Anda di halaman 1dari 150

1

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala










Laporan Fencana InI merupakan tahap akhIr darI proses penyusunan EvaluasI dan
FevIsI Fencana Tata Fuang WIlayah Kabupaten 8arIto Kuala yang dIlaksanakan pada Tahun
Anggaran 2002/200J dengan kerjasama antara Konsultan C7. Cambar Konsultan dengan
PemerIntah 0aerah Kabupaten 8arIto Kuala.
|aterI Fencana yang dIrumuskan dalam laporan InI merupakan penyempurnaan darI
laporan Fancangan Fencana, setelah sebelumnya dIlakukan pembahasan dalam forum
dIskusI dengan tIm teknIs, semInar dengan InstansI terkaIt dan tokoh masyarakat/0PF0.
0engan demIkIan 8uku Fencana Tata Fuang WIlayah Kabupaten 8arIto Kuala Tahun
2002\2012 InI sebagaI penggantI darI FTFW Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 19912001 yang
dIsusun pada tahun 1991/1992.
0engan demIkIan 8uku Fencana Tata Fuang WIlayah Kabupaten 8arIto Kuala 2002
2012 InI dIgunakan sebagaI pedoman bagI PemerIntah 0aerah dalam perencanaan,
pelaksanaan dan pengendalIan pembangunan dI daerah, khususnya dalam
mengoperasIonalkan rencana pemanfaatan ruang yang telah dIsusun untuk membentuk
wajah ruang wIlayah yang teratur, aman, tertIb, serasI dan berwawasan lIngkungan.
Kepada semua pIhak yang telah membantu dalam penyusunan Laporan Fencana InI,
baIk dalam pemberIan InformasI/data, krItIk, saran dan koreksInya dalam perbaIkan buku
InI dIucapkan terIma kasIh.

harabahan, haret 2003


PemerIntah Kabupaten
8arIto Kuala








KATA PENGANTAR



2
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala








Halaman
Kata Pengantar I
0aftar stIlah IIIII
0aftar sI IvvII
0aftar Tabel
0aftar Peta

8A8 PEN0AHULUAN
1.1. Latar 8elakang
1.2. |aksud dan Tujuan
1.J. PengertIan
1.4. Fuang LIngkup Pekerjaan
1.4.1. Fuang LIngkup
WIlayah Perencanaan
1.4.2. Fuang LIngkup
Fencana
1.5. SIstematIka Pembahasan
1
1
1


2

J
4

8A8 KNEFJA FENCANA TATA FUANC WLAYAH KA8UPATEN 8AFTD KUALA
TAHUN 1991

2.1. Kesahan FTFWK Kabupaten 8arIto Kuala
2.1.1. Kelengkapan dan Keabsahan 0ata
2.1.2. |etode dan AnalIsa
2.1.J. Perumusan Konsep dan StrategI Pemanfaatan Fuang
2.1.4. Produk Fencana Tata Fuang WIlayah
2.1.5. Prosedur Penyusunan FTFW
2.1.6. KesImpulan AkhIr
2.2. Perubahan Faktor Eksternal
2.2.1. Peraturan dan Fujukan 8aru
2.2.2. KebIjaksanaan Pembangunan
2.2.J. Perubahan 0InamIs AkIbat KebIjaksanaan dan Pertumbuhan
2.2.4. KesImpulan AkhIr
2.J. PenyImpangan FTFW
2.J.1. SImpangan 0alam Pemanfaatan Fuang
2.J.2. SImpangan 0alam PengendalIan Pemanfaatan FTFW
2.J.J. KesImpulan AkhIr
2.4. TIpologI EvaluasI

1
1
2
4
4
5
6
6
6
7
7
8

8
9
9
9

8A8 KAFAKTEFSTK WLAYAH KA8UPATEN 8AFTD KUALA
J.1. FIsIk 0asar
J.1.1.KetInggIan
J.1.2.JenIs Tanah
J.1.J.Kemampuan Tanah
J.1.4. KlImatologI
J.1.5.HIdrologI
J.1.6.8ahan CalIan dan Tambang
1
1
1
1
4
4
6
DAFTAR ISI

3
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



J.1.7.WIlayah Peka 8encana Alam dan WIlayah KrItIs
J.1.8.Penggunaan Lahan
J.2. Perkembangan FungsI Kawasan
J.2.1.Pola Perkembangan Kawasan PermukIman
J.2.2.Pola Perkembangan Kawasan PertanIan
J.2.J.Pola Perkembangan Kawasan PerIkanan
J.2.4.Pola Perkembangan Kawasan Peternakan
J.2.5.Pola Perkembangan Kawasan ndustrI
J.2.6.Pola Perkembangan Kawasan Hutan
J.2.7.Pola Perkembangan Kawasan ParIwIsata
J.2.8.Pola Perkembangan Kawasan Pertambangan
J.2.9.Pola Perkembangan Kawasan 0esa TertInggal
J.J. Kependudukan dan SosIal
J.J.1.Jumlah dan Perkembangan Penduduk
J.J.2.Kepadatan Penduduk
J.J.J.Ketenagakerjaan
J.J.4.KarakterIstIk SosIal
J.4. PerekonomIan WIlayah
J.5. SIstem TransportasI WIlayah
J.5.1.SIstem TransportasI 0arat
J.5.2.SIstem TransportasI SungaI
J.6. FasIlItas
J.6.1.PendIdIkan
J.6.2.Kesehatan
J.6.J.Perdagangan dan Jasa
J.6.4.PerIbadatan
J.6.5.FekreasI dan Dlahraga
J.7. UtIlItas
J.7.1.JarIngan AIr |Inum
J.7.2.JarIngan LIstrIk
J.7.J.JarIngan TelekomunIkasI
J.7.4.rIgasI
J.8. Kelembagaan 0aerah

6
6
7
7
7
12
1J
14
15
16
16
17
17
17
18
19
19
22
24
24
25
26
26
26
27
27
28
29
29
J0
J0
J1
J1
8A8 7 KE8JAKAN PE|8ANCUNAN 0AN PENATAAN FUANC
4.1. KebIjaksanaan Fencana Tata Fuang PropInsI KalImantan Selatan
4.2. Fencana Umum Tata Fuang Kawasan Perkotaan 8anjarmaskuala
4.J. Fencana Pengembangan Kawasan Perkotaan 8anjarmasIn Faya
(Creater)
4.4. KebIjaksanaan Pembangunan Kabupaten 8arIto Kuala

71
78

716
718
8A8 7 KDNSEP 0AN STFATEC PENCE|8ANCAN WLAYAH
5.1. Konsep dan StrategI Pengembangan Struktur Tata Fuang WIlayah
5.2. Konsep dan StrategI Penataan Kawasan LIndung
5.J. Konsep dan StrategI Pengembangan Kawasan 8udIdaya
5.4. Konsep dan StrategI Pengembangan WIlayah PrIorItas
5.5. Konsep dan StrategI Pengembangan EkonomI
5.6. Konsep dan StrategI Pemenuhan Kebutuhan 0asar

71
74
76
77
77
71J
8A8 7 FENCANA TATA FUANC WLAYAH KA8UPATEN 8AFTD KUALA
6.1. Fencana Penetapan Kawasan LIndung 71
4
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



6.1.1.Kawasan Cagar Alam
a. Fencana Pengembangan Kawasan 8udIdaya
6.2.1.Kawasan PermukIman
6.2.2.Kawasan PertanIan
6.2.J.Kawasan PerIkanan
6.2.4.Kawasan Tanaman Tahunan/Perkebunan
6.2.5.Kawasan Peternakan
6.2.6.Kawasan ParIwIsata
6.2.7.Kawasan ndustrI
6.2.8.Kawasan Hutan
6.2. Fencana Penetapan Pusat-Pusat PermukIman
6.J.1.HIrarkI KotaKota
6.J.2.FungsI KotaKota
6.J.J.KebIjaksanaan Pengembangan
I. Fencana Kependudukan
1. Fencana Pengembangan WIlayah PrIorItas
a. Fencana Pengembangan SIstem TransportasI
6.6.1.TransportasI Jalan Faya
6.6.2.TransportasI SungaI
I. Fencana PenyedIaan FasIlItas
6.7.1.Perumahan
6.7.2.FasIlItas PendIdIkan
6.7.J.FasIlItas Kesehatan
6.7.4.FasIlItas PerIbadatan
6.7.5.FasIlItas Pelayanan Umum
6.7.6.FasIlItas Fuang Terbuka HIjau dan Dlahraga
6.7.7.FasIlItas Perdagangan dan Jasa
1. Fencana Pengembangan SIstem UtIlItas
6.8.1.KelIstrIkan
6.8.2.TelekomunIkasI
6.8.J.AIr 8ersIh
6.8.4.0raInase
6.8.5.Persampahan
6.8.6.JarIngan rIgasI
72
74
74
75
76
77
77
78
79
79
710
710
71J
714
716
716
719
719
721
721
72J
72J
724
724
724
725
725
725
725
726
726
727
727
727

8A8 7 KETENTUAN PE|ANFAATAN FUANC
7.1. ndIkasI Program
7.2. JenIs Program
7.J. PrIorItas Program
7.4. LokasI Program
7.5. Sumber PembIayaan
7.6. Penanggung Jawab
7.7. Pedoman Umum Penetapan Pemanfaatan Fuang
7.8. Pengembangan SIstem nsentIf dan 0IsInsentIf

71
71
72
7J
74
75
710
710
8A8 7 KETENTUAN PENCEN0ALAN PE|ANFAATAN FUANC
a. Pemanfaatan Fuang
8.2. Pemantauan dan PengendalIan Pemanfaatan Fuang
8.J. KegIatan Pengawasan
8.4. KegIatan PenertIban
8.5. PembIayaan Pelaksanaan dan PengendalIan Pemanfaatan Fuang
71
71
72
7J
75
5
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala




8A8 X P E N U T U P
9.1. Ketentuan Fencana Tata Fuang 0I Kawasan Perkotaan, Perdesaan
dan Kawasan Tertentu
9.2. LegalItas Fencana Tata Fuang
9.J. Ketentuan EvaluasI dan PenInjauan KembalI
9.4. TIndak Lanjut

X1
X1
X1
X2


6
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala








Hala
man

Tabel 2.1. PenIlaIan KrIterIa Kesalahan FTFWK 8arIto Kuala Tahun 19912001
8erdasarakan ndIkator Kelengkapan dan Keabsahan 0ata

2
Tabel 2.2. PenIlaIan KrIterIa Kesahan FTFW 8erdasarkan ndIkator |etode dan
AnalIsa

J
Tabel 2.J. PenIlaIan KrIterIa Kesalahan FTFW 8erdasarkan ndIkator Perumusan
Konsep dan StrategI Pemanfaatan Fuang

4
Tabel 2.4.

Tabel J.1.

Tabel J.2.
Tabel J.J.

Tabel J.4.
Tabel J.5.

Tabel J.6.
Tabel J.7.
CrafIk J.1.

Tabel J.8.
Tabel J.9.

Tabel J.10.
Tabel J.11.
Tabel J.12.
Tabel J.1J.

Tabel J.14.
Tabel J.15.
Tabel J.16.
Tabel J.17.

Tabel J.18.
Tabel J.19.

Tabel 6.1.
Tabel 6.2.
PenIlaIan KrIterIa Kesalahan FTFW 8erdasarkan ndIkator Produk Fencana
Tata Fuang WIlayah
Luas Panen dan ProduksI PertanIan Tanaman Pangan Tahun 2000 dI
Kabupaten 8arIto Kuala
ProduksI Perkebunan Tahun 2000 dI Kabupaten 8arIto Kuala
ProduksI kan |enurut JenIs 8udIdaya Tahun 2000 dI Kabupaten 8arIto
Kuala
PopulasI Ternak Tahun 2000 dI Kabupaten 8arIto Kuala
8anyaknya Perusahaan ndustrI 8esar dan |enengah dI Kabupaten 8arIto
Kuala Tahun 2000
Luas Hutan |enurut FungsI Tahun 2000 dI Kabupaten 8arIto Kuala
Jumlah 0esa TertInggal dI Kabupaten 8arIto Kuala
Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 1996
2000
Kepadatan Penduduk Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
KomposIsI Penduduk 8erdasarkan Ketenagakerjaan dI Kabupaten 8arIto
Kuala Tahun 2000
KarakterIstIk SosIal Penduduk dI Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
P0F8 |enurut Lapangan Usaha Atas 0asar Harga 8erlaku
P0F8 |enurut Lapangan Usaha Atas 0asar Harga Konstan
Panjang Jalan |enurut JenIs Permukaan dan Kelas Jalan dI Kabupaten
8arIto Kuala Tahun 2000
0IstrIbusI FasIlItas PendIdIkan dI Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
0IstrIbusI FasIlItas Kesehatan dI Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
0IstrIbusI FasIlItas PerIbadatan dI Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
nventarIsasI Sarana PenyedIaan AIr 8ersIh dI Kabupaten 8arIto Kuala
Tahun 2000
nventarIsasI KelIstrIkan 0esa dI Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
Panjang Saluran rIgasI dan Luas Sawah yang dIalIrI dI Kabupaten 8arIto
Kuala
Fencana Pemanfaatan Fuang dI FIncI per Kecamatan Tahun 2012
0IstrIbusI dan Kepadatan Penduduk Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2007
dan 2012

5

10
11

1J
14

15
16
17

18
19
20

21
2J
24

25
26
27
28

29
J0

J1
712

717

DAFTAR TABEL

7
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala








Hala
man

Peta 1.1 DrIentasI WIlayah Perencanaan 6
Peta 2.1 Fencana Tata Fuang WIlayah Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 1991
2001
24
Peta 4.1 Fencana Penetapan Kawasan LIndung 7J
Peta 4.2 Fencana Pengembangan Kawasan 8udIdaya 77
Peta 4.J SIstem Kotakota 711
Peta 4.4 Fencana Pengembangan JarIngan Jalan 718































DAFTAR PETA

8
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala







1.1 LATAP ELAKANC
Fencana tata ruang wIlayah merupakan salah satu wujud struktural dan pola
pemanfaatan ruang melaluI penataan pada sektor sektor penyusunan ruang Itu sendIrI.
8erdasarkan Undangundang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Fuang, bahwa
rencana tata ruang berdasarkan hIrarkI terdIrI atas Fencana Tata Fuang WIlayah NasIonal
(FTFWN), Fencana Tata Fuang PropInsI (FTFWP)dan Fencana Tata Fuang Kota/Kabupaten
(rencana tata ruang kawasan perkotaan, rencana tata ruang kawasan perdesaan dan
rencana tata ruang kawasan tertentu) sedangkan berdasarkan peraturan yang baru, yaItu
Undangundang Nomor 22 Tahun 1999 tentang PemerIntahan 0aerah pasal 4 (1) : dclcm
rcnykc pelckscnccn cscs desentrclscs dbentuk dcn dsusun dcerch propns, dcerch
kcbupcten dcn dcerch kotc ycny berwencny dcn menyurus kepentnycn mcsycrckct
setempct menurut prckcrsc sendr berdcscr csprcs mcsycrckct. (2) dcerch sebcycmcnc
dmcksud pcdc cyct (1) mcsnymcsny berdr sendr dcn tdck mempunyc hubunycn
hrcrk sctu scmc lcn. SehIngga untuk perencanaaan tata ruang yang ada dI kabupaten
bukan merupakan penjabaran darI rencana tata ruang wIlayah propInsI tetapI merupakan
sInkronIsasI darI rencana tata ruang yang ada dIwIlayah propInsI.
1.2 hAKSU0 0AN TUJUAN
8erangkat darI latar belakang yang telah dIuraIkan dIatas, maka kegIatan
penyusunan rencana secara umum mempunyaI maksud dan tujuan sebagaI berIkut :
1) |erumuskan alternatIf pengembangan kawasan dengan menumbuhkembangkan potensI
yang ada dan memInImalIsI berbagaI kendala yang ada serta antIsIpasI terhadap
permasalahan yang mungkIn tImbul akIbat pengembangan kawasan.
2) |erumuskan konsepsI struktur tata ruang kabupaten dengan menggunakan
pertImbangan pengelolaan secara terpadu yang terdIrI darI sumber daya manusIa,
sumber daya alam, sumber daya buatan, fIsIk dan estetIka lIngkungan, kualItas tata
ruang dan kemampuan pembIayaan pemerIntah daerah.
J) |erumuskan strategI pengembangan tata ruang kabupaten, yang dIgunakan untuk
menyusun struktur tata ruang yang dItuju serta rencana alokasI pemanfaatan ruang.
4) |erumuskan rencana pengembangan kawasan prIorItas, rencana tahapan pelaksanaan
pembangunan dan kebIjaksanaan penunjang penataan ruang.
5) |erumuskan rencana umum tata ruang Kabupaten atas dasar konsepsI yang
dIkembangkan dan strategInya untuk kurun waktu perencanaan (10 tahun) serta
dItunjang oleh kebIjaksanaan penunjangnya (non spatIal)
BAB I
PENDAHULUAN

9
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



1.3 PENCEPTIAN
|enurut UU Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Fuang, Fencana Tata Fuang
WIlayah (FTFW) Kabupaten adalah :
1. FTFW Kabupaten merupakan penjabaran FTFW PropInsI ke dalam strategI pelaksanaan
pemanfaatan ruang wIlayah Kabupaten, yang melIputI:
Tujuan pemanfaatan ruang wIlayah Kabupaten untuk penIngkatan kesejahteraan
masyarakat dan pertahanan keamanan;
Fencana struktur dan pola pemanfaatan ruang wIlayah Kabupaten;
Pedoman pengendalIan pemanfaatan ruang wIlayah Kabupaten.
2. FTFW Kabupaten memuat :
Pengelolaan kawasan lIndung dan kawasan budIdaya;
Pengelolaan kawasan perdesaan, kawasan perkotaan, dan kawasan tertentu;
SIstem kegIatan pembangunan dan sIstem permukIman perdesaan dan perkotaan;
penatagunaan tanah, penatagunaan aIr, penatagunaan udara, dan penatagunaan
sumber daya alam laInnya, serta memperhatIkan keterpaduan dengan sumber
daya manusIa dan sumber daya buatan.
J. FevIsI FTFW Kabupaten merupakan suatu proses yang dIlakukan secara berkala agar
Kabupaten selalu memIlIkI rencana tata ruang yang berfungsI sebagaImana dItetapkan
dalam UU No. 24/1992 tentang Penataan Fuang dan menjadI pedoman untuk :
Perumusan kebIjaksanaan pokok pemanfaatan ruang dI wIlayah kabupaten;
|ewujudkan keterpaduan, keterkaItan, dan keseImbangan perkembangan antar
wIlayah Kabupaten serta keserasIan antar sektor;
Penetapan lokasI InvestasI yang dIlaksanakan PemerIntah dan atau masyarakat dI
Kabupaten;
Penyusunan rencana rIncI tata ruang dI Kabupaten;
Pelaksanaan pembangunan dalam memanfaatkan ruang bagI kegIatan
pembangunan.
Fencana Tata Fuang WIlayah Kabupaten menjadI dasar untuk penerbItan perIzInan
lokasI pembangunan.

1.4 PUANC LINCKUP PEKEPJAAN
1.4.1. Puang LIngkup WIIayah Perencanaan
WIlayah perencanaan InI adalah wIlayah Kabupaten dalam pengertIan geografIs,
yaItu Kabupaten 8arIto Kuala PropInsI KalImantan Selatan yang terletak pada koordInat 2
0

29' 50" J
0
J0' 18" LS dan 114
0
20' 50" 114
0
50' 18" 8T. Sedang berdasarkan grId PropInsI
KalImantan Selatan darI proyeksI UT| terletak pada koordInat X = 205.000 dan Y =
9.908.000 m pada Zone 5
0
LIntang Selatan, dengan batas admInIstrasI Kabupaten 8arIto
Kuala, yaItu:
10
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Sebelah Utara : PropInsI KalImantan Tengah dan Kabupaten Hulu SungaI Utara
Sebelah TImur : Kabupaten TapIn, 8anjar dan Kota 8anjarmasIn
Sebelah Selatan : Laut Jawa
Sebelah 8arat : PropInsI KalImantan Tengah.
Luas wIlayah perencanaan adalah 2.J45,5J Km
2
, terbagI dalam 16 Kecamatan
termasuk 2 (dua) kecamatan yang mengalamI pemekaran tahun 1997 dan terdIrI atas 19J
desa dan 5 Kelurahan, yaItu :
1. Kecamatan Tabunganen 9. Kecamatan Tamban
2. Kecamatan |ekarsarI 10. Kecamatan AnjIr Pasar
J. Kecamatan AnjIr |uara 11. Kecamatan Alalak
4. Kecamatan |andastana 12. Kecamatan 8elawang
5. Kecamatan Fantau 8adauh 1J. Kecamatan Cerbon
6. Kecamatan 8erambaI 14. Kecamatan 8akumpaI
7. Kecamatan |arabahan 15. Kecamatan Wanaraya
8. Kecamatan Tabukan 16. Kecamatan KurIpan
Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada Peta 1.1 dan Peta 1.2.
1.4.2. Puang LIngkup Pencana
LIngkup rencana adalah kegIatan penyempurnaan FUTFW Kabupaten 8arIto Kuala
yang ada saat InI sesuaI dengan tIpologI revIsInya, yang mengacu pada beberapa
rekomendasI yang dIhasIlkan darI tahap analIsIs, melIputI :
1. KebIjaksanaan dan StrategI Pengembangan Kawasan, melIputI perumusan strategI dan
kebIjaksanaan :
Pemantapan vIsI dan mIsI pengembangan kabupaten
Tujuan pembangunan dan pengendalIan tata ruang kabupaten
Pengembangan struktur pelayanan kabupaten
Penentuan fungsI dan peranan kabupaten
Pengembangan tata ruang kawasan lIndung dan kawasan budIdaya
Pengembangan ekonomI wIlayah
Pengembangan kegIatan domInan
Pengelolaan sumber daya alam dan lIngkungan
Pengembangan kependududkan
Pengembangan transportasI
Pengembangan prasarana wIlayah
2. Fencana Pemantapan Kawasan LIndung, melIputI :
Kawasan yang memberIkan perlIndungan daerah bawahnya
Kawasan perlIndungan setempat
Kawasan suaka alam dan cagar budaya
Kawasan pelestarIan alam
Kawasan rawan bencana alam
11
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



J. Fencana Pengelolaan Kawasan 8udIdaya, melIputI :
Kawasan hutan produksI
Kawasan pertanIan
Kawasan perIkanan
Kawasan perkebunan
Kawasan peternakan
Kawasan perIndustrIan
Kawasan permukIman
Kawasan perdagangan dan jasa
Kawasan transportasI
Kawasan parIwIsata
4. Fencana Struktur Fuang Kabupaten, melIputI :
Fencana struktur jarIngan jalan
Fencana struktur kegIatan
Fencana struktur dan fungsI pusat pelayanan (pusat SWP dan pusat pemukIman)
5. Fencana SIstem TransportasI, melIputI :
Fencana sIstem transportasI jalan raya, melIputI :
- Fencana pengembangan jarIngan, fungsI dan pengelolaan jalan
- Fencana pengembangan dImensI jalan
- Fencana pengembangan transportasI umum
Fencana sIstem transportasI sungaI
Fencana sIstem transportasI laut
Fencana keterkaItan antar moda transportasI
Fencana pengembangan sarana transportasI
6. Fencana SIstem UtIlItas, melIputI rencana sIstem pelayanan aIr bersIh, lIstrIk, telepon,
aIr lImbah, draInase dan IrIgasI, dan persampahan.
7. Fencana Kependudukan, melIputI : rencana jumlah penduduk kabupaten, dIstrIbusI
jumlah dan kepadatan penduduk kabupaten
8. Fencana Kawasan PrIorItas, melIputI :
Kawasan terbelakang
Kawasan krItIs yang perlu dIpelIhara fungsI lIndungnya
Kawasan pertumbuhan cepat
Kawasan yang berperan menunjang sektor strategIs
Kawasan perbatasan
9. Ketentuan Pemanfaatan Fuang, melIputI :
Pedoman umum penetapan pemanfaatan ruang (aspek legalItas)
nstItusI pelaksanaan pembangunan kawasan (aspek kelembagaan)
ndIkasI kemampuan pembIayaan pembangunan
ndIkasI pentahapan pembangunan


12
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



10.Ketentuan PengendalIan Pemanfaatan Fuang, melIputI :
Pelayanan umum penataan ruang
SIstem pelaporan dan pemantauan
1.5 SISTEhATIKA PEhAHASAN
Untuk mencapaI maksud dan tujuan darI penyusunan Laporan Fencana InI, maka
sIstematIka pembahasan adalah sebagaI berIkut :
A I
PEN0AHULUAN
8ab InI menguraIkan tentang latar belakang dIperlukannya perumusan
Fencana Tata Fuang WIlayah Kabupaten 8arIto Kuala, maksud dan tujuan,
ruang lIngkup, dan sIstematIka pembahasan penyusunan FevIsI Fencana Tata
Fuang WIlayah Kabupaten 8arIto Kuala.

A II
KINEPJA PTPW KAUPATEN APITD KUALA TAHUN 11
8ab InI menguraIkan tentang evaluasI/penIlaIan terhadap kInerja
FTFWK 8atola selama kurun waktu 19912001

A III
KAPAKTEPISTIK WILAYAH KAUPATEN APITD KUALA
8agIan InI mengemukakan mengenaI karakterIstIk wIlayah perencanaan yang
melIputI karakterIstIk fIsIk, penggunaan lahan, kependudukan,
perekonomIan, transportasI, fasIlItas dan utIlItas

A IV
KEIJAKSANAAN PEhANCUNAN 0AN PENATAAN PUANC
8ab InI menguraIkan tentang kebIjakan yang terkaIt dengan pembangunan
dan penataan ruang kabupaten, sepertI PDL0AS pembangunan, peraturan
peraturan, arahan penataan ruang (FTFWN, FTFWP dan FTFW Kabupaten
sekItarnya) serta rencanarencana sektoral

A V KDNSEP 0AN STPATECI PENCEhANCAN WILAYAH
8ab InI menguraIkan tentang strategI pengembangan struktur wIlayah,
penetapan kawasan lIndung, pengembangan kawasan budIdaya,
pengembangan ekonomI dan pemenuhan kebutuhan dasar.


13
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



A VI PENCANA TATA PUANC WILAYAH KAUPATEN APITD KUALA
8ab InI menguraIkan tentang rencana struktur wIlayah, penetapan kawasan
lIndung, pengembangan kawasan budIdaya, pengembangan wIlayah
prIorItas, sIstem transportasI, kebutuhan utIlItas dan fasIlItas, pengaturan
zonIng kawasan dan rencana wIlayah pengendalIan ketat.

A VII KETENTUAN PEhANFAATAN PUANC
8agIan InI menguraIkan tentang penetapan prIorItas dan pentahapan
pembangunan, kemampuan pembIayaan pembangunan, analIsIs
kelembagaan, mekanIsme penataan ruang dan perundangundangan yang
terkaIt dengan aspek pelaksanaan rencana yang dIusulkan

A VIII KETENTUAN PENCEN0ALIAN PEhANFAATAN PUANC
8agIan InI menguraIkan tentang ketentuan pengawasan pemanfaatan ruang,
sepertI pemantauan, pelaporan dan evaluasI serta ketentuan penertIbannya.

848
IX PENUTUP
8agIan InI menguraIkan tentang ketentuan rencana tata ruang dI kawasan
perkotaan, perdesaan dan kawasan tertentu, legalItas rencana tata ruang,
ketentuan evaluasI dan penInjauan kembalI serta tIndak lanjutnya.

14
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



15
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala




16
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala









2.1. KESAHAN PTPWK KAUPATEN APITD KUALA
2.1.1. KeIengkapan dan Keabsahan 0ata
0alam prosesproses analIsIs dan perumusan rencana terdapat kekurangan
kekurangan sebagaI berIkut :
1. 0ata kebIjaksanaan pembangunan daerah, terdIrI darI :
a. data atau InformasI arahan FTFW PropInsI terhadap Kabupaten 8arIto Kuala (kurang
lengkap)
2. 0ata karakterIstIk ekonomI wIIayah, terdIrI darI :
a. data mobIlItas orang dan barang darI dan keluar kabupaten (tIdak ada)
b. data sIstem jarIngan transportasI jalan dan laInnya antar dan dalam kabupaten
(kurang lengkap)
c. data produksI persektor pembangunan total kabupaten (tIdak ada)
d. data produksI persektor pembangunan dIrIncI perkecamatan (tIdak ada)
e. data InvestasI pembangunan per sektor yang terkaIt dengan penataan ruang (tIdak
ada)
3. 0ata kependudukanldemografI, terdIrI darI :
a. data jumlah penduduk kebupaten, kecamatan, kotakota (perkotaan) dan pedesaan
(kurang lengkap karena hanya ada data penduduk kabupaten dan kecamatan)
b. data kepadatan penduduk kebupaten, kecamatan, kota (kurang lengkap karena hanya
ada data kepadatan kabupaten dan kecamatan)
c. data ratarata pertumbuhan penduduk kabupaten, kecamatan dan pedesaan kuran
lengkap karena hanya ada data pertumbuhan penduduk kabupaten dan kecamatan)
4. 0ata sumber daya buatan, terdIrI darI :
a. data dan peta prasarana pengaIran (TIdak ada)
b. data E peta sumber aIr baku (TIdak ada)
5. 0ata sumber daya aIam, terdIrI darI :
a. data dan peta hIdrologI/sumber lahan aIr (TIdak ada)
b. data dan peta sumber daya mIneral (TIdak ada peta)
c. data dan peta unsurunsur IklIm (TIdak ada peta)
d. data dan peta kehutanan (Peta tIdak ada)
BAB I I
KI NERJA RENCANA TATA RUANG WILAYAH
KABUPATEN BARITO KUALA
TAHUN 1991

17
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



e. data dan peta kawasan rawan bencana, sepertI banjIr, gempa, tsunamI dan laInnya
(TIdak ada peta)


6. 0ata sosIaI kemasyarakatan (Iengkap)
KesImpuIan :
Nlc rctcrctc encm vcrcbel ndkctor kelenykcpcn dcn kecbschcn dctc cdclch
2,JZ, bercrt kecbschcn dctc termcsuk SAH.
Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 2.1.
1obe/ 2.1
PenIlaIan KrIterIa Kesahan FTFWK 8arIto Kuala Tahun 19912001
8erdasarkan dIkator Kelengkapan dan Keabsahan 0ata
No U F A A N PenIlaIan
1 0ata kebIjaksanaan pembangunan daerah 12.5
2 0ata karakterIstIk ekonomI wIlayah 47.22
J 0ata kependudukan/demografI 29
4 0ata sumber daya buatan J2
5 0ata sumber daya alam J7.5
6 0ata sosIal kemasyarakatan 0
Fatarata 26.J7
KesImpulan SAH
2.1.2. hetode dan AnaIIsa
KegIatan analIsIs yang tIdak dIlakukan dalam penyusunan FTFW Kabupaten 8arIto
Kuala tahun 19912001 adalah :
7arIabel PenIlaIan :
1. AnaIIsa kedudukan wIIayah daIam sIstem yang IebIh Iuas, terdIrI darI :
a. analIsIs fungsI dan peranan kabupaten dalam lIngkup propInsI dan nasIonal (kurang
lengkap, hanya lIngkup propInsI)
b. analIsIs sektorsektor unggulan dI kabupaten terhadap propInsI dan nasIonal (kurang
lengkap)
2. AnaIIsa kependudukanldemografI, terdIrI darI :
a. analIsIs pergerakan/mobIlItas penduduk (tIdak ada)
b. analIsIs struktur umur dan tIngkat partIsIpasI angkatan kerja kabupaten (tIdak ada)

18
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



3. AnaIIsa sosIaI kemasyarakatan, terdIrI darI :
a. analIsIs adat IstIadat yang menghambat dan mendukung pembangunan (kurang
lengkap)
b. analIsIs tIngkat partIsIpasI sektor unggulan yang berpengaruh terhadap regIonal dan
nasIonal (tIdak ada)
c. analIsIs kepedulIan masyarakat terhadap lIngkungan (tIdak ada)
d. analIsIs pergeseran nIlaI/norma yang berlaku dalam masyarakat setempat (tIdak ada)
4. AnaIIsa perekonomIan wIIayah, terdIrI darI :
a. AnalIsIs peluang pertumbuhan ekonomI dIkaItkan dengan arahan kebIjaksanaan
regIonal (tIdak ada)
b. AnalIsIs pergerakan barang dan jasa antar kabupaten serta Intra kabupaten (kurang
lengkap)
5. AnaIIsa fIsIk dan daya dukung IIngkungan, terdIrI darI :
a. AnalIsIs mengenaI lokasI E kepastIan sumber daya alam (kurang lengkap)
6. AnaIIsa sarana dan prasarana wIIayah (Iengkap)
7. AnaIIsa struktur poIa ruang kecenderungan perkembangan, terdIrI darI :
a. AnalIsIs pola sebaran kegIatan pembangunan (kurang lengkap)
8. AnaIIsa sumber daya aIam, terdIrI darI :
a. AnalIsIs potensI pengembangan sumber daya buatan serta kemampuan sumberdaya
manusIa untuk mengelola sumber daya dIatas (tIdak ada)
. AnaIIsa kemampuan pembIayaan pembangunan, terdIrI darI :
a. AnalIsIs jumlah E proporsI bIaya pembangunan pemerIntah Earahan darI pemerIntah
(tIdak ada)
b. AnalIsIs PA0, subsIdI pemerIntah pusat E subsIdI (kurang lengkap)
c. AnalIsIs sumbersumber pembIayaan laInnya (kurang lengkap)
KesImpuIan :
Nlc rctcrctc vcrcbel ndkctor kekurcnycn metode dcn cnclsc cdclch J5.Z, bercrt
Metode dcn cnclsc cdclch SAH
Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 2.2.





19
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Tabel 2.2.
en||a|aan kr|ter|a kesahan k1kW
8erdasarkan ndIkator |etode 0an AnalIsa

U F A A N PenIlaIan
1. AnalIsIs kedudukan wIlayah dalam sIstem yg lebIh luas 12.5
2. Kependudukan/0emografI 50
J. SosIal Kemasyarakatan 70
4. PerekonomIan WIlayah 4J.75
5. FIsIk dan daya dukung lIngkungan 16.67
6. Sarana dan prasarana WIlayah 0
7. Struktur E pola ruang E kecenderungan perkembangan 12.5
8. Sumber daya alam 50
9. Kemampuan pembIayaan pembangunan 66.67
Fatarata J5.79
KesImpulan SAH

2.1.3. Perumusan Konsep dan StrategI Pemanfaatan Puang
Kekurangankekurangan dalam perumusan konsep dan strategI pemanfaatan ruang
adalah :
1. Perumusan dentIfIkasI PotensI dan masalah pembangunan pemanfaatan ruang (kurang
lengkap)
2. Perumusan Konsep dan strategI pembangunan tata ruang wIlayah Kabupaten (kurang
lengkap)
J. Penjabaran Konsep dan StrategI Pengembangan WIlayah, terdIrI darI :
a. Penentuan rencana pengelolaan kawasan lIndung, budI daya, pedesaan, perkotaan
dan tertentu (untuk kawasan perdesaan E perkotaan tIdak ada)
b. Penentuan rencana sIstem kegIatan pembangunan dan sIstem pemukIman pedesaan
dan perkotaan (untuk kawasan perdesaan E perkotaan tIdak ada)
c. Penentuan rencana penatagunaan tanah, aIr, udara, hutan dan sumber daya mIneral
dan sumber daya laInya (kurang lengkap)
d. Perumusan pedoman pemanfaatan ruang yang melIputI : tanah/lahan, aIr, Udara,
mIneral, serta sumber daya alam laInya serta pengendalIan pemanfatan ruang
(kurang lengkap)
KesImpuIan :
Nlc rctcrctc J vcrcbel ndkctor perumuscn konsep dcn strctey pemcn]cctcn
rucny cdclch 51.Z, bercrt perumuscn n TI0AK SAH
20
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 2.3.

Tabel 2.J.
PenIlaIaan KrIterIa Kesahan FTFW
8erdasarkan ndIkator Perumusan Konsep 0an StrategI Pemanfaatan Fuang

U F A A N PenIlaIan
1. Perumusan dentIfIkasI PotensI dan masalah pembangunan
pemanfaatan ruang.
50
2. Perumusan Konsep dan strategI pembangunan tata ruang
wIlayah (Kabupaten)
50
J. Penjabaran konsep E strategI pengembangan wIlayah 55
Fatarata 51.67
KesImpulan 1lu4k 54n
2.1.4. Produk Pencana Tata Puang WIIayah
Kekurangankekurangan dalam produk Fencana Tata Fuang WIlayah yang dIhasIlkan
adalah :
1. Arahan pengeIoIaan kawasan IIndung dan budIdaya, terdIrI darI :
a. Ketentuan TeknIs dan Arahan Pengembangan Kawasan budIdaya dan kawasan lIndung
(tIdak ada)
2. Arahan pengeIoIaan kawasan perkotaan, kawasan pedesaan dan kawasan tertentu :
a. 0elInIasI kawasan pedesaan (tIdak dIrencanakan)
b. 0elInIasI kawasan perkotaan (tIdak dIrencanakan)
c. Ketentuan TeknIs dan arahan kawasan pedesaan, kawasan perkotaan dan kawasan
tertentu (tIdak dIrencanakan)
3. SIstem kegIatan pembangunan dan sIstem permukIman perkotaan dan pedesaan
(dIrencanakan tapI tIdak lengkap)
4. Arahan pengembangan sIstem prasarana wIIayah, terdIrI darI :
a. SIstem pengelolaan lIngkungan (tIdak dIrencanakan)
5. Arahan pengembangan kawasan yang dIprIorItaskan (dIrencanakan)
6. Arahan penatagunaan tanah, aIr, udara sumberdaya aIam IaInnya, yaItu :
a. Fencana, Pengaturan, penguasaan E pemanfaatan tanah, aIr, udara dan S0A laInya
(dIrencanakan tapI kurang lengkap)
b. |ekanIsme penguasaan dan pemanfaatan tanah, aIr,udara dan S0A laInya (tIdak
dIrencanakan)


21
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



KesImpuIan :
Nlc rctcrctc vcrcbel ndkctor penlccn produk Renccnc Tctc Rucny Wlcych
cdclch 4J.0, bercrt produk tersebut cdclch SAH
Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 2.4.
Tabel 2.4.
PenIlaIan KrIterIa Kesahan FTFW
8erdasarkan ndIkator Produk Fencana Tata Fuang WIlayah

U F A A N PenIlaIan
1. Arahan Pengelolaan kawasan lIndung dan budIdaya JJ.JJ
2.
Arahan Pengelolaan Kawasan Perkotaan, pedesaan dan tertentu
75
J. SIstem kegIatan pembangunan, sIstem permukIman perkotaan dan pedesaan.
75
4. Arahan pengembangan sIstem prasarana WIlayah 25
5. Arahan pengembangan kawasan yang dIprIorItaskan. 0
6. Arahan penatagunaan tanah, aIr, udara E S0A laInnya 50
Fatarata J4.72
KesImpulan SAH

2.1.5. Prosedur Penyusunan PTPW
0alam prosedur penyusunan FTFWK 8arIto Kuala Tahun 19912001 tIdak terdapat
kekurangan, sehIngga prosedur InI adalah SAH. Sedangkan IndIkator penIlaIannya adalah :
1. 0Isusun berdasarkan pedoman penyusunan yang berlaku
2. |elIbatkan seluruh TIm KoordInasI Penataan Fuang 0aerah serta pIhak terkaIt
J. Telah melaluI proses konsesus dan musyawarah dalam pengalokasIan ruang
4. Telah melaluI pembahasan dan kesepakatan antar struktur
5. Telah dIsetujuI oleh 0PF0 setempat
2.1.6. KesImpuIan AkhIr
Untuk mendapatkan kesImpulan akhIr sah tIdaknya FTFW yang ada dIlakukan dengan
menghItung ratarata nIlaI penyImpangan kelIma IndIkator dIatas, yaItu masIngmasIng nIlaI
penyImpangan IndIkator yang dIhasIlkan adalah :
1. NIlaI IndIkator kelengkapan dan keabsahan data = 26,J7
2. NIlaI IndIkator metode dan analIsa yang dIgunakan = J5,79
J. NIlaI IndIkator perumusan konsep dan strategI pemanfaatan ruang = 51,67
4. NIlaI IndIkator produk rencana tata ruang wIlayah yang dIhasIlkan = 4J,06
5. NIlaI IndIkator prosedur penyusunan FTFW = 0
0engan demIkIan berdasarkan penIlaIan kelIma IndIkator dIatas dIdapatkan ratarata nIlaI
evaluasI = ( 26,J7 + J5,79 + 51,67 + 4J,06 + 0 ) / 5 = 156,89 / 5 = J1,J8 yang berartI secara
keseluruhan produk FTFW tersebut dIanggap SAH.
22
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



2.2. PEPUAHAN FAKTDP EKSTEPNAL
Perubahan ekternal yang berpengaruh dalam pemanfaatan FTFW Kabupaten 8arIto
Kuala adalah :
2.2.1. Peraturan dan Pujukan aru
Peraturan dan rujukan baru yang terbIt setelah FTFWK dIsusun yang berpengaruh
dalam penerapan IsI rencana adalah :
1. UU No. 24 Tahun 1992 Tentang Penataan Fuang. Halhal yang berpengaruh
dIantaranya :
Adanya ketentuan tentang kawasan perkotaan, kawasan pedesaan dan kawasan
tertentu yang tIdak tertuang dIdalam FTFW yang ada
FTFWK harus mengacu pada FTFWP yang saat InI telah dIrevIsI
Penataan ruang adalah proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan
pengendalIan pemanfaatan ruang. Untuk pemanfaatan ruang harus dItetapkan
perangkat yang bersIfat InsentIf dan dIsInsentIf. Untuk pengendalIan pemanfaatan
ruang dIselenggarakan dalam bentuk pelaporan, pemantauan dan evaluasI
2. UU No. 22 Tahun 1999 Tentang DtonomI 0aerah. Halhal yang berpengaruh
dIantaranya :
Adanya wewenang yang besar dan luas pada untuk mengatur dan merencanakan
pembangunan dIwIlayahnya.
Adanya kewenangan yang besar Pemda Kabupaten/Kota dalam mengelola
keuangan daerah, yang berartI komponen subsIdI dan bantuan pusat dan propInsI
akan berkurang dalam AP80.
Proses pengesahan Faperda termasuk dIdalamnya Perda FTFWK tIdak harus
melaluI persetujuan gubernur, cukup dengan kordInasI dan konsultasI.
J. KepmendagrI No. 1J4 tahun 1998 Tentang Pedoman Penyusunan Perda FTFWP dan
FTFWK :
- Terdapat beberapa ketentuan yang belum dIatur dalam peraturan
sebelumnya saat FTFWK dIsusun
4. PermendagrI No. 8 Tahun 1998 Tentang Penyelenggaraan Penataan Fuang dI daerah.
Terdapat beberapa ketentuan yang belum dIatur dalam peraturan
sebelumnya saat FTFWK dIsusun
5. PermendagrI No. 9 tahun 1998 Tentang Tata Cara Peran Serta |asyarakat 0alam
Proses Perencanaan Tata Fuang dI 0aerah
Terdapat beberapa ketentuan yang belum dIatur dalam peraturan
sebelumnya saat FTFWK dIsusun

23
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



KesImpuIan :
Nlc rctcrctc 5 vcrcbel ndkctor percturcn/ru]ukcn bcru terhcdcp pemcn]cctcn
RTRW cdclch 82, bercrt ]cktor eksterncl EPUAH
2.2.2. KebIjaksanaan Pembangunan
kebIjaksanaan pembangunan yang berpengaruh dalam penerapan IsI rencana
setelah FTFW InI dIsusun adalah :
1. Perubahan Pola 0asar Pembangunan 0aerah PropInsI :
SebagIan arahan dalam perubahan dalam Pola 0asar Pembangunan PropInsI/Fenstra masIh relevan dengan
kebIjakan Pembangunan Kabupaten 8atola.
2. FevIsI FTFW PropInsI :
Karena FTFWP Kalsel telah dIlakukan revIsI maka sebagIan arahan tata ruang dI
Kabupaten 8atola mengalamI perubahan, sehIngga harus dIlakukan penyesuaIan.
J. Adanya pemekaran wIlayah kecamatan, yaItu Kec. 8akumpaI menjadI Kec. 8akumpaI
E Kec. |arabahan dan Kec. 8elawang menjadI Kec. 8elawang E Kec.Wanaraya.
KesImpuIan :
Nlc rctcrctc dcr J vcrcbel ndkctor keb]ckscnccn pembcnyuncn terhcdcp
pemcn]cctcn RTRW cdclch J.J, bercrt ]cktor eksterncl EPUAH
2.2.3. Perubahan 0InamIs AkIbat KebIjaksanaan dan Pertumbuhan
Perubahan dInamIs akIbat kebIjaksanaan pertumbuhan yang berpengaruh terhadap
pemanfaatan FTFW adalah :
1. Adanya pembangunan jalan Trans KalImantan dan Jembatan 8arIto.
- TerjadI pergeseran pola pergerakan darI transportasI sungaI ke transportasI darat
- TerjadI perkembangan yang pesat pada kawasan HandIl 8aktI dan sekItarnya
2. Pembangunan pasar Induk pertanIan dIkawasan HandIl 8aktI

KesImpuIan :
Nlc rctcrctc 2 vcrcbel perubchcn dncms ckbct keb]ckscnccn dcn
pertumbuhcn terhcdcp pemcn]cctcn RTRW cdclch Z5, sehnyyc ]cktor eksterncl
EPUAH
24
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



KesImpuIan AkhIr
Untuk mendapatkan kesImpulan akhIr mengenaI perubahan faktor eksternal
terhadap FTFW yang ada dIlakukan dengan menghItung ratarata nIlaI ketIga IndIkator
dIatas, yaItu masIngmasIng nIlaI IndIkator yang dIhasIlkan adalah :
1. NIlaI IndIkator terdapatnya peraturan/rujukan baru = 82
2. NIlaI IndIkator terdapatnya kebIjaksanaan pembangunan = 60
J. NIlaI IndIkator terdapatnya perubahan dInamIs akIbat kebIjaksanaan dan pertumbuhan
= 75
0engan demIkIan berdasarkan penIlaIan ketIga IndIkator dIatas dIdapatkan ratarata nIlaI
evaluasI = (82 + 60 + 75) / J = 217 / J = 72 yang berartI secara keseluruhan produk FTFW
tersebut EPUAH karena faktor eksternal.
PENYIhPANCAN PTPW
2.3.1. SImpangan 0aIam Pemanfaatan Puang
PenyImpangan FTFW Kabupaten 8arIto Kuala yang terjadI dalam pemanfaatan
ruang adalah :
1. FTFW dIjadIkan acuan pelaksanaan pembangunan (terjadI sImpangan sebagIan)
2. Struktur dan Pola Pemanfaatan ruang benarbenar sesuaI dengan arahan dalam FTFW
(terjadI sImpangan yang cukup besar), yaItu :
(1). LokasI jalan Trans KalImantan yang dIrencanakan melIntasI bukota Kecamatan
Alalak, realIsasInya bergeser kearah utara melewatI HandIl 8aktI
(2). Adanya pembangunan jalan lIngkar utara menghubungkan HandIl 8aktI dengan
Jalan A. YanI Km17, sebelumnya tIdak dIrencanakan dalam FTFWK 8atola.
(J). Adanya pembangunan jalan menuju |argasarI, yang sebelumnya tIdak
dIrencanakan dalam FTFWK 8atola.
(4). 8erkembangnya kegIatan perdagangan E jasa, pergudangan dan kegIatan
perkotaan/permukIman laInnya dIsepanjang jalan Trans KalImantan dI HandIl
8aktI, dalam FTFWK 8atola hanya dIrencanakan sebagaI kawasan pertanIan lahan
basah.
J. FTFW belum dItetapkan dan dIsahkan menjadI Perda
4. FTFW telah terdIsemInasIkan kesetIap sektor namun kurang optImal
5. FTFW merupakan acuan sektor dalam penyusunan rencana, pembIayaan dan pentahapan
program namun kurang optImal
6. FTFW telah menjadI acuan dalam pelaksanaan penyusunan FTF hIrarkI dIbawahnya
7. FTFW tIdak menImbulkan konflIk kepentIngan antar sektor atau tumpang tIndIh alokasI
kegIatan sektor (terjadI sImpangan sebagIan)
8. Pemanfaatan ruang atas dasar FTFW tIdak menImbulkan dampak yang bermasalah
dImasyarakat (terjadI sImpangan sebagIan)
25
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



9. TIdak adanya pengaduan masyarakat yang mengInformasIkan ketIdaksesuaIan FTFW
dalam kenyataan dIlapangan (terjadI sImpangan sebagIan)

KesImpuIan :
Nlc rctcrctc vcrcbel smpcnycn dclcm pemcn]cctcn rucny cdclch 51.1, bercrt
ter]cd smpcnycn ESAP
2.3.2. SImpangan 0aIam PengendaIIan Pemanfaatan PTPW
PenyImpangan FTFW Kabupaten 8arIto Kuala yang terjadI dalam pengendalIan
ruang adalah :
1. Telah dIbuat sIstem InformasI pemanfaatan dan pelaporan namun belum optImal
2. Telah dIlaksanakan mekanIsme perIjInan yang sesuaI dengan FTFW
J. Telah dIlakukan evaluasI terhadap pelaksanaan programprogram pembangunan
4. Telah dIlakukan evaluasI terhadap kenyataan dIlapangan namun kurang optImal
5. 0Iterapkannya Instrumen perangkat InsentIf dIsInsentIf terhadap arahan kegIatan namun
belum optImal
6. 0Iterapkannya denda/sangsI terhadap pIhakpIhak yang melanggar pemanfaatan ruang
namun belum optImal
KesImpuIan :
Nlc rctcrctc vcrcbel smpcnycn dclcm penyendclcn pemcn]cctcn rucny
cdclch J8.JJ, bercrt ter]cd smpcnycn KECIL
2.3.3. KesImpuIan AkhIr
Untuk mendapatkan kesImpulan akhIr mengenaI adanya sImpangan FTFW yang ada
dIlakukan dengan menghItung ratarata nIlaI kedua IndIkator dIatas, yaItu masIngmasIng
nIlaI IndIkator yang dIhasIlkan adalah :

1. NIlaI IndIkator sImpangan dalam pemanfaatan FTFW = 51,5
2. NIlaI IndIkator sImpangan dalam pengendalIan pemanfaatan FTFW = J8,JJ
0engan demIkIan berdasarkan penIlaIan kedua IndIkator dIatas dIdapatkan ratarata nIlaI
evaluasI = (40 + J8,JJ) / 2 = 89,4J / 2 = 44,71 yang berartI secara keseluruhan produk
FTFW tersebut mengalamI SIhPANCAN KECIL



26
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



2.4. TIPDLDCI EVALUASI
SebagaImana dIkemukakan dIawal bahwa untuk mengetahuI tIpologI evaluasI FTFW
dIlakukan dengan menIlaI ketIga krIterIa evaluasI, yaItu kesahan FTFW, faktor eksternal
dan sImpangan FTFW. Adapun kesImpulan penIlaIan masIngmasIng krIterIa tersebut
adalah:
1. KrIterIa Kesahan FTFW : PTPW Sah
2. KrIterIa Adanya Pengaruh Faktor Eksternal : Faktor EksternaI erubah
J. KrIterIa Adanya SImpangan FTFW : SImpangan KecII
0engan demIkIan dapat dIsImpulkan bahwa FTFW Kabupaten 8arIto Kuala termasuk dalam
ketegorI TIpoIogI , yaItu :
RTRW Kcbupcten 8crto Kuclc Sch, Ter]cd Smpcnycn Kecl, ncmun ter]cd
perubchcn syn]kcn pcdc ]cktor]cktor eksterncl berpenycruh terhcdcp kner]c
RTRW Kcbupcten 8crto Kuclc

8erdasarkan TIpologI tersebut maka perlakuan yang dIberIkan terhadap FTFW Kabupaten
8arIto Kuala yang ada saat InI adalah :
" RTRW Kcbupcten 8crto Kuclc ycny cdc scct n perlu dtn]cu kembcl ctcu
dsempurnckcn (revs), kcrenc cdcnyc penycruh ]cktor eksterncl menyebcbkcn
RTRW tersebut tdck lcy dcpct sepenuhnyc d]cdkcn ccucn pembcnyuncn, sebcb
seccrc mendcscr memerlukcn perubchcn perubchcn dclcm tu]ucn, scscrcn,
strctey sertc polc dcn struktur pemcn]cctcn rucny wlcych kcbupcten "





















27
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala








3.1. FISIK 0ASAP
3.1.1. KetInggIan
SebagIan besar wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala merupakan daerah dataran rendah,
yaItu berada pada ketInggIan mulaI darI 0,2 - J m dI atas permukaan laut. WIlayah InI
merupakan pengembangan budIdaya yang potensIal untuk tanaman semusIm (padI dan
palawIja), tanaman perkebunan holtIkultura/buahbuahan (sepertI jeruk, rambutan, petaI
dll) dan kelapa serta kemungkInan bIsa dIkembangkan untuk tanaman IndustrI laInnya.
Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada Peta 3.1.
3.1.2. JenIs Tanah
0I Kabupaten 8arIto Kuala terdapat dua jenIs tanah yang domInan, yaItu AluvIal
sebesar 59,46 dan pada wIlayah InI hampIr sebagIan besar telah dImanfaatkan untuk
budIdaya. SelebIhnya sekItar 40,54 merupakan Drganosol CleI Humus yang sebagIan
merupakan daerah yang tergenang terus menerus. Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada
Peta 3.2
3.1.3. Kemampuan Tanah
Kemampuan tanah dItInjau darI beberapa potensI fIsIk tanah, sepertI tekstur tanah,
kedalaman efektIf tanah, dan faktor pembatas terutama bagI kegIatan pertanIan sepertI
kondIsI draInase dan erosI.
A. Tekstur Tanah
Tekstur tanah yang baIk bagI kehIdupan tanaman adalah tekstur sedang karena pada
tekstur InI tanaman dengan mudah memenuhI kebutuhan aIr, dan udara. Sedangkan
tekstur halus pada umumnya mempunyaI kandungan hara yang cukup tInggI karena
mudah mengIkat unsur hara. Tekstur tanah dI Kabupaten 8arIto Kuala sebanyak 89,J9
bertekstur halus dan hampIr menyebar dIseluruh kecamatan. SekItar 10,J9 bertekstur
sedang dan 0,22 darI luas Kabupaten 8arIto Kuala bertekstur kasar yang terdapat dI
Kecamatan Tabukan. 0engan demIkIan tekstur tanah pada wIlayah Kabupaten 8arIto
Kuala cukup baIk dalam mengembangkan daerah InI untuk kegIatan pertanIan.
. KedaIaman EfektIf Tanah
0I Kabupaten 8arIto Kuala, seluruh wIlayahnya mempunyaI kedalaman lebIh darI 90 cm
yang umumnya mengandung gambut. Cambut adalah tanah yang terbentuk darI bahan
organIk yang merupakan faktor pembatas bagI pembangunan dI bIdang pertanIan.
Cambut tIdak dIamatI darI teksturnya tetapI tIngkat kematangannya. Ketebalan gambut
BAB III
KARAKTERISTIK WILAYAH
KABUPATEN BARITO KUALA

28
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Peta KetInggIan
29
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Peta JenIs Tanah
30
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



dIdasarkan kepada kesesuaIan untuk pertumbuhan tanaman. Pada ketebalan gambut
kurang darI 75 cm cukup baIk untuk pengembangan pertanIan melIputI 57,05 areal
yang ada, selebIhnya 42,95 memlIkI ketebalan lebIh darI 75 cm kurang baIk bagI
pengembangan areal pertanIan kecualI dengan perlakuan teknologI pertanIan yang
lebIh baIk, terutama sIstem draInasenya.
C. ErosI
SebagIan besar wIlayah dalam Kabupaten 8arIto Kuala tIdak mengalamI erosI. Hal InI
dIsebabkan kemIrIngan tanah dI Kabupaten 8arIto Kuala hanya sekItar 0 - 2 saja.
8eberapa kecamatan yang mengalamI pengIkIsan aIr yang berlangsung setIap tahun,
yaItu Kecamatan Tamban dan Kecamatan |ekarsarI.
D. Drainase
Faktor draInase perlu dIperhatIkan dIdaerah InI apalagI pada musIm hujan yang
dItunjang oleh curah hujan yang cukup tInggI dan aIr yang datang darI hulu sungaI
8arIto. KondIsI draInase dI Kabupaten 8arIto Kuala menjadI kendala utama dalam
pengembangan pertanIan dIdaerah InI. Areal yang tergenang terus menerus mencapaI
60,J8 darI seluruh areal yang tersebar pada setIap kecamatan, kecualI kecamatan
AnjIr Pasar, AnjIr |uara dan Alalak. KondIsI lahan InI sangat cocok untuk budIdaya
pertanIan lahan basah dan perIkanan. Sedangkan areal yang tergenang perIodIk,
melIputI J5,68 dan areal yang tIdak pernah tergenang hanya sebagIan kecIl darI
wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala yaItu sebesar J,94 terdapat pada Kecamatan AnjIr
|uara, AnjIr Pasar, Alalak, 8elawang, 8akumpaI dan Tabukan.
Untuk lebIh jelasnya penyebaran unsurunsur kemampuan lahan tersebut dI
wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala dapat dIlIhat pada Peta 3.3.
3.1.4. KIImatoIogI
Kabupeten 8arIto Kuala berada pada IklIm tropIs berdasarkan klasIfIkasI tIpe IklIm
darI Schmd dan Feryuson, yaItu bertIpe IklIm 8 dan mempunyaI 1 - 2 bulan kerIng dan 10 -
11 bulan basah setIap tahun. Curah hujan dI Kabupaten 8arIto Kuala sekItar 2.074,5 mm
dengan jumlah harI hujan 12J harI/tahun. Temperatur ratarata dI Kabupaten 8arIto Kuala
berkIsar antara 26
o
C - 27
o
C, suhu maksImum adalah 27,5
o
C terdapat pada bulan oktober
dan suhu mInImum adalah 26,5
o
C pada bulan julI dengan kelembaban udara 81,5 .
3.1.5. HIdroIogI
Kabupaten 8arIto Kuala dIalIrI oleh beberapa sungaI antara laIn sungaI 8arIto,
sungaI Negara, sungaI Alalak dan handIlhandIl. Kabupaten 8arIto Kuala termasuk dalam
0AS 8arIto yang sangat luas, karena Itu daerah InI merupakan daerah yang serIng
kebanjIran terutama pada musIm hujan akIbat darI hujan yang turun dIbagIan hulu sungaI.
Untuk pemanfaatan daerah InI dIperlukan sIstem draInase yang lebIh baIk.
31
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Peta Kemampuan Lahan
32
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



SungaIsungaI besar yang terdapat dI wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala yang berfungsI
sebagaI draInase adalah :
1. SungaI 8arIto
2. SungaI Negara
J. SungaI Kapuas
4. AnjIr Serapat
5. AnjIr Tamban
6. SungaI Alalak
7. SungaI PuntIk
3.1.6. ahan CaIIan dan Tambang
8ahan galIan dan tambang dI Kabupaten 8arIto Kuala, terIdentIfIkasI atas bahan
galIan menurut golongan :
golongan A, yaItu mInyak bumI yang terdapat dI Kecamatan KurIpan yang saat InI
masIh dIlakukan penelItIan dI hulu SungaI 8arIto
golongan C, yaItu pasIr (terdapat dI Kecamatan Alalak, AnjIr |uara, Tamban dan
Tabunganen) dan tanah lIat (terdapat hampIr dI semua kecamatan). Namun kedua
potensI InI masIh belum dImanfaatkan secara optImal.
3.1.7. WIIayah Peka encana AIam dan WIIayah KrItIs
WIlayah rawan konflIk dI Kabupaten 8arIto Kuala dapat dIIdentIfIkasIkan sebagaI
berIkut :
1. 8anjIr, terutama pada musIm hujan yang turun dI bagIan hulu mengakIbatkan
beberapa wIlayah Kecamatan KurIpan tergenang, terutama desadesa sepanjang
sungaI. 8anjIr terbesar berlangsung tIap 5 tahun sekalI.
2. ErosI sungaI yang berlangsung tIap tahun dI Kecamatan Tamban dan |ekarsarI yang
mengakIbatkan sejumlah ruas jalan putus.
J. AbrasI Laut dI Kecamatan Tabunganen yang dIakIbatkan penebangan hutan bakau
(mangrove) untuk kegIatan perIkanan.
4. kebakaran hutan, terutama pada musIm kemarau yang terjadI pada hampIr seluruh
wIlayah kabupaten.
5. AngIn Puyuh, dImana selama tahun 2000 dI wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala terjadI 4
kalI ancaman angIn tersebut.
3.1.8. Penggunaan Lahan
Penggunaan ruang lahan dI wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala pada tahun 2000
berdasarkan jenIs penggunaannnya terdIrI darI 1J jenIs, yaItu :
1. Sawah Pasang Surut = 86.JJ5 Ha
2. Sawah yang sementara tIdak dIusahakan = 17.665 Ha
33
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



J. Pekarangan = 18.207 Ha
4. Tegalan/Kebun Fakyat = 1J.088 Ha
5. Padang Fumput = 28.116 Ha
6. Fawa = 18.057 Ha
7. Tambak = 117 Ha
8. Kolam/Tebat/Empang = 242 Ha
9. Tanah kerIng yang tIdak dIusahakan = 10.110 Ha
10. Hutan rakyat = 12.840 Ha
11. Hutan Negara = J4.4J4 Ha
12. Perkebunan = 12.287 Ha
1J. LaInlaIn = 49.869 Ha
Sedangkan penggunaan lahan berdasarkan cItra landsat T| 2000 dI IdentIfIkasI sebagaI
berIkut :
1. Hutan Lebat = 46.598 Ha 5. Sawah = 29.7J5 Ha
2. Hutan Jarang = 5.481 Ha 6. Fawa = 10.265 Ha
J. Kebun = 11.J8J Ha 7. Lahan Terbuka = 20.951 Ha
4. Semak 8elukar = J1.120 Ha 8. PermukIman = 17.015 Ha
3.2. PEPKEhANCAN FUNCSI KAWASAN
3.2.1. PoIa Perkembangan Kawasan PermukIman
Pola perkembangan kawasan permukIman dI Kabupaten 8arIto Kuala dIdomInasI
oleh lahan yang belum terbangun, yaItu seluas 281. 489 Ha yang menyebabkan hanya
18.207 Ha dImanfaatkan sebagaI lahan terbangun. 0engan demIkIan, perkembangan
kawasan permukIman masIh memungkInkan dIbangun secara horIzontal. 0IsampIng Itu,
sebagIan besar permukIman penduduk berada dI alur sungaI. Hal InI dapat dIpahamI,
karena masyarakat lebIh banyak memanfaatkan aIr sungaI sebagaI bahan baku aIr bersIh
dan sarana transportasI.
3.2.2. PoIa Perkembangan Kawasan PertanIan
A. PertanIan Tanaman Pangan
Sector pertanIan merupakan sector potensIal dI Kabupaten 8arIto Kuala. PertanIan
dapat dIbedakan atas pertanIan lahan basah dan pertanIan lahan kerIng, yaItu :
a) PertanIan Lahan 8asah
Kabupaten 8arIto Kuala memIlIkI potensI dI sektor pertanIan lahan basah berupa
padI yang ratarata produksInya sekalI setahun. ProduksI padI pada tahun 2000
adalah 260.151 ton dengan luas lahan 86.JJ5 yang tersebar dIseluruh wIlayah
Kabupaten 8arIto Kuala. Kecamatan yang menghasIlkan produksI padI tertInggI
adalah Kecamatan AnjIr |uara dengan jumlah produksI 25.892 ton untuk luas lahan
8.025 Ha. 0IsampIng Itu kecamatan InI menghasIlkan jenIs padI unggul lokal SIam
34
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Unus. Sedangkan kawasan sentra produksI pangan untuk produksI padI berdasarkan
PFDPE0A Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2001 - 2005 adalah :
1) Kawasan AnjIr, melIputI Kecamatan AnjIr |uara, AnjIr Pasar, Tamban dan
Tabung anen
2) Kawasan Cerbon, melIputI Kecamatan Cerbon, Fantau 8edauh, |andastana dan
Alalak
J) Kawasan 8erambaI, melIputI Kecamatan 8erambaI, 8elawang, Wanaraya dan
|arabahan.
b) PertanIan Lahan KerIng
PertanIan lahan kerIng dI Kabupaten 8arIto Kuala memIlIkI potensI yang beraneka
ragam baIk komodItI maupun produksInya. KomodItI yang banyak dIhasIlkan adalah
jagung, ubIkayu, ubI jalar, kacang tanah, dan kacang kedelaI. Adapun kecamatan
yang menghasIlkan komodItIkomodItI tersebut adalah :
1) KomodItI jagung dengan produksI 8J ton untuk luas lahan 98 Ha. KomodItI
terbesar terdapat dI Kecamatan Wanaraya dengan produksI 16,27 ton/28 Ha
2) KomodItI ubIkayu hampIr terdapat dI seluruh wIlayah kecamatan dengan jumlah
produksI pada tahun 2000 adalah 11.055,5 ton/166 Ha. KomodItI terbesar
terdapat dI kecamatan AnjIr Pasar dengan produksI 1.755,45 ton/7 Ha.
J) KomodItI ubI jalar dengan produksI pada tahun 2000 sebanyak 402,2J ton yang
dItanam pada lahan seluas J0 Ha. KomodItI terbesar terdapat dI Kecamatan
Wanaraya, yaItu 18J,24 ton/21 Ha
4) KomodItI kacang tanah dengan produksI pada tahun 2000 sebanyak 62 ton
dengan luas lahan 81 Ha. KomodItI terbesar terdapat dI Kecamatan Wanaraya,
yaItu J6,64 ton/64 Ha. 8erdasarkan PFDPE0A Kabupaten 8arIto Kuala,
Kecamatan Wanaraya dan |arabahan dItetapkan sebagaI kawasan sentra
produksI pangan kacang tanah.
5) KomodItI kacang kedele dengan produksI 27,57 ton pada tahun 2000 yang
dItanam pada lahan seluas 15 Ha dan terdapat pada kecamatan AnIr Pasar,
|andastana, Wanaraya, dan |arabahan dengan produksI berImbang.
Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3.1.
. Perkebunan
Tanaman perkebunan dI Kabupaten 8arIto Kuala tersebar dI seluruh kecamatan yang
ada. JenIs komodItI perkebunan yang domInan adalah kelapa dalam, kelapa hybrIda,
kopI, cengkeh, sagu, dan purun. Adapun kecamatankecamatan penghasIl komodItI
tersebut adalah :
a) Kelapa dalam
35
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



KomodItI InI terdapat dI semua kecamatan dI Kabupaten 8arIto Kuala. Pada tahun
2000, total produksInya adalah 10.J82,1 ton dengan luas tanam 12.561,J Ha.
PenghasIl terbanyak adalah Kecamatan Tamban (4.615,78 ton), |ekarsarI (2.J58,J5
ton), dan Tabunganen (726,17 ton). KetIga kecamatan tersebut merupakan
kawasan sentra kelapa dalam.
b) Kelapa hybrIda
ProduksI komodItI InI pada tahun 2000 adalah 49,15 ton dengan luas tanaman 91
Ha. PenghasIl kelapa hybrIda terbanyak adalah Kecamatan 8erambaI (6,55 ton) dan
Kecamatan |andastana (6,47 ton).
c) KopI
PenghasIl komodItI kopI terbesar adalah Kecamatan Wanaraya, yaItu sebanyak 9,84
ton/29 Ha dan Kecamatan |ekarsarI sebanyak 8,19 ton/45 Ha. Total produksI
secara keseluruhan adalah 26,92 ton untuk luas tanaman 108,25 Ha.
d) Cengkeh
Tanaman perkebunan InI kurang dIkembangkan dI Kabupaten 8arIto Kuala, dImana
pada tahun 2000 total produksI adalah 0,12 ton untuk luas tanaman 14 Ha dI
wIlayah Kecamatan AnjIr |uara, |andastana dan Wanaraya.
e) Sagu
Tanaman sagu pada tahun 2000 menghasIlkan J68,2 ton untuk luas tanaman 16J
Ha, dImana penghasIl terbanyak terdapat dI kecamatan |andastana, yaItu
sebanyak 180,79 ton/6J Ha.
f) Purun
Tanaman purun banyak dIhasIlkan oleh Kecamatan KurIpan dan Tabukan, yaItu
sebesar 441,70 ton dan 411,75 ton dengan luas tanaman 178 Ha dan 128 Ha. Total
produksI tanaman purun pada tahun 2000 adalah 1.J1J,57 ton/416 Ha.
Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3.2.
C. Sayur-sayuran
Tanaman sayursayuran khusus untuk pasar lokal, dImana produksI pada tahun 2002
sebanyak 49 ton untuk luas tanaman 57 Ha. 0Imana produksI tanaman sayursayuran
terbesar adalah kacang panjang dan cabe yang terdapat dI Kecamatan AnjIr Pasar dan
AnjIr |uara.
36
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Tabel J.1.
Luas Panen dan ProduksI PertanIan Tanaman Pangan Tahun 2000
0I Kabupaten 8arIto Kuala


No Kecamatan
Jenis Komoditi
Padi Sawah Jagung Ubikayu Ubijalar K.Tanah Kedelai
Luas
(Ha)
Prod.
(Ton)
Luas
(Ha)
Prod.
(Ton)
Luas
(Ha)
Prod.
(Ton)
Luas
(Ha)
Prod.
(Ton)
Luas
(Ha)
Prod.
(Ton)
Luas
(Ha)
Prod.
(Ton)

1
Tabungane
n 7965 24,000 5 695,19
2 Tamban 7671 20384 10 155,20
3 Mekar sari 6873 20756 3 70,09
4 Anjir Pasar 7116 21,735 6 2.63 7 1755,45 1 1 3 1.49
5
Anjir
Muara 8025 25,892
6 Alalak 4703 13,186 1 93,15
7
Mandastan
a 5907 15,090 23 25.9 32 1448,14 8 9 4 5
8 Belawang 4350 13,982 8 14.51 3 1542,80 11.05
9 Wanaraya 4653 13,140 28 16.27 35 1240,47 21 183.24 64 36.64 4 7.88
10 R.Badauh 7207 23,070 11 6 29 1190,5 2 77.36
11 Cerbon 4544 16,912
12 Barambai 6278 19,525 1 13 1344.6 21.00 3 3.15
13 Bakumpai 2084 5,190
14 Marabahan 4128 13,325 20 13.49 26 1343,85 4 77.35 5 13.21 4 13.2
15 Tabukan 4824 13,939 1 1.2 2 175,06 11.1
16 Kuripan 7 25 2 21.13
37
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



jumlah 86335
260,15
1 98 80 166
11055,5
0 30 402.23 81 62 15 27.57
Sumber : 0Inas PertanIan Kabupaten 8arIto Kuala
38
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Tabel J.2.
ProduksI Perkebunan Tahun 2000
0I Kabupaten 8arIto Kuala

No Kecamatan
Jenis Komoditi
Kelapa
Dalam
Kelapa
Hybrida Kopi Cengkeh Sagu Purun
(Ton) (Ton) (Ton) (Ton) (Ton) (Ton)

1
Tabungane
n 726.17 2.2
2 Tamban 4615.78 6.18
3 Mekar sari 2358.35 2.93 8.190
4 Anjir Pasar 61.61 1.96 12.3 10.47
5
Anjir
Muara 436.78 1.99 0.13 0.10 22.6 5.38
6 Alalak 1091.47 4.02
7
Mandastan
a 415.67 6.47 0.64 0.10 180.79 5.37
8 Belawang 101.23 1.98 1.57
9 Wanaraya 199.65 3.72 9.84 0.10
10 R.Badauh 128.93 1.85 0.98 43.73 99.26
11 Cerbon 103.76 1.97 261.66
12 Barambai 89.24 6.55 5.57 12.16
13 Bakumpai 23.77 1.96 72.39 22.51
14 Marabahan 4.14 1.74 8.78 5.43
15 Tabukan 19.91 1.8 8.25 411.75
16 Kuripan 5.74 1.83 7.2 441.70
jumlah 10382.2 49.15 26.92 0.30 368.2 1263.53
39
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Sumber : 0Inas Kehutanan dan Perkebunan Kab. 8arIto Kuala
40
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



D. Buah-buahan
Tanaman buahbuahan yang domInan dI Kabupaten 8arIto Kuala adalah jeruk,
mangga/kuenI, nenas dan rambutan. Adapun kecamatankecamatan penghasIl
komodItI tersebut adalah :
a) Jeruk
ProduksI tanaman jeruk pada tahun 2001 sebanyak 120.829 Kw dengan luas tanam
2.J71 Ha dan tersebar dI Kecamatan |andastana, Fantau 8edauh, 8elawang dan
Cerbon.
b) |angga/KuenI
ProduksI tanaman mangga dengan jenIs kuenI pada tahun 2001 adalah 1J.897 Kw
dengan luas tanam 924,8 Ha. Tanaman InI terbanyak dIhasIlkan oleh Kecamatan
AnjIr Pasar dan AnjIr |uara
c) Nenas
ProduksI tanaman nenas pada tahun 2001 sebanyak 6.008 Kw dengan luas tanam
505,5 Ha dan terbanyak dIhasIlkan oleh Kecamatan |ekarsarI.
d) Fambutan
ProduksI tanaman rambutan dIhasIlkan terbanyak oleh Kecamatan 8erambaI dan
Wanaraya dengan total produksI pada tahun 2001 adalah 1J0.500 Kw dengan luas
tanam seluas 2.129,1 Ha.

3.2.3. PoIa Perkembangan Kawasan PerIkanan
Sector perIkanan dI Kabupaten 8arIto Kuala, melIputI perIkanan laut dan perIkanan
darat. ProduksI Ikan laut hanya dIhasIlkan oleh Kecamatan Tabunganen sebanyak 7.021,5
ton. Sedangkan produksI perIkanan darat, khususnya darI sungaIsungaI yang ada merata
dI semua kecamatan Kabupaten 8arIto Kuala. Pada tahun 2000, total produksI perIkanan
darat sebanyak 8.801,J ton dengan produksI terbesar jenIs Ikan jambal, yaItu 2.221,6 ton.
kan laInnya berupa gabus, laIs, belIda, betutu dan udang galah. Untuk lebIh jelasnya
dapat dIlIhat pada TabeI 3.3.
41
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Tabel J.J
ProduksI kan |enurut JenIs 8udIdaya Tahun 2000
0I Kabupaten 8arIto Kuala
N
O
KECAMATAN
Jenis Budidaya (Ton)
Perikanan
Laut
Perikanan
Darat
1 Tabunganen 7021.5 929.63
2 Tamban - 554.24
3 Mekar sari - 546.11
4 Anjir Pasar - 307.73
5 Anjir Muara - 423.48
6 Alalak - 570.56
7 Mandastana - 603.17
8 Belawang - 586.86
9 Wanaraya - 244.52
10 R.Badauh - 374.94
11 Cerbon - 578.71
12 Barambai - 456.45
13 Bakumpai - 595
14 Marabahan - 684.68
15 Tabukan - 546.11
16 Kuripan - 798.79
jumlah 7021.5 8800.98
Sumber : 0Inas PerIkanan dan Kelautan Kab. 8arIto Kuala
3.2.4. PoIa Perkembangan Kawasan Peternakan
Kabupaten 8arIto Kuala mempunyaI potensI pengembangan ternak yang cukup
besar yang dIbedakan atas jenIs ternak besar, kecIl dan ternak unggas. Adapun kecamatan
- kecamatan penghasIl komodItI tersebut adalah :
A. Ternak esar
Kecamatan Wanaraya merupakan kecamatan penghasIl terbesar untuk ternak sapI,
yaItu pada tahun 2000 terdapat J.217 ekor. Sedangkan Kecamatan KurIpan merupakan
penghasIl terbesar untuk ternak kerbau, yaItu 420 ekor pada tahun 2000. total untuk
kedua jenIs komodItI tersebut masIngmasIng adalah 4.9J6 ekor sapI dan 49J ekor
kerbau.
. Ternak KecII
KambIng merupakan jenIs ternak kecIl terbesar, yaItu 9.087 ekor pada tahun 2000 dan
terbanyak terdapat dI Kecamatan |andastana, yaItu sebanyak 4.2J7 ekor. Sedangkan
jenIs ternak domba pada tahun 2000 hanya sebanyak 11 ekor yang terdapat dI
Kecamatan Cerbon dan |arabahan. Ternak babI banyak dIhasIlkan oleh Kecamatan
8erambaI dan Wanaraya, yaItu sebanyak 252 ekor.
42
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



C. Ternak Unggas
Total ternak Ayam dI Kabupaten 8arIto Kuala pada tahun 2000 sebesar 24J.896 ekor
dengan penghasIl terbesar adalah Kecamatan |andastana, yaItu sebesar 42.010 ekor.
Sedangkan ternak ItIk merupakan komodItI terbesar kedua dengan total produksI
J6.2J0 ekor, dImana penghasIl terbanyak adalah Kecamatan Tabunganen, yaItu
sebesar 22.755 ekor. SelaIn Itu, ternak ayam ras potong yang banyak terdapat dI
Kecamatan 8erambaI, yaItu 21.994 ekor. Total ternak ayam ras potong dI kabupaten
8arIto Kuala sebanyak J4.644 ekor.
Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3.4.
Tabel J.4.
PopulasI Ternak Tahun 2000 0I Kabupaten 8arIto Kuala
No Kecamatan
JenIs Ternak
SapI Kerbau kambIng 0omba 8abI
Ayam
Kampung
tIk
Ayam Fas
Potong

1 Tabunganen 8J J58 6J98 22755
2 Tamban 156 527 17950 5728
J |ekar sarI 40 162 10675 800
4 AnjIr Pasar J8 218 10280 750
5 AnjIr |uara 285 95J6 650
6 Alalak 214 6217 5J7
7 |andastana 7J 42J7 42010 150
8 8elawang 24 217 8846 84 800
9 Wanaraya J217 115 125 J2516 600
10 F.8adauh 24 1996 25612 1285
11 Cerbon 11 87 5 119J5 650
12 8arambaI 1204 7J 15J 127 26617 21994
1J 8akumpaI 219 6715 600
14 |arabahan 60 J8 6 85J2 500 11250
15 Tabukan 9087 12J76 12J0
16 KurIpan 420 6681 515
jumlah 49J0 49J 1791J 11 252 242896 J62J4 J4644
Sumber : 0Inas PertanIan Kab. 8arIto Kuala
3.2.5. PoIa Perkembangan Kawasan IndustrI
KlasIfIkasI jenIs IndustrI dI Kabupaten 8arIto Kuala pada umumnya terdIrI atas
IndustrI menengah dan besar yang berkembang dI wIlayah strategI, yaItu Kecamatan
Tamban dan Alalak. Akan tetapI, sejalan dengan perkembangan wIlayah, potensI
perkebunan dan tanaman pangan akan dapat dIupayakan sebagaI kawasan agroIndustrI.
PotensI tersebut mempunyaI kontrIbusI yang besar terhadap perekonomIan daerah,
sehIngga dalam pengembanan kawasan IndustrI perlu penanganan yang tepat terhadap
penempatan alokasI pabrIk yang berdekatan dengan alokasI permukIman maupun
penggunaan lahan terhadap lahan persawahan.
43
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



0I Kecamatan Tamban tercatat 12 IndustrI besar dan 5 buah IndustrI skala
menengah. Sedangkan dI Kecamatan Alalak tercatat sebanyak 5 buah IndustrI besar dan 5
buah IndustrI menengah. SebagIan besar IndustrIIndustrI tersebut beralokasI dI sepanjang
sungaI. Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3.5.
Tabel J.5.
8anyaknya Perusahaan ndustrI 8esar dan |enengah
0I Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
NO KECAMATAN
PERUSAHAAN
JUMLAH
BESAR SEDANG
1 Tabunganen - - -
2 Tamban 12 5 17
3 Mekar sari - - -
4 Anjir Pasar - - -
5 Anjir Muara - - -
6 Alalak 5 5 10
7 Mandastana - - -
8 Belawang - - -
9 Wanaraya - - -
10 R.Badauh - - -
11 Cerbon - - -
12 Barambai - - -
13 Bakumpai - 1 1
14 Marabahan - - -
15 Tabukan - - -
16 Kuripan - - -
Jumlah 17 11 28
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala
3.2.6. PoIa Perkembangan Kawasan Hutan
WIlayah Kabupaten 8arIto Kuala memIlIkI kawasan hutan yang tersebar dI seluruh
wIlayah kecamatan. SebagIan kawasan hutan InI berupa kawasan hutan lIndung dengan
fungsI khusus, sepertI kawasan hutan yang berada dIsempadan sungaI, cagar alam, pantaI
berbakau dan hutan wIsata. Cagar alam berada dI Pulau Kaget Kecamatan Tabunganen
dengan luas 6J Ha dan dIhunI oleh satwa 8ekantan. Sedangkan kawasan hutan wIsata
mencakup Pulau Kembang yang berada dI Kecamatan Alalak seluas 42 Ha dan Pulau 8akut
yang berada dI Kecamatan AnjIr |uara seluas 18 Ha. JenIs Flora dan fauna yang
mendomInasI kedua hutan wIsata InI adalah Tanaman KesturI dan FambaI, bekantan dan
berbagaI jenIs burung. 0IsampIng Itu kawasan hutan lIndung yang berada dI pesIsIr pantaI
dengan tanaman utama bakau terletak dI Kecamatan Tabunganen seluas 60 Ha. Total luas
kawasan hutan lIndung adalah 2.662 Ha. Kawasan hutan yang terletak pada kawasan
budIdaya adalah hutan produksI konservasI seluas J1.417 Ha. Hutan InI dapat dIambIl
44
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



manfaatnya tanpa menImbulkan menImbulkan kerusakan, karena merupakan suatu sIstem
penyangga ekosIstem kehIdupan laIn. Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3.6.

Tabel J.6.
Luas Hutan |enurut FungsI Tahun 2000
0I Kabupaten 8arIto Kuala
N
O JENIS LUAS (Ha)
A Kawasan Lindung
1 Sempadan Sungai 2437
2 Cagar Alam 85
3 Pantai Berbakau 80
4 Hutan Wisata alam 60
B Kawasan Budidaya Alam
1 Hutan Produksi Konsevasi 31417
C Kawasan Budidaya Non Hutan
1
Tanaman
Tahunan/Perkebunan 54723
2 Pertanian Lahan Basah 193274
3 Permukiman 16538
4 Peternakan 157
5 Perikanan 300
6 Industri 500
7 Pariwisata 125
JUMLAH 299696
Sumber : 0Inas Kehutanan dan Perkebunan Kab. 8arIto Kuala
3.2.7. PoIa Perkembangan Kawasan ParIwIsata
Kawasan wIsata yang ada dI Kabupaten 8arIto Kuala terdIrI atas wIsata alam,
wIsata agro, wIsata relIgIus dan budaya. Kawasankawasan wIsata tersebut belum
dImanfaatkan secara optImal, karena terbatasnya dana pembangunan oleh pemerIntah.
Kawasan wIsata yang ada dI Kabupaten 8arIto Kuala adalah :
1. WIsata alam, yaItu Pulau Kembang (Kecamatan Alalak), Pulau 8akut (Kecamatan AnjIr
|uara), dan Pulau Kaget (Kecamatan Tabunganen)
2. WIsata Agro, yaItu AgrowIsata SungaI Kambat berupa kebun jeruk dan kolamkolam
perIkanan yang terdapat dI Kecamatan Cerbon
J. WIsata FelIgIus, yaItu makam 0atu H. Abdussamad dan PanglIma Wangkang dI
Kecamatan |arabahan
3.2.8. PoIa Perkembangan Kawasan Pertambangan
Kawasan pertambangan, berupa penggalIan (querryIng) dI Kabupaten 8arIto Kuala
belum memIlIkI Kuasa Pertambangan. Hal InI dIkarenakan bahan galIan yang ada belum
45
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



dImanfaatkan secara optImal untuk menambah pendapatan daerah. 8erdasarkan
penelItIan, Kabupaten 8arIto Kuala mempunyaI bahan galIan berupa :
golongan A, yaItu mInyak bumI yang terdapat dI Kecamatan KurIpan.
golongan C, yaItu pasIr (terdapat dI Kecamatan Alalak, AnjIr |uara, Tamban dan
Tabunganen) dan tanah lIat (terdapat hampIr dI semua kecamatan).
3.2.. PoIa Perkembangan Kawasan 0esa TertInggaI
Kawasan 0esa TertInggal dI Kabupaten 8arIto Kuala dIsebabkan oleh mInImnya
aksesIbIlItas yang menghubungkan kawasan tersebut dengan kawasan laIn, sehIngga
pemacuan ekonomI dIdaerah tersebut kurang berkembang. 0arI data tahun 2000, jumlah
desa tertInggal yang menerIma program 0T sebanyak 128 desa. Untuk lebIh jelasnya
dapat dIlIhat pada TabeI 3.7.
Tabel J.7.
Jumlah 0esa TertInggal
0I Kabupaten 8arIto Kuala
No Kecamatan Jumlah Desa
Jumlah Desa
IDT
1 Tabunganen 14 14
2 Tamban 16 8
3 Mekar sari 9 1
4 Anjir Pasar 15 4
5 Anjir Muara 15 4
6 Alalak 18 17
7 Mandastana 21 14
8 Belawang 13 10
9 Wanaraya 13 6
10 R.Badauh 9 7
11 Cerbon 8 8
12 Barambai 10 6
13 Bakumpai 9 6
14 Marabahan 8 4
15 Tabukan 11 10
16 Kuripan 9 9
Jumlah 198 128
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala
3.3. KEPEN0U0UKAN 0AN SDSIAL
3.3.1. JumIah dan Perkembangan Penduduk
0alam kurun waktu 5 tahun terakhIr (1996 2000) Kabupaten 8arIto Kuala
mengalamI pertumbuhan penduduk sebesar 1,J5 /tahun dengan pertambahan jumlah
penduduk ratarata sebanyak 668 jIwa/tahun, dImana jumlah penduduk tahun 1996
sebanyak 24J.207 jIwa dan tahun 2000 sebesar 246.547 jIwa. Namun jumlah penduduk
pada tahun 2000 mengalamI penurunan yang dIsebabkan adanya mIgrasI penduduk.
46
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala







240,000
242,000
244,000
246,000
248,000
250,000
1996 1997 1998 1999 2000
Jumlah Penduduk


Jumlah penduduk terbesar pada tahun 2000 dI Kecamatan Tamban dan Alalak,
yaItu masIngmasIng sebanyak 41.1J0 jIwa dan J4.287 jIwa. Kecamatan Tamban dan Alalak
merupakan wIlayah yang palIng dekat dengan Kota 8anjarmasIn. SehIngga banyak
pengusaha mendIrIkan perusahaan untuk mendapatkan akses yang palIng dekat ke
pelabuhan TrIsaktI yang mengakIbatkan banyak tenaga kerja bermukIm dI sekItar
perusahaan tersebut. SelaIn Itu Kecamatan Tamban merupakan bekas daerah trans kolonI
tahun 19J0 yang terus berkembang sedangkan Kecamatan Alalak merupakan kawasan yang
secara langsung terkena dampak pengembangan pembangunan Kota 8anjarmasIn.
KonsentrasI penduduk terendah terdapat pada Kecamatan KurIpan, yaItu sebanyak
5.048 jIwa. Kecamatan KurIpan secara geografIs merupakan wIlayah kecamatan yang
berada pada bagIan utara Kabupaten 8arIto Kuala yang sangat mInIm aksesIbIlItas
terhadap sIrkulasI regIonal, sehIngga berpengaruh terhadap perkembangan wIlayahnya
yang secara tIdak langsung akan mempengaruhI laju pertumbuhan penduduknya,
khususnya aspek urbanIsasI.
3.3.2. Kepadatan Penduduk
Luas Kabupaten 8arIto Kuala berdasarkan data statIstIk Tahun 2000 adalah
2.996,96 Km
2
, sehIngga kepadatan penduduknya tahun 2000 sebesar 82 jIwa/Km
2
, yang
berartI dalam kurun waktu 5 tahun hanya mengalamI penIngkatan sebesar 2 jIwa/Km
2

dIbandIngkan kepadatan penduduk pada tahun 1996 sebesar 80 jIwa/Km
2
.
0IstrIbusI kepadatan penduduk sebandIng dengan luas wIlayah masIngmasIng
kecamatan, dImana kepadatan terbesar terdapat dI Kecamatan Wanaraya (JJ5 jIwa/Km
2
)
karena memIlIkI luas wIlayah relatIf kecIl dengan jumlah penduduk cukup besar.
Sedangkan wIlayah dengan kepadatan penduduk terkecIl adalah Kecamatan KurIpan (15
jIwa/Km
2
). Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3.8.
CrafIk J.1.
Perkembangan Jumlah Penduduk
Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 19962000
47
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Tabel J.8.
Kepadatan Penduduk Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
No Kecamatan
Jumlah
Desa
Luas (Km
2
)
Jumlah
Penduduk
Kepadatan
(Jiwa/Km
2
)
1 Tabunganen 14 240 17,221 72
2 Tamban 16 164.3 41,130 250
3 Mekar sari 9 143.5 15,426 107
4 Anjir Pasar 15 126 14,321 114
5 Anjir Muara 15 117.25 17,437 149
6 Alalak 18 106.85 34,287 321
7 Mandastana 21 339 16,405 48
8 Belawang 13 80.25 11,031 137
9 Wanaraya 13 37.5 12,563 335
10 R.Badauh 9 261.81 11,772 45
11 Cerbon 8 206 10,745 52
12 Barambai 10 183 6,379 35
13 Bakumpai 9 261 7,426 28
14 Marabahan 8 221 16,035 72
15 Tabukan 11 166 7,321 44
16 Kuripan 9 343.5 5,048 15
Jumlah 198 2996.96 244,547 82
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala
3.3.3. Ketenagakerjaan
8erdasarkan regIstrasI ketenagakerjaan pada tahun 2000, penduduk
Kabupaten 8arIto Kuala terbagI atas usIa kerja dan usIa tIdak kerja. Sebanyak
1J8.867 jIwa merupakan angkatan kerja atau 81,5 darI jumlah penduduk
Kabupaten 8arIto Kuala.
KomposIsI penduduk menurut lapangan pekerjaan dI Kabupaten 8arIto Kuala
terbanyak adalah bekerja pada sektor pertanIan tanaman pangan, yaItu sebanyak 81.681
jIwa. Hal InI dapat dImaklumI karena sebagIan besar wIlayah merupakan areal pertanIan.
SelaIn Itu, sektor IndustrI pengolahan menempatI porsI penduduk terbesar kedua, yaItu
19.94J jIwa. Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3..

3.3.4. KarakterIstIk SosIaI
KomposIsI penduduk menurut agama yang dIanut dI Kabupaten 8arIto Kuala pada
tahun 2000 menunjukan bahwa pemeluk agama slam masIh domInan, yaItu sebanyak
24J.441 jIwa. Penduduk beragama HIndu sebanyak 1.008 jIwa, KrIsten sebanyak 882 jIwa,
KatholIk sebanyak 552 jIwa, 8udha sebanyak 27 jIwa dan laInnya sebanyak 10 jIwa
KomposIsI penduduk menurut tIngkat pendIdIkan dI Kabupaten 8arIto Kuala
pada tahun 2000 memperlIhatkan kondIsI yang cukup baIk, dImana penduduk
dengan golongan umur 25 - 64 tahun sebanyak 14.00J jIwa adalah tamatan SLTA
dan 1.27J jIwa adalah tamatan Perguruan TInggI 867 jIwa tamatan 0Iploma dan 4JJ
jIwa tamatan AkademI. Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3.10.
48
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Tabel J.9
KomposIsI Penduduk 8erdasarkan Ketenagakerjaan
0I Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000

N
O
Wilayah
Administrasi
LAPANGAN USAHA JUMLA
H 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Tabunganen 6200 41 1081 39 49 124 651 356 35 118 8694
2 Tamban 9074 58 98 12 289 9960 1086 1364 207 1184 23332
3 Mekarsari 5481 533 17 2 45 379 751 535 84 135 7962
4 Anjir Pasar 5346 6 31 0 245 105 657 528 125 368 7411
5 Anjir Muara 7898 15 79 11 17 622 598 448 66 298 10052
6 Alalak 6582 105 48 5 68 6191 2521 2020 522 496 18558
7 Mandastana 7695 5 2 11 4 151 432 371 31 394 9096
8 Belawang 5377 18 17 1 249 181 415 365 50 201 6874
9 Wanaraya 7023 5 4 20 16 50 238 323 10 64 7753
10 Barambai 5330 8 12 10 117 152 229 374 25 115 6372
11
Rantau
Badauh 5102 20 1 0 192 42 278 299 29 42 6005
12 Cerbon 3110 5 11 0 4 30 105 149 18 49 3481
13 Bakumpai 2788 39 64 4 472 484 226 188 93 23 4381
14 Marabahan 3160 35 24 10 320 332 893 2210 104 385 7473
15 Tabukan 1171 13 44 19 1078 648 343 274 73 18 3681
16 Kuripan 344 237 154 5 274 492 118 220 53 133 2030
JUMLAH
8168
1 1143 1687 149 3439 19943 9541 10024 1525 4023 133155
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala

Keterangan :
49
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



1. PertanIan Tanaman Pangan 2. Perkebunan J. PerIkanan
4. Peternakan 5. PertanIan laInnya 6. ndustrI Pengolahan
7. Perdagangan 8. Jasa 9. Angkutan 10. laInnya
50
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala



Tabel J.10
KarakterIstIk SosIal Penduduk
0I Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000

No
Wilayah
Administrasi
AGAMA
Jumlah
PENDIDIKAN
Jumlah
Islam Katholik Protestan Hindu Budha Lainnya
Tdk/Belum
Tmt SD
SD SLTP SLTA
Diploma
I/II
Akademi
D III
PT
D IV
1 Tabunganen 17415 4 2 1 0 0 17422 9310 4730 994 536 15 10 26 15621
2 Tamban 40541 230 384 107 10 6 41278 12810 9384 8027 6848 165 79 122 37435
3 Mekarsari 15437 3 3 0 0 0 15443 5891 4844 2320 857 40 16 40 14008
4 Anjir Pasar 14360 4 9 0 0 0 14373 6216 4116 1562 1061 74 19 76 13124
5 Anjir Muara 17443 2 0 2 0 0 17447 7956 4523 2082 1068 74 10 30 15743
6 Alalak 33833 138 169 20 10 0 34170 13740 6948 4527 4910 127 92 327 30671
7 Mandastana 16561 7 34 0 0 0 16602 6944 5536 1941 602 56 7 43 15129
8 Belawang 11071 14 26 0 0 0 11111 5945 2845 787 387 30 13 23 10030
9 Wanaraya 12076 60 55 430 0 0 12621 5091 4044 1801 391 36 11 45 11419
10 Barambai 11509 25 131 435 0 0 12100 5971 3134 1243 433 58 13 41 10893
11 Rantau Badauh 10813 3 5 0 0 0 10821 4392 3435 1293 663 60 12 34 9889
12 Cerbon 6434 0 1 1 0 0 6436 3465 1511 549 300 14 5 20 5864
13 Bakumpai 7638 4 7 0 0 0 7649 4079 2033 367 295 15 13 24 6826
14 Marabahan 15933 56 53 12 7 4 16065 5421 3937 1864 2436 154 180 454 14446
15 Tabukan 7328 2 0 0 0 0 7330 3731 2046 455 258 28 7 21 6546
16 Kuripan 5049 0 3 0 0 0 5052 1476 2520 276 177 20 6 20 4495
JUMLAH 243441 552 882 1008 27 10 245920 1024J8 65586 30088 21222 966 493 1346 222139
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala


Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 51
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

3.4. PEPEKDNDhIAN WILAYAH
0ItInjau darI struktur P0F8 Kabupaten 8arIto Kuala, yaItu menurut harga berlaku
(dalam juta rupIah), maka sektor yang mempunyaI kontrIbusI yang palIng besar adalah
sektor IndustrI pengolahan dIsusul sektor pertanIan. Sedangkan sektor yang memberIkan
kontrIbusI palIng kecIl terhadap perekonomIan Kabupaten 8arIto Kuala adalah sektor
lIstrIk dan aIr mInum. 0emIkIan pula untuk struktur P0F8 menurut harga konstan, sektor
yang memberIkan kontrIbusI terbesar adalah sektor IndustrI pengolahan
P0P Harga erIaku.
P0F8 Kabupaten 8arIto Kuala tahun 1996 - 2000 tetap mengandalkan sektor pertanIan
sebagaI sektor unggulan. 8esarnya P0F8 tahun 2000 adalah Fp. 2.062.184.177.000,
dengan IndustrI besar dan sedang dan hanya sebesar Fp. 890.5JJ.081.000, tanpa
IndustrI besar dan sedang. Laju pertumbuhan P0F8 selama 1996 - 2000 secara
kumulatIf mencapaI kenaIkan sebesar Fp. 1.19J.9J4.55J.000, dengan IndustrI besar
dan sedang dan sebesar Fp. 5J6.2J6.277.000, tanpa IndustrI besar dan sedang. Untuk
lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3.11.
PDRB Harga Konstan
Angka P0F8 Kabupaten 8arIto Kuala tahun 2000 sebesar Fp. 681.J90.414.000,. Angka
sektor terbesar adalah sektor ndustrI Pengolahan yaknI mencapaI Fp.
448.J86.780.000, dIsusul sektor pertanIan sebesar Fp. 14J.17J.941.000, kemudIan
perdagangan, hotel dan restoran sebesar Fp. 52.006.904.000, dan sektor IndustrI
sebesar Fp. 46.058.5JJ.000,. Angka Pertumbuhan 5 tahun terakhIr (19962000)
sebesar Fp. 24.047.560.000,, atau rata pertahun sebesar 0,86 . 0Imana pada tahun
1996 sebesar Fp. 710.587.625.000,, tahun 1997 sebesar Fp. 7J6.240.448.000,, tahun
1998 sebesar Fp. 665.J90.799.000,, tahun 1999 sebesar Fp. 666.297.9J4.000, dan
tahun 2000 sebesar Fp. 681.J90.414.000,. Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada
TabeI 3.12.



Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 52
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

Tabel J.11
P0F8 menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku (FIbuan FupIah)

Lapangan Usaha 1997 1998 1999 2000 2001
PertanIan l AgrIcuIture
1. Tanaman 8ahan |akanan
2. Tanaman Perkebunan
J. Peternakan 0an HasIlnya
4. Kehutanan
5. PerIkanan
Pertambangan 0an PenggaIIan
1. |Inyak 0an Cas 8umI
2. Pertambangan Tanpa |Igas
J. PenggalIan
IndustrI PengoIahan
1. ndustrI |Igas
a. PenggIlangan |Inyak 8umI
b. Cas Alam CaIr
2. ndustrI 8ukan |Igas
a. ndustrI 8esar E sedang
b. nd. KecIl E Krjn Fmh Tngg
LIstrIk 0an AIr hInum
1. LIstrIk
2. Cas Kota
J. AIr |Inum
angunan
Perdagangan, Pestorn PrhoteIan
1. Perdagangan 8esar E Eceran
2. Perhotelan
J. Festoran
Pengangkutan KomunIkasI
A. Pengangkutan
1. Angkutan 0arat
2. Angkutan Laut
J. Angk. SngaI E Pnybrangan
4. Angkutan Udara
5. Jasa Penunjang Angkutan
8. KomunIkasI
1. Pos dan telekomunIkasI
2. Jasa Penunjang KomI
ank Lembga keuangan LaInnya
1. 8ank
2. Lembga Keuangan 8ukan 8ank
J. Jasa penunjang Keuangan
4. Sewa 8angunan
5. Jasa Perusahaan
Jasa-Jasa
A. PemerIntahan Umum
1. Adm.PmrInthn E Prthnan
2. Jasa PmerIntahan laInnya
8. Swasta
1. SosIal Kemasyarakatan
2. HIburan dan FekreasI
J. Perorangan E Fmh Tngga
203841550
151998200
5461250
J654180
2284540
4044JJ80
584100


584100
5656320



5656J9920
556991110
8648810
116680
1012420

154560
33033410
618383
566079JJ
84890
5201070
1737547
17001669
2672986

142J442J

94260
J7J810
J7J810

1732150
1078000
1185210

14977540
151400
4568611
4277667J


J1919J8
1521770
220460
1449708
24310861
17765J000
7202660
44776J0
J577700
50999871
678420


678420
16526271



916526271
904004780
12521491
123387
11JJJ94

15999J
36333640
76278003
6971540J
106400
6456200
2025586
20471126
4179726

16194270

971J0
454460
454460

1872
2150000
1J4J104

162J80J8
168650
7658042
7J084000


J505042
1694892
2J9580
1570570
384127817
J08878601
59718J1
56985J0
5040200
585J8655
78770


787970
103103373



10J10JJ7J9
10178857J9
1J148000
1422825
1245488

177JJ7
41867000
3586720
86626J08
116840
684J572
27522257
27007450
5846606

21042984

117860
514807
514807

1887010
1677000
1546460

18825780
174950
1034187
100227110


J767077
17501J0
297670
1719277
48735511
J99105918
6544274
719479J
7179765
67JJ1161
2038


920J89
107315724



107J195724
1059J89868
1J805856
158176
1J85415

196561
48243052
113654325
104661905
128J04
8864116
32704331
J2121164
67J6459

25241691

14J014
58J167
58J167

25083071
1241000
18J4024

2182660J
181444
130050411
1259654J2


4084979
1807168
J95747
1882064
5444072
491290170
7095411
9068J12
10207472
77282707
1072036


10720J6
1220717516



1220717516
1205656969
15060547
1828172
1604J68

22J804
5714385
13704521
126205122
150860
106892J7
40438662
J9756240
78J11J4

J1747282

177824
682422
682422

2554027
1J0J298
2095006

25960562
195161
143427237
1J8925527


4501710
19405J7
4920J2
2069141
P0F8 tanpa ndustrI 8esar Sedang 380483 488430222 68532666 8533322 1020513867
P0F8 dengan ndustrI 8esar Sedang 468603 132453002 1703212705 1127810 2226170836
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala


Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 53
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

Tabel J.12
P0F8 |enurut Lapangan Usaha Atas 0asar Harga Konstan (FIbuan FupIah)

Lapangan Usaha 1997 1998 1999 2000 2001
PertanIan l AgrIcuIture
1. Tanaman 8ahan |akanan
2. Tanaman Perkebunan
J. Peternakan 0an HasIlnya
4. Kehutanan
5. PerIkanan
Pertambangan 0an PenggaIIan
1. |Inyak 0an Cas 8umI
2. Pertambangan Tanpa |Igas
J. PenggalIan
IndustrI PengoIahan
1. ndustrI |Igas
a. PenggIlangan |Inyak 8umI
b. Cas Alam CaIr
2. ndustrI 8ukan |Igas
a. ndustrI 8esar E sedang
b. nd. KecIl E Krjn Fmh Tngg
LIstrIk 0an AIr hInum
1. LIstrIk
2. Cas Kota
J. AIr |Inum
angunan
Perdagangan, Pestorn PrhoteIan
1. Perdagangan 8esar E Eceran
2. Perhotelan
J. Festoran
Pengangkutan KomunIkasI
1. Pengangkutan
a. Angkutan 0arat
b. Angkutan Laut
c. Angk. SngaI E Pnybrangan
d. Angkutan Udara
e. Jasa Penunjang Angkutan
2. KomunIkasI
a. Pos dan telekomunIkasI
b. Jasa Penunjang KomunIkasI
ank Lembga keuangan LaInnya
1. 8ank
2. Lembga Keuangan 8ukan 8ank
J. Jasa penunjang Keuangan
4. Sewa 8angunan
5. Jasa Perusahaan
Jasa-Jasa
1. PemerIntahan Umum
a. Adm.PmrInthn E Prthnan
b. Jasa PmerIntahan laInnya
2. Swasta
a. SosIal Kemasyarakatan
b. HIburan dan FekreasI
c. Perorangan E Fmh Tngga
14317341
997J6010
J857450
219996J
1677678
J5702840
50650


506590
448386780



448J86780
4415J0810
6855970
87664
766940

109709
28065520
4682560
42575280
65270
4189010
1130020
11162700
206JJ70

9018200

811J0
227J20
227J20

13543360
771710
9J5060

11712J40
124250
43584628
41018699


2565929
1264600
156627
1144802
102368
61841J40
20J0420
198J0JJ
21J54J0
J4949466
83710


5J7910
4340580



4J9490580
4JJ1184J0
6J72150
863621
760412

10J209
176513
3655000
J5JJJ700
70290
4251010
1204420
11820610
228J820

9454J80

82410
228810
228810

14150240
106J750
8807J0

12120670
85090
3817477
J592556J


2249414
1174660
1J7650
9J7104
12033064
77295998
1468144
2007700
2484000
J71J7222
541100


541100
412265080



412265080
405686005
6579075
885877
780088

105789
118370
4453188
4012760J
74507
4J29779
13028253
12790291
2J56902

10J49001

84J88
2J7962
2J7962

12048282
4692J5
909465

1152J460
84592
4354657
41265690


2280907
1191602
1J8451
950854
141442804
94277551
1529806
2284061
2889460
40461926
547362


547J62
388677



J88967997
J82175277
6792720
31077
822644

1084JJ
200485
5136608
4690762J
78977
4410008
1435810
141114J0
2696741

11J28276

8641J
247480
247480

1305722
J14J84
980565

12525676
85097
406478
46765821


2JJ0657
1209788
15606J
964806
151842045
100479698
1609J56
2609J11
J50549J
4J6J8187
568162


568162
3841365



J8491J695
J77869644
7044051
101041
898755

111664
2258650
55435506
50645686
85919
470J901
1606326
15794J57
J009659

12694466

902J2
268912
268912

15114851
J21JJ2
1056068

1J650482
86969
50748636
48JJ8J88


2410248
1251042
175540
98J666
P0F8 tanpa ndustrI 8esar Sedang 24826238 23234406 260738107 2376666 32041352
P0F8 dengan ndustrI 8esar Sedang 736357048 655512836 666424112 68155143 68283173
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala
3.5. SISTEh TPANSPDPTASI WILAYAH
3.5.1. SIstem TransportasI 0arat
8erdasarkan data yang terhImpun sampaI dengan tahun 2000 dI Kabupaten 8arIto
Kuala yang melayanI pergerakan penduduk dalam dan antar kota terdIrI atas 115 buah
kendaaran umum dengan jenIs bus mInI, J45 buah ojek dan 110 buah becak.
Untuk menunjang angkutan barang dan penumpang perlu dIdukung sarana dan
prasarana jalan. 8erdasarkan data darI 0Inas Pekerjaan Umum 8Ina |arga Kabupaten

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 54
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

8arIto Kuala Tahun 2000 mempunyaI panjang jalan 589,6 Km dengan perIncIan jalan
Negara J6 Km, jalan PropInsI J7 dan jalan Kabupaten 516,6 Km. dItInjau darI jenIs
permukaan jalan terbagI atas jalan aspal 271,5 Km dan jalan tanah J18,1 Km. dIlIhat darI
kondIsInya, maka jalan aspal dengan kondIsI baIk sepanjang 24J,1 Km, kondIsI sedang 28,4
Km, kondIsI rusak 208 Km dan kondIsI rusak berat sepanjang 110,1 Km. Untuk lebIh
jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3.13.
Tabel J.1J.
Panjang Jalan |enurut JenIs Permukaan dan Kelas Jalan
0I Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
JenIs Permukaan, KondIsI dan Kelas Jalan Panjang (Km)
1. JenIs Permukaan
a. Aspal
b. KerIkIl
c. Tanah

271,50

J18,10
2. KondIsI Jalan
a. 8aIk
b. Sedang
c. Fusak
d. Fusak 8erat

24J,10
28,40
208,00
110,10
J. Kelas Jalan
a. Kelas 8
b. Kelas C
c. Kelas tIdak dIrIncI

12,00
259,50
J18,10
Panjang Jalan (Km) 589,60
Sumber : 0Inas PU Kab. 8arIto Kuala
3.5.2. SIstem TransportasI SungaI
SIstem pergerakan dengan menggunakan angkutan sungaI masIh menjadI sarana
trasnportasI untuk menghubungkan antar wIlayah dI Kabupaten 8arIto Kuala. Sebanyak 166
buah angkutan sungaI tedIrI atas motor getek (klotok), speedboat, kapal sungaI dan perahu
tongkang. TransportasI InI menjadI prIorItas utama bagI pergerakan orang dan barang
menuju 8anjarmasIn, dImana tercatat 2.2JJ buah kapal bertolak darI wIlayah Kabupaten
8arIto Kuala dengan jumlah penumpang 68.JJ8 orang dan 95.517 ton barang bawaan.
Sedangkan pergerakan orang dan barang menuju wIlayah Hulu SungaI pada tahun 2000
sebanyak 2.155 buah kapal yang mengangkut 61.055 orang penumpang dan 92.J09 ton
barang.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 55
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

3.6. FASILITAS
1.6.5. PendIdIkan
FasIlItas pendIdIkan merupakan salah satu faktor pentIng untuk dItelaah, karena
melaluI pendIdIkan dapat dIketahuI kualItas masyarakat. SemakIn banyak penduduk yang
berpendIdkan tInggI, maka tersedIanya fasIlItas pendIdIkan akan sangat menunjang
terlaksananya kegIatan pendIdIkan tersebut.
Jumlah fasIlItas pendIdIkan berdasarkan tIngkat pendIdIkan Taman Kanakkanak dI
Kabupaten 8arIto Kuala tahun 2000 sebanyak 58 unIt, Sekolah 0asar sebanyak 274 unIt,
Sekolah |enengah Pertama sebanyak J4 unIt, Sekolah |enengah Umum sebanyak 6 unIt,
dan |adrasah TsanawIyah sebanyak J0 unIt. 0IstrIbusI fasIlItas pendIdIkan dI Kabupaten
8arIto Kuala dapat dIlIhat pada TabeI 3.14.
Tabel J.14
0IstrIbusI FasIlItas PendIdIkan
0I Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
No Kecamatan
Fasilitas Pendidikan
TK SD SLTP SLTA
Madrasa
h

1 Tabunganen 3 21 2 3
2 Tamban 8 27 2 1 4
3 Mekar sari 4 17 1 4
4 Anjir Pasar 3 19 2 1 1
5 Anjir Muara 5 21 2 2
6 Alalak 8 27 2 1
7 Mandastana 3 27 4 1 2
8 Belawang 1 15 2
9 Wanaraya 14 3 1 3
10 R.Badauh 3 15 2 1 2
11 Cerbon 1 10 1 1
12 Barambai 3 16 2 3
13 Bakumpai 2 10 1
14 Marabahan 12 17 2 1 2
15 Tabukan 2 10 2 2
16 Kuripan 1 9 1
jumlah 59 275 31 6 30
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala
2.6.5. Kesehatan
FasIlItas kesehatan merupakan sarana untuk mengetahuI tIngkat kesehatan
masyarakat yang ada dI Kabupaten 8arIto Kuala. SemakIn tInggI tIngkat kesehatan
masyarakat, maka kehIdupan akan menjadI lebIh baIk.
FasIlItas kesehatan yang ada dI Kabupaten 8arIto Kuala sepertI rumah sakIt
sebanyak 2 unIt, puskesmas 16 unIt, puskesmas pembantu 65 unIt yang dIdukung oleh 2
orang dokter spesIalIs, 15 orang dokter umum, 4 orang dokter gIgI, 18 orang perawat dan
192 orang bIdan. Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3.15.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 56
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

Tabel J.15
0IstrIbusI FasIlItas Kesehatan
0I Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
No
Kecamata
n
Fasilitas Kesehatan
Rumah
Sakit
Puskesma
s
Pus.
Pembantu
Klinik
Center
Apote
k

1
Tabungan
en 1 6
2 Tamban 1 1 4
3 Mekar sari 1 4
4 Anjir Pasar 1 4
5
Anjir
Muara 1 4
6 Alalak 1 5 1
7
Mandastan
a 1 6
8 Belawang 1 3
9 Wanaraya 1 4
10 R.Badauh 1 4
11 Cerbon 1 2
12 Barambai 1 4
13 Bakumpai 1 4
14
Marabaha
n 1 1 4 1
15 Tabukan 1 4
16 Kuripan 1 2
jumlah 2 16 65 1 1
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala
3.6.3. Perdagangan dan Jasa
Pelayanan fasIlItas ekonomI yang dItInjau menurut sector usaha tedIrI atas
pertokoan, pasar, swalayan, rumah makan/restoran, pasar hewan dan hotel. PerhatIan
terhadap fasIlItas tersebut dIutamakan untuk mendukung terhadap kemampuan tumbuh
dan berkembangnya kecamatan dalam konstelasI regIonal, khususnya dItInjau darI
kemungkInan orIentasI pemasaran dan pelayanan.
Pasar umum dI Kabupaten 8arIto Kuala merata dIsetIap kecamatan. Namun kegIatan
pelayanan ekonomI terhadap masyarakat berlangsung setIap mInggunya. Pasar umum dI
Kecamatan |arabahan merupakan pasar yang bersIfat melayanI kecamatankecamatan
yang ada dIsekItarnya, sepertI Kecamatan 8akumpaI, 8erambaI, Wanaraya, dan Tabukan.
Pasar InI berlangsung setIap harI selasa dan kamIs. Pasar Induk yang baru dIbangun dI
kecamatan Alalak merupakan pasar dengan pelayanan regIonal yang melayanI masyarakat
Kabupaten 8arIto Kuala dan Kota 8anjarmasIn bagIan utara. Sedangkan pasar umum dI
Kecamatan AnjIr Pasar dan Tabukan juga melayanI masyarakat darI KalImantan Tengah.


Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 57
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

3.6.4. PerIbadatan
FasIlItas perIbadatan merupakan salah satu kebutuhan umum manusIa untuk
memenuhI kebutuhan rohanI. Pelayanan fasIlItas perIbadatan dIsesuaIkan dengan agama
dan kepercayaan yang dIanut oleh masyarakat dI Kabupaten 8arIto Kuala.
Pada tahun 2000 tercatat sebanyak 206 unIt mesjId yang sebagIan besar berada dI
Kecamatan Tamban. |usholla terdIrI atas 67J unIt, dImana terbanyak terdapat dI
Kecamatan Alalak. SelaIn Itu tempat perIbadatan untuk umat hIndu, yaItu pura sebanyak 1
unIt dI Kecamatan 8erambaI. Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 3.16.

Tabel J.16
0IstrIbusI FasIlItas PerIbadatan
0I Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
No Kecamatan
Fasilitas Peribadatan
Mesjid Surau Gereja Pura Vihara

1 Tabunganen 17 45
2 Tamban 25 60
3 Mekar sari 12 57
4 Anjir Pasar 6 56
5 Anjir Muara 12 51
6 Alalak 18 66
7 Mandastana 21 50
8 Belawang 12 29
9 Wanaraya 16 65
10 R.Badauh 12 30
11 Cerbon 7 26
12 Barambai 12 42 1
13 Bakumpai 8 18
14 Marabahan 14 39
15 Tabukan 8 15
16 Kuripan 6 14
jumlah 206 663 0 1 0
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala
3.6.5. PekreasI dan DIahraga
Pelayanan fasIlItas rekreasI dan olahraga dI Kabupaten 8arIto Kuala dIstrIbusInya
tIdak merata. Tahun 2000 tercatat hanya 1 unIt fasIlItas olahraga yang refresentatIf berupa
stadIon dI Kecamatan |arabahan. Sedangkan fasIlItas olahraga laInnya merupakan
pengembangan padang rumput dan tanah kerIng yang tIdak dIusahakan sebagaI sarana
berolahraga.
Tempat rekreasI yang ada dI Kabupaten 8arIto Kuala, yaItu Pulau Kembang dI
Kecamatan Alalak, Pulau 8akut dI Kecamatan AnjIr |uara, Pulau Kaget dI Kecamatan
Tabunganen, AgrowIsata SungaI Kambat dI Kecamatan Cerbon dan makam 0atu H.
Abdussamad dan PanglIma Wangkang dI Kecamatan |arabahan.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 58
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

3.7. UTILITAS
3.7.1 JarIngan AIr hInum
Pelayanan aIr mInum atau aIr bersIh untuk wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala sebagIan
kecIl telah terlayanI oleh P0A|. Kecamatankecamatan yang sudah mendapatkan
pelayanan aIr bersIh adalah Kecamatan Alalak, Fantau 8edauh, Cerbon, 8akumpaI dan
|arabahan. Jumlah pelanggan aIr bersIh terbanyak dI Kecamatan |arabahan, yaItu 1.666
pelanggan, Kecamatan Alalak sebanyak 670 pelanggan, Kecamatan Fantau 8edauh
sebanyak 120 pelanggan, Kecamatan 8akumpaI sebanyak 72 pelanggan dan 56 pelanggan dI
Kecamatan Cerbon.
SebagIan besar kecamatan yang tIdak terlayanI dIsebabkan oleh tIdak adanya Intake
dan sumber aIr baku. Kadar aIr asIn yang masuk ke sungaIsungaI menyebabkan aIr tersebut
sulIt untuk dIolah menjadI aIr mInum. Kecamatan yang setIap tahunnya mengalamI aIr asIn
adalah Kecamatan Tamban, Tabunganen, dan |ekarsarI. Sedangkan kecamatan laInnya
hanya membutuhkan Input teknologI untuk mendapatkan aIr bersIh karena aIrnya bersIfat
asam. Adapun InventarIsasI sarana penyedIaan aIr bersIh dI Kabupaten 8arIto Kuala dapat
dIlIhat dapat dIlIhat pada TabeI 3.17.
Tabel J.17
nventarIsasI Sarana PenyedIaan AIr 8ersIh
0I Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
No Kecamatan
SAFANA YANC TEFSE0A
S C SPT/0KL SPT/0L| S A PAH PS JK JW

1 Tabunganen 12 12 84 2
2 Tamban 20 10J 4
J |ekar sarI 8 2 21
4 AnjIr Pasar 99 157 2 85 2
5 AnjIr |uara 67 112 4 1 61 2
6 Alalak 20 4 J 59 J
7 |andastana 4 18 8 145 1
8 8elawang 4 8 2 16 5 120 4
9 Wanaraya J 1 4 12 2 60 2
10 F.8adauh 2 1 11 2 9 47 1
11 Cerbon 5 4 40
12 8arambaI J 9 J 2 J5
1J 8akumpaI 2 1 2 J 49 2
14 |arabahan 4 4 J 4 12 2 J25 5
15 Tabukan J 1 4 1 2 1 29
16 KurIpan 2 2 2 4
jumlah 19 185 508 J0 110 21 1267 28
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala
Keterangan : SC ....... = Sumur CalI SA = Sumur ArtesIs
SPT/0KL = Sumur Pompa Tangan/0angkal PAH = Penampungan
AIr Hujan
SPT/0L| = Sumur Pompa Tangan/0alam PS =
JK ....... = Jamban Keluarga JW =


Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 59
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

3.7.2 JarIngan LIstrIk
Salah satu IndIkator dalam IdentIfIkasI pengembangan wIlayah adalah banyaknya
medIa penerangan yang dImIlIkI masyarakat. SemakIn tInggI penggunaan lIstrIk, semakIn
mudah terjadI penjalaran sosIal InnovatIon. 0IsampIng Itu utIlItas InI menjadI IndIcator
untuk melIhat tIngkat kemampuan/daya belI masyarakat terhadap alatalat lIstrIk, sepertI
T7, FadIo dan laIn sebagaInya.
Jumlah pelanggan lIstrIk pada tahun 2000 dI Kabupaten 8arIto Kuala tercatat
sebanyak J1.020 pelanggan, artInya sebanyak 5,8 terjadI penIngkatan pelanggan lIstrIk
dalam waktu 19962000. SebagIan besar kecamatan sudah tersambung pelayanan lIstrIk.
nventarIsasI kelIstrIkan desa dI Kabupaten 8arIto Kuala dapat dIlIhat pada TabeI 3.18.
Tabel J.18
nventarIsasI KelIstrIkan 0esa
0I Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2000
No Kecamatan
Jumlah SAFANA YANC TEFSE0A
Fumah PLN Pemda KU0 Swasta Jumlah

1 Tabunganen J401 512 178 180 4285
2 Tamban 8J79 2540 109J5
J |ekar sarI J407 981 4J97
4 AnjIr Pasar J618 10J6 4669
5 AnjIr |uara J705 809 106 122 4757
6 Alalak J095 191J 10 50J6
7 |andastana J670 561 179 14 4445
8 8elawang 272J 485 141 150 J512
9 Wanaraya 2604 46J 9J 117 J290
10 F.8adauh 2168 507 2J 2707
11 Cerbon 1J81 J57 62 1808
12 8arambaI 279J 21J 42 18 J076
1J 8akumpaI 2401 741 120 J271
14 |arabahan J652 24J9 54 615J
15 Tabukan 1494 298 180J
16 KurIpan 796 249 100 J5 1189
jumlah 49287 14104 100 979 665 65JJJ
Sumber : 8PS Kab. 8arIto Kuala
3.7.3 JarIngan TeIekomunIkasI
Pelayanan sarana telekomunIkasI merupakan faktor pendukung bagI pengembangan
suatu kawasan. Pelayanan telekomunIkasI dI Kabupaten 8arIto Kuala tahun 2000 hanya
melayanI sebagIan Kecamatan |arabahan dan Kecamatan Alalak.
SampaI saat InI Kantor Cabang TelekomunIkasI dI Kabupaten 8arIto Kuala berupaya
untuk semakIn memberIkan pelayanan memuaskan kepada masyarakat terutama yang
berlokasI dI wIlayah yang jauh darI sentral telepon. Untuk pelayanan telekomunIkasI,
masyarakat menggunakan telepon umum yang terdIrI atas 4 unIt, warung telepon sebanyak
7 unIt, Telepon Umum Kartu sebanyak 2 unIt, Telepon Umum CoIn sebanyak 4 unIt, Kabar
8Icara Umum sebanyak 11 unIt yang tersebar dI Kabupaten 8arIto Kuala.


Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 60
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

3.7.4. IrIgasI
8erdasarkan data tahun 2002, Kabupaten 8arIto Kuala mempunyaI 14 (empatbelas)
daerah pengaIran dengan panjang saluran IrIgasI seluruhnya 2.741.000 m. 0aerah pengaIran
InI mengaIrI sawah seluas 48.150 Ha. Sumber aIr untuk pengaIran saat InI dIambIl darI
rawarawa dan sungaI yang ada dI Kabupaten 8arIto Kuala. Adanya saluran IrIgasI InI
membangkItkan perekonomIan masyarakat dengan tergarapnya lahanlahan pertanIan
potensIal. Panjang saluran IrIgasI dan luas sawah yang dIaIrI dapat dIlIhat pada TabeI 3.20.
Tabel J.19
Panjang Saluran rIgasI dan Luas Sawah yang dIaIrI
0I Kabupaten 8arIto Kuala
No
0aerah
PengaIran
Panjang
Saluran (m)
Luas Sawah yang dIaIrI (Ha)
1997 1998 1999 2000 2001 2002
1.
2.
J.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
1J.
14.
8erambaI
8elawang
Seluang
|uhur
Tabunganen
Terantang
0anda 8esar
Tamban
AnjIr
Serapat
HandIl 8aktI
JejangkIt
TanIpah
Jelapat
Sakalagun
140.J00
279.200
192.200
147.500
J20.000
205.900
140.900
245.500
124.000
246.000
2J4.000
58.000
282.000
125.500
2.902
2.565
2.217
1.8J8
4.475
1.800
1.700
6.400
6.850
4.500
2.J80
2.066
2.587
1.450
2.902
2.565
2.217
1.8J8
4.475
1.800
1.700
6.400
6.850
4.775
2.J80
2.066
2.587
2.241
2.975
J.165
2.25J
1.85J
4.475
1.800
1.700
6.450
6.850
4.700
2.J50
2.066
2.650
1.975
J.100
J.400
2.500
1.850
4.750
2.250
2.000
6.150
6.850
4.600
2.850
2.450
2.800
1.650
J.100
J.400
2.500
1.850
4.750
2.250
2.000
6.150
6.850
4.600
2.900
2.750
2.800
1.700
J.000
J.500
2.500
2.000
4.000
2.500
2.000
5.200
6.850
6.000
J.100
J.100
2.700
1.700
Jumlah 2.741.000 4J.7J0 44.796 45.262 47.075 47.600 48.150
Sumber : 0Inas PU Kab. 8arIto Kuala
3.8. KELEhACAAN 0AEPAH
8erdasarkan ketentuan dalam UU No. 22 Tahun 1999 tentang PemerIntahan 0aerah,
bahwa dI daerah dIbentuk 0PF0 sebagaI badan legIslatIf daerah dan PemerIntahan 0aerah
sebagaI badan eksekutIf daerah. PemerIntahan daerah terdIrI atas kepala daerah beserta
perangkat daerahnya.
8upatI dalam menjalankan pemerIntahan daerahnya dIbantu oleh WakIl 8upatI dan
Perangkat 0aerah yang terdIrI darI SekretarIs daerah, 0Inas 0aerah dan lembaga teknIs
daerah laInnya. WakIl 8upatI dIpIlIh oleh 0PF0 bersamaan dengan pemIlIhan 8upatI yang
bertanggung jawab pada 8upatI, dan apabIla 8upatI berhalangan maka WakIl 8upatI
melaksanakan tugas dan wewenang 8upatI.
0Inas 0aerah adalah unsur pelaksana PemerIntah 0aerah yang dIpImpIn oleh
seorang Kepala 0Inas yang dIangkat oleh 8upatI darI PegawaI NegerI SIpIl yang
memenuhI syarat atas usul SekretarIs 0aerah. 0engan demIkIan Kepala 0Inas
bertanggung jawab kepada 8upatI melaluI SekretarIs 0aerah.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 61
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

0engan dIberlakukannya UU No 22/1999, kewenangan daerah kabupaten semakIn
besar dalam mengatur, menjalankan dan mengendalIkan pembangunan daerahnya yang
mencakup semua kewenangan pemerIntahan, sepertI :
1. Pekerjaan umum 7. Kesehatan
2. PendIdIkan dan kebudayaan 8. PertanIan
J. Perhubungan 9. ndustrI dan perdagangan
4. Penanaman modal 10. LIngkungan hIdup
5. Pertanahan 11. KoperasI
6. Tenaga kerja
0Iluar 11 kewenangan daerah tersebut terdapat beberapa kewenangan yang tetap
menjadI kewenangan PemerIntah Pusat yaItu :
1. Kewenangan dalam bIdang polItIk luar negerI
2. Kewenangan dalam bIdang pertahanan dan keamanan
J. Kewenangan dalam bIdang peradIlan
4. Kewenangan dalam bIdang moneter dan fIskal
5. Kewenangan dalam bIdang agama
6. Kewenangan dalam bIdang laInnya :
a). KebIjakan tentang perencanaan nasIonal dan pengendalIan pembangunan nasIonal
secara makro
b). 0ana perImbangan keuangan
c). SIstem admInIstrasI negara dan lembaga perekonomIan negara
d). PembInaan dan pemberdayaan sumber daya manusIa
e). Pendayagunaan sumber alam serta teknologI tInggI yang strategIs
f). KonservasI
g). StandarIsasI nasIonal
0engan dIberlakukannya undangundang tersebut, InstansIInstansI vertIkal yang
termasuk dalam 11 kewenangan daerah dIatas akan menjadI 0Inas 0aerah. Kewenangan
pemerIntah yang dIserahkan kepada daerah dalam rangka desentralIsaI harus dIsertaI
dengan penyerahan dan pengalIhan pembIayaan, sarana dan prasarana, serta sumber daya
manusIa sesuaI dengan kewenangan yang dIserahkan tersebut. Adapun dInasdInas daerah
yang telah terbentuk dan ada dI Kabupaten 8arIto Kuala adalah :
1. 0Inas Pekerjaan Umum
2. 0Inas Pendapatan 0aerah
J. 0Inas PertanIan
4. 0Inas PerIkanan dan Kelautan
5. 0Inas Kehutanan dan Perkebunan
6. 0Inas Pasar
7. 0Inas PendIdIkan
8. 0Inas ParIwIsata SenI dan 8udaya
9. 0Inas Kependudukan

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 62
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

10. 0Inas PerIndustrIan dan Perdagangan
11. 0Inas Perhubungan
12. 0Inas Kesejahteraan SosIal
1J. 0Inas Tenaga Kerja dan TransmIgrasI
SelaIn dInasdInas teknIs tersebut, juga telah dIbentuk kantorkantor komponen :
1. 8adan Perencanaan Pembangunan 0aerah
2. Kantor Pemberdayaan |asyarakat dan Perempuan
J. 8adan Pengawas 0aerah
4. 8adan KepegawaIan 0aerah
5. 8adan Kesatuan 8angsa dan PerlIndungan |asyarakat































Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 63
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala







4.1. KEIJAKSANAAN PENCANA TATA PUANC PPDPINSI KALIhANTAN SELATAN
Fencana Tata Fuang WIlayah PropInsI (FTFWP) KalImantan Selatan telah memIlIkI
kekuatan hukum berupa Peraturan 0aerah PropInsI KalImantan Selatan dengan Nomor 9
tahun 2000. Adapun muatanmuatan pentIng yang menyangkut kawasan perencanaan
adalah sebagaI berIkut :
A. Kawasan Suaka AIam dan Cagar udaya
Kawasan cagar alam dI KalImantan Selatan yang telah dItetapkan sebagaImana
tertuang dalam FTFWP KalImantan Selatan 2000 terdIrI darI :
1. Cagar Alam, terdIrI darI :
a. Cagar Alam Pulau Kaget dI Kabupaten 8arIto Kuala
b. Cagar Alam Selat Laut, Selat Sebuku dan Teluk Kelumpang dI Kabupaten Kotabaru
c. Cagar Alam Cunung Ketawan dI Kabupaten Hulu SungaI Selatan
2. Suaka |argasatwa terdapat dI Kabupaten Tanah Laut
J. Taman Hutan Faya terdapat dI Taman Hutan Faya Sultam Adam yang terletak dI
Kabupaten 8anjar dan Tanah Laut.
4. Kawasan pantaI berhutan bakau seluas 5J.6J0 Ha (1,4J luas propInsI) yang seluruhnya
terdapat dI Kabupaten Kotabaru mulaI darI pesIsIr pantaI dI Kecamatan 8atulIcIn ke
arah utara hIngga Kecamatan Pamukan Selatan.
Pokok - pokok kebIjakan pemanfaatan ruang kawasan suaka alam dI KalImantan
Selatan adalah :
1. Pemantapan kawasan suaka alam sesuaI dengan tujuan perlIndungan masIngmasIng.
2. Pelarangan dIlakukannya kegIatan budIdaya apapun, kecualI yang berkaItan dengan
fungsInya dan tIdak mengubah bentang alam, kondIsI pengganggu lahan serta ekosIstem
alam yang ada.
J. PengendalIan kegIatan budIdaya yang dapat mengganggu fungsI hutan bakau dengan
melIbatkan masyarakat setempat yang sudah bermukIm turun temurun, melaluI areal
budIdaya sesuaI daya dukung dan kesesuaIan lahannya yang tIdak mengganggu fungsI
lIndung kawasan hutan bakau tersebut. SehIngga akan terjadI hubungan salIng
melIndungI antara masyarakat dan lIngkungan alam sekItarnya.
4. Pengembangan dan pengelolaan taman wIsata alam dan taman hutan raya yang dapat
memadukan kepentIngan pelestarIan hutan wIsata/rekreasI alam.
BAB IV
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAN
PENATAAN RUANG


Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 64
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

5. Pengaturan dan penataan kawasan penambangan galIan golongan C dIsekItar Taman
Hutan Faya Sultan Adam, berkaItan dengan dampak bahaya longsor, erosI dan
sedImentasI.

. PertanIan Tanaman TahunanlPerkebunan
Kawasan perkebunan saat InI relatIf pesat berkembang dI KalImantan Selatan
khususnya dI Kota 8anjarbaru, Kabupaten 8arIto Kuala, TapIn, HSS, HST, HSU, Tabalong,
Tanah Laut dan Kotabaru. KomodItI yang dIbudIdayakan umumnya berupa tanaman kelapa
sawIt, karet dan kelapa hIbrIda. PotensI pengembangan perkebunan masIh cukup besar,
baIk berdasarkan arahan kesesuaIan lahannya maupun dengan memanfaatkan peluang
penggunaan kawasan hutan dengan pola HPHTC, khususnya dI Kabupaten Tabalong, Tanah
Laut dan Kotabaru yang sebagIan besar wIlayahnya merupakan areal hutan.
C. Peternakan
Pengembangan peternakan dIlakukan secara parsIal dan bersIfat non kawasan
mengIngat sIfat kegIatannya yang domInan berupa peternakan rakyat berlokasI pada fungsI
pemanfaatan laInnya sepertI pada lahan pertanIan, rawa, perkampungan maupun kawasan
hutan. Fencana pengembangan peternakan berdasarkan jenIs budIdaya terdIrI darI :
Ternak ItIk dIkembangkan dI Kabupaten Hulu SungaI Utara (Kecamatan 0anau
Panggang, SungaI Pandan, AmuntaI Selatan, AmuntaI Tengah, LampIhong, 8anjang,
8abIrIk) dan Kabupaten Tabalong (Kecamatan Tanjung, Pugaan, Kelua, |uara Harus).
Pengembangan dIlakukan usaha tanI yang tepat dan dapat dIusahakan secara
tradIsIonal, semI IntensIf dan IntensIf yang dItunjang dengan pengembangan
Infrastruktur, penIngkatan efIsIensI, perluasan pasar dan pemantauan lIngkungan.
Ternak sapI dIkembangkan dI Kota 8anjarbaru, Kabupaten 8anjar, 8arIto Kuala,
TapIn, Hulu SungaI Selatan, Hulu SungaI Tengah, Hulu SungaI Utara, Tabalong, Tanah
Laut dan Kotabaru.
Ternak unggas dIkembangkan dI Kota 8anjarbaru, Kabupaten 8anjar, 8arIto Kuala,
TapIn, Hulu SungaI Selatan, Hulu SungaI Tengah, Hulu SungaI Utara, Tabalong, Tanah
Laut dan Kotabaru.
0. PerIkanan
Untuk perkembangan perIkanan merupakan pengembangan non kawasan yaItu pada
peraIran darat (rawa, danau, sungaI, kolam, pesIsIr pantaI/tambak) dan peraIran laut.
Untuk perIkanan darat dIkembangkan dI Kabupaten Tabalong, HSU, HST, HSS, 8arIto
Kuala, TapIn, 8anjar, Tanah Laut dan Kotabaru. Pengembangan perIkanan darat
dIlakukan dengan pengembangan komodItas andalan perIkanan yang dapat hIdup dan
tumbuh baIk dI peraIran rawa sebagaImana kondIsI wIlayah barat yang umumnya
merupakan areal rawa. Pengembangan InI harus dItunjang dengan program perbaIkan
Infrastruktur (pembangunan kolam Ikan dan sarana produksI), pengembangan IndustrI

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 65
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

berbasIs perIkanan (IndustrI pakan Ikan, Ikan asap, mInyak Ikan dan kerupuk Ikan),
dan pengaturan tata ruang. Khusus untuk perIkanan tambak dIkembangkan dI
Kabupaten Kotabaru (Kecamatan 8atulIcIn, Kusan HIlIr, SungaI Loban dan SatuI) dan
Kabupaten Tanah Laut (Kecamatan KIntap).
PerIkanan laut dIkembangkan dI Kabupaten Tanah Laut dan Kotabaru yang merupakan
daerah yang memIlIkI garIs pantaI yang cukup luas.
E. Kawasan ParIwIsata
Kawasan parIwIsata umumnya berupa objek wIsata nonkawasan yang tersebar
dIbeberapa kawasan, sedangkan kawasan wIsata spesIfIk antara laIn dI Kabupaten Tanah
Laut, Tabalong, 8arIto Kuala dan HSS. Pengembangan parIwIsata lebIh dItItIk beratkan
pada pengembangan potensI wIsata alamIah yang cukup banyak tersebar dI KalImantan
Selatan, antara laIn:
Dbjek wIsata alam Loksado (Kabupaten HSS), Pulau Kaget (Kabupaten 8arIto Kuala),
Tahura Sultan Adam (Kabupaten 8anjar), Upau dan Jaro (Kabupaten Tabalong),
Hantakan, Pagat, 8atang AlaI Selatan dan Haruyan (Kabupaten HST), Cua Temu Luang
dan Cua Sunggung (Kabupaten Kotabaru).
Dbjek wIsata pantaI Swarangan, TakIsung dan 8atakan (Kabupaten Tanah Laut),
pantaI Pagatan, pulau TamIyang dan Sarang TIung (Kabupaten Kotabaru).
Dbjek WIsata buatan/atraksI antara laIn Tanjung PurI (Kabupaten Tabalong), pasar
Terapung (Kota 8anjarmasIn), Waduk FIam Kanan (Kabupaten 8anjar), Kerbau Fawa
(Kabupaten HSU dan HSS), dan pendulangan ntan (Kabupaten 8anjar) dan Jembatan
8arIto (Kabupaten 8arIto Kuala).
Dbjek wIsata relIgIus Pelampayan (kabupaten 8anjar), makam Sultan Adam, Pangeran
AntasarI dan Kubah 8asIrIh (Kota 8anjarmasIn).
Dbjek wIsata sejarah CandI Agung (Kabupaten HSU)
Luas kawasan parIwIsata dIrencanakan sebesar J.407 Ha, berkurang darI rencana
sebelumnya seluas 5.180 Ha mengIngat sebagIan objek/kawasan wIsata yang ada sudah
masuk dalam delIneasI kawasan laInnya, khususnya pada kawasan hutan yang merupakan
objek wIsata alam.
F. Pengembangan Perkotaan
1. FungsI Kota
Kotakota dI KalImantan Selatan dIkembangKan dengan 6 (enam) fungsI utama:
1. Pusat Pelayanan Komunkas, fungsI InI dItetapkan pada kotakota yang
memIlIkI lokasI strategIs sepertI terletak dI jalur utama pelayanan,
dIpersImpangan jalan regIonal serta memIlIkI fasIlItas transportasI skala regIonal
(pelabuhan, dermaga, lapangan udara). 0engan demIkIan kotakota InI harus
mampu berfungsI sebagaI pengumpul produkproduk yang dIhasIlkan oleh
wIlayah Interland yang cukup luas untuk dIpasarkan keluar wIlayah tersebut.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 66
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

Kotakota yang berfungsI sebagaI pusat komunIkasI antar wIlayah adalah Kota
8anjarmasIn, 8anjarbaru, |artapura, PalaIharI, |arabahan, |argasarI, Fantau,
Kandangan, Negara, AmuntaI, 8arabaI, Kelua, Tanjung, KIntapura, Pagatan,
8atulIcIn, |anggalau, |uara Uya dan Kotabaru.
2. Pusat lndustr Manujaktur, kotakota yang dItetapkan dengan fungsI InI harus
memIlIkI fasIlItas dan prasarana yang memadaI untuk berlangsungnya kegIatan
IndustrI secara efesIen serta mempunyaI akses yang tInggI untuk memperoleh
bahan baku dan pemasaran produksI. Kotakota yang berfungsI sebagaI pusat
IndustrI manufaktur adalah Kota 8anjarmasIn, 8anjarbaru, |artapura,
|arabahan, AmuntaI, |uara Uya, Tanjung, 8atI8atI, KIntapura, 8atulIcIn, dan
Kotabaru.
J. Pusat Pemukman, kotakota yang dItetapkan dengan fungsI pemukIman harus
dItunjang oleh kecukupan fasIlItas dan prasarana pelayanan untuk penduduk
kota. Seluruh orde kota dIarahkan sebagaI pusat pemukIman.
4. Pusat Admnstras Pemerntahan, fungsI InI dItetapkan pada kota yang secara
admInIstratIf memIlIkI kedudukan sebagaI pusat utama pemerIntahan, yang
harus memIlIkI kelengkapan pelayanan admInIstrasI kabupaten/kota dalam
kecamatan sesuaI dengan status admInIstrasInya dan harus memIlIkI aksesIbIlIats
yang baIk dengan wIlayah belakangnya. 0engan demIkIan seluruh kota dIarahkan
memIlIk fungsI sebagaI pusat admInIstrasI pemerIntah.
5. Pusat Pelayanan Wlayah elakany, fungsI InI dItetapkan pada kotakota yang
memIlIkI kemampuan sebagaI pusat pelayanan jasa, perdagangan dan
sosIal/umum terhadap wIlayah belakangnya yang mencakup pelayanan terhadap
beberapa kota/wIlayah dIsekItarnya hIngga keluar batas admInIstrasInya sebagaI
pusat koleksI dan dIstrIbusI. Kotakota yang berfungsI sebagaI pusat pelayanan
wIlayah belakangnya adalah seluruh Ibukota kabupaten dan beberapa Ibukota
kecamatan antara laIn kota |argasarI, Negara, PantaI Hambawang, AlabIo,
ParIngIn, Kelua, KIntapura, Pagatan dan 8atulIcIn.
6. Pusat Pelayanan Lokal, fungsI InI dItetapkan pada kotakota yang memIlIkI
kemampuan sebagaI pusat pelayanan jasa, perdagangan dan sosIal/umum secara
lokal terhadap beberapa kota/wIlayah dIsekItarnya dalam lIngkup terbatas.
Kotakota yang berfungsI sebagaI pusat pelayanan lokal adalah kotakota selaIn
yang memIlIkI fungsI pelayanan wIlayah belakang sebagaImana dIsebutkan
dIatas, namun terdapat beberapa kota dengan tetap memIlIkI fungsI pelayanan
lokal sesuaI dengan kondIsInya saat InI tetapI juga dIarahkan untuk dItIngkatkan
menjadI fungsI baru sebagaI kota pusat pelayanan daerah belakang, yaItu kota
|argasarI, PantaI Hambawang, AlabIo, ParIngIn, Kelua dan KIntapura.
2. KebIjakan Pengembangan
Penetapan kebIjakan pengembangan kota dIlakukan dengan mengacu pada
perkembangan obyektIf masIngmasIng kota antara laIn :

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 67
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

1. Adanya kebIjakan pemIndahan pusat pemerIntahan PropInsI ke Kota 8anjarbaru,
sehIngga akan mengurangI pengembangan fungsI pelayanan pemerIntahan pada
Kota 8anjarmasIn.
2. Terbentuknya wIlayah Kota 8anjarbaru sehIngga mempengaruhI strategI dan
kebIjakan sIstem perkotaan yang telah dItetapkan termasuk dIstrIbusI fungsInya.
J. Penetapan Kota 8atulIcIn sebagaI pusat pengembangan Kapet 8atulIcIn yang
rencana pengembangannya akan dItunjang dengan penyedIaan pelabuhan
samudera dan prasarana penunjang laInnya.
4. Pergeseran orde kota, yaItu naIknya beberapa orde kota yang berartI semakIn
tInggI kebutuhan penyedIaan sarana dan prasarana penunjangnya.
5. Pengembangan akses transportasI darat poros tImurtengahbarat
menghubungkan 8atulIcInKandangan|arabahan serta poros utaraselatan
menghubungkan 8anjarmasIn|arabahanKalteng (8untok dan |uara Teweh).
6. Adanya rencana pengembangan sIstem jarIngan darat 8untokPalangkaraya
sehIngga akan mengurangI sIrkulasI dan InteraksI melaluI jarIngan darat dI
PropInsI KalImantan Selatan.
7. SemakIn tInggInya akses dan sIrkulasI perhubungan laut antar 8anjarmasIn
Surabaya, 8anjarmasInSemarang, 8atulIcInSurabaya dan 8atulIcIn8alIkpapan
|akassar yang berartI semakIn membuka peluang bagI perkembangan Kota
8anjarmasIn dan Kota 8atulIcIn pada khususnya dan wIlayah kota laInnya dI
PropInsI KalImantan Selatan.
J. Pengembangan Kota Drde yang memIlIkI skala pelayanan subregIonal dan/atau
Kabupaten dIarahkan pada :
PenIngkatan kegIatan ekonomI yang mempunyaI kaItan erat dengan wIlayah
belakang yang menjadI daerah pelayanannya, terutama untuk Kota Kandangan
dan 8atulIcIn.
PenIngkatan fasIlItas, sarana dan prasarana kota yang harus mampu berfungsI
untuk menerIma penjalaran perkembangan darI 8anjarmasIn
PenIngkatan fasIlItas, sarana dan prasarana kota Kandangan yang akan mengacu
dan memantapkan fungsI pelayanan WP Kayu TangI
PenIngkatan status 8atulIcIn sebagaI pusat pengembangan WP Tanah 8umbu.
PenIngkatan keterkaItan dengan wIlayah belakang yang menjadI daerah
pelayanannya melaluI penIngkatan jarIngan jalan 8atulIcInKandangan;
penIngkatan aksesIbIlItas antara Kotabaru dengan kotakota 8atulIcIn, Pagatan
dan kotakota laInnya dI daratan KalImantan Selatan melaluI penIngkatan sIstem
perhubungan laut, serta penIngkatan sIstem perhubungan darat darI Kandangan
kewIlayah belakangnya. Juga dIkembangkan pembangunan jalan |arabahan
|argasarIFantau/Kandangan yang menghubungkan dengan Kota 8anjarmasIn.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 68
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

Pencegahan kerusakan lIngkungan terutama bagI 8atulIcIn yang akan
berkembang menjadI daerah IndustrI dan pelabuhan
Penanganan kerusakan lIngkungan yang telah dan akan terjadI dI Kotabaru
sebagaI akIbat darI adanya kegIatan IndustrI pengolahan kayu dan pelabuhan.
PenIngkatan kerjasama antar pemerIntah dan swasta dalam pengadaan berbagaI
fasIlItas, sarana dan prasarana perkotaan untuk penunjang fungsI kota
Penataan ruang melaluI perencanaan, pelaksanaan dan pengendalIan tata ruang
kota.
4. Pengembangan kotakota Drde dengan skala pelayanan kabupaten dIarahkan
pada :
PenIngkatan kegIatan ekonomI kota yang mempunyaI kaItan erat dengan potensI
wIlayah belakang yang menjadI daerah pelayanannya, dengan prIorItas kota
Fantau, |arabahan dan Tanjung karena ketIga kota InI perlu dIpacu segera
perkembangannya agar mampu berfungsI sebagaI pusat pelayanan bagI kota
kota orde 7
PenIngkatan aksesIbIlItas kota dengan wIlayah belakang dan dengan kotakota
orde melaluI penIngkatan sIstem perhubungan darat maupun sungaI
PenIngkatan fasIlItas, sarana dan prasarana kota sehIngga ketersedIaanya sesuaI
dengan fungsI kota.
PenIngkatan kerjasama antara pemerIntah dan swasta dalam pengadaan fasIlItas
sarana dan prasarana perkotaan.
PengendalIan lIngkungan, terutama untuk |arabahan yang banyak memIlIkI
IndustrI pengolahan kayu, serta PelaIharI yang memIlIkI IndustrI pengolahan
tebu
Penataan ruang kota melaluI perencanaan, pemanfaatan dan pengendalIan tata
ruang kota.
5. Pengembangan kotakota Drde 7 dan 7 yang memIlIkI skala pelayanan
kecamatan/lokal dIarahkan pada :
PenIngkatan fasIlItas, sarana dan prasarana perkotaan yang menunjang
pertumbuhan IndustrI manufaktur.
PenIngkatan fasIlItas, sarana dan prasarana perkotaan bagI seluruh kotakota
yang termasuk dalam orde InI, agar mampu berfungsI sebagaI pusat
pengembangan wIlayah belakang.
PenIngkatan kegIatan ekonomI yang dapat menarIk penduduk sehIngga kotakota
orde 7 tersebut dapat mencapaI ukuran ekonomIs dalam pembangunan fasIlItas,
sarana dan prasarana perkotaan.
PenIngkatan aksesIbIlItas kewIlayah belakang yang menjadI daerah
pelayanannya serta ke kotakota yang berorde lebIh tInggI melaluI
pengembangan sIstem perhubungan sungaI maupun darat.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 69
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

Penataan ruang kota melaluI perencanaan pemanfaatan dan pengendalIan tata
ruang kota.
C. Penetapan SIstem Prasarana WIIayah
1. Prasarana TransportasI dan KomunIksI
SIstem jarIngan transportasI terdapat beberapa sImpul pentIng yang melayanI
perhubungan transportasI KalImantan Selatan keluar propInsI, yaItu :
Pelabuhan TrIsaktI 8anjarmasIn sebagaI sImpul Pelayanan Nusantara dan
Samudera (Ekspor, mpor)
Pelabuhan 8atulIcIn dI Kabupaten Kotabaru sebagaI sImpul Pelabuhan Nusantara
dan Samudera (Ekspor, mpor)
Pelabuhan |ekar PutIh dI Kabupaten Kotabaru yang dIkembangkan sebagaI
pelabuhan ekspor batubara.
Pelabuhan Kotabaru dI Kabupaten Kotabaru yang dIkembangkan sebagaI
Pelabuhan Nusantara.
8atulIcIn sebagaI sImpul transportasI darat menghubungkan dengan Tanah
Crogot dan transIt transportasI laut darI Surabaya dan |akassar
Kandangan sebagaI sImpul transportasI antar sub regIonal menghubungkan
8atulIcIn.
2. TransportasI JaIan Paya
PenIngkatan jalan 8atulIcInSengayam (ke arah Tanah Cerogot dI KalImantan
TImur), yaItu sebagaI bagIan darI TransKalImantan dan perpanjangan KorIdor
8anjarmasIn8atulIcIn.
3. Prasarana IrIgasI
Fencana pengembangan IrIgasI tetap mengacu pada arahan sebelumnya yaItu :
rIgasI rIam kanan yang akan mengaIrI sekItar 26.000 Ha sawah dI Kecamatan
|artapura, Landasan UlIn, Cambut, Kertak Hanyar, SungaI Tabuk dan AluhAluh
Pengembangan daerah IrIgasI yang telah ada sesuaI dengan debIt sumber aIr.
Pengembangan IrIgasI daerah rawa yaItu dI Fawa SIang Cantung dI Kabupaten
Hulu SungaI Selatan dan Fawa |unIng dI Kabupaten TapIn.
Pengembangan IrIgasI lahan lebak dI Kecamatan 8atumandI, LampIhong dan
8anjang Kabupaten HSU.
Pengembangan IrIgasI dI Kecamatan Pugaan, 8anua Lawas, |uara Harus dan
Kelua dI Kabupaten Tabalong.
Pengembangan IrIgasI dI Kecamatan Kusan Hulu, Kusan HIlIr, Pulau Laut TImur,
Kelumpang Utara dI Kabupaten Kotabaru.
Pengembangan IrIgasI dI kecamatan Kusan Hulu, Kusan HIlIr, Pulau Laut TImur,
Kelumpang Utara dI Kabupaten Kotabaru.
Pengembangan IrIgasI dI Kabupaten 8arIto Kuala.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 70
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

H. Pengembangan Sektor AndaIan dan Kawasan PrIorItas
Perkebunan akan dIkembangkan dI Kabupaten TapIn, HSU, HSS, Tabalong, Kotabaru,
Tanah Laut, 8anjar. KebIjakan pengembangannya dIarahkan pada :
1. PenIngkatan produktIvItas dan kualItas komodItI
2. Perluasan areal pengusahaan
J. Pengembangan sIstem PF
4. 0IversIfIkasI komodItI
5. Pengembangan IndustrI pengolahan hasIl perkebunan
6. PengkaItan dengan program transmIgrasI
7. |encarI peluang pasar ekspor
8. Pengembangan pola HPHTC
I. Sektor Pertambangan
Pengembangan sektor InI akan dIkembangkan dI Kabupaten Tabalong, HSU, HSS,
Kotabaru, Tanah Laut, TapIn dan HST. KebIjakan pengembangan sektor pertambangan
adalah :
|enIngkatkan usaha pencarIan sumbersumber tambang dan energI
Pengembangan pengelolaan hasIl tambang
|endorong perkembangan pertambangan rakyat
|enfaatkan batubara untuk pengembangan energI
|engekspor hasIl/olahan setIap tambang
PengembalIan fungsI arealareal bekas penambangan melaluI kegIatan reklamasI
4.2. PENCANA UhUh TATA PUANC KAWASAN PEPKDTAAN ANJAPhASKUALA
Fencana Umum Tata Fuang Kawasan (FUTFK) Perkotaan 8anjarmaskuala memIlIkI
lIngkup wIlayah Kota 8anjarmasIn, Kabupaten 8anjar, Kota 8anjarbaru dan Kabupaten
8arIto Kuala telah dIsusun untuk perIode 19992019.
A. StrategI dan Pencana Pengembangan FIsIk dan Tata Puang
StrategI dan rencana Pengembangan FIsIk dan Tata Fuang Kawasan Perkotaan
8anjarmaskuala melIputI :
1). Pola Pemanfaatan Fuang Kawasan, melaluI penIngkatan optImalIsasI pemanfaatan
ruang berdasarkan kecocokan lokasI dan kesesuaIan lahan, mengembangkan konsep
pola pemanfaatan ruang yang merupakan perpaduan antara konsep Ideal dengan
kondIsI obyektIf dIlapangan, yaItu penataan elemenelemen fungsIonal pembentuk
struktur kota yang berpola konsentrIk dengan memanfaatkan pola lInear dan parsIal
yang ada,mengendalIkan dan mengarahkan perkembangan fIsIk kota dan perkotaan
secara IntensIf dan ekstensIf.
2). Pengembangan Struktur Tata Fuang
a. Fencana Struktur Pusat Pelayanan

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 71
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

Kawasan perkotaan 8anjarmaskuala dIbagI dalam 5 (lIma) Kawasan Pengembangan
Kota (KPK), yaItu :
1. KPK, melIputI seluruh Kotamadya 8anjarmasIn yang dIlayanI oleh 1 (satu)
pusat utama, yaItu pusat kota.
2. KPK, melIputI Kawasan Kertak Hanyar, Kawasan Cambut dan Kawasan Aluh
Aluh yang dIlayanI oleh subpusat kota dI Kertak Hanyar.
J. KPK, melIputI Kawasan Alalak dan |andastana yang dIlayanI oleh subpusat
kota dI HandIl 8aktI
4. KPK7, melIputI Kawasan Landasan UlIn yang dIlayanI oleh subpusat kota
yang berada dekat dengan bandar udara SyamsudIn Noor.
5. KPK7, melIputI Kawasan SungaI Tabuk yang dIlayanI oleh subpusat kota yang
dIkembangkan dekat pusat Kecamatan SungaI Tabuk.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 72
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

a. Fencana Struktur KegIatan Kota
Struktur kegIatan kota adalah pembentukan kota secara keseluruhan yang
bertujuan untuk memberIkan gambaran bentuk kota terutama dalam pembagIan
kegIatankegIatan prImer dan kegIatan sekunder. Fencana struktur kegIatan yang
dIkembangkan dI kawasan perkotaan 8anjarmaskuala berdasarkan fungsI adalah :
(1). FungsI PrImer, terdIrI atas : Perdagangan dan jasa skala regIonal, ndustrI
dan pergudangan, TermInal Induk, pelabuhan laut dan bandar udara
(2). FungsI sekunder, terdIrI atas : Perdagangan dan jasa skala kota, FasIlItas
umum, FasIlItas socIal, PermukIman/perumahan, FekreasI dan olahraga,
Perkantoran pemerIntah dan bangunan umum
b. Fencana Struktur JarIngan Jalan
Struktur jarIngan jalan yang akan dIkembangkan dI kawasan 8anjarmaskuala
secara efesIen dan efektIf terdIrI atas 2 (dua) jenIs, yaItu jarIngan jalan prImer
dan sekunder. Fencana struktur jarIngan jalan prImer terdIrI atas 2 (dua) yaItu :
1. jalan arterI prImer dalam kota, yaItu jarIngan jalan yang menghubungkan
antar kegIatan prImer (8andar udara, Pelabuhan Laut, ndustrI dan
Perdagangan)
2. jalan arterI prImer antar kota.
Pengembangan struktur jarIngan jalan dI kawasan perkotaan 8anjarmaskuala
telah dIlengkapI pula dengan pembangunan jalan lIngkar utara yang
menghubungkan dengan kabupaten 8arIto Kuala dan jalan lIngkar selatan
menghubungkan dengan Pelabuhan Laut.
. StrategI dan Pencana Pengembangan Kependudukan
StrategI dan rencana pengembangan kependudukan pada dasarnya merupakan
upaya pengendalIan perkembangan dan penyebaran penduduk serta untuk menIngkatkan
kesejahteraan penduduk yang dItempuh melaluI langkahlangkah:
1). PredIksI pertumbuhan penduduk kawasan perkotaan 8anjarmaskuala sampaI tahun
2019 adalah 1.J76.417 jIwa
2). Penetapan kepadatan maksImum penduduk dI kawasan perkotaan 8anjarmaskuala
adalah sebesar 250 jIwa/ha
J). Penyebaran penduduk yang merata pada seluruh kawasan perkotaan 8anjarmaskuala,
terutama kawasan pengembangan yang baru
4). PenIngkatan kualItas pendIdIkan masyarakat.
C. StrategI dan Pencana Pengembangan KegIatan Perdagangan dan Jasa
StrategI pengembangan kegIatan perdagangan dan jasa sebagaI bagIan darI kegIatan
kota dI kawasan 8anjarmaskuala untuk mendorong dan merangsang pertumbuhan ekonomI:
1). PenIngkatan kualItas bangunan dan lIngkungan pusat kota 8anjarmasIn dalam rangka
memperbaIkI nIlaI ekonomI dan estetIka kawasan

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 73
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

2). Pembangunan dan penIngkatan pusat perdagangan besar, pusat perbelanjaan serta
sektor jasa
J). PenIngkatan dIstrIbusI barang yang dIdukung oleh penIngkatan sarana dan prasarana
transportasI
4). Penyebaran pusat kegIatan perdagangan pada kawasan yang memIlIkI aksesIbIlItas
tInggI dan sesuaI dengan hIrarkI pelayanannya.
Fencana pengembangan kawasan perdagangan dan jasa dI kawasan perkotaan
8anjarmaskuala dIlakukan untuk menIngkatkan pertumbuhan ekonomI, sehIngga
dIkembangkan pusatpusat perdagangan baru dengan skala pelayanan subpusat kota yang
dIarahkan dIkawasan HandIl 8aktI, Kertak Hanyar dan dIsekItar rencana Induk termInal
Kawasan Cambut (Km 17).
0. StrategI dan Pencana Pengembangan KegIatan IndustrI
StrategI pengembangan kegIatan IndustrI dI kawasan perkotaan 8anjarmaskuala
bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomI kota dan perkotaan melaluI
pengembangan IndustrI kecIl, menengah hIngga besar. StrategI dan rencana pengembangan
kegIatan IndustrI melaluI langkahlangkah sebagaI berIkut:
1). JenIs IndustrI yang dIkembangkan merupakan IndustrI yang berorIentasI ekspor
2). Pengembangan IndustrI menengah dan besar merupakan stImulator perkembangan
bagI kegIatan pendukung laInnya
J). Pengembangan IndustrI kecIl melaluI pembentukan sentrasentra IndustrI kecIl
4). PengalokasIan IndustrI menengah dan besar pada jarIngan jalan prImer dan berada
cukup jauh darI kawasan permukIman.
Fencana pengembangan kawasan IndustrI dIarahkan pada kawasan LIanganggang
Kecamatan Landasan UlIn, terutama untuk jenIs IndustrI menengah hIngga besar.
Sedangkan jenIs IndustrI kecIl dan menengah yang nonpolutIf dIbIarkan menyebar dI
kawasan kota. KegIatan jasa IndustrI dan pergudangan merupakan kegIatan yang
mempunyaI hubungan erat dengan kegIatan IndustrI dan dIkembangkan dI Kawasan Cambut
yang bersebelahan dengan Kawasan ndustrI LIanganggang.
E. StrategI dan Pencana Pengembangan Perumahan
StrategI pengembangan perumahan dI Kawasan Perkotaan 8anjarmaskuala
bertujuan mengadakan pemerataan penyebaran penduduk dalam rangka mengurangI
kepadatan penduduk, penyedIaan sarana dan prasarana perumahan, mengIsI struktur ruang
perkotaan 8anjarmaskuala melaluI langkahlangkah sebagaI berIkut :
1. PenyedIaan lahan matang untuk pengembangan perumahan skala besar yang dIlengkapI
dengan sarana dan prasarana perumahan
2. |enIngkatkan kondIsI lIngkungan perumahan yang sehat dan rehabIlItasI rumah kumuh.
J. Program peremajaan lIngkungan
0I kawasan InI struktur perumahannya adalah 6 : J : 1, yaItu :

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 74
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

1. 6 (enam) untuk kaplIng kecIl dengan luas ratarata 200 m
2. J (tIga) untuk kaplIng sedang dengan luas ratarata 400 m
J. 1 (satu) untuk kaplIng besar dengan luas ratarata 600 m
dImana untuk setIap rumah dIperkIrakan dIhunI oleh 5 (lIma) jIwa. 0engan demIkIan
perkIraan kebutuhan perumahan keseluruhan sampaI tahun 2019 adalah 257.28J unIt
dengan luas 8.257,48 ha.
Fencana pengembangan permukIman skala besar dI kawasan perkotaan
8anjarmaskuala, yaItu pada kawasan Kertak Hanyar (Km 89) dengan konsep 8anjarmasIn
8aru dengan type menengah hIngga besar. Sedangkan rencana pengembangan permukIman
skala besar dI kawasan Cambut (Km 17), Landasan UlIn dan SungaI Tabuk dengan
menggunakan konsep Kota 8aru SatelIt dengan type kaplIng kecIl, menengah hIngga besar.
F. StrategI Pengembangan PertanIan dan IrIgasI
StrategI pengembangan pertanIan dan IrIgasI dI kawasan perkotaan 8anjarmaskuala
melIputI :
1). |empertahankan lahan pertanIan dengan sIstem IrIgasI teknIs darI alIh fungsI sebagaI
lahan terbangun kota
2). Pemanfaatan lahanlahan perkotaaan yang masIh kosong untuk kegIatan pertanIan
dalam batasbatas tertentu
J). PenIngkatan produktIfItas pertanIan dengan menggunakan teknologI tepat guna
4). PenIngkatan peran aktIf darI pemerIntah dalam mendorong kegIatan pertanIan dan
pemasaran produksI pertanIan.
Fencana pengembangan kawasan pertanIan sebagaI sumber produksI pangan
masyarakat KalImantan Selatan dan jalur hIjau yang dapat membatasI perkembangan
perkotaan pada lahan subur dan kawasan IrIgasI teknIs yang potensIal untuk penyedIaan
pangan masyarakat. Fencana pengembangan kawasan pertanIan dIarahkan pada kawasan
Kertak Hanyar, Cambut, Aluhaluh, SungaI Tabuk dan Kawasan |andastana.
C. StrategI Pengembangan ParIwIsata
StrategI pengembangan parIwIsata dImaksudkan untuk menIngkatkan perekonomIan
darI sektor parIwIsata. KebIjaksanaan dIbIdang parIwIsata melIputI :
1. Pengembangan kawasan/objek wIsata melaluI penIngkatan sarana dan prasarana
pendukungnya, sepertI pasar terapung, wIsata Pulau Kembang, Pulau 8akut, Kawasan
FekreasI dan Dlahraga (Hutan LIndung dan olahraga Colf) serta wIsata aIr melIntasI
SungaI |artapura.
2. Penataan kawasan wIsata dIsepanjang SungaI |artapura
J. Pengembangan fasIlItas rekreasI Hutan LIndung dan olahraga Colf
4. Pengembangan kegIatan laIn yang mendukung parIwIsata


Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 75
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

H. StrategI dan Pencana Pengembangan FasIIItas Kota
StrategI InI dImaksudkan untuk mengembangkan fasIlItas kota agar lebIh terarah,
berdaya guna dan berhasIl guna dalam memberIkan kebutuhan fasIlItas dan memberIkan
pelayanan kepada masyarakat. KebIjaksanaan pengembangan fasIlItas adalah :
1. DptImalIsasI pelayanan fasIlItas masyarakat
2. Pembangunan dan penIngkatan fasIlItas sesuaI dengan kebutuhan masyarakat yang
melIputI fasIlItas dengan pelayanan skala regIonal dan lokal
J. PengalokasIan fasIlItas berdasarkan skala pelayanannya serta dIsesuaIkan dengan
arahan struktur perkotaan masa yang akan datang.
I. Pencana Pengembangan UtuIItas Kota
Program pengembangan utIlItas kota dIketengahkan sebagaI rencana pengembangan
yang melIputI aIr bersIh, lIstrIk, telekomunIkasI, draInase, persampahan.
1. AIr 8ersIh
Fencana pengembangan aIr bersIh sebagaI upaya penyedIaan aIr bersIh untuk
kebutuhan masyarakat adalah :
a. Pengadaan aIr bersIh yang dIkelola oleh P0A|
b. |emberIkan rencana pendIstrIbusIan aIr bersIh baIk melaluI sIstem perpIpaan
maupun nonperpIpaan
c. Target pelayanan aIr bersIh hIngga akhIr tahun 2019 dapat melayanI seluruh
masyarakat dI kawasan perkotaan 8anjarmaskuala.
PenyedIaan aIr bersIh dI kawasan permukIman dan lIngkungan perkotaan
8anjarmaskuala dImaksudkan untuk melayanI penduduk akan kebutuhannya terhadap
aIr bersIh baIk secara kwalItas maupun untuk menIngkatkan kesejahteraan
masyarakat. Fencana pengembangan utIlItas aIr bersIh adalah :
a. Jumlah penduduk yang dIlayanI sampaI akhIr tahun perencanaan 2019 adalah 100
dengan asumsI 80 untuk perumahan yang melayanI 5 (lIma) jIwa dan 20 untuk
kran umum yang melayanI 100 jIwa
b. TIngkat kebutuhan aIr bersIh untuk sambungan rumah 1J0 lIter/orang/harI, kran
umum 60 lIter/orang/harI, non domestIk sebesar 70 darI rumah dan kran umum
c. Kebocoran atau kehIlangan aIr sebesar 25 darI kebutuhan aIr, sedangkan
kebutuhan puncak harIan sebesar 115 darI total kebutuhan aIr.
d. Sumber baku aIr bersIh berasal darI sungaI 8arIto, sungaI Alalak dan sungaI
|artapura
e. 8esarnya kebutuhan aIr bersIh hIngga akhIr tahun perencanaan 2019 adalah
2.0J1,17 lIter/detIk dengan kebutuhan puncak sebesar 2.JJ5,85 lIter/detIk.




Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 76
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

2. JarIngan LIstrIk
Fencana pengembangan jarIngan lIstrIk dIkawasan perkotaan 8anjarmaskuala melIputI:
a. Fencana kebutuhan lIstrIk hIngga tahun 2019 adalah 564.JJ2 K7A yang bersumber
pada PLTA FIam Kanan/FIam KIwa dan PLTU AsamAsam
b. TIngkat pelayanan lIstrIk untuk kegIatan perkotaan dIsesuaIkan dengan prIorItas
dan fungsI pemanfaatan bangunan
c. Pengembangan sIstem jarIngan lIstrIk, berupa pengaturan sIstem dIstrIbusI dengan
melIhat jenIs type bangunan yang akan dIlayanI agar tercapaI efesIensI serta
memberIkan keamanan lIngkungan.
J. TelekomunIkasI
Fencana pengembangan jarIngan telekomunIkasI dI kawasan perkotaan 8anjarmaskuala
melIputI :
a. PenIngkatan kualItas pelayanan sIstem komunIkasI melaluI penambahan jumlah
jarIngan kabel telepon dan perluasan jangkuan pelayanannya
b. PenIngkatan dan pengembangan sarana warung telekomunIkasI dan telepon umum
c. PrIorItas pengembangan pada kawasan yang memIlIkI fungsI strategIs dan skala
pelayanan regIonal dan lokal
d. Pengadaan dan penambahan satuan sambungan telepon (STT) dI kawasan
perkotaan 8anjamaskuala.
4. 0ranaIse
Fencana pengembangan sIstem draInase dI kawasan perkotaan 8anjarmaskuala
melIputI :
a. Pengembangan sIstem draInase yang terpadu dengan rencana pengembangan
jalan, pengendalIan banjIr, perbaIkan lIngkungan permukIman dan rencana
pembangunan permukIman baru
b. FehabIlItasI dan normalIsasI saluran draInase yang sudah ada
c. Penataan saluran draInase berdasarkan hIrarkI draInase perkotaan
d. Pembangunan saluran draInase yang baru pada kawasan rawa genangan dan
jarIngan jalan dengan dImensI dan bentuk saluran yang sesuaI dengan fungsI dan
debIt lImpasan aIr maksImal.
0alam rangka menunjang pembangunan kota maka perlu dIdukung dengan
perencanaan draInase yang baIk. Perencanaan draInase melIputI 4 (empat) jenjang
fungsI yaItu : saluran prImer, sekunder, tersIer dan kuarter. Fencana pengembangan
sIstem draInase tertutup dI kawasan pusat kota dan kawasan tertentu dImaksudkan
untuk memberIkan kesan yang baIk terhadap lIngkungan, kebersIhan dan keselamatan
pejalan kakI. Sedangkan rencana pengembangan sIstem pembuangan aIr lImbah dI
kawasan perkotaan 8anjarmaskuala dIarahkan pada sIstem sanItasI onsIte, yaItu
pembuangan aIr lImbah kedalam bak penampung (septIctank) dengan sarana yang
dIgunakan melIputI tangkI septIctank dengan sumur resapan, cubluk dengan leher
angsa.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 77
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

5. Persampahan
Fencana pengembangan sIstem persampahan dI kawasan perkotaan 8anjarmaskuala
melIputI :
a. Pengumpulan sampah dIarahkan dengan sIstem komunal pada lIngkungan
permukIman yang padat, sedangkan sIstem IndIvIdu dIlakukan pada kawasan baru
yang lebIh teratur dan tIdak padat.
b. PenIngkatan sarana dan prasarana persampahan sesuaI dengan kebutuhan dan
volume sampah dan dIalokasIkan secara menyebar
c. Pengelolaan sampah akhIr dIlakukan dengan sIstem Controlled Lcnd]ll
7olume sampah berdasarkan hasIl predIksI hIngga akhIr tahun perencanaan adalah
5.J12,97 m
J
/harI. Fencana pengumpulan sampah dIlakukan dengan pola IndIvIdu dan
komunal yang dIangkut ke lokasI TPS dengan perencanaan rute pengumpulan sampah
yang dIrancang sedemIkIan rupa sehIngga dapat dIlakukan pada satu kalI lIntasan.
Fencana pengangkutan sampah darI TPS menuju TPA dIgunakan Truck terbuka (PIck
Up) dengan memperhatIkan penyebaran lokasI TPS dan route yang dIlaluI menuju TPA
(Tempat Pembuangan AkhIr). Fencana pengelolaan sampah dIarahkan menggunakan
sIstem Scntcry Lcnd]ll, yaItu sIstem pemusnahan sampah dengan cara dItImbun
kedalam tanah setelah memIsahkan antara sampah organIk dengan sampah pabrIk agar
lIngkungan tetap terjaga. Adapun rencana pengembangan lokasI TPA dIarahkan pada :
1. LokasI TPA jauh darI permukIman masyarakat, dIluar wIlayah kota dan atau dIluar
rencana perluasan kota
2. |uka aIr tanah cukup dalam dan jenIs tanah cukup kedap aIr
J. |erupakan kawasan yang tIdak produktIf untuk pertanIan
4. 0apat dIpakaI untuk jangka waktu 510 tahun.
J. StrategI dan Pencana Pengembangan SIstem TransportasI
StrategI dan rencana pengembangan transportasI dIlakukan sebagaI upaya untuk
memecahkan permasalahan transportasI serta efesIensI pola pergerakan penduduk yang
melIputI : sIstem jarIngan jalan, fungsI jalan, termInal, bandar udara, pelabuhan dan
pengembangan sIstem parkIr
1). SIstem JarIngan Jalan
SIstem jarIngan jalan yang dIkembangkan dIadopsI darI pola jalan radIal yang dIgabung
dengan sIstem rny rocd yang dapat menghubungkan antar berbagaI kegIatan yang
sesuaI dengan pola ruang kawasan yang perkotaan 8anjarmaskuala yang menyebar
merata secara dIstrIk. SIstem rIng road yang dIkembangkan dI kawasan 8anjarmaskuala
adalah rencana pengembangan dua jalan lIngkar utama, yaItu jalan lIngkar utara dan
jalan lIngkar selatan serta jalan lIngkar dalam darI kawasan 8anjar utara8anjar
TImur8anjar Selatan8anjar 8arat.



Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 78
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

2). FungsI JarIngan Jalan
Fencana pengembangan fungsI jarIngan jalan dI kawasan perkotaan 8anjarmaskuala
melIputI jalan dengan fungsI prImer dan fungsI sekunder yaItu :
a. ArterI prImer, yaItu jalan yang menghubungkan kawasan prImer dengan kawasan
prImer laInnya melIputI jalan A. YanI, jalan lIngkar utara dan jalan lIngkar selatan
dengan lebar 0amIja 40 meter
b. Kolektor prImer, yaItu jalan yang menghubungkan bukota/Kabupaten dengan
bukota Kecamatan yang melIputI jalan menuju |arabahan, jalan |artapura lama
dan jalan alternatIf ke 8andara SyamsudIn Noor dengan lebar 0amIja J0 meter
c. LokasI prImer yaItu jalan yang menghubungkan kawasan 8anjarmaskuala dengan
kawasan belakangnya (hInterland) dengan lebar 0amIja 20 meter
d. ArterI sekunder, yaItu jalan yang menghubungkan pusat kota dengan sub pusat
kota yang melIputI jalan A. YanI Km.7, jalan Hasan 8asrI, jalan Sutoyo, Jalan P.
AntasarI, jalan Lambung |angkurat dan jalan Kampung |elayu dengan lebar
0amIja 40 meter.
e. Kolektor sekunder, yaItu jalan yang menghubungkan kawasan utama dalam kota
dengan lebar damIja 1820 meter.
f. Lokal sekunder, yaItu jalan yang menghubungkan antar pusat lIngkungan dengan
lebar damIja 810 meter.
J). Pengembangan TermInal, 8andar Udara dan Pelabuhan
Pengembangan termInal dI kawasan perkotaan 8anjarmaskuala adalah dengan
pembangunan TermInal FegIonal Type A dI kawasan Cambut Km.17 dan TermInal type
8 dI Kawasan HandIl 8aktI sebagaI termInal antara yang menghubungkan dengan
termInal Type A. Pengembangan 8andara SyamsudIn Noor dItItIkberatkan pada
penIngkatan kelas 8andara beserta sarana dan prasarananya sebagaI salah satu
embarkasI jemaah hajI dan bertugas sebagaI pelabuhan udara InternasIonal yang
mampu memberIkan dampak posItIf bagI perkembangan ekonomI dI kawasan
8anjarmaskuala. Pengembangan pelabuhan TrIsaktI sebagaI pelabuhan barang dan
penumpang agar dapat memberIkan pelayanan jasa secara maksImal melaluI upaya
pengembangan kawasan pelabuhan, pengerukan dan penIngkatan sarana dan
prasarananya.
4). Pengembangan SIstem ParkIr

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 79
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

Pengembangan sIstem parkIr kawasan perkotaan 8anjarmaskuala dIrencanakan atas 2
(dua) jenIs, yaItu parkIr pada kawasan tertentu dan parkIr non kawasan. Yang terdIrI
atas 2 (dua) jenIs, yaItu dItepI jalan/on street pcrkny dan parkIr dIhalaman/o]]
street pcrkny. ParkIr pada kawasan tertentu dan parkIr dIhalaman dIutamakan pada
kawasan pusat kota dengan IntensItas kegIatan tInggI dengan penyedIaan lahan parkIr
pada fasIlItasfasIlItas dI kawasan tersebut. ParkIr dI tepI jalan (on street pcrkny)
dapat dIatur sedemIkIan rupa sehIngga tIdak mengganggu kelancaran lalu lIntas.
K. Pencana Penanganan LIngkungan Kota
Fencana penanganan lIngkungan secara umum dI kawasan perkotaan
8anjarmaskuala dIlakukan melaluI upaya perbaIkan lIngkungan permukIman, berupa
perbaIkan fasIlItas lIngkungan, perbaIkan dan pemugaran lIngkungan bangunan yang tIdak
layak hunI, penIngkatan sarana dan prasarana lIngkungan, pengendalIan IntensItas
bangunan, serta pengembangan manajemen perkotaan. Fencana penanganan lIngkungan
kota dI kawasan 8anjarmaskuala secara khusus dIlakukan melaluI peremajaan kota sepertI :
1). Redevelopment, yaItu penIngkatan kualItas bangunan dan lIngkungan dI kawasan kota
2). 6entr]kcs, yaItu penIngkatan kualItas bangunan dan lIngkunga dI kawasan kota
J). Rehcbltcs, yaItu mengembalIkan kondIsI suatu bangunan yang telah mengalamI
kerusakan, kemunduran dan degradasI
4). Preservcs, yaItu memelIhara dan melestarIkan bangunan dan lIngkungan darI proses
kerusakan
5). Konservcs, yaItu upaya melestarIkan, melIndungI dan memanfaatkan sumberdaya
yang memIlIkI nIlaI hIstorIs dan kultural yang tInggI
6). Renovcs, yaItu upaya untuk merubah sebagIan atau seluruh bagIan bangunan dan
lIngkungan untuk fungsI baru
7). Restorcs, yaItu mengembalIkan suatu kondIsI bangunan dan lIngkungan kepada kondIsI
asalnya
8). Rekonstruks, yaItu mengembalIkan suatu kondIsI ke wujud semula tanpa ada
penambahan.
FENCANA PENCE|8ANCAN KAWASAN PEFKDTAAN 8ANJAF|ASN FAYA (CFEATEF)
Pengembangan Kawasan Perkotaan 8anjarmasIn Faya sebagaI bentuk perluasan
kawasan perencanaan darI Konsep 8anjarmaskuala. StrategI pengembangan kawasan
perkotaan 8anjarmasIn Faya merupakan strategI pembentukan sIstem perkotaan
8anjarmasIn sebagaI kota Induk bagI pusatpusat permukIman yang terdapat dI wIlayah
sekItarnya. StrategI InI dIsusun untuk menghIndarI pengembangan kota yang bersIfat parsIal
dalam sebuah sIstem metropolItan. Adapun strategI pengembangan kawasan perkotaan
8anjarmasIn Faya adalah :
1). |engembangkan prasarana dan sarana dasar perkotaan untuk mendukung
pengembangan kota dan wIlayah belakangnya.
2). |engembangkan kawasankawasan strategIs/prIorItas pemIcu pertumbuhan kawasan

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 80
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

J). |enIngkatkan prasarana regIonal yang menghubungkan antara kotakota eksIstIng
dengan kawasan prIorItas/strategIs
4). |emperhatIkan sumberdaya alam dan nIlaI sosIal budaya.
5). |emperhatIkan IrIgasI teknIs dalam pengembangan ekonomI pedesaan
6). |emelIhara kapasItas aIr baku melaluI konservasI daerah tangkapan
7). |emperhatIkan keberadaan fungsIfungsI lIndung dI dalam daerah tangkapan
8). DptImalIsasI lahan pengembangan perkotaan
9). ntensIfIkasI pemanfaatan ruang
10). PenIngkatan fungsI dan peran kotakota yang terdIrI atas : Kota IntI dengan fungsI
jasa perdagangan, jasa transportasI, jasa parIwIsata dan IndustrI, Pusat pengImbang
dengan fungsI jasa pelayanan pemerIntahan dan Kota hunIan dan Pusat lokal
11). Pengembangan nonperkotaan sebagaI yreenbelt, rawa, IrIgasI teknIs dan kawasan
lIndung.
A. Pencana PoIa Pemanfaatan Puang
a. Penetapan kawasan lIndung sebagaI pengatur tata aIr dI kecamatan Landasan
UlIn, Cambut, Aluhaluh dan |artapura. Kawasan suaka alam, yaItu Cagar Alam
Pulau Kaget dan Taman WIsata Alam Pulau Kembang dI Kabupaten 8arIto Kuala.
b. Pengaturan kawasan permukIman perkotaan dI arahkan pada kotakota baru dan
kotakota kecamatan yang telah ada menjadI kotakota satelIt untuk mendukung
pengembangan Kota 8anjarmasIn sebagaI kota Induk
c. Pengaturan kawasan permukIman perdesaan termasuk dIdalamnya permukIman
transmIgrasI
d. Pengaturan pertanIan lahan basah yang dImanfaatkan untuk persawahan.
. Pencana Struktur Puang
Pengembangan sIstem pusatpusat permukIman perkotaan 8anjarmasIn Faya, yaItu :
a. Pusat utama : 8anjarmasIn
b. Pusat kedua : Kota 8anjarbaru|artapura
c. Pusat ketIga : Kertak Hanyar, SungaI Tabuk, Cambut dan Landasan UlIn
C. Pengembangan sIstem transportasI regIonaI :
a. SIstem transportasI darat melaluI jarIngan jalan, kereta apI dan peraIran untuk
membuka daerahdaerah terIsolIr, terutama yang potensIal
b. JarIngan jalan dIarahkan menjadI jalan arterI antara laIn 8anjarmasInKertak
HanyarCambutLandasan UlIn, 8anjarmasIn|artapura.
c. JarIngan jalan dIarahkan menjadI jalan kolektor prImer antara laIn jalan raya
8anjarbaru|artapura, 8anjarmasInAlalak, 8anjarmasInSungaI Tabuk|artapura,
8anjarmasInAluhaluh dan AnjIr |uaraTambanTabunganen
d. PenIngkatan peran dan kapasItas 8andara Udara SyamsudIn Noor sebagaI gerbang
InterkasI dengan pusatpusat perekonomIan nasIonal

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 81
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

0. Pengembangan Kawasan-kawasan FungsIonaI
a. Pembenahan Kota 8anjarmasIn lama melIputI perubahan artIstIk kota
b. Penataan dan pengendalIan bangunan baru.
c. Pembenahan wIlayah pInggIran sungaI dalam mencIptakan Wcter Front Cty.
d. Pengembangan dan pelestarIan pasar terapung serta menIngkatkan sungaI sebagaI
alternatIf transportasI
e. Pembangunan dan pembenahan jarIngan jalan, terutama pada jalan utama
f. Pembenahan daerah kumuh dengan peremajaan dan konsolIdasI lahan
g. 8anjarbaru dan |artapura dIkembangkan sebagaI pusat kedua dengan fungsI
sebagaI pusat pendIdIkan tInggI dan pelayanan transportasI udara.
h. Pengembangan kota kecamatan Kertak Hanyar, Cambut dan SungaI Tabuk untuk
mengurangI beban kota 8anjarmasIn
I. Pengembangan kawasan IndustrI LIang Anggang dengan jenIs yang tIdak
terpengaruh alIran aIr, erosI dan daya dukung tanah
j. PengendalIan perluasan kawasan terbangun dI sawah yang berIrIgasI teknIs.
E. Pencana SIstem Prasarana dan Sarana Perkotaan
a. Pengembangan aIr bersIh melaluI pengembangan kapasItas sIstem dengan
pembangunan InstalasI pengolahan aIr baru, perluasan jarIngan perpIpaan,
penambahan sambungan, pengadaan sarana mobIl tangkI dan termInal aIr,
penurunan kebocoran agar produksI aIr dapat dImanfaatkan seoptImal mungkIn
b. Pengembangan aIr lImbah dengan menggunakan sIstem tempat (on sIte).
Penambahan saran jamban keluarga, mengoptImalkan penggunaan truk tInja dan
PLTS. KonstruksI septIc tank dIsesuaIkan dengan standar pembuatan dan
lokasInya dIusahakan dekat dengan jalan yang memungkInkan penyedotan oleh
truk tInja
c. SIstem pengelolaan sampah dengan sIstem terpusat (offsIte) untuk daerah
perkotaan dan sIstem setempat (onsIte) untuk daerah nonperkotaan.
d. Pengembangan sarana dan prasarana dranaIse, melaluI rehabIlItasI kapasItas
saluran, pemelIharaan yang optImal, perluasan daerah pelayanan dengan
membuat saluran baru, pendataan dan pemelIharaan sungaI
e. Pengembangan jalan kota melaluI pembangunan jalan baru, penIngkatan
konstruksI perkerasan, penIngkatan status jalan dan penIngkatan konstruksI jalan.





Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 82
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

KEIJAKSANAAN PEhANCUNAN KAUPATEN APITD KUALA
KebIjaksanaan Pembangunan Kabupaten 8arIto Kuala yang dIdasarkan pada Pola 0asar
Pembangunan 0aerah Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 200J2007 adalah sebagaI berIkut :
A. VIsI Pembangunan 0aerah
7IsI pembangunan daerah Kabupaten 8arIto Kuala berdasarkan Fencana StrategIs
Kabupaten 8arIto Kuala tahun 200J2007 adalah :
Terwuudnya masyarakat arto Kuala yany mau dan seahtera denyan
berbass ayrbsns melalu keemerntahan yany bak tahun 2007
. hIsI Pembangunan 0aerah
Untuk mewujudkan vIsI pembangunan Kabupaten 8arIto Kuala tersebut dIbutuhkan
dukungan mIsI, yaItu :
1. |embIna dan mengembangkan lembaga dan sumberdaya manusIa, secara kreatIf dan
optImal sektor prIorItas terutama pendIdIkan, pertanIan, IndustrI dan perdagangan.
2. |enIngkatkan daya guna dan hasIl guna penyelenggaraan pemerIntahn untuk
penIngkatan mutu pelayanan kepada masyarakat terutama kebutuhan dasar dan
sarana prasarana
J. |emantapkan kemandIrIan daerah melaluI kemItraan dengan PemerIntah Kabupaten
laIn dan dunIa usaha
4. |endorong prakarsa dan partIsIpasI masyarakat dalam kegIatan ekonomI
5. Pengurangan kemIskInan melaluI pengembangan ekonomI kerakyatan dan membIna
basIs ekonomI rakyat untuk dapat mengakses sumberdaya ekonomI, InformasI dan
teknologI
C. StrategI Pembangunan 0aerah
StrategI pembangunan yang dItempuh PemerIntah Kabupaten 8arIto Kuala melIputI 5
agenda pokok kebIjaksanaan pembangunan daerah, yaItu :
1. |empercepat pembangunan ekonomI masyarakat dengan berbasIs agrIbIsnIs dan
IndustrI dan memperkuat landasan pembangunan ekonomI daerah dalam rangka
pembangunan ekonomI berkelanjutan
2. |embangun kesejahteraan rakyat dan ketahanan budaya daerah
J. |endukung perwujudan supremasI hukum dan PemerIntah 0aerah yang handal dan
bersIh dI era otonomI daerah
4. Pemberdayaan masyarakat dan pembangunan pedesaan
5. |enIngkatkan kehIdupan demokrasI dan mendukung utuhnya persatuan dan kesatuan
nasIonal



Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 83
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

0. PrIorItas Pembangunan 0aerah
PrIorItas pembangunan daerah Kabupaten 8arIto Kuala dalam rangka pelaksanaan
pembangunan pada tahun 200J2007 adalah :
1. Pembangunan ekonomI dengan prIorItas utama menIngkatkan produksI pangan,
pendapatan petanI dan mewujudkan pengusaha tanI ke arah agrIbIsnIs
2. |engoptImalkan pembangunan transportasI khususnya transportasI darat dalam
rangka membuka IsolasI
J. Pembangunan sosIal budaya dengan prIorItas utama penIngkatan kualItas sumber daya
manusIa yang berIman, bertaqwa, berIlmu pengetahuan teknologI, sehat, kuat, aktIf,
kreatIf dan mampu bersaIng
4. |engoptImalkan pelaksanaan otonomI daerah untuk kesejahteraan masyarakat.





































Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 84
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala










5.1. KDNSEP 0AN STPATECI PENCEhANCAN STPUKTUP TATA PUANC WILAYAH
StrategI pengembangan struktur tata ruang dImaksudkan untuk menIngkatkan daya
jangkau dan akses bagIan wIlayah kabupaten sesuaI dengan karakterIstIk dan potensI yang
dImIlIkInya, serta untuk mengoptImalkan ImplementasI rencana struktur tata ruang
kabupaten sebagaI dasar dalam mewujudkan Fencana Tata Fuang WIlayah Kabupaten
8arIto Kuala. 8erdasarkan hal tersebut, ada beberapa hal yang mendasarI pengembangan
struktur tata ruang wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala, yaItu:
1. 0alam satuan wIlayah pengembangan propInsI KalImantan Selatan, Kabupaten 8arIto
Kuala merupakan bagIan darI WIlayah Pembangunan Kayu TangI, dImana |arabahan
dItetapkan sebagaI orde kota yang memIlIkI skala pelayanan kabupaten.
2. WIlayah yang berbatasan langsung dengan PropInsI KalImantan Tengah yang dIlIntasI
oleh sIstem jarIngan jalan Trans KalImantan dan sIstem angkutan sungaI yang mampu
menIngkatkan akses wIlayah serta dIdukung oleh jarak yang relatIf dekat dan
berbatasan langsung dengan Kota 8anjarmasIn sebagaI bukota PropInsI KalImantan
Selatan, memberIkan kemudahan akses yang tInggI dan kemungkInan penjalaran
perkembangan yang lebIh cepat dan besar kedalam wIlayah kabupaten 8arIto Kuala,
terutama Kecamatan Alalak. 0IsampIng Itu sebagIan wIlayah kabupaten
memposIsIkan perannya sebagaI pusat pelayanan daerah perbatasan.
J. WIlayah yang dIkelIlIngI oleh peraIran darat dan laut yang berpotensI sebagaI jalur
transportasI dan pengaIran bagI pengembangan kegIatan pertanIan dan permukIman
serta parIwIsata alam.
4. KondIsI permukaan lahan yang datar memungkInkan pengembangan wIlayah
dIlakukan kesegala arah, tanpa perlakuan khusus akIbat beda tInggI/lereng lahan.
5. SebagaI daerah dataran rendah sangat potensIal untuk pengembangan budIdaya
pertanIan lahan basah, perkebunan dan perIkanan darat dengan dIdukung sarana dan
prasarana IrIgasI yang memadaI, baIk secara alamIah maupun teknIs.
6. Keberadaan sungaI besar (SungaI 8arIto, SungaI Negara, SungaI Kapuas) dan
beberapa anak sungaI laInnya yang melIntas dIwIlayah kabupaten, membantu
menjangkau akses pedalaman yang dapat dImanfaatkan sebagaI sarana transportasI
angkutan orang dan barang kebutuhan pokok maupun hasIl bumI.
7. Akses wIlayah terhadap daerah hulu dan hIlIr sungaI 8arIto sangat potensIal bagI
pengembangan berbagaI kegIatan IndustrI yang berbasIs bahan baku (resources)
setempat atau Impor dan berbasIs pemasaran (market) dan outlet ekspor.
BAB V
KONSEP DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN WILAYAH


Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 85
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

8. Jumlah penduduk yang cukup besar untuk mendukung kegIatan sektorsektor
pembangunan.
9. Adanya kawasankawasan tertInggal yang memerlukan percepatan pembangunan
untuk pemerataan kesejahteraan.
10. Pelayanan fasIlItas transportasI masIh sangat rendah yang berpengaruh pada
perkembangan perekonomIan dan pembangunan daerah. SehIngga belum dapat
menjamIn dan mencIptakan pemerataan perkembangan antar wIlayah kecamatan,
khususnya untuk mengangkut barangbarang kebutuhan darI kota kedesadesa atau
darI desa ke kota sebagaI penyuplaI kebutuhan seharIharI, terutama produksI
pertanIan, terutama dI wIlayah strategIs dan daerahdaerah yang terpencIl.
11. Sumberdaya manusIa yang berkualItas belum tersebar merata dI seluruh kecamatan
Kabupaten 8arIto Kuala, sehIngga InformasI teknologI dan pengetahuan belum dIserap
masyarakat. Hal InI dIsebabkan oleh pendIstrIbusIan penduduk yang tIdak merata dI
seluruh wIlayah kabupaten.
8erdasarkan hal tersebut dIatas, maka konsepsI struktur tata ruang Kabupaten
8arIto Kuala dIarahkan pada:
1. Pola struktur tata ruang mengacu pada perkembangan yang terarah untuk mengurangI
kesenjangan pertumbuhan antar wIlayah serta mendorong perkembangan sektor yang
potensIal wIlayah. Perkembangan wIlayah InI dapat dIoprImalkan bIla pada setIap
wIlayah mempunyaI satu pusat pelayanan, sehIngga perkembangan wIlayah memIlIkI
satu pusat dan dIharapkan akan dapat mendorong perkembangan sekItarnya melaluI
proses InteraksI antar wIlayah. 0ImungkInkan dengan adanya konsep tersebut dan
dapat berjalan dengan baIk, maka masalah pertumbuhan ekonomI wIlayah dan
pemerataan hasIl pembangunan akan lebIh mudah tercapaI.
2. Penetapan fungsI kota sebagaI pusat pertumbuhan bagI wIlayah belakangnya maupun
sebagaI pusat permukIman.
J. Pola pengembangan transportasI untuk mendukung pertumbuhan dan menIngkatkan
aksesIbIlItas antar kawasan.
4. Pola pengembangan wIlayahwIlayah prIorItas yang perlu mendapat perhatIan dan
penanganan serIus.
Untuk mewujudkan konsepsI struktur tata ruang Kabupaten 8arIto Kuala, perlu
dItempuh langkahlangkah strategIs dengan perspektIf jangka panjang. StrategI
pengembangan struktur tata ruang wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala, melIputI:
1. |endorong dan memacu pertumbuhan sektorsektor perekonomIan untuk mendukung
dan berperan dalam pengembangan WIlayah Pembangunan KayutangI serta mampu
mengImbangI perkembangan yang terjadI dalam wIlayah tersebut.
2. Pengaturan tata jenjang pelayanan secara hIrarkhIs pada pusatpusat pelayanan
dIwIlayah Kabupaten 8arIto Kuala, melaluI penetapan orde dan fungsI kota sesuaI
dengan potensI dan peluang pengembangannya.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 86
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

J. |enetapkan struktur tata ruang wIlayah yang Ideal, dengan menetapkan kotakota
kuncI yang dIharapkan mampu mendorong pertumbuhan wIlayah sekItarnya dengan
model regIonalIsasI, atau pembentukan sub satuan wIlayah pengembangan (SSWP),
dan setIap SSWP memIlIkI pendukung dan pusat SSWP harus dIberI kelengkapan yang
berupa penunjang sosIal ekonomI dalam pelayanan sub regIonal, yaItu:
1). SSWP 'A' dengan pusat wIlayah pembangunan adalah Kecamatan |arabahan dan
terdIrI atas Kecamatan 8akumpaI, 8arambaI, Cerbon, Tabukan dan KurIpan.
FungsI utama pada SSWP InI adalah sebagaI pusat admInIstrasI pemerIntahan dan
pelayanan regIonal serta pengembangan agrowIsata
2). SSWP '8 dengan pusat wIlayah pembangunan adalah Kecamatan Alalak dan terdIrI
atas Kecamatan |andastana dan Fantau 8edauh. FungsI utama SSWP adalah
sebagaI pusat ndustrI/manufaktur, Pusat pengembangan transportasI, Pusat
perdagangan lokal serta melayanI wIlayah perbatasan.
J). SSWP 'C' dengan pusat wIlayah pembangunan adalah Kecamatan AnjIr Pasar dan
terdIrI atas Kecamatan AnjIr |uara, 8elawang, dan Wanaraya. FungsI utama SSWP
InI adalah Pusat produksI pertanIan tanaman pangan dan Pusat pengembangan
parIwIsata.
4). SSWP '0' dengan pusat wIlayah pembangunan adalah Kecamatan Tamban dan
terdIrI atas Kecamatan Tabunganen, Tamban dan |ekarsarI. FungsI utama SSWP
InI adalah pusat permukIman penduduk, pusat pengolahan/pengumpul, pusat
pengembangan parIwIsata alam dan pusat pelayanan jasa.
4. DptImalIsasI fungsI pusatpusat tersebut dengan pengembangan prasarana dan sarana
penunjang yang memadaI sesuaI potensI dan kemampuan daerah serta hIrarkhI
pelayanannya.
5. |enIngkatkan aksesIbIlItas kotakota pusat SSWP dengan wIlayah belakangnya serta
antar pusat SSWP dengan WP KayutangI melaluI pengembangan sIstem transportasI
darat dan sungaI.
6. |engembangkan kawasankawasan prIorItas yang memIlIkI prospek pengembangan
tInggI dan strategIs untuk menumbuhkan sektor perekonomIan dI Kabupaten 8arIto
Kuala serta mengembangkan wIlayah yang termasuk tertInggal/terIsolasI atau kurang
berkembang dengan penIngkatan aksesIbIlItas dan sarana prasarana penunjang.
7. Pengembangan dan penIngkatan sIstem jarIngan jalan regIonal dan lokal untuk
mensInergIskan hubungan antar pusat pelayanan, baIk secara vertIkal dengan pusat
pengembangan dIatasnya maupun secara horIsontal dengan pusat pelayanan
dIsekItarnya. Pengembangan jarIngan jalan juga dImaksudkan untuk membuka akses
sebagIan wIlayah kabupaten yang terIsolIr sehIngga terhubungkan dengan sIstem
jarIngan regIonal.
8. PenIngkatan fungsI Kota |arabahan sebagaI pusat pelayanan kabupaten dengan
penIngkatan akses melaluI pengembangan prasarana jalan dan jembatan yang
memadaI, antara laIn dengan pengembangan jarIngan jalan |arabahanKurIpan

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 87
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

TamIyang Layang, pengembangan jalan menuju |argasarI dan pembangunan
jembatan FumpIyang dan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Tabukan dengan
Kecamatan KurIpan. 0engan terbukanya akses regIonal tersebut akan menIngkatkan
IntensItas kegIatan dI Kota |arabahan karena pola pergerakan menuju ke |arabahan
bukan sebagaI tujuan akhIr lagI, tetapI sebagaI tujuan antara yang dapat
menIngkatkan sIrkulasI pergerakan yang melIntas.
9. PenIngkatan peran dan fungsI kotakota laInnya untuk menjembatanI pelayanan Kota
|arabahan dengan wIlayah kabupaten laInnya, antara laIn dI Kota Tamban dan HandIl
8aktI sehIngga secara struktural akan terdapat tata jenjang pelayanan yang hIrarkhIs
agar struktur pelayanan dapat berjalan dengan baIk.
10. Pengembangan kawasan HandIl 8aktI sebagaI kawasan pertumbuhan baru dengan
memanfaatkan potensI aksesIbIlItas yang tInggI darI sIstem jarIngan jalan Trans
KalImantan dan menyerap potensI pertumbuhan Kota 8anjarmasIn, sehIngga kawasan
tersebut menjadI salah satu alternatIf yang menarIk bagI pengembangan kegIatan
perkotaan dan sebagaI salah satu pusat pelayanan dalam konteks 8anjarmaskuala.
PrIorItas pengembangan dIkawasan InI dIarahkan pada pengembangan perumahan
beserta sarana dan prasarana pelayanannya, khususnya fasIlItas sosIal/umum serta
perdagangan dan jasa.
11. AlokasI pemanfaatan ruang sesuaI dengan fungsI, potensI dan batasannya berupa
penetapan kawasan lIndung dan kawasan budIdaya. Pemantapan kawasan lIndung
dIarahkan untuk menjaga keseImbangan lIngkungan dan sumberdaya alam dengan
mempertahankan keberadaan hutan rawa pantaI, cagar alam Pulau Kaget, hutan
wIsata Pulau Kembang, hutan galam dan sempadan sungaI.
5.2. KDNSEP 0AN STPATECI PENATAAN KAWASAN LIN0UNC
StrategI dasar yang dItetapkan dalam penetapan kawasan lIndung dI Kabupaten
8arIto Kuala harus dIkaItkan dengan konteks keseImbangan ekosIstem dalam artI luas.
Penetapan tersebut tIdak harus dIdasarkan pada faktor fIsIknya saja, namun juga dalam
rangka keseImbangan hIdrologIs, keseImbangan flora dan fauna, perlIndungan cagar alam
dan perlIndungan terhadap dampak lIngkungan laInnya. |engIngat fungsI kawasan lIndung
adalah sebagaI pelestarIan alam untuk perlIndungan terhadap tata aIr, pencegahan erosI,
pemelIharaan kesuburan tanah, penyangga kawasan yang ada dIbawahnya.
8erdasarkan hal tersebut, penetapan kawasan lIndung mutlak dIperlukan mengIngat
UndangUndang No. J2 tahun 1990 adalah pada kawasan lIndung dIlarang melakukan
kegIatan budIdaya, kecualI yang tIdak mengganggu fungsI lIndung. 0alam kawasan suaka
alam dan kawasan cagar budaya dIlarang melakukan kegIatan budIdaya apapun, kecualI
kegIatan yang berkaItan dengan kondIsI pengunaan lahan, serta ekosIstem alamI yang ada.
ApabIla menurut analIsIs A|0AL, kegIatan budIdaya mengganggu fungsI lIndung harus
dIcegah perkembangannya, dan fungsI sebagaI kawasan lIndung dIkembalIkan secara
bertahap. Upaya lebIh lanjut penetapan kawasan lIndung padat dItInjau sebagaI berIkut :
1. Kawasan Suaka Alam dan PelestarIan Alam

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 88
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

Pengamanan kawasan suaka alam dI Kabupaten 8arIto Kuala yang terdIrI darI cagar
alam (P. Kaget) dan hutan wIsata (P. Kembang dan P.8akut) dIlakukan dengan upaya
melIndungI keanekaragaman dan keunIkan alam, sehIngga ekosIstem dan habItat flora
dan fauna yang khas dan beraneka ragam dapat tetap konservatIf. Hal InI jelas akan
memberIkan sumbangan terhadap Ilmu pengetahuan dan pembangunan pada
umumnya. Pada kawasan InI sebaIknya menghIndarI kegIatan yang dapat
menyebabkan gangguan alamnya.
2. Kawasan yang |emberIkan PerlIndungan Kawasan 8awahannya
Pengembangan kegIatan harus berorIentasI pada pelestarIan kawasan bawahannya
dan dIsesuaIkan dengan daya dukung lahan. Pengamanan kawasan bawahannya
dIlakukan melaluI pengamanan fungsI hIdrologIs untuk menIngkatkan daya serap aIr
melaluI pengembangan tanaman yang potensIal melIndungI wIlayah resapan aIr dan
mengamankan saluran sungaI darI pelumpuran/pendangkalan dan pencemaran.
Kawasan bawahannya InI berfungsI untuk mencegah terjadInya erosI, bencana banjIr,
sedIment serta resapan aIr. Upaya mempertahankannya adalah dengan
pengembangan tanaman perkebunan kehutanan, sepertI galam sebagaI tanaman
spesIfIk yang khas.
J. Kawasan PerlIndungan Setempat
Kawasan perlIndungan setempat dI Kabupaten 8arIto Kuala terdIrI darI kawasan
sempadan pantaI dan sempadan sungaI. Penanganan terhadap kawasan perlIndungan
setempat dIlakukan dengan menetapkan beberapa krIterIa. Pada kawasan sekItar
sungaI besar dIluar kawasan permukIman, pengamanan dIlakukan dengan menetapkan
batas sekurangkurangnya 100 meter darI kegIatan, pada anakanak sungaI dIluar
kawasan permukIman dItetapkan sekurangkurangnya 50 meter dan pada sungaI besar
dan anakanak sungaInya dI kawasan permukIman dItetapkan 15 meter. Pengamanan
tersebut dImaksudkan untuk mencegah terjadInya pencemaran dan erosI yang
mengakIbatkan pendangkalan sungaI dan pelumpuran. Pada kawasan sempadan
pantaI sepanjang tepIan yang lebarnya proporsIonal dengan bentuk dan kondIsI fIsIk
pantaI dItetapkan mInImal 100 meter darI tItIk pasang tertInggI kearah darat.
Sedangkan pantaI berhutan bakau dItetapkan mInImal 1J0 kalI nIlaI ratarata
perbedaan aIr pasang tertInggI dan terendah tahunan dIukur darI garIs aIr surut
terendah kearah darat.
0engan demIkIan, maka penetapan strategI dalam rangka penataan kawasan lIndung
dI Kabupaten 8arIto Kuala adalah:
1). Pemantapan kawasan lIndung sesuaI dengan fungsInya, baIk untuk melIndungI
kawasan setempat dan dapat memberI perlIndungan bagI kawasan sekItarnya.
2). PengendalIan pemanfaatan ruang pada kawasan lIndung sesuaI dengan fungsI yang
telah dItetapkan, dIantaranya melaluI reboIsasI pada kawasan lIndung yang telah
dIjadIkan lahan budIdaya atau kawasan pada lIndung yang kondIsInya berupa lahan
terbuka/Ilalang.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 89
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

J). KegIatan yang telah ada dIkawasan lIndung, pada prInsIpnya dapat dIlanjutkan sejauh
tIdak mengganggu fungsI lIndung. Kawasan InI harus dI enclcve, sepertI dI bagIan
Selatan Kabupaten 8arIto Kuala yang berbatasan dengan Laut Jawa dan dI bagIan
Utara.
4). Terhadap perseorangan atau perusahaan yang terkena dampak pemantapan kawasan
lIndung dapat dIberIkan kompensasI lahan dI luar kawasan lIndung yang belum
dImanfaatkan dalam bentuk hak mIlIk atau HCU untuk dIkembangkan sesuaI dengan
potensI lahan.
5). |emantapkan kawasan lIndung berupa kawasan hutan galam yang berfungsI sebagaI
plasma nutfah hutan galam dI Kabupaten 8arIto Kuala, terletak dI bagIan utara.
5.3. KDNSEP 0AN STPATECI PENCEhANCAN KAWASAN U0I0AYA
0alam mengembangkan kawasan budIdaya dIperlukan pendekatan multI dImensIonal
sehIngga hasIl yang dIharapkan dapat maksImal. Kawasan budIdaya InI dIkembangkan
dalam rangka kaItannya dengan pemanfaatan lahan dengan mengkajI pola tata ruang yang
optImal. 0I Kabupaten 8arIto Kuala sebagIan besar darI kawasan perdesaan dIgunakan
untuk pengembangan kawasan budIdaya tanaman pangan, yaItu kawasan pertanIan,
kegIatan penunjang dan permukIman.
Untuk pengembangan kawasan budIdaya InI harus memperhatIkan kondIsI yang ada,
mIsalnya dalam hal kelerengan dan ketInggIan lokasI darI permukaan aIr laut merupakan
faktor pentIng dalam pengembangan kawasan pertanIan. 0arI berbagaI faktor yang terkaIt
pada dasarnya mengandung tujuan tetap mempertahankan bahkan menIngkatkan asas
lestarI, optImal dan seImbang (LDS) pada lIngkungan. Pada sektor permukIman hendaknya
dengan tetap memperhatIkan adanya faktor aksesIbIlItas sehIngga pengembangan yang
telah dIrencanakan dapat seIrama dengan tIngkat kebutuhan masyarakat.
Fencana pengembangan kawasan budIdaya, melIputI kawasan pertanIan tanaman
pangan lahan basah, kawasan pertanIan tanaman pangan lahan kerIng, kawasan perIkanan
(perIkanan sungaI, perIkanan laut), kawasan perkebunan, kawasan hutan produksI,
kawasan IndustrI, kawasan permukIman perdesaan, kawasan permukIman perkotaan serta
kawasan parIwIsata.
8erdasarkan konsepsI dIatas, maka strategIstrategI yang perlu dItempuh untuk
pengembangan kawasan budIdaya InI adalah:
1). Pemanfaatan ruang untuk kegIatan pertanIan, perkebunan, dan perternakan harus
sesuaI dengan potensI dan daya dukung fIsIknya.
2). Pengembangan Kawasan budIdaya pertanIan lahan basah dIarahkan pada
pengembangan IntensIfIkasI dan ekstensIfIkasI. Pengembangan ekstensIfIkasI
dIarahkan pada seluruh kawasan potensIal dengan dItunjang oleh sIstem jarIngan
IrIgasI yang memadaI dan terpadu untuk menIngkatkan produktIvItas lahan dan
membuka akses terhadap lahan tIdur agar bIsa produktIf dIbudIdayakan.
J). Pengembangan Kawasan pertanIan tanaman keras/perkebunan dIarahkan pada
wIlayahwIlayah yang saat InI berupa semak belukar.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 90
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

4). Pengembangan perkebunan sesuaI potensI lahannya, khususnya karet, kelapa dan
kelapa sawIt, dIharapkan dapat memberIkan kontrIbusI besar dalam penerImaan dan
pencIptaan lapangan kerja baru. Kawasan InI memanfaatkan lahan rawa potensIal
yang ada dengan memasukkan teknologI.
5). Pengembangan kawasan budIdaya hutan produksI dI wIlayah bagIan utara untuk
sekalIgus dapat mendukung kawasan lIndung sekItarnya berupa kawasan hutan galam
6). Pengembangan permukIman dIpusatkan dIwIlayahwIlayah perkotaan dI |arabahan,
Alalak, AnjIr Pasar, Tamban, Fantau 8adauh dan KurIpan serta Cerbon dan
Tabunganen.


5.4. KDNSEP 0AN STPATECI PENCEhANCAN WILAYAH PPIDPITAS
StrategI pengembangan wIlayah prIorItas perlu dIlakukan pada wIlayahwIlayah yang
memIlIkI prospek pengembangan yang tInggI dan berpotensI bagI pertumbuhan ekonomI
wIlayah serta wIlayah yang kurang berkembang. 0I Kabupaten 8arIto Kuala, wIlayah yang
termasuk dalam crIterIa wIlayah yang dIprIorItaskan adalah:
1. WIlayah yang memIlIkI aksesIbIlItas tInggI yang perlu mendapat perhatIan, yaItu
Kecamatan Alalak dan |andastana yang berada dalam lIngkungan pengembangan
jarIngan jalan propInsI KalImantan Selatan.
2. WIlayah yang mampu mendorong perkembangan ekonomI Kabupaten 8arIto Kuala
adalah Kecamatan Alalak dan Tamban yang mempunyaI potensI sebagaI kawasan
perdagangan dan jasa.
J. WIlayah yang termasuk tertInggal/terIsolasI atau kurang berkembang, terutama
terdapat pada Kecamatan KurIpan dan Tabunganen yang sangat mInIm aksesIbIlItas
untuk menunjang pergerakan masyarakatnya.
4. Pengembangan pusatpusat kegIatan ekonomI baru dI Kecamatan Alalak untuk
menunjang kegIatan perdagangan dan jasa.
5. Kawasan rekreasI jembatan 8arIto dan agrowIsata SungaI Kambat memberIkan
prospek pengembangan yang baIk untuk menumbuhkan sektor perekonomIan dI
Kabupaten 8arIto Kuala.
Untuk mewujudkan konsepsI pengembangan wIlayah prIorItas dI Kabupaten 8arIto
Kuala, perlu dItempuh langkahlangkah strategIs, melIputI:
1). |engarahkan IntegrItas pembangunan dIseluruh wIlayah kabupaten, sehIngga selaIn
dapat mengurangI kesenjangan perkembangan antar wIlayah juga dapat mendukung
pemerataan perkembangan antar wIlayah.
2). |emberIkan arah dan kepastIan pemanfaatan ruang yang semakIn mantap sehIngga
mendorong penIngkatan dan pemerataan InvestasI masyarakat serta menjadI
pembangunan sektoral khususnya InvestasI masyarakat.
J). |emberIkan arah bagI penIngkatan pembangunan yang berwawasan lIngkungan,
terutama dIsekItar jalan propInsI dan kawasan pertumbuhan cepat HandIl 8aktI.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 91
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

4). |endukung tercIptanya lIngkungan penataan ruang dan penghIdupan yang sejahtera.
5). |engembangkan kawasan wIsata potensIal dengan penyedIaan sarana dan prasarana
penunjang.
5.5. KDNSEP 0AN STPATECI PENCEhANCAN EKDNDhI
Perumusan strategI pengembangan ekonomI dImaksudkan untuk mewujudkan cIta
cIta pembangunan ekonomI Kabupaten 8arIto Kuala yang lebIh maju dengan bertumpu
pada potensIpotensI yang mempunyaI keunggulan komparatIf dan kompetItIf yang dImIlIkI.
Fumusanrumusan InI baru dapat dIlakukan setelah dIperoleh hasIl kajIan potensI dan
kendala pengembangan berupa IsuIsu strategIs melaluI penetapan strategI pengembangan.
Penetapan perumusan IsuIsu strategIs InI dIlakukan dengan metode kajIan SWDT
(Strengths/kekuatan, Weakness/kelemahan, DpportunItIes/peluang dan threat/ancaman).
8erkaItan dengan analIsa SWDT InI perlu dIlakukan IdentIfIkasI terhadap aspek
kondIsI Internal maupun kondIsI ekternal yang akan menjadI kekuatan sekalIgus merupakan
kelemahan dan kesempatan sekalIgus merupakan ancaman dalam pengembangan
perekonomIan Kabupaten 8arIto Kuala.
8erdasarkan analIsas SWDT, ada beberapa hal yang menjadI dasar pengembangan
ekonomI Kabupaten 8arIto Kuala, yaItu :
1. Adanya arah pembangunan wIlayah dalam jangka panjang, menengah dan pendek
untuk mewujudkan cItacIta pembangunan kesejahteraan masyarakat.
2. TersedIanya alternatIfalternatIf program pembangunan dan kawasankawasan
pemIcu pertumbuhan ekonomI melaluI penyusunan program pembangunan ekonomI,
kawasan strategIs, cepat tumbuh dan penataan ruang.
J. Adanya perbaIkan kInerja penataan ruang dI dalam menunjang InvestasI dan
sInkronIsasI pembangunan dengan tersedIanya rencana pengembangan wIlayah
melaluI kepastIan peruntukan lahan dan hukum serta kelembagaannya.
4. KInerja ekonomI darI tahun ketahun yang cenderung membaIk dan terIdentIfIkasInya
potensI sektor ekonomI yang mempengaruhI ekonomI KalImantan Selatan secara
sIgnIfIkan.
5. Struktur perekonomIan konsIsten darI tahun ke tahun terutama sektor pertanIan yang
menyedIakan banyak kesempatan kerja dan dItunjang pula oleh sektor jasa lebIh baIk
darI kInerja sektor yang sama pada level propInsI.
6. KegIatan pertanIan merata dI seluruh wIlayah kecamatan terutama padI sawah.
PotensI lahan pertanIan masIh sangat terbuka untuk dIkembangkan dalam skala besar
dIsampIng potensI peternakan dan perIkanan baIk perIkanan darat maupun laut
7. Pertumbuhan P0F8 per kapIta mencermInkan tIngkat kesejahteraan masyarakat yaknI
mencapaI Fp. 8.J85.589, dan InI mengalamI kenaIkan P0F8 per kapIta setIap
tahunnya mencapaI 10 .
8. JenIs produk unggulan selaIn padI, yaItu rambutan dan jeruk yang akan mampu
memberIkan nIlaI jual yang lebIh baIk terhadap perdagangan hasIlhasIl pertanIan.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 92
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

9. Adanya kewenangan pemerIntah daerah kabupaten dalam mengelola pemerIntahan
dan segala potensI yang dImIlIkI dalam rangka mengembangakan sumbersumber
pendapatan daerah, tersedIanya perangkat hukum dalam menggalI potensI daerah
terutama sumbersumber baru.
10. Adanya InformasI yang komprehensIf dan terarah tentang suatu daerah termasuk
rencana 10 tahun kedepan, pengembangan usaha dan InvestasI bagI masyarakat
terutama dalam pemanfaatan lahan.
11. Adanya partIsIpasI masyarakat dalam penyusunan rencana tata ruang dan
pemahaman yang sama terhadap rencana tata ruang mulaI proses perencanaan,
pemanfaatan maupun pengendalIannya.
12. Adanya arahan kebIjaksanaan pemanfaatan ruang secara terpadu baIk antar sektor
maupun antar wIlayah yang mengacu pada kebIjaksanaan yang lebIh tInggI dalam
mengelola S0A
1J. Kotakota dI Kabupaten 8arIto Kuala (Tabunganen, AnjIr |uara, Tamban, dan HandIl
8aktI) dapat mengantIsIpasI perluasan aktIvItas kota 8anjarmasIn, dan pergeseran
aktIvItas IndustrI terutama IndustrI pengolahan kayu.
14. Pengembangan sektorsektor produksI yang banyak menyerap tenaga kerja, yaknI
dItetapkannya kawasan Sentra ProduksI jeruk, rambutan dan padI sawah.
15. WIlayah Pembangunan bersamasama dengan Kabupaten 8anjar, Tanah Laut dan
Kota 8anjarmasIn yang letaknya berdekatan dengan Ibukota propInsI dengan jalur
transportasI darat dan sungaI. 0aerah yang memIlIkI Infrastruktur baIk akan dapat
mengantIsIpasI perkembangan kota 8anjarmasIn dan Kota SatelIt.
16. Pembangunan jalan lIngkar utara, jembatan 8arItoTrIsaktI, jembatan FumpIang,
jalan |arabahanKurIpan dan 8akumpaIKabupaten TapIn mempercepat
berkembangnya pusatpusat pertumbuhan baru.
17. Adanya pusat parIwIsata dI wIlayah pembangunan (tersedIanya kawasan parIwIsata
dIkorIdor KalImantan Selatan dan KalImantan Tengah) yang refresentatIf dI
Kecamatan Alalak untuk melayanI kota 8anjarmasIn dan sekItarnya pada khususnya
dan KalImantan Selatan/KalImantan Tengah pada umumnya.
8erdasarkan hal tersebut dI atas, maka konsep pengembangan ekonomI Kabupaten
8arIto Kuala dIarahkan pada :
1. PenIngkatan ProduksI pertanIan melaluI :
PenIngkatan kualItas rencana tata ruang,
PenIngkatan daya saIng hasIl produksI,
|emberIkan InsentIf kepada sektorsektor unggulan/basIc untuk mencapaI
perbaIkan pendapatan sesuaI azas keadIlan.
Pemanfaatan secara optImal dan pengembangan baru sarana dan prasarana
produksI pertanIan, khususnya sIstem jarIngan IrIgasI persawahan, alatalat dan
mesIn pertanIan (alsIntan), sektor permodalan dan pengolahan hasIl atau pasca
produksI

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 93
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

|emberdayakan komodItI unggulan melaluI kajIan keterkaItan dan InformasI
pasar.
|enetapkan prIorItas utama pembangunan untuk mengefektIfkan pembIayaan.
DptImalIsasI pengelolaan lahan pertanIan dan hasIlnya untuk dapat memenuhI
kualItas ekspor produk hasIl pertanIan.
|empercepat pembangunan perdesaan ke arah pembangunan perkotaan dengan
menyedIakan fasIlItas perkotaan dI perdesaan.
|embuka jalur perdagangan untuk memasarkan hasIl produksI pertanIan yang
bersIfat unggul.
2. PenIngkatan kualItas perencanaan pengembangan komodItI sesuaI potensI yang
dImIlIkI, melIputI :
Penyamaan persepsI agar pemanfaatan lahan oleh masyarakat pengguna lahan lebIh
terarah.
|engembangkan potensIpotensI ekonomI yang banyak menyerap tenaga kerja.
|emIlIh skala prIorItas pembangunan yang dapat memacu sektorsektor ekonomI yang
tahan terhadap pengaruh darI luar.
|emacu pertumbuhan sektorsektor peternakan, perIkanan dan jasa.
Pegembangan IndustrI pengolahan hasIl pertanIan menuju agro IndustrI.
Penetapan sektorsektor komodItI unggulan yang mampu bersaIng dengan produk sejenIs
darI daerah luar.
J. PenIngkatan pengetahuan masyarakat dalam berusaha tanI mulaI darI persIapan, pelaksanaan
dan pasca panen.
4. PenIngkatan sarana dan prasarana ekonomI (pasar, lembaga perkredItan dan pengendalIan,
jalan poros dan jalan usaha tanI).
5. PenyedIaan alternatIf berusaha bagI masyarakat pengguna lahan yang berbasIs pada
kepentIngan masyarakat.
6. |enIngkatkan pemahaman InstansI terkaIt, pemerIntah dan masyarakat terhadap rencana tata
ruang kawasan.
8erdasarkan pokokpokok rumusan dI atas, maka strategI pengembangan ekonomI
Kabupaten 8arIto Kuala akan dIpertajam melaluI IdentIfIkasI dan pemIlahan menurut
bentuk operasIonal strategI tersebut yaItu:
1. StrategI Pokok
StrategI pokok InI adalah merupakan strategI yang dIsusun untuk memIcu
perekonomIan Kabupaten 8arIto Kuala dengan menarIk rumusan darI strategI SWDT,
dImana terdapat empat sektor yang mampu dIjadIkan sektor basIs dan sekalIgus
merupakan fokus pengembangan perekonomIan dI Kabupaten 8arIto Kuala, yaItu:
a. PenIngkatan ProduksI pertanIan melaluI penIngkatan teknologI yang dIgunakan,
perluasan areal tanam dan pengolahan hasIl produksI baIk tanaman pangan,
hortIkultura, peternakan maupun perIkanan.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 94
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

b. PenIngkatan kualItas sumber daya manusIa sektor pertanIan melaluI kelembagaan
petanI untuk dapat menIngkatkan daya saIng produk yang dIhasIlkan.
c. Pemantapan/perluasan sentrasentra produksI komodItI unggulan (perkebunan
dan hutan rakyat) untuk dapat memenuhI permIntaan pasar baIk lokal, regIonal
maupun nasIonal atau bahkan ekspor.
d. |enIngkatkan/memantapkan sektor parIwIsata daerah yang terdapat dI Pulau
Kembang, Pulau Kaget, SungaI 8arIto, Kawasan sekItar Jembatan 8arIto, wIsata
budaya serta agrowIsata.
2. StrategI Penunjang
StrategI yang dIgunakan untuk memfasIlItasI kegIatan IntI/sektor strategIs pokok,
yang dalam hal InI adalah:
a. PenIngkatan dan pengembangan jarIngan IrIgasI, unItunIt pengolahan hasIl
produksI pertanIan, penyedIaan bIbIt dan penyedIaan permodalan.
b. Pengembangan sekolahsekolah kejuruan yang berorIentasI pada agrobIsnIs untuk
menyedIakan tenaga kerja sektor pertanIan.
c. PendIstrIbusIan/penambahan penduduk pada tIaptIap bagIan/wIlayah untuk
memenuhI kebutuhan tenaga kerja pada sentrasentra produksI baIk melaluI
transmIgrasI maupun melaluI pengembangan Infrastruktur dan kebIjaksanaan
pengembangan wIlayah laInnya.
d. |enIngkatkan koordInasI sIstem pemanfaatan ruang yang melIputI jarIngan jalan
dan jarIngan utIlItas laInnya dengan pusatpusat produksI, pusatpusat
perdagangan dan permukIman.
e. Pemantapan termInal dan pelabuhan skala lokal yang mendukung kelancaran
mobIlItas baIk barang maupun orang serta moda angkutan.
f. Pemantapan kualItas komodItI perdagangan dan jasa melaluI pengembangan jenIs
komodItI sesuaI skala kegIatan dan lokasInya.
g. PenIngkatan sarana dan prasarana perdagangan untuk mempermudah pergerakan
darI perdagangan komodItI dasar menjadI perdagangan komodItI olahan.
h. |engembangkan sIstem dIstrIbusI barang dan pusat perdagangan besar.
I. |engembangkan sIstem keparIwIsataan daerah melaluI pencIptaan rasa aman,
nyaman, mudah dIcapaI dan bervarIasI.
j. |emberIkan kemudahan kepada IndustrI nonformal/IndustrI kecIl menjadI IndustrI
formal/menengah dan besar.
k. |emperluas kesempatan kepada IndustrI kecIl menjadI suplayer bagI IndustrI
menengah dan besar.
l. |emantapkan koordInasI antar InstansI terkaIt dalam rangka menyamakan
persepsI terhadap peruntukan kawasan, program dan standar pelayanan terpadu
untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.
m. Pengembangan sIstem permukIman perdesaan yang memIlIkI fasIlItas kota,
sehIngga tIdak perlu terjadI pergerakan penduduk ke kota.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 95
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

n. Pengembangan sIstem persampahan dan lImbah secara mandIrI ke luar pusat
kota/kotakota kecamatan dengan tIdak mengabaIkan aspek kebersIhan,
keserasIan, keasrIan dan penyamanan bagI penduduk dI luar kawasan perkotaan.
o. |emantapkan jarIngan draInase agar mampu mengantIsIpasI kenaIkan volume aIr
baIk dIperkotaan/permukImman maupun perusahaan.

J. StrategI KemItraan.
StrategI InI dImaksudkan untuk memberIkan keleluasaan kepada semua pIhak untuk
mendapatkan kesempatan melakukan aktIvItas ekonomI yang terarah dan terkendalI
sesuaI skala ekonomI yang menguntungkan. StrategI yang dIkembangkan adalah:
a. Pengembangan pusat promosI dan pameran komodItI unggulan bagI para pelaku
pasar naIk lokal maupun regIonal.
b. Pengembangan sIstem InformasI pasar dan InvestasI terhadap sektorsektor
unggulan dan komodItI unggulan khususnya yang mempunyaI jangkauan sampaI ke
perdesaan dan pusatpusat produksI.


Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 96
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala





Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 97
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

4. StrategI Pengawasan.
StrategI InI dImaksudkan untuk memberIkan kewenangan yang jelas dan terarah
kepada unsur terkaIt yang terlIbat dI dalam sIstem pengembangan/pembangunan
ekonomI untuk dapat memberIkan kontrIbusI pengaturan/pengelolaan sumber daya
pembangunan. StrategI InI melIputI:
a. |emantapkan sIstem regulasI dan organIsasI pembInaan kawasankawasan
produksI, dIstrIbusI dan pemasaran hasIl produksI secara berkelanjutan.
b. |emberIkan kewenangan yang jelas kepada unItunIt pelaksana pengawasan dI
lapangan untuk mengawasI penggunaan lahan, terutama pada jalanjalan kolektor
utama dan sekunder.
c. |enerapkan sanksI yang tegas terhadap mereka yang menterlantarkan lahan
produktIf agar dapat dIberdayakan/dImanfaatkan sesuaI fungsInya.
5. StrategI Pembudayaan.
StrategI InI merupakan dampak yang dIharapkan darI strategIstrategI terdahulu yang
akan mengarah pada upaya budaya masyarakat dan komItmen para pengambIl
kebIjakan. StrategI InI melIputI:
a. |enIngkatkan dan mengembangkan budaya kerja keras, dIsIplIn dan konsultatIf
kepada para pelaku ekonomI termasuk petanI dengan memanfaatkan waktu yang
masIh tersedIa untuk kegIatankegIatan ekonomI.
b. |enanamkan kemampuan bertanI yang baIk dengan Image bahwa kegIatan bertanI
adalah pekerjaan pIlIhan yang harus dItekunI dan dIkembangkan darI waktu ke
waktu.
c. |enIngkatkan kualItas S0| dalam rangka mengoptImalkan/mendayagunakan
lahan untuk mencapaI produktIfItas yang lebIh tInggI melaluI penIngkatan
manajemen lahan dan usaha tanI.
KDNSEP 0AN STPATECI PEhENUHAN KEUTUHAN 0ASAP
Untuk menunjang upaya penIngkatan kesejahtaraan dan taraf hIdup masyarakat
serta kualItas sumberdaya manusIa, baIk darI aspek kesehatan, pendIdIkan maupun
mentalItas dan moralItasnya, harus dIdukung oleh ketersedIaan prasarana dan sarana dasar
yang memadaI dan terjangkau. StrategI pemenuhan kebutuhan dasar yang akan dIlakukan
terdIrI darI :
1. Prasarana dan sarana pelayanan yang akan dIkembangkan untuk memenuhI
kebutuhan dasar penduduk antara laIn pendIdIkan, kesehatan, pelayanan umum,
perIbadatan, komersIal, olahraga, aIr bersIh, penerangan lIstrIk, pengelolaan
persampahan dan telekomunIkasI.
2. StrategI penyedIaan prasarana dan sarana dasar tersebut dIlakukan dengan J
pendekatan, yaItu pendekatan penduduk pendukung, pendekatan daya jangkau dan
pendekatan kelayakan.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 98
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

J. Untuk efektIfItas dan efIsIensI penyedIaan prasarana dan sarana dIsetIap bagIan
wIlayah kabupaten dIlakukan dengan pendekatan penduduk pendukung, artInya jIka
dIsuatu kawasan jumlah penduduknya sudah mencukupI/memadaI untuk penyedIaan
suatu jenIs prasarana dan sarana, maka baru akan dIsedIakan.
4. Untuk prasarana dan sarana yang keberadaannya menjadI kebutuhan dasar bagI
masyarakat dIsedIakan dengan pendekatan keterjangkauan, artInya walaupun
penduduk pendukungnya tIdak memadaI namun untuk mencapaI sasaran
pembangunan yang lebIh besar, pada kawasan tersebut tetap dIsedIakan prasarana
dan sarana tersebut, sepertI fasIlItas pendIdIkan, kesehatan, aIr bersIh dan
penerangan lIstrIk dalam rangka penIngkatan kualItas hIdup dan sumberdaya
manusIa.
5. Untuk prasarana dan sarana yang memerlukan InvestasI yang besar dalam
penyedIaannya sementara sumberdana pembangunan daerah sangat terbatas, maka
penyedIaannya dIlakukan dengan skala prIorItas, yaItu prIorItas utama dIberIkan pada
daerah yang akan dapat memberIkan Imbal balIk yang potensIal bagI penIngkatan
sumber pendapatan daerah, antara laIn dalam hal pengembangan kawasan komersIal,
pelabuhan, termInal dan laInnya.
6. |engIngat semakIn terbatasnya sumberdana pembangunan yang dapat dIgalI oleh
daerah dalam era otonomI InI, maka keterlIbatan peran serta masyarakat dan swasta
dalam penyedIaan kebutuhan dasar tersebut dapat dItIngkatkan, atau setIdaknya
dalam hal pemelIharaan dan perawatan hasIlhasIl pembangunan yang telah ada.
7. Untuk optImalIsasI dan efIsIensI pelayanan prasarana dan sarana, pengembangannya
lebIh dIprIorItaskan pada penIngkatan kapasItas prasarana dan sarana yang telah ada
atau penIngkatan akses/daya jangkau terhadap wIlayah yang lebIh luas, sehIngga
tIdak dIperlukan pengembangan baru yang memerlukan InvestasI lebIh besar.




















Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 99
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala






6.1. PENCANA PENETAPAN KAWASAN LIN0UNC
8erdasarkan ketentuan TIm KoordInasI Pengelolaan Tata Fuang NasIonal/TIm
Keppres No 57 Tahun 1999 telah dIkembangkan klasIfIkasI kawasan lIndung dan budIdaya
dengan krIterIa penetapannya masIngmasIng, khusus mengenaI kawasan lIndung mengacu
pada Keppres No. J2 tahun 1990 yang memberIkan arahan pengelolaan kawasan lIndung.
Kawasan lIndung adalah kawasan yang dItetapkan dengan fungsI utama dengan
kelestarIan lIngkungan hIdup yang mencakup sumber alam, sumber daya buatan dan nIlaI
sejarah serta budaya bangsa guna mensukseskan sIstem pembangunan berkelanjutan. 0I
sampIng Itu kawasan lIndung juga berfungsI menjaga keseImbangan lIngkungan hIdup,
sehIngga sumber daya kehIdupan dan penghIdupan dapat terjamIn. |enurut jenIs kawasan
lIndung terdIrI darI :
A. Kawasan yang memberIkan perlIndungan kawasan bawahannya, terdIrI darI :
1. Kawasan Hutan LIndung
2. Kawasan Cambut
J. Kawasan Fesapan AIr
8. Kawasan perlIndungan setempat, terdIrI darI :
1. Sempadan pantaI
2. Sempadan SungaI
J. Kawasan sekItar Hutan
4. Kawasan sekItar |ata AIr
C. Kawasan suaka alam dan cagar budaya, terdIrI :
1. Kawasan Suaka Alam terdIrI darI :
a. Cagar Alam
b. Suaka margasatwa
c. Hutan WIsata
d. 0aerah perlIndungan plasma nuftah
e. 0aerah pengungsIan satwa
2. Kawasan PantaI berhutan 8akau
J. Kawasan Suaka Alam laut dan peraIran laInnya
4. Taman NasIonal, Taman Hutan Faya dan Taman WIsata Alam.
0arI sejumlah kawasan lIndung tersebut yang ada Kabupaten 8arIto Kuala terdIrI
darI J jenIs, yaItu kawasan cagar alam, taman wIsata alam, dan kawasan sempadan sungaI.
Luas kawasan lIndung tersebut seluruhnya sebesar 17.749 Ha atau sebesar 7,5 darI luas
wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala.
BAB VI
RENCANA TATA RUANG WILAYAH
KABUPATEN BARITO KUALA

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 100
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

KebIjakan penatagunaan tanah pada kawasan lIndung, sempadan pantaI dan sungaI
dItujukan berdasarkan pemantapannya, yaItu untuk mencegah terjadInya bencana dan
menjaga kelestarIan kawasan InI, kebIjaksanaan tersebut adalah :
1. PengembalIan fungsI hIdrologI kawasan hutan yang telah mengalamI kerusakan serta
menata kawasan hutan galam yang dIkembangkan sebagaI kawasan plasma nuftah.
2. Pencegahan dIlakukan kegIatan budIdaya dI kawasan lIndung
J. Pemantauan terhadap kegIatan yang dIperbolehkan dI kawasan hutan lIndung
4. |enyelesaIkan permasalahan tumpang tIndIh darI konflIk penggunaan tanah
berdasarkan ketentuan/peraturan yang ada.
5. PengendalIan secara ketat terhadap cara penggunaan tanah oleh penduduk atau
proyek pembangunan (sektoral) tertentu yang dIperbolehkan agar tIdak mengganggu
fungsI lIndung.
6. Pada kawasan lIndung yang dI atasnya telah terdapat kegIatan budIdaya (non lIndung)
perlu dIlakukan tIndakan atau penyelesaIan antara laIn dalam pembebasan dan
pencabutan atas hak tanah, pemIndahan penduduk, upaya konservasI/rehabIlItasI
tanah, pembatasan kegIatan secara " enclave " serta pemIndahan kegIatan secara
bertahap keluar kawasan lIndung. TIndakan penanganan atau penyelesaIan konflIk
tersebut seyogyanya dIlIhat secara Integral antar InstansI terkaIt.
7. Pencegahan dIlakukannya kegIatan yang mengganggu
8. PengendalIan kegIatan yang telah ada
9. Pengamanan daerah alIran sungaI
6.1.1. Kawasan Cagar AIam
Kawasan cagar alam sesuaI dengan fungsInya yaItu merupakan kawasan yang
mempunyaI ekosIstem khas yang merupakan habItat alamI yang memberIkan perlIndungan
bagI perkembangan flora fauna yang khas dan bereneka ragam, dengan karakterIstIk
kawasan sebagaI berIkut :
|emIlIkI keanekaragaman jenIs tumbuhan dan satwa dan tIpe ekosIstemnya
|ewakIlI formasI bIota tertentu dan/atau unItunIt penyusun
|emIlIkI kondIsI alam, baIk bIota maupun fIsIk yang masIh aslI dan tIdak atau belum
dIganggu manusIa
|empunyaI luas dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektIf dengan
daerah penyangga yang cukup baIk
|empunyaI cIrI khas dan dapat merupakan satusatunya contoh dIsuatu daerah serta
keberadaannya memerlukan upaya konservasI.
WIlayah Kabupaten 8arIto Kuala yang memenuhI krIterIa sebagaI kawasan cagar
alam terdapat pada J lokasI, yaItu :
1. Cagar Alam Pulau Kaget, merupakan habItat berkembang bIaknya satwa 8ekantan yang
merupakan satwa khas KalImantan Selatan dengan habItat penunjangnya berupa pohon
FambaI sebagaI sumber bahan makanan satwa tersebut. LokasI kawasan InI berada

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 101
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

dItengah alur SungaI 8arIto dIwIlayah Kecamatan Tabunganen. Luas kawasan Cagar
Alam Pulau Kaget sebesar 4J0 Ha.
KebIjakan pengelolaan Kawasan Cagar Alam Pulau Kaget adalah sebagaI berIkut :
a. FehabIlItasI kawasan darI kegIatan budIdaya yang tIdak menunjang fungsI kawasan
tersebut, sehIngga memungkInkan untuk berkembangbIaknya habItat 8ekantan pada
kawasan tersebut, antara laIn dengan pengembang bIakan satwa 8ekantan baIk
secara alamIah maupun dengan penangkaran serta pembudIdayaan tanaman FambaI
sebagaI sumber bahan makanan 8ekantan.
b. Pengawasan dan pengendalIan kelestarIan kawasan darI kegIatan budIdaya yang
menganggu sepertI kegIatan pertanIan yang merambah hutan/tanaman rambaI yang
ada, kegIatan tambatan kapal dan kegIatan perburuan, serta perlIndungan darI
gangguan alam berupa pengIkIsan/abrasI tanah karena deburan ombak serta
derasnya arus darI SungaI 8arIto.
c. Penataan kawasan yang memungkInkan kawasan tersebut dapat berfungsI
sebagaImana mestInya serta dapat dImanfaatkan sebagaI sarana rekreasI dan
penelItIan yang menunjang, melaluI penyedIaan sarana dan prasarana yang
memadaI.
2. Cagar Alam Hutan Calam, merupakan upaya pelestarIan terhadap keberadaan habItat
hutan galam yang banyak terdapat dI Kabupaten 8arIto Kuala, yang dalam beberapa
tahun terakhIr InI terjadI penIngkatan eksploItasI kayu galam untuk kebutuhan
konstruksI bangunan. Keberadaan kayu galam dI wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala
merupakan habItat yang sangat cocok untuk perkembang bIakannya, bahkan
pemasarannya sudah menjangkau antar pulau khususnya ke Pulau Jawa. LokasI kawasan
yang dIrencanakan sebagaI areal cagar alam berada dI Kecamatan Tabukan, KurIpan
dan 8akumpaI yang memIlIkI habItat hutan galam masIh alamI. FungsI laInnya yang
dapat dIkembangkan pada kawasan InI adalah sebagaI wahana penelItIan atau wIsata
pendIdIkan. Luas kawasan Cagar Alam Hutan Calam InI dIrencanakan sebesar J.219 Ha.
KebIjakan pengelolaan Kawasan Cagar Hutan Calam adalah sebagaI berIkut :
a. Penetapan delInasI kawasan dengan penatabatasan kawasan tersebut yang
dIkukuhkan dengan Peraturan 0aerah dan Keputusan |enterI Kehutanan sehIngga
memIlIkI status hukum yang jelas sebagaI kawasan lIndung.
b. Pembukaan akses kawasan yang memungkInkan untuk dIlakukannya pengawasan dan
pengendalIan kawasan lIndung tersebut darI kegIatan perusakan secara sengaja oleh
kegIatan budIdaya/perambah hutan atau akIbat bencana alam (kebakaran hutan).
c. PembInaan permukIman sekItar kawasan yang memungkInkan peran serta
masyarakat secara aktIf untuk menjaga dan merawat keberadaan kawasan tersebut.
d. Pengembangan sarana dan prasarana yang memadaI yang memungkInkan kawasan
lIndung tersebut dapat dImanfaatkan pula sebagaI wahana rekreasI dan
pendIdIkan/penelItIan yang menarIk tanpa menganggu fungsI lIndung yang dIemban.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 102
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

J. Cagar Alam Tabunganen, memIlIkI fungsI sama dengan Cagar Alam Pulau Kaget yaItu
sebagaI habItat satwa 8ekantan yang dIlIndungI dengan vegetasI penunjang berupa
tanaman FambaI dan Hutan 8akau dIpesIsIr pantaInya. Kawasan InI dIrencanakan seluas
2.892 Ha yang selruhnya terdapat dIwIlayah Kecamatan Tabunganen dIpesIsIr pantaI
Pulau KalImantan yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.
KebIjakan pengelolaan Kawasan Cagar Alam Tabunganen adalah sebagaI berIkut :
a. FehabIlItasI kawasan darI kegIatan budIdaya yang tIdak menunjang fungsI kawasan
tersebut, sehIngga memungkInkan untuk berkembangbIaknya habItat 8ekantan pada
kawasan tersebut, antara laIn dengan pengembang bIakan satwa 8ekantan baIk
secara alamIah maupun dengan penangkaran serta pembudIdayaan tanaman FambaI
sebagaI sumber bahan makanan 8ekantan.
b. Penetapan kembalI tata batas kawasan terkaIt dengan adanya kecenderungan
perkembangan kegIatan budIdaya perIkanan/tambak dIsekItar kawasan, bahkan
sebagIan sudah merambah areal kawasan lIndung yang ada, antara laIn melaluI
pembuatan jarIngan saluran aIr/sungaI untuk proses budIdaya tambak dIbagIan
belakang kawasan sehIngga tIdak merambah areal kawasan lIndung serta
pembuatan akses jalan untuk memudahkan sIrkulasI petanI tambak yang terarah
sesuaI alokasI peruntukan zonIng kawasan lIndung yang ada.
c. PembInaan dan penyuluhan terhadap masyarakat dIsekItar kawasan tentang artI
pentIngnya keberadaan kawasan lIndung bagI kelestarIan lIngkungan dalam artI yang
luas maupun bagI lIngkungan setempat, sehIngga dapat menumbuhkan peran serta
aktIf masyarakat dalam menjaga kelestarIan fungsI kawasan lIndung yang ada.
d. Pengembangan sarana dan prasarana yang memadaI yang memungkInkan kawasan
lIndung tersebut dapat dImanfaatkan pula sebagaI wahana rekreasI dan
pendIdIkan/penelItIan yang menarIk tanpa menganggu fungsI lIndung yang dIemban.
0arI ketIga lokasI tersebut maka luas keseluruhan Kawasan Cagar Alam dI
Kabupaten 8arIto Kuala dIrencanakan sebesar 6.541 Ha.
6.2. PENCANA PENCEhANCAN KAWASAN U0I0AYA
6.2.1. Kawasan PermukIman
Kawasan permukIman adalah kawasan dI luar kawasan lIndung yang dIperlukan
sebagaI lIngkungan tempat tInggal atau lIngkungan hunIan yang berada dI daerah perkotaan
atau pada daerah perdesaan. Adapun krIterIa darI kawasan permukIman adalah :
kawasan yang secara teknIs dapat dIgunakan untuk permukIman yang aman darI bahaya
bencana alam, sehat dan mempunyaI akses untuk kesempatan berusaha.
Kawasan yang apabIla dIgunakan untuk permukIman dapat memberI manfaat
menIngkatkan ketersedIaan permukIman dan mendayagunakan fasIlItas yang ada
dIsekItarnya serta menIngkatkan perkembangan kegIatan sektor dan ekonomI, tIdak
mengganggu fungsI lIndung, tIdak mengganggu upaya kelestarIan sumberdaya alam,
menIngkatkan pendapatan masyarakat, menIngkatkan pendapatan nasIonal dan daerah,
menyedIakan kesempatan kerja, dan mendorong perkembangan masyarakat.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 103
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

SesuaI dengan ketentuan tersebut maka rencana pengembangan permukIman dI
Kabupaten 8arIto Kuala, sebagaI berIkut :
1. Kawasan permukIman perkotaan, yaItu kawasan permukIman yang sebagIan besar
fungsI peruntukan lahannya dIdomInasI oleh kegIatan perkotaan non agrarIs, sepertI
perdagangan, pelayanan umum, jasa, IndustrI, perkantoran dan laInnya. Kawasan InI
dIrencanakan dIkembangkan pada kawasankawasan :
a. bukota kecamatan
b. bukota kabupaten (Kota |arabahan)
c. Kawasan fungsIonal (zona IndustrI kayu Alalak dan Tamban)
d. Kawasan HandIl 8aktI
e. Kawasan aksesIbIlItas tInggI dIsepanjang jalan Trans KalImantan
KebIjakan pengembangan kawasan permukIman perkotaan adalah sebagaI berIkut :
Penyusunan rencana tata ruang kota
PenyedIaan sarana dan prasarana dasar permukIman yang memadaI
Penetapan batas wIlayah kota bagI pengembangan kota dImasa yang akan datang,
sehIngga perkembangan kota menjadI terkendalI dan tIdak menganggu keberadaan
lahan pertanIan produktIf yang ada.
|erangsang tumbuhnya kegIatan ekonomI perkotaan sebagaI pusat pertumbuhan
lokasl untuk memacu pertumbuhan wIlayah sekItarnya/hInterland dan sebagaI pusat
koleksI dan dIstrIbusI setempat.
2. Kawasan permukIman pedesaan, merupakan pengembangan kawasan permukIman yang
dIdomInasI oleh kegIatan agrarIs/pertanIan. 8entuk kawasan permukIman pedesaan
yang akan dIkembangkan adalah sebagaI berIkut :
a. PermukIman pedesaan dIpusatpusat desa
b. Kawasan pemukIman transmIgrasI
KebIjakan pengembangannya adalah sebagaI berIkut :
Pengembangan sarana dan prasarana dasar permukIman yang memadaI
Pengembangan desa pusat pertumbuhan
Pengembangan transmIgrasI, khususnya transmIgrasI lokal
Enclove kawasan permukIman yang berada dIdalam kawasan hutan, baIk kawasan
hutan lIndung maupun hutan produksI, melaluI penetapan tata batas kawasan.
Luas kawasan permukIman yang dIrencanakan sebesar 22.11J Ha atau 9,J8 darI
luas wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala, yang dIkembangkan dIseluruh kecamatan dengan
dIstrIbusI terbesar terdapat dI Kecamatan AnjIr Pasar, Alalak dan |arabahan.
6.2.2. Kawasan PertanIan
Kawasan pertanIan adalah kawasan yang dIperuntukan bagI kegIatan pertanIan
lahan basah dan lahan kerIng, dengan areal pengembangan dIrencanakan sebesar 1J6.156
Ha atau 57,7J darI luas wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala, yang terdIrI darI :
a. Kawasan PertanIan Lahan KerIng dIrencanakan seluas 6.021 Ha, yaItu hanya
dIbudIdayakan pada J wIlayah kecamatan yaItu Kecamatan AnjIr Pasar, Kecamatan

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 104
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

8elawang dan Kecamatan Wanaraya yang memIlIkI sIfat fIsIk tanah memungkInkan
untuk pengembangan pertanIan lahan kerIng yaItu memIlIkI permukaan tanah yang
lebIh tInggI darI kawasan laInnya. KomodItas yang dapat dIkembangkan antara laIn
palawIja, hortIkultura dan tanaman pangan. Untuk penIngkatan pengembangan areal
pertanIan lahan kerIng perlu dItunjang oleh sIstem IrIgasI lahan, sehIngga
memungkInkan lahan yang tergenang dapat dItanamI untuk tanaman lahan kerIng.
b. Kawasan PertanIan Lahan 8asah dIrencanakan seluas 1J0.1J5 Ha atau 55,18 darI luas
wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala atau merupakan peruntukan lahan terbesar yang
mencapaI separuh lebIh darI luas wIlayah kabupaten. |engIngat homogenItas sIfat fIsIk
lahan Kabupaten 8arIto Kuala yang umumnya berupa daerah tergenang, maka
pengembangan pertanIan lahan basah InI dIrencanakan dIseluruh wIlayah kecamatan
dengan sIstem pertanIan tadah hujan dan pasang surut, dengan pengembangan terbesar
dIarahakan dIwIlayah Kecamatan Tabunganen, Wanaraya, |andastana, Fantau 8adauh
dan 8arambaI. Untuk menunjang upaya tersebut perlu dIdukung oleh pengembangan
sIstem IrIgasI yang memadaI untuk membuka akses lahan dan menIngkatkan
produktIvItas lahan. SelaIn juga tetap melakukan pemelIharaan dan penIngkatan
kapasItas darI jarIngan IrIgasI yang ada saat InI, baIk IrIgasI alamIah maupun teknIs.
KomodItI pertanIan yang dIkembangkan adalah komodItas padI.
6.2.3. Kawasan PerIkanan
Kawasan perIkanan secara fungsIonal yang terdapat dI Kabupaten 8arIto Kuala
melIputI tIga jenIs pemanfaatan, yaItu :
1. Kawasan perIkanan darat/tambak merupakan kawasan yang dIgunakan terutama untuk
kegIatan pertambakan. Kawasan InI dIarahkan dI Kecamatan Tabunganen dI bagIan
selatan wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.
Namun dalam pengembangan kawasan InI, tIdak berhubungan langsung dengan laut,
tetapI dIhubungkan dengan saluransaluran/anjIr yang menghubungkan Laut Jawa
dengan kawasan tersebut, agar tIdak menganggu keberadaan Kawasan LIndung Cagar
Alam Tabunganen, sehIngga kedua fungsI kawasan tersebut dapat berjalan tanpa salIng
mengganggu. Pengembangan kawasan InI selaIn dItujukan untuk penIngkatan
pendapatan masyarakat, juga untuk menjaga berkurangnya kawasan lIndung dengan
upaya dIjaga dan dIpelIhara oleh pelaku sektor perIkanan. JenIs Ikan yang
dIbudIdayakan merupakan komodItI yang potensIal dan bernIlaI ekspor, antara laIn
udang dan bandeng.
2. Kawasan perIkanan peraIran umum, merupakan kawasan perIkanan yang berkembang
secara alamIah dengan memanfaatkan keberadaan peraIran umum yang terdapat dI
Kabupaten 8arIto Kuala, antara laIn pada alIran sungaI, saluran dan anjIr serta lahan
rawa atau pertanIan yang tergenang. Untuk menjaga tetap berkembangnya habItat
perIkanan maka perlunya dIjaga daerahdaerah habItat reservat Ikan yang ada, antara
laIn pada kawasankawasan hutan galam dan daerah hulu.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 105
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

J. Kawasan perIkanan lepas pantaI, yaItu penangkapan Ikan dI laut lepas yang dIlakukan
oleh nelayan dIpesIsIr pantaI dI desadesa nelayan, yaItu terdapat dI Kecamatan
Tabunganen. Untuk menunjang pengembangan InI dIperlukan dukungan pemerIntah
daerah dalam hal pembInaan dan penyedIaan sarana dan prasarana perIkanan, antara
laIn berupa dermaga, sarana pengolahan hasIl tangkapan, alat tangkap Ikan dan laInnya
yang memungkInkan nelayan dapat menIngkat taraf hIdupnya sehIngga akan turut
menjaga keberadaan lIngkungan kawasan lIndung dIsekItarnya tanpa melakukan
kegIatan perambahan.
6.2.4. Kawasan Tanaman TahunanlPerkebunan
Kawasan InI terutama dIperuntukan bagI tanaman tahunan/perkebunan yang
menghasIlkan pangan maupun bahan baku IndustrI. Areal tanaman tahunan adalah areal
pertanIan dengan tanaman tahunan sebagaI tanaman utama yang dIkelola dengan masukan
teknologI sederhana, terutama dengan merubah lahan basah menjadI lahan yang mampu
dItanamI dengan tanaman tahunan serta pada lahanlahan yang memang betulbetul lahan
kerIng. Kawasan yang dIarahkan untuk pemanfaatan tanaman tahunan/perkebunan adalah
pada Kecamatankecamatan |ekarsarI, Tamban, 8akumpaI, Tabukan dan |arabahan.
Luas kawasan tanaman tahunan InI dIrencanakan sebesar 22.974 Ha atau 9,74 darI
luas wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala, dengan areal pengembangan terbesar terdapat dI
wIlayah Kecamatan Tamban dan |ekarsarI. KomodItas yang dIkembangkan dIsesuaIkan
dengan potensI lahan yang ada, antara laIn tanaman kelapa dan kelapa sawIt, dengan tIdak
tertutup kemungkInan pengembangan komodItI unggulan laInnya sepertI buahbuahan dan
laInnya. Khusus untuk pengembangan komodItI kelapa perlu dItunjang oleh sarana dan
prasarana pasca produksI, sehIngga komodItI yang berlImpah dapat dItIngkatkan nIlaI
jualnya menjadI barang jadI atau setengah jadI melaluI proses pengolahan IndustrI,
termasuk dIdalamnya pengolahan lImbah produksI berupa sabut kelapa untuk bahan
meubel dan kerajInan tangan serta batok kelapa untuk arang dan bahan obat nyamuk.
Untuk Itu perlu dIjajakI upaya pengembangan IndustrI pengolahan kelapa dIwIlayah
kabupaten 8arIto Kuala, baIk IndustrI kecIl yang dIkelola oleh masyarakat maupun IndustrI
skala besar dengan mendatangkan Investor.
6.2.5. Kawasan Peternakan
Pengembangan kawasan peternakan dItujukan bagI pemenuhan kebutuhan unsur
hewanI dengan memanfaatkan lahan basah dan lahan kerIng yang ada. Kabupaten 8arIto
Kuala mempunyaI potensI pengembangan ternak yang cukup besar, dengan demIkIan
rencana kawasan peternakan yang dIdasarkan atas pengembangan darI potensI yang telah
ada melIputI :
Peternakan besar (sapI dan kerbau) yang terletak dI kecamatan Wanaraya dan KurIpan.
0Imana untuk jenIs peternakan perlu kandang cukup besar dan luas terutama pada sapI
untuk menIngkatkan kualItas dan hasIlnya. Pengembangan peternakan besar InI
dIsesuaIkan dengan sIfat dan karakter ternaknya, yaItu memerlukan daerah kerIng yang

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 106
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

memadaI untuk berkembang bIak dan pemenuhan kebutuhan pakan ternak (rumput).
Untuk Itu kawasan yang potensIal untuk pengembangan ternak besar InI adalah kawasan
pengembangan pertanIan lahan kerIng dan perkebunan, yaItu dI Kecamatan Wanaraya,
8elawang, AnjIr Pasar dan 8arambaI. SelaIn Itu dIkembangkan juga kegIatan peternakan
pada lahan basah berupa kerbau rawa dI Kecamatan KurIpan yang sudah lama
membudIdayakan ternak tersebut.
Untuk memfungsIkan secara optImal keberadaan pasar hewan dI Kecamatan Wanaraya
perlu dIkembangkan pemasyarakatan beternak sapI dIsekItar kawasan tersebut, melaluI
penyedIaan fasIlItas perkredItan/permodalan untuk pengadaan bIbIt ternak,
pengembangbIakan bIbIt ternak dengan kawIn suntIk, pengembangan hIjauan makanan
ternak serta penyuluhan dan pelatIhan beternak bagI masyarakat. 0engan
pengembangan tersebut dIharapkan akan menIngkatkan populasI ternak dIkawasan
tersebut, sehIngga kegIatan jual belI akan semakIn tInggI dIdalam areal pasar. SelaIn
Itu juga dapat memberIkan alternatIf penghasIlan tambahan bagI penduduk selaIn
kegIatan bertanI.
Peternakan kecIl, untuk pengembangannya lebIh fleksIbel dIbandIngkan ternak besar,
yaItu dapat dIkembangkan pada daerah basah maupun kerIng, namun lebIh cocok
dIkembangkan pada daerah kerIng yang dItunjang oleh pengembangan areal hIjauan
makanan ternak. Arahan pengembangan ternak kambIng dIrencanakan pada Kecamatan
|andastana sebagaImana yang telah berkembang saat InI, dengan tIdak tertutup
kemungkInan pengembangan pada wIlayah kecamatan laInnya, khususnya pada
kecamatan tempat pengembangan ternak besar.
Peternakan unggas, terdIrI darI ternak ayam buras, ayam kampung dan ItIk yang akan
dIkembangkan masIngmasIng dI Kecamatan 8erambaI, |andastana, anjIr pasar, anjIr
muara dan Tabunganen.
6.2.6. Kawasan ParIwIsata
Pengembangan kawasan parIwIsata dItujukan terutama untuk menIngkatkan
pendapatan masyarakat setempat dengan memanfaatkan potensI wIsata yang ada dI
Kabupaten 8arIto, terutama mampu untuk mengembangkan wIlayah sekItarnya. Kawasan
wIsata yang dIkembangkan adalah areal yang dIkembangkan berdasarkan karakterIstIk
setempat, terutama yang bersIfat agrowIsata.
Fencana pengembangan kawasan wIsata dI Kabupaten 8arIto Kuala dIarahkan pada
beberapa lokasI potensIal, yaItu :
1. Agro WIsata dI Kecamatan Cerbon, dengan potensI pengembangan pertanIan
holtIkultura tanaman jeruk dan perIkanan.
2. Kawasan WIsata Jembatan 8arIto beserta pulau 8akut sebagaI kawasan muka aIr (Wcter
Front Cty) untuk menIngkatkan perekonomIan baru bagI Kabupaten 8arIto Kuala
khususnya. WIlayah pelayanan obyek wIsata InI adalah Kabupaten 8arIto Kuala dengan
jangka panjang mampu menjangkau wIlayah PropInsI KalImantan Selatan dan
Kabupaten Kapuas dI KalImantan Tengah.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 107
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

J. Dbyek wIsata Pulau Kembang dan Pulau Kaget, dengan keberadaan satwa 8ekantan
4. WIsata sungaI, yaItu menyusurI alur sungaI yang terdapat dIwIlayah Kabupaten 8arIto
Kuala, dengan atraksI utama menyaksIkan keIndahan alam dIsepanjang sungaI dan
kehIdupan penduduk pada desadesa dIsepanjang alIran sungaI, antara laIn SungaI
barIto, AnjIr Serapat, SungaI Alalak, SungaI PuntIk, AnjIr Tamban, AnjIr Subarjo dan
laInnya.
5. WIsata budaya, baIk budaya penInggalan sejarah maupun budaya relIgIus khususnya
yang terdapat dI Kota |arabahan.
6. Wana WIsata, yaItu kegIatan wIsata untuk menIkmatI keanekaragaman hutan yang
terdapat dI Kabupaten 8arIto Kuala, khususnya keberadaan hutan galam yang juga
dapat dImanfaatkan sebagaI sarana penelItIan.
7. WIsata PantaI Kuala Lupak, yaItu terdapat dI wIlayah Kecamatan Tabunganen tepatnya
dI 0esa Kuala Lupak, namun pada waktuwaktu tertentu kondIsI pantaI berlumpur
karena terbawa arus ombak darI buangan SungaI 8arIto.
6.2.7. Kawasan IndustrI
Sektor IndustrI merupakan sektor yang memIlIkI IntensItas kegIatan yang tInggI yang
mampu menggerakkan perekonomIan suatu wIlayah. Pengembangan sektor IndustrI
dIharapkan dapat menIngkatkan kegIatan ekonomI dI suatu wIlayah dengan berbagaI
dampak penggandanya (multpler e]]ects) yang cukup sIgnIfIkan bagI pengembangan
ekonomI daerah. Pengembangan kegIatan IndustrI dapat mendasarkan pada potensI yang
dImIlIkI dI suatu wIlayah maupun berdasarkan pada potensI pasar yang ada.
KegIatan IndustrI dI Kabupaten 8arIto Kuala dapat dIkembangkan berdasarkan pada
potensI keduanya, yaItu berdasarkan bahan baku dan potensI pasar dengan adanya
aksesIbIlItas. ndustrI yang berdasarkan bahan baku dapat memanfaatkan potensI kayu
yang ada, terutama yang berasal darI wIlayah Utara Kabupaten 8arIto Kuala dengan
memanfaatkan aksesIbIlItas sungaI 8arIto. 0IsampIng Itu rencana pembangunan kanal dI
Kabupaten 8anjar akan memberIkan ImplIkasI bagI pemanfaatan ruang dI kawasan sekItar
sungaI 8arIto. Untuk jangka panjang, berdasarkan lokasI yang berdekatan dengan Kota
8anjarmasIn, Kabupaten Kapuas dan PropInsI KalImantan Tengah pada umumnya, maka
letak yang strategIs InI memungkInkan Kabupaten 8arIto Kuala dapat dIkembangkan untuk
IndustrI manufaktur. Kawasan IndustrI yang potensIal untuk dIkembangkan adalah dI lokasI
yang strategIs yaItu dI Kecamatan Alalak, AnjIrmuara, Tamban dan Tabunganen, terutama
dI sepanjang tepI sungaI 8arIto, yang berbatasan dengan Kota 8anjarmasIn sebagaI outlet,
serta memIlIkI akses ke jalan LIntas KalImantan sehIngga dekat dengan pasar.
6.2.8. Kawasan Hutan
Kawasan hutan yang dIkembangkan dIdasarkan pada potensI lahan yang dImIlIkI dan
karakterIstIk hutan setempat. Kawasan hutan dIarahkan sebagaI kawasan hutan produksI
tetap (HP), dImana pengembangan kawasan InI dIarahkan dapat memberIkan nIlaI
ekonomIs bagI pengembangan wIlayah. KomodItas hutan yang dIkembangkan adalah galam,

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 108
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

dImana hutan galam dapat dImanfaatkan untuk penIngkatan pendapatan masyarakat.
Kawasan InI dIkembangkan dI Kecamatan Tabunganen, |ekarsarI, Wanaraya, 8erambaI,
|arabahan, 8akumpaI, Tabukan dan KurIpan.
Luas kawasan hutan dIrencanakan sebesar J5.565 Ha atau 15,08 darI luas wIlayah
Kabupaten 8arIto Kuala, sebagIan besar dIkembangkan dIwIlayah utara kabupaten dengan
pengembangan terbesar terdapat dI wIlayah Kecamatan 8akumpaI, |arabahan dan
Tabukan dengan luas kawasan hutan untuk masIngmasIng kecamatan sebagaI berIkut :
1. Kecamatan Tabunganen = 4.854 Ha
2. Kecamatan |ekarsarI = 1.722 Ha
J. Kecamatan Wanaraya = 1.449 Ha
4. Kecamatan 8arambaI = J.420 Ha
5. Kecamatan 8akumpaI = 7.165 Ha
6. Kecamatan |arabahan = 8.807 Ha
7. Kecamatan Tabukan = 5.724 Ha
8. Kecamatan KurIpan = 2.424 Ha
Untuk lebIh jelasnya rencana penetapan kawasan lIndung dan budIdaya dI
Kabupaten 8arIto Kuala secara keruangan dapat dIlIhat pada Peta 6.1 dan TabeI 6.1.
6.3. PENCANA PENETAPAN PUSAT-PUSAT PEPhUKIhAN
6.3.1. HIrarkI Kota-Kota
0alam suatu ruang wIlayah, maka pembentukan struktur ruang dIlakukan dengan
menata hItarkI kota yang ada secara efIsIen. 8erdasarkan hasIl analIsa tentang struktur
wIlayah, Kabupaten 8arIto Kuala dIbagI menjadI beberapa tIngkatan orde kota. TIngkat
orde kota tersebut dIbentuk oleh perkembangan dan pertumbuhan kota dIpengaruhI oleh
beberapa faktor jumlah dan perkembangan penduduk, kegIatan masyarakat, baIk Itu
volume maupun manusIa maupun kelengkapan fasIlItas, utIlItas, dan Infrastruktur kota.
Adanya hIrarkI kota berartI ada keterkaItan suatu kota dengan laInnya. Kota yang
memIlIkI hIrarkI lebIh tInggI maka akan lebIh besar pengaruh jangkauannya dan akan
mempengaruhI kota yang hIrarkInya lebIh rendah. Adapun hIrarkI/orde kota dI Kabupaten
8arIto Kuala adalah :
Kota Drde adalah kota dengan kategorI fasIlItas cukup lengkap, jumlah penduduk
25.00050.000 jIwa dan adanya aksesIbIlItas yang memadaI, sehIngga termasuk kategorI
kota kecIl 8. kota yang masuk dalam kategorI InI adalah |arabahan, Tamban, Alalak
dan AnjIr |uara
Kota Drde 7 adalah kota dengan kategorI fasIlItas kurang lengkap, jumlah penduduk
10.00025.000 jIwa dengan aksesIbIlItas yang cukup. kota yang masuk dalam kategorI
InI adalah Tabunganen, AnjIr Pasar dan |andastana.
Kota Drde 7 adalah kota dengan kategorI fasIlItas tIdak lengkap, jumlah penduduk
J.00010.000 jIwa dengan aksesIbIlItas yang cukup. Kota yang termasuk dalam kategorI
InI adalah |ekarsarI, 8elawang, Wanaraya, Fantau 8edauh, Cerbon, 8arambaI,
8akumpaI, Tabukan dan KurIpan.

Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 109
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala




Bab 4 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala VI - 110
Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

TabeI 6.1. - Pencana Pemanfaatan Puang dI PIncI per Kecamatan Tahun 2012

Jenis Pemanfaatan Ruang Tabunganen Tamban Mekarsari Anjir Pasar Anjir Muara Alalak Mandastana Belawang Wanaraya R.Bedauh Cerbon Berambai Bakumpai Marabahan Tabukan Kuripan
A. Kawasan Lindung
a. Cagar Alam Hutan Galam - - - - - - - - - - - - 290 - 1796 1140
b. Cagar Alam Tabunganen 2.892 - - - - - - - - - - - - - - -
c. Cagar Alam Pulau Kaget 430 - - - - - - - - - - - - - - -
d. Sempadan Sungai 3188 1347 375 94 551 685 368 579 225 221 277 374 1050 405 434 861
e. Taman Wisata Alam - - - - 14 165 - - - - - - - - - -
B. Kawasan Budidaya
a. Hutan Produksi Konversi 4854 - 1722 - - - 1449 - - 3420 6151 8785 5724 2424
b. Pertanian Lahan Basah 10245 3612 6195 6156 7121 4145 21711 4201 13454 12491 7595 12179 3851 2540 6262 8106
c. Pertanian Lahan Kering - - - 3076 - - 1070 1875 - - - - - - -

d. Tanaman
Tahunan/Perkebunan 571 9106 4826 - - - - - - - - 3386 2756 2329 -
e. Kawasan Perindustrian - 638 - - 147 147 - - - - - - - - - -
f. Kawasan Pariwisata - - - - 83 166 - - - - 109 - - - - -
g. Kawasan Permukiman 635 384 1613 3436 1282 5266 503 504 495 267 600 247 1432 3410 755 1285
Luas Berdasarkan Perhitungan 22815 15087 14731 12762 9198 10574 22582 6354 17498 12979 8580 16220 16160 17896 17300 13816
Luas Berdasarkan SK 24000 16430 14350 12600 11725 10685 33900 8025 3750 26481 20600 18300 26100 22100 16600 34350
Sumber : HasIl AnalIsa



Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxi
0arI hasIl evaluasI arahan orde kota berdasarkan FUTFW Kabupaten 8arIto Kuala 1991
2001, pusat pengembangan wIlayah tetap berada dI Kota |arabahan. Namun pada prInsIpnya
sIstem kotakota yang akan dIkembangkan dIbagI atas empat kelompok, yaItu:
1. SSWP 'A' dengan pusat wIlayah pembangunan adalah Kecamatan |arabahan dan
kecamatan pendukungnya adalah Kecamatan 8akumpaI, Fantau 8edauh, 8arambaI,
Cerbon, Tabukan dan KurIpan.
2. SSWP '8 dengan pusat wIlayah pembangunan adalah Kecamatan Alalak dan kecamatan
pendukungnya adalah Kecamatan |andastana.
J. SSWP 'C' dengan pusat wIlayah pembangunan adalah Kecamatan AnjIr Pasar dan
kecamatan pendukungnya adalah Kecamatan AnjIr |uara, 8elawang, dan Wanaraya
4. SSWP '0' dengan pusat wIlayah pembangunan adalah Kecamatan Tamban dan kecamatan
pendukungnya adalah Kecamatan Tabunganen dan |ekarsarI.
0engan dIrencanakannya hIrarkI perkotaan yang telah dIuraIkan dIatas, maka
dIharapkan masIngmasIng kawasan perkotaan dengan hIrarkInya dapat berperan secara
optImal dalam melayanI kebutuhan penduduk wIlayah pengaruhnya.
6.3.2. FungsI Kota-Kota
FungsI kota sangat erat kaItannya dengan hIrarkI kota, karena mencermInkan tIngkat
kelengkapan fasIlItas, kualItas dan kuantItas pelayanannya. Adapun rencana fungsI kota yang
akan dItetapkan dI Kabupaten 8arIto Kuala adalah:
1. FungsI Kota |arabahan
Pusat admInIstrasI pemerIntahan skala kabupaten
Pusat permukIman perkotaan
Pusat pelayanan regIonal, sepertI pendIdIkan, kesehatan dan transportasI
Pusat pengembangan agrowIsata yang berperan sebagaI pusat pengumpul/dIstrIbusI
kegIatan pertanIan secara umum
Pusat perdagangan regIonal yang dIlengkapI perdagangan grosIr dan jasa pelayanan
umum, untuk menampung barang darI wIlayah yang dIlayanI serta menjadI pusat
dIstrIbusI barang jenIs perdagangan sekunder dan tersIer bagI wIlayah sekItarnya.
2. FungsI Kota Alalak
Pusat permukIman perkotaan
Pusat perdagangan lokal yang menampung barang darI wIlayah dIsekItarnya serta
menjadI pusat dIstrIbusInya.
Pusat IndustrI pengolahan/manufactur, karena mempunyaI akses tInggI untuk
memperoleh bahan baku dan pemasaran produksI.
Pusat pengembangan transportasI yang merupakan salah satu sImpul penghubung antar
wIlayah kabupaten/kota dI propInsI KalImantan Selatan
J. FungsI Kota AnjIr Pasar
Pusat permukIman penduduk

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxii
Pusat produksI pertanIan tanaman pangan
Pusat pengembangan parIwIsata yang dIdukung aksesIbIlItas yang sangat memadaI.
4. FungsI Kota Tamban
Pusat permukIman penduduk
Pusat IndustrI manufactur
Pusat pengumpul hasIl komodItas pertanIan,perIkanan dan perkebunan
Pusat pelayanan jasa yang mempunyaI akses tInggI terhadap kegIatankegIatan kota
8anjarmasIn
6.3.3. KebIjaksanaan Pengembangan
KebIjaksanaan pengembangan kotakota dI Kabupaten 8arIto Kuala berdasarkan hIrarkI
dan fungsI kota memberIkan ImplIkasI terhadap sarana dan prasarana perkotaan yang
mendukungnya. KebIjaksanaan pengembangan InI mengacu pada perkembangan obyektIf dan
keIngInan menggalI serta membangun semua potensI berdasarkan semangat DtonomI 0aerah.
KebIjaksanaan pengembangan kotakota Itu adalah:
1. Pengembangan kota orde dIarahkan pada :
- PenIngkatan kegIatan ekonomI kota yang memberIkan fungsI pelayanan pada wIlayah
belakangnya dalam rangka penIngkatan pertumbuhan dan penyebaran kegIatan
ekonomI
- PenIngkatan aksesIbIlItas yang menghubungkan daerah belakangnya, melaluI
penIngkatan sIstem perhubungan darat
- PenIngkatan sarana dan prasarana yang mendukung kegIatan perkotaan
- PengendalIan lIngkungan, terutama kegIatan IndustrI yang berada dI tepI sungaI 8arIto
untuk menjamIn kelestarIan dan perlIndungan fungsI hIdrologIsnya
- PenIngkatan pembangunan Infrastruktur yang dIarahkan untuk mendorong masuknya
InvestasI dan penumbuhan ekonomI daerah serta pengembangan daerah yang relatIf
agak tertInggal dan memperkecIl kesenjangan antar wIlayah
- PenIngkatan pengembangan wIsata sebagaI sumber dan potensI keparIwIsataan daerah
sehIngga menjadI kegIatan ekonomI
- PenIngkatan kerjasama antara pemerIntah, swasta dan masyarakat dalam
pengembangan sarana dan prasarana wIlayah
- Penataan ruang kota melaluI perencanaan, pemanfaatan dan pengendalIan tata ruang
kota
2. Pengembangan kota orde 7 dIarahkan pada :
- |empertahankan fungsI kawasan lIndung darI kegIatan masyarakat untuk melIndungI
habItat bakau sebagaI sIstem tata aIr dan mencegah abrasI laut
- PenIngkatan sarana dan prasarana perkotaan untuk mendukung kegIatan IndustrI
manufactur
- |empertahankan fungsI wIlayah yang merupakan sentra produksI pertanIan

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxiii
- PenIngkatan aksesIbIlItas yang menghubungkan dengan kota orde serta daerah
belakangnya melaluI penIngkatan sIstem transportasI darat
- Penataan ruang kota melaluI perencanaan, pemanfaatan dan pengendalIan tata ruang
kota






































Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxiv
J. Pengembangan kota orde 7 dIarahkan pada :
- |empertahankan fungsI kawasan lIndung darI kegIatan untuk melIndungI sIstem tata
aIr dan plasma nuftah
- PenIngkatan sarana dan prasarana perkotaan untuk menunjang kegIatan
perekonomIan masyarakat
- PenIngkatan aksesIbIlItas, melaluI pembangunan sarana dan prasarana transportasI
darat maupun sungaI
- Penataan ruang kota, melaluI perencanaan, pemanfaatan dan pengendalIan tat ruang
kota
6.4. PENCANA KEPEN0U0UKAN
Perkembangan penduduk Kabupaten 8arIto Kuala selama 5 tahun terakhIr menunjukkan
perkembangan yang bervarIasI antar tIap SSWP. Adapun perkIraan jumlah penduduk pada masa
yang akan datang untuk setIap SSWP adalah :
1. SSWP A, dengan luas 899,72 Km
2
, SSWP A terdIrI atas 6 kecamatan, dIproyeksIkan pada
tahun 2007 jumlah penduduk berjumlah 57.22J jIwa dengan dengan kepadatan penduduk
408 jIwa/Km
2
. Untuk tahun proyeksI 2012, dIstrIbusI penduduk berjumlah 65.167 jIwa
dengan kepadatan penduduk 465 jIwa/Km
2
.
2. SSWP 8, dengan luas 699,87 Km
2
, SSWP 8 terdIrI atas J kecamatan, dIproyeksIkan pada
tahun 2007 dIstrIbusI penduduk berjumlah 76.025 jIwa dengan dengan kepadatan
penduduk 601 jIwa/Km
2
. Untuk tahun proyeksI 2012, dIstrIbusI penduduk berjumlah 91.J61
jIwa dengan kepadatan penduduk sebesar 728 jIwa/Km
2
.
J. SSWP C, dengan luas 789,68 Km
2
, SSWP C terdIrI atas 4 kecamatan, dIproyeksIkan pada
tahun 2007 dIstrIbusI penduduk berjumlah 60.107 jIwa dengan kepadatan penduduk 595
jIwa/Km
2
. Untuk tahun proyeksI 2012, dIstrIbusI penduduk berjumlah 69.000 jIwa dengan
kepadatan penduduk sebesar 682 jIwa/Km
2
.
4. SSWP 0, dengan luas 526,JJ Km
2
, SSWP C terdIrI atas J kecamatan, dIproyeksIkan pada
tahun 2007 dIstrIbusI penduduk berjumlah 81.10J jIwa dengan kepadatan penduduk
sebesar 501 jIwa/Km
2
. Untuk tahun proyeksI 2012, dIstrIbusI penduduk berjumlah 9J.916
jIwa dengan kepadatan penduduk sebesar 580 jIwa/Km
2
.
Untuk lebIh jelasnya dapat dIlIhat pada TabeI 6.2.
6.5. PENCANA PENCEhANCAN WILAYAH PPIDPITAS
Pengembangan wIlayah prIorItas dI Kabupaten 8arIto Kuala dItetapkan atas dasar
pertImbangan sebagaI berIkut:
1. WIlayah yang memIlIkI prospek pengembangan wIlayah tInggI untuk membuka akses
akses pergerakan alIran barang dan manusIa
2. WIlayah yang mempunyaI prospek ekonomI tInggI yang membutuhkan penanganan yang
mendesak

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxv
J. WIlayah yang termasuk tertInggal atau kurang berkembang yang perlu mendapat
perhatIan dan penanganan serIus
Tabel 6.2
0IstrIbusI dan Kepadatan Penduduk
Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 2007 dan 2012

No Kecamatan
Luas
(Km
2
)
Tahun
2007 2012
Distribusi Kepadatan Distribusi Kepadatan
1
Tabunganen
228.15 17.703 78 20.444 90
2
Tamban
150.87 46.246 307 53.666 365
3
Mekarsari
147.31 17.154 116 19.806 134
4 Anjir Pasar 127.62 15.919 125 18.208 143
5 Anjir Muara 91.98 18.389 200 21.083 229
6 Alalak 105.74 44.133 417 54.305 514
7 Mandastana 225.82 18.938 84 22.042 98
8 Belawang 63.54 12.213 192 14.056 221
9 Wanaraya 174.98 13.586 78 15.653 89
10 Rantau Bedauh 129.79 12.954 100 15.014 116
11 Cerbon 85.80 11.527 134 13.097 153
12 Barambai 162.20 6.861 42 7.667 47
13 Bakumpai 161.60 7.959 49 9.264 57
14 Marabahan 178.96 18.389 103 21.083 118
15 Tabukan 173.00 7.410 43 8.306 48
16 Kuripan 138.16 5.077 37 5.750 42
Jumlah 2.J45,52 274.458 132 319.444 153
Sumber : HasIl ProyeksI


8erdasarkan krIterIa tersebut, arahan pengembangan wIlayah prIorItas dI Kabupaten 8arIto
Kuala adalah sebagaI berIkut :
1. WIlayah prIorItas kawasan jalan trans KalImantan
Secara admInIstrasI, kawasan yang termasuk dalam pengembangan jarIngan jalan trans
KalImantan adalah Kecamatan Alalak dan |andastana. Kawasan InI menjadI bagIan darI
sIstem pergerakan alIran barang dan manusIa darI wIlayah tImur KalImantan Selatan yang
berImplIkasI pada terbukanya peluang penIngkatan ekonomI sebagaI daerah pemasaran
dan basIs perdagangan produkproduk pertanIan dan IndustrI unggulan. Arah
pengembangan kawasan InI adalah :
- PengendalIan secara ketat kawasan terbangun dI daerah mIlIk jalan selebar 20 meter
agar tIdak mengganggu pergerakan/mobIlIsasI barang dan orang
- Pengaturan zonIng kawasan sesuaI dengan peruntukannya
- Pengaturan pola jarIngan jalan sekunder sebagaI jalan pendampIng bagI jarIngan
jalan trans KalImantan, sehIngga pergerakan yang terjadI tIdak bercampur antara
pola pergerakan prImer dan sekunder
2. WIlayah prIorItas kawasan pertumbuhan cepat

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxvi
Kawasan pertumbuhan cepat berada pada poros jalan trans KalImantan bagIan barat
yang merupakan jalur utama menghubungkan bukota Kabupaten 8arIto Kuala dengan
bukota KalImantan Selatan dan berbatasan langsung dengan kota 8anjarmasIn. Keadaan
InI akan memberI dampak luas bagI penIngkatan laju pertumbuhan socIal dan ekonomI
Kabupaten 8arIto Kuala. Untuk menjaga agar perkembangan kawasan InI dapat
berlangsung secara terkendalI dan terencana, maka perlu dIarahkan pada :
- PengendalIan perkembangan berbagaI kegIatan pemanfaatan lahan sesuaI dengan
peruntukannya, sehIngga tercapaI tertIb pembangunan dan tertIb pengaturan ruang
melaluI pemberIan perIzInan pemanfaatan ruang
- Pengaturan peruntukan pada tIap blok peruntukan lahan dIsertaI dengan pengaturan
kepadatan dan ketInggIan bangunan
- Pengaturan fasIlItas pelayanan dan jarIngan utIlItas sehIngga tercapaI daya guna dan
hasIl guna pelayanan terhadap masyarakat
- Pembentukan sIstem lIngkungan yang baIk dan efIsIen sesuaI dengan asas ATLAS
(aman, tertIb, lancar, asrI dan sehat)
J. WIlayah prIorItas kawasan desa tertInggal
WIlayah yang termasuk tertInggal atau kurang berkembang terutama dIsebabkan oleh
mInImnya aksesIbIlItas untuk menunjang pergerakan masyarakatnya. WIlayah InI
terutama terdapat pada Kecamatan KurIpan, Tabunganen dan daerahdaerah yang
berada dI perbatasan. Untuk pengembangan kawasan InI perlu dIarahkan pada:
- PenIngkatan aksesIbIlItas kawasan yang menghubungkan dengan kawasan laInnya,
terutama untuk mengangkut hasIlhasIl pertanIan
- PenIngkatan fasIlItas perkotaan yang menunjang pertumbuhan ekonomI wIlayah
- PenIngkatan sIstem jarIngan utIlItas, transportasI dan telekomunIkasI
- PenIngkatan pemanfaatan sumber daya manusIa dan sumber daya alam dengan tetap
memperhatIkan kualItas lIngkungan hIdup
4. WIlayah prIorItas kawasan parIwIsata
Kawasan yang memberIkan prospek pengembangan yang baIk untuk menumbuhkan
sektor perekonomIan dI Kabupaten 8arIto Kuala adalah kawasan wIsata jembatan 8arIto
dan agrowIsata SungaI Kambat. Pengembangan kawasan InI dIarahkan pada:
- Pengembangan sarana dan prasarana untuk menunjang kegIatan parIwIsata
- Pengembangan parIwIsata secara menyeluruh dengan mengIntegrasIkan obyek dan
atraksI wIsata menjadI sebuah paket wIsata yang menarIk
- PenIngkatan aksesIbIlItas ke obyekobyek wIsata
- Pemasaran potensIpotensI parIwIsata
- |elIbatkan peran serta aktIf masyarakat dalam rangka program pengembangan
keparIwIsataan melaluI program desa wIsata
- PenIngkatan kerjasama dengan swasta dalam rangka pengembangan parIwIsata

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxvii
5. WIlayah prIorItas kawasan sentra produksI
Kawasan sentra produksI merupakan kawasan yang mempunyaI potensI unggulan untuk
dIkembangkan secara maksImal dengan tujuan untuk mewujudkan pengembangan sektor
pertanIan secara terarah dan terpadu dengan pengembangan sektor laInnya. kawasan
sentra produksI dI Kabupaten 8arIto Kuala adalah:
- kawasan AnjIr (Kecamatan AnjIr |uara, AnjIr Pasar, Tamban dan Tabunganen),
kawasan Cerbon (Kecamatan Cerbon, Fantau 8edauh, |andastana dan Alalak) dan
kawasan 8erambaI (Kecamatan 8erambaI, 8elawang, Wanaraya dan |arabahan)
merupakan kawasan sentra produksI padI.
- Kecamatan Wanaraya dan |arabahan merupakan kawasan sentra produksI tanaman
palawIja, khususnya Kacang tanah
- Kecamatan Wanaraya dan 8erambaI sebagaI kawasan peternakan sapI potong
- Kecamatan 8elawang dan Tabunganen sebagaI kawasan sentra produksI perIkanan
laut dan darat
- Kawasan Terantang (Kecamatan |andastana dan 8elawang) dan Kawasan Kambat
(Kecamatan Cerbon dan Fantau 8edauh) sebagaI kawasan sentra produksI tanaman
hortIkultura
- Kawasan 8akumpaI (Kecamatan KurIpan, |andastana, Tamban dan Tabunganen)
sebagaI kawasan reservat perIkanan
- Kawasan Sentra ProduksI PerIkanan laut dan darat melIputI kecamatan 8elawang,
Tabunganen dan Cerbon
PrIorItas pengembangan kawasan sentra produksI (KSP) dI Kabupaten 8arIto Kuala
dIarahkan pada :
- Pengembangan kawasan agropolItan sebagaI bagIan darI konsep pengembangan
kawasan sentra produksI dengan kelengkapan sarana dan prasarananya
- Pembangunan dan penIngkatan prasarana perhubungan
- Pembangunan dan penIngkatan prasarana IrIgasI
- Pembangunan dan pengembangan pertanIan
- PenIngkatan kualItas sumberdaya manusIa
- Pengembangan jarIngan pemasaran dan pengolahan hasIl pertanIan
- Pengembangan agrobIsnIs/agroIndustrI komodItas unggulan
- Pengembangan permodalan dan sIstem kelembagaan
6.6. PENCANA PENCEhANCAN SISTEh TPANSPDPTASI
Pengembangan prasarana dan prasarana transportasI yang akan dIterapkan dI
Kabupaten 8arIto Kuala, dalam rangka penyedIaan kemudahan untuk mobIlItas dan sIrkulasI
penduduk, serta untuk mengefektIfkan struktur ruang agar terbentuk dan berfungsI sesuaI
dengan yang telah dIarahkan.

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxviii
6.6.1. TransportasI JaIan Paya
SIstem transportasI jalan raya akan mempunyaI pengaruh yang sangat kuat terhadap pola
perkembangan dan pertumbuhan suatu wIlayah. Konsep pengembangan sIstem jarIngan jalan
raya dI Kabupaten 8arIto Kuala dItujukan bagI penIngkatan akses dareah pedalaman, kawasan
sentrasentra produksI, antar wIlayah kecamatan dan mendukung pengembangan kawasan
kawasan potensIal serta menIngkatkan akses wIlayah kabupaten terhadap konstelasI regIonal.
Arahan pengembangan tersebut adalah:
1. PenIngkatan akses jalan AnjIr Pasar - Tamban - |ekarsarI - Tabunganen hIngga ke 0esa
Kuala Lupak dIpesIsIr pantaI
2. PenIngkatan akses jalan Tamban - |ekarsarI - Kecamatan Lupak (PropInsI kalteng)
J. Pembangunan jalan akses LIngkar Utara (Trans KalImantan) - |andastana
4. PenIngkatan jalan |arabahan - 8arambaI - 8elawang - Wanaraya - AnjIr Pasar
5. PenIngkatan dan pembangunan jalan akses |arabahan - Km. 6 |arabahan - KurIpan
hIngga ke TamIyang Layang
6. PenIngkatan dan pembangunan jalan akses 8akumpaI - |argasarI
7. Pembangunan jembatan FumpIyang dan jembatan |arabahan Km6 untuk menunjang
pengembangan akses jalan menuju ke KurIpan hIngga TamIyang Layang
8. PenIngkatan termInal Pasar nduk HandIl 8aktI, yang dIpadukan dengan sIstem angkutan
kota 8anjarmasIn dan angkutan antar kota menuju ke Kapuas dan Palangkaraya dan
angkutan antar kota kecamatan
9. Pengembangan sub termInal dI setIap Ibukota kecamatan
10. Pengembangan fungsI jalan dI Kabupaten 8arIto Kuala, yaItu :
Jalan arterI prImer, dIarahkan pada jalan Trans KalImantan yang menghubungkan
antar propInsI yaItu :
Jalan 8anjarmasInHandIl 8aktIAnjIr PasarKapuas
Jalan HandIl 8aktICambut (jalan Ahmad YanI Km17)
Jalan lokal prImer, merupakan jalan utama dIdalam wIlayah kabupaten yang
menghubungkan Kota |arabahan dengan kota kecamatan laInnya atau antar kota
kecamatan, yaItu :
Jalan AnjIr Pasar - Tamban - |ekarsarI - Tabunganen
Jalan menuju ke |andastana darI akses jalan |arabahan - 8anjarmasIn dan darI
akses jalan lIngkar utara
Jalan menuju ke Alalak
Jalan |arabahan - Tabukan
Jalan Tamban - |ekarsarI - Lupak (Kab. Kapuas, Prop. Kalteng)
11. Pengembangan moda angkutan dI Kabupaten 8arIto Kuala, yaItu :
Angkutan FegIonal yang melayanI perjalanan jarak jauh antar kecamatan maupun
menuju ke kota kabupaten (Kota |arabahan) maupun ke kota propInsI (Kota

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxix
8anjarmasIn). |oda angkutan yang dIgunakan berupa bus atau angkutan colt
(mInIbus) yang dapat dIkembangkan untuk melayanI Fute :
8anjarmasIn - Kapuas - Palangkaraya
|arabahan - Kapuas
8anjarmasIn - |arabahan - |argasarI - Fantau
8anjarmasIn - |arabahan - TamIyang Layang Tanjung/8untok/Teweh
HandIl 8aktI - 8anjarbaru |artapura
Angkutan Lokal yang dIarahkan melayanI sebatas wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala,
yaItu berupa kendaraan colt atau mInIbus, dengan pengembangan rute:

|arabahan - AnjIr - Tamban - |ekarsarI - Tabunganen
|arabahan - 8arambaI - Wanaraya - 8elawang - AnjIr
|arabahan - Tabukan
|arabahan - KurIpan
|arabahan - 8akumpaI - Cerbon - Fantau 8edauh - HandIl 8aktI
HandIl 8aktI - AnjIr
6.6.2. TransportasI SungaI
Pengembangan transportasI sungaI dI Kabupaten 8arIto Kuala lebIh memanfaatkan
keberadaan SungaI 8arIto sebagaI penghubung pergerakan dIdaerah hulu ke arah hIlIr untuk
perpIndahan moda ke transportasI angkutan laut. AlternatIf prasarana transportasI sungaI
sangat banyak tersedIa dIwIlayah Kabupaten 8arIto Kuala, antara laIn SungaI Negara,
menghubungkan akses dengan wIlayah hulu sungaI, yaItu wIlayah Kabupaten TapIn (|argasarI),
Kabupaten Hulu SungaI Selatan (Negara) dan Kabupaten Hulu SungaI Utara (0anau Panggang);
SungaI Kapuas, menghubungkan akses kearah wIlayah PropInsI KalImantan Tengah, antara laIn
ke Kota |uara Teweh, 8untok dan Kuala Kapuas; AnjIr Serapat, menghubungkan akses kearah
Kapuas dan Palangkaraya; AnjIr Tamban, menghubungkan kearah Tamban, |ekarsarI dan
Lupak; SungaI Alalak dan SungaI PuntIk, menghubungkan dengan sungaI |artapura
Fencana pengembangan transportasI sungaI dI Kabupaten 8arIto Kuala dItujukan untuk
menIngkatkan akses kawasankawasan yang memIlIkI akses jarIngan jalan relatIf rendah.
Arahan pengembangannya adalah:
o PenIngkatan kondIsI fIsIk AnjIr Tamban, Serapat dan Talaran, baIk lebar maupun
kedalamannya agar mampu dIlewatI angkutanangkutan sungaI berkecepatan sedang.
o Pengembangan pelabuhan rakyat dI Alalak untuk melayanI pelayaran rakyat/pInIsI
pengangkut sembako darI Pulau Jawa dan hasIl bumI darI wIlayah Kabupaten 8arIto
Kuala, 8arIto Selatan, 8arIto Utara dan Kapuas (beserta pemekaran wIlayahnya)
o Pengembangan pelabuhan rakyat dI Tabunganen yang melayanI kapalkapal pengangkut
Ikan laut
o Pengembangan dermaga penumpang dIsekItar Pasar nduk HandIl 8aktI

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxx
o Pengembangan moda angkutan sungaI, yaItu :
8anjarmasIn - |arabahan - 8untok - |uara Teweh
8anjarmasIn - |arabahan - |argasarI - Negara - 0anau Panggang
|uara Teweh - 8untok KurIpan - Tabukan - Kuala Kapuas Palangkaraya
6.7. PENCANA PENYE0IAAN FASILITAS
PenyedIaan fasIlItas dImaksudkan untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan bagI
penduduknya, baIk berupa pelayanan dasar (prImer) maupun pelayanan pelengkap atau
penyempurna (sekunder). PenyedIaan fasIlItas InI berdasarkan kebutuhan penduduk
pendukung, prInsIp pemerataan dan keterjangkauan serta kelayakannya.

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxi
6.7.1.

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxii
Perumahan
Pengembangan kebutuhan perumahan dI Kabupaten 8arIto Kuala untuk tahun perencanaan
mengacu pada ketentuan dalam Kepmenpera Nomor 04/KPTS/8KP4N/1995 (tentang ketentuan
lebIh lanjut SK8 |endagrI, |enPU dan |enpera No. 648J84 tahun 1992, No. 7J9/KPTS/1992
dan No. 09/KPTS/1992 tentang pedoman pembangunan perumahan dan permukIman dengan
lIngkungan hunIan yang berImbang).
8erdasarkan ketentuan tersebut, maka arahan pengembangan perumahan dIwIlayah
Kabupaten 8arIto Kuala untuk jangka waktu 10 tahun kedepan adalah sebagaI berIkut :
1. Pengembangan rumah masIh menggunakan pola horIsontal (ekstensIf) karena masIh
tersedIanya lahan kosong yang masIh cukup luas.
2. Pengembangan rumah untuk setIap kelompok tIpe antara rumah sederhana, rumah
menengah dan rumah mewah adalah 6 : J : 1.
J. Untuk daerahdaerah transIsI pengembangan perkotaan dIlakukan dengan pengembangan
kawasan perumahan tertata/developer, sepertI kawasan Alalak, HandIl 8aktI, LIngkar
Utara, |arabahan dan Ibukota kecamatan.
4. Penetapan luas kaplIng rumah dengan ketentuan sebagaI berIkut :
Kawasan Perkotaan Kawasan Perdesaan
1. kaplIng kecIl : 100 m2 1. kaplIng kecIl : 200 m2
2. kaplIng sedang : J50 m2 2. kaplIng sedang : 500 m2
J. kaplIng besar : 600 m2 J. kaplIng besar : 1.000 m2
6.7.2. FasIIItas PendIdIkan
PenyedIaan fasIlItas pendIdIkan pada dasarnya memIlIkI satu tujuan mulIa pada jangka
panjang, yaItu untuk menIngkatkan kualItas pendIdIkan penduduk dengan memberIkan
kesempatan dan akses yang sebesarbesarnya pada penduduk usIa sekolah untuk mendapatkan
pendIdIkan yang memadaI, mInImal dapat terpenuhI sesuaI dengan program wajIb belajar 9
tahun sehIngga mInImal seluruh penduduk kabupaten telah mengenyam pendIdIkan SLTP atau
dapat dItIngkatkan menjadI SLTA.
Arahan bagI penyedIaan kebutuhan fasIlItas pendIdIkan dI Kabupaten 8arIto Kuala
tahun 2012 adalah :
JenIs fasIlItas pendIdIkan yang dIalokasIkan terdIrI darI fasIlItas pendIdIkan dasar (TK
sebanyak J22 unIt dan S0/| sebanyak 294 unIt), pendIdIkan menengah (SLTP/|Ts sebanyak
71 unIt, SLTA/|A sebanyak 64 unIt, S|K sebanyak 5 unIt).
PenyedIaan fasIlItas pendIdIkan dIlakukan secara berjenjang sesuaI dengan skala
pelayanannya dan untuk pemerataan pelayanan setIap kecamatan memIlIkI dua unIt SLTP
dan satu unIt SLTA.
FasIlItas pendIdIkan umum menengah menengah kejuruan (S|K) dIalokasIkan pada pusat
pusat utama pelayanan wIlayah sesuaI skala pelayanannya dan untuk menunjang efektIfItas
dan optImalIsasI pembentukan pusat tersebut, dengan jenIs kejuruan yang akan

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxiii
dIkembangkan dIsesuaIkan dengan kebutuhan dan potensI wIlayah, antara laIn S|K
pertanIan, S|K perIkanan, S|K perkapalan, S|K ekonomI dan S|K teknIk.
PenyedIaan fasIlItas pendIdIkan perguruan tInggI dIkembangkan pada daerahdaerah yang
memIlIkI akses regIonal dan keterkaItan yang tInggI dengan pusatpusat pertumbuhan
regIonal, antara laIn dapat dIkembangkan dI kawasan HandIl 8aktI untuk mengantIsIpasI
perkembangan Kota 8anjarmasIn kearah utara, baIk berupa perguruan tInggI swasta
maupun negerI.
6.7.3. FasIIItas Kesehatan
Pengembangan fasIlItas kesehatan dImaksudkan untuk menIngkatkan kualItas hIdup
masyarakat dan derajat kesehatan masyarakat, melaluI penyedIaan dan penIngkatan akses
fasIlItas pelayanan kesehatan sesuaI dengan skala pelayanannya. Arahan pengembangan
fasIlItas kesehatan dI 8arIto Kuala tahun 2012 adalah :
Pengembangan beberapa fasIlItas kesehatan, sepertI rumah sakIt dI Kecamatan Alalak,
8alaI Pengobatan, 8KA, dan apotIk
PenyedIaan fasIlItas kesehatan dIlakukan secara berjenjang sesuaI dengan skala
pelayanannya, yaItu Puskesmas untuk setIap kecamatan dengan fasIlItas rawat Inap,
puskesmas pembantu untuk kawasan permukIman darI beberapa desa, balaI pengobatan
untuk kawasan permukIman perkotaan dapat berupa praktek bersama dokter, 8KA pada
setIap kecamatan, apotIk pada pusatpusat permukIman perkotaan dan kawasan
perdagangan/jasa danrumah sakIt pada pusat pelayanan kabupaten dan lokasI strategIs
dalam lIngkup regIonal.
6.7.4. FasIIItas PerIbadatan
Pengembangan penyedIaan fasIlItas perIbadatan dalam rangka penIngkatan keImanan
dan ketaqwaan kepada Tuhan Y|E sebagaI pemenuhan kebutuhan pelayanan rohanI. Arahan
pengembangannya tahun 2012 adalah :
1. PenyedIaan fasIlItas perIbadatan dIsesuaIkan dengan komposIsI pemeluk agama agar
lebIh efektIf dan tIdak menImbulkan kecemburuan dan permasalahan sosIal.
2. Pengembangan fasIlItas mesjId wIlayah dI Kecamatan Tamban, Alalak dan |arabahan
yang mempunyaI potensI pertumbuhan penduduk yang pesat.
J. Pola penyedIaan lebIh dIarahkan pada upaya swadaya masyarakat, sehIngga
keberadaannya akan lebIh optImal karena adanya keIngInan yang kuat darI masyarakat
untuk penyedIaan fasIlItas tersebut.
6.7.5. FasIIItas PeIayanan Umum
Pengembangan fasIlItas pelayanan umum dI Kabupaten 8arIto Kuala tahun 2012
dIarahkan pada :

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxiv
1. PenyedIaan fasIlItas pelayanan umum skala lIngkungan dan skala kecamatan dIsetIap
kecamatan. Sedangkan fasIlItas pelayanan umum skala kabupaten dan kantor InstansI
pemerIntahan dIkembangkan dI Kecamatan Alalak dan |arabahan
2. PenyedIaan kantor/InstansI pemerIntahan dIsesuaIkan dengan struktur organIsasI dan
tata kerja (SDTK) Pemkab 8arIto Kuala, sedangkan untuk kantor pelayanan umum
mengIkutI ketentuan standart yang berlaku sesuaI dengan hIrarkhI pelayanannya.
6.7.6. FasIIItas Puang Terbuka HIjau dan DIahraga
Pengembangan fasIlItas ruang terbuka hIjau dan olahraga dI Kabupaten 8arIto Kuala
tahun 2012 dIarahkan pada :
1. PenyedIaan fasIlItas olahraga dIsetIap kecamatan dan dIsesuaIkan dengan skala
pelayanannya untuk kebutuhan penduduk kota, kecamatan dan kabupaten
2. Pengembangan taman kota sebagaI ruang terbuka hIjau aktIf dI Kecamatan Tamban,
Alalak dan |arabahan
J. Pengembangan taman lIngkungan dan kawasan dI setIap kecamatan sebagaI salah satu
ruang sosIalIsasI masyarakat
6.7.7. FasIIItas Perdagangan dan Jasa
Pengembangan fasIlItas perdagangan dan jasa dI Kabupaten 8arIto Kuala tahun 2012
dIarahkan pada :
1. Pengembangan fasIlItas perdagangan dan jasa dI setIap kecamatan sebagaI pusat
perbelanjaan kawasan dengan pola harIan untuk menumbuhkan kegIatan perekonomIan
kawasan
2. Pengembangan pusat perbelanjaaan kabupaten dI Kecamatan Tamban, Alalak, dan
|arabahan melIputI kegIatan perdagangan dan jasa serta fasIlItas pelengkapnya.
6.8. PENCANA PENCEhANCAN SISTEh UTILITAS
6.8.1. KeIIstrIkan
Pengembangan sIstem utIlItas kelIstrIkan dI Kabupaten 8arIto Kuala tahun 2012
dIarahkan pada :
1. Pengembangan kapasItas dan perluasan jarIngan lIstrIk pada kawasankawasan yang
belum terlayanI penerangan, khususnya pada daerahdaerah handIl, unIt permukIman
transmIgrasI (UPT) atau dusundusun dI pedalaman.
2. Tahun akhIr perencanaan dIharapkan seluruh kawasan sudah terlayanI penerangan lIstrIk
J. PenyedIaan jarIngan lIstrIk menggunakan jarIngan kabel SUT| dan SUTF
4. PembangkIt tenaga lIstrIk menggunakan dua sumber yaItu darI pembangkIt lIstrIk tenaga
dIesel (PLT0) |arabahan dan 8arIto (8anjarmasIn), pembangkIt lIstrIk tenaga aIr (PLTA)
Fuam Kanan dan pembangkIt lIstrIk tenaga uap (PLTU) AsamAsam, dengan sIstem
jarIngan sebagaI berIkut :

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxv
Untuk wIlayah tengah yang melIputI wIlayah Kecamatan |arabahan, 8akumpaI,
Fantau 8adauh, Cerbon, Wanaraya, 8elawang, 8arambaI dan Tabukan menggunakan
pembangkIt darI PLT0 |arabahan
Untuk wIlayah utara yang melIputI Kecamatan KurIpan menggunakan pembangkIt darI
PLTU AsamAsam yang dIsalurkan melaluI jarIngan SUT| dI wIlayah Kabupaten Hulu
SungaI Utara (Kecamatan 0anau Panggang)
Untuk wIlayah selatan yang melIputI wIlayah Kecamatan Alalak, |andastana, AnjIr
Pasar, AnjIr |uara, |ekarsarI, Tamban dan Tabunganen menggunakan sumber
pembangkIt darI 8anjarmasIn, baIk darI pembangkIt PLT0 8arIto maupun PLTA FIam
Kanan dan PLTU Asam Asam
6.8.2. TeIekomunIkasI
Pengembangan telekomunIkasI dI 8arIto Kuala hIngga akhIr tahun 2012 dIarahkan pada
:
1. Pengembangan dan penIngkatan sIstem jarIngan kabel telepon untuk melayanI seluruh
kecamatan sesuaI dengan orIentasI pengembangan wIlayah yang akan membuka akses
darat keseluruh wIlayah kabupaten.
2. PrIorItas pengembangan telepon dIarahkan pada perumahan menengah keatas dan
bangunan umum/sosIal serta komersIal/IndustrI, sedangkan untuk fungsI laInnya
dIarahkan dengan penyedIaan sarana telekomunIkasI secara komunal dengan
pengembangan telepon umum atau warung telekomunkasI.
J. Pada daerahdaearah dengan akses lokasI yang dapat dIlIntasI oleh sIstem jarIngan jalan
darat, khususnya jarIngan jalan regIonal dIarahkan dengan pengembangan sIstem
jarIngan telepon kabel darI Telkom, antara laIn dI Kecamatan Alalak, AnjIr Pasar, AnjIr
|uara, |andastana, Fantau 8adauh, 8elawang, Wanaraya, 8arambaI, |arabahan,
8akumpaI dan Tabukan.
4. Tahun akhIr perencanaan dIharapkan seluruh kawasan sudah terlayanI jarIngan telepon
selular.
6.8.3. AIr ersIh
Pengembangan penyedIaan aIr berIsh dI Kabupaten 8arIto Kuala tahun 2012 dIarahkan
pada :
1. Pengembangan jarIngan aIr bersIh dengan menggunakan sambungan perpIpaan dan kran
umum yang bersumber darI P0A|.
2. Pengembangan potensI sumber aIr baku untuk memenuhI kebutuhan aIr bersIh, yaItu :
a. AIr sungaI Negara, SungaI 8arIto dIutara Kota |arabahan masuk dalam wIlayah
Kecamatan Tabukan, 8akumpaI dan KurIpan, SungaI Alalak dan SungaI PuntIk dI
Kecamatan |andastana, serta SungaI |artapura.

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxvi
b. AIr tanah, terdIrI darI aIr tanah dangkal dan aIr tanah dalam yang dalam skala kecIl
dapat dIeksploItasI secara perorangan untuk rumah tangga, banyak terdapat dI
wIlayah tengah kabupaten antara laIn dI Kecamatan |arabahan, 8arambaI,
Wabaraya, 8elawang, Fantau badauh, |andastana dan AnjIr Pasar.
Pengembangannya berupa pembuatan sumur galI atau sumur pompa tangan,
sedangkan untuk pemanfaatan InstalasI P0A| harus dIlakukan penelItIan terlebIh
dahulu mengenaI potensI kandungan aIt tanah yang ada.
c. AIr tanah artesIs, yaItu terjadI karena adanya alIran sungaI dIbawah tanah antara
laIn terdapat dI Kecamatan KurIpan, Tabukan, |arabahan, 8akumpaI, Fantau
8adauh, |andastana dan 8elawang.
6.8.4. 0raInase
Pengembangan sIstem draInase dI Kabupaten 8arIto Kuala tahun 2012 dIarahkan pada :
1. Pengaturan sungaIsungaI besar sebagaI draInase prImer dan anak sungaI dan handIl
sebagaI draInase sekunder
2. Pengaturan sIstem draInase permukIman untuk menyalurkan aIr lImpasan permukaan
(surface run off) karena hujan atau buangan rumah tangga menuju kesaluran utama.
J. Pengembangan saluran pematusan dIarahkan pada tepI jarIngan jalan utama kota yang
ada, dengan memperhatIkan arah dan tIngkat kelerengan lahan yang ada.
6.8.5. Persampahan
Pengembangan sIstem persampahan dI Kabupaten 8arIto Kuala tahun 2012 dIarahkan
pada :
1. Pengelolaan persampahan secara swadaya masyarakat atau setempat
2. Pengembangan dan penIngkatan sIstem manajemen persampahan yang baIk dan terpadu
melaluI :
a. proses pengumpulan sampah (CollectIon) oleh masyarakat dan pemerIntah daerah
b. proses Pengangkutan sampah (Haulage) darI tempat pengumpulan/TPS menuju ke
lokasI pembuangan akhIr (TPA) dengan menggunakan kendaraan bermotor roda
empat, truk pengangkut yang dIgunakan terdIrI darI berbagaI jenIs, antara laIn truk
terbuka/ dump truck, arm roll, truck contaIner.
c. Proses pengolahan akhIr sampah (Treatment) dengan sIstem pengolahan akhIr
Controlled LandfIll (lahan urug terkendalI) dan SanItary LandfIll (lahan urug
sanIter).
6.8.6. JarIngan IrIgasI
Pengembangan jarIngan IrIgasI dImaksudkan untuk mendukung pengembangan
pertanIan lahan basah dan pertanIan lahan kerIng sebagaImana dIarahakan dalam rencana
pemanfaatan ruang pada bagIan terdahulu. SehIngga dIharapkan dengan adanya pengaturan

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxvii
tata aIr InI akan menIngkatkan luas areal pertanIan yang dapat dIbudIdayakan, serta dapat
menIngkatkan produktIvItas lahan pertanIan yang telah ada yang memungkInkan
dIbudIdayakan lebIh sekalI dalam satu tahun. Fencana pengembangan jarIngan IrIgasI
dIarahkan dengan sebagaI berIkut :
1. PemelIharaan saluran IrIgasI yang telah ada saat InI, melaluI kegIatan perawatan dan
perbaIkan/rehabIlItasI untuk tetap mempertahankan kapasItas pelayanannya sebagaImana
yang dIrencanakan. SelaIn Itu juga dIbuatkan jalan InspeksI yang memungkInkan petugas
menjalankan fungsInya melakukan perawatan saluran IrIgasI, serta pemanfaatan secara
optImal lahan yang dIperuntukkan sebagaI sempadan saluran IrIgasI untuk kegIatan
budIdaya pertanIan produktIf.
2. PenIngkatan kapasItas pelayanan darI jarIngan IrIgasI yang telah ada saat InI, melaluI
kegIatan rehabIlItasI dan pemugaran sehIngga dapat menjangkau areal lahan yang lebIh
luas.
J. Pembangunan baru saluran IrIgasI untuk menjangkau pelayanan pada daerahdaerah baru
atau pada lahanlahan tIdur yang ada.
4. rIgasI yang dIkembangkan dIarahkan berupa IrIgasI teknIs dengan sIstem pengaturan tata
aIr yang terIntegrasI melaluI perencanaan teknIs terlebIh dahulu. SelaIn Itu juga tetap
dImanfaatkan sIstem IrIgasI alamIah/tradIsIonal yang ada atau telah dIkembangkan
masyarakat selama InI, melaluI kegIatan perawatan dan normalIsasI saluran.
LokasI pengembangan jarIngan IrIgasI dIrencanakan sesuaI arahan rencana
pemanfaatan ruang lahan pertanIan, dengan prIorItas pengembangan dI Kecamatan 8akumpaI,
Cerbon, |ekarsarI, |andastana, AnjIr Pasar, AnjIr |uara, Tamban, 8elawang dan Wanaraya.

















Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxviii





Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxix


Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxx





7.1. IN0IKASI PPDCPAh
mplementasI darI rencana tata ruang pada dasarnya adalah pemanfaatan ruang yang
merupakan pengIsIan ruang dengan berbagaI alokasI kegIatan sesuaI dengan yang
dIrencanakan. Perwujudan fIsIk ruang tersebut tIdak dapat dIlakukan secara keseluruhan
dalam waktu bersamaan, karena keterbatasan anggaran pembangunan dan sIfat kegIatannya
yang tIdak memungkInkan, sehIngga harus dIlakukan secara bertahap sesuaI skala prIorItasnya.
Untuk Itu agar pengIsIan ruang wIlayah dapat berjalan secara sInkron dan berkesInambungan
dIlakukan penyusunan IndIkasI program yang dIdalamnya sudah memuat sektor pembangunan,
jenIs program, sumber pembIayaan, tahun pelaksanaan, lokasI program dan InstansI
penanggung jawab.
0engan demIkIan IndIkasI program yang tersusun sudah menggambarkan arah
pembangunan Kabupaten 8arIto Kuala untuk jangka waktu 10 tahun kedepan, yang menjadI
pedoman dalam penyusunan programprogram pembangunan tahunan daerah. PertImbangan
dan tujuan laInnya darI penyusunan IndIkasI program InI adalah :
1. |engIntegrasIkan pengembangan dan pembangunan spatIal dan sektoral secara terpadu
dalam konteks rencana secara komprehensIf dan dItuangkan dalam prIorItas kegIatan yang
berbahasa program.
2. |ensInkronkan dan mensInergIskan antara konsep pengembangan regIonal dan nasIonal
dengan konsep pembangunan daerah secara otonomI
J. Penyusunan IndIkasI program dIlakukan dengan menganut prInsIp skala prIorItas, yaItu
berdasarkan penanganan masalah yang mendesak untuk segera dItanganI.
4. |ewujudkan sasaran dan tujuan pembangunan yang telah dIrencanakan, yang dIlakukan
secara bertahap dan berkesInambungan.
7.2. JENlS PR0CRAM
JenIs program sebagImana arahan rencana tata ruang wIlayah Kabupaten 8arIto Kuala
dIkelompokkan sesuaI aspekaspek dalam perencanaan, yaItu terdIrI darI :
1. TransportasI, terdIrI darI :
Prasarana transportasI
a. Pembangunan/penIngkatan jarIngan jalan
b. Pembangunan jembatan
Sarana TransportasI
a. TermInal angkutan umum
b. Pelabuhan/0ermaga
BAB VII
KETENTUAN
PEMANFAATAN RUANG

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxxi
c. Angkutan Umum 0arat
d. Angkutan Umum SungaI

2. FasIlItas Pelayanan, terdIrI darI :
FasIlItas pendIdIkan
FasIlItas kesehatan
FasIlItas perIbadatan
FasIlItas perdagangan dan jasa
FasIlItas olahraga dan ruang terbuka hIjau
FasIlItas umum
J. UtIlItas, terdIrI darI :
Persampahan
AIr bersIh
LIstrIk
TelekomunIkasI
0raInase
4. PertanIan dan rIgasI
5. Perkebunan dan kehutanan
6. PerIkanan dan peternakan
7. Kawasan lIndung
8. ndustrI dan pergudangan
9. Tata ruang dan pengembangan wIlayah
7.3. PRl0RlTAS PR0CRAM
Pada prInsIpnya prIorItas program dIlakukan karena tIdak semua program kegIatan
dapat dIlaksanakan dalam waktu yang bersamaan, karena keterbatasan sumberdaya
pembangunan, baIk dalam hal pendanaan, tenaga maupun peralatan. SehIngga harus ada skala
prIorItas dalam pelaksaanaan program, agar program pembangunan yang dIlakukan dapat
tercapaI dengan tepat sasaran dan tepat manfaat serta memberIkan nIlaI tambah yang besar
bagI pembangunan dan pengembangan wIlayah kabupaten. 0asar pertImbangan darI
penetapan skala prIorItas program adalah sebagaI berIkut :
8ahwa besarnya kebutuhan pelaksanaan program pembangunan sesuaI dengan kebIjakan
dan perkembangan wIlayah yang terjadI, sehIngga pelaksanaannya harus proporsIonal
dengan perkembangan dInamIka yang terjadI maupun yang akan dIrencanakan.
Agar tercapaI keteraturan pemanfaatan ruang kabupaten dan pemerataan dalam
pembangunan wIlayah, maka beberapa bagIan wIlayah kabupaten yang sIfatnya prIorItas
dan berdampak luas terhadap pertumbuhan harus dIbangun terlebIh dahulu.
Ada beberapa unsur pembangunan pada suatu kawasan yang perlu dIdahulukan
pembangunannya sebagaI upaya untuk merangsang arah pertumbuhan wIlayah, atau dalam

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxxii
rangka memberIkan pelayanan bagI kawasan tersebut yang mutlak memerlukan pelayanan
dalam waktu yang relatIf dekat, atau untuk menyambut potensI pengembangan yang terjadI
karena InteraksI regIonal atau adanya perubahan kebIjakan secara regIonal maupun
nasIonal yang berImbas dIwIlayah Kabupaten 8arIto Kuala.
0alam pencapaIan tujuan pengembangan dan pembangunan yang lebIh besar dan lebIh luas,
maka perlu beberapa program pembangunan yang bersIfat sebagaI rIntIsan, sehIngga
keberadaannya menjadI sarana atau batu loncatan bagI pelaksanaan program pembangunan
berIkutnya. 0engan kata laIn jIka program pembangunan tersebut tIdak dIlaksanakan
terlebIh dahulu maka program pembangunan berIkutnya tIdak mungkIn dIlakukan.
|engacu pada pola dasar pembangunan daerah dan rencana strategIs (Fenstra)
pembangunan daerah.
mplementasI darI prIorItas program InI adalah penetapan tahun pelaksanaan program
program pembangunan tersebut dIatas, yang dIkelompokkan dalam dua perIode pelaksanaan
atau rencana jangka menengah, yaItu :
Tahap : Tahun 200J s/d 2007
Tahap : Tahun 2008 s/d 2012
SebagaImana arahan dalam Fencana StrategIs Kabupaten 8arIto Kuala, maka prIorItas
pembangunan kabupaten dIarahkan pada :
5. Pembangunan ekonomI dengan prIorItas utama menIngkatkan produksI pangan,
pendapatan petanI dan mewujudkan pengusaha tanI ke arah agrIbIsnIs
6. |engoptImalkan pembangunan transportasI khususnya transportasI darat dalam rangka
membuka IsolasI
7. Pembangunan sosIal budaya dengan prIorItas utama penIngkatan kualItas sumber daya
manusIa yang berIman, bertaqwa, berIlmu pengetahuan teknologI, sehat, kuat, aktIf,
kreatIf dan mampu bersaIng
8. |engoptImalkan pelaksanaan otonomI daerah untuk kesejahteraan masyarakat.
0engan demIkIan dalam penyusunan IndIkasI program InI lebIh dIprIorItaskan pada keempat
aspek tersebut, sehIngga tetap terIntegrasI dengan program pembangunan daerah.
7.4. L0KASl PR0CRAM
Penentuan lokasI program merupakan penjabaran darI strategI kebIjakan pembangunan
daerah dan alokasI pemanfaatan ruang kabupaten yang telah dIrencanakan. Pada beberapa
program pembangunan sudah dapat dItetapkan lokasI pelaksanaannya, namun pada beberapa
programprogram tertentu belum dapat dIIdentIfIkasI, karena perlu adanya studI lebIh lanjut,
karena lokasInnya yang menyebar sesuaI dengan kebutuhan atau karena sIfat program yang
masIh bersIfat umum/global, sehIngga perlu dIjabarkan lebIh lanjut dalam rencana
pembangunan tahunan daerah (Fepetada).

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxxiii
SelaIn menjelaskan tentang lokasI pelaksanaan program, pada dasarnya penentuan
lokasI program InI mengandung IndIkasI prIorItas pelaksanaan, karena beberapa program
memIlIkI alokasI kegIatan dIbeberapa wIlayah dan pelaksanaannya tIdak dapat dIlakukan
secara bersamaan seluruhnya, untuk Itu perlu penetapan prIorItas lokasI yang harus
dIdahulukan dIbandIngkan lokasI laInnya berdasarkan pertImbangan dIatas.
SebagaImana pertImbangan dIatas, maka penetapan lokasI program dIlakukan
berdasarkan lIngkup admInIstrasI kecamatan agar lebIh fleksIbel, karena pada beberapa
program penentuan lokasI tepat pelaksanaannya harus dIlakukan studI detaIl terlebIh dahulu,
sehIngga lokasI tepat dalam artI fIsIk belum dapat dItentukan. Untuk lokasI program yang
tersebar namun memIlIkI skala lokasI yang relatIf luas dan dapat terIdentIfIkasI pada beberapa
kecamatan, maka lokasI beberapa kecamatan tersebut akan dItampIlkan.
7.5 . SUhEP PEhIAYAAN
PembIayaan program pembangunan dI Kabupaten 8arIto Kuala dIsesuaIkan
dengan sumber pembIayaan yang lazIm dIgunakan selama InI. Namun dalam era
otonomI daerah InI perlu dIgalI sumber pendanaan baru untuk pembIayaan
pembangunan daerah. 0engan demIkIan kreatIfItas dan kejelIan sangat dIperlukan
dalam menggalI sumbersumber pendapatan daerah yang baru. Satu hal yang harus
dIperhatIkan dalam upaya penggalangan dan penggalIan sumber pendapatan daerah
adalah tIdak menambah beban pengeluaran masyarakat, sepertI dengan penaIkan
retrIbusI, P88, dan laInnya.
SehIngga InovasI yang dIharapkan adalah dengan mencarI sumber pendapatan yang baru
sama sekalI, agar masyarakat dapat merasakan manfaat darI otonomI daerah dan semakIn
merangsang pertumbuhan daerah, bukan sebalIknya semakIn membebanI masyarakat dan
sektor usaha yang pada gIlIrannya akan mematIkan potensI yang telah ada dan berkembang
selama InI, sehIngga malah menjadI bumerang bagI daerah karena berkurangnya pendapatan
akIbat lesu dan matInya dunIa usaha serta daya belI masyarakat.
Sumbersumber penerImaan daerah dalam pelaksanaan otonomI daerah adalah :
a. Pendapatan aslI daerah;
b. 0ana perImbangan;
c. PInjaman daerah;
d. LaInlaIn penerImaan daerah
0ana PerImbangan terdIrI darI:
1. 8agIan daerah darI penerImaan P88, 8ea Perolehan Hak Atas Tanah dan 8angunan,
penerImaan darI sumber daya alam, yaItu :
PenerImaan P88 sebesar 90 (10 untuk PemerIntah Pusat).
PenerImaan bea perolehan hak atas tanah E bangunan sebesar 80 (20 untuk
pemerIntah pusat).

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxxiv
PenerImaan darI sumber daya alam sektor kehutanan, pertambangan umum, dan
perIkanan sebesar 80 (20 untuk PemerIntahan Pusat).
PenerImaan darI sumber daya alam mInyak dan gas alam :
a. PenerImaan darI mInyak bumI yang berasal darI wIlayah daerah penghasIl sebesar 15
setelah dIkurangI pajak (85 untuk pemerIntah pusat).
b. PenerImaan darI gas alam yang berasal darI wIlayah daerah penghasIl sebesar J0
(70 untuk pusat).
2. 0ana AlokasI umum, dengan ketentuan sebagaI berIkut :
untuk daerah provInsI 10 dan untuk daerah kabupaten/kota 90 darI dana alokasI
umum.
0ana AlokasI 0aerah untuk suatu daerah kabupaten/kota tertentu dItetapkan
berdasarkan perkalIan jumlah dana alokasI umum untuk daerah kabupaten/kota yang
dItetapkan dalam AP8N dengan porsI daerah kabupaten/kota yang bersangkutan.
PorsI daerah kabupaten/kota merupakan porsI bobot porsI daerah kabupaten/kota yang
bersangkutan terhadap jumlah bobot semua daerah kabupaten/kota dIseluruh
ndonesIa.
8obot 0aerah dItetapkan berdasarkan:
a. Kebutuhan WIlayah DtonomI 0aerah;
b. PotensI ekonomI 0aerah.
J. 0ana alokasI khusus.
0ana AlokasI Khusus dapat dIalokasIkan darI AP8N kepada 0aerah tertentu untuk
membantu membIayaI kebutuhan khusus, dengan memperhatIkan tersedIanya dana
dalam AP8N. Kebutuhan khusus yang dImaksud adalah:
a. kebutuhan yang tIdak dapat dIperkIrakan dengan menggunakan rumus alokasI umum,
dan /atau
b. kebutuhan yang merupakan komItmen atau prIorItas nasIonal.
0ana alokasI khusus termasuk yang berasal darI dana reboIsasI dengan Imbangan :
a. 40 dIbagIkan kepada daerah penghasIl sebagaI 0ana AlokasI Khusus.
b. 60 untuk PemerIntah Pusat.
0aerah dapat melakukan pInjaman darI dalam negerI untuk membIayaI sebagIan
anggarannya melaluI pemerIntah pusat. Namun demIkIan daerah dIlarang melakukan pInjaman
yang menyebabkan terlampauInya batas jumlah pInjaman daerah yang dItetapkan, serta
dIlarang melakukan perjanjIan yang bersIfat penjamInan sehIngga mengakIbatkan beban atas
keuangan daerah.
Secara hIrarkhI pembIayaan daerah darI sumber pemerIntah bersumber darI AP80
Kabupaten, AP80 PropInsI dan AP8N (pusat), yaItu berdasarkan sIfat, volume dan jangkauan
program yang dIrencanakan dengan ketentuan sebagaI berIkut :
Program dengan skala lokal kabupaten dIarahkan darI dana AP80 Kabupaten

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxxv
Program dengan skala regIonal propInsI atau antar kabupaten atau memIlIkI skala
kabupaten namun memerlukan sumberdana yang besar dIarahkan menggunakan alokasI
dana AP80 PropInsI
Program dengan skala nasIonal atau antar propInsI namun melIntas atau berlokasI dIwIlayah
kabupaten atau memIlIkI skala kabupaten namun memerlukan sumberdana yang besar
dIarahkan menggunakan alokasI dana darI AP8N
SelaIn berbagaI sumber pendapatan resmI sebagaImana dIjelaskan dIatas, perlu pula
dIgalI sumber pembIayaan swasta atau swadaya masyarakat dengan melIbatkan lebIh aktIf lagI
peran serta mereka dalam Ikut membangun daerah.
7.6. PENANCCUNC JAWA
Penanggung jawab pelaksanaan program terkaIt dengan tIndak lanjut/ImplementasI
darI Program pembangunan yang telah dIsusun, yaItu InstansI yang bertanggung jawab untuk
melaksanakannya. Unsur pelaksana yang bertanggung jawab pada dasarnya terdIrI darI dua
yaItu InstItusI pemerIntah dan masyarakat/swasta. Namun mengIngat masyarakat dalam hal InI
sebagaI obyek dan subyek kegIatan, maka keterlIbatan masyarakat akan terjadI pada seluruh
program. 0engan demIkIan penekanan lebIh dItujukan kepada InstansI pelaksana darI
PemerIntah 0aerah, hal InI terkaIt dengan kesInambungan pelaksanaan program pembangunan
selanjutnya yang dIsesuaIakn dengan program kerja masIngmasIng InstansI dan alokasI
pembIayaan yang akan mengelolanya.
Penetapan satu InstansI sebagaI penanggung jawab mengandung pengertIan sebagaI
koordInator, karena pada dasarnya hampIr semua program pembangunan bersIfat lIntas
sektoral dalam pelaksanaannya, sehIngga dalam matrIk IndIkasI program hanya dItulIskan satu
InstansI pelaksana yang bersIfat sebagaI koordInator dengan tIdak melupakan koordInasI
dengan InstansI terkaIt laInnya.
0engan demIkIan penentuan InstansI pelaksana program dIlakukan sesuaI dengan
wewenang kerjanya, dImana jumlah InstansI dIlIngkungan PemerIntah Kabupaten 8arIto Kuala
terdIrI darI 15 dInas, 4 badan dan 1 Kantor, yaItu :
1. 8adan Perencanaan Pembangunan 0aerah.
2. Kantor Pemberdayaan |asyarakat dan Perempuan
J. 8adan Pengawas 0aerah
4. 8adan KepegawaIan 0aerah
5. 8adan Kesatuan 8angsa dan PerlIndungan |asyarakat
6. 0Inas PerIndustrIan dan Perdagangan
7. 0Inas PerIkanan dan Kelautan
8. 0Inas Pasar
9. 0Inas KoperasI dan Usaha KecIl |enengah
10. 0Inas Kependudukan
11. 0Inas PertanIan

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxxvi
12. 0Inas Pekerjaan Umum
1J. 0Inas ParIwIsata SenI dan 8udaya
14. 0Inas PendIdIkan
15. 0Inas Kesehatan
16. 0Inas Perhubungan
17. 0Inas Kehutanan dan Perkebunan
18. 0Inas Kesejahteraan SosIal
19. 0Inas Tenaga Kerja dan TransmIgrasI
20. 0Inas Pendapatan

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxxvii
Tabel 7.1
ndIkasI Program Pembangunan
Kabupaten 8arIto Kuala Tahun 200J 2012

SEKTDP
PPDCPAh

SUhEP
PEhIAYAAN

INSTANSI
PELAKSANA
TAHAPAN PELAKSANAAN
LDKASI PPDCPAh
TAHAP I
(Tahun 2003-2007)
TAHAP II
(Tahun 2008-2012)
A. TPANSPDPTASI
A1. JarIngan JaIan
1. jalan 8akumpaI |argasarI


AP80 PropInsI


KImpraswIl Prop



Kec. 8akumpaI
2. jalan |arabahanKurIpan
TamIyang Layang
AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab

Kec. |arabahan,
Tabukan, KurIpan,
bakumpaI
J. jalan KurIpan|argasarI/
Negara
AP80 PropInsI KImpraswIl Prop

Kec. KurIpan
4. jalan |arabahan
8arambaI 8elawang
WanarayaAnjIr Pasar
AP80 Kab/Prop 0Inas PU Kab /
KImpraswIl Prop


Kec. |arabahan,
8arambaI, 8elawang,
Wanaraya, AnjIr Pasar

5. jalan Tabukan8arambaI AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab

Kec. Tabukan,
8arambaI, bakumpaI
Kec. Tabukan,
8arambaI, 8akumpaI
6. jalan |andastanaLIngkar
Utara
AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab


Kec. |andastana
7. jalan AlalakJemb.8arIto AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab


Kec. Alalak
8. jalan AnjIr PasarTamban
|ekarsarITabunganen
AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab

Kec. AnjIr Pasar,
Tamban, |ekarsarI,
Tabunganen
Kec. AnjIr Pasar,
Tamban, |ekarsarI,
Tabunganen
9. jalan AnjIr PasarKuala
Lupak
AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab

Kec. AnjIr Pasar
A2. Jembatan
1. jemb. FumpIyang (S.
8arIto)
- AP80/AP8N/
Prop/Kab
- Swasta
0Inas PU Kab /
KompraswIl Prop
/ Swasta


2. jemb. PalIngkau (S.
8arIto)
AP80/AP8N 0Inas PU Kab /
KompraswIl Prop


Kec. 8akumpaI
J. jemb. S. Tabunganen AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab


Kec. Tabunganen
4. jembatan yang melIntas
dIatas handIl/sungaI kecIl
AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab

Tersebar Tersebar
A3. TermInaI Angkutan Umum
1. termInal HandIl 8aktI
- Swasta
- AP80 Kab
0Inas PU Kab /
Swasta


HandIl 8aktI
2. termInal 8akumpaI - Swasta
- AP80 Kab
0Inas PU Kab /
Swasta


Kec. 8akumpaI

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxxviii
J. termInal Wanaraya AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab

Kec. Wanaraya
4. termInal Tabukan AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab


Kec. Tabukan
5. sub termInal bukota Kec. AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab

bukota Kec. LaInnya bukota Kec. LaInnya
A4. PeIabuhan l 0ermaga
1. pelabuhan Pelayaran
Fakyat
- Swasta
- AP80
Kabupaten
0Inas PU Kab /
Swasta


Kec. Alalak
A5. Poute Angkutan
1. HandIl 8aktI8akumpaI
AP80 Kabupaten 0Inas Perhubungan
Kab



2. HandIl 8aktIAnjIr Pasar
Kapuas
AP80 Kabupaten 0Inas Perhubungan
Kab


J. HandIl 8aktI|andastana AP80 Kabupaten 0Inas Perhubungan
Kab



4. HandIl 8aktIAnjIr Pasar
Wana raya8arambaI
|arabahan
AP80 Kabupaten 0Inas Perhubungan
Kab


5. |arabahanKurIpan
TamIyang Layang
8untok/Teweh/Kelua
AP80 Kabupaten 0Inas Perhubungan
Kab



6. |arabahan|argasarI
Fantau
0Inas Perhubu
ngan PropInsI



7. HandIl 8aktIAlalak
Jembatan 8arIto
AP80 Kabupaten 0Inas Perhubungan
Kab



8. HandIl 8aktIAnjIr Psr
Tamban |ekarsarI
Tabunganen
AP80 Kabupaten 0Inas Perhubungan
Kab



. SAPANA PPASAPANA
1. FasIIItas PendIdIkan
1. SLTA (S|U)


AP80 Kabupaten



0Inas PendIdIkan
Kab

Kec. Tabukan,
Cerbon, 8arambaI,
Wanaraya,
Tabunganen,
KurIpan, 8akumpaI
Kec.Cerbon,Tamban,
|ekarsarI, Wanaraya,
AnjIr Pasar, AnjIr
|uara, |andastana,
8elawang, F.8adauh,
Tabunganen
2. SLTA (S|K) AP80 Kabupaten 0Inas PendIdIkan
Kab

Kec. Tamban E
Alalak
Kec. Alalak E
|arabahan
J. SLTP AP80 Kabupaten 0Inas PendIdIkan
Kab

Kec.
Tabukan,KurIpan,
|ekarsarI, 8arambaI,
Cerbon, Wanaraya,
Alalak, 8akumpaI
Kec. Tamban,
Tabunganen,
|arabahan, Alalak,
AnjIr Pasar, AnjIr
|uara,
4. S0 AP80 Kabupaten 0Inas PendIdIkan
Kab

Seluruh Kecamatan Seluruh Kecamatan

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxxxix
2. FasIIItas Kesehatan
1. Puskesmas Fawat nap
AP80 Kabupaten 0Inas Kesehatan
Kab

Kec. KurIpan Kec. Tabukan
2. Fumah SakIt AP80 Kabupaten 0Inas Kesehatan
Kab

Kec. Alalak (HandIl
8aktI)

Kec. Tamban
3. Perdagangan
1. Pengembangan Pusat
Perdagangan Kecamatan
AP80 Kabupaten 0Inas PerIndag Kab

Tersebar Tersebar
2. Pengembangan Pusat
Perdagangan FegIonal
AP80 Kabupaten 0Inas PerIndag Kab

HandIl 8aktI,
|arabahan
Tamban
4. Penerangan LIstrIk

PLN PLN

Seluruh Kecamatan Seluruh Kecamatan
5. JarIngan TeIepon Telkom Telkom

Kec. Alalak, AnjIr
|uara, AnjIr Pasar,
Tamban, 8akumpaI,
|andastana,
F.8adauh, Cerbon,
|arabahan
Kec. Tabukan,
KurIpan, 8arambaI,
8elawang, Wanaraya
6. JarIngan AIr ersIh P0A| Kabupaten P0A| Kabupaten

Seluruh Kecamatan Seluruh Kecamatan
C. PertanIan
1. PemelIharaan Jar. rIgasI
AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab

Tersebar Tersebar
2. Pengembangan Jar. rIgasI AP80 Kabupaten 0Inas PU Kab

Kec. 8akumpaI,
Cerbon
Kec. 8akumpaI,
Cerbon
J. PenyedIaan AlsIntan AP80 Kabupaten 0Inas PertanIan
Kab

Tersebar Tersebar
4. Pengembangan AgrobIsnIs
dan AgroIndustrI
AP80 Kabupaten 0Inas PertanIan
Kab / 0Inas
PerIndag Kab

Kec. |andastana,
8elawang, Cerbon
Kec. |andastana,
8elawang, Cerbon
5. Pengembangan Sentra
Jeruk
AP80 Kabupaten 0Inas Hutbun Kab

Kec. Cerbon, Alalak,
8arambaI
Kec. Cerbon, Alalak,
8arambaI
6. Pengembangan Sentra
Fambutan
AP80 Kabupaten 0Inas Hutbun Kab

Kec. Tabukan, AnjIr
Pasar, Wanaraya,
8arambaI, |arabahan
Kec. Tabukan, AnjIr
Pasar, Wanaraya,
8arambaI, |arabahan
7. Pengembangan Sentra
Nanas
AP80 Kabupaten 0Inas Hutbun Kab

Kec. Tamban,
|ekarsarI
Kec. Tamban,
|ekarsarI
8. Pengembangan Sentra AP80 Kabupaten 0Inas Hutbun Kab


Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxl
Sayuran E PalawIja Kec. Wanaraya,
8elawang, 8arambaI,
Tabukan, |andastana
Kec. Wanaraya,
8elawang, 8arambaI,
Tabukan, |andastana
9. Pencetakan Sawah AP80 Kabupaten 0Inas 0Inas PU Kab

Tersebar Tersebar
0. Perkebunan
1. KomodItI Kelapa
AP80 Kabupaten 0Inas Hutbun Kab

Kec. Tamban,
Tabunganen,
|ekarsarI
Kec. Tamban,
Tabunganen,
|ekarsarI,



2. KomodItI Purun AP80 Kabupaten 0Inas Hutbun Kab

Kec. Cerbon,
KurIpan, Tabukan,
8akumpaI
Kec. Cerbon,
KurIpan, Tabukan,
8akumpaI
J. Pengembangan Kaw.
ndustrI |asyarakat
Perkebunan (KImbun)
AP80 Kabupaten 0Inas Hutbun Kab

Kec. KurIpan,
Cerbon, Tamban
Kec. KurIpan,
Cerbon, Tamban
4. Pengembangan ndustrI
Pengolahan Kelapa
AP80 Kabupaten 0Inas Hutbun Kab

Kec. Tamban Kec. Tamban
5. Pengembangan ndustrI
Pengolahan/KerajInan
Purun
AP80 Kabupaten 0Inas Hutbun Kab

Kec. KurIpan, Cerbon Kec. KurIpan, Cerbon
E. Peternakan
1. Peternakan Ayam
AP80 Kabupaten 0Inas PertanIan
Kab

Kec. |andastana Kec. |andastana
2. Peternakan tIk AP80 Kabupaten 0Inas PertanIan
Kab

Kec. Tabunganen,
AnjIr Pasar
Kec. Tabunganen,
AnjIr Pasar
J. Peternakan KambIng E
SapI
AP80 Kabupaten 0Inas PertanIan
Kab

Kec. Wanaraya,
8arambaI
Kec. Wanaraya,
8arambaI


7.7. PE0DhAN UhUh PENETAPAN PEhANFAATAN PUANC
0alam pelaksanaan pemanfaatan ruang, FTFW kabupaten dIjabarkan kedalam FepelItada
yang dIjabarkan kembalI dalam program tahunan pemanfaatan ruang. Penyusunan program
pemanfaatan ruang beserta pembIayaannya dIutamakan kepada kawasankawasan yang
dIprIorItaskan pembangunannya guna mendukung pembentukkan struktur dan pola
pemanfaatan ruang wIlayah Kabupaten. Penyusunan program pemanfaatan ruang beserta
pembIayaannya, dIalokasIkan sesuaI dengan tahapan pembangunan, melaluI pembahasan
dalam rapat koordInasI pembangunan guna tercapaInya keselarasan rencana kegIatan
pemanfaatan ruang dengan rencana kegIatan pembangunan sektoral dan daerah.
Pemanfaatan ruang dIlakukan melaluI pelaksanaan program pemanfaatan ruang beserta
pembIayaannya yang dIdasarkan atas rencana tata ruang. Pemanfaatan ruang dIselenggarakan

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxli
bertahap sesuaI dengan jangka waktu yang dItetapkan dalam rencana tata ruang. Untuk Itu
dalam pemanfaatan ruang harus dIkembangkan :
1. Pola pengelolaan tata guna tanah, tata guna aIr, tata guna udara, tata guna sumber daya
alam laInnya sesuaI dengan asas penataan ruang
2. Perangkat yang bersIfat InsentIf dan dIsInsetIf dengan menghormatI hak penduduk sebagaI
warga negara.


7.8. PENCEhANCAN SISTEh INSENTIF 0AN 0ISINSENTIF
Penerapan mekanIsme InsentIf dan dIsInsentIf untuk mengoptImalkan pemanfaatan
rencana tata ruang wIlayah kabupaten yang telah dIsusun dan dIsepakatI bersama sebagaI
satusatunya acuan bagI pembangunan dan pengembangan daerah. KebIjakan pemberIan
nsentj merupakan pengaturan yang bertujuan memberIkan rangsangan terhadap kegIatan
yang sesuaI dengan rencana tata ruang wIlayah, untuk lebIh memacu ImplementasI
pemanfataan rencana tata ruang. Sedangkan kebIjakan dsnsentj merupakan pengaturan
yang dIberlakukan untuk tujuan membatasI pertumbuhan atau mengurangI kegIatan yang tIdak
sejalan dengan rencana tata ruang, agar tIdak semakIn menyImpang darI arahan rencana dan
tIdak merusak struktur tata ruang yang telah dIrencanakan.
Pengaturan kebIjakan InsentIf dan dIsInsentIf pada dasarnya lebIh bersIfat lokasIonal dan
kasuIstIs yang secara konkrIt dan tegas dIkajI dalam konteks rencana tata ruang yang lebIh
detaIl (F0TF, Fenko KK, FUTFK dll) sesuaI dengan permasalahan yang ada dan dItemuI dalam
lIngkup mIkro studInya. Arahan kebIjakan InsentIf dan dIsInsentIf dalam FTFWK InI sangat
umum dan merupakan alternatIf terhadap berbagaI kemungkInan yang akan tImbul dImasa
yang akan datang.
Adapun kebIjakan InsentIf dan dIsInsentIf yang dapat dIterapkan dIwIlayah Kabupaten
8arIto Kuala adalah sebagaI berIkut :
a. KebIjakan nsentIf :
1. 8Idang ekonomI :
PemberIan kompensasI pembebasan pajak untuk InvestasI besar yang dapat
menggerakkan perekonomIan kabupaten dan regIonal.
PemberIan kemudahan/kerInganan dalam pelaksanaan InvestasI
Penundaan/penjadwalan ulang pembayaran retrIbusI daerah hIngga InvestasInya
menghasIlkan
PemberIan jasa layanan konsultasI
|emberIkan kesempatan penanaman saham bagI Investor baru.
PenyedIaan fasIlItas kredIt yang terjangkau dengan prosedur yang tIdak berbelIt



Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxlii
2. 8Idang FIsIk :
Pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana sosIal ekonomI, berupa :
JarIngan jalan, JarIngan lIstrIk dan telekomunIkasI, nfrastruktur laInnya
NormalIsasI saluran pada kawasan pesIsIr pantaI menuju daratan untuk mencegah
perambahan kawasan lIndung menjadI budIdaya tambak
|emberIkan kemudahaan bagI penyedIaan lahan untuk InvestasI, antara laIn
penyedIaan lahan gratIs, dIscount atau mengangsur.
Pembangunan kaplIng sIap bangun dan lIngkungan sIap bangun untuk pengembangan
property.
J. 8Idang PerIzInan dan Pelayanan nformasI :
|empermudah prosedur admInIstrasI pemberIan IjIn pemanfaatan ruang
Penyebarluasan InformasI rencana pemanfaatan ruang
|empermudah pemberIan data/InformasI
b. KebIjakan 0IsInsentIf :
1. 8Idang ekonomI :
Pengenaan pajak yang tInggI
Pengenaan retrIbusI berlIpat/berganda
TIdak menyedIakan fasIlItas kredIt
2. 8Idang FIsIk :
|embatasI atau tIdak menyedIakan pengembangan/pembangunan sarana dan
prasarana.
Pengaturan tata bangunan yang ketat, melaluI : Persayaratan bangunan (K08, CS8,
KL8, DSF, dan laInnya), Pengaturan tata bangunan dan lIngkungan
Program konsolIdasI lahan
Pembatasan fIsIk lokasI (pemagaran, pembuatan saluran, jalur hIjau dan laInnya)
Pembuatan dokumen Amdal yang ketat
J. 8Idang PerIzInan dan Pelayanan nformasI :
Pembatasan perIjInan bagI kegIatan pemanfaatan ruang yang tIdak sesuaI dengan
rencana tata ruang
Pembatalan/pencabutan perIjInan bagI kegIatan yang melanggar/tIdak sesuaI
dengan arahan rencana tata ruang
TIdak mempromosIkan/menyebarluaskan InformasI







Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxliii






8.1. PEhANFAATAN PUANC
Pemanfaatan ruang dIlakukan melaluI pelaksanaan program pemanfaatan ruang beserta
pembIayaan yang dIdasarkan atas rencana tata ruang. Hal InI dItetapkan dalam rencana tata
ruang. Untuk Itu dalam pemanfaatan ruang harus dIkembangkan :
1. Pola pengelolaan tata guna tanah, tata guna aIr, tata guna udara, tata guna sumber daya
alam laInnya sesuaI dengan asas penataan ruang.
2. Perangkat yang bersIfat InsentIf dan dIsInsentIf dengan menghormatI hak penduduk
sebagaI warga negara.
8.2. PEhANTAUAN 0AN PENCEN0ALIAN PEhANFAATAN PUANC
Salah satu unsur pentIng dalam pengelolaan tata ruang adalah pemantauan dan
pengendalIan pemanfaatan ruang agar selalu sesuaI dengan FTFW yang telah dIjadIkan
Peraturan 0aerah, Hal InI perlu dIlakukan karena banyaknya pIhak yang terlIbat dalam
pelaksanaannya FTFW, yaItu :
1. PemerIntah, baIk Itu pemerIntah daerah maupun depertemen/InstansI sektoral,melaluI
penyusunan programprogram dan proyek pembangunan lIma tahunan sesuaI dengan
kepentIngan masIngmasIng.
2. |asyarakat luas, baIk Itu perorangan maupun swasta yang menanamkan InvestasInya dI
daerah .
Sehubungan dengan hal Itu maka kegIatan pemantauan atau dan pengendalIan
pemanfaatan ruang sangat perlu dIlakukan agar pelaksanaan FTFW Kabupaten 8arIto Kuala
dapat berjalan dengan sesuaI dengan yang dIrencanakan.
A. Pemantauan Pemanfaatan Puang
KegIatan pemantauan pemanfaatan ruang merupakan salah satu bentuk darI seluruh
kegIatan pengelolaan pemanfaatan ruang. Pemantauan perlu dIlakukan oleh berbagaI InstansI
yang terkaIt dI bawah koordInasI 8appeda Kabupaten 8arIto Kuala dan TIm KoodInasI Penataan
Fuang 0aerah ( TKPF0) Kabupaten.
Pemantauan InI merupakan kegIatan memonItor dan atau mengawasI pemanfaatan
ruang Kabupaten 8arIto Kuala, baIk kegIatan yang baru akan berlangsung maupun perubahan
perubahan pemanfaatan ruang yang terjadI. Semuanya Itu dIsesuaIkan dengan FTFW
Kabupaten 8arIto Kuala sebagaI pedoman pemanfaatan ruang. 0alam hal InI tercakup juga
BAB VIII
KETENTUAN PENGENDALIAN
PEMANFAATAN RUANG

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxliv
kegIatan memonItor dan mengawasI setIap usulan atau pengajuan pemanfaatan ruang dalam
skala besar dI Kabupaten 8arIto Kuala. Pemantauan dapat dIlakukan melaluI proses perIjInan
lokasI, terutama bagI kegIatan yang memanfaatkan dalam skala besar.
0IsampIng Itu tercakup pula kegIatan mengumpulkan dan memperbaharuI data untuk
memberI masukan bagI penInjauan kembalI FTFW Kabupaten yang dIlakukan setIap lIma
tahun. Hal InI dIlakukan dengan mengembangkan suatu sIstem dctc bcse yang terkoordInIr
dengan baIk yang dapat dengan cepat mengantIsIpasI perubahanperubahan yang terus terjadI.
SelaIn Itu dIbutuhkan pola pengembangan suatu sIstem organIsasI atau kelembagaan darI
aparat pemerIntah Kabupaten 8arIto Kuala agar upaya pemantauan pemanfaatan ruang
Kabupaten dapat berjalan dengan lebIh efektIf. SIstem InI perlu dIdukung struktur organIsasI
maupun tata kerjanya. Untuk Itu dIperlukan penIngkatan kemampuan aparat pemerIntah
Kabupaten secara terus menerus dan berkesInambungan.
. PengendaIIan Pemanfaatan Puang
PengendalIan pemanfaatan ruang yang sesuaI dengan FTFW Kabupaten 8arIto Kuala.
Pada dasarnya berkaItan erat dengan adanya kawasan lIngdung dan budIdaya dI Kabupaten
8arIto Kuala, kegIatan pemantauan sepertI yang telah dIkemukakan pada bagIan sebelumnya
merupakan tahap awal darI upaya pengendalIan pemanfaatan ruang. 8erdasarkan hasIl
pemantauan barulah dapat dIlakukan kegIatan penertIban sebagaI tIndakan penanganan
masalah tata ruang.
SampaI saat InI belum ada secara jelas InstansI mana yang memantau dan
mengendalIkan pemanfaatan rencana tata ruang dI daerah. 8appeda Kabupaten sesuaI dengan
tugas dan fungsInya hanya merencanakan, sementara 8PN hanya melaksanakan. 0Ikarenakan
belum adanya InstansI khusus yang memIlIkI tugas dan fungsI tersebut, maka PemerIntah
0aerah serIng kesulItan dalam memmantau pemanfataan ruang dI Kabupaten. 8appeda
Kabupaten hanya memIlIkI perangkat Sub bIdang Perencanaan tata Fuang, namun
kewenangannya sesuaI dengan Tugas Pokok dan FungsInya hanya merencanakan, tIdak ada
untuk mengendalIkan.
Tata cara pengendalIan pelaksanaan rencana yang menjadI pedoman kerja TIm
KoordInasI Penataan Fuang 0aerah perlu segera dIsusun. Tata cara dImaksud mInImal
mengatur aspek manajemen pengendalIan, makanIsme pengendalIan program yang berkaItan
dan salIng mendukung yang dIlaksanakan oleh sector yang berbeda, hubungan antara
lembagalembaga pemerIntahan dan pelaksanaan pengaturan penyedIaan bIaya dan aspek
aspek teknIs untuk persyaratan pengawasan.
PengendalIan pemanfaatan ruang dIlakukan melaluI pengawasan dan penertIban
pemanfaatan ruang yang dIselenggarakan dengan cara :
|elaporkan pelaksanaan pemanfaatan ruang

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxlv
|emantau perubahan pemanfaatan ruang.
|engevaluasI konsIsten pelaksanaan rencana tata ruang
PemberIan sanksI hukum atas pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang
8.3. KECIATAN PENCAWASAN
Agar InplementasI kegIatankegItan yang dIlakukan Itu senantIasa serasI dan sInkron
dengan rencana tata ruang yang dIsusun, maka perlu tahapan kegIatan pengawasan, yang
melIputI pelaporan, pemantauan dan evaluasI.
Tujuan darI kegIatan InI adalah :
|enemukan permasalahan yang dItemuI untuk segera dIperbaIkI.
|endukung usaha penyempurnaan perencanaan berIkutnya dengan menyedIakan InformasI
InformasI tentang sItuasI perkembangan pelaksanaan Fencana Tata Fuang
Untuk mendukung pelaksanaan kegIatan pemantauan, maka perlu dIsusun suatu sIstem
pelaporan antara InstansI terkaIt serta adanya pusat monItorIng dan pemrosesan data yang
sesuaI dengan kondIsI daerah setempat atau dIserahkan kepada 8appeda yang memIlIkI
perangkat yang sementara InI lebIh baIk.
HasIl pengawasan pemanfaatan ruang berupa temuan penyImpangan dIlaporkan kepada
Kepala 0aerah, selanjutnya Kepala 0aerah menyIapkan langkahlangkah tIndak lanjut untuk
pemerIksaan dan penyIdIkan atas penyImpangan terhadap pemanfaatan ruang, berdasarkan
hasIl evaluasI penyImpangan dan melaluI peInjauan lapangan pada lokasI secara koordInatIf
dan terpadu .
KegIatan evaluasI perlu dIlakukan untuk menghasIlkan umpan balIk yang dIbutuhkan
untuk penyempurnaan rencana tata ruang yang sedang berjalan maupun masukan bagI
pembuatan rencana baru. 0IsampIng Itu untuk mengetahuI masalahmasalah yang dItemuI
pada tahap pelaksanaan rencana tersebut. 0engan demIkIan dapat dIusahakan upayaupaya
yang dIperlukan untuk memperbaIkI petunjuk kerja pelaksanaan tata ruang berIkutnya.
KegIatan InI dIlaksanakan oleh TIm KoordInasI Penataan Fuang 0aerah atau dIserahkan kepada
8appeda jIka TIm koordInasI Tata Fuang 0aerah belum terbentuk.
8.4. KECIATAN PENEPTIAN
KegIatan penertIban dIlakukan dalam rangka ImplementasI rencana yang sudah terjadI,
yang serIng tIdak sesuaI dengan yang dIIngInkan dan mungkIn saja terjadI penyImpangan
penyImpangan darI rencana tata ruang yang telah dItetapkan. PenyImpangan InI dIsampIng
terjadI karena kemampuan keterampIlan petugas yang menanganI terbatas, kemajuan
teknologI ataupun perkembangan pembangunan yang sangat pesat, atau karena pemanfaatan
ruang yang laIn yang lebIh pentIng.

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxlvi
PenertIban terhadap pemanfaatan ruang yang tIdak sesuaI dengan rencana tata ruang
dIselenggarakan dalam bentuk. pengenaan sanksI sesuaI dengan peraturan perundang
undangan yang berlaku. PenertIban pemanfaatan ruang dIlakukan melaluI penertIban
langsung dIlaksanakan melaluI :
PemberIan sanksI atas pelanggran pemanfaatan ruang dIlakukan melaluI pemerIksaan dan
penyelIdIkan atas semua pelanggaran atau tIndakan kejahan yang dIlakukan terhadap
pemanfaatan ruang yang tIdak sesuaI dengan rencana tata ruang.
PemberIan sanksI berupa sanksI admInIstrasI, sanksI perdata dan sanksI pIdana, pemberIan
sanksI dImaksud dIupayakan sebagaI tIndakan terakhIr yang harus dIlakukan setelah
dIberIkan pemberItahuan teguran.
PenertIban tIdak langsung dIlaksanakan melaluI :
Pengenaan kebIjaksanaan pajak/restrIbusI
Pembatasan pengadaan prasarana dan sarana
Penolakan pemberIan perIzInan pembangunan
TIndakan penertIban terhadap pelanggaran pemanfaatan ruang sebelum dI undangnya
rencana tata ruang bersIfat persuasIf dan hImbauan. TIndakan tersebut antara laIn berupa
pembInaan melaluI penyuluhan kepada masyarakat, pembatasan masa perIzInan,
pemIndahan/relokasI/resetlement, penggantIan yang layak, perbatasan perluas bangunan,
pembatasan jenIs dan skala kegIatan
Tata cara tIndakan penertIban dIlakukan sebagaI berIkut :
Pengumpulan buktI dalam rangka mengIndetIfIkasI jenIsjenIs pelanggaran
PemberItahuan kepada pelaku tentang adanya pelanggaran dalam pemanfaatan ruang.
Surat perIngatan dan mentaatI ketentuan yang berlaku
PenghentIan kegIatan
Pengajuan pengadIlan
|asIngmasIng tahapan kegIatan tersebut perlu dIberI batasan waktu.
PengendalIan pemanfaatan ruang yang dIlakukan karena adanya kemungkInan terjadI
konplek antara kawasan lIndung dengan kawasan budIdaya kawasan laInnya, kasuskasus yang
dapat terjadI permasalahan yaItu konflIk antara :
1. Fencana dengan status/usaha tanah.
2. Fencana dengan proyekproyek pembangunan.
J. Fencana dengan penggunaan tanah yang sedang berlangsung.
8erkaItan dengan adanya kawasan lIndung dI Kabupaten 8arIto Kuala, maka kegIatan yang
dapat dIlakukan pada kawasan tersebut yaItu :
1. Pemanfaatan fungsI kawasan lIndung yang masIh dapat dIpertahankan

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxlvii
2. PengembalIan fungsI lIndung pada kawasan yang mengalamI tumpang tIndIh dengan
kegIatan budIdaya atau lahan krItIs yang dapat mengganggu fungsI lIndung.
J. Pelarangan dIlakukannya kegIatan budIdaya pada kawasan lIndung
4. |elakukan enclave pada kawasan lIndung yang terdapat kawasan budIdaya
5. Pembatasan kegIatan budIdaya yang sudah ada pada kawasan lIndung, sehIngga tIdak
berkembang lebIh jauh dengan tIndakan konservasI secara IntensIf
6. PemIndahan kegIatan budIdaya yang dapat mengganggu fungsI lIndung sebagaI upaya
penertIban pada kawasan lIndung.
Pada kawasan budIdaya tIndakan pengendalIan yang dapat dIlakukan antara laIn :
1. Pengarahan lokasI budIdaya melaluI makanIsme perIzInan (untuk kawasan berskala besar)
baIk Itu dengan pendekatan InsentIf maupun dIsInsentIf.
2. Pelarangan/pencegahan dIlakukannya kegIatan budIdaya (status penguasaan) lahan proyek
pembangunan, penggunaan lahan yang berlangsung lama melaluI berbagaI ketentuan yang
berlaku.
0alam upya pengendalIan pemanfaatan ruang peranan koordInsI dalam pemerIntahan
sendIrI juga sangat pentIng. Hal InI dIlakukan oleh 8appeda Kabupaten, serta TIm KoordInasI
Penataan Fuang Kabupaten yang keanggotaannya melIputI InstansIInstansI 8appeda, 8adan
Pertanahan NasIonal, serta 0Inas laInnya
8.5. PEhIAYAAN PELAKSANAAN 0AN PENCEN0ALIAN PEhANFAATAN PUANC
0alam pelaksanaan, FTFW Kabupaten 8arIto Kuala memerlukan bIaya bagI pelaksanaan
dan pengendalIan. 8IayabIaya tersebut mencakup bIaya memproses menjadI PEF0A,
pemasyarakatan FTFW Kabupaten, pemantauan dan pengendalIan pemanfaatan ruang, serta
penInjauan kembalI atau evaluasI FTFW Kabupaten.
Secara kuantItas, jumlah yang dIbutuhkan relatIf yang cukup besar, sumber pembIayaan
dIharapkan berasal darI sumbersumber pendapatan yang aslI daerah (PA0) melaluI AP80
Kabupaten 8arIto Kuala, namun tIdak tertutup kemungkInan memInta bantuan teknIs darI
PropInsI maupun Pusat apabIla kemampuan pendanaan daerah terbatas. 8antuan teknIs InI
sIfatnya menunjang pelaksanaan kegIatankegIatan yang dImIlIkI kepentIngan nasIonal dI
daerah.
0IsampIng juga dapat dIupayakan adanya partIsIpasI pIhak swasta atau suatu bentuk
kerja sama pemerIntah daerah dengan swasta dalam pembIayaan pengelolaan tata ruang
Kabupaten 8arIto Kuala.





Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxlviii




.1. KETENTUAN PENCANA TATA PUANC 0I KAWASAN PEPKDTAAN, PEP0ESAAN 0AN
KAWASAN TEPTENTU
8erdasarkan tata ruang dalam produk rencana tata ruang wIlayah kabupaten InI,
dIharapkan secara keseluruhan fungsI wIlayah yang akan dapat dIkendalIkan sehIngga program
pembangunan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatIkan masalah lIngkungan hIdup InI
akan dapat dIpenuhI. Pada sIsI laIn dengan adanya kepastIan hukum tentang pemanfaatan
tanah InI, maka dIharapkan mInat InvestasI pembangunan akan lebIh menIngkat pada masa
yang akan datang.
SesuaI dengann Undangundang nomor 24 tahun 1992 pasal 22 ayat (J) terutama pada
poInt menyebutkan bahwa rencana tata ruang wIlayah kabupaten/kotamadya daerah tIngkat
menjadI pedoman untuk penyusunan rencana rIncI tata ruang dI kabupaten/kotamadya
daerah tIngkat .
8erdasarkan undangundang tersebut maka keberadaan rencana tata ruang wIlayah InI
akan menjadI pedoman dalam penyusunan rencana yang lebIh detaIl lagI yaItu penyusunan
rencana detaIl tata ruang kota (F0TFK) dan rencana teknIk ruang kota (FTFK), selaIn Itu juga
dIgunakan sebagaI pedoman dalam penyusunan rencana yang lebIh detaIl untuk berbagaI
fungsI kawasan (penyusunan rencana kawasan khusus) sehIngga rencana yang akan dIsusun
nantInya akan lebIh bersIfat operasIonal.
.2. LECALITAS PENCANA TATA PUANC
LegalItas rencana tata ruang InI sangat dIperlukan mengIngat dengan adanya suatu
kekuatan hukum maka rencana tata ruang yang ada akan lebIh kuat kedudukannya, sehIngga
dalam pelaksanaannya nantInya tIdak akan menImbulkan masalah. Ada beberapa ketentuan
yang terkaIt dengan legalItas rencana tata ruang InI yaItu :
Untuk rencana setIngkat dengan rencana tata ruang wIlayah (FTFW) maka legalItas
rencananya dItetapkan dengan peraturan daerah (Perda)
Untuk rencana setIngkat dengan rencana detaIl tata ruang kota (F0TFK), rencana teknIk
ruang kota (FTFK) dan rencanarencana kawasan khusus maka legalItas rencananya
dItetapkan dengan surat keputusan bupatI.
Sedangkan untuk halhal yang sIfatnya teknIs maka legalItas rencananya dItetapkan oleh
kepala dInas/kepala InstansI dengan dIketahuI oleh bupatI
SelaIn Itu berbagaI hal pengaturan yang menyangkut pemanfaatan ruang dan melIbatkan
masyarakat banyak akan dItetapkan dalam bentuk peraturan daerah (Perda)


BAB IX
PENUTUP

Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cxlix
.3. KETENTUAN EVALUASI 0AN PENINJAUAN KEhALI
SebagaI rencana jangka menengah, maka evaluasI rencana tata ruang wIlayah
kabupaten InI sIfatnya fleksIbel dan terpadu, akan tetapI tIdak menInggalkan prInsIpprInsIp
dan kaIdah perencanaan dan pelestarIan lIngkungan. Untuk lebIh memantapkan perencanaan
yang telah dIsusun, bIla perlu dIadakan evaluasI ataupun sesuaI dengan perubahan dan
perkembangan yang ada dI lapangan walaupun jangka waktunya belum lIma tahun sejak
dItetapkan sebagaI peraturan daerah. Namun umumnya kegIatan evaluasI rencanarencana
kota dIlakukan mInImum lIma tahun sekalI
Adapun rencanarencana sektoral yang mengacu pada rencana tata ruang wIlayah
kabupaten InI, juga perlu mengevaluasI program pembangunannya sesuaI dengan jangka waktu
penyusunan rencana tata ruang wIlayah kabupaten. Hal InI bertujuan agar rencanarencana
tersebut tIdak bersIfat kaku tetapI mempunyaI prInsIp dasar dan tetap sesuaI dengan keadaan
dan kondIsI serta perkembangan yang terjadI dI lapangan.
EvaluasI InI pada dasarnya melIputI dua hal, yaItu evaluasI terhadap pelaksanaan
rencana dan evaluasI terhadap rencana tata ruang wIlayah yang telah ada. EvaluasI
pelaksanaan rencana InI selaIn dIsesuaIkan dengan rencana tata ruang yang ada, juga harus
tetap mengacu pada rencana yang sIfatnya detaIl dan teknIs sepertI FUTFK/F0TFK. FTFK dan
rencana kawasan tertentu (mIsalnya rencana kawasan IndustrI), rencana kawasan parIwIsata,
rencana kawasan strategIs, dsb) secara keseluruhan hal InI akan menjadI masukan dalam
evaluasI pelaksanaan rencana yang ada.
.4. TIN0AK LANJUT
0engan dIselesaIkannya kegIatan revIsI rencana tata ruang wIlayah (FTFW) kabupaten
InI, maka seluruh kegIatan yang mengacu pada pemanfaatan ruang harus mengacu dan
menyesuaIkan dengan rencana tata ruang wIlayah InI. Adapun secara operasIonal maka perlu
dI dukung oleh berbagaI kegIatan lanjutan, antara laIn adalah :
1. Perlunya sosIalIsasI (keterbukaan) rencana tata ruang wIlayah kepada masyarakat
melaluI penyuluhan, bImbIngan, pendIdIkan dan pelatIhan serta melaluI pemberItaan
baIk secara tulIsan sepertI lewat Koran atau majalah, maupun secara lIsan lewat radIo
atau televIsI.
2. Pembuatan atau penyesuaIan F0TFK untuk seluruh wIlayah kecamatan yang ada.
J. Pembuatan FTFK pada seluruh kawasan yang mempunyaI tIngkat perkembangan yang
tInggI atau kawasan yang memIlIkI perubahan peruntukan yang cepat
4. Perlunya penIngkatan peran serta masyarakat dIdalam pemanfaatan dan pengendalIan
tata ruang
5. Upaya penIngkatan peran serta scara terbuka dan aktIf antara pemerIntah, masyarakat
dan pembangunan kota secara keseluruhan


Laporan Rencana RTRW Kabupaten Barito Kuala

cl
6. KeIkutsertaan LS|, forumforum studI perkotaan atau lembaga penelItIan harus
dItIngkatkan untuk mendapatkan solusI pemecahan masalah perkotaan terutama bIla
menyangkut berbagaI hal yang mempunyaI dampak luas kepada masyarakat secara
langsung maupun tIdak langsung.