Anda di halaman 1dari 22

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Penuaan adalah suatu proses akumulasi dari kerusakan sel somatik yang diawali oleh adanya disfungsi sel hingga terjadi disfungsi organ dan pada akhirnya akan meningkatkan risiko kematian bagi seseorang. Apabila dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, proses penuaan merupakan suatu perubahan progresif pada organisme yang telah mencapai kematangan intrinsik dan bersifat irreversibel serta menunjukkan adanya kemunduran sejalan dengan waktu. Oleh karena itu diperlukannya pelaksanaan program terapi yang diperlukan suatu instrument atau parameter yang bisa digunakan untuk mengevaluasi kondisi lansia, sehingga mudah untuk menentukan program terapi selanjutnya. Tetapi tentunya parameter tersebut harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan dimana lansia itu berada, karena hal ini sangat individual sekali, dan apabila dipaksakan justru tidak akan memperoleh hasil yang diharapkan. Dalam keadaan ini maka upaya pencegahan berupa latihan latihan atau terapi yang sesuai harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. !esehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu kesehatan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya. "ntuk mewujudkan hal tersebut pemerintah telah mencanangkan visi #ndonesia sehat $%&% yaitu gambaran masyarakat #ndonesia di masa depan yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi tingginya. !eperawatan sebagai bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan nasional turut serta ambil bagian dalam mengantisipasi peningkatan jumlah populasi lansia dengan menitikberatkan pada penanganan di bidang kesehatan dan keperawatan. Dalam hal ini penting kiranya diketahui informasi mengenai tingkat kesehatan dan tingkat ketergantungan lansia di masyarakat. 'alah satu pelayanan kesehatan di masyarakat adalah posyandu lansia. Posyandu adalah fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang didirikan di desadesa kecil yang tidak terjangkau oleh rumah sakit atau klinik. Tujuan program posyandu lansia adalah memberdayakan kelompok lansia sehingga mereka mampu untuk menolong dirinya sendiri dalam mengatasi masalah kesehatannya serta dapat menyumbangkan tenaga dan kemampuannya untuk kepentingan keluarga dan masyarakat. !egiatan kegiatan dalam posyandu lansia akan dikembangkan lebih &

bersifat mempertahankan derajat kesehatan, meningkatkan daya ingat, meningkatkan rasa percaya diri dan kebugaran lansia(. 1.2 Rumusan Masalah &.$.& )agaimana pengertian terapi okupasiterapi* &.$.$ Apa saja program lansia* &.$.+ )agaiamana peran tim medis* &.$., Apa saja macam macam terapi lansia* &.$.- )agaiamana Tehnik* &.$.. Apa saja /armakologi* &.$.0 )agaiamana pelayanan kesehatan lansia* &.$.1 )agaiamana asuhan keperawatan pada lansia * 1.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum 2enambah pengetahuan seputar terapi okupasiterapi3 pelayanan lansia diposyandu serta asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat pada pasien lansia dengan terapi okupasiterapi. 1.3.2 Tujuan Khusus a. "ntuk mengetahui pengertian dari 4terapi okupasiterapi pada lansia 5. b. "ntuk mengetahui 5program terapi kopasiterapi lansia 5. c. "ntuk mengetahui apa saja 5macam macam dari terapi okupasterapi lansia 5. d. "ntuk mengetahui 5#ntervensi khusus pada lansia5. 1. Man!aat a. 2ahasiswa akan lebih mengetahui tentang 5 Terapi okupasiterapi lansia 5. b. 6ebih mengerti tentang 5Program 3 macam macam terapi okupasiterapi pada lansia5. c. 6ebih memahami tentang penerapan 4#ntervensi khusus pada lansia5.

BAB 2 PEMBAHA"AN 2.1 Pengert#an Tera$# %ku$as#tera$# 6ansia adalah individu yang berusia diatas .% tahun, pada umumnya memiliki tanda tanda terjadinya penurunan fungsi fungsi biologis, psikologis, sosial, ekonomi. 7)!!)8, &99-(. !ategori !eterapian /isik. Dalam peraturan pemerintah 8o. +$ Tahun &99. Tentang Tenaga !esehatan Pasal $.f. Tenaga keterapian fisik terdiri dari /isioterapis, Okupasi Terapis dan Terapi :icara. Definisi Okupasiterapi adalah. Pelayanan kesehatan untuk pasien;klien dengan gangguan fisik dan atau mental dengan aktifitas bermakna dan bertujuan 7okupasi( untuk meningkatkan kemandirian pasien;klien pada area !ehidupan sehari hari, Produktifitas dan Pemanfaatan waktu luang. Okupasi terapi adalah seorang yang telah lulus pendidikan formal Okupasi Terapi minimal setingkat diploma ### dan diberi hak wewenang sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. 2.2 Pr&gram Lans#a ' $.$.& Program /isioterapi. Dalam penanganan terapi latihan untuk lansia dimulai dari aktivitas fisik yang paling ringan kemudian bertahap hingga maksimal yang bisa dicapai oleh individu tersebut, misalnya < a. Aktivitas di tepat tidur< Positioning, alih baring, latihan pasif 3 aktif lingkup gerak sendi b. 2obilisasi < 6atihan bangun sendiri, duduk, transfer dari tempat tidur ke kursi, berdiri, jalan dan melakukan aktivitas kehidupan sehari hari < mandi, makan, berpakaian, dll. $.$.$ Program Okupasiterapi. 6atihan ditujukan untuk mendukung aktivitas kehidupan sehari hari, dengan memberikan latihan dalam bentuk aktivitas, permainan, atau langsung pada aktiviatas yang diinginkan. 2isalnya dalam kehidupan sehari hari < 6atihan jongkok berdiri di := yang dipunyai adalah harus jongkok, namun bila tidak memungkinkan maka dibuat modifikasi. $.$.+ Program Ortotik prostetik. )ila diperlukan alat bantu dalam mendukung aktivitas pada lansia maka seorang ortotis prostetis akan membuat alat penopang, atau alat pengganti bagian tubuh yang memerlukan sesuai +

dengan kondisi penderita. Dan untuk lansia hal ini perlu pertimbangan lebih khusus, misalnya pembuatan alat diusahakan dari bahan yang ringan, model alat yang lebih sederhana sehingga mudah dipakai, dll. 2isalnya dalam kehidupan sehari hari < Alat bantu jalan yang dibuat dari bahan alumunium yang kuat serta kokoh, dengan bentuk yang ergonomis 3 ringan dalam pemakaiannya. :A6!>? D>6"@> merupakan alat bantu berjalan yang digunakan mempermudah aktifitas berjalan terutama bagi lansia, dengan menggunakan alat bantu ini maka kemungkinan lansia untuk terjatuh dari aktifitas berjalan adalah cukup kecil, karena keempat kaki dari alat bantu ini menyangga dengan kokoh, walker ini dibuat dari bahan alumunium yang kuat sehingga tidak mudah untuk patah dan mampu menyangga beban tubuh dengan baik. $.$., Program Terapi :icara. Program ini kadang kadang tidak selalu ditujukan untuk latihan wicara saja, tetapi perlu diperlukan untuk memberi latihan pada penderita dengan gangguan fungsi menelan apabila ditemukan adanya kelemahan pada otot otot sekitar tenggorokan. Aal ini sering terjadi pada penderita stroke, dimana terjadi kelumpuhan saraf vagus, saraf lidah, dll $.$.Program 'osial 2edik. Petugas sosial medik memerlukan data pribadi maupun keluarga yang tinggal bersama lansia, melihat bagaimana struktur ; kondisi di rumahnya yang berkaitan dengan aktivitas yang dibutuhkan penderita, tingkat sosial ekonomi. Aal ini sangat penting sebagai masukan untuk mendukung program lain yang ahrus dilaksanakan. 2isalnya dalam kehidupan sehari hari < 'eorang lansia yang tinggal dirumahnya banyak trap;anak tangga, bagaimana bisa dibuat landai atau pindah kamar yang datar dan biasa dekat dengan kamar mandi, dll. $.$.. Program Psikologi. Dalam menghadapi lansia sering kali harus memperhatikan keadaan emosionalnya, yang mempunyai ciri ciri yang khas pada lansia, misalnya apakah seorang yang tipe agresif, atau konstruktif, dll. Buga untuk memberikan motivasi agar lansia mau melakukan latihan, mau berkomunikasi, sosialisasi dan sebagainya. Aal ini diperlukan pula dalam pelaksanaan program lain sehingga hasilnya bisa lebih baik. 2isalnya dalam kehidupan sehari hari <

2.3

Peran T#m Me(#s $.+.& /ase Perawatan #ntensif 7Intensive Care(. Cang menonjol peran perawat, baru kemudian fisioterapis dan mungkin petugas sosial medik sudah mulai berperan. $.+.$ /ase Perawatan Antara 7Intermediate Care(. Perawat masih diperlukan, fisioterapis makin menonjol, terapis okupasi mulai berperan, mungkin terapis wicara atau psikolog mulai berperan. Buga bila alat bantu diperlukan, misalnya walker, dynamic-splint, dll. 2aka ortoris prostetis yang akan membuat susuai dengan kondisi penderita. $.+.+ /ase Perawatan 'endiri 7Self Care(. Okupasi terapi sangat penting untuk mendukung aktivitas kehidupan sehari hari. 2ulai dari aktiviats untuk pribadi sampai dengan pada aktivitas dalam kehidupannya dalam pekerjaan. $.+., /ase ?awat Balan 7Day Care(. Tergangtung pada gangguan;dissabilitas yang dideritanya. )iasanya terapi okupasi suportif sangat membantu, dan dalam hal ini program bisa diberikan dalam bentuk kegiatan yang menghasilkan sesuatu. Pada keadaan ini seluruh tim akan berperan, dan dokter selalu memantau pada setiap fase yang dijalani.

2.

Ma)am * ma)am tera$# lans#a $.,.& Terapi 2odalitas a. Pengertian. Terapi modalitas adalah !egiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang bagi lansia. b. Tujuan< &. 2engisi waktu luang bagi lansia. $. 2eningkatkan kesehatan lansia. +. 2eningkatkan produktifitas lansia. ,. 2eningkatkan interaksi sosial antar lansia. c. Benis !egiatan < &. Psikodrama. )ertujuan untuk mengekspresikan perasaan lansia. Tema dapat dipilih sesuai dengan masalah lansia. $.,.$ Terapi Aktivitas !elompok 7TA!(. Terdiri atas 0 &% orang. a. )ertujuan untuk meningkatkan kebersamaan, bersosialisasi, bertukar pengalaman, dan mengubah perilaku. "ntuk terlaksananya terapi ini dibutuhkan Leader, Co-Leader, dan fasilitator. 2isalnya < cerdas cermat, tebak gambar, dan lain lain. -

$.,.+

Terapi 2usik. )ertujuan untuk mengibur para lansia seningga meningkatkan gairah hidup dan dapat mengenang masa lalu. 2isalnya < lagu lagu kroncong, musik dengan gamelan.

$.,.,

Terapi )erkebun. )ertujuan untuk melatih kesabaran, kebersamaan, dan memanfaatkan waktu luang. 2isalnya < penanaman kangkung, bayam, lombok, dll.

$.,.-

Terapi dengan )inatang. )ertujuan untuk meningkatkan rasa kasih sayang dan mengisi hari hari sepinya dengan bermain bersama binatang. 2isalnya < mempunyai peliharaan kucing, ayam, dll.

$.,..

Terapi

Okupasi.

)ertujuan

untuk

memanfaatkan

waktu

luang

dan

meningkatkan produktivitas dengan membuat atau menghasilkan karya dari bahan yang telah disediakan. 2isalnya < membuat kipas, membuat keset, membuat sulak dari tali rafia, membuat bunga dari bahan yang mudah di dapat 7pelepah pisang, sedotan, botol bekas, biji bijian, dll(, menjahit dari kain, merajut dari benang, kerja bakti 7merapikan kamar, lemari, membersihkan lingkungan sekitar, menjemur kasur, dll(. $.,.0 $.,.1 Terapi !ognitif. )ertujuan agar daya ingat tidak menurun. 'eperti menggadakan cerdas cermat, mengisi TT', tebak tebakan, puDDle, dll. 6ife ?eview Terapi. )ertujuan untuk meningkatkan gairah hidup dan harga diri dengan menceritakan pengalaman hidupnya. 2isalnya < bercerita di masa mudanya. $.,.9 ?ekreasi. )ertujuan untuk meningkatkan sosialisasi, gairah hidup, menurunkan rasa bosan, dan melihat pemandangan. 2isalnya < mengikuti senam lansia, posyandu lansia, bersepeda, rekreasi ke kebun raya bersama keluarga, mengunjungi saudara, dll. $.,.&% Terapi !eagamaan. )ertujuan untuk kebersamaan, persiapan menjelang kematian, dan meningkatkan rasa nyaman. 'eperti menggadakan pengajian, kebaktian, sholat berjamaEah, dan lain lain. $.,.&& Terapi !eluarga. Terapi keluarga adalah terapi yang diberikan kepada seluruh anggota keluarga sebagai unit penanganan 7treatment unit(. Tujuan terapi keluarga adalah agar keluarga mampu melaksanakan fungsinya. "ntuk itu sasaran utama terapi jenis ini adalah keluarga yang mengalami disfungsiF tidak bisa melaksanakan fungsi fungsi yang dituntut oleh anggotanya. Dalam terapi keluarga semua masalah keluarga yang dirasakan diidentifikasi dan kontribusi dari masing masing anggota keluarga terhadap munculnya masalah tersebut .

digali. Dengan demikian terlebih dahulu masing masing anggota keluarga mawas diriF apa masalah yang terjadi di keluarga, apa kontribusi masing masing terhadap timbulnya masalah, untuk kemudian mencari solusi untuk mempertahankan keutuhan keluarga dan meningkatkan atau mengembalikan fungsi keluarga seperti yang seharusnya. a. Proses terapi keluarga meliputi tiga tahapan yaitu fase & 7perjanjian(, fase $ 7kerja(, dan fase + 7terminasi(. &. Di fase pertama perawat dan klien mengembangkan hubungan saling percaya, isu isu keluarga diidentifikasi, dan tujuan terapi ditetapkan bersama. $. !egiatan di fase kedua atau fase kerja adalah keluarga dengan dibantu oleh perawat sebagai terapis berusaha mengubah pola interaksi di antara anggota keluarga, meningkatkan kompetensi masing masing individual anggota keluarga, eksplorasi batasan batasan dalam keluarga, peraturan peraturan yang selama ini ada. +. Terapi keluarga diakhiri di fase terminasi di mana keluarga akan melihat lagi proses yang selama ini dijalani untuk mencapai tujuan terapi, dan cara cara mengatasi isu yang timbul. !eluarga juga diharapkan dapat mempertahankan perwatan yang berkesinambungan. 2.+ Tehn#k $.-.& 2encegah Osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu sindroma penurunan densitas tulang 7matriG dan mineral berkurang(, terapi rasio matrik dan mineral tetap normal. Osteoporosis terjadi karena ketidakseimbangan antara resorpsi tulang dan pembentukan tulang. Densitas mineral tulang berkurang sehingga tulang menjadi keropos dan mudah patah walaupun dengan trauma minimal.

$.-.$ 2enjaga !ebugaran Basmani. !ebugaran jasmani adalah suatu aspek fisik dari kebugaran menyeluruh. !ebugaran jasmani pada lansia adalah kebugaran yang berhubungan dengan kesehatan yaitu kebugaran jantung paru dan peredaran darah serta kekuatan otot dan kelenturan sendi.

$.-.+ 2engangkat dan 2engangkut. 2elihat berbagai perubahan karena penuaan, cara mengangkat dang mengakut yang efektif, efisien, dan aman merupakan 1

kebutuhan bagi lansia. "ntuk menunjang prinsip kinetic dalam mengangkat dan mengangkut dapat dilakukan hal hal sebagai berikut < a. Pegangan harus tepat, kerja statis local dihindari. b. Pegangan;tangan berada sedekat mungkin dengan tubuh. c. Punggung harus lurus. d. Dagu 7kepala( diusahakan segera ke posisi tegak. e. !aki diusahakan sedemikian rupa sehingga keseimbangannya kuat. f. 2enfaatkan berat badan sebagai gaya tarik;dorong. g. )eban berada sedekat mungkin dengan garis vertical yang melalui pusat gravitasi tubuh. $.-., Perlindungan sendi. "saha perlindungan sendi dapat dilakukan dengan menghindari pemakaian sendi secara berlebihan, menghindari trauma, mengurangi pembebanan, berusaha menggunakan sendi yang lebih kuat atau lebih besar, dan istirahat sejenak disela sela aktivitas. $.-.!onservasi >nergi. !onservasi energy adalah suatu cara melakukan aktivitas dengan energy yang relative minimal, namun dapat memperoleh hasil aktivitas yang baik. Teknik konservasi energy dapat dicapai apabila dalam setiap aktivitas memperhatikan hal hal berikut < a. ?encanakan aktivitas yang akan dilakukan sehingga tidak ada gerakan kejut yang akan meningkatkan strees fisik atau emosional. b. Atur lingkungan aktivitas sedemikian rupa sehingga pada waktu melaksanakan aktivitas, energy dapat digunakan secra efisien c. Bika mungkin, aktivitas dilakukan dalam posisi duduk d. Bangan menjinjing atau mengangkat barang jika dapat didorong atau digeser. e. Hunakan alat aktivitas yang relatife ringan. f. 6akukan aktivitas dengan cara yang sama karena akan membuat lebih efisien. g. Dalam setiap aktivitas, harus sering diselingi istirahat. 'alah satu pedoman adalah sepuluh menit istirahat untuk setiap satu jam bekerja. h. )agi aktivitas menjadi beberapa bagian kemudian kerjakan pada waktu yang berbeda. $.-.. Peningkatan !ekuatan Otot. Peningkatan kekuatan otot pada lansia lebih ditujukan agar mampu melakukan gerak fungsional tanpa adanya hambatan.

Dalam latihan ini, jenis latihan yang dianjurkan adalah latihan isotonic, dengan mempertimbangkan hal hal sebagai berikut < a. Tentukan kemampuan otot maksimal. b. 6atihan pada .%I 1%I kemampuan otot maksimal. c. "kur ulang setiap minggu. d. +@ seri latihan, tiap seri 1 &% ulangan. e. #stirahat & $ menit diantara seri. f. 6akukan +@ seminggu, min selama 1 minggu. 2., Pela-anan Kesehatan Lans#a Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para 2.,.1 lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya. Tujuan P&s-an(u Lans#a. Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain < a. 2eningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia b. 2endekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta 2.,.2 dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut. "asaran $&s-an(u lans#a ' a. 'asaran langsung < &. Pra usia lanjut 7pra senilis( ,- -9 thn. $. "sia lanjut .% .9 thn. +. "sia lanjut risiko tinggi< usia lebih dari 0% thn atau usia lanjut berumur .% thn atau lebih dgn masalah kesehatan. b. 'asaran tidak langsung < &. !eluarga dimana usia lanjut berada. $. 2asyarakat di lingkungan usia lanjut. +. Organisasi sosial yang peduli &%

,. Petugas kesehatan -. 2asyarakat luas 2.,.3 Mekan#sme Pela-anan P&s-an(u Lans#a. )erbeda dengan posyandu balita yang terdapat sistem - meja, pelayanan yang diselenggarakan dalam posyandu lansia tergantung pada mekanisme dan kebijakan pelayanan kesehatan di suatu wilayah kabupaten maupun kota penyelenggara. Ada yang menyelenggarakan posyandu lansia sistem - meja seperti posyandu balita, ada juga hanya menggunakan sistem pelayanan + meja, dengan kegiatan sebagai berikut < a. 2eja # < pendaftaran lansia, pengukuran dan penimbangan berat badan dan atau tinggi badan b. 2eja ## < 2elakukan pencatatan berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh 7#2T(. Pelayanan kesehatan seperti pengobatan sederhana dan rujukan kasus juga dilakukan di meja ## ini. c. 2eja ### < melakukan kegiatan penyuluhan atau konseling, disini juga bisa dilakukan pelayanan pojok giDi. 2.,. Ken(ala Pelaksanaan P&s-an(u Lans#a. )eberapa kendala yang dihadapi lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu antara lain < a. Pengetahuan pengalaman lansia pribadi yang dalam rendah tentang manfaat posyandu. Dengan

Pengetahuan lansia akan manfaat posyandu ini dapat diperoleh dari kehidupan sehari harinya. menghadiri kegiatan posyandu, lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka. Dengan pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia. b. Barak rumah dengan lokasi posyandu yang jauh atau sulit dijangkau. Barak posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau posyandu tanpa harus mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan atau kekuatan fisik tubuh. !emudahan dalam menjangkau lokasi posyandu ini berhubungan dengan faktor keamanan atau keselamatan bagi lansia. Bika lansia merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa harus &&

menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius, maka hal ini dapat mendorong minat atau motivasi lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan demikian, keamanan ini merupakan faktor eksternal dari terbentuknya motivasi untuk menghadiri posyandu lansia. c. !urangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan lansia untuk datang ke posyandu. Dukungan keluarga sangat berperan dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. !eluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu, mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu, dan berusaha membantu mengatasi segala permasalahan bersama lansia. d. 'ikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu. Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan sikap yang baik tersebut, lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di posyandu lansia. Aal ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek. !esiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya suatu respons. 2.,.+ Bentuk Pela-anan P&s-an(u Lans#a . Pelayanan !esehatan di Posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan !esehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan !artu 2enuju 'ehat 7!2'( untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita 7deteksi dini( atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi. 2.,., .en#s Pela-anan Kesehatan< Cang diberikan kepada usia lanjut di Posyandu 6ansia seperti tercantum dalam situs Pemerintah !ota adalah < a. Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari hari meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan, seperti makan;minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar;kecil dan sebagainya. b. Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman metode $ 7dua( menit. &$

c. Pemeriksaan status giDi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh 7#2T(. d. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit. e. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talJuist, sahli atau cuprisulfat. f. Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula 7diabetes mellitus(. g. Pemeriksaan adanya Dat putih telur 7protein( dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal. h. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan butir & hingga 0. dan i. Penyuluhan !esehatan. j. !egiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat seperti Pemberian 2akanan Tambahan 7P2T( dengan memperhatikan aspek kesehatan dan giDi lanjut usia dan kegiatan olah raga seperti senam lanjut usia, gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran. 2.,./ Untuk kelan)aran $elaksanaan keg#atan (# P&s-an(u Lans#a0 (#1utuhkan0 sarana (an $rasarana $enunjang0 -a#tu' a. Tempat kegiatan 7gedung, ruangan atau tempat terbuka(. b. 2eja dan kursi. c. Alat tulis, buku pencatatan kegiatan. d. Timbangan dewasa, meteran pengukuran tinggi badan, stetoskop, tensi meter, peralatan laboratorium sederhana, thermometer. e. 2.,.2 !artu 2enuju 'ehat 7!2'( lansia.

Pela-anan Kesehatan Us#a Lanjut a. "paya peningkatan. Caitu upaya menggairahkan semangat hidup bagi usia lanjut agar mereka tetap dihargai dan tetap berguna baik bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. "paya peningkatan dapat berupa kegiatan penyuluhan tentang < &. !esehatan dan pemeliharaan kebersihan diri. &+

$. 2akanan dengan menu yang mengandung giDi seimbang. +. !esegaran jasmani yang dilakukan secara teratur dan sesuai dengan kemampuan usia lanjut agar tetap merasa sehat dan segar. ,. Pembinaan mental dalam meningkatkan ketaJwaan kepada Tuhan Cang 2aha >sa. -. 2embina ketrampilan agar dapat mengembangkan kegemaran sesuai dengan kemampuan. .. 2eningkatkan kegiatan sosial di masyarakat. b. "paya pencegahan. Caitu upaya pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya penyakit maupun kumpulan penyakit yang disebabkan oleh proses ketuaan. "paya pencegahan dapat berupa kegiatan antara lain < &. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan teratur untuk menentukan secara dini penyakit penyakit usia lanjut. $. !esegaran jasmani yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kemampuan usia lanjut agar tetap merasa sehat dan segar. +. Penyuluhan tentang penggunaan berbagai alat )antu, misalkan < kacamata, alat bantu dengar dan lain lain agar usia lanjut tetap dapat memberikan karya dan tetap merasa berguna. ,. Penyuluhan untuk mencegah terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan pada usia lanjut. -. Pembinaan mental dalam meningkatkan ketaJwaan kepada Tuhan Cang 2aha >sa. c. "paya pengobatan. Caitu upaya pengobatan bagi usia lanjut. "paya pengobatan dapat berupa kegiatan sebagai berikut < &. Pelayanan kesehatan dasar. $. Pelayanan kesehatan specialistik melalui sistem rujukan.

d. "paya Pemulihan. Caitu upaya pemulihan fungsi organ yang telah menurun. "paya pemulihan dapat berupa kegiatan antara lain < &,

&. 2emberikan informasi, pengetahuan dan pelayanan tentang penggunaan berbagai alat )antu misalnya < kacamata, alat )antu dengar dan lain lain agar usia lanjut dapat memberikan karya dan tetap merasa berguna sesuai kebutuhan dan kemampuan. $. 2engembalikan kepercayaan diri sendiri dan memperkuat mental penderita. +. Pembinaan usia lanjut dalam hal pemenuhan kebutuhan pribadi, aktivitas di dalam maupun di luar rumah. ,. 8asihat dan cara hidup yang sesuai dengan penyakit yang diderita. -. Perawatan fisioterapi

&-

BAB 3 3NTER4EN"3 KHU"U" 3.1 +.&.& 3nter5ens# Ke$era6atan #nterensi !eperawatan !husus Pada 6ansia Perencanaan keparawatan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesuai dengan diagnosis keperawatan yang telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan klien. Badi, perencanaan asuhan keperawatan pada lansia disusun berdasarkan diagnosis keperawatan yang telah ditetapkan dan rencana keperawatan yang disusun harus mencakup< 7&( perumusan tujuanF 7$( rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakanF dan 7+( kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan. Tujuan tindakan keperawatan lansia diarahkan untuk membantu lansia berfungsi seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik, psikologis, dan sosial dengan tidak bergantung pada orang lain, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar lansia. )erikut ini adalah hal hal yang termasuk kebutuhan dasar lansia. a. Pemmenuhan kebutuhan nutrisi. b. 2eningkatkan keamanan dan keselamatan. c. 2emelihara kebersihan diri. d. 2emelihara keseimbangan istrahat atau tidur. e. 2eningkatkan hubungan interpersonal melalui komunikasi efektif. +.&.$ Pemenuhan !ebutuhan 8utrisi 6ansia a. Peran pemenuhan giDi pada lansia untuk mempertahankan kesehatan, kebugaran, dan menghambat timbulnya penyakit degeneratif, sehingga menjamin hari tua tetap sehat dan aktif. b. Penyebab yang sering dihadapi lansia adalah penurunan indra penciuman dan pengecapan, pengunyahan kurang sempurna, rasa kurang nyaman saat makan karena gigi kurang lengkap, rasa penuh di perut, dan sulit buang air bersih karena melemahnya otot lambung dan usus, sehingga nafsu makan berkurang.

&.

c. 2asalah giDi yang sering timbul pada lansia diantaranya giDi berlebih, giDi kurang, kekurangan vitamin, atau sebaliknya kelebihan viitamin. d. )erikut ini adalah kebutuhan nutrisi pada lansia < &. Kal&r#. !ebutuhan kalori pada pria sebanyak $.&%% kalori dan pada wanita &.0%% kalori, hal ini dapat dimodifikasi bergantung kepada keadaan lansia. 2isalnya pada lansia gemuk, kurus, atau keduanya yang disertai dengan penyakit diabetes melitus kebutuhan kalorinya akan berbeda. $. Kar1&h#(rat. !ebutuhan karbohidrat sebanyak .%I dari jumlah kalori yang dibutuhkan. +. Lemak. 6emak yang berlebihan tidak dianjurkan karena dapat menghambat pencernaan dan menimbulkan berbagai penyakit. !ebutuhan lemak sekitar &- $%I dari total kalori yang dibutuhkan. ,. Pr&te#n. Protein dibutuhkan lansia untuk mengganti sel sel yang rusak. Bumlah kebutuhan protein pada lansia sebesar $% -%I dari total kalori yang dibutuhkan. -. 4#tam#n0 m#neral0 (an a#r. !ebutuhan vitamin dan mineral pada lansia sama dengan kebutuhan pada usia muda, sedangkan jumlah air yang dibutuhkan lansia sebanyak . 1 gelas per hari. e. )erikut ini adalah cara membuat perencanaan makana pada lansia. &. )erikan makanan porsi kecil tapi sering $. )anyak minum dan kurangi makanan yang terlalu asin. +. )erikan makanan yang mengandung serat. ,. )atasi pemberian makanan yang tinggi kalori 7gula, makanan manis, minyak, dan makanan berlemak(. -. 2embatasi minum kopi dan teh. +.&.+ 2eningkatkan !eselamatan dan !eamanan pada 6ansia. )erikut ini adalah hal hal yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan keselamatan dan keamanan pada lansia. a. Penyebab kecelakaan. !ecelakaan sering terjadi akibat jatuh, kecelakaan lalu lintas, kebakaran karena fleksibilitas kaki mulai &0

berkurang, penurunan fungsi pendengaran dan penlihatan, lantai licin dan tidak rata, lingkungan yang kurang aman seperti tangga tidak ada pengaman, serta tempat tidur yang mudah bergerak. b. )erikit ini adalah intervensi untuk mencegah resiko kecelakaan pada lansia. &. )iarkan lansia menggunakan alat bantu untuk meningkatkan keselamatan. $. 6atih untuk mobilisasi dengan cara pindah dari tempat tidur satu ke kursi atau yang lain. +. )ila mengalami masalah fisik misalnya klien reumatik, latih klien menggunakan alat bantu berjalan. ,. )antu klien berjalan ke kamar mandi terutama untuk lansia yang menggunakan obat penenang atau diuretik. -. )iasakan untuk menggunakan pengaman tempat tidur, jika sedang tidur. .. 2enggunakan kacamata jika berjalan atau melakukan aktivitas lain. 0. "sahakan ada yang menemani bila bepergian. +.&., 6ingkungan a. Tempatkan klien di ruang khusus dekat dengan ruangan kantor sehingga mudah di observasi. b. 2eletakkan bel di bawah bantal dan ajarkan cara menggunakannya. c. Hunakan tempat tidur yang tidak terlalu tinggi d. 6etakkan meja kecil dekat tempat tidur agar lansia dapat menepatkan alat alat yang selalu digunakan. e. "payakan lantai bersih, rata, dan tidak licin;basah. f. Peralatan yang menggunakan roda dikunci. g. Pasang pengaman di kamar mandi atau beri pegangan. h. Aindari lampu yang redup dan menyilaukan 7sebaiknya lampu 0% &%% :att(. i. Bika pindah dari ruang terang ke ruang gelap, ajarkan klien untuk memejamkan mata sesaat. &1

j. Hunakan sepatu dan sandal yang beralas karet. k. Hunakan perabotan yang penting pentingsaja di ruang lansia. +.&.!ebersihan Diri a. Penyebab kurangnya perawatan diri pada lansia adalah karena penurunan daya ingat, kurangnya motivasi, kebiasaan di usia muda, kelemahan, dan ketidakmampuan fisik. b. !ecenderungan kebutuhan cairan dan elektrolit yang berkurang sehingga menyebabkan produksi keringat berkurang, kulit lansia bersisik, dan kering. c. )erikut ini intervensi yang dilakukan untuk membantu lansia melakukan upaya kebersihan diri. &. 2engingat atau membantu lansia untuk melakukan upaya kebersihan diri. $. 2enganjurkan untuk menggunakan sabun lunak dan gunakan pelembab kulit. +. 2engingatkan lansia untuk membersihkan lubang telinga, mata, dan gunting kuku klien secara teratur. +.&.. Pemenuhan !ebutuhan #strahat dan Tidur a. 2asalah yang sering terjadi adalah gangguan tidur. b. "paya yang dapat dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut. &. 2enyediakan tempat atau waktu yang nyaman untuk tidur. $. 2engatur lingkungan yang cukup ventilasi, bebas dari bau bauan. +. 2elatih lansia melakukan latihan fisik yang ringan seperti berkebun, berjalan dan lain lain untuk memperlancar sirkulasi dan melenturkan otot. ,. 2emberikan minum hangat sebelum tidur seperti susu hangat.

&9

+.&.0

2eningkatkan Aubungan Personal dan !omunikasi a. 2asalah yang sering digunakan adalah penurunan daya ingat, pikun, depresi, mudah marah dan tersinggung, serta curiga. Aal ini dapat terjadi karena hubungan interpersonal yang tidak adekuat. b. )erikut ini upaya yand dapat dilakukan perawat untuk meningkatkan hubungan personal dan komunikasi dengan lansia. &. Ada kontak mati ketika berkomunikasi. $. 2emberikan stimulasi;mengingatkan lansia terhadap kegiatan yang akan dilakukan. +. 2enyediakan waktu untuk berbincang bincang dengan lansia. ,. 2emberikan kesempatan kepada lansia untuk mengekspresikan terhadap respons nonverbal lansia. -. 2enghargai pendapat lansia. .. 2elibatkan lansia dalam kegiatan sehari hari sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

$%

BAB PENUTUP 1.+ Kes#m$ulan 6ansia adalah individu yang berusia diatas .% tahun, pada umumnya memiliki tanda tanda terjadinya penurunan fungsi fungsi biologis, psikologis, sosial, ekonomi. 7)!!)8, &99-(. !ategori !eterapian /isik. Dalam peraturan pemerintah 8o. +$ Tahun &99. Tentang Tenaga !esehatan Pasal $. Tenaga keterapian fisik terdiri dari /isioterapis, Okupasi Terapis dan Terapi :icara. Definisi Okupasiterapi adalah. Pelayanan kesehatan untuk pasien;klien dengan gangguan fisik dan atau mental dengan aktifitas bermakna dan bertujuan 7 okupasi ( untuk meningkatkan kemandirian pasien ; klien pada area !ehidupan sehari hari, Produktifitas dan Pemanfaatan waktu luang. Okupasi terapis adalah seorang yang telah lulus pendidikan formal Okupasi Terapi minimal setingkat diploma ### dan diberi hak wewenang sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. 1., "aran Peran perawat sangat diperlukan untuk mempertahankan derajat kesehatan pada lansia dalam taraf setinggi tingginya, sehingga terhindar dari penyakit atau gangguan kesehatan. Dengan demikian, lansia masih dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Oleh karena itu perkembangan ilmu dan praktika dalam pembelajaran sangat penting untuk memenuhi kualitas sumber daya yang dibutuhkan.

$&

DA7TAR PU"TAKA 2artono, Aadi dan !ris Pranarka.$%&%.Buku Ajar Boedhi-Darmojo #sia Lanjut$.>disi #K.Bakarta < )alai Penerbit /!"# 2ubarak, :ahid #Jbal.$%%9.Ilmu "eperawatan "omunitas "onsep dan Aplikasi.Bakarta < 'alemba 2edika 2aryam, ?.'iti.$%%1.%en&enal #sia Lanjut dan 'erawatannya.Bakarta < 'alemba 2edika 'tockslager, Baime 6.$%%0.Buku Saku Asuhan "eparawatan eriatrik.>disi ##.Bakarta < >H= :atson, ?oger.$%%+.'erawatan 'ada Lansia.Bakarta < >H= Pudjiastuti, 'ri 'urini dan )udi "tomo.$%%+.(isioterapi 'ada Lansia.Bakarta < >H= Ardina 7online $+ 2aret $%&+, pukul &&.%%( Teguh 7 online http<;;kesehatanbyteguh.blogspot.com;$%&$;%&;pelayanan kesehatan lansia.html diakses tanggal $, 2aret $%&+,pukul %9.+%( http<;;asuhan kebidanan keperawatan.blogspot.com;$%&%;%$;pengelolaan posyandu lansia.html diakses tanggal eriatri !Ilmu "esehatan

$$