Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

4.2 Nomor Peraga F 21 Fosil dengan nomor peraga F 21 ini merupakan salah satu fosil hewan laut. Fosil ini berwarna kream dengan ornamen pada fragmen bagian tubuhnya yang berwarna cokelat. Bentuk dari cangkang ini adalah membundar pipih. Proses pemfosilan ini terjadi dalam waktu yang cukup lama dan pengawetan fosilnya berjenis pengawetan bagian keras dari organisme, sedangkan bagian tubuhnya yang lunak telah terurai oleh bakteri pengurai atau hancur oleh suatu aktifitas di lingkungan laut. Berdasarkan komposisinya, fosil ini termasuk ke dalam jenis fosil yang bersifat karbonatan yaitu, pada bagian cangkangnya yang tersusun atas kalsium karbonat. Warna coklat pada beberapa bagian tubunhya menunjukkan bahwa ada beberapa mineral yang mengalami reaksi kimia atau pengaruh dari tanah. Dilihat dari ketebalan cangkangnya, fosil ini dulunya, hidup di lingkungan laut dangkal. Hal ini dapat dilihat dari bodi tubuhnya yang utuh. Ketika organisme ini mati tertimbun oleh lapisan batuan sedimen, terendapkan dan membentuk fosil pada laut dangkal, tekanan yang dialami kecil tingkat resistensi mineral penyusunnya tinggi terhadap proses pelapukan dan proses kimia lainnya, sehingga bodinya masih utuh. Karena hidup di laut dangkal, intensitas matahari yang diterimanya besar. Hal ini mengindikasikan bahwa tumbuhan dan karang banyak yang hidup di sekitar lingkungan hidup fosil. Intensitas cahaya matahari yang besar juga mengindikasikan bahwa lingkungan hidupnya banyak mengandung oksigen. Pada kondisi intensitas matahari yang besar, fitoplankton berjumlah banyak, sedangkan zooplankton berkurang. Ukuran cangkang yang dapat dilihat pada hasil deskripsi adalah 2 cm. Bagian-bagian dari cangkang yaitu beak, growth line, dan shell margin. Beak merupakan bagian pangkal dari cangkang yang berguna sebagai tempat menutup dan membukanya cangkang, growth line merupakan garis tumbuh atau garis melengkung pada cangkang yang menunjukkan usia atau tingkat tertimbunnya hewan, dan shell margin merupakan bagian mulut cangkang. Dari ciri-cirinya yaitu cangkang yang cukup tebal yang menunjukkan fosil ini hidup di lingkungan laut dangkal, dapat berpindah tempat dengan menggerakkan tubuhnya dan memakan hewan kecil dapat disimpulkan bahwa fosil ini termasuk ke dalam Phylum

Moluska dengan kelas Pelecypoda dan termasuk ke dalam spesies mercenaria. Pengklasifikasian ke dalam phylum moluska karena tubuhnya yang lunak dikelilingi oleh bagian yang keras berupa cangkang dan tidak mempunyai tulang belakang (invertebrate). Diklasifikasikan ke dalam kelas pelecypoda karena mempunyai dua cangkang yang dapat mengkatup dan mempunyai kaki yang ujungnya pipih seperti kampak. Kaki ini berfungsi untuk berpindah tempat dan menggali. Pengamatan dilakukan secara ventral, dorsal dan peripheral. Perbedaan antara dorsal dan ventral yaitu pada ventral dapat dilihat bagian punggung atau bagian atas cangkang dan yang terlihat hanya growth line. Pada pengamatan ventral tampak jelas bagian bawah cangkang atau berlawanan terhadap punggung. Pengamatan secara periferal dapat dilihat adalah shell margin. Fosil ini mulai muncul pada zaman kambrian atau sekitar 488,3 542 milyar tahun yang lalu hingga sekarang. Diperkirakan, dulu organisme yang telah menjadi fosil ini mulai hidup pada zaman neogen atau sekitar 3-23 milyar tahun yang lalu.