Anda di halaman 1dari 6

Layanan Penerimaan Mahasiswa Baru (Hunting - Office Hour) Telp. 022-2503278 Telp. 022-2533737 Telp.

022-84288866

Persyaratan
Sp [Spesialis] Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Pers yaratan Umum PPDS, meliputi: 1. 2. 3. Warga Negara Indonesia lulusan Fakultas Kedokteran yang telah terakreditasi. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia yang masih berlaku Telah lulus dokter minimal 1 (satu) tahun terhitung sejak dinyatakan lulus UKDI dan telah bekerja di Institusi Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit Pemerintah atau Swasta, maupun Klinik) selama 6 (enam) bulan sejak diterbitkannya SIP dan dinyatakan dalam surat keterangan telah bekerja oleh pimpinan institusi. 4. Bagi dokter yang melaksanakan Internship, telah bek erja di Institusi Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit Pemerintah atau Swasta, maupun Klinik) selama 6 (enam) bulan sejak diterbitkannya SIP dan dinyatakan dalam surat keterangan telah bekerja oleh pimpinan institusi. 5. Dokter W arga Negara Asing yang mendapat pe rsetujuan Dirjen Dikti dan memenuhi ketentuan Konsil Kedokteran Indonesia 6. 7. Fotokopi Bukti Pembelian PIN (Personal Identification Number) dari Bank yang ditunjuk Hasil pencetakan isian biodata online yang sudah ditempel pas foto berwarna ukuran 34, tanda tangan di atas materai dan cap jempol tangan kiri 8. Mengisi formulir pendaftaran Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dengan diketik atau ditulis tangan sendiri (dengan huruf balok) yang terdiri atas 3 (tiga) set be rwarna putih, kuning, dan hijau masing -masing 6 (enam) halaman, dapat di unduh di disini

9.

Surat Permohonan untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesiali s-I Fakultas Kedokteran yang diketik atau ditulis tangan sendiri (dengan huruf balok) ditujukan kepada Yth. Rektor Unpad melalui Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, tembusan kepada Koordinator PPDS -I Fakultas Kedokteran Unpad

10. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) 11. Fotokopi ijazah Sarjana Kedokteran yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas 12. Fotokopi ijazah Profesi yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas 13. Fotokopi transkrip akademik Sarjana Kedokteran yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas 14. Fotokopi transkrip akademik Profesi yang telah dilegalisasi oleh pimpinan fakultas 15. Surat rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat yang menyatakan tidak pernah melakukan malpraktek atau melakukan pelanggaran kode etik kedokteran 16. Surat Keterangan Berbadan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah termasuk pemeriksaan buta warna (tidak buta warna) 17. Surat Keterangan Bebas Penggunaan NAPZA (Narkotik, Psikotropik, dan Zat Adiktid lain), dari Rumah Sakit Pemerintah 18. Surat Kelakukan Baik (SKCK) dari Kepolisian setin gkat Polresta 19. Khusus bagi calon pelamar yang berasal dari instansi TNI dan POLRI Surat Kelakukan Baik (SKCK) dikeluarkan dari kesatuan masing -masing yang telah dilegalisasi 20. Bagi yang telah melaksanakan PTT wajib melampirkan fotokopi SK Pengangkatan dan Penempatan PTT, serta Surat Keterangan Selesai Masa Bakti dari Kementerian Kesehatan 21. Bagi Pegawai Negeri wajib melampirkan fotokopi SK CPNS (80%) dan PNS (100%) 22. Bagi pelamar yang berasal dari TNI dan POLRI wajib melampirkan fotokopi Sprin Pertama dan Sprin Terakhir 23. Bagi pelamar yang dikirim oleh instansi pemerintah atau swasta, harus melampirkan surat pernyataan jaminan pembiayaan dari instansi yang mengirim

24. Bagi yang pernah mengikuti seleksi PPDS Fakultas Kedokteran dimanapun tetapi tidak diterima wajib melampirkan fotokopi surat penolakan dari Fakultas Kedokteran Penyelenggaran PPDS yang pernah diikuti 25. Tidak sedang menempuh seleksi PPDS -I di universitas lain pada periode yang sama. 26. Sebelum mendaftar disarankan untuk menghadap ke program studi terlebih dulu, k ecuali untuk Program Studi Ilmu Penyakit Dalam, Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler, Radiologi serta Patologi Klinik. 27. Seluruh persyaratan di atas masing -masing dibuat 3 rangkap Pers yaratan Khusus PPDS Program Studi, meliputi: 1. (130121) Anestesiologi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75 untuk peserta Reguler dan 2,50 untuk peserta tugas belajar (tubel) dari Kementerian Kesehatan (PPDS -BK). Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan 2. (130221) Ilmu Bedah : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan.W ajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C serta bebas HIV.W ajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan l ulus kursus ATLS. 3. (130321) Ilmu Bedah Saraf : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. 4. (130421) Obstetri dan Ginekologi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. W ajib melampirkan hasil pemeriksaan laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C. Kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL minimal 500). 5. (130521) Ilmu Kedokteran Jiwa : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profe si minimal 2,50. Usia Maksimal : 40 tahun pada saat memulai pendidikan. Kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL minimal 450). 6. (130621) Ilmu Kedokteran Forensik : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,50. Usia maksimal pada saat memulai pendidikan (bila diterima) 35 tahun bagi peserta Reguler dan sebelum 42 tahun bagi PNS dan peserta tugas belajar (tubel) dari Kementerian Kesehatan (PPDS -BK).

7.

(130721) Ilmu Kesehatan Anak : IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing -masing harus minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. W ajib mengikuti kursus resusitasi neonatus dan merupakan nilai tambah bila telah mengikuti APRC.

8.

(130821) Patologi Anatomi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,50. Usia Maksimal : 40 tahun pada saat memulai pendidikan.

9.

(130921) Patologi Klinik : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan.

10. (131021) Ilmu Penyakit Dalam : IPK untuk Sarjana Kedoktera n dan Profesi masing -masing harus minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. W ajib memiliki sertifikat telah mengikuti ACLS dan COMET. Bagi calon pelamar wanita tidak boleh hamil pada tahun pertama, jika diterima. 11. (131121) Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 12. (131221) Ilmu Kesehatan Mata : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memasuki pendidikan. Calon pelamar harus memiliki tajam penglihatan terbaik dengan koreksi minimal 0.8 (binocular), memiliki kemampuan penglihatan stereoskopis yang baik dan tidak menderita buta warna yang pemeriksaannya dilak ukan oleh Program Studi Ilmu Kesehatan Mata. Kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL minimal 450). 13. (131321) Neurologi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia maksimal pada saat memulai pendidikan (bila diterima) 35 tahun bagi pesert a Reguler dan sebelum 40 tahun bagi peserta tugas belajar (tubel) dari Kementerian Kesehatan (PPDS BK). Diwajibkan memiliki pengalaman 1 (satu) tahun bekerja di Institusi Kesehatan sebagai tenaga fungsional dokter umum yang dibuktikan dengan surat keterang an. Sertifikat telah mengikuti CME Neurologi merupakan nilai tambah. 14. (131421) Ilmu Kesehatan THT-KL : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. W ajib melampirkan hasil pemeriksaa n laboratorium (asli) bebas penyakit Hepatitis B dan C serta bebas HIV.

15. (131521) Radiologi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,50. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. 16. (131621) Orthopaedi dan Traumatologi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. W ajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS. Dilakukan pemeriksaan kesehatan khusus oleh Program Studi Orthopaedi dan Tr aumatologi yang antara lain mencakup fungsi ginjal, profil lipid -kolesterol, penyakit menular tertentu (hepatitis A, B, dan C, serta pemeriksaan infeksi HIV). Merupakan nilai tambah bila memiliki pengalaman dalam mengikuti praktek/mendapat bimbingan dalam mengelola kasus Orthopaedi dan Traumatologi minimal selama 6 (enam) bulan, dengan menyertakan buku log yang sudah disahkan oleh dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di rumah sakit dimana pelamar bekerja. 17. (131721) Ilmu Kedokteran Nuklir : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,50. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. W ajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ECG. 18. (131821) Urologi : IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing -masing harus minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. W ajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS. 19. (131921) Ilmu Bedah Anak : IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi gabungan minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. W ajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ATLS. 20. (132021) Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi : IPK Gabungan untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi minimal 2,75. Usia Maksimal : 40 tahun pada saat me mulai pendidikan. 21. (132121) Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler : IPK untuk Sarjana Kedokteran dan Profesi masing -masing harus minimal 2,75. Usia Maksimal : 35 tahun pada saat memulai pendidikan. W ajib memiliki sertifikat telah mengikuti dan lulus kursus ACL S dan EKG. Merupakan nilai tambah bila memiliki pengalaman dalam mengikuti praktek/mendapat bimbingan dalam mengelola kasus Kardio minimal selama 12 (dua belas) bulan, dengan menyertakan buku log yang sudah disahkan oleh dokter spesialis Kardiologi dan Ked okteran Vaskuler di rumah sakit dimana pelamar bekerja. Tidak menerima calon peserta yang pernah mendaftar di pusat studi (Universitas) lain dengan nilai akreditasi sama atau lebih rendah daripada nilai akreditasi Departemen Kardiologi dan

Kedokteran Vaskular FK.UNPAD. Calon peserta hanya bisa mendaftar maksimal sebanyak 2 kali pendaftaran.

Keterangan Tambahan 1. 2. Telah mengikuti program PTT dengan baik, merupakan nilai tambah untuk semua program studi. Menunjukkan minat pada program studi yang dituju, y ang dibuktikan dengan mengikuti kongres/seminar/pertemuan ilmiah/kursus dan penelitian dalam bidang keilmuan terkait, merupakan nilai tambah untuk semua program studi. 3. Memperoleh penghargaan pemerintah seperti dokter teladan atau pernah bertugas dengan bai k di daerah bencana alam, merupakan nilai tambah bagi semua program studi. Mengisi formulir pendaftaran yang terdiri dari 3 (tiga) rangkap (warna putih, kuning, dan hijau), dan melengkapi seluruh persyaratan sesuai tercantum diatas, serta disusun sesuai de ngan warna formulir pendaftaran tersebut sebanyak 3 (tiga) set, kemudian diserahkan/dikirim ke alamat Sekretariat PPDS FK.UNPAD Lantai IV Gedung Rumah Sakit Pendidikan UNPAD di Jl.Eijkman No.38 Bandung 40161. Batas penyerahan/pengiriman berkas adalah sesua i tanggal yang telah ditentukan, dapat dilihat di http://smup.unpad.ac.id Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sekretariat Tim Koordinasi Pelaksana Program Pendidikan Dokter Spesialis (TKP -PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran di Gedung Rumah Sakit Pendidikan UNPAD Lantai IV Jl.Eijkman No.38 Bandung telp: 022 2036549, fax: 022-2036549.

Dibuat dan dikembangkan oleh DCISTEM SMUP 2013 Hak cipta dilindungi undang -undang