Anda di halaman 1dari 2

Gangguan bipolar atau gangguan kejiwaan yang bersifat episodik bisa terjadi pada anak-anak.

Gangguan bipolar ditandai dengan episode manik (gembira), hipomanik, depresi dan campuran. Anak-anak yang memiliki orangtua dengan gangguan bipolar berpotensi besar untuk terkena gangguan yang sama. Anda patut curiga jika anak Anda memiliki karakter tidak bisa diam, pemarah, mudah sedih dan sulit diatur. Gejalanya mirip dengan anak-anak yang Hiperaktif atau Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD).

ADHD kebanyakan dijumpai pada anak-anak usia sekolah tetapi gangguan dapat terlihat sejak bayi baru dilahirkan. Pada ADHD akan mudah terdiagnosa apabila anak bisa mengungkapkan perasaannya, berbeda dengan bayi atau balita yang belum bisa berbicara dengan lancar yang ternyata mengidap gangguan bipolar.

Gangguan bipolar pada anak saat memasuki fase manik, anak akan terlihat tidak bisa diam sehingga orangtua memberikan label nakal pada anak. Pada fase depresi, anak akan cenderung melakukan penolakan seperti menolak pergi ke sekolah atau phobia school. Jika orangtua jeli maka mereka akan tahu bahwa anaknya memiliki masalah kejiwaan.

Gejala bipolar pada anak-anak terjadi cenderung lebih lambat sehingga sangat sulit dikenali secara dini. Apakah itu merupakan gangguan bipolar atau memang karakter alami anak.

Anak-anak dengan gangguan bipolar tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Saat melakukan komunikasi dengan orang lain, dia tidak bisa menatap mata si lawan bicara. Lalu apakah gangguan bipolar bisa disembuhkan? Bisa. Sebuah studi yang dikembangkan di Amerika Serikat tentang anak-anak dengan gangguan bipolar menyebutkan, anak-anak bisa memulai dari belajar untuk menatap mata lawan bicara.

Hal itu dilakukan agar anak-anak bisa mengidentifikasi emosi-emosi yang dipancarkan dari mata. Peran orangtua untuk mengatasi masalah gangguan bipolar juga sangat penting. Terapkanlah pola hidup sehat pada anak seperti makan, istirahat dan lingkungan yang sehat. Ajaklah anak untuk sering menceritakan apa yang dia rasakan. Keterbukaan antara anak dan orangtua akan mencegah bahkan menyembuhkan gangguan bipolar pada anak.

Gangguan bipolar adalah penyakit genetik yang kompleks. Penyakit ini sangat diwariskan. Para peneliti telah menemukan beberapa gen yang mungkin meningkatkan risiko gangguan bipolar dan sedang mencari gen puluhan lainnya yang mungkin terlibat. Statistik berikut mendukung pencarian asal-usul genetik dari gangguan bipolar: Untuk masyarakat umum, perkiraan konservatif dari risiko individu memiliki Bipolar I disorder adalah 1% hingga 3%. Gangguan dalam spektrum bipolar diperkirakan mempengaruhi setidaknya 4% sampai 6% dari populasi umum. Bila salah satu orangtua memiliki gangguan bipolar, risiko bahwa anak nya akan memiliki gangguan bipolar adalah 15% sampai 30%. Bila kedua orang tua memiliki gangguan bipolar, risiko meningkat menjadi 50% sampai 75%. Jika saudara (termasuk kembar fraternal) memiliki gangguan bipolar, risiko anak adalah 15% sampai 25%. Risiko pada kembar identik adalah sekitar 85% .8 Pohon keluarga banyak anak yang mengembangkan gangguan bipolar pediatrik mencakup individu yang menderita dari penyalahgunaan zat atau gangguan mood (mungkin terdiagnosis) atau keduanya. Karena generasi sebelumnya kurang mungkin untuk mendiagnosis gangguan bipolar, anggota keluarga yang terkena mungkin telah dihapuskan sebagai "gila Bibi" atau hanya sebagai rentan terhadap perilaku mengganggu, seperti alkoholisme, periode sering pengangguran, hubungan disfungsional pribadi, kebangkrutan, atau penahanan. Menariknya, pohon keluarga mungkin juga memiliki banyak anggota yang sangat-dicapai, kreatif, karismatik dan sangat sukses dalam bisnis, politik, dan seni.
Urungkan pengeditan

http://www.thebalancedmind.org/learn/library/about-pediatric-bipolar-disorder?page=all