Anda di halaman 1dari 9

Pengertian Tekanan Untuk memahami pengertian tekanandalam dunia fisika agak sedikit rumit tapi tidak sulit dibutuhkan

n peristiwa. keahlian mengidentifikasi hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Untuk memahami pengertian tekanan perhatikan baik-baik materi di bawah yang mengharuskan kita menggunakan sedikit analisa dalam sebuah

Pengertian Tekanan
Berhati-hatilah jika kamu memegang benda tajam, seperti pisau atau jarum. Mengapa demikian? Benda-benda tersebut selain sangat dibutuhkan untuk memudahkan melakukan usaha, juga dapat menyebabkan tubuh kamu terluka. Adapun pisau tumpul ataupun jarum tanpa ujung runcing sukar untuk dapat digunakan melakukan kerja. Mengapa demikian? Apabila kamu perhatikan kaki-kaki unggas, seperti ayam, itik, ataupun burung yang lainnya, ternyata memiliki bentuk yang berbeda-beda. Mengapa demikian? Tuhan telah menciptakan kaki binatang tersebut sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya. Ada yang berfungsi untuk berjalan, mencengkeram, dan berenang. Jika ayam dan itik berjalan di jalan yang berlumpur, ternyata kedua bekas kaki unggas tersebut memiliki kedalaman yang berbeda. Bekas kaki apakah yang lebih dalam? Beberapa peristiwa tersebut sangat berhubungan dengan salah satu konsep Fisika, yaitu tekanan. Jadi, apakah tekanan itu? Untuk dapat mengetahui konsep tersebut ayo kamu lakukan dahulu kegiatan berikut.

Percobaan Sederhana untuk Memahami Konsep Tekanan


Tujuan Memahami konsep tekanan Alat dan bahan Dua buah plastisin (lilin mainan) dan dua buah koin uang logam Rp500 (koin) Cara kerja

Siapkan alat dan bahan. Letakan kedua koin tersebut pada masing-masing plastisin dengan posisi seperti pada Gambar berikut

(a)

kedua

koin

diletakkan

dengan

posisi

berbeda

dan

(b) kedua koin diletakkan dengan posisi sama.


1.

Tekanlah kedua uang logam tersebut dengan gaya yang sama. Pindahkan kedua uang logam tersebut dari plastisin, lalu amati kedalaman bekas uang logam itu. Ulangi kegiatan di atas, tetapi posisi kedua uang logam sama dalam keadaan berdiri, seperti pada Gambar (b). Tekanlah kedua uang logam tersebut dengan gaya yang berbeda. Amati kembali kedalamam bekas kedua uang logam tersebut. Pertanyaan Ketika kamu menekan kedua uang logam pada posisi yang berbeda dengan gaya yang sama, uang logam pada posisi manakah yang bekasnya lebih dalam? Mengapa demikian?

2.

Ketika kamu menekan kedua uang logam yang posisinya sama, tetapi dengan gaya yang berbeda, yang manakah bekas uang logam yang lebih dalam? Mengapa demikian?

3. 4.

Uang logam manakah yang mendapatkan tekanan yang lebih besar? Faktor-faktor apakah yang memengaruhi besarnya tekanan?

Jika kita menganalisa dengan baik, maka kita akan dapati ternyata dengan posisi yang berbeda dan gaya yang diberikan sama ternyata uang logam mengalami keadaan yang berbeda pada posisi yang berbeda. Pada posisi uang logam memiliki luas pemukaan luas tidak mengalami bekas yang dalam, tetapi untuk uang logam yang memiliki luas permukaan kecil mengalami bekas yang lebih dalam. Hal ini menandakan luas permukaan mempengaruhi bekas pada plastisin. Ketika kita memberikan gaya pada uang logam sama halnya kita sedang menekan uang logam ke plastisin, luas permukaan ternyata mempengaruhi bekas yang ditinggalkan pada plastisin. Luas permukaan dapat kita simpulkan memiliki kaitan berbanding terbalik dengan bekas pada lastisin dan dalam matematika luas permukaan dapat ditulis sebagai hubungan pembagian sementara gaya yang diberikan terjadi hal sebaliknya. Hal ini berarti gaya dapat kita tulis sebagai perkalian, sehingga terbentuklah sebuah besaran yang kita kenal dengan istilah tekanan, hasil bagi antara gaya dan luas permukaan disebut tekanan (P). Gaya tegak lurus (F), yang bekerja pada suatu luasan (A) disebut tekanan (p).Gaya tegak lurus itu dapat dinyatakan sebagai gaya tekan, yaitu gaya yang disebabkan adanya tekanan. Untuk dapat mengetahui adanya tekanan selalu dilihat adanya gaya dan luasan di bidang tempat bekerjanya gaya itu. Semua kenyataan ini dapat dirangkum dalam sebuah persamaan matematis: p=F/A dengan p = tekanan (N/m ), F = gaya (N), dan A = luas bidang tekan (m ). Satuan tekanan dalam SI adalah (Pa).
2 2

Tekanan pada Zat Padat Sekarang kita akan belajar Tekanan pada Zat Padat sebelumnya kita sudah mengerti dan memahami dengan baik tentang Pengertian Tekanan. Jika belum memahami tentang pengertian tekanan silahkan Anda baca dulu tentang pengertian tekanan.

Tekanan pada Zat Padat

Ketika kamu mendorong uang logam di atas plastisin, berarti kamu telah memberikan gaya pada uang logam. Besarnya tekanan uang logam pada plastisin bergantung pada besarnya dorongan (gaya) yang kamu berikan dan luas bidang tekannya. Semakin besar gaya tekan yang kamu berikan, semakin besar pula tekanan yang terjadi. Namun, semakin besar luas bidang tekan suatu benda maka semakin kecil tekanan yang terjadi. Dengan demikian, tekanan berbanding lurus dengan gaya tekan dan berbanding terbalik dengan luas bidang tekan. Secara matematis, besaran tekanan dapat dituliskan dalam persamaan sebagai berikut.

P = Tekanan ( F = Gaya tekan (N) A = Luas bidang ( )

Satuan tekanan dalam Sistem Internasional (SI) adalah 1

. Satuan ini juga disebut pascal (Pa). 1 Pa =

Setelah mengetahui bahwa besar tekanan dipengaruhi oleh gaya dan luas bidang, sekarang kamu dapat menjelaskan mengapa bekas kaki ayam lebih dalam daripada bekas kaki itik jika keduanya berjalan di atas lumpur. Untuk memudahkan usaha (kerja), kamu harus membuat pengiris bawang (pisau) atau jarum lebih runcing. Oleh sebab itu, dengan memperkecil luas bidang tekan merupakan upaya untuk memperbesar tekanan. Alat-alat berikut sengaja dibuat dengan memperkecil luas bidang tekanannya untuk mendapatkan tekanan yang jauh lebih besar.

Alat-alat

yang

dibuat

dengan

memperkecil

luas

bidang

tekan,

seperti

(a) pisau (b) paku, (c) kapak, dan (d) jarum. Untuk dapat lebih memahami materi tekanan pada zat padat, perhatikan contoh berikut:

Jika masing-masing balok mempunyai berat yang sama, yaitu 12 N, balok manakah yang memberikan tekanan lebih besar pada lantai? Balok I

A = 30 cm x 10 cm = 300 cm = 0,03 m

Balok II

A = 20 cm x 10 cm = 200 cm = 0,02 m

Jadi, yang memberikan tekanan lebih besar pada lantai adalah Balok II, yaitu sebesar 600 N/m. Dari contoh soal tersebut dapat kita dapat menarik kesimpulan tentang tekanan pada zat padat sebagai berikut: 1. 2. Semakin kecil luas bidang tekan, semakin besar tekanan yang dihasilkan. Semakin besar gaya tekan yang diberikan, semakin besar tekanan yang dihasilkan.

Dengan demikian sekarang kalian dapat menjelaskan mengapa ujung sebuah paku memberikan bekas lubang yang lebih dalam dibandingkan dengan bekas lubang yang diberikan sebutir kelereng pada plastisin jika dijatuhkan dari ketinggian yang sama.

Tekanan pada Zat Cair - Tekanan pada zat cair untuk tingkatFisika SMP kelas 8 dibagi dalam beberapa pokok pembahasan yaitu : Tekanan Hidrostatis, Hukum pascal, Bejana Berhubungan dan Gaya Archimedes. Pada kesempatan ini kita akan membahas dari keempat komponen tersebut secara umum. 1. Tekanan Hidrostatis Tekanan hidrostatis adalah tekanan pada zat cair yang diam. Besarnya tekanan hidrostatis tergantung pada jenis dan kedalaman zat cair, tidak tergantung pada bentuk wadahnya (asalkan wadahnya terbuka).

Besarnya tekanan hidrostatis dirumuskan dengan : P=pgh Keterangan: P p g h m/s2, p g h = (2 0,2) m = 1,8 m Maka, P = p g h = 1000. 10. 1,8 = 18.000 Pa 2. Hukum Pascal berapa = = = tekanan hidrostatis = = = massa perepatan gravitasi kedalaman suatu titik yang terletak 1000 10 tekanan jenis bumi (Pa zat (m/s2 (m)Contoh 20 cm dari dasar atau cair atau N/m2)) (kg/m3) N/kg) Soal: kolam? kg/m3 m/s2

Suatu kolam yang dalamnya 2 meter diisi penuh air (pair = 1000 kg/m3). Jika percepatan gravitasi di tempat itu 10 Penyelesaian :

Ketika pengisap kecil kamu dorong maka pengisap tersebut diberikan gaya sebesar F1 terhadap luas bidang A1, akibatnya timbul tekanan sebesar p1. Menurut Pascal, tekanan ini akan diteruskan ke segala arah dengan sama rata sehingga tekanan akan diteruskan ke pengisap besar dengan sama besar. Dengan demikian, pada pengisap

yang besar pun terjadi tekanan yang besarnya sama dengan p1. Tekanan ini menimbulkan gaya pada luas bidang tekan pengisap kedua (A2) sebesar F2 sehingga kamu dapat menuliskan persamaan sebagai berikut.

Jadi, gaya yang ditimbulkan pada pengisap besar adalah:

Dari Persamaan

, dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan efek gaya yang besar dari gaya

yang kecil, maka luas penampangnya harus diperbesar. Inilah prinsip kerja sederhana dari alat teknik pengangkat mobil yang disebut pompa hidrolik. 3. Bejana Berhubungan Prinsip bejana berhubungan adalah sebuah peristiwa di mana permukaan air selalu rata. Dalam hal ini, tidak dipengaruhi oleh bentuk permukaan dasarnya atau bentuk tabungnya, dengan syarat tempat air tersebut berhubungan. Aplikasi bejana berhubungan dalam kehidupan sehari-hari! a. Tukang Bangunan Tukang bangunan menggunakan konsep bejana berhubungan untuk membuat titik yang sama tingginya. Kedua titik yang sama ketinggiannya ini digunakan untuk membuat garis lurus yang datar. Biasanya, garis ini digunakan sebagai patokan untuk memasang ubin supaya permukaan ubin menjadi rata dan memasang jendela-jendela supaya antara jendela satu dan jendela lainnya sejajar. Tukang bangunan menggunakan slang kecil yang diisi air dan kedua ujungnya diarahkan ke atas. Akan dihasilkan dua permukaan air, yaitu permukaan air kedua ujung slang. Kemudian, seutas benang dibentangkan menghubungkan dua permukaan air pada kedua ujung slang. Dengan cara ini, tukang bangunan akan memperoleh permukaan datar. b. Teko Air Perhatikan teko air di rumahmu. Teko tersebut merupakan sebuah bejana berhubungan. Teko air yang baik harus mempunyai mulut yang lebih tinggi daripada tabung tempat menyimpan air. c. Tempat Penampungan Air Biasanya, setiap rumah mempunyai tempat penampungan air. Tempat penampungan air ini ditempatkan di tempat tinggi misalnya atap rumah. Jika diamati, wadah air yang cukup besar dihubungkan dengan kran tempat keluarnya air menggunakan pipa-pipa. Jika bentuk bejana berhubungan pada penjelasan sebelumnya membentuk huruf U, bejana pada penampungan air ini tidak berbentuk demikian. Hal ini sengaja dirancang demikian karena sistem ini bertujuan untuk mengalirkan air ke tempat yang lebih rendah dengan kekuatan pancaran yang cukup besar. 4. Hukum Archimedes Besarnya gaya apung ini bergantung pada banyaknya air yg didesak oleh benda tersebut. Semakin besar air yg didesak maka semakin besar pula gaya apungnya. Hasil penemuannya dikenal dengan Hukum Archimedes yg menyatakan bahwa apabila suatu benda dicelupkan ke dalam zat cair, baik sebagian atau seluruhnya, benda akan

mendapat gaya apung (gaya ke atas) yg besarnya sama dengan berat zat cair yg didesaknya (dipindahkan) oleh benda tersebut. Secara matematis ditulis sebagai berikut.

dengan:

= gaya apung (N), = massa jenis zat cair (kg/m3), V = volume zat cair yg didesak atau volume benda

yg tercelup (m3), g = konstanta gravitasi atau percepatan gravitasi (m/s2).

Pengertian Tekanan Udara Fisika - Pengertian Tekanan Udara Fisika merupakan pembahasan terakhir kita pada pembahasan Bab Tekanan untuk Fisika SMP Kelas 8. Sebelumnya kita sudah membahas Pengertian Tekanan, Tekanan pada Zat Padat dan Tekanan pada Zat Cair. Udara memiliki massa meskipun sangt kecil. Akan tetapi dengan jumlah mereka yang sangat banyak massa mereka tidak bisa dianggap ringan. Di bumi ada yang namanya gravitasi yang menarik udara ini ke bawah sehingga dikenal namanya berat. Berat udara inilah yang akan menekan permukaan bumi sehingga timbul tekanan udara. Jadi pengertian tekanan udara adalah besarnya berat udara pada satu satuan luas bidanng tekan. Besarnya tekanan udara di suatu tempat sangat bergantung pada jumlah udara di atasnya. Semakin tinggi suatu tempat maka semakin sedikit jumlah udara di atasnya, semakin sedikit berat udara yang ditahan wilayah tersebut sehingga tekanannya semakin sedikit. Berbanding terbalik dengan daerah atau dataran rendah, mereka mempunyai tekanan udara yang lebih besar. Jadi tekanan udara di suatu wilayah sangat ditentukan oleh ketinggian tempat atau wilayah tersebut dari permukaan air laut.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Udara


ada 2 hal yang sangat mempengaruhi tekanan udara yaitu suhu dan tinggi suatu daerah 1. Tinggi Suatu Tempat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya tinggi suatu tempat berbanding terbalik dengan tekanan udara di daerah tersebut. 2. Suhu Udara

Suhu udara sangat mempengaruhi tekanan udaranya. Ketika suhu tinggi molekul udara akan mengembang dan volume udara menjadi lebih besar. Jika volume di udara di atas suatu tempat adalah tetap maka ketika suhu udara naik, massa udara total akan berkurang, berat udara berkurang, demikian juga dengan tekanan udara. Sebaliknya, ketika suhu rendah makan tekanan udara akan semakin tinggi. Tekanan udara di berbagai tempat berbeda-beda terutama tergantung pada tinggi daerah tersebut dari permukaan air laut. Perbedaan tekanan udara inilah yang mengakibatkan berbagai fenomena cuaca seperti angin, topan, badai, dan sebagainya.

Rumus Tekanan Udara


Bagaimana menetukan tinggi suatu tempat bila diketahui tekanannya? Bagaimana pula menentukan tekanan jika yang kita ketahui adalah tekanannya. Tekanan udara dipermukaan air laut adalah 76 cmHg yang akan jadi patokan dan setiap perubahan tinggi 100 m maka akan terjadi perubahan tekanan sebesaar 1 mmHg.

Ph = (Pu h/100) cmHg

Ph Pu =

= tekanan

tekanan udara

pada permukaan

ketinggian air

h laut

h = tinggi suatu tempat untuk mencari ketinggian

h = (Pu-Ph) x 100 m
Contoh Soal
Wilayah Jakarta utara memiliki ketinggian 10 m dibawah permukaan airl laut. Berapakah tekanan udara di tempat tersebut. Jawab Ph = (Pu h/100) cmHg

Ph = (76 10/100) = 76 0,1 = 75,9 ccmHg jika disuatu puncak gunung tekanan udaranya adalah 45 cmHg, berapa ketinggian gunung tersebut dari permukaan air laut? h = (Pu-Ph) x 100

h = (76-45 x 100 = 31 x 100 = 3100 m di atas permukaan laut.

Alat Ukur Tekanan Udara

Tekanan udara merupakan besaran turunan yang dapat diukur dengan alat ukur yang dinamakan barometer yang berasal dari bahasa yunani baros = berat dan metron = udara. Barometer ada beberapa jenis seperti barometer. Alat yang ditemukan oleh Ilmuwan asal Irlandia (Robert Boyle) ini memiliki beberapa jenis seperti barometer air raksa, barometer air, barometer aneroid, dan beberapa jenis barometer lainnya. Pada umumnya dunia menggunakan hektopascal untuk menyatakan nilai tekanan udara. Akan tetapi sobat hitung mungkin masih ada yang menjumpai satuan cmHg pada barometer tua dengan konversi satuan 1 cmHg = 1,103 x 10 Pa = 1 x 1,013 x 10 hektopascal. Penggunaan hektopascal sebagai pengganti milibar. Hektopascal adalah satuan pengukuran langsung dari tekanan udara (gaya/luas alas) seperti halnya newton/cm persegi tetapi dalam satuan metrik. 1 Hektopascal = 100 Pascal sedangkan 1 bar = 100.000 newton/m2 = 100.000 Pa.
5 3