ideal untuk memetakan interfa#e antara air tawar dan air asin di daerah pesisir (,oke, )--.#.

III.2 Hidrogeologi III.2.1 "iklus 3i!rologi !an 4liran 4ir *ana$ &&&.).1.1 /iklus Aidrologi 5ir tanah (groun!0ater# adalah air di bawah permukaan yang termasuk dalam Rona jenuh air (saturate! .one#. /iklus air tanah erat hubungannya dengan siklus air meteorik yang merupakan bagian dari siklus hidrologi (%ambar &&&.!#.

$ttp566000.lablink.or.i!6 nv63i!ro6airpol.$t% %ambar &&&.! %ambaran skematik siklus hidrologi Proses3proses utama yang terjadi dalam siklus hidrologi meliputi proses evaporasi, evapotranspirasi dan presipitasi. Proses evaporasi adalah proses penguapan air ke atmosfir dari tubuh3tubuh air yang ada di bumi baik dari laut, sungai, atau danau. Fvapotranspirasi adalah gabungan dari proses evaporasi dan proses transpirasi (proses penguapan air yang terkandung dalam tanah yaitu soil %oisture dari Rona perakaran dan aktivitas vegetasi#. /edangkan presipitasi (hujan# merupakan proses yang mengembalikan air dari atmosfir ke daratan dan lautan. /ebagian air hujan tertampung di danau/rawa, sebagian mengalir ke darat membentuk aliran permukaan dan sebagian lagi terserap (infiltrasi/perkolasi# di daerah imbuhan (re#$arge .one# untuk menjadi air tanah.

)-

&&&.).1.) Prinsip3Prinsip 5liran 5ir @anah /e+ara prinsip, air akan mengalir dari elevasi tinggi menuju ke elevasi rendah, dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, dan dari $ea! tinggi ke $ea! rendah. :etika air bergerak dengan ke+epatan v, maka total $ea! dapat didefinisikan dengan menggunakan persamaan 4ernoulli, sebagai jumlah dari velo#ity $ea!, elevation $ea! dan pressure $ea!, yaitu $ ' v) )g (g dimana $ adalah total $ea! atau $y!rauli# $ea! (m#, v adalah ke+epatan aliran fluida (m/s#, . adalah elevasi pusat gravitasi fluida di atas elevasi referensi (m#, P adalah tekanan fluida (Pa atau 6/m)#, ( adalah densitas fluida (kg/m"# dan g adalah per+epatan gravitasi bumi (m/s)#. Persamaan (1"# berlaku untuk aliran tetap dari fluida inkompresibel tanpa gesekan (non&vis#ous#. :arena ke+epatan air tanah yang mengalir dalam medium berpori di bawah gradien3gradien hidraulik natural adalah sangat lambat, maka komponen pertama pada ruas kanan persamaan (1"# dapat diabaikan, sehingga total $ea! pada persamaan (1"# menjadi $ ' . >P (1.# (g 7 = K4 /elanjutnya, Aukum Dar+y merelasikan hubungan antara gradien hidraulik (!$6!l# dengan !is#$arge (7# sebagai 1 !$ 1 1 !l 1 (19# dimana K adalah hidraulik atau disebut juga koefisien permeabilitas / konduktivitas = K dan 4 adalah luas penampang. Persamaan (19# juga dapat dinyatakan sebagai 1 !$ 1 1 !l 1 (1!# dimana / ' 7/4 adalah spe#ifi# !is#$arge atau Dar#y flu,. 4erdasarkan persamaan (1!# ditunjukkan bahwa laju aliran air tanah dalam akuifer sangat tergantung pada besarnya konduktivitas hidraulik dan gradien hidrauliknya. > . > P (1"#

)1

III.2.2 4kuifer !an -eno%ena Intrusi 4ir Laut &&&.).).1 5kuifer 5Suifer adalah suatu formasi geologi yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan dan meloloskan air dalam jumlah yang berarti. /e+ara hidrodinamik, ada tiga tipe aSuifer, yaituB 1. 5kuifer tertekan (#onfine! a/uifer#, yaitu aSuifer yang bagian atas dan bawahnya dibatasi oleh lapisan yang relatif impermiabel, yang dapat bersifat a/uifug atau a/ui#lu!. 4/uifug adalah lapisan impermiabel yang tidak mampu menyimpan dan meneruskan air, misalnya batuan kristalin metamorf kompak. /edangkan a/ui#lu! adalah lapisan yang mampu menyimpan air, tetapi tidak dapat mengalirkannya dalam jumlah yang berarti, misalnya lempung, lanau, tuff halus. ). 5kuifer bebas (8n#onfine! a/uifer#, yaitu a/uifer yang bagian atasnya dibatasi oleh lapisan permiabel dan muka air tanah, sedangkan bagian bawahnya dibatasi oleh suatu lapisan impermiabel. ". 5kuifer bo+or ("e%i #onfine! a/uifer#, yaitu aSuifer yang dibatasi oleh lapisan semipermiabel (a/uitar!# di bagian atasnya dan lapisan impermiabel di bagian bawahnya. 4/uitar! adalah lapisan batuan yang sedikit lolos air dan tidak mampu melepaskan air pada arah mendatar, namun mampu melepaskannya kearah vertikal, misalnya lempung pasiran.

%ambar &&&.? Penampang geologi yang menggambarkan aSuifer bebas dan tertekan, sumur artesian serta permukaan pieRometrik (,udman Q 6i+holas, 1 =)# ))

:emampuan suatu batuan untuk mentransmisikan air sangat ditentukan oleh porositas dan permeabilitasnya. Menurut Aeath (1 ="#, sistem bukaan (porositas# batuan dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu (1# sistem bukaan primer (pri%ary openings# dan ()# sistem bukaan sekunder (se#on!ary openings# (%ambar &&&.?#. /istem bukaan primer terbentuk bersamaan dengan terbentuknya batuan, sedangkan sistem bukaan sekunder terbentuk setelah terbentuknya batuan, terutama akibat proses deformasi batuan yang menyebabkan terjadinya struktur lipatan dan sesar yang pada akhirnya dapat membentuk rekahan dalam batuan.

%ambar &&&.= /istem bukaan (porositas# pada batuan (Aeath, 1 ="# /edangkan permeabilitas adalah besaran kemampuan batuan untuk meloloskan fluida, mengikuti Aukum Dar+y. 4atuan yang mempunyai porositas tinggi belum tentu permeabilitasnya juga tinggi. 5gar batuan memiliki permeabilitas yang tinggi, maka pori3pori atau rongga antar butirnya harus saling berhubungan. &&&.).).) Henomena &ntrusi 5ir ,aut di Daerah Pesisir &ntrusi air laut merupakan fenomena yang sering terjadi pada akuifer3akuifer pesisir. /e+ara umum, fenomena ini dapat terjadi ketika muka air tanah pada akuifer air tawar lebih rendah daripada permukaan laut rata3rata, sehingga air laut akan mendesak air tawar kearah darat. 6amun, jika muka air tanah masih lebih tinggi daripada permukaan laut rata3rata, maka air tawar akan mendesak air laut.

)"

/e+ara analitik, hubungan keseimbangan air tawar dan air asin pada medium berpori dapat diilustrasikan dengan tabung3$ (%ambar &&&. #, sebagaimana dijelaskan oleh prinsip %hyben3AerRberg.

%ambar &&&. :eseimbangan hidrostatik antara air tawar dan air asin dalam tabung3$ berdasarkan prinsip %hyben3AerRberg (@odd, 1 =-# @ekanan yang diberikan pada setiap sisi tabung adalah ( s g3 ' ( f g(3 > $# (1?# Persamaan (1?# kemudian dapat dituliskan sebagai (f 3 '( s 2 ( $ (1=# f Dengan mengasumsikan bahwa akuifer pesisir adalah homogen dan berlaku kesetimbangan hidrostatik, maka hubungan antara air tawar dan air asin berdasarkan prinsip %hyben3AerRberg dapat dijelaskan seperti %ambar &&&.1-. Eika diambil nilai densitas air tawar, (f ' 1.--- kg/m" dan densitas air asin, (s ' 1.-)9 kg/m", maka persamaan (1=# menjadi 3 ' .-$ (1 #

dimana $ adalah ketebalan air tawar di atas permukaan laut dan 3 adalah ketebalan interfa#e air tawar di bawah permukaan laut. Persamaan (1 # mengindikasikan bahwa suatu penurunan ke+il pada nilai $ akan berpengaruh besar terhadap penurunan nilai 3. 4erdasarkan prinsip %hyben3AerRberg pada medium berpori (%ambar &&&.1-#, intrusi air laut dapat terjadi ketika posisi permukaan laut lebih tinggi daripada muka air tanah. Aal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain eksploitasi air tanah yang berlebihan, kurangnya infiltrasi pada Rona imbuhan dan

).

%ambar &&&.1- Aubungan air asin dan air tawar pada akuifer pesisir berdasarkan prinsip %hyben3AerRberg (@odd, 1 =-# naiknya permukaan laut akibat efek pasang surut. :etika intrusi terjadi, dan karena densitas air tawar lebih ke+il daripada air asin, maka air asin pada akuifer air laut akan mendesak air tanah pada akuifer air tawar. Tona air tawar dan Rona air asin dalam akuifer pesisir dipisahkan oleh suatu Rona transisi atau Rona difusi yang di dalamnya terjadi per+ampuran antara air tawar dan air asin (%ambar &&&.11#. Per+ampuran ini, menurut 4arlow ()--"# akibat adanya gaya3gaya dinamik yang berkerja pada kedua Rona (Rona air tawar dan Rona air asin#.

%ambar &&&.11 /irkulasi air tanah OtawarP dan OasinP di Rona transisi pada akuifer pesisir (4arlow, )--"# )9

/e+ara numerik, fenomena intrusi air laut dapat dijelaskan dengan menggunakan persamaan umum aliran fluida dalam volume kontrol atau Representative le%entary Volu%e (R V) (%ambar &&&.1)#. Dari penurunan rumus pada ,ampiran 9, dihasilkan persamaan umum yang dinyatakan sebagai r/ ) + /s = "P UP U( UC ( Ut > V UC Ut ()-# dimana adalah operator gradien, adalah densitas fluida, r / adalah vekto
r

spe#ifi# !is#$arge, ( adalah densitas air dari sumber yang masuk dan yang keluar, /s adalah laju aliran volumetrik per satuan volume aSuifer yang merepresentasikan sumber aliran, V adalah porositas, P adalah tekanan fluida, C adalah konsentrasi larutan, "P adalah spe#ifi# storage dalam bentuk tekanan, dan t adalah waktu. ;uas kiri persamaan ()-# merupakan jumlah fluks massa yang melewati bidang ;FG dan laju massa yang masuk atau yang keluar ;FG. /edangkan bentuk pertama pada ruas kanan persamaan ()-# adalah laju akumulasi massa fluida akibat perubahan tekanan pori fluida, dan bentuk keduanya adalah laju akumulasi massa fluida akibat perubahan konsentrasi larutan. Persamaan ()-# adalah bentuk umum dari persamaan diferensial untuk aliran air tanah variably&!ensity dalam medium berpori. Dengan demikian, laju aliran air tanah dengan densitas berubah3ubah dalam suatu medium, dikontrol oleh perubahan pori fluida dan perubahan konsentrasi larutan.

%ambar &&&.1) :onsep dasar aliran massa fluida per satuan volume (Representative le%entary Volu%e) dalam media berpori (%uo Q ,angevin, )--)#

)!

III.2.3 Da%pak Intrusi 4ir Laut ter$a!ap Kualitas 4ir *ana$ &ntrusi air laut yang masuk ke dalam akuifer air tawar, akan berpengaruh pada penurunan kualitas air tanah. /eberapa besar dampak yang ditimbulkan, tergantung pada besarnya konsentrasi garam3garam terlarut yang dikandung. $ntuk mengetahui perubahan kualitas air tanah akibat intrusi air laut di daerah pesisir, dapat dilakukan dengan mengukur dan/atau menghitung parameter3 parameter fisika3kimia dari sampel3sampel air sumur atau mata air, antara lain meliputi B (1# *otal Dissolve! "oli!s (@D/#, ()# Daya hantar listrik (DA,#, ("# pA dan (.# salinitas. 1# *otal Dissolve! "oli!s (@D/#I adalah jumlah total garam3garam terlarut dalam air, yang biasanya dinyatakan dalam mg/, atau ppm. :lasifikasi air berdasarkan kandungan garam3garam terlarut ditunjukkan pada @abel &&&.). @abel &&&.) :lasifikasi air berdasarkan nilai *otal Dissolve! "oli!s (@D/# (Hetter, 1 .#

)# Daya hantar listrik (DA,# atau disebut juga ele#tri#al #on!u#tivity ( C)I adalah mengukur kemampuan air untuk menghantarkan arus listrik. DA, bergantung pada banyaknya ion3ion atau partikel3partikel bermuatan dalam air. /e+ara umum ketika @D/ dalam air meningkat, maka nilai DA, juga akan meningkat. DA, biasanya dinyatakan dalam satuan (9//+m#. "# pAI merepresentasikan derajat keasamanan atau alkalinitas suatu larutan. 6ilai pA W ? berarti larutan bersifat asam, pA ' ? bersifat netral dan pA X ? bersifat basa (alkalin#. Eika terdapat kelebihan ion3ion hidrogen (A>#, maka larutan bersifat asam, dan sebaliknya jika ion3ion hidroksil (LA3# yang lebih, maka larutan tersebut dikatakan bersifat basa (alkalin#. $ntuk tujuan air minum, rentang batas pA air yang diiRinkan menurut ketentuan YAL (,aluraj et al., )--9# adalah !,93=,9. .# /alinitasI adalah kuantitas total dari garam3garam terlarut dalam suatu tubuh air. :adar salinitas dinyatakan dalam satuan (Z#.

)?