Anda di halaman 1dari 66

HANDOUT

RANCANGAN PERCOBAAN

NIP. 19790816 200112 2 001 JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

Kismiantini

Materi Perkuliahan Rancangan Percobaan


) Dosen D Ki i ti i, M.Si M Si. (MAT 322); pengampu : Kismiantini, Kismiantini M.Si.
Percobaan Tiga Faktor
Rancangan Faktorial, Faktorial,DiagramBlok

Percobaan Dua Faktor


Rancangan Faktorial, Faktorial,Rancangan Petak Terbagi (SplitPlot Design),Rancangan Petak Teralur (StripPlotDesign)

Dosen Pengampu Kismiantini M Kismiantini, M.Si. Si

Percobaan Satu Faktor


RAL,RAKL,RBSL

Pendahuluan
Prinsip,istilah dan klasifikasi Prinsip, Rancangan Percobaan
1 2

Referensi
Wajib :
Mattjik, j A.A.&Sumertajaya, j y I.M.2006.Perancangan g Percobaan. Bogor:IPBPress.

Pendahuluan
Ilmu tentang statistik

Anjuran A j : Kirk,R.E.1995.ExperimentalDesign:Proceduresforthe BehavioralSciences.California:Brooks/ColePublishing Company. Montgomery,D.C.2001.DesignandAnalysisofExperiments. NewYork:JohnWiley&Sons. Suryanto.2000.DiagramBlok.Yogyakarta:UNY


3

Ilmu yangmempelajari caracara: 1. mengumpulkan data 2. menyajikan data 3. mengolah l h data d 4. menganalisis data 5. menarik kesimpulan
STATISTIKAINFERENSIAL STATISTIKADESKRIPTIF

Metode Pengumpulan Data


POPULASI:keseluruhanpengamatanyangmenjadiperhatian SAMPEL/CONTOH:himpunanbagiandaripopulasi PARAMETER:ukuranukuranyangdiperolehdaridatapopulasi STATISTIK:ukuranukuranyangdiperolehdaridatasampel GALATJENISI. =P(salahjenisI) =P(menolakH0;H0benar) GALATJENISII. II =P(salah P( l hj jenis i II) =P(menerimaH0;H0salah)

Percobaan
Peneliti memiliki keleluasaan untuk melakukan pengawasan terhadap sumber keragaman data, dapat menciptakan jenis perlakuan yang dii i k diinginkan d mengamati dan i perubahan b h yang terjadi j di pada d responsnya. Data diciptakan.

Observasi Ob i
Peneliti tidak memiliki kendali dalam pengumpulan data kecuali dalam menentukan faktor yang diamati dan memeriksa ketelitian data, sulit dalam melihat perubahan yang terjadi pada respons karena mungkin disebabkan oleh faktor yang tidak diamati atau bahkan belum diketahui oleh peneliti.

Survei
Peneliti mengambil sampel data dengan teknik penarikan sampel tertentu dari suatu populasi yang telah didefinisikan. didefinisikan Jumlah data besar. Data sudah ada di lapangan tinggal dikumpulkan.
5 6

Pengertian rancangan percobaan


Rancangan percobaan adalah tata cara penerapan tindakan tindakan dalam suatu percobaan pada kondisi atau lingkungan tertentu yang kemudian menjadi dasar penataan dan metode analisis statistik terhadap data hasilnya.

Prinsip Dasar Percobaan


Ulangan : pengalokasian suatu perlakuan tertentu terhadap Ul
beberapa unit percobaan pada kondisi yang seragam. Tujuan : 1. menduga ragam galat 2. memperkecil galat 3. meningkatkan ketelitian

Mengapa perlu rancangan percobaan percobaan? ?


1. Memperbaiki proses hasil 2. Mengurangi keragaman 3. Mengurangi waktu penelitian 4. Mengurangi biaya
7

Pengacakan : dimaksudkan agar setiap unit percobaan memiliki


peluang yang sama untuk diberi suatu perlakuan. Secara statistik untuk validitas/keabsahan dalam menarik kesimpulan agar kesimpulan yang diambil obyektif. obyektif

Pengendalian lingkungan (kontrol lokal) : usaha untuk


mengendalikan keragaman yang muncul akibat keheterogenan kondisi lingkungan.

Beberapa Istilah dalam Rancangan g Percobaan


Perlakuan:suatuprosedurataumetodeyangditerapkanpadaunit
percobaan.Setaradengantarafdarifaktor.

Ilustrasi
Penelitian tentang pemberian jenis pupuk (N0, N1, N2, N3) pada tanaman padi dengan luas lahan 1 ha. Faktor:jenispupuk Perlakuan:pemberianjenispupukN0,N1,N2,N3 Unitpercobaan:1petaksawah Satuanpengamatan:tanamanpadi

UnitPercobaan:unitterkecildalamsuatupercobaanyangdiberi
suatuperlakuan.Unitdimanaperlakuandiberikansecaraacak.

SatuanPengamatan:anakgugusdariunitpercobaan, percobaan tempat


dimanaresponperlakuandiukur.

Faktor:peubahbebasyangdicobakandalampercobaansebagai
penyusunstrukturperlakuan.

Taraf:jenisjenissuatufaktoryangdicobakandalampercobaan

10

Kl ifik i Rancangan R P b Klasifikasi Percobaan


Rancangan Perlakuan

Rancangan Perlakuan
Satu Faktor S F k 2. Dua Faktor Faktorial (bersilangan,tersarang) SplitPlot Splitblok/StripPlot 3. Tiga Faktor atau lebih Faktorial (bersilangan,tersarang,campuran) SplitsplitPlot Split S li split li Blok Bl k
1.

b k i berkaitan d dengan b i bagaimana perlakuan l k perlakuan l k tersebut dibentuk Rancangan Lingkungan berkaitan dengan bagaimana perlakuanperlakuan ditempatkan pada unitunitpercobaan Rancangan R P Pengukuran k berkaitan dengan bagaimana respons percobaan diambil dari unitunitpercobaan yangditeliti

11

12

Rancangan Lingkungan
Rancangan g AcakLengkap g p(RAL) ( ) RancanganAcakKelompokLengkap(RAKL) Rancangan R Bujur B j Sangkar S k Latin L ti (RBSL) RancanganLattice

13

Beberapa keuntungan dari penggunaan RAL

Rancangan Acak Lengkap (RAL) Complete Randomized Design


Latar Belakang : Biasanya digunakan d k jika k kondisi k d unit percobaan b relatif l f homogen h Umumnya y percobaan dilakukan di laboratorium Unit percobaan tidak cukup besar dan jumlah perlakuan terbatas Sederhana
1 2

Bagan rancangan percobaan lebih mudah Analisis l statistika k terhadap h d subyek b k percobaan b sederhana d h Fleksibel dalam penggunaan gg jumlah perlakuan dan jumlah

ulangan
Kehilangan informasi relatif sedikit dalam hal data hilang

dibandingkan rancangan lain

Perhatikan kasus berikut


Ingin melihat pemberian jenis ransum terhadap pertambahan

Pengacakan g dan Bagan g Percobaan


Misalkan ada 3 perlakuan (A, B, C)

berat badan b b d sapi Perlu dilihat sapi p sama atau tidak dari segi g umur, jenis sapi p harus homogen Ingin melihat pemberian dosis pupuk terhadap peningkatan hasil padi P l dilih Perlu dilihat tl lokasi k i sawah h petak t k sawah hh harus h homogen Ingin membandingkan pengaruh jenis media pembelajaran yang digunakan guru terhadap hasil belajar siswa kelas I SMP khusus untuk pokok bahasan Geometri Perlu dilihat kelas kelas yang relatif homogen (artinya dengan g rata-rata kemampuan p awal siswa dalam Geometri yang relatif sama)

2 ulangan l Maka diperlukan p 3 2 = 6 unit p percobaan Bagan percobaan Salah satu hasil pengacakan adalah
1 3 5 2 4 6 Perlakuan A 1 2 Total Perlakuan (Yi.) Y11 Y12 Y1. 1 B Y21 Y22 Y2. 2 C Y31 Y32 Y3. 3 Y.. 1 3 5 Total Keseluruhan C A C 2 4 6 A B B

Tabulasi data
Ulangan

Model linier aditif dalam RAL


Model Tetap

Model linier aditif dari RAL

merupakan model dimana perlakuan-perlakuan yang g dalam p percobaan berasal dari p populasi p yang y g digunakan terbatas dan pemilihan perlakuan ditentukan langsung oleh peneliti dan kesimpulan yang diperoleh terbatas hanya pada perlakuan-perlakuan yang dicobakan saja tidak bisa digeneralisasikan. digeneralisasikan Model Acak merupakan model dimana perlakuan-perlakuan yang dicobakan merupakan sampel acak dari populasi perlakuan dan kesimpulan yang diperoleh berlaku secara umum untuk seluruh populasi perlakuan.
5 6

Yijj = + i + ijj

i = 1, 2,K , a

dengan g

ij ~ N (0, 2 )
iid

j = 1, 2, K , r

Yij : pengamatan t pada d perlakuan l k k ke-ii dan d ulangan l k ke-jj : rataan umum i : pengaruh h perlakuan l k k ke-ii ij : pengaruh acak pada perlakuan ke-i ulangan ke-j
Asumsi untuk model tetap ialah Asumsi untuk model acak ialah

i =1

=0

i ~ N (0, 2 )
iid

Analisis Model Tetap p


Ingin menguji persamaan dari rata-rata a perlakuan, diketahui
E (Yij ) = + i = i , i = 1, 2, K , a

Analisis Model Acak


Diketahui
Var (Yij ) = Var ( + i + ij ) = Var ( i + ij ), konstanta

Sehingga bentuk hipotesis H0 : 1 = 2 = K = a (Semua perlakuan memberikan respons yang sama) H1 : i i ' , i i , i = 1, 2,K, a Diketahui + i = i

= Var ( i ) + Var ( ij ) , i dan ij saling bebas = 2 + 2

( + ) =
i =1 i i =1 a a

Sehingga bentuk hipotesis diatas ekuivalen


i

Sehingga bentuk hipotesisnya adalah

dengan hipotesis berikut

a + i = i
i =1 i =1

, =

i =1

H0 : 1 = 2 = K = a = 0 (perlakuan tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) H1 : i 0, i = 1, 2, K , a


8

H0 : 2 = 0 (Keragaman perlakuan tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) 2 H1 : > 0 (Keragaman perlakuan berpengaruh positif terhadap respons yang
diamati)

sehingga berakibat
7

i =1

=0

Dekomposisi p Jumlah Kuadrat Total


Keragaman total dapat diuraikan sbb: Yij Y = Yij Yi + Yi Y

(Y

ij j

Y ) = (Yi Y ) + (Yijj Yi )
2 2 2

Jika kedua ruas dikuadratkan maka akan diperoleh

Perhitungan Analisis Variansi (Anava Anava) ) Ulangan sama Y2 FK = ar

(Y
a

ij

Y ) = (Yi Y ) + (Yij Yi ) + 2(Yi Y )(Yij Yi )


r

Kemudian jika dijumlahkan untuk semua pengamatan

(Y
i =1 j =1

ij

Y ) = (Yi Y ) + (Yij Yi )
2 a r 2 a r i =1 j =1 i =1 j =1 r i

JKP =

Y
i =1

2 i

r
a r i =1 j =1

FK

karena

(Y
a i =1 j =1

Y )(Yij Yi ) = 0

Sehingga
9

JKT = Yij2 FK JKG = JKT JKP


10

Jumlah Kuadrat Total = J J Jumlah Kuadrat Perlakuan + J Jumlah Kuadrat Galat

JKT = JKP + JKG

Perhitungan Analisis Variansi (Anava Anava) ) Ulangan tidak sama


Penyebab ulangan tidak sama : 1. Menurut rancangan sejak awal ulangan tidak sama (mungkin faktor biaya) 2. Menurut rancangan ulangan sama pada saat percobaan ada yang mati

Tabel Analisis Variansi


Ulangan sama

FK =

Y2

r
i =1 a

SV Perlakuan Galat Total

db a-1 a(r-1) ar 1 ar-1

JK JKP JKG JKT

KT KTP KTG

Fhitung KTP/KTG

JKP =
a

2 Yi FK i =1 ri r

Kriteria Keputusan : Ho ditolak jika Fhit > F( (a-1, a(r-1)) ( ))


Ulangan tidak sama

JKT = Yij2 FK
i =1 j =1

JKG = JKT JKP


11 12

SV Perlakuan Galat Total

db a-1 (ri -1) ri -1

JK JKP JKG JKT

KT KTP KTG

Fhitung KTP/KTG

Kriteria Keputusan : Ho ditolak jika Fhit > F (a 1, (r 1))


i

Soal 1
Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh persentase kandungan paracetamol dalam obat penurun panas terhadap waktu yang diperlukan untuk menurunkan k panas dari d i 39 menjadi j di 37. Untuk U t k keperluan k l i i telah ini t l h dipilih di ilih secara acak k 25 penderita sakit panas dengan suhu 39 dari usia yang hampir sama dan tanpa keluhan sakit y yang g lain. Keduapuluh p lima p pasien tersebut dibagi g secara acak menjadi j 5 kelompok dan masing-masing kelompok yang terdiri dari 5 orang tersebut diberi obat penurun panas dengan persentase kandungan paracetamol tertentu. Berikut data t t tentang waktu kt (dalam (d l jam) j ) yang diperlukan di l k oleh l h para pasien i tersebut t b t sampaii dengan d panas badan mereka turun menjadi 37 .
KADAR PARACETAMOL 40% 7 6 9 4 7
13

Soal 2
Tiga kelas kuliah matematika dasar diberikan oleh tiga dosen (A, B, C). Usia dan prestasi mahasiswa dari ketiga kelas tersebut relatif homogen. Materi kuliah, ujian, metode g dan media y yang g digunakan g sama. Karakteristik dosen mengajar, juga relatif sama. Nilai akhirnya tercatat sebagai berikut.
A B C 73 89, 73, 89 82, 82 43, 43 80, 80 73, 73 66, 66 60, 60 45, 45 93, 93 36, 36 77 88, 78, 48, 91, 51, 85, 74, 77, 31, 78, 62, 76, 96, 80, 56 68 79, 68, 79 56, 56 91, 91 71, 71 71, 71 87, 87 41, 41 59, 59 68, 68 53, 53 79, 79 15

50% 9 7 8 6 9

60% 5 4 8 6 3

75% 3 5 2 3 7

90% 2 3 4 1 4

Apakah ada pengaruh persentase kandungan paracetamol dalam obat penurun p p panas terhadap p waktu yang diperlukan untuk menurunkan panas dari 39 menjadi 37? Gunakan taraf nyata 0,05.

Apakah p ada p perbedaan y yang g nyata y antara nilai rata-rata y yang g diberikan oleh ketiga dosen tersebut? Gunakan taraf nyata 0,05.
14

Anggap asumsi-asumsi dalam anava terpenuhi.

Anggap asumsi-asumsi dalam Anava terpenuhi.

Anggap asumsi-asumsi dalam anava terpenuhi.

Anggap asumsi-asumsi dalam Anava terpenuhi.

Soal 3
Suatu percobaan S b telah l h dilakukan dil k k untuk k menyelidiki lidiki pengaruh h pelumas motor terhadap tingkat kemampuan kinerja mesin motor. D i berbagai Dari b b i merk k pelumas l motor t yang ada, d telah t l h dipilih di ilih secara acak k diantaranya merk A, C dan T. Mengingat terbatasnya biaya dalam melakukan percobaan, percobaan ulangan hanya dilakukan sebanyak 5 kali. kali Percobaan tersebut dilakukan terhadap jenis motor yang mempunyai mesin yang sama (mesin 4 tak). tak) Berikut data tingkat kinerja kemampuan mesin yang diukur dari kecepatan (km/jam) :
Merk M k Pelumas A C T 32 52 58 55 67 42 28 55 76 24 52 46 30 53 25

Soal 4
Sebuah lembaga penelitian di suatu perguruan tinggi ingin mengetahui pengaruh

a) b) ) c) d)
15

Tentukan rancangan apa yang sesuai dengan penelitian yang dimaksud! Tentukan model linear dan maknanya! y Model tetap atau model acak? Sebutkan alasannya! Lakukan analisis sesuai y yang g dimaksud. Gunakan taraf nyata y 0,05.
Anggap asumsi-asumsi dalam anava terpenuhi.
16

metode mengajar yang digunakan dosen terhadap hasil belajar mahasiswa khusus untuk mata kuliah Statistika Elementer. Elementer Ada berbagai macam metode mengajar dalam pembelajaran, pada penelitian ini telah dipilih secara acak empat metode yang dianggap sesuai dengan karakteristik mata kuliah tersebut yaitu metode ceramah, tanya jawab, problem solving dan diskusi. Untuk keperluan itu telah dipilih secara acak 20 kelas yang relatif seragam, dengan rata-rata kemampuan awal mahasiswa dalam Statistika Elementer yang relatif sama. sama Secara acak 20 kelas tersebut dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok mendapatkan pembelajaran dengan salah satu metode tersebut. Dosen yang mengajar di kelas-kelas tersebut telah dipilih sedemikian hingga dapat dianggap mempunyai karakteristik yang hampir sama. Setelah pembelajaran selesai, semua kelas mendapat tes dengan soal dan waktu yang sama. sama Berikut ini adalah data tentang rata-rata nilai tes mahasiswa dari ke-20 kelas yang digunakan dalam penelitian.
Anggap asumsi-asumsi dalam anava terpenuhi.

Kelas l 1 2 3 4 5 Jumlah Ju a

Ceramah 8, 8,2 9,2 9,4 7,5 6,2 40,5

Tanya Jawab

Metode Mengajar P bl Problem Solving 7,0 ,0 8,7 8, 6,8 7,5 5,8 9,3 5,3 8,9 8,0 7,6 32,9 3 ,9 42 4

Diskusi 6, 6,2 6,8 7,5 5,5 5,7 31,7 3 ,7

Jumlah lh 30, 30,1 30,3 32,0 27,2 27,5 147,1 47,

Soal 5
Suatu penelitian akan dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode mengajar yang digunakan guru terhadap hasil belajar siswa untuk mata pelajaran matematika SMA kelas I. Pada penelitian ini telah dipilih secara acak empat metode yang dianggap g karakteristik mata p pelajaran j tersebut y yaitu metode contextual teaching g sesuai dengan learning, cooperative learning, tutor sebaya dan local material learning. Untuk keperluan itu telah dipilih secara acak 16 kelas (16 kelas I SMA) yang relatif seragam dan guru yang mengajar j di kelas-kelas k l k l tersebut b telah l h dipilih di ilih sedemikian d iki hingga hi d dapat di dianggap mempunyai karakteristik yang hampir sama. Setiap metode mengajar diterapkan pada empat kelas. kelas Data yang diperoleh berupa data tentang rata rata-rata rata nilai tes matematika siswa untuk masing-masing metode mengajar. Tentukan rancangan g apa p y yang g sesuai dengan g p penelitian y yang g dimaksud. a) Sebutkan apa yang menjadi pengamatan dan jumlah ulangannya. b) Tentukan model linear dan maknanya c) Model tetap atau model acak? Sebutkan alasannya.
18

17

Tentukan rancangan apa yang sesuai dengan penelitian yang dimaksud. b) ) Tentukan model linear dan maknanya y c) Model tetap atau model acak? Sebutkan alasannya. d Anggap d) A asumsi-asumsi i i dalam dl A Anava terpenuhi, hi lakukan lk k pengujian hipotesis sesuai dengan penelitian yang d k d Gunakan dimaksud. k taraf f nyata 0,05.
a)

P h tik kasus Perhatikan k berikut b ik t


Ingin mengetahui pengaruh jenis obat terhadap kecepatan penyembuhan Faktor : jenis obat

Rancangan g Acak Kelompok p Lengkap (RAKL)


Randomized Complete Block Design

Apakah ada faktor lain yang mempengaruhi kecepatan penyembuhan b h selain l i jenis j i obat? b t? Mungkin M ki saja, j misalkan i lk umur pasien, jenis kelamin Bila umur pasien sama atau jenis kelamin sama maka gunakan saja g j RAL. Bila faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keragaman respon (selain faktor yang diteliti) tidak dapat diseragamkan (dikendalikan) oleh peneliti, maka RAL tidak dapat diterapkan.
2

Dosen Pengampu g p : Kismiantini Kismiantini, , M.Si M.Si. .

Mengapa RAKL?
Keheterogenan unit percobaan berasal dari satu sumber keragaman Mengatasi kesulitan dalam percobaan dalam jumlah besar mempersiapkan unit

Pengacakan dan Bagan Percobaan


Misalkan ada 6 perlakuan (P1, P2, P3, P4, P5, P6) 3 kelompok Ada 6 unit percobaan pada setiap kelompok Total T l unit i percobaan b ada d 36 = 18 unit i percobaan b Pengacakan dilakukan pada masing-masing kelompok Salah satu bagan percobaan
P1 P3 P1 P3 P5 P5 P2 P6 P3 P4 P4 P4 P6 P1 P2 P5 P2 P6 Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3

Kelompok yang dibentuk harus merupakan kumpulan dari unit-unit p percobaan y yang g relatif homogen g sedangkan keragaman antar kelompok diharapkan cukup tinggi

Tabulasi T b l i data d t
Kelompok 1 2 3 Total Perlakuan ( (Yii) Perlakuan P1 Y11 Y12 Y13 Y1 P2 Y21 Y22 Y23 Y2 P3 Y31 Y32 Y33 Y3 P4 Y41 Y42 Y43 Y4 P5 Y51 Y52 Y53 Y5 P6 Y61 Y62 Y63 Y6 Total kelompok (Yj) Y1 Y2 Y3 Total keseluruhan ( (Y)

Model linier aditif dari RAKL

Yijj = + i + j + ijj

i = 1, 2,K , a

dengan

ij ~ N (0, 2 )
iid

j = 1, 2, K , b

Yij : pengamatan t pada d perlakuan l k k i dan ke-i d kelompok k l k ke-j k j : rataan umum i : pengaruh h perlakuan l k k i ke-i j : pengaruh kelompok ke-j ij : pengaruh acak pada perlakuan ke-i ke i kelompok ke-j ke j
Asumsi untuk model tetap ialah Asumsi untuk model acak ialah

i =1

= 0 dan

j =1

=0
2 ) j ~ N (0, iid

i ~ N (0, 2 )
iid

dan

Hipotesis Model Tetap


Hipotesis pengaruh perlakuan
H 0 :1 = 2 = K = a = 0 H 1 : i 0 , i = 1, 2, K , a
(perlakuan tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

Hipotesis Model Acak


Hipotesis pengaruh perlakuan H 0 : 2 = 0 (keragaman perlakuan tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
H 1 : 2 > 0
(keragaman perlakuan berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)

Hipotesis pengaruh kelompok


H 0 : 1 = 2 = K = b = 0 H 1 : j 0 , j = 1, 2, K , b
(kelompok tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

Hipotesis pengaruh kelompok 2 H0 : = 0 (keragaman kelompok tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
2 H1 : >0
(keragaman kelompok berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)

Tabel Analisis Variansi


SV Perlakuan e a ua Kelompok Galat Total db a a-1 b-1 (a 1)(b 1) (a-1)(b-1) ab-1 JK J JKP JKK JKG JKT KT KTP KTK KTG Fhitung KTP/KTG / G KTK/KTG

P hit Perhitungan A li i Variansi Analisis V i i


FK = Y2 ab

JKP =

Y
i =1

2 i

JKK =
FK

Y
j =1

2 j

a
a b i =1 j =1

FK

Kriteria Keputusan : 1. Ho ditolak jika Fhit > F(a-1, (a-1)(b-1)) 2. Ho ditolak jika Fhit > F(b-1, (a-1)(b-1))

JKT = Yij2 FK JKG = JKT JKP JKK

10

Efisiensi Relatif (ER) dari RAK terhadap RAL


Ukuran kebaikan RAK dengan RAL
ER = 2 (dbb + 1)(dbr + 3) r2 b (dbb + 3)(dbr + 1)
dbb = derajat d j t bebas b b galat l t dari d i RAK dbr = derajat bebas galat dari RAL
2 b = ragam galat dari RAK (KTG dari RAK)

Soal 1
Suatu percobaan di bidang peternakan telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai campuran ransum makanan terhadap pertambahan berat badan domba jantan selama percobaan (diukur dalam kg). Hewan (domba) percobaan yang tersedia berbeda umur, umur karenanya dilakukan pengelompokan menjadi 4 kelompok umur. Data pertambahan bobot badan dari 16 ekor domba jantan yang digunakan dalam percobaan adalah sbb. Apa yang dapat anda simpulkan? Gunakan taraf nyata = 0,05.

b2 = KTG r2 =

r2 = ragam galat dari RAL

(r 1)KTK + r (t 1)KTG
tr 1

r = banyaknya b k k l kelompok k a = banyaknya perlakuan

Nilai ER = 2, maka untuk memperoleh sensitifitas RAL sama dengan RAK maka ulangan yang digunakan dengan RAL harus 2 kali dari ulangan (kelompok) RAK.
11

Anggap asumsi-asumsi dalam Anava terpenuhi.

12

Soal 2
Suatu S t percobaan b yang telah t l h dilakukan dil k k untuk t k mengetahui t h i pengaruh h berbagai suplemen makanan terhadap perkembangan kecerdasan anak (diukur dengan pertambahan skor IQ). IQ) Unit percobaan dalam hal ini anak yang tersedia berbeda umur, karenanya dilakukan pengelompokkan menjadi 4 kelompok umur. Berikut rata-rata pertambahan kecerdasan anak untuk keempat suplemen adalah Jenis Suplemen A B C D Rata-rata pertambahan skor IQ Q 7,5 1,5 5,75 7
Diasumsikan asumsi-asumsi dalam Anava terpenuhi. Kerjakanlah A Anava b ik t dengan berikut d cara melengkapi l k i Tabel T b l Anava A b ik t berikut: Sumber Variasi db JK KT F hitung F tabel Perlakuan 89,1875 Kelompok 4,7292 Galat Total 111,9375 Lakukan pengujian hipotesis sesuai dengan yang dimaksud gunakan Anggap asumsi-asumsi dalam Anava terpenuhi. = 0,05 dalam menyimpulkannya.

Soal 3
Suatu penelitian akan dilakukan untuk membandingkan pengaruh jenis media pembelajaran yang digunakan guru terhadap hasil belajar siswa kelas 2 SMA khusus untuk pokok bahasan peluang. Jenis media yang dimaksudkan adalah cetak, cetak audio, audio visual dan berbasis komputer. Untuk keperluan tersebut telah dipilih secara p awal acak 12 kelas, namun setelah dilakukan tes kemampuan ternyata kelas-kelas tersebut dapat digolongkan menjadi 3 kelompok (kategori kemampuan awal rendah, kategori kemampuan awal l sedang, d k t kategori i kemampuan k awal l tinggi). ti i) Masing-masing M i i kelompok mendapatkan perlakuan 4 jenis media tersebut. Setelah pembelajaran selesai, selesai semua kelas mendapat tes dengan soal dan waktu yang sama. Berikut adalah data tentang rata-rata nilai tes siswa dari keduabelas kelas yang digunakan dalam penelitian.

Tests of Between-Subjects Effects

Kategori kelas kemampuan awal Rendah Sedang g Tinggi Jumlah

Jenis Media Cetak 8,1 8,9 , 7,7 24,7 Audio 6,5 6,8 , 5,9 19,2 Visual 7,4 6 5,9 19,3 Berbasis Komputer 8,4 7,4 , 9,4 25,2

Dependent Variable: bobot_badan bobot badan Source C Corrected t dM Model d l Intercept kelompok perlakuan Error Total Corrected Total Type III Sum of Squares 103 375a 103.375 473.063 14.188 89.187 8.563 585 000 585.000 111.937 df 6 1 3 3 9 16 15 Mean Square 17 229 17.229 473.063 4.729 29.729 .951 F 18.109 18 109 497.234 4.971 31.248 Sig. .000 000 .000 .026 .000

Apa p saja j y yang g dapat p Anda simpulkan p dari data di atas? Gunakan = 0,05.

a. R Squared = .924 (Adjusted R Squared = .873)

Anggap asumsi-asumsi dalam Anava terpenuhi.

Latar Belakang
Keheterogenan unit percobaan tidak bisa dikendalikan hanya dengan pengelompokkan satu sisi keragaman. keragaman

Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL)


Latin Square Design

Kelebihan
Mampu mengendalikan komponen keragaman unit-unit p ) percobaan dari dua arah ( (arah baris dan arah kolom)

Kekurangan
RBSL tidak efektif bila percobaan melibatkan perlakuan dalam j jumlah besar

Syarat RBSL
Jumlah perlakuan = jumlah baris = jumlah kolom Pengacakan, g , setiap pp perlakuan harus muncul sekali di setiap p

baris dan sekali di setiap kolom

Pengacakan g dan Bagan g Percobaan

Tabulasi Data
Baris Kolom K1 K2 K3 K4 Jumlah B1 B2 B3 B4

Penempatan P t

Pengacakan P k

Pengacakan P k

perlakuan (searah diagonal)


1 A D C B 2 B A D C 3 C B A D 4 D C B A

penempatan baris
3 C B A D 2 B A D C 4 D C B A 1 A D C B 1 2 3 4

penempatan kolom
3 B D C A 2 A C B D 4 C A D B 1 D B A C 2 4 1 3

B A C D

Y112 Y211 Y313 Y414 Y1

D C A B

Y124 Y223 Y321 Y422 Y2

C B D A

Y133 Y232 Y334 Y431 Y3

A D B C

Y141 Y244 Y342 Y443 Y4

Y1 Y2 Y3 Y4 Y

Hasil Akhir Pengacakan (Bagan Percobaan Percobaan) )

Jumlah

Model Linier Aditif dari RBSL

Yijk = + i + j + k + ijk

i = 1, 2, K , r j = 1, 2, K , r

Hipotesis Model Tetap


Hipotesis pengaruh perlakuan

dengan

ijk ~ N (0, 2 )
iid

k = 1, 2, K , r

H 0 :1 = 2 = K = r = 0
Hipotesis pengaruh baris

H 1 : k 0 , k = 1, 2, K , r

(perlakuan ( l k tidak id k b berpengaruh h terhadap h d respons yang diamati)

Yijk : pengamatan pada perlakuan ke-k dalam baris ke-i kolom ke-j : rataan umum i : pengaruh baris ke-i j : pengaruh kolom ke-j k : pengaruh perlakuan ke-k ijk : pengaruh acak pada perlakuan ke-k dalam baris ke-i dan kolom ke-j
Asumsi untuk model tetap ialah

H 0 : 1 = 2 = K = r = 0
Hipotesis pengaruh kolom

H 1 : i 0 , i = 1, 2, K , r

(baris tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

H 0 : 1 = 2 = K = r = 0 H 1 : j 0 , j = 1, 2, K , r

(kolom tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

i =1
iid

=0

j =1

=0
iid

k =1

=0

2 Asumsi untuk model acak ialah i ~ N 0,

2 ) j ~ N (0,

k ~ N (0, 2 )
iid
6

Hipotesis po es s Model ode Acak ca


Hipotesis pengaruh perlakuan

Tabel Analisis Variansi


SV Perlakuan Baris Kolom Galat Total db r1 r-1 r-1 r1 r-1 (r-1)(r-2) r2-1 JK JKP JKB JKK JKG JKT KT KTP KTB KTK KTG Fhitung KTP/KTG KTB/KTG KTK/KTG

H 0 : 2 = 0 H 1 : 2 > 0
2 H0 : =0 2 H1 : >0

(keragaman perlakuan tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) (keragaman perlakuan berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)

Hi t i pengaruh Hipotesis h baris b i


(k (keragaman b baris i tid tidak k berpengaruh b ht terhadap h d respons yang di diamati) ti) (keragaman baris berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)

Hipotesis pengaruh kelompok

H0 : = 0
2

(keragaman kelompok tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) (keragaman kelompok berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)

Kriteria Keputusan : 1, 2, 3. Ho ditolak jika Fhit > F(r (r-1, 1, (r (r-1)(r-2)) 1)(r 2))

H1 : > 0
2

Perhitungan Analisis Variansi


FK = Y r
2 2 r 2 k

Soal 1
Jurusan Pendidikan Matematika di sebuah universitas besar bermaksud mengevaluasi kemampuan mengajar 4 profesornya. Untuk menghilangkan pengaruh yang diakibatkan oleh mata kuliah yang berlainan dan waktu mengajar yang tidak sama maka dilakukan kl ifik i keragaman klasifikasi k d i dua dari d arah. h Setiap S ti profesor f mengajar j 4 kelas: k l Aljabar, Geometri, Statistika dan Kalkulus, masing-masing pada 4 waktu berbeda. Data berikut adalah nilai yang diberikan oleh keempat profesor A, B, C, dan D pada 16 mahasiswa yang mempunyai kemampuan kira-kira sama.
Anggap asumsi-asumsi dalam Anava terpenuhi A p

JKP =

Y
k =1

JKK =
FK

Y
j =1

2 j

r
r r r

FK

JKB =

Yi2
i =1

2 JKT = Yijk FK i =1 j =1 k =1

FK

JKG = JKT JKP JKB JKK

Analisislah data diatas sesuai maksud penelitiannya! Gunakan taraf nyata = 0,05.
9

Soal 2
Sebuah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh posisi tempat duduk siswa terhadap nilai hasil ujian pada sebuah kelas. Keragaman nilai hasil ujian siswa dapat disebabkan diantaranya oleh tingkat kemampuan intelegensi siswa dan waktu ujian yang berbeda sehingga dilakukan klasifikasi keragaman dari dua arah. Tingkat kemampuan intelegensi siswa diukur dengan skor IQ yang selanjutnya dapat digolongkan menjadi tingkatan kemampuan rendah, rendah sedang dan tinggi. Waktu ujian yang dipilih adalah pagi (jam 7.00-9.00), siang (11.00-13.00) dan sore (15.00-17.00). Posisi tempat duduk yang dicobakan adalah depan, tengah, belakang. Untuk keperluan penelitian tersebut dipilih 9 siswa yang mewakili tiga golongan tingkat kemampuan intelegensi dan tiga kelompok waktu ujian. j Berikut rata-rata nilai hasil ujian j untuk ketiga g p posisi tempat p duduk.

Soal 3
Suatu S t percobaan b t l h dilakukan telah dil k k untuk t k membandingkan b di k kualitas k lit empat t jenis pemutih wajah keluaran terbaru yaitu A, B, C dan D. Pemutih wajah j diujicobakan j pada wanita dengan p g tipe p kulit wajah j berbeda (normal, kering, berminyak dan sensitif) dan waktu penggunaan yang berbeda (pagi, siang, sore, dan malam). Data yang diperoleh berupa d t tingkat data ti k t keberhasilan k b h il obat b t pemutih tih dengan d skala k l 1-50. 1 50 Perlakuan A B C D Y..k 140 142 160 113 Tipe Kulit Wajah Normal Kering Berminyak Sensitif Yi.. 105 169 143 138 Waktu Penggunaan P Pagi Siang Sore Malam Y.j. 135 147 149 124

Sumber Derajat Jumlah Kuadrat V i i Variasi b b bebas Kuadrat K d t Tengah T h Perlakuan 4,634 Kemampuan p 1,642 , Waktu 0,188 Galat T t l Total 11 722 11,722

Analisislah data diatas sesuai maksud penelitiannya! Gunakan taraf nyata = 0,05. Anggap asumsi-asumsi dalam Anava terpenuhi A p

Diketahui : 122 + 342 + + 452 + 122 = 21143 a) Tentukan rancangan apa yang sesuai dengan penelitian yang dimaksud. b) Lakukan pengujian hipotesis yang dimaksud dengan taraf nyata 0,05(Anggap asumsi-asumsi dalam Anava terpenuhi).

Beda d Nyata Terkecil k il (BNT) ( ) Least Significant g f Difference ff (LSD)

Uji j Lanjut j Setelah Anava


(Perbandingan Rata Rata-rata Perlakuan) Perlakuan)

Uji lanjut ini hanya berlaku untuk pengujian model tetap bila hipotesis nol pengaruh perlakuan ditolak
Dosen Pengampu : Kismiantini Kismiantini, , M.Si M.Si. .

Hipotesis H0 : i = i H1 : i i Taraf nyata : Statistik Uji : BNT = t (db (G ) ) sY


1 1 sYi Yi ' = KTG r + r ' i i
2

i Yi '

Kriteria Keputusan :Yi Yi ' > BNT maka H1 diterima (kedua perlakuan b b d ) berbeda)

Beda d Nyata Jujur j ( (BNJ) ) Honest Significant g f Difference ff (Tukey y test)


Hipotesis H0 : i = i H1 : i i Taraf nyata y : Statistik Uji : BNJ = q (a ,db ( g ) ) sY sY = KTG r ulangan l sama
rh = a

Uji ji Perbandingan b di Berganda d Duncan Duncan Multiple p Range g Test (DMRT)


Hipotesis H0 : i = i H1 : i i Taraf nyata y : Statistik Uji : R p = r ( p ,db ( g ) ) sY sY = KTG r ulangan l sama
rh = a

rp

p = 2, 3, K , a

1 r
i =1

ulangan tidak sama sama, ganti r dengan rh a menyatakan banyaknya perlakuan

1 r
i =1

ulangan tidak sama sama, ganti r dengan rh a menyatakan banyaknya perlakuan

K Kriteria i i Keputusan K : Yi Yi ' > BNJ maka H1 diterima (kedua perlakuan berbeda)

K Kriteria i i Keputusan K : Yi Yi ' > Rp maka k H1 diterima (kedua perlakuan berbeda)

Perhatikan Kasus RAL berikut!


Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh persentase kandungan paracetamol dalam obat penurun panas terhadap waktu yang diperlukan untuk menurunkan panas dari 39 menjadi 37. Untuk keperluan ini telah dipilih secara acak 25 penderita sakit panas dengan suhu 39 dari usia yang hampir sama dan tanpa keluhan sakit yang lain. lain Keduapuluh lima pasien tersebut dibagi secara acak menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok yang terdiri dari 5 orang tersebut diberi obat penurun panas dengan persentase kandungan paracetamol tertentu. Berikut data tentang waktu (dalam jam) yang diperlukan oleh para pasien tersebut sampai dengan panas badan mereka turun menjadi 37 .
KADAR PARACETAMOL 40% 7 6 9 4 7 50% 9 7 8 6 9 60% 5 4 8 6 3 75% 3 5 2 3 7 90% 2 3 4 1 4

Uji lanjut dengan BNT


Hipotesis H0 : i = i H1 : i i, i i i, i i = 1, 1 2, 2 3, 3 4, 4 5 Taraf nyata : =0,05 Statistik Uji : BNT = t
2

( db ( G ) )

1 1 KTG r + r ' i i

Lakukan uji lanjut setelah Anava bila hipotesis nol pengaruh perlakuan ditolak? Gunakan taraf nyata 0,05.

Kriteria Keputusan : t0,025(20) = 2,086


1 1 BNT = 2,086 2,880 + = 2,2389 5 5

H0 ditolak jika Yi Yi ' > 2,2389

Hitungan:
Y1 Y2 = 1,2 Y1 Y3 = 1,4 Y1 Y4 = 2,6 Y1 Y5 = 3,8

Y2 Y4 = 3,8 Y2 Y5 = 5 Y3 Y4 = 1,2 Y3 Y5 = 2,4 Y4 Y5 = 1,2


Tanda * menunjukkan hasil nyata/signifikan

Uji lanjut dengan BNJ


Hipotesis H0 : i = i H1 : i i, i i, i = 1, 2, 3, 4, 5 Taraf nyata : =0,05 Statistik Uji :

Y2 Y3 = 2,6

Kesimpulan 1=2, 1=3, 3=4, 4=5 14, 15, 25, 23, 24, 35
Y5 2,8 Y4 4 Y3 Y1 Y2 5,2 6,6 7,8
Garis tersebut melambangkan memiliki rata rata-rata sama (tidak b b d secara nyata berbeda nyata) t )

BNJ = q (a ,db ( g ) )

KTG r

Kriteria Keputusan : q0,05(5,20) = 4,24


BNJ = 4,24 2,880 = 3,2179 5

H0 ditolak jika Yi Yi ' > 3,2179

Hitungan:
Y1 Y2 = 1,2 Y1 Y3 = 1,4 Y1 Y4 = 2,6 Y1 Y5 = 3,8 Y2 Y3 = 2,6 Y2 Y4 = 3,8 Y2 Y5 = 5 Y3 Y4 = 1,2 Y3 Y5 = 2,4 Y4 Y5 = 1,2
Tanda * menunjukkan hasil nyata/signifikan

Uji Lanjut L j t dengan d DMRT


Hipotesis H0 : i = i H1 : i i, i i, i = 1, 2, 3, 4, 5 Taraf nyata : = 0,05 0 05 Statistik Uji : KTG
R p = rp r
Lihat di tabel DMRT

Kesimpulan 1=2=3, 3=4=5, 1=3=4 15, 25, 24


Y5 2,8 Y4 4 Y3 Y1 Y2 5,2 6,6 7,8

Kriteria Keputusan : H0 ditolak jika Yi Yi ' > Rp


p rp Rp 2 2,95 2,24 3 3,10 2,35 4 3,18 2,41 5 3,25 2,47

Hitungan g :

Y2 Y5 = 5 > 2,47 (R5 )

Y5 Y4 2,8 4

Y3 Y1 Y2 5,2 6,6 7,8

Y2 Y4 = 3,8 > 2,41 (R4 ) Y1 Y5 = 3,8 > 2,41 (R4 )

Kesimpulan 1=2, 1=3, 3=4, 4=5 14, 15, 25, 23, 24, 35
Y5 2,8 Y4 4 Y3 Y1 Y2 5,2 6,6 7,8

Y2 Y3 = 2,6 > 2,35 (R3 ) Y1 Y4 = 2,6 > 2,35 (R3 ) Y2 Y1 = 1,2 < 2,24 (R2 ) Y1 Y3 = 1,4 < 2,24 (R2 ) Y3 Y5 = 2,4 > 2,35 (R3 )

Untuk kasus ini ini, , uji DMRT dan uji BNT memberikan k i kesimpulan l yang sama

Y4 Y5 = 1,2 < 2,24 (R2 )

Y3 Y4 = 1,2 < 2,24 (R2 )

AsumsiAsumsi -asumsi dalam Anava

AsumsiA Asumsi i-asumsi i dalam d l Analisis Variansi


Dosen Pengampu Pengampu: : Kismiantini, Kismiantini, M.Si. M.Si.

Galat percobaan memiliki ragam yang homogen Galat percobaan saling bebas Galat percobaan menyebar normal

1. Pengujian Kehomogenan Ragam Uji Bartlett (1937)


Hipotesis: p H0:12=22==a2 Tarafnyata: s2=[(ri1)si2]/[(ri1)] KriteriaKeputusan:
(Ragam semua perlakuan sama) (Minimal ada satu perlakuan yang ragamnya tidak sama dengan yang lain)

2. Melihat kebebasan galat satu dengan yang lainnya


Untuk melihat keacakan galat percobaan dibuat plot antara nilai dugaan galat (eij) dengan nilai dugaan respons (Y )
ij

H1: i2i2,ii,i=1,2,,a

Apabila plot yang dibuat diperoleh bahwa titik-titik titik titik amatan (sisaan) berfluktuasi secara acak di sekitar nol maka dapat dikatakan bahwa galat percobaan saling bebas.

StatistikUji:2=(ln10){[(ri1)]log(s2) (ri1)log(si2)}
s2 = 1 1 1 FK = 1 + i 3(a 1) ri 1 (ri 1)

(Y
j

ij

Yi )

ri 1

ri Yij2 ( Yi ) ri (ri 1)

H0 ditolakjika2terkoreksi=(1/FK)2hit >2(a1)
Plot nilai dugaan galat dengan nilai dugaan respons juga dapat untuk melihat h kehomogenan h ragam galat (titik-titik amatan (sisaan) tidak membentuk suatu pola tertentu )

Model RAL
Yij = + i + ij , ij ~ N 0, 2 E (Yij ) = + i akan diduga oleh
iid

Model RAKL

E (Yij ) = + i + j
= + i + Y ij j

Yij = + i + j + ij , ij ~ N 0, 2
akan diduga oleh

iid

= + i Y ij

= Y + (Yi Y ) = Yi

= Y + (Yi Y ) + (Y j Y ) = Yi + Y j Y

Sehingga galat (ij) akan diduga oleh sisaan (eij)

Sehingga galat (ij) akan diduga oleh sisaan (eij)

= Y Y eij = Yij Y ij ij i

= Y Y Y +Y eij = Yij Y ij ij i j

Model RBSL
E (Yijk ) = + i + j + k
+ = i + + Y ijk j k

3. 3 Melihat kenormalan galat

Yijk = + i + j + k + ijk , ijk ~ N 0, 2

iid

akan diduga oleh

Secara visual kenormalan g galat dapat p dilihat dari plot peluang normal (plot kuantil-kuantil atau plot Q-Q). Bila titik-titik amatan mengikuti arah garis di diagonal l maka k galat l t menyebar b normal. l

= Y + (Yi Y ) + (Y j Y ) + (Y k Y ) = Yi + Y j + Y k 2Y

Sehingga galat (ijk) akan diduga oleh sisaan (eijk)

= Y Y Y Y + 2Y eijk = Yijk Y ijk ijk i j k


Uji formal untuk menguji apakah suatu data menyebar normal adalah uji Lilliefors
7 8

Plot p peluang g normal


Plot peluang normal bagi sisaan yaitu ei versus hi KTG = JKG / db(G ) i 0,375 hi = KTG z n + 0,25 hi adalah nilai harapan di bawah asumsi kenormalan Sisaan S diurutkan dari kecil ke besar
ei

Uji Lilliefors

z=

Gambar disamping menunjukkan bahwa galat menyebar normal karena titik-titik amatan (sisaan) mengikuti arah garis diagonal.
hi

Yi Y sY

S ( zi ) =

banyaknya z1 , z 2 ,..., z n yang zi n

10

Ilustrasi: Misalkan diketahui data sampel sbb 23, 27, 33, 33 40, 40 48, 48 48,57,59,62, 48 57 59 62 68,69,70. 68 69 70 Ujilah Ujil h apakah k h data d t sampel ini berasal dari populasi berdistribusi normal.
Y = 50,3; sY = 16,55; n = 12
Yi 23 27 33 40 48 48 57 59 62 68 69 70
11

Hipotesis: H0: Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal H1: Sampel berasal dari populasi tidak berdistribusi normal Taraf nyata: = 0,05 Statistik Uji: L0 Kriteria Keputusan: L0,05(12) = 0,242

zi -1,65 -1,41 1,41 -1,05 -0,62 -0,14 0 14 -0,14 0,40 0,53 0,71 1 07 1,07 1,13 1,19

F(zi) 0,0495 0,0793 0,1469 0,2676 0 4443 0,4443 0,4443 0,6554 0,7019 0,7611 0 8577 0,8577 0,8708 0,8830

S(zi) 0,0833 0,1667 0,2500 0,3333 0 5000 0,5000 0,5000 0,5833 0,6667 0,7500 0 8333 0,8333 0,9167 1

|F(zi)- S(zi)| 0,0338 0,0874 0,1031 0,0657 0 0557 0,0557 0,0557 0,0721 0,0352 0,0111 0 0244 0,0244 0,0459 0,1170

L0 = 0,1170 , 7

H0 ditolak jika L0 > 0,242 Hitungan : L0 = 0,1170 Kesimpulan: Karena L0 = 0,1170 0 1170 < 0 0,242 242 maka H0 diterima. diterima Jadi dengan taraf nyata 0,05 dapat disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi berdistribusi normal.
12

Soal 1 (RAL)
Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh persentase kandungan paracetamol dalam obat penurun panas terhadap waktu yang diperlukan untuk menurunkan panas dari 39 menjadi 37. Untuk keperluan ini telah dipilih secara acak 25 penderita sakit panas dengan suhu 39 dari usia yang hampir sama dan tanpa keluhan sakit yang lain. Keduapuluh lima pasien tersebut dibagi secara acak menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok yang terdiri dari 5 orang tersebut diberi obat penurun panas dengan d persentase t k d kandungan paracetamol t l tertentu. t t t Berikut B ik t data d t tentang waktu (dalam jam) yang diperlukan oleh para pasien tersebut sampai dengan panas badan mereka turun menjadi 37 .
KADAR PARACETAMOL 40% 7 6 9 4 7
13 14

50% 9 7 8 6 9

60% 5 4 8 6 3

75% 3 5 2 3 7

90% 2 3 4 1 4

Periksalah apakah asumsiasumsi dalam Anava terpenuhi? Gunakan taraf nyata 0,05 bila diperlukan.

Soal 2 (RAL)
Tiga kelas kuliah matematika dasar diberikan oleh tiga dosen (A, B, C). Usia dan prestasi mahasiswa dari g kelas tersebut relatif homogen. g Materi kuliah, , ketiga ujian, metode mengajar, dan media yang digunakan sama. Karakteristik dosen juga relatif sama. Nilai akhirnya khi t tercatat t t sebagai b i berikut. b ik t
A B C 73 89, 73, 89 82, 82 43, 43 80, 80 73, 73 66, 66 60, 60 45, 45 93, 93 36, 36 77 88, 78, 48, 91, 51, 85, 74, 77, 31, 78, 62, 76, 96, 80, 56 68 79, 68, 79 56, 56 91, 91 71, 71 71, 71 87, 87 41, 41 59, 59 68, 68 53, 53 79, 79 15

Soal 3 (RAKL)
Suatu percobaan di bidang peternakan telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai campuran ransum makanan terhadap pertambahan berat badan domba jantan selama percobaan (di k dalam (diukur d l k ) Hewan kg). H (d b ) percobaan (domba) b yang tersedia t di berbeda b b d umur, karenanya dilakukan pengelompokan menjadi 4 kelompok umur. Data p pertambahan bobot badan dari 16 ekor domba j jantan yang digunakan dalam percobaan adalah sbb. Periksalah apakah asumsiasumsiasumsi terpenuhi terpenuhi? ? Gunakan taraf nyata 0 0,05 05 bila diperlukan. diperlukan .

Periksalah apakah p asumsi-asumsi terpenuhi? p Gunakan taraf nyata 0,05 bila diperlukan.

15

16

Soal 4 (RBSL)
Jurusan Pendidikan Matematika di sebuah universitas besar bermaksud mengevaluasi kemampuan mengajar 4 profesornya. Untuk menghilangkan pengaruh yang diakibatkan oleh mata kuliah yang berlainan dan waktu mengajar yang tidak sama maka dilakukan klasifikasi keragaman dari dua arah. Setiap profesor mengajar 4 kelas: Aljabar, Geometri, Statistika dan Kalkulus, masing-masing pada 4 waktu berbeda. berbeda Data berikut adalah nilai yang diberikan oleh keempat profesor A, B, C, dan D pada 16 mahasiswa yang mempunyai kemampuan kira-kira sama.
Periksalah apakah asumsiasumsi terpenuhi? Gunakan taraf nyata 0,05 bila diperlukan. Source perlakuan p Error Total S = 1.697 DF 4 20 24

Jawab Soal 1

SS 79.44 57.60 137.04

MS 19.86 2.88

F 6.90

P 0.001

R-Sq = 57.97%

R-Sq(adj) = 49.56%

17

18

Jawab Soal 2

Jawab Soal 3

Source perlakuan Error Total S = 18.99

DF 2 37 39

SS 335 13350 13685

MS 168 361

F 0 0.46 46

P 0 0.632 632

Analysis of Variance for bobot badan, using Adjusted SS for Tests Source kelompok jenis ransum Error Total DF 3 3 9 15 Seq SS 14.188 89.187 8.562 111.937 Adj SS 14.187 89.187 8.562 Adj MS 4.729 29.729 0.951 F 4.97 31.25 P 0.026 0.000

R-Sq = 2.45%

R-Sq(adj) = 0.00%

19

20

Jawab Soal 4

Analysis of Variance for nilai, using Adjusted SS for Tests Source waktu mata kuliah profesor Error Total
21

DF 3 3 3 6 15

Seq SS 474.50 252.50 723 723.50 50 287.50 1738.00

Adj SS 474.50 252.50 723 50 723.50 287.50

Adj MS 158.17 84.17 241 17 241.17 47.92

F 3.30 1.76 5 5.03 03

P 0.099 0.255 0 0.045 045

Percobaan Faktorial PERCOBAAN DUA FAKTOR


Percobaan Faktorial
Ci Ciri i : perlakuan l k merupakan k kombinasi k bi i dari d i semua kemungkinan kombinasi dari taraf-taraf dua faktor atau l bih lebih. Keuntungan adalah mampu mendeteksi respons dari 1.Taraf masing-masing g g faktor (p (pengaruh g utama) ) 2.Interaksi antara dua faktor (pengaruh interaksi) Bila sudah ada dugaan kuat (ada literatur) bahwa faktor A dan faktor B tidak ada interaksi maka tidak perlu menggunakan rancangan faktorial.
1 2

Plot interaksi antara faktor A dengan g faktor B

Pengar h Interaksi Pengaruh


Interaksi nyata/signifikan maka a.uji pada pengaruh utama tidak bermakna b pengaruh faktor A dan B tidak saling b.pengaruh bebas

P Percobaan b D Faktor Dua F kt dalam d l RAL


Latar Belakang : unit percobaan yang digunakan relatif homogen

Faktorial RAL

Misal ada dua faktor (A dan B) Faktor A mempunyai 3 taraf (A1, A2, A3) Faktor B mempunyai 2 taraf (B1, B2) Maka kombinasi perlakuan ada 3 2 = 6 (A1B1, A1B2, A2B1, A2B2, A3B1, A3B2) Ulangan ada sebanyak 3 Maka unit percobaan yang diperlukan 3 2 3 = 18.
6

B Bagan Percobaan P b d dan C Cara P Pengacakan k


1 7 13 2 8 14 3 9 A1B1 15 16 17 18 A1B1 4 10 5 A1B1 11 12 6

Tab lasi Data Tabulasi


Ulangan B1 1 2 3 Total B2 1 2 3 Total Total A1 Y111 Y112 Y113 Y11 A2 Y211 A3 Y311 Total Y212 Y312 Y213 Y313 Y21 Y31 Y1

Y121 Y221 Y321 Y122 Y222 Y322 Y123 Y223 Y323 Y12 Y1 Y22 Y2 Y32 Y3 Y2 Y

Cara mengacak, misalkan A1B1 akan diletakkan pada 3 nomor kocokan pertama yaitu pada tempat 5, 9 dan 18, dan seterusnya.

Model Linier Aditif dari Faktorial RAL


i = 1, 2, K , a

M d lT Model Tetap t (F (Faktor kt A dan d B tetap) t t )


Sumber Keragaman A B AB G l t Galat Derajat Bebas (db) a-1 b-1 (a-1)(b-1) ab(r-1) b( 1) abr-1 abr 1 Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKB JKAB JKG JKT KTA KTB KTAB KTG Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)
2 +r
2 +r 2 +r
2

Yijk = + i + j + ( )ij + ijk

ijk ~ N (0, 2 ) Yijk : pengamatan pada faktor A taraf ke-i, faktor B taraf ke-j dan ulangan ke-k : rataan t umum i : pengaruh utama faktor A taraf ke-i j : pengaruh utama faktor B taraf ke ke-jj ()ij : pengaruh interaksi dari faktor A taraf ke-i dan faktor B taraf ke-j ijk : pengaruh acak pada faktor A taraf ke-i, faktor B taraf ke-j dan ulangan ke-k
iid

dengan

j = 1, 2, K , b k = 1, 2, K , r

2 ij

(a 1)(b 1)
2 ij

+ br
+ ar

(a 1)
(b 1)

2 i

(a 1)(b 1) (a 1)(b 1)

2 j

2 ij

Asumsi untuk model tetap ialah

i =1

= 0, j = 0, ( )ij = ( )ij = 0
j =1 i =1 j =1

Total

Asumsi untuk model acak ialah


iid

2 2 ), j ~ N (0, 2 ), ( )ij ~ N (0, ) i ~ N (0, iid iid

10

M d lA Model Acak k (F (Faktor kt A d dan B acak) k)


Sumber Keragaman A B AB G l t Galat Total Derajat Bebas (db) a-1 b-1 (a-1)(b-1) ab(r-1) b( 1) abr-1 abr 1 Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKB JKAB JKG JKT KTA KTB KTAB KTG Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)
2 2 2 + r + br
2 2 2 + r + ar

M d lC Model Campuran (F (Faktor kt A acak kd dan B t tetap) t )


Sumber Keragaman A B AB G l t Galat Total Derajat Bebas (db) a-1 b-1 (a-1)(b-1) ab(r-1) b( 1) abr-1 abr 1 Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKB JKAB JKG JKT KTA KTB KTAB KTG Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)
2 2 2 + r + br

2 + ar 2 + r

(b 1)

2 j

2 2 + r

2 2 + r

11

12

M d lC Model Campuran (F (Faktor kt A t tetap t dan d B acak) k)


Sumber Keragaman A B AB G l t Galat Total Derajat Bebas (db) a-1 b-1 (a-1)(b-1) ab(r-1) b( 1) abr-1 abr 1 Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKB JKAB JKG JKT KTA KTB KTAB KTG Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)
2 2 + r + br

Hi t i M Hipotesis Model d lT Tetap t (F (Faktor kt A d dan B t tetap) t ) Hipotesis pengaruh utama faktor A
H 1 : i 0 , i = 1, 2, K , a H 0 : 1 = 2 = K = a = 0 (faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
(faktor A berpengaruh terhadap respons yang diamati)

(a 1)

2 i

2 2 2 + r + ar

Hipotesis pengaruh utama faktor B


H 0 : 1 = 2 = K = b = 0 (faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) H 1 : j 0 , j = 1, 2, K , b
(faktor B berpengaruh terhadap respons yang diamati)

2 2 + r

Hipotesis pengaruh interaksi H 0 : ( )11 = ( )12 = K = ( )ab b = 0 H 1 : ( )ij 0 , i = 1, 2, K , a, j = 1, 2, K , b


13

(Interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) (Interaksi faktor A dengan faktor B berpengaruh terhadap respons yang diamati) 14

Hi t i M Hipotesis Model d lA Acak k (F (Faktor kt A d dan B acak) k) Hipotesis pengaruh utama faktor A
H0 : = 0
2 2

Hi t i Model Hipotesis M d l Campuran C (Faktor (F kt A acak k d dan B t tetap) t )

Hipotesis pengaruh utama faktor A


2 H0 : =0

(Keragaman faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) terhadap respons yang diamati)

(Keragaman faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)


(Keragaman faktor A berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)

H 1 : > 0 (Keragaman faktor A berpengaruh positif

H1 : > 0
2

Hipotesis pengaruh utama faktor B


H0 : =
2

Hipotesis pengaruh utama faktor B


H 0 : 1 = 2 = K = b = 0 (faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) H 1 : j 0 , j = 1, 2, K , b (faktor B berpengaruh terhadap respons yang diamati)
2 faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh terhadap respons H 0 : = 0 (Keragaman yang diamati) 2 H 1 : >0 15 (Keragaman faktor A dengan faktor B berpengaruh positif terhadap respons yang diamati) 16

0 (Keragaman faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

2 H1 : > 0 (Keragaman faktor B berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)

Hipotesis pengaruh interaksi


2 (Keragaman g faktor A dengan g faktor B tidak berpengaruh p g terhadap p H 0 : =0( 2 H 1 : > 0 (Keragaman faktor A dengan faktor B berpengaruh positif terhadap

Hipotesis pengaruh interaksi

respons yang diamati)

respons yang diamati)

Hi t i Model Hipotesis M d l Campuran C (Faktor (F kt A t tetap t d dan B acak) k)

Perhitungan Analisis Variansi


FK = Y2 abr

Hipotesis pengaruh utama faktor A


H 1 : i 0 , i = 1, 2, K, a

H 0 : 1 = 2 = K = a = 0 (faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)


(faktor A berpengaruh terhadap respons yang diamati)

Hipotesis pengaruh utama faktor B


2 H0 : = 0 (Keragaman faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) 2 H1 : > 0 (Keragaman faktor B berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)

JKP =

Y
i =1 j =1

2 ij

JKB =
FK

Y
j =1 a

2 j

ar
b

FK
r

2 JKT = Yijk FK i =1 j =1 k =1

Hipotesis pengaruh interaksi


2 (Keragaman g faktor A dengan g faktor B tidak berpengaruh p g terhadap p H 0 : = 0(

respons yang diamati)

JKA =
17

Yi2
i =1

2 H 1 : > 0 (Keragaman faktor A dengan faktor B berpengaruh positif terhadap

br

FK

JKAB = JKP JKA JKB JKG = JKT JKP


18

respons yang diamati)

Soal 1
Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk dan varietas padi terhadap hasil produksi padi. Jenis pupuk yang diteliti adalah P1, P2, P3 dan P4. Dari berbagai g varietas p padi y yang g ada, , telah dipilih secara acak 3 diantaranya yaitu V1, V2 dan V3. Mengingat g g terbatasnya y lahan, , ulangan g hanya y dilakukan sebanyak 3 kali untuk setiap kombinasi perlakuannya. Percobaan dilakukan di sawah percobaan, dengan kondisi tanah, pengairan dan penyinaran dapat dianggap relatif homogen, sehingga pengacakan secara lengkap dapat diterapkan pada petak-petak percobaan.
19

Berikut ini adalah data hasil produksi padi untuk setiap petak percobaan, yang dicatat dalam kuintal
Jenis Pupuk P1 Jumlah 65 P2 Jumlah 59 P3 Jumlah 58 P4 Jumlah Total 41 46 57 61 53 53 59 38 68 65 66 71 59 58 39 42 63 58 57 43 52 47 58 67 Varietas Padi V1 64 66 70 V2 72 81 64 V3 74 51 65 Total

Analisislah data tersebut sesuai maksud penelitiannya. penelitiannya . Gunakan taraf nyata 0,05. 0 05 Anggap asumsi asumsiasumsi dalam Anava terpenuhi

20

P h tik b Perhatikan berikut ik t !


Sumber Keragaman A B AB Galat Total Derajat Bebas (db) a-1 = ( (a) )( (1) ) b-1 = (b) (1) (a-1)(b-1) = (ab) (a) (b) +(1) ab(r-1) = (abr) (ab) abr-1 = (abr) (1)
2 1 2 2

Soal 2
A : jenis pupuk B : varietas padi a = 4, 4 b=3 3, r = 3

(a ) a

2 2 + a + a3 + a4 br 2 b12 + b2 + b32 (b ) ar
2 2 2 2

(abr )
1

2 Yijk

(1) Y

abr

(ab ) ab11 + ab12 + ab13 + ab21 + ab22 + ab23 + ab31 + ab32 + ab33 + ab41 + ab42 + ab43
2 2 2 2 2 2 2 2

21

Suatu penelitian akan dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode belajar dan waktu kegiatan belajar mengajar terhadap hasil belajar mata k li h rancangan percobaan kuliah b ( t (rata-rata t hasil h il nilai il i akhir). khi ) Metode M t d yang dicobakan adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi. Sedangkan waktu kegiatan belajar mengajar yang dipilih adalah pada jam pertama (7.00 (7.008.40), jam ketiga (11.00-12.40) dan jam kelima (15.00-16.40). Pengamatan dilakukan pada mahasiswa yang mengambil mata kuliah t tersebut b t dengan d k kemampuan awal l dalam d l mempelajari l j i rancangan percobaan relatif sama (syarat mata kuliah Statistika Elementer telah diambil dengan nilai minimal C). Mahasiswa tersebut dikelompokkan berdasarkan program studinya yaitu Prodi Pendidikan Matematika Subsidi, Pendidikan Matematika Swadana C dan Pendidikan Matematika S d Swadana D D. a) Apa unit percobaannya? Apa pengamatannya? b) Sebutkan faktor-faktor faktor faktor yang diteliti beserta taraf dan sifatnya? c) Tentukan semua kombinasi perlakuan yang mungkin. d) Seperti apa bagan diagram bloknya? e) Bagaimana bagan pengacakannya?

Percobaan 2 Faktor dalam RAKL


FAKTORIAL RAKL
Dosen D Pengampu P : Kismiantini, K Kismiantini t , M,Si, M S, M,Si
1

Latar belakang: unit percobaan tidak seragam. Pengacakan P k secara acak k dalam d l masing-masing i i kelompok k l k untuk t k semua kombinasi perlakuan. Pengaruh g kelompok p diasumsikan tidak berinteraksi dengan g kedua faktor. Misal ada dua faktor (A dan B) F kt A mempunyai Faktor i 3 taraf t f (A1, (A1 A2, A2 A3) Faktor B mempunyai 2 taraf (B1, B2) Maka kombinasi perlakuan ada 3 2 = 6 (A1B1, A1B2, A2B1, A2B2, A3B1, A3B2) Kelompok ada sebanyak 3 Sehingga unit percobaan yang diperlukan 3 2 3 = 18,

Bagan Percobaan dan Cara Pengacakan


Kelompok 1
1 2 3 4 5 A1B1 6 B1

Tabulasi Data
K l Kelompok k 1 2 3 Total B2 1 2 3 A1 Y111 Y112 Y113 Y11 A2 Y211 A3 Y311 T t l Total

Y212 Y312 Y213 Y313 Y21 Y31 Y1

Kelompok 2
1 2 3 A1B1 4 5 6

Y121 Y221 Y321 Y122 Y222 Y322 Y123 Y223 Y323 Y12 Y1 1 Y22 Y2 2 Y32 Y3 3 Y2 Y

Kelompok 3
1 2 3 4 5 6 A1B1 Total

Total

Cara mengacak, semua kombinasi perlakuan diacak di masingmasing i kelompok, k l k


3 4

Model Linier Aditif dari Faktorial RAKL


Yijk = + i + j + ( )ij + k + ijk
dengan
i = 1, 2, K , a j = 1, 2, K , b k = 1, 2, K , r
iid

Model Tetap (Faktor A dan B tetap) jika kelompok acak


S b Sumber Keragaman A B AB Kelompok Derajat D j t Bebas (db) a-1 b-1 (a-1)(b-1) r-1 Jumlah J l h Kuadrat K d t Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKB JKAB JKK KTA KTB KTAB KTK KTG Nilai Nil i Harapan H K d t Tengah Kuadrat T h E(KT)
2 +r

ijk ~ N (0, 2 ) Yijk : p pengamatan g p pada faktor A taraf ke-i, , faktor B taraf ke-jj dan kelompok p ke-k : rataan umum i : pengaruh utama faktor A taraf ke-i j : pengaruh utama faktor B taraf ke ke-jj ()ij : pengaruh interaksi dari faktor A taraf ke-i dan faktor B taraf ke-j k : pengaruh kelompok ke-k ijk : pengaruh acak pada faktor A taraf ke-i, ke i faktor B taraf ke-j ke j dan kelompok ke-k ke k

2 ij

(a 1)(b 1)
2 ij

+ br

(a 1)

2 i

2 +r 2 +r

(a 1)(b 1)

+ ar

2 j

(b 1)

2 ij

(a 1)(b 1)

Asumsi untuk model tetap ialah

2 2 + ab

i =1

= 0, j = 0, ( )ij = ( )ij = 0, k = 0
j =1 i =1 j =1 k =1

Galat
iid

(ab-1)(r-1) JKG abr-1 JKT

Asumsi untuk model acak ialah


iid iid

2 2 ), j ~ N (0, 2 ), ( )ij ~ N (0, ), k ~ N (0, 2 ) i ~ N (0, iid


5

Total

Model Acak (Faktor A dan B acak) jika k kelompok k k acak k


S b Sumber Keragaman A B AB Kelompok Galat Total Derajat D j t Bebas (db) a-1 b-1 (a-1)(b-1) r-1 Jumlah J l h Kuadrat K d t Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKB JKAB JKK KTA KTB KTAB KTK KTG Nilai Nil i Harapan H K d t Tengah Kuadrat T h E(KT)
2 2 2 + r + br
2 2 2 + r + ar

Model Campuran (Faktor A acak dan B tetap) jika kelompok acak


S b Sumber Keragaman A B AB Kelompok Galat Total Derajat D j t Bebas (db) a-1 b-1 (a-1)(b-1) r-1 Jumlah J l h Kuadrat K d t Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKB JKAB JKK KTA KTB KTAB KTK KTG Nilai Nil i Harapan H K d t Tengah Kuadrat T h E(KT)
2 2 2 + r + br

2 + ar 2 + r

2 j

(b 1)

2 2 + r
2 2 + ab

2 2 + r
2 2 + ab

(ab-1)(r-1) JKG abr-1 JKT

(ab-1)(r-1) JKG abr-1

Model Campuran (Faktor A tetap dan B acak) jika kelompok acak


Sumber S b Keragaman A B AB Kelompok Galat Total Derajat D j t Bebas (db) a-1 b-1 (a-1)(b-1) r-1 Jumlah J l h Kuadrat K d t Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKB JKAB JKK KTA KTB KTAB KTK KTG Nilai Nil i Harapan H K d t Tengah Kuadrat T h E(KT)
2 + br 2 + r

Hipotesis Model Tetap (Faktor A dan B tetap) jika kelompok acak


Hipotesis pengaruh utama faktor A
H 0 : 1 = 2 = K = a = 0 (faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) H 1 : i 0 , i = 1, 2, K , a
(faktor A berpengaruh terhadap respons yang diamati)

(a 1)

2 i

2 + r + ar 2 2

Hipotesis pengaruh utama faktor B H 0 : 1 = 2 = K = b = 0 (faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) H 1 : j 0 , j = 1, 2, K, b
(faktor B berpengaruh terhadap respons yang diamati)

+ r
2 2

+ ab
2

Hipotesis p pengaruh p g interaksi H 0 : ( )11 = ( )12 = K = ( )ab = 0

(ab-1)(r-1) JKG abr-1

H 1 : ( )ijj 0 , i = 1, 2, K , a, j = 1, 2, K, b (Interaksi faktor A dengan faktor B


berpengaruh terhadap respons

(Interaksi (I t k i faktor f kt A dengan d faktor f kt B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

yang diamati) Hipotesis pengaruh kelompok 2 H0 : = 0 (Keragaman kelompok tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

2 H1 : > 0 (Keragaman kelompok berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)


9 10

Hipotesis Model Acak (Faktor A dan B acak) jika kelompok acak


Hipotesis pengaruh utama faktor A 2 (Keragaman g faktor A tidak berpengaruh p g terhadap p respons p yang y g diamati) ) H0 : =0(
2 H1 : > 0 (Keragaman faktor A berpengaruh positif terhadap respons yang diamati) Hi t i pengaruh Hipotesis h utama t faktor f kt B 2 H0 : = 0 (Keragaman faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
2 H1 : > 0 (Keragaman faktor B berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)

Hipotesis Model Campuran (Faktor A acak dan B tetap)

jika kelompok acak


Hipotesis pengaruh utama faktor A 2 H0 : = 0 (Keragaman faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
2 H1 : > 0 (Keragaman faktor A berpengaruh postif terhadap respons yang diamati) Hipotesis pengaruh utama faktor B H 0 : 1 = 2 = K = b = 0 (faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

H 1 : j 0 , j = 1, 2, K, b

(f kt B b (faktor berpengaruh ht terhadap h d respons yang di diamati) ti)

Hipotesis pengaruh interaksi 2 interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh = 0 (Keragaman H 0 : terhadap respons yang diamati)
2 H 1 : > 0

Hipotesis pengaruh interaksi 2 (K i interaksi t k i faktor f kt A dengan d faktor f kt B tidak tid k berpengaruh b h = 0 (Keragaman H 0 :
2 H 1 : > 0 (Keragaman interaksi faktor A dengan faktor B berpengaruh positif

terhadap respons yang diamati) terhadap respons yang diamati)

(Keragaman interaksi faktor A dengan faktor B berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)

Hipotesis pengaruh kelompok


2 H0 : = 0 (Keragaman kelompok tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) 2 H1 : > 0 (Keragaman kelompok berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)
11

Hipotesis pengaruh kelompok


2 H0 : = 0 (Keragaman kelompok tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) 2 H1 : > 0 (Keragaman kelompok berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)
12

Hipotesis Model Campuran (Faktor A tetap dan B acak) jika kelompok acak
Hipotesis pengaruh utama faktor A H 0 : 1 = 2 = K = a = 0 (faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

Perhitungan Analisis Variansi


FK = Y2 abr

H 1 : i 0 , i = 1, 2,K , a

(faktor A berpengaruh terhadap respons yang diamati)

Hipotesis pengaruh utama faktor B 2 H0 : = 0 (Keragaman faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
2 H1 : >0

JKP =

Y
i =1 j =1

JKK =
FK

Y
k =1 a b

2 k

2 ij

ab
r

FK

(K (Keragaman faktor f kt B berpengaruh b h positif itif terhadap t h d respons yang diamati) di ti)

2 JKT = Yijk FK i =1 j =1 k =1

Hipotesis pengaruh interaksi


2 = 0 (Keragaman interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh H 0 : 2 interaksi faktor A dengan faktor B berpengaruh positif H 1 : > 0 (Keragaman t h d respons yang diamati) terhadap di ti) Hipotesis pengaruh kelompok 2 H0 : = 0 (Keragaman kelompok tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) 2 H1 : > 0 (Keragaman kelompok berpengaruh positif terhadap respons yang diamati)
13

terhadap respons yang diamati)

JKA =

Y
i =1

2 i

br

FK

JKAB = JKP JKA JKB JKG = JKT JKP JKK

JKB =

Y
j =1

2 j

ar

FK
14

Jika Kelompok Tetap


Sumber Keragaman Kelompok Galat Derajat Bebas (db) r-1 Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKK KTK KTG Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)

Seorang peneliti mengkombinasikan penambahan seng dengan minyak ikan ke dalam pakan sapi untuk mempengaruhi pertambahan berat badan sapi (kg per ekor per hari). hari) Kombinasi perlakuan yang dicobakan sebanyak 12 (suplementasi seng=0; 25; 50;75 dan suplementasi minyak ikan=0,0; 1,5; 3,0) dengan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengulangan perlakuan dilakukan dalam bentuk kelompok karena pengulangan dilakukan dalam waktu berbeda. Datanya sbb: Waktu Zn = 0 1 2 3 Zn = 25 1 2 3 Zn = 50 1 2 3 Zn = 75 1 2 3
15

Mi = 0,0 0,550 0,491 0,436 0,768 0,772 0 667 0,667 0,732 0,772 0,718 0 0,807 0,769

Mi = 1,5 0,750 0,790 0,718 0,804 0,737 0 744 0,744 0,786 0,702 0,795 0,982 1,018 1,205

Mi = 3,0 0,800 0,772 0,667 0,643 0,624 0 692 0,692 0,893 0,737 0,744 0 0,965 0,795
16

2 + ab
2

2 k

r 1

(ab-1)(r-1) JKG

Analisislah data tersebut sesuai maksud k d penelitiannya penelitiannya. liti . Gunakan =0,05

Hipotesis pengaruh kelompok H 0 : 1 = 2 = K = r = 0 (kelompok tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) H 1 : k 0 , k = 1, 2, K, r

Anggap asumsi-asumsi dalam analisis variansi terpenuhi.

Perhatikan berikut !
Sumber Keragaman A B AB Kelompok Galat Total Derajat Bebas (db) a-1 1=( (a) ) (1) b-1 = (b) (1) (a-1)(b-1) (a 1)(b 1) = (ab) (a) (b) + (1) r-1 = (r) (1) (ab-1)(r-1) = (abr) (ab) (r) + (1) abr-1 = (abr) (1)
2 1

Soal
Suatu p penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode mengajar dan intensitas mengerjakan latihan soal terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VI Sekolah Dasar. Metode mengajar yang digunakan adalah ceramah (M1), (M1) alat peraga (M2) dan permainan (M3). Sedangkan intensitas soal yang diberikan adalah jarang (I1), sedang d (I2) dan d sering i (I3). (I3) Kelas K l yang tersedia untuk penelitian ada sebanyak 3 kelas dengan kemampuan awal siswa masing-masing kelas berbeda (kelas A, kelas B dan kelas C). Tabel berikut p tabel tentang g data rata-rata merupakan nilai ujian akhir matematika semester I kelas VI Sekolah Dasar.
Kombinasi Kelompok Total Perlakuan A B C M1I1 60 66 77 203 M2I1 62 76 62 200 M3I1 68 90 83 241 M1I2 73 80 82 235 M2I2 78 85 91 254 M3I2 79 82 87 248 M1I3 77 88 86 251 M2I3 79 85 88 252 M3I3 80 83 89 252 Total 656 735 745 2136 a. Tentukan rancangan yang sesuai dengan penelitian tersebut. Jelaskan. b. Tuliskan model linear dan maknanya. c. Lakukan pengujian hipotesis sesuai dengan g yang y g dimaksud. Gunakan = 0,05.

A : suplementasi seng p minyak y ikan B : suplementasi a = 4, b = 3, r = 3

(a ) a

2 2 2 + a2 + a3 + a4 br 2 2 2 (b ) b1 + b2 + b3 ar
2 2 2 2

(abr b )

2 Yijk

1 r12 + r22 + r32 (r ) ab


2 2 2 2 2

(1) Y
2

abr

(ab ) ab11 + ab12 + ab13 + ab21 + ab22 + ab23 + ab31 + ab32 + ab33 + ab41 + ab42 + ab43
2 2 2

Anggap asumsi-asumsi dalam analisis variansi terpenuhi.


17

S Seorang g insinyur y menyatakan y bahwa tegangan ouput maksimum dari baterai mobil (aki) dipengaruhi oleh jenis material dan temperatur lokasi dimana baterai tsb dirakit Berikut data tentang daya tegangan dirakit. output maksimum (voltage).

Jenis Material M t i l (M) 1

Temperatur F (T) 50 130 155 74 180 539 150 188 159 126 623 138 110 168 160 576 1738 65 34 40 80 75 229 136 122 106 115 479 174 120 150 139 583 1291 80 20 70 82 58 230 25 70 58 45 198 96 104 82 60 342 770

Total

SubTotal 2

998

Sumber Keragaman

db 8 2 2 4 27 35

JK 59146,22 10683,72 , 39118,72 9613,78 18230 75 18230,75 77646,97

KT 5341,86 , 19559,36 2403,44 675 21 675,21 -

Fhit 7,91 , 28,97 3,56

Ftabel 5% 3,35 , 3,35 2,73

Kesimpulan

Perlakuan Material ( (M) ) Temperatur (T) Interaksi (MT) G l t Galat Total

H0 ditolak H0 ditolak H0 ditolak

SubTotal 3

1300

SubTotal Total

1501 3799
3

Terlihat bahwa pengaruh interaksi material dan temperatur (MT) nyata, sedangkan pengaruh utama M maupun T tidak perlu diperhatikan lagi dalam kasus percobaan baterai ini.

sY =

KTG 675,21 = = 12,99 r 4

M2T1 M3T1 = 155,75 144.00 = 11,75 < R2 M2T1 M1T1 = 155,75 134,75 = 21,00 < R3 M3T1 M1T1 = 144,00 134,75 = 9,25 < R2

H0 : M1T1 = M2T1 = M3T1 H1 : minimal ada salah satu yang berbeda dengan lainnya

M1T1 134,75 134 75

M3T1 144 144,00 00

M2T1 155 155,75 75

Perlakuan Rata-rata

M1T1 134,75

M3T1 144,00

M2T1 155,75

Dapat disimpulkan bahwa pada temperatur 50 50F F (T1), ) ketiga jenis material yang dicobakan (M1, M2 dan M3) memberikan pengaruh yang sama (tidak berbeda nyata) terhadap daya tegangan output maksimum baterai. Dapat diambil keputusan bahwa pada temperatur 50F dapat menggunakan salah satu jenis material (M1, M2 atau t M3) dalam d l membuat b t baterai b t i mobil, bil karena k memberikan respons output yang sama.
5 6

p rp

2 2,908 37,77 ,

3 3,058 39,72 ,

R p = rp sY

H0

: M1T2 = M2T2 = M3T2 H0 : M1T3 = M2T3 = M3T3 H0 : M1T1 = M1T2 = M1T3 H0 : M2T1 = M2T2 = M2T3 H0 : M3T1 = M3T2 = M3T3
8

Suatu percobaan pot dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kapur (CaCO3) dan pupuk phospat (P) terhadap hasil tanaman kacang tanah. Rancangan yang digunakan adalah faktorial RAKL dengan sebagai kelompok adalah kelompok umur tanaman kacang tanah. p ada 2 taraf y yaitu Pemberian kapur C0 = 0 gr/pot C1 = 4 gr/pot Pupuk phospat ada 3 taraf yaitu P0 = 0,00 gr/pot P1 = 1,75 gr/pot P2 = 3,50 gr/pot Kelompok umur tanaman kacang tanah : K1 = umur 1 bulan K2 = umur 2 bulan K3 = umur 3 bulan K4 = umur 4 bulan b l y 0,10. Gunakan taraf nyata
9

Kombinasi P l k Perlakuan C0P0 C0P1 C0P2 C1P0 C1P1 C1P2

Kelompok 1 22,32 19,10 26,92 27,32 38,77 40,32 2 28,32 23,46 29,50 21,89 25,64 34,13 3 27,37 27,35 28,09 24,89 29,82 27,12 4 28,47 19,37 32,52 21,72 37,32 22,59

Total 106,48 89,28 117,03 95,82 131,55 124,16

10

Sumber Variasi Kapur Phospat Kapur*Phospat Kapur Phospat Kelompok Galat Total

Derajat Jumlah bebas Kuadrat 1 2 2 3 15 23 62 5328167 62,5328167 94,5967750 181 3703583 181,3703583 17,3050333 391,3400167 747,1450000

Kuadrat Tengah

Fhit

BNT = t
2

2 KTG r
2 26,0893344 = 1,753 3,61174019 = 6,331 4

BNT = t0, 05(15 )

11

12

Hipotesis : H0 : C0P0 = C1P0 H1 : C0P0 C1P0


Perlakuan Rata-rata t t C0P0 26 62 26,62

C1P0 22 32 22,32

H0

|C0P0 - C1P0|=|26,62-23,32|= 4,3 < BNT pemberian kapur p tidak berpengaruh p g Ho diterima. Ini berarti p terhadap hasil biji kering tanaman kacang tanah pada taraf pemberian p p pupuk p p phospat p 0,00 g gr/pot. p

: C0P1 = C1P1 H0 : C0P2 = C1P2 H0 : C0P0 = C0P1 = C0P2 H0 : C1P0 = C1P1 = C1P2

13

14

Rancangan g Petak Terpisah p


Rancangan Petak Terpisah (Split p Plot Design g ) wxzt eT_
Bentuk khusus dari rancangan faktorial Latar belakang : kombinasi perlakuan tidak diacak secara sempurna terhadap unit-unit unit unit percobaan Alasan : 1 Adanya 1. Ad tingkatan i k k kepentingan i d i faktor dari f faktork -faktor f k yang dilibatkan dalam percobaan 2. Pengembangan dari percobaan yang telah berjalan 3. Kendala pengacakan g di lapangan g Rancangan petak terpisah dapat diterapkan pada berbagai rancangan lingkungan (RAL, (RAL RAK, RAK RBSL) Kata kunci : petak utama, anak petak
1 2

Dosen Pengampu : Kismiantini Kismiantini, , M,Si M,Si, ,

Perhatikan kasus berikut


(Rancangan Petak Terpisah RAL)

Misalkan : A : penyemprotan t (P) dan d tanpa t penyemprotan t obat b t (T) petak t k utama t B : varietas padi (V1, V2, V3) anak petak pengamatan t : hasil h il produksi d k i padi, di ulangan l :1 Interaksi AB : PV1, PV2, PV3, TV1, TV2, TV3 Misal dengan Faktorial RAL biasa maka salah satu hasil pengacakannya

Akibatnya y : ada kemungkinan g dampak p p penyemprotan, y p yaitu suatu petak yang lain yang seharusnya tidak disemprot akan terkena semprot, Untuk menghindari dari hal tersebut, maka pengacakannya menjadi j V1 V2 V3 V1 V2 V3 T P Artinya proses pengacakan ada 2 tahap, yaitu : 1 Tahap 1. T h 1 : pengacakan k terhadap t h d taraf t f faktor f kt A 2. Tahap 2 : pengacakan taraf faktor B di setiap taraf faktor A

PV1 TV1 TV2 PV3 TV3 PV2


3

Anak p petak mempunyai p y ketelitian uji j yang y g lebih tinggi gg (faktor f penting p penting) g)
4

Model Linier Aditif dari Rancangan Petak Terpisah RAL

Yijk = + i + ik + j + ( )ij + ijk


Faktor A petak utama utama, , Faktor B anak petak

i = 1, 2, K , a

Hipotesis Model Tetap (Faktor A dan B tetap tetap) )


Hipotesis pengaruh utama faktor A petak utama H 0 : 1 = 2 = K = a = 0 (faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
H 1 : i 0 , i = 1, 2, K , a

dengan

ijk ~ N (0, 2 ) Yijk : pengamatan pada faktor A taraf ke-i, faktor B taraf ke-j dan ulangan ke-k iid : rataan umum ik ~ N (0, 2 ) i : pengaruh h utama t f faktor kt A t taraf fk ke-ii j : pengaruh utama faktor B taraf ke-j ()ij : pengaruh interaksi dari faktor A taraf ke ke-ii dan faktor B taraf ke ke-jj ik : pengaruh acak dari faktor A taraf ke-i dan ulangan ke-k ijk : pengaruh acak pada faktor A taraf ke-i, faktor B taraf ke-j dan ulangan ke-k
iid

k = 1, 2, K , r

j = 1, 2, K , b

Hipotesis pengaruh utama faktor B anak petak H 0 : 1 = 2 = K = b = 0 (faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
H 1 : j 0 , j = 1, 2, K , b

Asumsi untuk model tetap ialah

i =1

= 0, j = 0, ( )ij = ( )ij = 0
j =1 i =1 j =1

Hipotesis pengaruh interaksi H 0 : ( )11 = ( )12 = K = ( )ab = 0

H 1 : ( )ij 0 , i = 1, 2, K, a, j = 1, 2, K , b

(Interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

Asumsi untuk model acak ialah


iid

2 2 ), j ~ N (0, 2 ), ( )ij ~ N (0, ) i ~ N (0, iid iid

Hipotesis Model Acak (Faktor A dan B acak acak) )


Hipotesis pengaruh utama faktor A petak utama
2 H0 : =0

Hipotesis Model Campuran (Faktor A acak dan B tetap) tetap)


Hipotesis pengaruh utama faktor A petak utama
2 H0 : =0

(Keragaman faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

(Keragaman faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

H1 : > 0
2

H1 : > 0
2

Hipotesis pengaruh utama faktor B anak petak 2 H0 : = 0 (Keragaman faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
2 H1 : >0

Hipotesis pengaruh utama faktor B anak petak H 0 : 1 = 2 = K = b = 0 (faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
H 1 : j 0 , j = 1, 2, K , b

Hipotesis pengaruh interaksi 2 (Keragaman g interaksi faktor A dengan g faktor B tidak berpengaruh p g H 0 : =0 (
terhadap respons yang diamati)
2 H 1 : >0 7

Hipotesis pengaruh interaksi 2 (Keragaman g interaksi faktor A dengan g faktor B tidak berpengaruh p g H 0 : =0 (
terhadap respons yang diamati)
2 H 1 : >0 8

Hipotesis po es s Model ode Ca Campuran pu a (Faktor a o A tetap e ap da dan B aca acak) acak )

Model Tetap (Faktor A dan B tetap)


Hipotesis pengaruh utama faktor A petak utama
H 1 : i 0 , i = 1, 2, K, a H 0 : 1 = 2 = K = a = 0 (faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
Sumber Keragaman A Galat (a) B AB Galat(b) Total
9

Derajat Bebas (db) a-1 a(r-1) b-1 1 (a-1)(b-1) (a 1)(b 1)

Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKGa JKB JKAB KTA KTGa KTB KTAB KTGb

Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)


2 + b 2 + r

(a 1)(b 1)

2 ij

+ br

(a 1)

2 i

Hipotesis pengaruh utama faktor B anak petak 2 H0 : = 0 (Keragaman faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
H1 : > 0
2

2 + b 2 2 +r 2 +r
2

(a 1)(b 1) (a 1)(b 1)

2 ij

+ ar

(b 1)

2 j

2 ij

Hipotesis pengaruh interaksi 2 (Keragaman g interaksi faktor A dengan g faktor B tidak berpengaruh p g H 0 : =0 (
terhadap respons yang diamati)

a(b-1)(r-1) JKGb abr-1 JKT

H 1 : > 0
2

10

Model Acak (Faktor A dan B acak)


Sumber Keragaman A Galat (a) B AB Galat(b) Total Derajat Bebas (db) a-1 a(r-1) b-1 ( 1)(b 1) (a-1)(b-1) Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKGa JKB JKAB KTA KTGa KTB KTAB KTGb Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)
2 2 2 + b 2 + r + br

M d lC Model Campuran (F (Faktor kt A acak kd dan B t tetap) t )


Sumber Keragaman A Galat (a) B AB Galat(b) Total
11

Derajat Bebas (db) a-1 a(r-1) b-1 ( 1)(b 1) (a-1)(b-1)

Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKGa JKB JKAB KTA KTGa KTB KTAB KTGb

Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)


2 2 2 + b 2 + r + br

2 + b 2
2 2 2 + r + ar

2 + b 2
2 + ar 2 + r

(b 1)

2 j

2 2 + r

2 2 + r

a(b-1)(r-1) a(b 1)(r 1) JKGb abr-1 JKT

a(b-1)(r-1) a(b 1)(r 1) JKGb abr-1 JKT

12

Model Campuran (Faktor A tetap dan B acak)


Sumber Keragaman A Galat (a) B AB Galat(b) Total Derajat Bebas (db) a-1 a(r-1) b-1 ( 1)(b 1) (a-1)(b-1) Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKA JKGa JKB JKAB KTA KTGa KTB KTAB KTGb Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)
2 2 + b 2 + r + br

Perhitungan Analisis Variansi


FK = Y2 abr b
a b r i =1 j =1 k =1 a r 2 ijk

(a 1)

2 i

JKT = Y FK

JKB =

Y
j =1 a

2 j

ar

FK
2 ij

+ b
2

2 2 2 + r + ar

JKST =

Y
i =1 k =1

2 ik

b
a 2 i

FK

+ r
2 2

a(b-1)(r-1) a(b 1)(r 1) JKGb abr-1 JKT

JKA =
13

FK br JKGa = JKST JKA


i =1

FK r JKAB = JKP JKA JKB JKGb = JKT JKP JKGa

JKP =

Y
i =1 j =1

14

Perhitungan dengan menggunakan bantuan derajat bebas


Sumber Keragaman A Galat (a) B AB ( ) Galat(b) Total Derajat Bebas (db) a-1 a(r 1) a(r-1) b-1 (a-1)(b-1) abr-1 (a) (1) (ar) (a) (b) ( )( (1) ) (ab) (a) (b) + (1) (abr) (1)

Soal 1
Penelitian berikut tentang kajian jarak antarbaris tebu d dan j i jenis t tanaman palawija l ij d l dalam pertanaman t tumpangsari yang bertujuan untuk menentukan jarak antarbaris tebu yang tepat untuk tiap jenis tanaman palawija. Dalam percobaan ini diuji 3 jenis tanaman palawija dan 4 aras jarak antarbaris tebu. tebu Berikut data berat batang tebu (ton/ha) dengan berbagai jarak antarbaris dan jenis tanaman sela untuk 3 ulangan. ulangan

a(b-1)(r-1) ( )( ) ( (abr) )( (ar) )( (ab) ) + (a) ( )

Bila dianggap asumsi-asumsi dalam analisis variansi terpenuhi, lakukan analisis sesuai yang dimaksud. Gunakan taraf nyata 0,01.
15 16

Jarak antarbaris tebu (cm) 90

Tanaman Sela

Ulangan 2 3

Soal 2
Penelitian di bidang pendidikan akan dilakukan tentang kajian jenis permainan dan jenis karakteristik anak dalam membantu perkembangan kecerdasan anak usia dini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis permainan yang sesuai dalam meningkatkan tingkat kecerdasan anak. Dalam percobaan ini diuji 3 jenis permainan yang dipilih secara acak yaitu puzzle, origami dan menara balok, balok sedangkan jenis karakteristik anak yang dipilih untuk diamati adalah anak yang cenderung aktif dan cenderung pasif. Subyek penelitian yeng tersedia ada sebanyak 30 anak usia dini. Data yang akan diperoleh berupa skor tes kecerdasan untuk anak usia dini setelah diberi perlakuan. a) Rancangan apa yang sesuai dengan permasalahan tersebut? Berikan alasannya. b) Sebutkan faktor faktor-faktor faktor yang diteliti beserta taraf dan sifatnya? c) Tuliskan model linear dan maknanya. d) Apa unit percobaannya? Apa pengamatannya?
17 18

100

110

160

Jagung Kacang tanah Kedelai Total Jagung Kacang tanah Kedelai Total Jagung Kacang tanah Kedelai Total Jagung Kacang tanah Kedelai Total Total

75,55 60,21 71,46 91 79 88,92 91,79 88 92 90 90,53 53 89,37 87,88 70,43 82,41 81,89 84,65 84,24 81,34 85,22 80 49 79,45 80,49 79 45 81,11 81 11 74,65 73,52 75,13 81,22 80,98 79,44 80,77 81,38 82,10 79,81 78,12 76,34 82,88 83,84 82,37 84,60 83,27 90,25

The GLM Procedure Dependent Variable: respons Sum of Squares 1044.849764 337.500933 1382 1382.350697 350697

F Value 3.28 Pr > F 0.0082

Source Model Error Corrected Total

DF 17 18 35

Mean Square 61.461751 18.750052

R-Square 0.755850 Source tanaman r(tanaman) jarak j tanaman*jarak

Coeff Var 5.342893 DF 2 6 3 6

Root MSE 4.330133

respons Mean 81.04472 F Value 12.05 0.60 1.37 3.99 Pr > F 0.0005 0.7285 0.2830 0.0103

Type III SS 451.6972056 67.2314667 77.2175639 448.7035278

Mean Square 225.8486028 11.2052444 25.7391880 74.7839213

Rancangan Petak Terpisah dalam RAL karena ada tingkatan kepentingan faktor faktor, faktor yang penting adalah jarak antarbaris tebu (anak petak), faktor lainnya adalah jenis tanaman palawija (petak utama). Faktor : jenis tanaman palawija (A) petak utama (TETAP) A1 = Jagung, A2 = Kacang tanah, A3 = kedelai Faktor : jarak antarbaris tebu (B) anak petak (TETAP) B1 = 90 cm, B2 = 100 cm, B3 = 110 cm, B4 = 160 cm Unit percobaan : tebu, satuan pengamatan : batang tebu Pengamatan : berat batang tebu (ton/ha)

Tests of Hypotheses Using the Type III MS for r(tanaman) as an Error Term Source tanaman DF 2 Type III SS 451.6972056 Mean Square 225.8486028 F Value 20.16 Pr > F 0.0022

19

20

c) Model linear dan maknanya


a) Rancangan yang sesuai dengan permasalahan tersebut adalah Rancangan petak terpisah dengan RAL, karena ada tingkatan kepentingan faktor, faktor yang lebih penting adalah jenis permainan anak (anak petak), faktor lainnya adalah jenis karakteristik anak (petak utama). utama) b) Faktor : jenis permainan anak anak petak (ACAK) B1 = puzzle, puzzle B2 = origami, origami B3 = menara balok Faktor : jenis karakteristik anak petak utama (TETAP) A1 = anak yang cenderung aktif, A2 = anak yang cenderung pasif d) Unit percobaan adalah anak usia dini g adalah skor tes kecerdasan untuk anak usia dini Pengamatan

Yijk = + i + ik + j + ( )ij + ijk


Faktor A ( (jenis jenis karakteristik anak anak) ) petak utama utama, , Faktor B (jenis (jenis permainan permainan) ) anak petak

i = 1, 2

dengan

j = 1, 2,3 k = 1, 2,3,4,5

ijk ~ N (0, 2 )
iid iid

ik ~ N (0, 2 ) Yijk : skor tes kecerdasan untuk anak usia dini yang diperoleh dari jenis karakteristik anak ke-i, jenis permainan ke-j dan ulangan ke-k : rataan umum i : pengaruh utama jenis karakteristik anak ke-i j : pengaruh utama jenis permainan ke-j ()ij : pengaruh interaksi dari jenis karakteristik anak ke-i dan jenis permainan ke-j ik : pengaruh acak dari jenis karakteristik anak ke-i dan ulangan ke-k ijk : pengaruh acak pada jenis karakteristik anak ke-i, ke-i jenis permainan ke-j dan ulangan ke-k
22

21

Soal (hal 150) Berikut datanya :


Dalam D l usaha h menjaga j k kesehatan h t li k lingkungan dil k k dilakukan percobaan b dengan menggunakan berbagai jenis tanaman untuk menyerap debu di udara. Jenis tanaman y yang g digunakan g antara lain tanaman berdaun licin (J1 dan J2), berdaun kecil kasar (J3 dan J4), berdaun lebar licin (J5 dan J6), berdaun lebar kasar (J7 dan J8) dan berdaun j jarum (J9 dan d J10) Percobaan J10). P b i i dicobakan ini di b k pada d dua d l k i lokasi (Cipedak dan Gatot Subroto). Setiap perlakuan diulang 3 kali dan unit-unit p percobaan y yang g digunakan g diasumsikan homogen. g Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman yang mampu menyerap debu paling efektif dan di lokasi mana. Peubah respons yang dicatat di t t dari d i percobaan b i i adalah ini d l h konsentrasi k t i debu d b (ppm) yang melekat pada daun tanaman. Jenis tanaman anak petak petak, , lokasi petak utama
23 24

Lok asi
Cipe dak

Ulan gan J1 1 2 3
0,0312 0,0317 0,0321 0,0670 0,0676 0,0681

Jenis tanaman J2
0,0270 0,0272 0,0277 0,0589 0,0595 0,0597

J3
0,0666 0,0671 0,0672 0,1441 0,1446 0,1450

J4
0,0983 0,0988 0,0993 0,2114 0,2116 0,2120

J5
0,0348 0,0353 0,0355 0,0726 0,0731 0,0732

J6
0,0549 0,0554 0,0568 0,1186 0,1188 0,1191

J7
0,1078 0,1085 0,1089 0,2326 0,2331 0,2336

J8
0,1003 0,1009 0,1011 0,2170 0,2172 0,2174

J9
0,1086 0,1092 0,1096 0,2168 0,2176 0,2183

J10
0,1116 0,1124 0,1129 0,2408 0,2416 0,2426

Gatot Subro to

1 2 3

Lakukan analisis sesuai dengan g y yang g dimaksud! Gunakan taraf nyata y 0,05. ,

Rancangan Blok Terpisah

RANCANGAN BLOK TERPISAH


atau R Rancangan g Petak k Teralur
Split p Block Design g or Strip p Plot Design g

Kedua faktor merupakan petak utama Pengaruh yang ditekankan adalah pengaruh interaksi Penempatan taraf kedua faktor dilakukan saling bersilangan Rancangan R i ini i merupakan k perkembangan k b d dari i rancangan faktorial dalam RAK Rancangan ini dapat diaplikasikan dalam RAK dan RBSL tetapi tidak dapat diaplikasikan dalam RAL

Dosen Pengampu : Kismiantini Kismiantini, , M,Si, M Si, M,Si

Model Linier Aditif dari Rancangan Blok Terpisah RAK

Pengacakan (untuk suatu kelompok)


Misalkan dua faktor A (A1, A2, A3) dan faktor B (B1, B2, B3)

Yijk = + K k + i + ik + j + jk + ( )ij + ijk dengan

i = 1, 2, K , a j = 1, 2, K , b k = 1, 2, K , r

Pilihlah kelompok unit percobaan secara acak misalkan kelompok 1, lalu tempatkan taraf-taraf faktor A secara acak pada kelompok tersebut Kelompok tsb selanjutnya dibagi ke dalam 3 kolom, lalu tempatkan taraf-taraf taraf taraf faktor B secara acak pada setiap kolom mengikuti alur baris Masing-masing perlakuan akan as g as g kombinasi o b as pe a ua a a menempati e e pa alur silang
B2 A1 A3 A2 B1 B3 A1B2 A1B1 A1B3 A3B2 A3B1 A3B3 A2B2 A2B1 A2B3

Yijk : pengamatan pada faktor A taraf ke-i, faktor B taraf ke-j dan kelompok ke-k iid ijk ~ N (0, 2 ) : rataan umum iid Ki : pengaruh kelompok ke ke-k k ik ~ N (0, 2 ) i : pengaruh utama faktor A taraf ke-i iid j : pengaruh utama faktor B taraf ke-j jk ~ N (0, 2 ) ()ij : pengaruh interaksi dari faktor A taraf ke-i ke i dan faktor B taraf ke-j ke j ik : pengaruh acak dari faktor A taraf ke-i dan kelompok ke-k jk : pengaruh acak pada faktor B taraf ke-j dan kelompok ke-k ijk : pengaruh h acak k pada d faktor f kt A taraf t fk ke-i, i f faktor kt B t taraf fk ke-jj d dan kelompok k l kk ke-k k
Asumsi untuk model tetap ialah

i =1

= 0, j = 0, ( )ij = ( )ij = 0
j =1 i =1 j =1

Asumsi untuk model acak ialah


iid

2 2 ), j ~ N (0, 2 ), ( )ij ~ N (0, ) i ~ N (0, iid iid

Model Tetap (Faktor A dan B tetap)


Sumber Keragaman Kelompok A Galat (a) B Galat (b) AB Galat(c) Total Derajat Bebas (db) r-1 a1 a-1 (a-1)(r-1) b-1 (b-1)(r-1) (a-1)(b-1) ( )( ) (a-1)(b-1)(r-1) abr-1 Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKK JKA JKGa JKB JKGb JKAB JKGc JKT KTK KTA KTGa KTB KTGb KTAB KTGc
2 + b 2 + r

Model Acak ( (Faktor A dan B acak) )


Sumber Keragaman Kelompok Derajat Bebas (db) r-1 a-1 (a-1)(r-1) b-1 (b 1)( 1) (b-1)(r-1) (a-1)(b-1) (a-1)(b-1)(r-1) abr-1 Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKK JKA JKGa JKB JKGb JKAB JKGc JKT KTK KTA KTGa KTB KTGb KTAB KTGc
2 2 2 + b 2 + r + br

Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)

Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)

2 ij

(a 1)(b 1)

+ br

(a 1)

2 i

A Galat (a) B G l t (b) Galat

2 + b 2
2 + a 2 + r

2 + b 2
2 2 2 + a 2 + r + ar

2 ij

(a 1)(b 1)

+ ar

2 j

(b 1)

2 + a 2
2 +r
2
5

2 + a 2
2 2 + r

(a 1)(b 1)

2 ij

AB Galat(c) Total

Model Campuran (Faktor A acak dan B tetap)


Sumber Keragaman Kelompok A Galat (a) B Galat (b) AB Galat(c) Total Derajat Bebas (db) r-1 a-1 (a-1)(r-1) b-1 (b-1)(r-1) (a-1)(b-1) ( )( ) (a-1)(b-1)(r-1) abr-1 Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKK JKA JKGa JKB JKGb JKAB JKGc JKT KTK KTA KTGa KTB KTGb KTAB KTGc
2 2 2 + b 2 + r + br

Model Campuran (Faktor A tetap dan B acak)


Sumber Keragaman Kelompok A Galat (a) Derajat Bebas (db) r-1 a-1 a(r-1) b-1 (b-1)(r-1) (a-1)(b-1) ( )( ) (a-1)(b-1)(r-1) abr-1 Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah (JK) (KT) JKK JKA JKGa JKB JKGb JKAB JKGc JKT KTK KTA KTGa KTB KTGb KTAB KTGc
2 + br 2 + b 2 + r

Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)

Nilai Harapan Kuadrat Tengah E(KT)

(a 1)

2 i

2 + b 2
2 + ar 2 + a 2 + r

2 + b 2
2 2 2 + a 2 + r + ar

2 j

B Galat (b) AB Galat(c)


7

(b 1)

2 + a 2
2 2 + r

2 + a 2
2 2 + r

2
8

Total

Hipotesis Model Tetap (Faktor A dan B tetap tetap) )


Hipotesis p pengaruh p g utama faktor A H 0 : 1 = 2 = K = a = 0 (faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) H 1 : i 0 , i = 1, 2,K , a Hipotesis pengaruh utama faktor B (faktor B tidak berpengaruh p g terhadap p respons p y yang g diamati) ) H 0 : 1 = 2 = K = b = 0 ( H 1 : j 0 , j = 1, 2, K, b Hipotesis pengaruh pengar h interaksi H 0 : ( )11 = ( )12 = K = ( )ab = 0

Hipotesis p Model Acak (Faktor A dan B acak acak) )


Hipotesis pengaruh utama faktor A
2 H0 : =0

(Keragaman faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

H1 : > 0
2

Hipotesis pengaruh utama faktor B 2 H0 : = 0 (Keragaman faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
2 H1 : >0

H 1 : ( )ij 0 , i = 1, 2,K , a, j = 1, 2, K, b

(Interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

Hipotesis pengaruh interaksi 2 = 0 (Keragaman interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh H 0 :
terhadap respons yang diamati)
2 H 1 : > 0

10

Hipotesis Model Campuran (Faktor A acak dan B tetap tetap) )


Hipotesis pengaruh utama faktor A

Hipotesis Model Campuran (Faktor A tetap dan B acak) acak)


Hipotesis pengaruh utama faktor A

H0 : = 0
2

(Keragaman faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

H 0 : 1 = 2 = K = a = 0 (faktor A tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati) H 1 : i 0 , i = 1, 2,K , a

H1 : > 0
2

Hipotesis pengaruh utama faktor B H 0 : 1 = 2 = K = b = 0 (faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)

Hipotesis pengaruh utama faktor B 2 H0 : = 0 (Keragaman faktor B tidak berpengaruh terhadap respons yang diamati)
2 H1 : >0

H 1 : j 0 , j = 1, 2, K, b

Hipotesis pengaruh interaksi 2 = 0 (Keragaman interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh H 0 :
terhadap respons yang diamati)
2 H 1 : > 0
11

Hipotesis pengaruh interaksi 2 = 0 (Keragaman interaksi faktor A dengan faktor B tidak berpengaruh H 0 :
terhadap respons yang diamati)
2 H 1 : > 0
12

Perhitungan Analisis Variansi


FK = Y2 abr
a b r i =1 j =1 k =1 2 JKT = Yijk FK

JKB =

Y
j =1 b

Soal 1
Suatu percobaan dengan 4 macam varietas kedelai yang diambil secara acak yaitu Hc 48, Hc G 4, Hc 33, Hc G 45 yang mempunyai respons yang berbeda terhadap pemupukan nitrogen. Dosis pupuk nitrogen yang diperlukan untuk varietas k d l i juga kedelai j di bil secara acak diambil k yaitu it 60 kg/ha, k /h 90 kg/ha k /h dan d 120 kg/ha. Dalam percobaan yang ingin dilihat lebih cermat adalah interaksi antara varietas kedelai dengan g p pupuk p nitrogen, g , oleh karena itu percobaan dilakukan dengan rancangan blok terpisah dengan 3 kelompok. A Anggap asumsi-asumsi i i dalam d l A Anava terpenuhi. hi Lakukan L k k pengujian hipotesis sesuai dengan yang dimaksud, gunakan taraf nyata 0,05. Berikut data produktifitas kedelai (ton/ha) :

2 j

ar
r j =1 k =1

FK
2 jk

JKK =

Y2k
k =1

ab b

FK

JKGb =

Y
a
a b

FK JKK JKB
2 ij

JKA =

Y
i =1

2 i

br
a r

FK
2 ik

JKAB =

Y
i =1 j =1

FK JKA JKB

JKGa =

Y
i =1 k =1

FK JKK JKA
13

JKGc = JKT JKK JKA JKGa JKB JKGb JKAB

Dosis Pupuk Nirogen

Varietas Kedelai

Kelompok 1 2 3

Total

Perhatikan berikut!
A : dosis pupuk nitrogen, nitrogen B : varietas kedelai a = 3, b = 4, r = 3

60 kg/ha

Hc 48 Hc G 4 Hc 33 Hc G 45 Total

2,05 2,50 2,15 2,60 3,30 3,25 3,25 2,95 2,95 2 85 2,85 2,75 3,00 ,

2,25 2,60 2,50 2,50 3,50 2,95 3,45 3,05 2,90 3 00 3,00 3,00 2,85 ,

2,45 2,45 2,35 2,25 3,45 3,00 3,50 3,15 2,95 3 15 3,15 3,00 2,95 ,

Sumber Keragaman Kelompok A Galat (a) B Galat ( (b) ) AB Galat(c) Total

Derajat Bebas (db) r-1 = (r) (1) a-1 = (a) (1) (a 1)(r 1) = (ar) (a) (r) +(1) (a-1)(r-1) b-1 = (b) (1) (b-1)(r-1) ( )( ) = (br) ( )( (b) )( (r) ) + (1) ( ) (a-1)(b-1) = (ab) (a) (b) + (1) (a-1)(b-1)(r-1) = (abr) (ar) (br)+(r) (ab) + (a) + (b) (1) abr-1

120 kg/ha

Hc 48 Hc G 4 Hc 33 Hc G 45 Total

60 kg/ha

Hc 48 Hc G 4 Hc 33 Hc G 45 Total Total

Soal 2
(a ) a
+a +a br 2 2 + b32 + b4 b12 + b2 (b ) ar
2 1 2 2 2 3
2 2 2 2

(abr )

2 Yijk

1 r12 + r22 + r32 (r ) ab


2 2 2 2

(1) Y

abr

Bagan percobaan berikut dirancang untuk mengetahui pengaruh interaksi dosis pupuk nitrogen (N0, N80, N160, N320) dan waktu panen (W1, W2, W3, W4, W5) pada tanaman gula, dengan 2 kelompok Berikut kelompok. Berik t data tentang hasil panen dalam ton per hektar. hektar
Kelompok 1 Kelompok 2 W2 N80 18,2 N320 19,2 N160 16,9 N0 8,8 8 8 W4 N160 34,2 N0 21,3 N80 29,5 N320 31 9 31,9 W2 N160 18,5 N0 12,5 N80 16,9 N320 17 8 17,8 W3 N160 22,4 N0 16,7 N80 20,4 N320 22 8 22,8 W5 N160 30,3 N0 19,1 N80 26,6 N320 29 2 29,2 W1 N160 10,8 N0 5,2 N80 9,5 N320 74 7,4
2

b11 + ab b12 + ab b13 + ab b14 + ab b21 + ab b22 + ab b23 + ab b24 + ab b31 + ab b32 + ab b33 + ab b34 (ab ) ab
2 2 2

W4 N80 26,4 N320 31,2

W5 N80 29,3 N320 34,2 N160 31,2 N0 11,4 11 4

W1 N80 10,1 N320 10,3 N160 10,2 N0 2,3 2 3

W3 N80 23,1 N320 25,9 N160 22,3 N0 9,8 9 8

(ar ) ar11 + ar12 + ar13 + ar21 + ar22 + ar23 + ar31 + ar32 + ar33
2 2 2 2 2 2 2 2 2

(br ) br11 + br12 + br13 + br21 + br22 + br23 + br31 + br32 + br33 + br41 + br42 + br43
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

N160 28,0 N0 10,1 10 1

Anggap asumsi-asumsi dalam Anava terpenuhi. Lakukan pengujian hipotesis sesuai dengan yang dimaksud, gunakan taraf nyata 0,05.

Soal 3
Suatu penelitian di bidang Pendidikan akan dilakukan untuk menyelidiki pengaruh interaksi metode mengajar dan jenis kelamin guru terhadap h il belajar hasil b l j matematika t tik anak k kelas k l I Sekolah S k l h Dasar. D K l Kelas yang tersedia untuk penelitian tersebut tidak relatif homogen. Selanjutnya, kelas yang tersedia tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu kategori kemampuan awal rendah, kemampuan awal sedang dan kemampuan awal tinggi. Metode mengajar yang diujikan (1) ) ceramah, ,( (2) ) tanya y j jawab, , dan ( (3) )p permainan. adalah : ( a) Rancangan penelitian seperti apa yang dapat anda sarankan? b) Berapa jumlah minimal unit percobaannya? c) Tentukan semua kombinasi perlakuan yang mungkin? d) Bagaimana proses pengacakan unit percobaannya? Berikan hasil bagan pengacakannya. pengacakannya e) Tuliskan model linear dan maknanya?

Tabel 1. Galat Perbedaan Rata-rata untuk Masing-masing Pasangan d i 4 Jenis dari J i Perbandingan P b di Berpasangan B dalam d l Split S lit Plot Pl t Design D i
Jenis Perbandingan No. Antara 2 nilai rata-rata perlakuan taraf faktor A a1 a2 2 nilai rata-rata perlakuan taraf f k B b1 b2 faktor 2 nilai rata-rata faktor B pada taraf A yang sama a1b1 a1b2 2 nilai rata-rata faktor A p pada taraf B yang sama a1b1 a2b1

Galat baku

sd

~ ttabel
Langsung dari tabel

Uji j Lanjut j BNT Split Plot Design dalam RAL

2 KTG (a ) rb
2 KTG (b ) ra
2 KTG (b ) r
2((b 1)KTG (b ) + KTG (a )) rb

t a = t ( dbGa )
2

Langsung dari tabel

tb = t ( dbGb )
2

Langsung dari tabel

tb = t ( dbGb )
2

(b 1)KTG (b )tb + KTG (a )ta = (b 1)KTG (b ) + KTG (a )

Faktor A petak utama, Faktor B anak petak

Perhatikan kasus Split Plot dalam RAL berikut


Penelitian berikut tentang g kajian j jarak antarbaris j tebu dan jenis tanaman palawija dalam pertanaman tumpangsari p p g yang y g bertujuan j untuk menentukan jarak antarbaris tebu yang tepat untuk tiap pj jenis tanaman p palawija. j Dalam p percobaan ini diuji 3 jenis tanaman palawija dan 4 aras jarak antarbaris tebu. Berikut data berat batang g tebu (ton/ha) dengan berbagai jarak antarbaris dan jenis tanaman sela untuk 3 ulangan. g
Jarak antarbaris tebu (B) anak petak J i tanaman sela Jenis l (A) petak k utama
3

Jarak antarbaris tebu (cm) 90

Tanaman Sela

Ulangan 2 3

100

110

160

Jagung Kacang tanah Kedelai d l Total Jagung Kacang tanah Kedelai ota Total Jagung Kacang tanah Kedelai Total Jagung Kacang tanah Kedelai Total T t l Total

75,55 60,21 71,46 91,79 88,92 90,53 89,37 87,88 70,43 82,41 81,89 84,65 84,24 81,34 85,22 80,49 79,45 81,11 74,65 73,52 75,13 81,22 80,98 79,44 80 77 81,38 80,77 81 38 82,10 82 10 79,81 78,12 76,34 82,88 82 88 83,84 83 84 82 82,37 37 84,60 83,27 90,25

Faktor-faktor
A : jenis tanaman sela A1 : jagung; A2 : kacang tanah; A3: kedelai B : jarak antarbaris tebu B1 : 90 cm; B2: 100 cm; B3: 110 cm; B4: 160 cm
Sumber Variasi Tanaman Galat (a) Jarak TanamanJarak Galat (b) Total db 2 6 3 6 18 35

Tabel Anava
JK 451 6972056 451,6972056 67,2314667 77,2175639 448,7035278 337,500933 KT 225 8486028 225,8486028 11,2052444 25,7391880 74,7839213 18,750052 Fhit 20 16 20,16 0,60 1,37 3,99 Ftabel

Lakukan uji lanjut bila H0 pengaruh interaksi ditolak. ditolak. Gunakan taraf nyata 0,05.
5 6

Pengujian pengaruh faktor jarak antarbaris (B) tebu pada taraf jenis tanaman sela (A) yang sama
2 KTG (b ) 2 18,750052 t0,025(18) = = = = 3,535 r 3 BNT = ..3,535 = . Hipotesis : H0 : B1A1=B B2A1=B B3A1=B B4A1 H1 : minimal ada satu perlakuan yang memberikan respons yang berbeda

Pengujian ji pengaruh h faktor f k jenis j i tanaman sela l (A) pada taraf jarak antarbaris tebu (B) yang sama

t =

(b 1)KTG (b )tb + KTG (a )ta (b 1)KTG (b ) + KTG (a )


= (4 1)18,750052(t0, 025(18) ) + 11,2052444(t0, 025( 6 ) ) (4 1)18,750052 + 11,2052444 3(18,750052)(...) + 11,2052444(...) = 3(18,750052) + 11,2052444 = ...
8

dengan lainnya

Hipotesis p lainnya, y

H0 : B1A2=B2A2=B3A2=B4A2 H0 : B1A3=B B2A3=B B3A3=B B4A3

2((b 1)KTG (b ) + KTG (a )) 2((4 1)18,750052 + 11,2052444) = = 3,353 rb 3(4)

Perhatikan hasil berikut


Perlakuan : V1N2 Rata-rata : 50,6 Hasil : V3N2 51,4 V2N2 55,4 V4N2 63,4

BNT = 3,353= 3 353= Hipotesis : H0 : A1B1=A2B1=A3B1 H1 : minimal i i l ada d satu perlakuan l k yang memberikan b ik respons yang berbeda b b d
dengan lainnya

Hipotesis lainnya, lainnya

H0 : A1B2=A2B2=A3B2 H0 : A1B3=A2B3=A3B3 H0 : A1B4=A2B4=A3B4


9

H il pengujian Hasil ji menunjukkan j kk bahwa b h pada d taraf t f pemupukan k N2, antara varietas V1, V3, dan V2 memberikan hasil yang sama demikian pula antara varietas V2 dan V4 memberikan sama, hasil yang sama, selain itu berbeda nyata. Berdasarkan data yang dihasilkan maka sebaiknya pada taraf pemupukan N2 ditanam varietas V4, jadi terlihat bahwa varietas V4 sangat responsif terhadap pemupukan nitrogen.
10

Perhatikan Kasus Split Plot dalam RAL berikut


Suatu percobaan ingin mempelajari pengaruh faktor varietas tanaman padi dan pemupukan nitrogen terhadap hasil produksi padi. Faktor varietas (V) terdiri dari empat (V1, , V2, , V3, , dan V4) )y yang g dialokasikan secara acak taraf ( ke petak utama, sedangkan faktor pemupukan nitrogen (N) terdiri dari empat taraf (N1, N2, N3, dan N4) yang dialokasikan secara acak ke dalam anak petak. Percobaan ini dilakukan pada petak-petak sawah yang relatif homogen Berikut hasil produksi diukur dalam kg/petak. homogen. kg/petak

Faktor Varietas (V) V1

Ulangan N1 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 42,9 42 9 41,6 28,9 30 8 30,8 53,3 69,6 45,4 35,1 62,3 58 5 58,5 44,6 50,3

Faktor Nitrogen (N) N2 53,8 53 8 58,5 43,9 46 3 46,3 57,6 69,6 42,4 51,9 63,4 50 4 50,4 45,0 46,7 N3 49,5 49 5 53,8 40,7 39 4 39,4 59,8 65,8 41,4 45,4 64,5 46 1 46,1 62,6 50,3 N4 44,4 44 4 41,8 28,3 34 7 34,7 64,1 57,4 44,1 51,6 63,6 56 1 56,1 52,7 51,8

Total

Sub Total V2

Sub Total V3

S b Total Sub
11 12

Faktor Varietas (V) V4

Ulangan N1 1 2 3 4 75,4 75 4 65,6 54,0 52 7 52,7

Faktor Nitrogen (N) N2 70,3 70 3 67,3 57,6 58 5 58,5 N3 68,8 68 8 65,3 45,6 51 0 51,0 N4 71,6 71 6 69,4 56,6 47 4 47,4

Total

Sub Total Total

Lakukan uji lanjut bila H0 pengaruh interaksi ditolak. Gunakan taraf nyata 0,05.

13

Tabel 1. Galat Perbedaan Rata-rata untuk Masing-masing Pasangan dari 4 Jenis Perbandingan Berpasangan dalam Strip Plot Design
J i Perbandingan Jenis P b di No. Antara 2 rata rata-rata rata perlakuan petak horisontal (2 nilai rata-rata taraf faktor A) a1 a2 2 rata-rata perlakuan petak vertikal (2 nilai rata-rata taraf faktor B) b1 b2 2 rata-rata perlakuan petak horizontal pada petak vertikal yang sama (2 nilai rata-rata faktor A pada taraf B yang sama) a1b1 a2b1 2 rata-rata perlakuan petak vertikal pada petak horizontal yang sama (2 nilai il i rata-rata t t faktor f kt B pada d taraf t fA yang sama) a1b1 a1b2

sd
2 KTG (a ) rb
2 KTG (b ) ra
2[(b 1)KTG (c ) + KTG (a )] rb

~ ttabel
Langsung dari tabel

UJI LANJUT BNT


Strip Plot Design dalam RAK Petak Horizontal : A Petak Vertikal : B
1

t a = t ( dbGa )
2

Langsung dari tabel

tb = t ( dbGb )
2

t1 =

(b 1)KTG (c )tc + KTG (a )ta (b 1)KTG (c ) + KTG (a )

2[(a 1)KTG (c ) + KTG (b )] ra

* t2 =

(a 1)KTG (c )tc + KTG (b )tb (a 1)KTG (c ) + KTG (b )


2

LangkahLangkah -langkah perhitungan uji BNT


Dihitung galat dari perbedaan rata-rata mengikuti rumus pada Tabel 1 Digunakan Tabel t dengan derajat bebas dari galat yang berkaitan pada taraf nyata ttabel sd Hitung nilai BNT = ~ Bandingkan g selisih dua rata-rata dengan g nilai BNT yang bersesuaian

Perhatikan kasus berikut


Pada suatu percobaan ingin diketahui pengaruh interaksi faktor varietas padi dan pemupukan nitrogen it t h d hasil terhadap h il produksi d k i padi. di Faktor F kt varietas i t padi ada 6 taraf yaitu V1, V2, V3, V4, V5, dan V6. Faktor pemupukan nitrogen terdiri 3 taraf yaitu N1, gg 3 N2, dan N3. Percobaan ini menggunakan kelompok petak percobaan (petak percobaan relatif tidak homogen).

Data hasil produksi padi (kg/ha)


Varietas Padi V1 Kelompok p N1 1 2 3 Subtotal V2 1 2 3 Subtotal V3 1 2 3 Subtotal 2620 4508 5621 4676 6672 7019 7666 7328 8611 V6 4007 5795 5001 5630 7334 7177 7053 8284 6297 V5 2373 3958 4384 Pemupukan p Nitrogen g N2 4076 6431 4889 N3 7254 6808 8582 Total Varietas Padi V4 Kelompok p N1 1 2 3 Subtotal 1 2 3 Subtotal 1 2 3 Subtotal Total
5 6

Pemupukan p Nitrogen g N2 4838 7007 4816 5549 5340 6011 3896 2822 4425 N3 6881 7735 6667 6880 5080 6076 1556 2706 3214 2726 5630 3821 4447 3276 4582 2572 3724 3326

Total

Tabel Anava
Sumber Keragaman Kelompok Varietas (A) Galat (a) Nit Nitrogen (B) Galat (b) AB Galat (c) db 2 5 10 2 4 10 20 JK 9220962,50 14922619,50 2974907,70 23877979 30 23877979,30 8232917,00 KT 4610481,25 7 65 7,65 34 07 34,07 5 80 5,80 3 33 3,33 6 94 6,94 2 35 2,35 1492261,95 743726,93 2387797 93 2387797,93 411645,85 Fhit Ftabel (5%)

Uji BNT dengan taraf nyata 5%


Dua rata-rata rata rata perlakuan petak horisontal (Varietas Padi)
sd = 2 KTG (a ) 2 1492261,95 = = 575,86 3 3 rb

57100201 40 11420040,28 57100201,40 11420040 28 50676061 60 25338030,80 50676061,60 25338030 80

t 0 , 05 (10 ) = .........
2

Lakukan uji lanjut bila H0 pengaruh interaksi ditolak.


7

BNT1 = 575,86 2,228 = 1283,02


8

Dua rata-rata perlakuan petak tegak (Pemupukan Nitrogen)


sd = 2 KTG (b) 2 743726,93 = = 287,47 ra 3 6

Dua rata-rata perlakuan petak horisontal (varietas padi) pada petak vertikal (pemupukan nitrogen) yang sama 2[(b 1)KTG (c) + KTG (a )] s =
d

t 0 , 05 (4 ) = 2,776
2

2[(3 1)411645,85 + 1492261,95] 3 3 = 717,33 tc = t0, 025( 20 ) = 2,086


(a 1)KTG (c )tc + KTG (a )ta (a 1)KTG (c ) + KTG (a ) (6 1)(411645,85)(2,086) + (1492261,95)(2,228) = 2,15 =
5(411645,85) + (1492261,95)

rb

BNT2 = 287,47 2,776 = 798,02

t a = t0, 025(10 ) = 2,228

t1 =

BNT3 = 717,33 2,15 = 1542,26

10

Dua rata-rata perlakuan petak vertikal (pemupukan nitrogen) pada petak horisontal (varietas padi) pada yang sama 2[(a 1)KTG (c) + KTG (b )] s =
d

Dua rata rata-rata perlakuan petak horisontal (varietas padi padi) ) pada petak vertikal (pemupukan nitrogen) yang sama

2[(6 1)411645,85 411645 85 + 743726,93 743726 93] 3 6 = 557,97 tc = t0, 025( 20 ) = 2,086

ra

Hipotesis: H0: V1N1=V2N1=V3N1=V4N1=V5N1=V6N1 H1 : minimal ada salah satu yang berbeda dengan lainnya
|V1N1 V2N1|=|3571,67-4934,33|= 1362,66 < BNT3 |V1N1 V3N1|=|3571,67-4249,67|= 678 < BNT3 |V1N1 V4N1| |=|3571 |3571,67 67-4059 4059,00| 00|= 487,33 487 33 < BNT3 |V1N1 V5N1|=|3571,67-4101,67|= 530 < BNT3 |V1N1 V6N1|=|3571,67-3207,33|= | |3571 67 3207 33| 364 364,34 34 < BNT3

= t2

tb = t0, 025( 4 ) = 2,776 (a 1)KTG (c )tc + KTG (b )tb (a 1)KTG (c ) + KTG (b ) (6 1)(411645,85)(2,086) + (743726,93)(2,776) = 2,27 =
5(411645,85) + (743726,93)

BNT4 = 557,97 2,27 = 1266,59

11

12

|V2N1 V3N1|=|4934,33-4249,67|= 684,66 < BNT3 |V2N1 V4N1|=|4934,33-4059,00|= 875,33 < BNT3 |V2N1 V5N1|=|4934,33-4101,67|= 832,66 < BNT3 |V2N1 V6N1|=|4934,33-3207,33|= 1727 > BNT3 |V3N1 V4N1| |=|4249 |4249,67 67-4059 4059,00| 00|= 190,67 190 67 < BNT3 |V3N1 V5N1|=|4249,67-4101,67|= 148 < BNT3 |V3N1 V6N1|=|4249,67-3207,33|= | |4249 67 3207 33| 1042 1042,34< 34< BNT3 |V4N1 V5N1|=|4059,00-4101,67|= 42,67 < BNT3 |V4N1 V6N1|=|4059,00-3207,33|= 851,67 < BNT3 |V5N1 V6N1| | |=|4101,67-3207,33|= | | 894,34 < BNT3 V6N1 V1N1 3207,33 3571,67 V4N1 4059,00 V5N1 4101,67 V3N1 V2N1 4249,67 4934,33
13

Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada taraf pemupukan N1, ., selain itu berbeda nyata. nyata

14

Rekomendasi
Pada pemupukan nitrogen N1 sebaiknya menanam varietas padi .. Hipotesis : H0: V1N2=V2N2=V3N2=V4N2=V5N2=V6N2 H0: V1N3=V2N3=V3N3=V4N3=V5N3=V6N3

Dua rata rata-rata perlakuan petak vertikal (pemupukan nitrogen) pada petak horisontal (varietas padi) padi) yang sama

Hipotesis: H0: N1V1=N2V1=N3V1 H0: N1V2=N2V2=N3V2 H0: N1V3=N2V3=N3V3 H0: N1V4=N N2V4=N N3V4 H0: N1V5=N N2V5=N N3V5 H0: N1V6=N2V6=N3V6
15 16

Hasil Uji BNT


Pemupukan Nitrogen N1 N2 N3 Peng. Utama Peng Varietas Padi Varietas Padi V1 3571,67 3571 67 ap aw 5132,00 aq bw 7548,00 cr cw 5417 22 b 5417,22 V2 4934,33 4934 33 bp ax 6713,67 cr bx 7211,33 cr bx 6286 44 b 6286,44 V3 4249,67 4249 67 ap ay 6122,33 aq cy 7868,33 cr cy 6080 11 b 6080,11 V4 7094,33 7094 33 cp bz 4059,00 aq az 5553,67 br az 5569 00 b 5569,00 V5 4101,67 4101 67 ap at 5633,33 bq bt 6012,00 br bt 5249 00 b 5249,00 V6 3207,33 3207 33 ap au 3714,33 aq au 2492,00 ar au 3137 89a 3137,89a Peng.Utama Peng Utama Pemupukan Nitrogen 4020 61 a 4020,61 5478,22 b 6354,33 c 5289 94 b 5289,94

Hasil
Kombinasi pemupukan nitrogen N1 dengan varietas padi V4 berbeda nyata dengan kombinasi perlakuan yang lainnya kombinasi terbaik. terbaik

dengan angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama berarti berbeda tidak nyata (sama) Kolom horisontal (p,q,r) Kolom vertikal (w,x,y,z,t,u) ( , ,y, , , )
17 18

Prinsip Dasar Rancangan Tersarang


Dalam percobaan multifaktor tertentu, g dari suatu faktor ( (misalkan B) ) sama tingkat tapi tidak identik untuk taraf yang berbeda dari faktor yang lain (misalkan A) Rancangan ini disebut rancangan tersarang (nested design) dengan faktor f B g di taraf dari faktor A. tersarang

Rancangan Tersarang
(Nested Design)
Dosen Pengampu : Kismiantini, Kismiantini, M.Si. M.Si.

Untuk memudahkan pengertian tersarang tersarang, , perhatikan kasus berikut berikut. .

Seorang pengusaha perkebunan mangga ingin membeli pupuk Urea dari tiga koperasi yang menerima pupuk dari P b ik Pupuk Pabrik P k ALFA. ALFA Tiga Ti koperasi k i tersebut t b t yaitu it Koperasi K i A, A B, dan C. Masing-masing koperasi mempunyai gudang penyimpanan, p y p , dan mereka menyalurkan y pupuknya p p y ke kioskios pupuk, dimana kios-kios pupuk ini juga mempunyai tempat-tempat penyimpanan. Bila ingin diketahui apakah ada perbedaan kadar pupuk untuk masing-masing masing masing koperasi, koperasi maka penyelesaiannya bukan menggunakan rancangan faktorial, tetapi dengan g rancangan g tersarang. g

Faktor koperasi dan pengecer (kios) tidak ditumpangtindihkan dit mpangtindihkan atau disuper-impose atau difaktorialkan. Bila difaktorialkan, maka Kios 1 p pada Koperasi p A akan muncul di Koperasi p B dan C. Ini tidak mungkin karena Kios 1 di Koperasi A berbeda dengan yang di Koperasi B dan C, karena Kios 1 dari Koperasi A dengan Kios 1 dari Koperasi B maupun Kios 1 dari Koperasi C tidak ada hubungannya. Ini dinamakan faktor Kios tersarang pada faktor Koperasi, bukannya faktorial Koperasi dengan Kios. Untuk keadaan di atas dinamakan rancangan tersarang dua tahap (two-stage nested) atau rancangan hierarki dua tahap.

Perhatikan model berikut :


i = 1, 2, K , a Yijk = + i + j (i ) + ( ij ) k , j = 1, 2, K , b k = 1, 2, K , r

Percobaan Dua Faktor


Misalkan faktor A dan B A dan B bersilangan dinotasikan dengan AB = BA = BA = AB = AB = BA A tersarang di B dinotasikan dengan A/B B tersarang di A dinotasikan dengan B/A

JKT = JKA + JKB(A) + JKG Terdapat a taraf faktor A, b taraf faktor B tersarang g di masing-masing g g taraf A dan r ulangan. Subscript j(i) mengindikasikan bahwa pada taraf ke-j dari faktor B adalah tersarang di taraf ke-i dari faktor A.
5

Bersilangan

Tersarang
A tersarang di B A berbeda untuk setiap B
B1 B2 A2 A3 A4 A5 B3 A6 A1

B1 B2 B3

A1

A2

A1 A2

B1

B2

B3

B tersarang di A B berbeda untuk setiap A


A1 B1 B2 B3 B4 A2 B5 B6

Dalam hal ini ini,, faktor A ada 2 taraf dan faktor B ada 3 taraf
7 8

B tersarang di A
A1 B1 R1-R8 B2 R9-R16 B3 R17-R24 B4 R1-R8 A2 B5 R9-R16 B6 R17-R24

R A RA B R/B B/A RA/B

RAL Satu Faktor


Diagram Blok
P1 R1 - R8 P2 P3 P4 R25 - R32
p = 4, ,r=8

Sumber Variasi A B/A R/B RA/B Total a-1

db

E(KT), misalkan A tetap B acak A2 2 + r 2 + rb i


RA / B B/A a 1

R9 - R16 R17 - R24

(b 1)a (b-1)a (r-1)b

2 RA / B
2 RA / B

+ r + a

2 B/A
2 R/B

(r-1)(a-1)b abr-1 abr 1

2 RA / B

Sumber Variasi R P R/P


9

S b Variasi V i i Sumber Perlakuan (P) Galat (R/P) Total

db p-1 (r-1)p pr-1 pr 1


10

Sumber Variasi Perlakuan (P) Galat (R/P) Total

db p-1 (r-1)p pr-1

2 R/P

E(KT)

P tetap

P +r

Perhatikan diagram blok berikut berikut: :


B1 B2 B3 B4 B5 K1 R1 R8 R9 R16 R17 R24 R25 R32 R33 R40 K2 R1 R8 R9 R16 R17 R24 R25 R32 R33 R40 K3 R1 R8 R9 R16 R17 R24 R25 R32 R33 R40 K4 R1 R8 R9 R16 R17 R24 R25 R32 R33 R40
b = 5, 5 k = 4, 4 r=8

p 1

2 R/P

Sumber Variasi Perlakuan (P) Galat (R/P) Total

db p-1

E(KT)
2 2 R / P + r P

P acak

2 (r-1)p R /P

pr-1

Sumber Variasi : R B R/B K RK BK RK/B

Sumber Variasi B K BK R/B RK/B Total

db b-1 k-1 (b-1)(k-1) ( 1)b (r-1)b (r-1)(k-1)b bkr 1 bkr-1


12

11

13

DIAGRAM BLOK

Suryanto UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2000

DIAGRAM BLOK 1. Rancangan Acak Lengkap Satu Faktor Diagram Blok P1 R1 - R8 P2 R9 - R16 P3 R17 - R24 P4 R25 - R32

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Derajat kebebasan Jumlah Kuadrat

Perlakuan (P)

p-1 = 3

Galat (R/P)

(r-1)p = 28

Total

pr-1 = 31

2. Rancangan Pengukuran Berulang Satu Faktor (Rancangan Blok Acak) Diagram Blok

P1 P2 P3 P4 R1 - R8 R1 - R8 R1 - R8 R1 - R8

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Perlakuan (P) Replikasi (R) Interaksi (PR) Total Derajat kebebasan p-1 = 3 r-1 = 7 (p-1)(r-1) = 21 pr-1 = 31 Jumlah Kuadrat

3. Rancangan Acak Lengkap Dua Faktor (Faktor K dan B) Diagram Blok

B1 B2 B3 B4 B5

K1 R1 R8 R33 R40 R65 R72 R97 R104 R129 R136

K2 R9 R16 R41 R48 R73 R80 R105 R112 R137 R144

K3 R17 R24 R49 R56 R81 R88 R113 R120 R145 R152

K4 R25 R32 R57 R64 R89 R96 R121 R128 R153 R160

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K Faktor B Interaksi KB R/KB Total Derajat kebebasan k-1 = 3 b-1 = 4 (k-1)(b-1) = 12 (r-1)kb = 140 kbr - 1 = 159 Jumlah Kuadrat

4. Rancangan Campuran, dengan Satu Variabel antara Subjek (B) dan Satu Variabel dalam Subjek (K) Diagram Blok

B1 B2 B3 B4 B5

K1 R1 R8 R9 R16 R17 R24 R25 R32 R33 R40

K2 R1 R8 R9 R16 R17 R24 R25 R32 R33 R40

K3 R1 R8 R9 R16 R17 R24 R25 R32 R33 R40

K4 R1 R8 R9 R16 R17 R24 R25 R32 R33 R40

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K Faktor B Interaksi KB R/B KR/B Total Derajat kebebasan k-1 = b-1 = 3 4 Jumlah Kuadrat

(k-1)(b-1) = 12 (r-1)b = 35 (k-1)(r-1)b = 105 kbr - 1 = 159

5. Rancangan Campuran, dengan Satu Variabel antara Subjek (B) dan Dua Variabel dalam Subjek (K dan C) Diagram Blok

K1 C1 B1 B2 B3 B4 B5
R1 R3 R4 R6 R7 R9 R10 R12 R13 R15

K2 C2
R1 R3 R4 R6 R7 R9 R10 R12 R13 R15

K3 C2
R1 R3 R4 R6 R7 R9 R10 R12 R13 R15

K4 C2
R1 R3 R4 R6 R7 R9 R10 R12 R13 R15

C1
R1 R3 R4 R6 R7 R9 R10 R12 R13 R15

C1
R1 R3 R4 R6 R7 R9 R10 R12 R13 R15

C1
R1 R3 R4 R6 R7 R9 R10 R12 R13 R15

C2
R1 R3 R4 R6 R7 R9 R10 R12 R13 R15

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K Faktor B Interaksi KB Faktor C Interaksi KC Interaksi BC Interaksi KBC R/B KR/B CR/B KCR/B Total Derajat kebebasan k-1 = 3 b-1 = 4 (k-1)(b-1) = 12 c-1 = 1 (k-1)(c-1) = 3 (b-1)(c-1) = 4 (k-1)(b-1)(c-1) = 12 (r-1)b = 10 (k-1)(r-1)b = 30 (c-1)(r-1)b = 10 (k-1)(c-1)(r-1)b = 30 bckr - 1 = 119 Jumlah Kuadrat

6. Rancangan Campuran, dengan Dua Variabel antara Subjek (K dan C) dan Satu Variabel dalam Subjek (B)

Diagram Blok

K1 C1 B1 B2 B3 B4 B5
R1 R3 R1 R3 R1 R3 R1 R3 R1 R3

K2 C2
R4 R6 R4 R6 R4 R6 R4 R6 R4 R6

K3 C2
R10 R12 R10 R12 R10 R12 R10 R12 R10 R12

K4 C2
R16 R18 R16 R18 R16 R18 R16 R18 R16 R18

C1
R7 R9 R7 R9 R7 R9 R7 R9 R7 R9

C1
R13 R15 R13 R15 R13 R15 R13 R15 R13 R15

C1
R19 R21 R19 R21 R19 R21 R19 R21 R19 R21

C2
R22 R24 R22 R24 R22 R24 R22 R24 R22 R24

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K Faktor B Interaksi KB Faktor C Interaksi KC Interaksi BC Interaksi KBC R/KC BR/KC Total Derajat kebebasan k-1 = 3 b-1 = 4 (k-1)(b-1) = 12 c-1 = 1 (k-1)(c-1) = 3 (b-1)(c-1) = 4 (k-1)(b-1)(c-1) = 12 (r-1)kc = 16 (b-1)(r-1)kc = 64 bckr - 1 = 119 Jumlah Kuadrat

7. Rancangan Kelompok dalam Perlakuan, Bertingkat Diagram Blok

K1 C1
R1 R8

K2 C2
R9 R16

K3 C4
R25 R32

K4 C6
R41 R48

C3
R17 R24

C5
R33 R40

C7
R49 R56

C8
R57 R64

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K C/K R/KC Total Derajat kebebasan k-1 = 3 (c-1)k = 4 (r-1)kc = 56 ckr - 1 = 63 Jumlah Kuadrat

8. Rancangan dengan Ketersarangan yang Tidak Transitif Diagram Blok

K1 C1
R1 R8

K2 C2
R9 R16

K3 C4
R9 R16

K4 C6
R9 R16

C3
R1 R8

C5
R1 R8

C7
R1 R8

C8
R9 R16

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K C/K R/C KR/C Total Derajat kebebasan k-1 = 3 (c-1)k = 4 (r-1)c = 14 (k-1)(r-1)c = 42 ckr - 1 = 63 Jumlah Kuadrat

9. Rancangan Acak Lengkap Tiga Faktor Diagram Blok

K1 C1 B1 B2 B3 B4 B5
R1 R3 R25 R27 R49 R51 R73 R75 R97 R99

K2 C2
R4 R6 R28 R30 R52 R54 R76 R78

K3 C2
R10 R12 R34 R36 R58 R60 R82 R84 R106 R108

K4 C2
R16 R18 R40 R42 R64 R66 R88 R90 R112 R114

C1
R7 R9 R31 R33 R55 R57 R79 R81 R103 R105

C1
R13 R15 R37 R39 R61 R63 R85 R87 R109 R111

C1
R19 R21 R43 R45 R67 R69 R91 R93 R115 R117

C2
R22 R24 R46 R48 R70 R72 R94 R96 R118 R120

R100 R102

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K Faktor B Interaksi KB Faktor C Interaksi KC Interaksi BC Interaksi KBC R/KBC Total Derajat kebebasan k-1 = 3 b-1 = 4 (k-1)(b-1) = 12 c-1 = 1 (k-1)(c-1) = 3 (b-1)(c-1) = 4 (k-1)(b-1)(c-1) = 12 (r-1)kbc = 80 bckr - 1 = 119 Jumlah Kuadrat

Data 1. Rancangan Acak Lengkap Satu Faktor Data P1 6 12 6 6 2 4 4 4 44 P2 14 16 14 12 10 12 10 12 100 P3 8 10 8 6 4 6 8 6 56 P4 14 16 18 16 20 20 18 22 144

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Derajat kebebasan Jumlah Kuadrat

Perlakuan (P)

p-1 =

Galat (R/P)

(r-1)p =

Total

pr-1 =

2. Rancangan Pengukuran Berulang Satu Faktor (Rancangan Blok Acak) Data

R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 Jumlah

P1 6 12 6 6 2 4 4 4 44

P2 14 16 14 12 10 12 10 12 100

P3 8 10 8 6 4 6 8 6 56

P4 14 16 18 16 20 20 18 22 144

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Perlakuan (P) Replikasi (R) Interaksi (PR) Total Derajat kebebasan p-1 = r-1 = (p-1)(r-1) = pr-1 = Jumlah Kuadrat

10

3. Rancangan Acak Lengkap Dua Faktor (Faktor K dan B) Data

B1

K1 6 12 6 6 2 4 4 4

K2 14 16 14 12 10 12 10 12

K3 8 10 8 6 4 6 8 6

K4 14 16 18 16 20 20 18 22

B2

Jumlah

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K Faktor B Interaksi KB R/KB Total Derajat kebebasan k-1 = b-1 = (k-1)(b-1) = (r-1)kb = kbr - 1 = Jumlah Kuadrat

11

4. Rancangan Campuran, dengan Satu Variabel antara Subjek (B) dan Satu Variabel dalam Subjek (K) Data

B1

R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 Jumlah

K1 6 12 6 6 2 4 4 4

K2 14 16 14 12 10 12 10 12

K3 8 10 8 6 4 6 8 6

K4 14 16 18 16 20 20 18 22

B2

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor B Faktor K Interaksi BK R/B KR/B Total Derajat kebebasan b-1 = k-1 = (b-1)(k-1) = (r-1)b = (k-1)(r-1)b = bkr - 1 = Jumlah Kuadrat

12

5. Rancangan Campuran, dengan Satu Variabel antara Subjek (B) dan Dua Variabel dalam Subjek (K dan C) Data

K1 B1 R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 C1 6 12 6 6 2 4 4 4 C2 14 16 14 12 10 12 10 12 C1 8 10 8 6 4 6 8 6

K2 C2 14 16 18 16 20 20 18 22 C1 3 6 3 3 2 4 4 4

K3 C2 7 8 7 6 5 6 5 6 C1 4 5 4 6 2 3 4 3

K4 C2 7 8 9 8 10 10 9 11

B2

Jumlah

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K Faktor B Interaksi KB Faktor C Interaksi KC Interaksi BC Interaksi KBC R/B KR/B CR/B KCR/B Total Derajat kebebasan k-1 = b-1 = (k-1)(b-1) = c-1 = (k-1)(c-1) = (b-1)(c-1) = (k-1)(b-1)(c-1) = (r-1)b = (k-1)(r-1)b = (c-1)(r-1)b = (k-1)(c-1)(r-1)b = bckr - 1 = Jumlah Kuadrat

13

6. Rancangan Campuran, dengan Dua Variabel antara Subjek (K dan C) dan Satu Variabel dalam Subjek (B) Data

C1 B1 C2

R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8

K1 6 12 6 6 2 4 4 4

K2 14 16 14 12 10 12 10 12

K3 8 10 8 6 4 6 8 6

K4 14 16 18 16 20 20 18 22

C1 B2 C2

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K Faktor B Interaksi KB Faktor C Interaksi KC Interaksi BC Interaksi KBC R/BC RK/BC Total Derajat kebebasan k-1 = b-1 = (k-1)(b-1) = c-1 = (k-1)(c-1) = (b-1)(c-1) = (k-1)(b-1)(c-1) = (r-1)bc = (r-1)(k-1)bc = bckr - 1 = Jumlah Kuadrat

14

7. Rancangan Kelompok dalam Perlakuan, Bertingkat Diagram Blok

K1 C1
R1-R4

K2 C2
R5-R8

K3 C4
R13-16

K4 C6 C7
R25-R28

C3
R9-R12

C5
R17-R20

C8
R29-R32

R21-R24

Data K1 C1 6 12 6 6 30 C2 2 4 4 4 14 C3 14 16 14 12 56 K2 C4 10 12 10 12 44 C5 8 10 8 6 32 K3 C6 4 6 8 6 24 C7 14 16 18 16 64 K4 C8 20 20 18 22 80

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K C/K R/KC Total Derajat kebebasan k-1 = (c-1)k = (r-1)kc = ckr - 1 = Jumlah Kuadrat

15

8. Rancangan dengan Ketersarangan yang Tidak Transitif Diagram Blok K1 C1


R1 R4

K2 C2
R5 R8

K3 C4
R5 R8

K4 C6
R5 R8

C3
R1 R4

C5
R1 R4

C7
R1 R4

C8
R5 R8

Data K1 C1 6 12 6 6 30 C2 2 4 4 4 14 C3 14 16 14 12 56 K2 C4 10 12 10 12 44 C5 8 10 8 6 32 K3 C6 4 6 8 6 24 C7 14 16 18 16 64 K4 C8 20 20 18 22 80

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor K C/K R/C KR/C Total Derajat kebebasan k-1 = (c-1)k = (r-1)c = (k-1)(r-1)c = ckr - 1 = Jumlah Kuadrat

16

9. Rancangan Acak Lengkap Tiga Faktor Diagram Blok

K1 C1 B1 B2
R1 R3 R25 R27

K2 C2
R4 R6 R28 R30

K3 C2
R10 R12 R34 R36

K4 C2
R16 R18 R40 R42

C1
R7 R9 R31 R33

C1
R13 R15 R37 R39

C1
R19 R21 R43 R45

C2
R22 R24 R46 R48

Data K1 B1 C1 6 12 9 6 6 6 C2 2 4 3 4 4 4 C1 14 16 15 14 12 13 K2 C2 10 12 11 10 12 11 C1 8 10 9 8 6 7 K3 C2 4 6 5 8 6 7 C1 14 16 15 18 16 17 K4 C2 20 20 20 18 22 20

B2

Jumlah

Sumber Variasi, derajat kebebasan, dan Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Faktor B Faktor K Interaksi BK Faktor C Interaksi BC Interaksi KC Interaksi BKC R/BKC Total Derajat kebebasan b-1 = k-1 = (k-1)(b-1) = c-1 = (b-1)(c-1) = (k-1)(c-1) = (b-1)(k-1)(c-1) = (r-1)bkc = bckr - 1 = Jumlah Kuadrat

17