Anda di halaman 1dari 16

CIVIL ENGINEERING

PRESENTATION
UNTIRTA 2012

SUBJECT

ASPEK HUKUM TEKNIK SIPIL


(Legal Aspect of Civil Engineering)

TSP 308 2 SKS 6TH SEMESTER

MODULE 01

ASPEK HUKUM TEKNIK SIPIL


(Legal Aspect of Civil Engineering)

TSP 308 2 SKS 6TH SEMESTER


INTRODUCTION

Expecting Teaching Material


Pengertian etika dan moral, Teori-teori etika, Etika profesi, Etika bisnis konstruksi, Tanggung jawab sosial bisnis konstruksi, Undang-undang mengenai jasa konstruksi, Permasalahan2 hukum dalam bidang jasa konstruksi, Kajian kontrak dan dolumen kontrak, Pengertian perburuhan dan hubungan kerja, Sumber-sumber hukum perburuhan, Masalah pemutusan hubungan kerja, Segisegi hukum perjanjian, Hukum bangunan perjanjian pemborongan bangunan, Aspek hukum dalam sengketa bidang konstruksi & peneyelesaian, Hukum perburuhan dan keselamatan kerja,

Learning Outcomes
Setelah mengikuti Materi Kuliah ini, peserta diharapkan Menguasai Pengertian etika dan moral, Teori-teori etika, Etika profesi, Etika bisnis konstruksi, Tanggung jawab sosial bisnis konstruksi, Undang-undang mengenai jasa konstruksi, Permasalahan2 hukum dalam bidang jasa konstruksi, Kajian kontrak dan dolumen kontrak, Pengertian perburuhan dan hubungan kerja, Sumbersumber hukum perburuhan, Masalah pemutusan hubungan kerja, Segi-segi hukum perjanjian, Hukum bangunan perjanjian pemborongan bangunan, Aspek hukum dalam sengketa bidang konstruksi & peneyelesaian, Hukum perburuhan dan keselamatan kerja, standar kontrak FIDIC

Expecting Refences
Darus Badrulzaman, Mariam. 1994. Analisa Hukum Bisnis. Alumni, Bandung Djojowiyono, Soegeng. 2005. Manajemen Konstruksi, edisi 4.Biro Penerbit, Jakarta Kirana, Andy. 1996., Etika Bisnis Konstruksi . Kanisius, Jakarta Nursin, Afrizal. 2000. K3 dan Hukum Ketenagakerjaan. Politeknik Negeri Jakarta, Jakarta Shahab,Hamid. 1996. Aspek Hukum dalam Sengketa Bidang Konstruksi .Djambatan, Jakarta Stokes,Mc Neil. Contraction Law in Contractors Language. Mc Graw Hill, Book Company, NY. Yasin, N. 2004. Mengenal Klaim Konstruksi & Penyelesaian Sengketa Konstruksi. Gramedia, Jakarta Yasin, Nazarkhan. 2006. Mengenal Kontrak Konstruksi di Indonesia. Gramedia, Jakarta PP RI No: 28 tahun 2000, Tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi dan Penjelasannya. PP RI No: 29 tahun 2000, Tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi dan Penjelasannya. PP RI No: 30 tahun 2000, Tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi dan Penjelasannya. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana wilayah Nomor 339/KPTS/M/2003 tentang petunjuk pelaksanaan jasa konstruksi oleh instansi pemerintah. Surat edaran Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor HK.0108-MN/114 tanggal 29 Januari 2004 tentang ralat keputusan menteri permukiman dan prasarana wilayah Nomor 339/KPTS/M/2003 tgl 31 Desember 2003 ttg petunjuk pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi oleh instansi pemerintah. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 257/KPTS/M/2004 tentang standar dan pedoman pengadaan jasa konstruksi. UU RI No: 18 tahun 1999, Tentang Jasa Konstruksi dan Penjelasannya. Sumber-sumber lain seperti Ensiklopedia dan bahan kuliah mengikuti Program Pascasarjana, Training, Work shop dan Seminar.

RAHMAN ABDULLAH
Professor in Regional Development Planing & Urban Settlement SK Mendiknas No. 43315/A2.7/KP/2004 Bachelor Degree, FT (Unhas, Makassar) Master Degree, FTSP (ITB, Bandung) Annerkennung fr Magister Programme, und Doktor Rurale Entwicklung der Georg-August Universitt zu Gttingen, Deutschland (Germany) Pre-Overseas English Training, ADB-ITB Pre-Overseas English & German Training, ADB-IPB Research Methodology Training, ADB-ITS & ADB-UI Teaching Improvement Workshop, ADB-UGM Scientific Journal Training, UM TOT Asessor Sertifikasi Dosen, Diknas Leadership Training for Rector, Diknas PPSA XVI, Lemhannas RI, Jakarta-Austria ..

Responsi

Apa saja Aspek Hukum dalam Teknik Sipil? Siapa Pemangku Kepentingan ? .

Moral
Sumber ajaran moral berasal dari tradisi atau adat istiadat, agama, atau ideology (Magnis Suseno dalam Andy Kirana, 1996). Moralitas memberi manusia aturan atau petunjuk konkret tentang bagaimana ia harus hidup, bagaimana ia harus bertindak dalam hidup ini sebagai manusia yang baik dan bagaimana menghindar perilaku yang tidak baik

moralitas merupakan sebuah pranata seperti halnya agama, politik, dan bahasa yang sudah diwariskan secara turun-menurun (Maddepungeng, 2011)

Etika
Kalau Moralitas difahami sebagai sebuah ajaran tentang perilaku yang baik dan buruk, etika perlu difahami sebagai sebuah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Jadi etika berbeda dengan moralitas, Moralitas mengatakan bagaimana kita harus hidup, sedangkan etika, bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai moralitas (Maddepungeng, 2011)

Etiket
Etiket hanya berlaku dalam pergaulan, Bila tidak ada orang lain hadir atau tidak ada saksi mata, etiket tidak berlaku. Sebaliknya etika selalu berlaku, walaupun tidak ada saksi mata Etika memandang manusia dari segi lahiriah saja, sedangkan etika menyangkut manusia dari segi bathiniah, Etiket yang baik tidak pasti berarti moral yang baik. Tidak mustahil dalam pergaulan dunia bisnis konstruksi sering kita temukan seorang rekanan sikap luarnya yang sangat halus dan sopan, tetapi didalam hatinya penuh keburukan (Maddepungeng, 2011)

Aspek Hukum dalam Jasa Konstruksi


Sengketa teknis Sengketa adminisrtasi Sengketa hukum

Sengketa Teknis
Disebabkan kesalahan perencanaan Diakibatkan quality assurance Disebabkan metode konstruksi Disebabkan force majeur

Sengketa Adminsitrasi
Klaim konstruksi yang tidak diilengkapi dengan persyaratan adminsitratif Perubahan pekerjaan yang tidak melalui prosedur Kesepakatan tambahan secara lisan yang tidak segera diikuti secara tertlis. Kekurangjelasan petunjuk pelaksanaan peraturan sehingga menimbulkan perbedaan interpretasi dan kesalahan langkah administrasi.

Sengketa Hukum
Ketidak jelasan antara gambar tampak, gambar detail dan spesifikasi teknis. Kekuatan dasar pengajuan klaim konstruksi Ketidakmampuan melaksanaakan kontrak kerja Addendum dan penundaan pekerjaan yang tidak diatur secara eksplisit Segi keadilan dan itikad baik yang tidak tertampung dalam kontrak Asas objektifitas dan kewajaran yang tidak diperhatikan Akibat perjanjian atau kontrak kerja yang cacat hukum

Thanks and see you next week, i.A.