Anda di halaman 1dari 17

CIVIL ENGINEERING

PRESENTATION
UNTIRTA 2012

SUBJECT

ASPEK HUKUM TEKNIK SIPIL


(Legal Aspect of Civil Engineering)

TSP 308 2 SKS 6TH SEMESTER

MODULE 06
HUKUM PERJANJIAN

ASPEK HUKUM TEKNIK SIPIL


(Legal Aspect of Civil Engineering)

Diagram Hukum Perjanjian


(Maddepungeng, 2012)

KITAB UNDANG2 HUKUM PERDATA


BAB VII A

PERJANJIAN PEMBORONGAN

PERJANJIAN PERBURUHAN

Melaksanakan pekerjaan secara mandiri

Hubungan antara buruh dan majikan

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


Hukum perjanjian pemborongan pekerjaan telah diatur dalam kitab undang-undang hukum perdata, buku bab III bab 7a bagian ke enam yaitu ; Pasal 1604: dalam perjanjian pemborongan pekerjaan dapat diperjanjikan bahwa pemborong hanya melakukan pekerjaan ataupun bahwa ia juga akan menyediakan bahanbahannya

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


Pasal 1605: dalam hal pemborong harus menyediakan bahan-bahanya dan hasil pekerjaannya karena apapun juga, musnah sebelum diserahkan maka kerugian ini dipikul oleh pemborong kecuali jika yang memborongkan itu lalai untuk menerima hasil pekerjaan tersebut

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


Pasal 1606: dalam hal pemborong hanya harus melakukan pekerjaan dan hasil pekerjaannya itu musnah maka ia hanya bertanggung jawab atas kemusnahan itu sepanjang terjadi kesalahannya

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


Pasal 1607: jika hasil pekerjaan, dalam hal tersebut pada pasal yang lalu diluar suatu kelalaian dari pihak pemborong, musnah sebelum penyerahan dilakukan dan tanpa adanya kelalaian dari pihak yang memborongkan untuk memeriksa dan menyetujui hasil pekerjaan itu maka pemborong tidak berhak atas harga yang dijanjikan kecuali jika barang itu musnah karena bahan-bahanya ada cacat

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


Pasal 1608: jika pekerjaan yang diborongkan itu dilakukan secara potongan atau menurut ukuran maka hasil pekerjaan dapat diperiksa secara sebagian demi sebagian, pemeriksaan itu dipandang telah dilakukan terhadap semua bagian yang telah dibayar, jika yang memborongkan itu membayar pemborongan tiap kali menurut perbandingan dari apa yang telah diselesaikan

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


Pasal 1609: jika suatu bangunan di borongkan dan dibuat dengan suatu harga tertentu seluruhnya atau sebagian musnah sisebabkan cacat dalam penyusunannya atau bahkan disebabkan tanahnya tidak serasi maka para ahli bangunannya dan para pemborongnya bertanggung jawab untuk itu selama sepuluh tahun.

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


Pasal 1610: jika seorang ahli bangunan atau pemborong telah menyanggupi untuk membuat suatu bangunan secara memborong menurut menurut suatu bagan yang telah dirundingkan* dan ditetapkan dengan pemilik tanah maka ia tidak dapat menuntut penambahan harga** baik dengan dalih bertambahnya upah buruh atau bahan bangunan maupun dengan dalih telah dibuatnya perubahan atau tambahan yang tidak tercakup dalam bagan tersebut, jika perubahan atau perluasan itu tidak disetujui secara tertulis dan mengenai harganya tidak telah diadakan perstujuan dengan pemiliknya * rancangan (design) ** eskalasi harga borongan

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


Pasal 1611: yang memborongkan bila menghendakinya dapat memutuskan perjanjian pemborongan pekerjaan itu walaupun pekerjaan itu telah dimulai, asal ia memberi ganti rugi sepenuhnya kepada pemborong untuk semua biaya yang telah dikeluarkannya untuk pekerjaan dank arena kehilangan keuntungan

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


Pasal 1612: 1) perjanjian pemborongan pekerjaan berakhir karena meninggalnya pemborong, 2) tetapi yang memborongkan itu wajib membayar kepada ahli waris pemborong harga hasil pekerjaan yang telah selesai dn harga bahan bangunan yang telah disiapkan menurut perbandingan dengan harga yang diperjanjikan dalam perjanjian, asal hasil dari pekerjaan itu atau bahan bangunan tersebut ada manfaatnya bagi pihak yang memborongkan

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


pasal 1613: pemborong bertanggung jawab atas tindakan mereka yang ia pekerjakan pasal 1614: para tukang batu, tukang kayu, tukang besi dan yang lainnya yang dipekerjakan untuk mendirikan bangunan atau membuat barang lain yang diborongkan, hanya dapat mengajukan tuntutan terhadap orang untuk siapa barang itu dibuat sampai sejumlah orang ini harus membayar kepada pemborong pada saat mereka mengajukan tuntutan mereka

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


pasal 1615: para tukang kayu, tukang batu,dan tukang lainya yang langsung dan dengan harga tertentu menyanggupi pembuatan sesuatu, tunduk pada aturan yang ditetapkan dalam bagian ini. Mereka adalah pemborong dibidang yang mereka kerjakan

Hukum Perjanjian dalam KUH Perdata


pasal 1616: pekerja yang memegang barang milik orang lain untuk mengerjakan sesuatu pada barang itu, berhak menahan barang itu sampai biaya dan upah yang dikeluarkan untuk barang itu dibayar seluruhnya kecuali bila yang memborongkan itu untuk biaya dan upah buruh itu telah menyediakan tanggungan secukupmya

Thanks and see you next week, i.A.