Anda di halaman 1dari 10

PROFIL WILAYAH KABUPATEN ASAHAN

1. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Asahan 1.1. Letak Geografis Wilayah Kabupaten Asahan Kabupaten Asahan merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di kawasan Pantai Timur wilayah Propinsi Sumatera Utara, terletak pada koordinat 02 03 - 03 26 Lintang Utara dan 99 1 - 100 0 Bujur Timur dan berada pada ketinggian 0 1000 m dpl, dengan batas-batas administratif sebagai berikut: Sebelah Utara berbatasan dengan Kab. Batubara dan Kab. Simalungun Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Malaka Sebelah Selatan berbatasan dengan Kab. Labuhan Batu dan Toba Samosir Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Simalungun Sungai Sungai Asahan termasuk Dalam Sungai Strategis Nasional. Sungai yang termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu ; a) Sungai Asahan (DAS ASAHAN), b) Sungai Bah Bolon (DAS Hapal) c) Sungai Tanjung. Sungai Asahan merupakan sungai terbesar di Asahan.Sungai ini sering mengakibatkan banjir karena mengalir di daerah datar dan memiliki banyak pertemuan dengan sungai dewasa dan sungai tua lain yang mengalir sebagai anak sungainya, sehingga membentuk delta sungai yang merupakan dataran banjir dan rawa di wilayah pertemuan sungai tersebut dengan laut. 1.2. Kependudukan Wilayah Kabupaten Asahan Jumlah penduduk Kabupaten Asahan pada tahun 2008 adalah sebesar 688,529 jiwa, Kabupaten Asahan memiliki luas 379.949 Ha dengan sebaran penduduk 63.47 %. Penduduk Kecamatan Kisaran Timur dan Kecamatan Kisaran Barat merupakan yang terpadat dibandingkan dengan kecamatan lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada di bawah :

Jumlah Penduduk per Kecamatan Tahun 2005-2008 No Kecamatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Aek Songsongan Rahuning Bandar Pulau Air Batu Sei Dadap Sei Kepayang Sei Kepayang Barat Sei Kepayang timur Buntu Pane Tinggi Raja Setia Janji Air Joman Silau Laut Meranti Thn 2004 * * 51.191 69.192 * 37.960 * * 52.117 * * 58.262 * 61.102 Thn 2005 * * 52.448 70.067 * 38.516 * * 52.857 * * 59.106 * 61.974 * * 52.243 * 43.023 * 32.063 31.243 56.751 65.969 33.394 Thn 2006 * * 53.157 70.776 * 39.225 * * 53.566 * * 59.815 * 62.683 * * 52.952 * 43.732 * 32.777 31.952 57.460 66.678 34.103 Thn 2007 * * 54.026 71.645 * 40.095 * * 54.436 * * 60.744 * 69.978 * * 53.822 * 44.602 * 33.647 32.822 58.330 67.485 34.973 Thn 2008 19.349 18.071 19.590 41.681 32.369 16.833 12.383 9.354 23.466 21.498 13.200 42.119 20.930 23.549 16.305 25.828 40.124 17.289 25.665 19.925 32.006 32.515 62.917 68.139 33.424 Luas (Km2) 117,31 184,27 433,42 94,60 65,72 235,30 82,92 142,80 218,28 125,56 202,66 92,86 89,45 90,75 90,30 99,91 130,55 96,00 95,23 82,13 651,00 250,99 32,96 38,92 55,61 Kepadatan (Jiwa/Km2) 164,93 98,07 45,20 440,61 492,51 71,54 149,34 65,51 107,51 171,22 65,13 453,57 233,99 259,48 180,56 258,52 307,35 180,09 269,52 242,59 49,16 129,55 1.909,17 1.750,85 601,03

Rawang Panca Arga * Pulo Bandring Simpang empat Teluk Dalam Aek Kuasan Aek Ledong BP Mandoge Pulau Rakyat Kisaran Barat Kisaran Timur Tanjung Balai * 51.542 * 42.399 * 31.627 30.754 55.900 65.003 32.902

Jumlah

640.467 649.654 658.876 676.605 688.529 3.799,49 181,22 Sumber : Poyeksi Penduduk, Badan Pusat Statistik Kabupaten Asahan 2009 1.3. Perekonomian Wilayah Kabupaten Asahan

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) PDRB Kabupaten Asahan atas dasar harga berlaku (adhb) mencapai Rp. 16,648 triliun. Sektor Industri merupakan kontibutor yaitu sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran.Sedangkan sektor-sektor lainnya hanya menyumbang total kontribusi. PDRB Kabupaten Asahan mencapai Rp. 10,202 triliun. Pertumbuhan Ekonomi Berfluktuasinya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Asahan (hal ini juga terjadi pada Kabupaten/Kota lain di Sumatera Utara) disebabkan berbagai faktor, terutama situasi perekonomian kita yang belum cukup kondusif. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Asahan No Uraian Tahun 2006 Ekonomi Tahun 2007 Tahun 2008 4,44

Pertumbuhan (persen)

5,93

4,85

PDRB Harga Berlaku (juta rupiah)

7.260.768

8.221.172

9.551.080

PDRB Harga Konstan (juta rupiah)

4.453.183

4.670.899

4.896.026

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Asahan, 2009


Struktur Perekonomian Terjadi pergeseran struktur perekonomian Kabupaten Asahan sesudah pemekaran dengan Kabupaten Batu Bara yang biasanya di dominasi oleh sektor industri pengolahan bergeser ke sektor pertanian.Hal ini berkaitan dengan Industri strategis banyak terletak di Kabupaten Batu Bara. Konstribusi sektor pertanian terbesar disumbangkan oleh sub-sektor perkebunan, terutama komoditi kelapa sawit yang menjadi komoditi unggulan di Kabupaten Asahan. Sektor dominan kedua adalah industri pengolahan dengan adanya perusahaan pengolahan hasil-hasil perkebunan seperti pengolahan kelapa sawit dan karet. Struktur Ekonomi Menurut Lapangan Usaha (persen) No Lapangan Usaha 2006 2007 2008

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Lapangan Usaha Industri Pertanian Perdagangan Bangunan Jasa-jasa Angkutan dan Komunikasi Keuangan Listrik, Gas dan Air Bersih Penggalian

2006 42,35 35,58 12,08 2,87 2,97 2,36 1,32 0,27 0,20

2007 40,54 36,31 13,05 2,82 3,08 2,38 1,33 0,28 0,21

2008 38,54 40,31 13,07 2,92 3,18 2,88 1,63 0,48 0,31

PDRB Perkapita PDRB perkapita merupakan gambaran rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil dari proses produksi. PDRB perkapita diperoleh dengan cara membagi total nilai PDRB atas dasar harga berlaku dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. PDRB perkapita Kabupaten Asahan tiap tahun mengalami kenaikan tiap tahun tetapi pada tahun 2008 mengalami penurunan. Peningkatan PDRB perkapita tiap tahun belum dapat menggambarkan pemerataan pendapatan masyarakat di setiap strata ekonomi, karena dalam penghitungan nilai PDRB sangat dipengaruhi oleh inflasi. Potensi Perekonomian Sampai dengan saat ini terdapat berbagai potensi sektor perekonomian daerah yaitu terutama sektor pertanian yang memang sangat berperan (akan dibahas pada bagian sendiri). Selain itu sektor lain yang cukup menjanjikan dan belum dikelola secara optimaldan Diharapkan pengembangan potensi ini mampu meningkatkan pendapatan daerah dan tentunya juga tingkat kesejahteraan masyarakat. 1.4. Pola Penggunaan Lahan Dan Tanah Penggunaan lahan di Kabupaten Asahan lebih dominan dipergunakan oleh penggunaan lahan perkebunan, dan untuk perkarangan permukiman atau hunian seluas 19,101 Ha, Sedangkan untuk status pemilikan tanah kabupaten asahan banyak lahan yang berstatus hak milik dan ada juga

pengguna hak pakai dan hak guna usaha. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Luas Wilayah Menurut Penggunaan Lahan dan Kecamatan Tahun 2008
Luas Wilayah Menurut Penggunaan Tanah Ha Bangunan/ Persawahan Perkebunan Tegal/Kebun perkarangan 120 8,230 55 667 0 17,409 40 862 0 22,426 220 1,045 180 10,576 210 884 230 5,506 120 456 2,781 14,044 58 430 0 0 205 330 985 435 705 2,406 3,168 305 386 469 0 0 0 355 0 60 90 5,446 8,974 14,996 9,194 10,573 5,947 7,248 1,200 5,289 11,809 4,807 11,400 6,802 6,616 31,711 12,292 2,221 1,103 4,126 0 0 564 579 541 883 29 143 238 377 278 290 44 35 9,037 59 47 223 0 315 306 1,135 847 673 1,601 220 229 332 212 400 363 526 474 3,008 907 722 2,006 481

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Kecamatan Aek Songsongan Rahuning Bandar Pulau Air Batu Sei Dadap Sei Kepayang Sei Kepayang Barat Sei Kepayang timur Buntu Pane Tinggi Raja Setia Janji Air Joman Silo Laut Meranti Rawang Panca Arga Pulo Bandring Simpang empat Teluk Dalam Aek Kuasan Aek Ledong BP Mandoge Pulau Rakyat Kisaran Barat Kisaran Timur Tanjung Balai

Lainnya 2,659 116 19,651 640 -6,305 -17,289 2,531 5,000 881 1,314 733 1,008 618 226 418 549 1,715 2,547 3,314 290 21,344 11,486 306 500 864

Jumlah 11,731 18,427 43,342 12,490 6.581 23.828 8,292 14,280 17,781 12,264 13,505 9,874 8,820 4,204 9,445 13,252 7,586 15,069 10,686 7,415 65,100 25,099 3,296 3,892 5,561

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Asahan, 2009


2. ISU STRATEGIS Kabupaten Asahan menjadi bagian counter magnet Kawasan Besar lain di sekitarnya. Kabupaten Asahan sebagai wilayah penyeimbang dan penyangga mengalami tekanan sektor kependudukan, ekonomi, sosial politik. Tekanan sektorsektor tersebut dapat dimaklumi karena percepatan petumbuhan pembangunan di wilayah ini relatif tinggi terutama untuk bagian pesisir dan perkebunan. Pertumbuhan yang demikian pesat ini telah menimbulkan permasalahan yang cukup

kompleks dalam hal pemanfaatan ruang wilayah, yaitu telah terjadinya pengalihan fungsi peruntukan lahan dari peruntukan yang telah direncanakan Berbagai isu strategis saat ini mulai mengedepan dan ramai dibahas yang berorientasi pada percepatan pembangunan, peningkatan ekonomi wilayah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, respon terhadap aspirasi masyarakat, dan menanggapi permintaan-permintaan yang datang dari berbagai pihak, khususnya keinginan para investor untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Asahan. Hal ini disebabkan oleh daya tarik daerah ini sebagai salah satu daerah yang sedang berkembang dan memiliki daya saing (comparative advantage) yang cukup baik. Asahan melakukan revisi terhadap tata ruang wilayahnya, sebagai salah satu bentuk rujukan pembangunan di Kabupaten Asahan. Upaya revisi dan penyempurnaan tata ruang ini diharapkan mampu menggali kemungkinan-kemungkinan "meningkatkan nilai jual" aspek-aspek pembangunan daerah sebagai daya tarik investasi bagi para pelaku ekonomi yang berniat menanamkan modalnya di Kabupaten Asahan. B\erdasarkan hal tersebut ada beberapa isu yang mulai ramai dibicarakan dan muncul ke permukaan yang tentunya harus dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam penyusunan revisi RTRW Kabupaten Asahan ini. Adapun isu-isu strategis yang perlu dipertimbangkan tersebut diantaranya di antaranya adalah : v ISU-ISU MAKRO Ada beberapa isu-isu Makro yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan RTRW Kabupaten Asahan ini, yang meliputi :

Pemadu Serasian RTRW Kabupaten Asahan dengan RTRW Wilayah sekitarnya


Sebagai bagian dari wilayah Provinsi Sumatera Utara, maka perlu adanya upaya untuk memadu serasikan antara RTRW Kabupaten Asahan dengan RTRW Provinsi Sumatera Utara, RTRW Kota/Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, terutama manyangkut kebijakan-kebijakan strategis yang telah dibuat oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang berkaitan dengan wilayah Kabupaten Asahan. Disamping itu perlu pula upaya untuk memaduserasikan antara RTRW Kabupaten Asahan dengan RTRW Kabupaten Simalungun, RTRW Kabupaten Batubara, RTRW Kabupaten Toba Samosir, RTRW Kabupaten Labuan Batu dan RTRW Kota Tanjung Balai khususnya pada wilayah-wilayah perbatasan atau pintupintu masuk. Keberadaan Sungai Asahan

Penataan Sungai Asahan dari bagian hulu menuju bagian hilir pada Kabupaten karena Asahan Sungai memerlukan asahan ini Kabupaten koordinasi bukan tetapi antar hanya juga kabupaten membentang

sepanjang

Asahan

melewati Kabupaten lainnya. Penataan sepanjang sungai asahan harus berdasarkan asas keberlanjutan lingkungan hidup. Fungsi dan Peran Kabupaten Asahan Fungsi dan Peran Kabupaten Asahan sebagai kawasan permukiman perkotaan, pusat pengolahan perikanan dan perkebunan menjadi sangat penting berhubungan dengan Kabupaten lainnya. Kesenjangan Hulu dan Hilir Kesenjangan pembangunan kawasan hulu dan hilir menjadi salah satu isu makro di Kabupaten Asahan, pembangunan sekarang cenderung berkembang di bagian hilir sedangkan bagian hulu menjadi kawasan yang kurang berkembang. Rencana Pengembangan Kegiatan Ekonomi di Pesisir Timur

Kabupaten Asahan
dengan adanya sejumlah rencana yang telah ditetapkan membuat kawasan pesisir menjadi kawasan yang sangat strategis, kegiatan ekonomi akan sangat berkembang di kawasan pesisir. Oleh karena itu diperlukan pengaturan dari sisi keruangan agar tidak terjadi ketidakteraturan dari sisi penataan wilayah Kabupaten Asahan. Pengembangan Pelabuhan Bagan Asahan Pelabuhan bagan asahan direncanakan sebagai pelabuhan barang untuk pelayaran dalam negeri bahkan sampai dengan pelayaran mancanegara. Oleh karena itu pelabuhan ini direncanakan untuk dikembangkan baik dari sisi bangunan pelabuhan maupun dari sisi wilayah sekitarnya. Rencana Pembangunan PLTA Asahan 1 dan 3 Guna memenuhi kebutuhan akan energi listrik, maka direncanakan pembangunan PLTA guna menyuplai energi

listrik bagi Kabupaten Asahan dan juga wilayah sekitarnya dengan jumlah daya yang cukup besar. Rencana Pembangunan Jaringan Jalan Tol (Kisaran Tebing Tinggi, Rantau Prapat Kisaran ) Keterkaitan dengan rencana pembangunan Jalan Tol baru yang melintasi wilayah Kabupaten Asahan antara lain meliputi Kecamatan Aek Kuasan, Pulau Rakyat, Teluk Dalam, Air Batu, Sei Dadap, Kisaran, Kisaran Barat, Pulo Bandring. ISU-ISU MIKRO Sedangkan isu-isu Mikro yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan RTRW Kabupaten Asahan ini, meliputi :

a.

Masih Adanya Ketimpangan Pembangunan Antar Kecamatan


Ketimpangan terjadi antara wilayah utara-selatan-barat-timur dan ketimpangan-ketimpangan di sekitar wilayah perbatasan yang kurang terperhatikan.

b.

Perubahan dan Alih Fungsi Lahan


Seperti halnya tata ruang di berbagai daerah di Indonesia, perubahan dan alih fungsi lahan antara yang tertuang dalam rencana dan kejadian yang terjadi di lapangan, banyak mengalami penyimpangan, baik yang dilakukan oleh masyarakat dan pelaku ekonomi, maupun oleh pelaksana atau aparat karena adanya desakan permintaan pasar yang sulit untuk dihindari dan Keadaan ini memberikan konsekuensi terhadap tidak efektifnya rencana tata ruang. Oleh sebab itu perlu pengkajian kembali untuk meluruskan dan mengarahkan kembali penggunaan lahan agar tidak terjadi pergeseran yang tidak diinginkan.

c.

Peningkatan Jumlah Penduduk


Sebagai wilayah yang sedang mengalami perkembangan, Kabupaten Asahan menjadi suatu wilayah yang memberikan daya tarik bagi masyarakat untuk dikunjungi. Hal ini didukung pula oleh adanya aksesibilitas yang baik yang mempermudah masyarakat masuk dan keluar wilayah ini.

d.

Peningkatan Jumlah Permohonan Investasi

Kabupaten Asahan sebagai salah satu kabupaten yang memiliki nilai comparative advantage tinggi, karena kedekatannya dengan Kota/Kabupaten besar lainnya serta didukung pula aksesibilitas yang memadai terhadap pusat pertumbuhan lainnya, memiliki potensi daya tarik investasi yang cukup baik pula. Keadaan ini perlu diantisipasi dengan tata ruang yang tanggap terhadap perkembangan investasi sekaligus tetap berwawasan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.Peningkatan jumlah permohonan investasi ini dapat dilihat dari meningkatnya permintaan atau permohonan investasi di bidang perkebunan skala besar yang merupakan salah satu isu yang mulai berkembang di Kabupaten Asahan.

e.

Penanganan Kawasan Lindung


Adanya Perubahan guna lahan dari Kawasan Lindung seperti sawah irigasi teknis, sempadan pantai, sempadan sungai, dan DAS menjadi kawasan budidaya seperti permukiman memerlukan penangan secara lebih tegas dan bijaksana agar kelestarian lingkungan tidak terganggu.Ketegasan penegak hukum juga sering menjadi salah satu faktor dominan dalam pembangunan daerah di Indonesia, dan mungkin juga di Kabupaten Asahan. Oleh sebab itu produk rencana tata ruang (development plan) perlu didampingi oleh produk lainnya yang tidak kalah pentingnya, yaitu pengendalian tata ruang (development control) khususnya yang berkaitan dengan kawasan lindung.

f.

Pengelolaan sistem Transportasi


Pengaturan arus trasportasi (traffict flow), pembagian arus pergerakan (traffict distribution) perlu dirancang dengan baik untuk menghindari adanya pendistribusian arus pergerakan yang tidak seimbang. Keadaan ini dapat merugikan efisiensi pergerakan karena dapat menimbulkan

kemacetan, kerusakan jalan, pertumbuhan yang tidak merata, dan kerugian lainnya bagi para pengguna jalan. Keadaan ini telah menjadikan adanya peningkatan fungsi jalan yang perlu disikapi secara positif dan dipersiapkan pola perkembangannya agar serasi dengan pola ruang dan penggunaan lahan di sekitarnya

g.

Peningkatan Infrastruktur
Perkembangan wilayah dan penduduk yang begitu cepat di Kabupaten Asahan menuntut adanya peningkatan infrastruktur. Infrastruktur yang perlu dipersiapan tersebut meliputi : sistem pengelolaan persampahan (TPA), sistem pengelolaan limbah (IPAL), sistem penanganan banjir (drainase) terkait dengan fungsi DAS, Irigasi, sistem penyediaan air bersih, sistem penyediaan energi, serta sistem komunikasi.

h.

Rencana Minapolitan dan Agromarinepolitan


Dengan telah terencananya kedua kawasan ini, maka rencana tata ruang Kabupaten asahan ini harus mengakomodir rencana yang telah ditentukan sebelumnya, agar tidak terjadi ketimpangan rencana.

i.

Rencana Pembangunan Kawasan Industri


Dengan potensi pertanian, perkebunan dan budidaya perikanan yang dimiliki Kabupaten Asahan maka direncanakan pembangunan Kawasan industri guna mendukung sumberdaya yang ada.

j.

Rencana Pembangunan Jalan Mantap


Guna mendukung kegiatan transportasi dan mempermudah perjalanan maka direncanakan pembangunan jalan mantap yang menghubungkan kawasan dengan kawasan yang lain di Kabupaten Asahan