Anda di halaman 1dari 13

PENDAHULUAN Kurikulum merupakan salah satu komponen dalam pendidikan.

Komponen ini merupakan inti dari bidang pendidikan tersebut dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatannya. Menurut Sowell (2000) kurikulum merupakan sesuatu yang dipelajari oleh anak seperti kemahiran, tingkah laku, komunikasi, dan pengetauan. Secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa kualitas pendidikan itu bergantung pada kualitas dari kurikulum yang diterapkan di dalamnya. Kurikulum merupakan salah satu komponen dalam pendidikan yang dinamis, leksibel, dan senantiasa berkembang. !alam setiap pergantian kepemimpinan di pemerintahan, dapat kita amati bahwa pergantian kurikulum pun tidak luput akan terjadi dalam pendidikan. "al ini sangat dimaklumi karena memang setiap kepemimpinan akan memiliki kebijakan yang berbeda. Masih hangat dalam pikiran kita bagaimana kurikulum satu berganti dengan kurikulum yang lain. #anyak komentar dan peristiwa menyeruak sehubungan dengan hal ini. Misalnya saja bagaimana para pelaku kebijakan tersebut terseok$seok (karena saking cepat bergantinya) mengikuti setiap perubahan yang terjadi. Mengingat hal tersebut serta pentingnya peran kurikulum dalam pendidikan pada khususnya dan kehidupan manusia pada umumnya, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. %enyusunan kurikulum membutuhkan landasan$landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil$hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. %enyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat atal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. !an dengan sendirinya, akan berkibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia. !alam hal ini, &ana Syaodih Sukmadinata ('(()) mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum, yaitu* (') iloso is+ (2) psikologis+ (,) sosial$budaya+dan (-) ilmu pengetahuan dan teknologi. Keempat landasan tersebut merupakan landasan keilmuan dalam pengembangan kurikulum memiliki peran spesi iknya sesuai okus dari bidang$bidang tersebut. Menurut Murray %rint ('((,+,2) landasan kurikulum (curriculum foundation) adalah hal yang sangat mendasar dan berpengaruh pada bentuk dan '

pikiran pengembang kurikulum yang akan mempengaruhi penyusunan pada isi dan struktur kurikulum. Senada dengan pendapat Murray %rint menurut &asution (200.+'0) mengembangkan kurikulum bukanlah sesuatu yang tidak mudah dan banyak hal$hal yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan dengan cara menghadirkan pertanyaan pokok dan memunculkannya dalam benak pengembang dan perancang kurikulum untuk kemudian dipertimbangan dan dipikirkan secara mendalam sehingga akan menghasilkan sebuah rancangan kurikulum yang memiliki kekuatan dan analisis pikiran yang tajam dan kuat. Sowell (2000) mengemukakan bahwa asserts that the instructional curriculum that is actually used in classroom often varies from the planned curriculum due to various factors such as student responses or the learning environment. !ari pendapat tersebut terlihat bahwa kurikulum pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai hal seperti keadaan diri siswa dan juga lingkungan. /ntuk itu pengembangan kurikulum haruslah memperhatikan landasan$landasan psikologi siswa dan juga keadaan lingungan sosial budaya. !alam hal ini, &ana Syaodih Sukmadinata ('(()) mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum, yaitu* (') iloso is+ (2) psikologis+ (,) sosial$budaya+ dan (-) ilmu pengetahuan dan teknologi../ntuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan secara ringkas keempat landasan tersebut. Makalah ini akan membahas keempat lansaan keilmuwan dalam kurikulum tersebut. PEMBAHASAN 1. Landasan Filosofis %endidikan senantiasa berhubungan dengan manusia apakah sebagai subjek, sebagai objek maupun sebagai pengelola. #erarti dalam pendidikan selalu ada interaksi antar manusia, dalam interaksinya tentu saja ada tujuan$ tujuan atau sasaran yang harus dicapai, ada materi atau bahan yang diinteraksikan, serta ada proses yang ditempuh dalam menginteraksikannya dan ada kegiatan e0aluasi untuk mengetahui sejauh mana proses dan hasil telah tercapai. /ntuk merumuskan dan mengembangkan setiap aspek dimensi kurikulum tersebut diperlukan jawaban$jawaban atau pemikiran yang 2

mendalam, mendasar,serta menyeluruh, dengan kata lain menggunakan pemikiran iloso is. Karena secara har iah ilsa at berarti 1cinta akan kebijakan 2, untuk mencintainya secara bijak tentunya harus memiliki pengetahuan yang mana pengetahuan itu diperoleh melalui proses berpikir yang mendalam, logis dan sistematis. Semua aspek yang terkait dengan pengelolaan program pendidikan, seperti Sumber !aya Manusia (S!M) yang harus ikut terlibat, rumusan tujuan pendidikan, isi pendidikan, proses pelaksanaan dan bagaimana cara untuk mengetahui hasil yang dicapai dari program pendidikan, semuanya harus didasarkan pada hasil berpikir secara sistematis, logis dan mendalam. %emikiran tersebut dalam ilsa at disebut sebagai pemikiran radikal (radic), yaitu hasil berpikir secara mendalam sampai ke akar$akarnya. Menurut !onald #utler dalam &ana Syaodih 34ilsa at memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan, sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan$bahan bagi pertimbangan$pertimbangan ilo o is5. Secara rinci menurut &asution bahwa ilsa at pendidikan ber ungsi* a. Menentukan arah akan kemana siswa harus dibawa (6ujuan) b. Mendapatkan gambaran yang jelas hasil pendidikan yang harus dicapai c. Menentukan isi yang akurat yang harus dipelajari oleh para siswa d. Menentukan cara dan proses untuk mencapai tujuan e. Memungkinkan untuk menilai hasil yang telah dicapai secara akurat 7andasan iloso is dalam pengembangan kurikulum ialah rumusan yang didapatkan dari hasil ber ikir secara mendalam, analitis, logis dan sistematis dalam merencanakan, melaksanakan, membina, dan mengembangkan kurikulum baik dalam bentuk kurikulum sebagai rencana, terlebih kurikulum dalam bentuk pelaksanaan di sekolah. 4ilsa at memegang peranan penting dalam pengembangan kurikulum. Sama halnya seperti dalam 4ilsa at %endidikan, kita dikenalkan pada berbagai aliran ilsa at, seperti * perenialisme, essensialisme, eksistesialisme, progresi0isme, dan rekonstrukti0isme. !alam pengembangan kurikulum pun senantiasa berpijak pada aliran$aliran ilsa at tertentu, sehingga akan ,

mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. !engan merujuk kepada pemikiran 8lla 9ulaelawati (200,), di bawah ini diuraikan tentang isi dari$dari masing$masing aliran ilsa at, kaitannya dengan pengembangan kurikulum. a. %erenialisme lebih menekankan pada keabadian, keidealan, kebenaran dan keindahan dari pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu. %engetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari$hari. %endidikan yang menganut aham ini menekankan pada kebenaran absolut , kebenaran uni0ersal yang tidak terikat pada tempat dan waktu. :liran ini lebih berorientasi ke masa lalu. b. 8ssensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Matematika, sains dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar$dasar substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. Sama halnya dengan perenialisme, essesialisme juga lebih berorientasi pada masa lalu. c. 8ksistensialisme menekankan pada indi0idu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna. /ntuk memahami kehidupan seseorang mesti memahami dirinya sendiri. :liran ini mempertanyakan * bagaimana saya hidup di dunia ; :pa pengalaman itu ; d. %rogresi0isme belajar menekankan pada pentingnya merupakan melayani bagi perbedaan indi0idual, berpusat pada peserta didik, 0ariasi pengalaman dan proses. %rogresi0isme landasan pengembangan belajar peserta didik akti . e. <ekonstrukti0isme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresi0isme. %ada rekonstrukti0isme, peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. !i samping menekankan tentang perbedaan indi0idual seperti pada progresi0isme, rekonstrukti0isme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah, ber ikir kritis dan sejenisnya. :liranini akan mempertanyakan untuk apa ber ikir kritis, memecahkan masalah, dan

melakukan sesuatu ; %enganut aliran ini menekankan pada hasil belajar dari pada proses. :liran 4ilsa at %erenialisme, 8ssensialisme, 8ksistensialisme merupakan aliran ilsa at yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum Subjek-Akademis. Sedangkan, ilsa at progresi0isme memberikan dasar bagi pengembangan Model KurikulumPendidikan Pribadi. Sementara, ilsa at rekonstrukti0isme banyak diterapkan dalampengembangan Model Kurikulum Interaksional. Masing$masing aliran ilsa at pasti memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. =leh karena itu, dalam praktek pengembangan kurikulum, penerapan aliran ilsa at cenderung dilakukan secara eklekti untuk lebih mengkompromikan dan mengakomodasikan berbagai kepentingan yang terkait dengan pendidikan. Meskipun demikian saat ini, pada beberapa negara dan khususnya di >ndonesia, tampaknya mulai terjadi pergeseran landasan dalam pengembangan kurikulum, yaitu dengan lebih menitikberatkan pada ilsa at rekonstrukti0isme. 2. Landasan Psikologis &ana Syaodih Sukmadinata ('(()) mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (') psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. %sikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku indi0idu berkenaan dengan perkembangannya. !alam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek$aspek perkembangan, tugas$tugas perkembangan indi0idu, serta hal$hal lainnya yang berhubungan perkembangan indi0idu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. %sikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku indi0idu dalam konteks belajar. %sikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori$ teori belajar, serta berbagai aspek perilaku indi0idu lainnya dalam belajar, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum. ?

Masih berkenaan dengan landasan psikologis, 8lla 9ulaelawati memaparkan teori$teori psikologi yang mendasari Kurikulum #erbasis Kompetensi. !engan mengutip pemikiran Spencer, 8lla 9ulaelawati mengemukakan pengertian kompetensi bahwa kompetensi merupakan 3karakteristik mendasar dari seseorang yang merupakan hubungan kausal dengan re erensi kriteria yang e ekti dan atau penampilan yang terbaik dalam pekerjaan pada suatu situasi3. Selanjutnya, dikemukakan pula tentang ? tipe kompetensi, yaitu * a. Moti + sesuatu yang dimiliki seseorang untuk ber ikir secara konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. b. #awaan+ yaitu karakteristik isik yang merespons secara konsisten berbagai situasi atau in ormasi. c. Konsep diri+ yaitu tingkah laku, nilai atau image seseorang+ d. %engetahuan+ yaitu in ormasi khusus yang dimiliki seseorang+ dan e. Keterampilan+ yaitu kemampuan melakukan tugas secara isik maupun mental. Kelima kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan sumber daya manusia atau pendidikan. Keterampilan dan pengetahuan cenderung lebih tampak pada permukaan ciri$ciri seseorang, sedangkan konsep diri, bawaan dan moti lebih tersembunyi dan lebih mendalam serta merupakan pusat kepribadian seseorang. Kompetensi permukaan (pengetahuan dan keterampilan) lebih mudah dikembangkan. %elatihan merupakan hal tepat untuk menjamin kemampuan ini. Sebaliknya, kompetensi bawaan dan moti dikembangkan. !alam konteks Kurikulum #erbasis Kompetensi, 8. Mulyasa (2002) menyoroti tentang aspek bahwa perbedaan sedikitnya dan karakteristik peserta lima perbedaan didik, dan !ikemukakannya, terdapat jauh lebih sulit untuk dikenali dan

karakteristik peserta didik yang perlu diperhatikan dalam Kurikulum #erbasis Kompetensi, yaitu * (') perbedaan tingkat kecerdasan+ (2) perbedaan

kreati0itas+ (,) perbedaan cacat isik+ (-) kebutuhan peserta didik+ dan (?) pertumbuhan dan perkembangan kogniti . 3. Landasan Sosial Budaya %endidikan adalah proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. %endidikan adalah proses sosialisasi melalui interaksi insani menuju manusia yang berbudaya. !alam konteks inilah anak didik dihadapkan dengan budaya manusia, dibina, dan dikembangkan sesuai dengan nilai budayanya, serta dipupuk kemampuan dirinya menjadi manusia. Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Sebagai suatu rancangan, kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat. %endidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, keterampilan serta namun memberikan hidup, bekal bekerja pengetahuan, dan mencapai nilai$nilai untuk

perkembangan lebih lanjut di masyarakat. %eserta didik berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik ormal maupun in ormal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. Kehidupan masyarakat, dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. !engan pendidikan, kita tidak mengharapkan muncul manusia @ manusia yang menjadi terasing dari lingkungan masyarakatnya, tetapi justru melalui pendidikan diharapkan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. =leh karena itu, tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, karakteristik, kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat. Setiap lingkungan masyarakat masing$masing memiliki sistem$sosial budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarakat. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah tatanan nilai$nilai yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. &ilai$nilai tersebut dapat bersumber dari agama, budaya, politik atau segi$segi kehidupan lainnya. )

Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai$nilai yang ada dalam masyarakat juga turut berkembang sehingga menuntut setiap warga masyarakat untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap tuntutan perkembangan yang terjadi di sekitar masyarakat. >srael Sche er (&ana Syaodih Sukmadinata, '(()) mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu, turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. !engan demikian, kurikulum yang dikembangkan sudah seharusnya mempertimbangkan, merespons dan berlandaskan pada perkembangan sosial @ budaya dalam suatu masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional maupun global. 4. Landsaan Il u P!ng!"a#uan dan $!knologi >lmu %engetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional, logik,konsisten, dan tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, yang selalu dapat diperiksa dan dikontrol dengan kritis oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya. 6eknologi adalah peman aatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai$nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada. 6eknologi adalah aplikasi dari ilmu pengetahuan ilmiah dan ilmu$ilmu lainnya untuk memecahkan masalah$ masalah praktis. !alam mengembangkan kurikulum, salah satu prinsip yang perlu diperhatikan adalahAsesuai dengan kebutuhanA. Kurikulum sebagai salah satu komponen dari sistem pendidikan selalu mendapat sorotan masyarakat termasuk pejabat, ilmuwan, kalangan industri, orang tua dan lain$lain yang merasa berkepentingan dengan hasil$hasil pendidikan. %ada awalnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relati sederhana, namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. #erbagai penemuan teori$teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang. :kal manusia telah mampu menjangkau hal$hal yang B

sebelumnya merupakan sesuatu yang tidak mungkin. %ada Caman dahulu, mungkin orang akan menganggap mustahil kalau manusia bisa menginjakkan kaki di #ulan, tetapi berkat kemajuan dalam bidang >lmu %engetahuan dan 6eknologi pada pertengahan abad ke$20, pesawat :pollo berhasil mendarat di #ulan dan &eil :mstrong merupakan orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di #ulan. Kemajuan cepat dunia dalam bidang in ormasi dan teknologi dalam dua dasa warsa terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. %engaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial, ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara nilai$nilai, pemikiran dan cara$ cara kehidupan yang berlaku pada konteks global dan lokal. Selain itu, dalam abad pengetahuan sekarang ini, diperlukan masyarakat yang berpengetahuan melalui belajar sepanjang hayat dengan standar mutu yang tinggi. Si at pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih, sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta$kognisi dan kompetensi untuk ber ikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses, memilih dan menilai pengetahuan, serta mengatasi siatuasi yang ambigu dan antisipati terhadap ketidakpastian.. %erkembangan dalam bidang >lmu %engetahuan dan 6eknologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu mengubah tatanan kehidupan manusia. =leh karena itu, kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia. PENU$UP Suatu kurikulum hendaknya mempunyai landasan yang kuat, hal ini penting guna terwujudnya kurikulum yang baik. Kurikulum yang baik ini jelas akan berimbas pada pelaksanaan pendidikan yang baik juga. :da empat landasan (

utama yang mendasari terwujudnya suatu kurikulum yang baik, di antaranya landasan iloso is, landasan psikologis, landasan sosiologis, serta landasan 7andasan iloso is adalah rumusan yang didapatkan dari hasil ber ikir secara mendalam, analitis, logis dan sistematis dalam merencanakan, melaksanakan, membina, dan mengembangkan kurikulum baik dalam bentuk kurikulum sebagai rencana, terlebih kurikulum dalam bentuk pelaksanaan di sekolah. 7andasan psikologis berguna sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku peserta didik itu harus dkembangkan. 7andasan sosiologis harus dikembangkan dalam menyusun kurikulum berguna menyiapkan generasi muda untuk menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang produkti serta mampu bertingkah laku, berbuat dan hidup secara baik dalam berbagai situasi dan lingkungan sosial. :dapun landasan ilmu pengetahuan dan teknologi selain untuk memecahkan masalah pendidkan yang sering dihadapi juga untuk membekali peserta didik guna menuju masyarakat yang 2melek teknologi2 DAF$A% PUS$A&A !aeng Sudirwo. 2002 tonomi Perguruan !inggi "ubungannya dengan #aerah. Manajerial. Dol .0'. &o'*)2$)( tonomi ilmu pengetahuan dan teknologi.

!eddiknas. 200,. Standar Kompetensi $ahan Kajian% Pelayanan Profesional Kurikulum $erbasis Kompetensi. Eakarta* %uskur #alitbang. Mulyasa.200,. Kurikulum $erbasis Kompetensi. Konsep% Karakteristik dan Implementasi. #andung * %.6. <emaja <osdakarya. Murray %rint. '((,. &urriculum #evelopment and #esign 'Second (dition). Sidney* :llen F /nwin. &ana Syaodih Sukmadinata. '((). Pengembangan Kurikum% !eori dan Praktek . #andung* %.6. <emaja <osdakarya. &asution. 200.. A*as-A*as Kurikulum. /ni0ersitas Michigan * 6arate. %ermendiknas &o. 22, 2, dan 26ahun 200)

Sowell. 2000. &orriculum An Integrative Introduction +pper Saddle ,iver. &ew Eersey, Merril. '0

6im %engembang MK!K Kurikulum dan %embelajaran. 2002. Kurikulum dan Pembelajaran. $andung - .urusan Kurikulum dan !eknologi Pendidikan 4akultas >lmu %endidikan /%>. /yoh Sadulloh.'((-. Pengantar /ilsafat Pendidikan. #andung* %.6. Media >ptek 9ulaelawati, 8lla. 200-. Kurikulum dan Pembelajaran '/ilosofi0 !eori0 dan Apliaksi). #andung* %akar <aya.

$U'AS MA$A &ULIAH ''

&a(ian dan E)aluasi &u*ikulu Dos!n P!nga +u, P*of. D*. Suna*di- M.S.-

LANDASAN &EILMU/AN &U%I&ULUM

Disusun ol!# , 1. Ida Nu*#aya"i S!"iya*ini 2. Pu(i Las"u"i 3. /i3ik Inda*"o S011210144 S011210122 S011210145

Program Studi Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Sebelas Maret 2012
'2

',