Anda di halaman 1dari 15

1

A. JUDUL Pengaruh Ukuran dan Bentuk Partikel Biomassa terhadap Kebutuhan Daya Pompa Penyedia Udara Penggasifikasi

B. LATAR BELAKANG MASALAH Semakin lama kebutuhan energi semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan energi tidak dapat diimbangi dengan peningkatan sumber energi. Sebagian besar penyediaan energi primer saat ini berasal dari bahan bakar fosil. Agar kebutuhan energi tetap terpenuhi maka sumber energi terbarukan mulai mendapatkan perhatian. Salah satu sumber energi terbarukan adalah biomassa. Biomassa adalah materi organik yang berasal dari bahan-bahan biologis. Biomassa mungkin tumbuh sebagai hasil pertanian, tetapi secara luas adalah hutan-hutan, padang rumput, rawarawa dan perikanan (Brown, 2003). Sebagai salah satu sumber energi alternatif terbarukan, biomassa berpeluang besar dikembangkan di Indonesia karena potensi sumber biomassa di Indonesia melimpah. Tetapi, potensi tersebut tersebar karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Dari segi lingkungan,

penggunaan biomassa sebagai bahan bakar memiliki dua pengaruh positif yaitu bersifat mendaur ulang CO2 sehingga emisi CO2 ke atmosfir secara netto berjumlah nol dan sebagai sarana pemanfaatan limbah industri khususnya limbah pertanian. Salah satu teknologi potensial untuk pemanfaatan limbah biomassa adalah teknologi gasifikasi. Proses ini berlangsung di dalam suatu alat yang disebut gasifier. Ke dalam alat ini dimasukkan bahan bakar biomassa yang mengalami reaksi oksidasi parsial dengan udara, oksigen,uao air atau campurannya. Reaksi heterogen antara gas dan padatan di dalam gasifier dibedakan atas dasar pengontakan, yaitu reaktor unggun tetap dan reaktor unggun terfluidakan. Reaktor unggun tetap tersusun oleh tumpukan padatan tetap selama reaksi berlangsung dan reaktor unggun terfluidakan tersusun oleh padatan terfluidisasi sehingga padatan bergerak seiring

dengan gerakan fluida. Perbandingan karakteristik kedua jenis gasifier tersebut ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Perbandingan karakteristik gasifier unggun tetap dan unggun terfluidakan
Parameter Ukuran umpan Toleransi kehalusan partikel Toleransi kekasaran partikel Kebutuhan oksidan Kebutuhan kukus Temperatur reaksi Temperatur gas keluar Produksi abu Efisiensi gas dingin Kapasitas penggunaan Permasalahan Unggun Tetap < 51 mm Terbatas Sangat baik Rendah Tinggi 1090 C 450 600 C Kering 80% Kecil Produksi tar Unggun Terfluidakan < 6 mm Baik Baik Menengah Menengah 800 1000 C 800 1000 C Kering 89.2% Menengah Konversi karbon

(Higman, 2003) Kinerja reaktor unggun tetap berpotensi memerlukan energi berlebih karena adanya tumpukan padatan yang menyebabkan hilang tekan dan berpengaruh pada proses pengaliran reaktan yang berupa fluida. Jadi, pengumpanan biomassa ke dalam gasifier diperlukan pengolahan awal seperti: pengeringan, pemotongan atau pemampatan. Di samping itu aliran biomassa harus cukup selama periode operasi, nilai ekonomisnya rendah, dan memiliki spesifikasi sesuai dengan operasi tersebut. Arang kayu, batok kelapa, cangkang sawit, batok kelapa, batang ketela pohon, dan serbuk gergaji merupakan biomassa yang mendekati persyaratan tersebut. Bentuk dan ukuran bahan bakar biomassa yang berbeda dapat menyebabkan kemacetan aliran bahan akan semakin besar yang selanjutnya akan berpengaruh pada tekanan dalam reaktor serta aliran gas keluar. Dengan bentuk dan ukuran bahan bakar yang relatif seragam, kemacetan dapat dihindari. (Higman, 2003). Unit gasifikasi biomassa diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan baik energi listrik maupun energi panas. Tetapi, setiap unit gasifikasi memiliki karakteristik-karakteristik tertentu

bergantung pada umpan biomassa yang berpengaruh terhadap kinerja unit tersebut sehingga diperlukan pengujian alat agar dapat diketahui kondisi operasi terbaiknya.

C. PERUMUSAN MASALAH Adanya tumpukan bahan bakar biomassa di dalam reaktor gasifikasi menimbulkan hilang tekan yang menyebabkan kenaikan kebutuhan energi pengaliran reaktan. Tingginya kebutuhan energi untuk pengoperasian unit gasifikasi berpotensi mengurangi perolehan energi netto.

D. TUJUAN Prediksi kebutuhan daya pompa penyedia udara proses gasifikasi untuk berbagai ukuran dan bentuk biomassa di reaktor gasifikasi unggun tetap.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah publikasi dalam bentuk makalah dalam seminar nasional atau artikel dalam jurnal ilmiah nasional

F. KEGUNAAN Mendapatkan ukuran dan bentuk bahan bakar biomassa dalam pengoperasian unit gasifikasi sehingga didapatkan perolehan energi netto gas produser hasil gasifikasi biomassa yang tinggi.

G. TINJAUAN PUSTAKA G.1. Bahan Bakar Biomassa Indonesia merupakan negara agraris berpenduduk Indonesia mayoritas petani. Walaupun industrialisasi telah merambah ke dalam

berbagai kehidupan, namun sektor pertanian tetap menjadi salah satu faktor kunci penggerak ekonomi masyarakat yang mencakup pada produksi beras, jagung, kacang-kacangan, sawit, tebu, buah-buahan tropis dan lain sebagainya. Dalam aspek produksi komoditas pertanian dihasilkan hasil samping yang selama ini belum cukup memberikan nilai ekonomis bagi pengelolanya. Hasil samping ini lebih sering disebut sebagai limbah dari pada suatu potensi yang terkandung di dalamnya. Pemanfaatannya selama ini hanya terbatas pada upaya minimal, antara lain untuk pakan ternak, bahan bakar domestik atau dibakar di lahan pertanian. Pemanfaatan yang lebih besar dapat diupayakan dengan memandang limbah pertanian sebagai energi biomassa yang merupakan sumber energi terbarukan. Tabel 2. Tabel contoh analisa beberapa jenis biomassa
Biomassa Bentuk H C O N Kadar air Abu Nilai Kalor (kJ/kg) Sumber: 1-4 5-6 Cangkang sawit
1

Sekam padi
2

Serbuk gergaji Bulat 7,78% 56,31% 34,73% 1,06% 7,4% 0,4% 21.300
3

Jerami padi
4

Lignite5 balok 7,5% 45% 48% 1% 45% 15% 17.445

Anthracite6 balok 3,5% 85% 9% 1% 6% 15% 31.400

pipih 5,01% 44,44% 34,70% 0,28% 12,00% 3,50% 16.900

jarum 4,59% 39,10% 34,70% 0,18% 8,20% 13,20% 14.204

batang 5,02% 38,17% 35,28% 0,58% 10% 10,40% 12.330

: Krongkaew Laohalidanond, Jrgen Heil and Christain Wirtgen, 2006 : Speight, 2005

G.2. Gasifikasi Gasifikasi adalah suatu teknologi proses konversi bahan padat menjadi gas yang mudah terbakar. Bahan padat yang dimaksud dari bahan bakar padat misalnya, biomassa, batubara, dan arang. Gas yang dimaksud adalah gas-gas yang dihasilkan dari proses gasifikasi seperti CO, H2, dan CH4.

Gasifier adalah istilah untuk reaktor yang memproduksi gas produser dengan cara pembakaran tidak sempurna (oksidasi sebagian) bahan bakar biomassa pada temperatur sekitar 1000 oC. Ketika gasifikasi berlangsung, terjadi kontak antara bahan bakar dengan medium penggasifikasi di dalam gasifier. Gasifier yang digunakan menentukan kontak antara bahan bakar dengan medium penggasifikasi. (Rajvanshi, 1986). G.3. Tahapan proses gasifikasi Proses gasifikasi terdiri dari empat tahapan proses atas dasar perbedaan rentang kondisi temperatur, yaitu pengeringan (T>150 C), pirolisis (150<T<700 C), oksidasi (700<T<1500 C), dan reduksi (800<T<1000 C) (lihat Gambar 1). Proses pengeringan, pirolisis, dan reduksi bersifat menyerap panas (endotermik), sedangkan proses oksidasi bersifat melepas panas (eksotermik). Panas yang dihasilkan dalam proses oksidasi digunakan dalam proses pengeringan, pirolisis dan reduksi. Bahan kering hasil dari proses pengeringan mengalami proses pirolisis, yaitu pemisahan volatile matters (uap air, cairan organik, dan gas yang tidak terkondensasi) dari arang. Hasil pirolisis berupa arang mengalami proses pembakaran dan proses reduksi yang menghasilkan gas produser yaitu, H2 dan CO (Pranolo, 2010).
Udara Panas
Bahan

Biomassa
Pengeringan bahan kering + H2O

Uap air

Bahan kering o 100 - 150 C Panas


Bahan Oksidasi 2C + O2 2CO + panas Reduksi C+CO2 2CO C+H2O CO+ H2O 800 - 1000 oC Pirolisis C(arang) + H2O + tar + CH4 + dll

150 - 700 oC

700Panas - 1500 oC Uap air

Abu

Gambar 1.

Diagram alir proses gasifikasi di dalam gasifier

Gas hasil : H2, CO (gas produser), H2O, CO2, tar, dll

G.4. Tipe Gasifier Terdapat dua tipe utama gasifier yakni tipe fluidized bed dan tipe fixed bed,. Beberapa tipe fixed bed gasifier, jika ditinjau dari arah aliran udara, gasifier dibagi menjadi tiga tipe, yakni downdraft, updraft, dan crossdraft. Ketiga tipe gasifier ditampilkan pada Gambar 2. Masingmasing tipe gasifier memiliki kelebihan dan kekurangan yang ditampilkan pada Tabel 3 (Rampling, 2003).

Gambar 2. Tabel 3.
Tipe Gasifier Updraft

Berbagai macam tipe gasifier

Kelebihan dan kekurangan berbagai tipe gasifier


Kelebihan Kekurangan

- Hilang tekan rendah - Sensitif terhadap tar dan - Efisiensi panas bagus uap bahan bakar - Kecenderungan membentuk - Memerlukan waktu start terak sedikit up yang cukup lama untuk mesin internal combustion. Downdraft - Tidak terlalu sensitif terhadap - Desain gasifier tinggi tar - Tidak cocok untuk bahan - Dapat mudah beradaptasi bakar biomassa yang dengan jumlah umpan berukuran kecil biomassa Crossdraft - Desain gasifier pendek - Sangat sensitif terhadap - Sangat responsif ketika diisi pembentukan terak umpan biomassa - Hilang tekan tinggi - Produksi gas fleksibel

G.5. Zona Proses pada Gasifier Pada gasifier terdapat empat zona utama yang di dalamnya terjadi proses gasifikasi yaitu proses pengeringan bahan bakar, pirolisis, pembakaran, dan Meskipun terdapat zona yang prosesnya

tumpang tindih, masing-masing proses dapat diasumsikan menempati zona yang terpisah dimana reaksi kimia dan panas berbeda.

Gambar 3.

Berbagai zona fixed bed gasifier tipe up draft (kiri) dan downdraft (kanan)

G.6. Hilang Tekan (p) dan Daya (W) Total penurunan tekanan fluida sepanjang L pada unggun padatan adalah p. Hilang tekan ini muncul sebagai akibat pengaruh gesekan (friction) antara fluida dengan bed. Sehingga p disebut sebagai hilang tekan yang tidak dapat dihindari (Gibilaro, 2001). Pengukuran hilang tekan dapat dilakukan dengan pembacaan tinggi kolom cairan (di dalam manometer pipa U yang masing-masing ujungnya terpasang pada inlet dan outlet sistem. Bila densitas gas (, densitas cairan (), dan percepatan gravitasi (g) pada manometer pipa U diketahui, maka beda tekan antara antar inlet dan outlet sistem dapat dihitung menggunakan persamaan (1) (Brown,1950).
..................................................... (1)

Pada packed bed dan fluidized bed, pengaruh faktor bentuk (s) dan diamter partikel (dp) sering dipetimbangkan sebagai parameter tunggal. Fraksi kosong () di dalam packed bed berhubungan dengan faktor kebolaan partikel. Bila reaktor berdiameter kecil, efek dinding dan pengaruh kekosongan tumpukan mejadi penting. Hilang tekan partikel yang seragam dihubungkan oleh Ergun dengan menggunakan Persamaan (2). .........(2)

.......................................................(3)

Hilang tekan pada Persamaan (2) mewakili dua faktor, yaitu viskositas ( dan kehilangan energi kinetik. Bila bilangan Reynold partikel rendah (Rep <20) viskositas mendominasi sehingga Persamaan (2)

disederhanakan menjadi Persamaan (4): ........................................(4)

Bila bilangan Reynold partikel tinggi (Rep >1000), kehilangan energi kinetik perlu diperhitungkan, jadi Persamaan (2) disederhanakan menjadi Persamaan(5) : .......................................................... (5)

Pada bilangan Reynold menengah, kedua term harus digunakan. (Daizo, 1977) Hubungan antara hilang tekan dengan kebutuhan daya pompa oleh Bernoulli dapat diprediksi dengan Persamaan (6) (Rayner, 1995). ..................(6)

dimana p = tekanan= berat spesifik, u = kecepatan alir udara, z = ketinggian, q = panas tertukar, W = daya, g = konstanta percepatan gravitasi.

H. METODE PELAKSANAAN H.1. Alat dan Bahan Penelitian H.1.1. Alat yang digunakan: a. Unit gasifikasi

Unit gasifikasi adalah alat yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya proses gasifikasi. Alat ini memiliki tinggi kolom 60 cm dan diameter kolom 14 cm. b. Ring blower 1/8 HP Alat ini digunakan untuk mengalirkan media penggasifikasi yaitu udara dan juga untuk mengalirkan gas produser ke burner. c. Manometer U Manometer pipa U berfungsi untuk mengukur p yang dihasilkan oleh tumpukan di dalam kolom gasifier. d. Selang tahan panas Selang tahan panas digunakan sebagai media untuk mengalirkan gas dari pipa ke kolom manometer. e. Ayakan Ayakan berfungsi untuk mengklasifikasi serbuk gergaji berdasarkan ukuran diameter partikel. f. Pisau Pisau digunakan untuk memotong-motong batang pohon ketela berdasarkan ukuran yang telah ditentukan H.1.2. Bahan yang digunakan: a. Batok kelapa b. Sekam padi c. Batang singkong d. Cangkang sawit e. Arang kayu f. Serbuk gergaji

H.2. Metodologi Penelitian dilakukan secara eksperimental untuk mengetahui hilang tekan yang terjadi pada downdraft gasifier dengan bahan baku dalam

Pengecekan Awal Unit Gasifikasi

10

berbagai ukuran dan bentuk. Alur kerja penelitian terlihat pada Gambar 4, sedangkan peralatan penelitian pada Gambar 5.

Uji Coba Dingin Pengaliran Fluida Gas ke Dalam Reaktor Gasifikasi Unggun Tetap dengan Variabel Ukuran dan Bentuk Partikel Biomassa

Data pengamatan : 1. h manometer 2. Prediksi Daya Pompa Gambar 4. Alur kerja

Gambar 5.

Skema peralatan percobaan tipe down draft gasifier

11

I.

JADWAL KEGIATAN Kegiatan 1 1. n Persiapa Pengum pulan bahan baku Pengola han bahan baku 2. naan Pelaksa Percoba an pendahuluan Pengum pulan data 3. saian Penyele Pengola han data Penyusu nan laporan Pengga ndaan laporan Seminar Penelitian 2 Bulan ke 3 4 5

a. b.

a. b.

a. b. c. d.

J.

RANCANGAN BIAYA Adapun rancangan biaya dalam program ini adalah sebagai berikut: Satuan Jumlah Harga satuan Jumlah harga

No. Uraian 1. Bahan yang dipakai Batok kelapa Sekam padi Batang singkong Cangkang sawit Arang kayu Serbuk gergaji 2 Peralatan penunjang

kg kg kg kg kg kg

50 50 50 50 50 50

4.000 3.000 2.500 35.000 3.500 2.500

200.000 150.000 125.000 1.750.000 175.000 125.000

12

Seperangkat alat gasifier No. Uraian Selang tahan panas Kran Kawat Pisau 3 Pembuatan laporan Kertas HVS Tinta printer Alat tulis Penggandaan proposal 4 Publikasi penelitian Seminar nasional atau jurnal ilmiah 5 Lain-lain Survei bahan Dokumentasi Transportasi Total biaya

set Satuan m buah m buah

1 Jumlah 10 20 6 5

3.500.000 3.500.000 Harga Jumlah satuan 25.000 15.000 15.000 8.000 harga 250.000 300.000 90.000 40.000

rim set set eks

2 3 5 6

30.000 25.000 2.000 5.000

60.000 75.000 10.000 30.000

2.000.000

2.000.000

set -

2 1 2

100.000 75.000 125.000

200.000 75.000 250.000 9.405.000

13

K. DAFTAR PUSTAKA Brown, C.R 2003, Biorenewable Resources, page 4, Iowa State Press, Iowa Brown, G.G 1950, Unit Operation, page 154, John Willey and Sons Inc, New York Gibilaro, L.G, 2001, Fluidization-Dynamics, Reed Elsevier, Berlin Higman, C, and van der Berg, M 2003, Gasification, Elsevier Science, USA Kunii, Daizo, and O. Levenspiel 1977, Fluidization Engineering, John Willey & Sons, Inc, New York Perry, R. H., and Green, D. W 2007, Perrys Chemical Engineers Handbook, 8th ed, page 6-9, 6-39, Mc Graw Hill Book Company, New York Pranolo, H 2010, Potensi Penerapan Teknologi Gasifikasi Tongkol Jagung Sebagai Sumber Energi Alternatif Di Pedesaan, Dalam Seminar Nasional Energi Terbarukan Indonesia di Universitas Jendral Sudirman Purwkerto. Rajvanshi, Anil K., and , Goswami, D. Yogi 1986, Alternative Energy in Agriculture, CRC Press,United States Rayner, R.,1995,Pump Users Handbook, 4th ed., Elsevier Advanced Technology, United Kingdom Speight, James G 2005, Handbook of Coal Analysis, John Willey & Sons, Inc, New Jersey Krongkaew Laohalidanond, Jrgen Heil and Christain Wirtgen,2006, The Production of Synthetic Diesel from Biomass, Vol. 6 No. 1 Jan. - Jun.

14

L. LAMPIRAN 1. BIODATA KETUA DAN ANGGOTA KELOMPOK a. Ketua Pelaksana Kegiatan 1. Nama Lengkap : Dwi Hantoko 2. NIM : I0509013 3. No.HP : 085642246152 4. Email : dwi_hantoko@yahoo.com 5. Fakultas/Program Studi : Teknik / Teknik Kimia 6. Perguruan Tinggi : Universitas Sebelas Maret 7. Waktu untuk Kegiatan PKM : 10 jam/minggu Ketua,

Dwi Hantoko b. Anggota Pelaksana 1. Nama Lengkap 2. NIM 3. No.HP 4. Email 5. Fakultas/Program Studi 6. Perguruan Tinggi 7. Waktu untuk Kegiatan PKM

: Muflih Arisa Adnan : I0509029 : 081393938329 : adnan051991@yahoo.com : Teknik / Teknik Kimia : Universitas Sebelas Maret : 10 jam/minggu Anggota,

Muflih Arisa Adnan c. Anggota Pelaksana 1. Nama Lengkap 2. NIM 3. No.HP 4. Email 5. Fakultas/Program Studi 6. Perguruan Tinggi 7. Waktu untuk Kegiatan PKM

: Juli Novianto : I0510023 : 085786338820 : juno_smatt@homail.com : Teknik / Teknik Kimia : Universitas Sebelas Maret : 10 jam/minggu Anggota,

Juli Novianto

15

2. BIODATA DOSEN PENDAMPING 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Nama NIP baru Golongan/Jabatan Tempat/Tanggal Lahir Jenis kelamin Unit kerja : Dr. Sunu Herwi Pranolo : 196903161998022001 : III C / Lektor : Yogyakarta / 16 Maret 1969 : Laki-laki : Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Kimia, UNS Alamat kantor : Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126 Alamat rumah : Jl. Amerta XI/4, Jombor Kidul, Mlati, Sleman Yogyakarta 55284 Alamat email : sunu_pranolo@yahoo.com Waktu untuk Kegiatan PKM : 6 jam/minggu Riwayat Pendidikan Perguruan Tinggi Jenjang S3 S2 Perguruan Tinggi Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri ITB, Bandung Department of Process Design and Safety, Institute of Process Equipment and Environmental Technology, Otto-von-Guericke-Univeristat, Magdeburg, Germany Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM, Yogyakarta Tahun Lulus 2009 2000

S1

1994

Daftar Pengalaman Proyek Tahun Tempat Bekerja 2010 Pembangunan dan Commissioning Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gasifikasi Pelepah Sawit (100 kVA) di Kab. Indragiri Hulu, Riau 2010 Pembangunan dan Commissioning Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gasifikasi Pelepah Sawit (100 kVA) di Kab. Pelalawan, Riau 2008 Pembangunan dan Commissioning Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gasifikasi Tongkol Jagung (60 kVA) di Kab. Tanah Laut, Kalimantan Selatan

Dosen Pembimbing,

Dr. Sunu Herwi Pranolo 196903161998022001