Anda di halaman 1dari 32

Topik: Hematemesis Melena ec Gastritis Erosif , syok hipovolemik Tanggal (kasus): 15 Februari 201 Persenter: !

r" #atma$ati Tangal presentasi: % Maret 201 Penyelia: !r" &hella 'yu (i!a!a Tempat presentasi: #&)* Ma+enan, Obyektif presentasi: -eterampilan .enye,ara /in+auan pustaka -eilmuan *ia,nostik 1eonatu 2ayi s *eskripsi: Mana+emen 'nak #ema+ a n Masalah *e$asa 0stime$a 3ansi 2umil a

3aki4laki, 56 thn, !atan, ke 0G* #&)* Ma+enan, bersama keluar,anya !en,an keluhan muntah !arah, satu kali, sebanyak lebih !ari satu ,elas belimbin,, se+ak satu hari sebelum masuk rumah sakit" .asien +u,a men,eluh buan, air besar ber$arna hitam se+ak satu hari sebelum masuk rumah sakit" .asien +u,a men,eluh nyeri ulu hati, yan, terasa perih apabila pasien telat makan" -eluhan lain yan, !irasakan pasien yaitu mual, pusin,, !an lemas" 1afsu makan pasien beberapa hari sebelum masuk rumah sakit menurun" #i$ayat !emam lama, sesak napas, perut membuncit !isan,kal" .asien memiliki ri$ayat konsumsi obat4obatan !ari $arun, !alam +an,ka $aktu lama" /u+uan: men,etahui penatalaksanaan melena ec ,astritis erosive , syok hipovolemik Bahan bahasan: Cara membahas: Data pasien: 1ama: /n" & 1ama klinik: !r" &hella 'yu (i!a!a Data utama untuk bahan diskusi: 1" *ia,nosis8Gambaran -linis: /in+auan pustaka *iskusi #iset -asus E4mail 'u!it .os

.resentasi !an !iskusi /elp:

1o re,istrasi: 025%75 /er!aftar se+ak:

Hematemesis melena ec Gastritis Erosif, syok hipovolemik" -ea!aan umum lemah" 2" #i$ayat .en,obatan: Men,konsumsi obat4obatan yan, !i beli !i $arun," %" #i$ayat kesehatan8.enyakit: 2elum pernah men,alami keluhan serupa" #i$ayat nyeri ulu hati8penyakit maa, 9, ri$ayat sakit kunin, 4, ri$ayat hipertensi 4, ri$ayat !iabetes melitus 4, ri$ayat asma 4, ri$ayat aler,i 4, ri$ayat penyakit +antun, atau paru 4, ri$ayat operasi 4"

" #i$ayat keluar,a: /i!ak a!a keluar,a yan, men,eluhkan hal serupa 5" #i$ayat peker+aan: /i!ak beker+a 6" 3ain4lain: /an!a4tan!a (ital -esa!aran 1a!i &uhu .ernapasan : :ompos mentis : 52 <8menit, isi !an te,an,an cukup, re,uler : %6 =: : 2 <8menit, re,uler, /ekanan !arah : 1%08;0 mmH,

-ea!aan umum : /ampak sakit se!an,, lemah !an pucat &tatus Generalis -epala : 1yeri tekan kepala 4, rambut ti!ak mu!ah !icabut, alopecia 4" >a+ah : 1yeri tekan sinus 4" Mata : -on+un,tiva pucat 989, sklera ikterik 484, #:3 989, #:/3 989, !iameter pupil %mm8%mm" /elin,a : 1yeri tekan tra,us 484, nyeri tekan mastoi! 484, serumen 989, sekret 484, membran timpani intak8intak" Hi!un, : &ekret 484, !eviasi septum 4, mukosa hiperemis 4" Mulut 3eher -G2 /iroi! ?(. *a!a : Hi,iene baik, karies !entis 4, tonsil /18/1, mukosa hiperemis 4, uvula !i ten,ah, arkus farin, simetris" : : /i!ak teraba" : /i!ak ter!apat pembesaran" : 592 cmH2@" : .aru : 0: .er,erakan !in!in, !a!a simetris kananAkiri, retraksi B4C, ketin,,alan ,erak B4C, pectus e<cavatum B4C, pectus carinatumB4C, spi!er nevi B4C, sikatriks B4C" . kiriAkanan" . : &onor pa!a seluruh lapan, paru" : -repitasi B4C, massa B4C, (okal fremitus lapan, paru

' ?antun,: 0 : . kiri . ' 'b!omen: 0:

: : : :

&! vesikuler 989, #bh484, #bk 484, >h484 0ctus cor!is teraba !i &0: 5 2+ari me!ial linea mi!klavikula 2atas +antun, kiri !i &0: 5 2+ari me!ial linea mi!klavikula kiri, &1D&2, re,ular, ,allop B4C, murmur B4C"

0ctus cor!is ti!ak terlihat

batas +antun, kanan !i 0:& 5 linea sternalis kanan" 'b!omen !atar, caput me!usa 4, sikatriks 4, venektasi 4"

' : 2isin, usus 9, 6 kali per menit" . : timpani, pekak alih B4C, pekak sisi B4C . : *in!in, ab!omen supel, nyeri tekan 9 re,io epi,astrium, nyeri tekan Mc2urney 4, hepar !an lien ti!ak teraba, ballotement 484, nyeri ketok :(' 484 H83: ti!ak teraba besar Ekstremitas: :#/ E2F, /i!ak a!a e!ema, akral han,at, tur,or kulit baik, ti!ak a!a ,an,,uan ,erak pa!a ekstrimitas superior !an inferior Daftar Pustaka: 1. &uparyantoG 2012" Gastritis Etiolo,i !an .enan,anan" 'vaillable from: http:88!r suparyanto"blo,spot"com820128028etiolo,i4!an4penan,anan4,astritis"html , !iakses pa!a tan,,al 2; Februari 201 2" &epe .&, Hachimski .&, Frie!man 3&" Gastroenterolo,y" 0n: &abatine M&, e!" .ocket me!icine, %r! e!" 3ippincott >illiams I >ilkins: .hila!elphiaG 200;: %"1425" %" 3on,o *3" Gastrointestinal blee!in," 0n: Fauci '&, 2raun$al! E, -asper *3, et al, e!s" HarrisonJs manual of me!icine, 15th e!" McGra$ Hill: 1e$ HorkG 2007: 257462 " &myth EM" *ru,s use! in the treatment of ,astrointestinal !iseases" 0n: -atKun, 2G, Masters &2, /revor '?, e!s" 2asic I clinical pharmacolo,y, 11 th e!" McGra$4 Hill: :hinaG 2007: e4book Hasil pembelajaran: 1" *ia,nosis Gastritis 2" .atofisiolo,i Hematemesis Melena ec Gastritis erosive %" .enatalaksanaan Hematemesis Melena ec Gastritis Erosif angkuman hasil pembelajaran portofolio: 1" !ubyektif: .asien men,eluh muntah !arah !an 2'2 hitam !en,an konsistensi lunak" -eluhan ini su!ah +elas merupakan ,e+ala utama hematemesis melena" Hematemesis melena

!isebabkan oleh per!arahan saluran cerna ba,ian atas B&:2'C" .er!arahan &:2' !apat berupa varises esopha,us atau non varises" 1yeri ulu hati, yan, terasa perih apabila pasien telat makan, mual, ri$ayat konsumsi obat4obat !ari $arun, !alam +an,ka $aktu lama !an ,emar men,konsumsi kopi menun+ukan a!anya pera!an,an !i lambun, atau ,astritis" #i$ayat !emam lama, sesak napas, perut membuncit !isan,kal sehin,,a per!arahan karena varises esopha,us !apat !isin,kirkan" *ari anamnesis ini, !i!apatkan !ia,nosis bah$a pasien men,alami melena karena ,astritis erosif yan, !isebabkan oleh pemakaian 1&'0* !an kebiasaan minum kopi" 2" Objektif: /an!a4tan!a (ital B pukul 1 "50 >02C -esa!aran 1a!i &uhu .ernapasan : :ompos mentis : 52 <8menit, isi !an te,an,an cukup, re,uler : %6 =: : 1; <8menit, re,uler, /ekanan !arah : 1%08;0 mmH,

-ea!aan umum : /ampak sakit se!an,, lemah !an pucat &tatus Generalis -epala : 1yeri tekan kepala 4, rambut ti!ak mu!ah !icabut, alopecia 4" >a+ah : 1yeri tekan sinus 4" Mata : -on+un,tiva pucat 989, sklera ikterik 484, #:3 989, #:/3 989, !iameter pupil %mm8%mm" /elin,a : 1yeri tekan tra,us 484, nyeri tekan mastoi! 484, serumen 989, sekret 484, membran timpani intak8intak" Hi!un, : &ekret 484, !eviasi septum 4, mukosa hiperemis 4" Mulut 3eher -G2 /iroi! ?(. *a!a : Hi,iene baik, karies !entis 4, tonsil /18/1, mukosa hiperemis 4, uvula !i ten,ah, arkus farin, simetris" : : /i!ak teraba" : /i!ak ter!apat pembesaran" : 592 cmH2@" : .aru : 0: .er,erakan !in!in, !a!a simetris kananAkiri, retraksi B4C, ketin,,alan ,erak B4C, pectus e<cavatum B4C, pectus carinatumB4C, spi!er nevi B4C,

sikatriks B4C" . . ' ?antun,: 0 : . . ' 'b!omen: 0: : : : : : : -repitasi B4C, massa B4C, (okal fremitus lapan, paru kiriAkanan" &onor pa!a seluruh lapan, paru" &! vesikuler 989, #bh484, #bk 484, >h484 0ctus cor!is teraba !i &0: 5 2+ari me!ial linea mi!klavikula kiri 2atas +antun, kiri !i &0: 5 2+ari me!ial linea mi!klavikula kiri, batas &1D&2, re,ular, ,allop B4C, murmur B4C"

0ctus cor!is ti!ak terlihat

+antun, kanan !i 0:& 5 linea sternalis kanan" 'b!omen !atar, caput me!usa 4, sikatriks 4, venektasi 4"

' : 2isin, usus 9, 6 kali per menit" . : timpani, pekak alih B4C, pekak sisi B4C . : *in!in, ab!omen supel, nyeri tekan 9 re,io epi,astrium, nyeri tekan Mc2urney 4, hepar !an lien ti!ak teraba, ballotement 484, nyeri ketok :(' 484 H83: ti!ak teraba besar Ekstremitas: :#/ E2F, /i!ak a!a e!ema, akral han,at, tur,or kulit baik, ti!ak a!a ,an,,uan ,erak pa!a ekstrimitas superior !an inferior Hasil pemeriksaan +asmani, men!ukun, !ia,nosis melena ec ,astritis erosive" *ia,nosis !ite,akkan ber!asar: -ea!aan )mum pucat, con+un,tiva anemis 989, nyeri tekan epi,astric B9C, ekstremitas pucat B9C" %" "#ssessment"(penalaran klinisC: .a!a kasus per!arahan saluran cerna, perlu !iketahui beberapa kon!isi yan, !apat ter+a!i pa!a pasien, yakni hematemesis, melena, !an hematoskeKia" .a!a hematemesis ter!apat per!arahan yan, berasal !ari lesi !i mukosa saluran cerna yan, terletak !i atas perbatasan !uo!eno+e+unum" .enyebab utama !ari hematemesis a!a beberapa, yakni ulkus peptikum, ,astritis erosif, sin!roma Mallory >eiss, !an varises esofa,us" .a!a ;04 70L kasus, satu !ari keempat !ia,nosis tersebut !apat !i+umpai pa!a pasien !en,an keluhan utama hematemesis" *ia,nosis ban!in, lain untuk hematemesis yan, lebih +aran, !i+umpai meliputi esofa,itis, tumor re,io ,astro!uo!enum, !iatesis hemora,ik, hemobilia, heman,ioma, penyakit @sler, fistula aortointestinal, oklusi arteri mesenterika, !an pseu!o<antoma elastikum" .a!a melena !i!apatkan a!anya per!arahan berupa tin+a ber$arna hitam kental, seperti tar, yan, !isebabkan oleh etiolo,i yan, sama !en,an hematemesis, yakni ulkus

peptikum, ,astritis erosif, sin!roma Mallory >eiss, varises esofa,us, atau tumor" Hematemesis yan, berlan,sun, bersama4sama !en,an melena men,in!ikasikan a!anya per!arahan yan, bersumber proksimal !ari +e+unum" >alaupun !emikian hematemesis !apat ti!ak !i+umpai pa!a per!arahan saluran cerna ba,ian atas" .erlu !ipertimban,kan pula per!arahan saluran cerna yan, !isebabkan oleh terapi 1&'0*, kon!isi stres pascabe!ah !an luka bakar, !an efek !ari terapi antikoa,ulan" /er!apat beberapa faktor yan, terkait !en,an timbulnya melena, yakni volume per!arahan yan, ter+a!i BD50 mlC, $aktu transit usus BD; +amC, serta efek sekresi asam lambun, !an flora normal usus terha!ap hemo,lobin" 3ebih lan+ut per!arahan per rektal ber$arna merah se,ar BhematoskeKiaC men,in!ikasikan per!arahan yan, bersumber !ari kolon atau usus halus ba,ian !istal Bkarena tumor, !ivertikulum, penyakit :rohn, kolitis ulseratif, !an an,io!isplasiaC" .er!arahan masif !ari saluran cerna atas yan, !isertai !en,an pemen!ekan $aktu transit usus +u,a !apat menyebabkan ter+a!inya hematoskeKia" &ebaliknya pa!a per!arahan !ari kolon proksimal yan, !isertai peman+an,an $aktu transit usus !apat menyebabkan melena" .erlu +u,a !iperhatikan a!anya beberapa kon!isi yan, !apat menyerupai melena, yakni pa!a pemberian suplementasi besi, preparat aran,, !an konsumsi makanan tertentu Bbit atau blueberryC !alam +umlah besar" *alam kasus per!arahan saluran cerna, mo!alitas en!oskopi !i,unakan untuk menentukan etiolo,i sehin,,a !apat !ipilih terapi !efinitifnya" )mumnya !ilakukan esofa,o,astro!uo!enoskopi yan, !ilan+utkan !en,an kolonoskopi +ika !iperlukan" 'n,io,rafi !apat !i,unakan untuk men!eteksi per!arahan saluran cerna, namun terbatas pa!a kasus per!arahan terus4menerus !en,an volume 0,542,0 ml8menit" 3esi !i usus halus, terutama lesi tumor, ter,olon, sulit untuk !i!eteksi" .a!a kasus per!arahan intestinal !en,an hasil en!oskopi ne,atif, perlu !ipertimban,kan a!anya tumor intestinal Bsch$annoma, leiomioma, limfoma mali,na, karsinomaC" Mo!alitas pencitraan lain yan, !apat !i,unakan a!alah ra!io,rafi !en,an foto polos ab!omen, :/ scan, M#0, atau en!oskopi kapsul !an double balloon enteroscopy" Melena a!alah buan, air besar ber$arna hitam seperti ter yan, berasal !ari saluran cerna ba,ian atas" Han, !imaksu! !en,an saluran cerna ba,ian atas a!alah saluran cerna !i atas li,amentum treitK, yakni !ari +e+unum proksimal, !uo!enum, ,aster, !an esopha,us" .a!a per!arahan saluran cerna ba,ian atas B&:2'C pentin, untuk !ibe!akan antara per!arahan yan, !isebabkan oleh varises esofa,us !an non4varises !ikarenakan perbe!aan tatalaksana !an pro,nosis" :ara sin,kat untuk membe!akan per!arahan yan, berasal !ari saluran cerna ba,ian

atas B&:2'C !an ba,ian ba$ah B&:22C a!alah: B1C pa!a &:2', manifestasi klinik pa!a umumnya hematemesis !an8atau melena, pa!a &:22 ter!apat hematokesiaG B2C terlihat a!anya !arah pa!a aspirasi naso,astrik pa!a pasien &:2'G B%C #asio 2)18kreatinin menin,kat D%5 pa!a &:2', !anG B C !itemukan bisin, usus yan, menin,kat pa!a auskultasi !i &:2'" Melena menun+ukkan per!arahan saluran cerna ba,ian atas !an !icernanya !arah pa!a usus halus" >arna ,elap atau hitam berasal !ari konversi Hb men+a!i hematin oleh bakteri setelah 1 +am" .erubahan $arna !isebabkan oleh H:l lambun,, pepsin, !an $arna hitam ini !i!u,a karena a!anya pi,men porfirin" .alin, se!ikit ter+a!i per!arahan sebanyak 504100 ml baru !i+umpai kea!aan melena" .a!a hematemesis melena yan, !isebabkan kelainan pa!a ,aster, biasanya !i!ahului oleh ,e+ala mual, muntah !an rasa perih !i ulu hati" Gastritis merupakan suatu kea!aan pera!an,an atau per!arahan mukosa lambun, yan, !apat bersifat akut, kronis !an !ifus atau lokal" Gastritis erosif bila ter+a!i kerusakan mukosa lambun, yan, ti!ak meluas sampai epitel" Gastritis merupakan penyakit yan, serin, !itemukan, biasanya bersifat +inak !an merupakan respon mukosa terha!ap berba,ai iritan lokal" En!otoksin bakteri Bsetelah menelan makananC, kafein, alkohol, !an aspirin merupakan pencetus yan, laKim" 0nfeksi Helicobacter pylori lebih serin, !ian,ap penyebab ,astritis akut" @bat4obatan seperti obat anti inflamasi non steroi! B@'01&C sulfonami!, steroi! +u,a !iketahui men,,an,u sa$ar mukosa lambun," $tiologi dan Patogenesis a" Helicobater pylori 0n!ivi!u sehat !iba$ah umur %0 tahun mempunyai an,ka prevalesi koloni H" .ylori pa!a lambun, sekitar 10 L" -olonisasi menin,kat sesuai umur, pa!a mereka yan, berumur lebih !ari 60 tahun mempunyai tin,kat kolonisasi sesuai umur mereka" H" pylori merupakan basil ,ram4ne,atif, spiral !en,an fla,el multipel lebih menyukai lin,kun,an mikroaerofilik" H" .ylori ti!ak menyeran, +arin,an, men,huni !alam ,el len!ir yan, melapisi epitel" H" pylori men,eluarkan urease yan, memecah urea men+a!i amnion !an :@2 sehin,,a milieu akan men+a!i basa !an kuma terlin!un,i terha!ap faktor merusak !ari asam lambun," *isampin, itu, kuman ini membentuk platelet ectivin, faktor yan, merupakan pro inflamatory sitokin" &itokin yan, terbentuk mempunyai efek lan,sun, pa!a sel epitel melalui '/.4ase !an proses transport ion" b" @'01& !an 'lkohol @bat4obatan yan, serin, !ihubun,kan !en,an ,astritis erosif a!alah aspirin !an seba,ian

besar obat anti inflamasi non steroi! B&uyono, 2001C" 'sam asetil salisilat lebih !ikenal seba,ai asetosal atau aspirin" 'sam asetil salisilat merupakan obat anti inflamasi nonsteroi! B@'01&C turunan asam karboksilat !erivat asam salisilat yan, !apat !ipakai secara sistemik" @bat '01& a!alah salah satu ,olon,an obat besar yan, secara kimia hetero,en men,hambat aktivitas siklooksi,enase, menyebabkan penurunan sintesis prosta,lan!in !an prekursor tromboksan !ari asam arakhi!onat" &iklooksi,enase merupakan enKim yan, pentin, untuk pembentukkan prosta,lan!in !ari asam arakhi!onat" .rosta,lan!in mukosa merupakan salah satu faktor !efensive mukosa lambun, yan, amat pentin,, selain men,hambat pro!uksi prosta,lan!in mukosa, aspirin !an obat antiinflamasi nonsterio! tertentu !apat merusak mukosa secara topikal, kerusakan topikal ter+a!i karena kan!un,an asam !alam obat tersebut bersifat korosif sehin,,a !apat merusak sel4sel epitel mukosa" .emberian aspirin !an obat antiinflamasi nonsteroi! +u,a !apat menurunkan sekresi bikarbonat !an mukus oleh lambun,, sehin,,a kemampuan faktor !efensif ter,an,,u" ?ika pemakaian obat4obat tersebut hanya sesekali maka kemun,kinan ter+a!inya masalah lambun, akan kecil" /api +ika pemakaiannya !ilakukan secara terus menerus atau berlebihan !apat men,akibatkan ,astritis !an ulkus peptikum" .emakaian setiap hari selama minimal % bulan !apat menyebabkan ,astritis B#osniyanti, 2010C" @'01& !an alkohol merupakan Kat yan, !apat merusak mukosa lambun, !en,an men,ubar permeabilitas sa$ar epitel, sehin,a memun,kinkan !ifus balik asam klori!a yan, men,akibatkan kerusakan +arin,an terutama pembuluh !arah" Mat ini menyebabkan perubahan kualitatif mukosa lambun, yan, !apat mempermu!ah ter+a!inya !e,ra!asi mukus oleh pepsin" Mukosa men+a!i e!em, !an se+umlah besar protein plasma !apat hilan," Mukosa kapiler !apat rusak men,akibatkan hemora,i interstisial !an per!arahan" Mukosa antrum lebih rentan terha!ap !ifusi balik !iban!in, fun!us sehin,a erosif serin ter+a!i !i antrum" *ifus balik ion H akan meran,san, histamin untuk lebih banyak men,eluarkan asam lambun,, timbul !ilatasi !an penin,katan permeabilitas pembuluh kapiler, kerusakan mukosa lambun," c" &tress ulkus 0stilah ulkus stress !i,unakan untuk men+elaskan erosi lambun, yan, ter+a!i akibat stress psikolo,is atau fisiolo,is yan, berlan,sun, lama" 2entuk stress !apat bermacam4 macam seperti syok hipotensif setelah trauma !an operasi besar, sepsis, hipoksia, luka bakar hebat Bulkus :urlin,C, atau trauma serebral Bulkus :ushin,C" Gastritis erosive akibat

stress memiliki lesi yan, !an,kal, ire,uler, menon+ol keluar, multiple" 3esi !apat men,alami per!arahan lambat menyebabkan melena, !an serin,kali tanpa ,e+ala" 3esi ini bersifat superficial" )lkus stress !iba,i men+a!i 2" )lkus cushin, karena ce!era otak !itan!ai oleh hiperasi!itas nyata yan, !iperantarai oleh ran,san, va,us !an ulkus curlin, an sepsis !itan!ai oleh hipersekresi asam lambun," &eba,ian besar peneliti setu+u bila iskemia mukosa lambun, a!alah factor etiolo,i utama yan, menyebabkan ter+a!inya !estruksi sa$ar lambun, !an terbentuk ulserasi" &ecara umum pasien ,astritis erosive men,eluh !yspepsia" *yspepsia a!alah suatu sin!rom8 kumpulan ,e+ala berupa mual, muntah, kembun,, nyeri ulu hati, sen!a$a, rasa terbakar, rasa penuh ulu hati !an cepat merasa kenyan," &ecara umum !yspepsia !iba,i men+a!i empat yaitu: !yspepsia akibat tukak, !yspepsia akibat ,an,,uan motilitas, !yspepsia akibat refluks !a !yspepsia ti!ak spesifik" !" .ola Makan Menurut Hayuk Fari!a 2ali$ati B200 C, ter+a!inya ,astritis !apat !isebabkan oleh pola makan yan, ti!ak baik !an ti!ak teratur, yaitu frekuensi makan, +enis, !an +umlah makanan, sehin,,a lambun, men+a!i sensitif bila asam lambun, menin,kat" 1" Frekuensi Makan Frekuensi makan a!alah +umlah makan !alam sehari4hari baik kualitatif !an kuantitatif" &ecara alamiah makanan !iolah !alam tubuh melalui alat4alat pencernaan mulai !ari mulut sampai usus halus" 3ama makanan !alam lambun, ter,antun, sifat !an +enis makanan" ?ika rata4rata, umumnya lambun, koson, antara %4 +am" Maka +a!$al makan ini pun menyesuaikan !en,an koson,nya lambun, B@kviani, 2011C" @ran, yan, memiliki pola makan ti!ak teratur mu!ah terseran, penyakit ,astritis" .a!a saat perut harus !iisi, tapi !ibiarkan koson,, atau !itun!a pen,isiannya, asam lambun, akan mencerna lapisan mukosa lambun,, sehin,,a timbul rasa nyeri BEster, 2001C" &ecara alami lambun, akan terus mempro!uksi asam lambun, setiap $aktu !alam +umlah yan, kecil, setelah 46 +am sesu!ah makan biasanya ka!ar ,lukosa !alam !arah telah banyak terserap !an terpakai sehin,,a tubuh akan merasakan lapar !an pa!a saat itu +umlah asam lambun, terstimulasi" 2ila seseoran, telat makan sampai 24% +am, maka asam lambun, yan, !ipro!uksi semakin banyak !an berlebih sehin,,a !apat men,iritasi mukosa lambun, serta menimbulkan rasa nyeri !i seitar epi,astrium B2ali$ati, 200 C" -ebiasaan makan ti!ak teratur ini akan membuat lambun, sulit untuk bera!aptasi" ?ika hal itu berlan,sun, lama, pro!uksi asam lambun, akan berlebihan sehin,,a !apat

men,iritasi !in!in, mukosa pa!a lambun, !an !apat berlan+ut men+a!i tukak peptik" Hal tersebut !apat menyebabkan rasa perih !an mual" Ge+ala tersebut bisa naik ke keron,kon,an yan, menimbulkan rasa panas terbakar B1a!esul, 2005C" .ro!uksi asam lambun, !iantaranya !ipen,aruhi oleh pen,aturan sefalik, yaitu pen,aturan oleh otak" '!anya makanan !alam mulut secara refleks akan meran,san, sekresi asam lambun," .a!a manusia, melihat !an memikirkan makanan !apat meran,san, sekresi asam lambun, BGanon, 2001C" 2" ?enis Makanan ?enis makanan a!alah variasi bahan makanan yan, kalau !imakan, !icerna, !an !iserap akan men,hasilkan palin, se!ikit susunan menu sehat !an seimban," Menye!iakan variasi makanan ber,antun, pa!a oran,nya, makanan tertentu !apat menyebabkan ,an,,uan pencernaan, seperti halnya makanan pe!as B@kviani, 2011C" Men,konsumsi makanan pe!as secara berlebihan akan meran,san, sistem pencernaan, terutama lambun, !an usus untuk berkontraksi" Hal ini akan men,akibatkan rasa panas !an nyeri !i ulu hati yan, !isertai !en,an mual !an muntah" Ge+ala tersebut membuat pen!erita makin berkuran, nafsu makannya" 2ila kebiasaan men,konsumsi makanan pe!as lebih !ari satu kali !alam semin,,u selama minimal 6 bulan !ibiarkan terus4menerus !apat menyebabkan iritasi pa!a lambun, yan, !isebut !en,an ,astritis B@kviani, 2011C" Gastritis !apat !isebabkan pula !ari hasil makanan yan, ti!ak cocok" Makanan tertentu yan, !apat menyebabkan penyakit ,astritis, seperti buah yan, masih mentah, !a,in, mentah, kari, !an makanan yan, banyak men,an!un, krim atau mente,a" 2ukan berarti makanan ini ti!ak !apat !icerna, melainkan karena lambun, membutuhkan $aktu yan, labih lama untuk mencerna makanan ta!i !an lambat meneruskannya keba,ian usus selebih4nya" 'kibatnya, isi lambun, !an asam lambun, tin,,al !i !alam lambun, untuk $aktu yan, lama sebelum !iteruskan ke !alam !uo!enum !an asam yan, !ikeluarkan menyebabkan rasa panas !i ulu hati !an !apat men,iritasi B0skan!ar, 2007C" e" -opi Menurut >arianto B2011C, kopi a!alah minuman yan, ter!iri !ari berba,ai +enis bahan !an senya$a kimiaG termasuk lemak, karbohi!rat, asam amino, asam nabati yan, !isebut !en,an fenol, vitamin !an mineral" -opi !iketahui meran,san, lambun, untuk mempro!uksi asam lambun, sehin,,a menciptakan lin,kun,an yan, lebih asam !an !apat men,iritasi lambun," '!a !ua unsur

yan, bisa mempen,aruhi kesehatan perut !an lapisan lambun,, yaitu kafein !an asam chloro,enic" &tu!i yan, !iterbitkan !alam Gastroenterolo,y menemukan bah$a berba,ai faktor seperti keasaman, kafein atau kan!un,an mineral lain !alam kopi bisa memicu tin,,inya asam lambun," &ehin,,a ti!ak a!a komponen tun,,al yan, harus bertan,,un, +a$ab B'nonim, 2011C" -afein !apat menimbulkan peran,san,an terha!ap susunan saraf pusat BotakC, sistem pernapasan, serta sistem pembuluh !arah !an +antun," @leh sebab itu ti!ak heran setiap minum kopi !alam +umlah $a+ar B14% can,kirC, tubuh kita terasa se,ar, ber,airah, !aya pikir lebih cepat, ti!ak mu!ah lelah atau men,antuk" -afein !apat menyebabkan stimulasi sistem saraf pusat sehin,,a !apat menin,katkan aktivitas lambun, !an sekresi hormon ,astrin pa!a lambun, !an pepsin" Hormon ,astrin yan, !ikeluarkan oleh lambun, mempunyai efek sekresi ,etah lambun, yan, san,at asam !ari ba,ian fun!us lambun," &ekresi asam yan, menin,kat !apat menyebabkan iritasi !an inflamasi pa!a mukosa lambun, B@kviani, 2011C" ?a!i, ,an,,uan pencernaan yan, rentan !imiliki oleh oran, yan, serin, minum kopi a!alah ,astritis Bpera!an,an pa!a lapisan lambun,C" 2eberapa oran, yan, memilliki ,an,,uan pencernaan !an keti!aknyamanan !i perut atau lambun, biasanya !isaranakan untuk men,hin!ari atau membatasi minum kopi a,ar kon!isinya ti!ak bertambah parah B>arianto, 2011C" f" #okok #okok a!alah silin!er kertas yan, berisi !aun tembakau cacah" *alam sebatan, rokok, terkan!un, berba,ai Kat4Kat kimia berbahaya yan, berperan seperti racun" *alam asap rokok yan, !isulut, ter!apat kan!un,an Kat4Kat kimia berbahaya seperti ,as karbon monoksi!a, nitro,en oksi!a, amonia, benKene, methanol, perylene, hi!ro,en siani!a, akrolein, asetilen, bensal!ehi!, arsen, benKopyrene, urethane, coumarine, ortocresol, nitrosamin, nikotin, tar, !an lain4lain" &elain nikotin, penin,katan paparan hi!rokarbon, oksi,en ra!ikal, !an substansi racun lainnya turut bertan,,un, +a$ab pa!a berba,ai !ampak rokok terha!ap kesehatan B2u!iyanto, 2010C" Efek rokok pa!a saluran ,astroint!stinal antara lain melemahkan katup esofa,us !an pilorus, menin,katkan refluks, men,ubah kon!isi alami !alam lambun,, men,hambat sekresi bikarbonat pankreas, mempercepat pen,oson,an cairan lambun,, !an menurunkan pH !uo!enum" &ekresi asam lambun, menin,kat seba,ai respon atas sekresi ,astrin atau asetilkolin" &elain itu, rokok +u,a mempen,aruhi kemampuan

cimeti!ine Bobat pen,hambat asam lambun,C !an obat4obatan lainnya !alam menurunkan asam lambun, pa!a malam hari, !imana hal tersebut meme,an, peranan pentin, !alam proses timbulnya pera!an,an pa!a mukosa lambun," #okok !apat men,,an,,u faktor !efensif lambun, Bmenurunkan sekresi bikarbonat !an aliran !arah !i mukosaC, memperburuk pera!an,an, !an berkaitan erat !en,an komplikasi tambahan karena infeksi H" pylori" Merokok +u,a !apat men,hambat penyembuhan spontan !an menin,katkan risiko kekambuhan tukak peptik B2eyer, 200 C" -ebiasaan merokok menambah sekresi asam lambun,, yan, men,akibatkan ba,i perokok men!erita penyakit lambun, B,astritisC sampai tukak lambun," .enyembuhan berba,ai penyakit !i saluran cerna +u,a lebih sulit selama oran, tersebut ti!ak berhenti merokok B*epartemen -esehatan #0, 2001C" ," )sia )sia tua memiliki resiko yan, lebih tin,,i untuk men!erita ,astritis !iban!in,kan !en,an usia mu!a" Hal ini menun+ukkan bah$a seirin, !en,an bertambahnya usia mukosa ,aster cen!erun, men+a!i tipis sehin,,a lebih cen!erun, memiliki infeksi Helicobacter .ylory atau ,an,,uan autoimun !aripa!a oran, yan, lebih mu!a" &ebaliknya,+ika men,enai usia mu!a biasanya lebih berhubun,an !en,an pola hi!up yan, ti!ak sehat" -e+a!ian ,astritis kronik, terutama ,astritis kronik antrum menin,kat sesuai !en,an penin,katan usia" *i ne,ara 2arat, populasi yan, usianya pa!a !eka!e ke46 hampir ;0L men!erita ,astritis kronik !an men+a!i 100L pa!a saat usia mencapai !eka!e ke45" &elain mikroba !an proses imunolo,is, faktor lain +u,a berpen,aruh terha!ap pato,enesis Gastritis a!alah refluks kronik cairan penereatotilien, empe!u !an lisolesitin B&uyono, 2001C" Patofisiologi .atofisiolo,i !asar !ari ,astritis a!alah ,an,,uan keseimban,an faktor a,resif Basam lambun, !an pepsinC !an faktor !efensif Bketahanan mukosaC" .en,,unaan aspirin atau obat anti inflamasi non steroi! B@'01&C lainnya, obat4obatan kortikosteroi!, penyalah,unaan alkohol, menelan substansi erosif, merokok, atau kombinasi !ari faktor4 faktor tersebut !apat men,ancam ketahanan mukosa lambun," Gastritis !apat menimbulkan ,e+ala berupa nyeri, sakit, atau keti!aknyamanan yan, terpusat pa!a perut ba,ian atas B2runner, 2000C"

Gaster memiliki lapisan epitel mukosa yan, secara konstan terpapar oleh berba,ai faktor en!o,en yan, !apat mempen,aruhi inte,ritas mukosanya, seperti asam lambun,, pepsino,en8pepsin !an ,aram empe!u" &e!an,kan faktor ekso,ennya a!alah obat4 obatan, alkohol !an bakteri yan, !apat merusak inte,ritas epitel mukosa lambun,, misalnya Helicobacter pylori" @leh karena itu, ,aster memiliki !ua faktor yan, san,at melin!un,i inte,ritas mukosanya,yaitu faktor !efensif !an faktor a,resif" Faktor !efensif meliputi pro!uksi mukus yan, !i!alamnya ter!apat prosta,lan!in yan, memiliki peran pentin, baik !alam mempertahankan maupun men+a,a inte,ritas mukosa lambun,, kemu!ian sel4sel epitel yan, beker+a mentransport ion untuk memelihara pH intraseluler !an pro!uksi asam bikarbonat serta sistem mikrovaskuler yan, a!a !ilapisan subepitelial seba,ai komponen utama yan, menye!iakan ion H:@%4 seba,ai penetral asam lambun, !an memberikan suplai mikronutrien !an oksi,enasi yan, a!ekuat saat men,hilan,kan efek toksik metabolik yan, merusak mukosa lambun," Gastritis ter+a!i seba,ai akibat !ari mekanisme pelin!un, ini hilan, atau rusak, sehin,,a !in!in, lambun, ti!ak memiliki pelin!un, terha!ap asam lambun, B.rince, 2005C @bat4obatan, alkohol, pola makan yan, ti!ak teratur, stress, !an lain4lain !apat merusak mukosa lambun,, men,,an,,u pertahanan mukosa lambun,, !an memun,kinkan !ifusi kembali asam pepsin ke !alam +arin,an lambun,, hal ini menimbulkan pera!an,an" #espons mukosa lambun, terha!ap kebanyakan penyebab iritasi tersebut a!alah !en,an re,enerasi mukosa, karena itu ,an,,uan4,an,,uan tersebut serin,kali men,hilan, !en,an sen!irinya" *en,an iritasi yan, terus menerus, +arin,an men+a!i mera!an, !an !apat ter+a!i per!arahan" Masuknya Kat4Kat seperti asam !an basa kuat yan, bersifat korosif men,akibatkan pera!an,an !an nekrosis pa!a !in!in, lambun," 1ekrosis !apat men,akibatkan perforasi !in!in, lambun, !en,an akibat berikutnya per!arahan !an peritonitis" Gastritis kronik !apat menimbulkan kea!aan atropi kelen+ar4kelen+ar lambun, !an kea!aan mukosa ter!apat bercak4bercak penebalan ber$arna abu4abu atau kehi+auan B,astritis atropikC" Hilan,nya mukosa lambun, akhirnya akan men,akibatkan berkuran,nya sekresi lambun, !an timbulnya anemia pernisiosa" Gastritis atropik boleh +a!i merupakan pen!ahuluan untuk karsinoma lambun," Gastritis kronik !apat pula ter+a!i bersamaan !en,an ulkus peptikum %anifestasi &linis &in!rom !ispepsia berupa berupa nyeri epi,astrium, mual, kembun, !an muntah

merupakan salah satu keluhan yan, serin, muncul" *itemukan pula per!arahan saluran cerna berupa hematemesis !an melena, kemu!ian !isesuaikan !en,an tan!a4tan!a anemia pasca per!arahan" 2iasanya, +ika !ilakukan anamnesis lebih !alam, tanpa ri$ayat pen,,unaan obat4obatan atau bahan kimia tertentu B&uyono, 2001C" )lserasi superfisial !apat ter+a!i !an !apat menimbulkan hemora,i, keti!aknyamanan ab!omen B!en,an sakit kepala, mual !an anoreksiaC !an !apat ter+a!i muntah, serta ce,ukan beberapa pasien a!alah asimtomatik, kolik !an !iare !apat ter+a!i +ika makanan pen,iritasi ti!ak !imuntahkan, tetapi +ika su!ah mencapai usus besar, pasien biasanya sembuh kira4kira !alam sehari meskipun nafsu makan kuran, atau menurun selama 2 sampai % hari BEster, 2001C" Diagnosis )ntuk mene,akkan !ia,nosa, !ilakukan !en,an berba,ai macam tes, !iantaranya : 1" /es *arah /es !arah untuk melihat a!anya antibo!i terha!ap seran,an Helicobacter pylori" Hasil test yan, positif menun+ukkan bah$a seseoran, pernah men,alami kontak !en,an bakteri Helicobacter pylori !alam hi!upnya, tetapi kea!aan tersebut bukan berarti seseoran, telah terinfeksi Helicobacter pylori" /es !arah +u,a !apat !i,unakan untuk men,ecek ter+a!inya anemia yan, mun,kin sa+a !isebabkan oleh per!arahan karena ,astritis B'nonim, 2010C" 2" 2reath /est /est ini men,,unakan tin+a seba,ai sampel !an !itu+ukan untuk men,etahui apakah a!a infeksi Helicobacter pylori !alam tubuh seseoran," %" &tool /est )+i ini !i,unakan untuk men,etahui a!anya Helicobacter pylori !alam sampel tin+a seseoran," Hasil test yan, positif menun+ukkan oran, tersebut terinfeksi Helicobacter pylori" 2iasanya !okter +u,a men,u+i a!anya !arah !alam tin+a yan, menan!akan a!anya per!arahan !alam lambun, karena ,astritis" " #ont,en /est ini !imaksu!kan untuk melihat a!anya kelainan pa!a lambun, yan, !apat !ilihat !en,an sinar N" 2iasanya akan !iminta menelan cairan barium terlebih !ahulu sebelum !ilakukan ront,en" :airan ini akan melapisi saluran cerna !an akan terlihat lebih +elas ketika !i ront,en" 5" En!oskopi /est ini !imaksu!kan untuk melihat a!anya kelainan pa!a lambun, yan, mun,kin ti!ak

!apat !ilihat !en,an sinar N" /es ini !ilakukan !en,an cara memasukkan sebuah selan, kecil yan, fleksibel Ben!oskopC melalui mulut !an masuk ke !alam esopha,us, lambun, !an ba,ian atas usus kecil" /en,,orokan akan terlebih !ahulu !imatirasakan BanestesiC, sebelum en!oskop !imasukkan untuk memastikan pasien merasa nyaman men+alani tes ini" ?ika a!a +arin,an !alam saluran cerna yan, terlihat mencuri,akan, !okter akan men,ambil se!ikit sampel BbiopsyC !ari +arin,an tersebut" &ampel itu kemu!ian akan !iba$a ke laboratorium untuk !iperiksa" /es ini memakan $aktu kuran, lebih 20 sampai %0 menit" .asien biasanya ti!ak lan,sun, !isuruh pulan, ketika tes ini selesai, tetapi harus menun,,u sampai efek !ari anestesi men,hilan,, kuran, lebih satu atau !ua +am" Hampir ti!ak a!a resiko akibat tes ini" -omplikasi yan, serin, ter+a!i a!alah rasa ti!ak nyaman pa!a ten,,orokan akibat menelan en!oskop B'nonim,2010C"

" "Plan": Diagnosis: kecil kemun,kinannya penyebab ,astritis erosif ini bukan !isebabkan oleh 1&'0* !an minum kopi berlebihan")paya !ia,nosis su!ah optimal /erapi: 0(F* 1a:l 0,7L %0 tpm @mepraKole 1< 0 m,, 0( 2ila Hb E; ,r8!l, transfusi .#: !en,an tar,et Hb 10 ,r8!l .emeriksaan penun+an, : *arah rutin #i$ayat .er+alanan .enyakit .asien .ukul 16"%0 >02 , pasien ,elisah, /* pasien ti!ak terukur, na!i lemah ti!ak teraba &tatus lokalis: .aru : &! ves 989, >heeKin, 989, #bk 989 ?antun, : s1Ds2 ire,uller -onsul !r /ri /, &p .* , instruksi: 4 4 4 4 E-G ulan, B ,a,al karena pasien ,elisahC 0n+ *e<amethasone 20 m, 0n+ @meperaKole 1 vial #a$at 0:), 0no!e< 10O,r8-,228menit, bila /* ti!ak naik !en,an tetrahess

.ukul 15"%0 /* : /i!ak terukur 1: ti!ak teraba ##: 10 <8menit

*ilakukan ba,,in, .ukul 15" 0 /* : 4 1:4 ## : 4 *ilakukan #?. .ukul 15" 5 /*: 4 1: 4 ## : 4 E-G asystole, .asien !inyatakan menin,,al oleh !okter !iha!apan keluar,a pasien !an pera$at

Pengobatan: pen,obatan bertu+uan untuk: 1" Menin,katkan tekanan !arah B men,atasi syok hipovolemikC 2" Men,atasi per!arahan saluran cerna ba,ian atas %" Men,uran,i beratnya per!arahan, serta berulan,nya episo!e per!arahan !en,an men,obati penyebab per!arahan " Mence,ah komplikasi .a!a kasus per!arahan saluran cerna pertama4tama harus !ilakukan resusitasi hemo!inamik !en,an !arah atau cairan yan, !iberikan secara intravena" 'kses 0( !ilakukan !en,an pemasan,an 0( line 1;G" #esusitasi !ilakukan !en,an melakukan penambahan volume intravaskular !en,an normosalin atau larutan #in,er laktat, transfusi .#: setelah !ilakukan crossmatchin, hin,,a !icapai ka!ar Hb tar,et 10 ,8!l pa!a kasus ruptur varises !an 12 ,8!l pa!a kasus non ruptur varises, serta koreksi koa,ulopati !en,an transfusi fresh froKen plasma atau konsentrat trombosit hin,,a ka!ar trombosit D50"0008mm%" 'pabila ter!apat hematemesis +u,a !ilakukan bilas lambun, !en,an 1G/ sembari !ilakukan intubasi untuk melin!un,i +alan napas apabila ter+a!i syok, hematemesis masif, atau penurunan kesa!aran" &etelah terapi akut !ilakukan, terapi lan+utan !ilakukan sesuai !en,an penyebab ter+a!inya per!arahan saluran cerna" .a!a kasus per!arahan saluran cerna atas yan, bermanifestasi seba,ai hematemesis melena, perlu !iinvesti,asi lebih !ahulu etiolo,inya" &ecara umum apabila per!arahan !isebabkan oleh ruptur varises esofa,us, terapi

melibatkan pen,,unaan oktreoti!a !an antibiotik !itambah !en,an en!oskopi terapeutik Bli,asi varises esofa,usC" .a!a per!arahan yan, !isebabkan oleh etiolo,i non ruptur varises, secara umum !apat !iberikan sitoprotektor berupa sukralfat atau teprenon, antasi!a, serta in+eksi vitamin - pa!a pasien !en,an penyakit hepar kronik atau sirosis hepar" &ecara khusus apabila per!arahan !isebabkan oleh penyakit ulkus peptikum, terapi farmakolo,ik !ilakukan !en,an pemberian inhibitor pompa proton BomepraKoleC !an en!oskopi terapeutik Bin+eksi epinefrin, kauterisasi, !an pen+epitan pembuluh !arahC" .a!a kasus per!arahan yan, !isebabkan ,astritis erosif, terapi !ilakukan !en,an pemberian inhibitor pompa proton atau anta,onis H2" .a!a kasus ini pasien men,alami per!arahan saluran cerna yan, bermanifestasi seba,ai hematemesis melena" &ecara klinis !itentukan sumber per!arahan !iperkirakan berasal !ari ,astritis erosif" >alaupun !emikian masih ter!apat kemun,kinan ruptur varises esofa,us" Maka itu sembari menun,,u !ilakukannya en!oskopi, !ilakukan pemberian terapi empirik seperti yan, su!ah !ituliskan !i atas" /erapi cairan untuk ekspansi volume intravaskular !ilakukan !en,an pemberian normosalin 1a:l 0,7L" Masin,4masin, !iberikan sebanyak 500 ml tiap 12 +am" 1a:l 0,7L merupakan normosalin kristaloi! yan, !itu+ukan untuk menin,katkan volume cairan intravaskular" *alam kaitan !en,an pence,ahan syok hipovolemik !an kon!isi hipervolemia, pa!a pasien sebaiknya !ilakukan +u,a monitorin, tan!a4tan!a vital, pro!uksi urin Bbalans cairanC, !an pen,ukuran hematokrit serial apabila memun,kinkan" &embari memberikan terapi cairan inisial !ilakukan pula pen,ukuran ka!ar Hb" &esuai !en,an per!arahan yan, ter+a!i, kon!isi klinis pasien, serta ka!ar Hb pasien, !ilakukan pula transfusi !arah hin,,a !icapai tar,et Hb 10 ,8!l pa!a kasus ruptur varises atau 12 ,8!l pa!a kasus non ruptur varises" .asca transfusi !ilakukan kembali pen,ukuran ka!ar Hb untuk menilai apakah perlu transfusi .#: lan+utan atau ti!ak" *alam Harrison !isebutkan bah$a pemberian .#: !ilakukan untuk men+a,a hematokrit !alam rentan, 254%0L" .a!a kasus per!arahan !en,an transfusi yan, masif !apat ter+a!i trombositopenia" ?ika ter+a!i kon!isi koa,ulopati tersebut !apat !ilakukan pemberian FF. atau /:" .a!a pasien !en,an sirosis hepar +u,a perlu !itambahkan vitamin - 10 m, secara &: atau 0(" 'pabila ter+a!i penurunan ka!ar kalsium !arah Bakibat transfusi masif !arah yan, men,an!un, sitrat seba,ai antikoa,ulanC !apat !ilakukan pemberian kalsium 0( !en,an se!iaan kalsium ,lukonas 10L 0( sebanyak 10420 ml !alam 10415 menit" 'pabila en!oskopi belum !ilakukan terapi !apat !ilakukan secara empirik, $alaupun !alam Harrison !isebutkan bah$a pemberian antasi!a, pen,hambat reseptor H2, !an ..0

secara empirik belum terbukti bermanfaat" 'l,oritma terapi !alam Harrison menyebutkan bah$a en!oskopi !ilakukan terlebih !ahulu sebelum memulai terapi a,ar terapi !efinitif !apat !imulai se,era" @leh karena secara klinis masih !ipikirkan bah$a per!arahan saluran cerna berasal !ari ,astritis erosif Bpenyebab non varisesC, terapi yan, !iberikan mencakup omepraKole Bpen,hambat pompa protonC, sukralfat BsitoprotektorC, !an vitamin Bpa!a pasien !en,an penyakit hepar kronis atau sirosis heparC" @mepraKole ter,olon, !alam pen,hambat pompa proton" @bat ini terse!ia !alam bentuk tablet bersalut !an se!iaan in+eksi 0( B!apat !iberikan baik secara bolus maupun !ripC" @mepraKole men,hambat pro!uksi H:l !en,an cara membloka!e ker+a pompa proton !i lambun," .emberian omepraKole !iin!ikasikan pa!a kasus penyakit ulkus ,aster !an peptik, sin!roma !ispepsia tanpa ulkus, !an untuk pence,ahan per!arahan mukosa saluran cerna yan, !isebabkan oleh stres" .erlu !iperhatikan a!anya efek omepraKole terha!ap obat lain" Menin,katnya pH lambun, !apat men,hambat penyerapan beberapa obat, seperti ketokonaKol, itrakonaKol, !i,o<in, atau ataKanavir" &ukralfat ter,olon, !alam a,en pelin!un, mukosa saluran cerna" &ukralfat merupakan ,aram sukrosa yan, men,alami reaksi sulfasi !en,an aluminium hi!roksi!a" *alam air atau larutan asam sukralfat akan membentuk lapisan pasta kental yan, akan berikatan !en,an ulkus selama 6 +am" &ebanyak %L sukralfat akan men,alami absorbsi oleh saluran cerna !an sisanya akan !ibuan, melalui tin+a" Melalui ikatan antara muatan ne,atif sukralfat !en,an protein bermuatan positif pa!a ulkus atau erosi, sukralfat akan membentuk sa$ar fisik yan, men,hambat +e+as kaustik lain !an meran,san, sekresi bikarbonat !an prosta,lan!in mukosa" &ukralfat !iberikan !alam !osis 1 , selama kali sehari !alam kon!isi perut koson, B1 +am sebelum makanC" Efek sampin, sukralfat ter,olon, minimal karena absorpsi obat yan, ren!ah, $alaupun interaksi !en,an obat lain !apat ter+a!i karena a!anya ikatan sukralfat !en,an obat4obat lain" 3aktulosa merupakan a,en laksatif osmotik, yan, beker+a menin,katkan ka!ar air tin+a !alam kolon karena penin,katan ka!ar air feses" 3aktulosa merupakan ,ula yan, larut air namun ti!ak !iserap oleh usus yan, !apat !i,unakan untuk terapi konstipasi" Gula ini !imetabolisme oleh bakteri kolon, menyebabkan ter+a!inya flatus !an kram ab!omen" Ma+enan,, Maret 201

*@-/E# 01/E#1&H0. .E1*'M.01G

*@-/E#

?umat, 15 Februari 2012 E/0@3@G0 *'1 .E1'1G'1'1 G'&/#0/0& *r" &uparyanto, M"-es 1 .en,ertian Gastritis

Gastritis berasal !ari kata ,aster yan, artinya lambun, !an itis yan, berarti inflamasi8pera!an,an" Menurut Hirlan !alam &uyono B2001: 125C, ,astritis a!alah proses inflamasi pa!a lapisan mukosa !an submukosa lambun,, yan, berkemban, bila mekanisme protektif mukosa !ipenuhi !en,an bakteri atau bahan iritan lain" &ecara hispatolo,i !apat !ibuktikan !en,an a!anya infiltrasi sel4sel" &e!an,kan, menurut 3in!seth !alam .rince B2005: 22C, ,astritis a!alah suatu kea!aan pera!an,an atau per!arahan mukosa lambun, yan, !apat bersifat akut, kronis, !ifus, atau lokal" Gastritis a!alah suatu pera!an,an mukosa lambun, palin, serin, !iakibatkan oleh keti!akteraturan !iet, misalnya makan terlalu banyak !an cepat atau makan makanan yan, terlalu berbumbu atau terinfeksi oleh penyebab yan, lain seperti alkohol, aspirin, refluks empe!u atau terapi ra!iasi B2runner, 2000 : 1;5C" *ari !efenisi4!efenisi !i atas, !apat !isimpulkan bah$a ,astritis a!alah suatu pera!an,an atau per!arahan pa!a mukosa lambun, yan, !isebabkan oleh faktor iritasi, infeksi, !an keti!akteraturan !alam pola makan, misalnya telat makan, makan terlalu banyak, cepat, makan makanan yan, terlalu banyak bumbu !an pe!as" Hal tersebut !apat menyebabkan ter+a!inya ,astritis" Gastritis berarti pera!an,an mukosa lambun," .era!an,an !ari ,astritis !apat hanya superficial atau !apat menembus secara !alam ke !alam mukosa lambun,, !an pa!a kasus4kasus yan, berlan,sun, lama menyebabkan atropi mukosa lambun, yan, hampir len,kap" .a!a beberapa kasus, ,astritis !apat men+a!i san,at akut !an berat, !en,an ekskoriasi ulserativa mukosa lambun, oleh sekresi peptik lambun, sen!iri BGuyton, 2001C" &ecara ,aris besar, ,astritis !apat !iba,i men+a!i beberapa macam ber!asarkan pa!a manifestasi klinis, ,ambaran hispatolo,i yan, khas, !istribusi anatomi, !an kemun,kinan pato,enesis ,astritis" *i!asarkan pa!a manifestasi klinis, ,astritis !apat !iba,i men+a!i akut !an kronik" Harus

!iin,at, bah$a $alaupun !ilakukan pemba,ian men+a!i akut !an kronik, tetapi ke!uanya ti!ak salin, berhubun,an" Gastritis kronik bukan merupakan kelan+utan ,astritis akut B&uyono, 2001C" 1"1 Gastritis 'kut Gastritis akut merupakan penyakit yan, serin, !itemukan, biasanya bersifat +inak !an sembuh sempurna B.rince, 2005: 22C" Gastritis akut ter+a!i akibat respons mukosa lambun, terha!ap berba,ai iritan lokal" 0nflamasi akut mukosa lambun, pa!a seba,ian besar kasus merupakan penyakit yan, rin,an" 2entuk terberat !ari ,astritis akut !isebabkan oleh mencerna asam atau alkali kuat, yan, !apat menyebabkan mukosa men+a!i ,an,,ren atau perforasi" .embentukan +arin,an parut !apat ter+a!i yan, men,akibatkan obstruksi pylorus B2runner, 2000C" &alah satu bentuk ,astritis akut yan, manifestasi klinisnya !apat berbentuk penyakit yan, berat a!alah ,astritis erosif atau ,astritis hemora,ik" *isebut ,astritis hemora,ik karena pa!a penyakit ini akan !i+umpai per!arahan mukosa lambun, !alam berba,ai !era+at !an ter+a!i !rosi yan, berarti hilan,nya kontinuitas mukosa lambun, pa!a beberapa tempat, menyertai inflamasi pa!a mukosa lambun, tersebut B&uyono, 2001: 125C" 1"1"1 Gastritis 'kut Erosif Menurut Hirlan !alam &uyono B2001: 125C, ,astritis akut erosif a!alah suatu pera!an,an permukaan mukosa lambun, yan, akut !en,an kerusakan4 kerusakan erosi" *isebut erosi apabila kerusakan yan, ter+a!i ti!ak lebih !alam !ari pa!a mukosa muskularis" .enyakit ini !i+umpai !i klinik, seba,ai akibat efek sampin, !ari pemakaian obat, seba,ai penyulit penyakit4penyakit lain atau karena sebab yan, ti!ak !iketahui" .er+alanan penyakitnya biasanya rin,an, $alaupun !emikian ka!an,4ka!an, !apat menyebabkan ke!aruratan me!is, yakni per!arahan saluran cerna ba,ian atas" .en!erita ,astritis akut erosif yan, ti!ak men,alami pen!arahan serin, !ia,nosisnya ti!ak tercapai B&uyono, 2001C" )ntuk mene,akkan !ia,nosis tersebut !iperlukan pemerisaan khusus yan, serin, !irasakan ti!ak sesuai !en,an keluhan pen!erita yan, rin,an sa+a" *ia,nosis ,astritis akut erosif, !ite,akkan !en,an pemeriksaan en!oskopi

!an !ilan+utkan !en,an pemeriksaan histopatolo,i biopsi mukosa lambun, B&uyono, 2001C" 2"1"1"2 Gastritis 'kut Hemora,ik '!a !ua penyebab utama ,astritis akut hemora,ikG .ertama !iperkirakan karena minum alkohol atau obat lain yan, menimbulkan iritasi pa!a mukosa ,astrik secara berlebihan Baspirin atau 1&'0* lainnyaC" Meskipun pen!arahan mun,kin cukup berat, tapi pen!arahan pa!a kebanyakan pasien akan berhenti sen!iri secara spontan !an mortalitas cukup ren!ah" -e!ua a!alah stress ,astritis yan, !ialami pasien !i #umah &akit, stress ,astritis !ialami pasien yan, men,alami trauma berat berkepan+an,an, sepsis terus menerus atau penyakit berat lainnya B&uyono, 2001C" Erosi stress merupakan lesi hemora,ika pun,tata ma+emuk pa!a lambun, proksimal yan, timbul !alam kea!aan stress fisiolo,i parah !an tak berkuran," 2erbe!a !en,an ulserasi menahun yan, lebih biasa pa!a traktus ,astrointestinalis atas, ia +aran, menembus profun!a ke !alam mukosa !an tak !isertai !en,an infiltrasi sel ra!an, menahun" /anpa profilaksis efektif, erosi stress akan berlan+ut !an bersatu !alam 20L kasus untuk membentuk beberapa ulserasi yan, menyebabkan per!arahan ,astrointestinalis atas !ari keparahan yan, men,ancam nya$a" -ea!aan ini !ikenal seba,ai ,astritis hemora,ika akuta B&abiston, 1775: 525C" 1"2 Gastritis -ronik *isebut ,astritis kronik apabila infiltrasi sel4sel ra!an, yan, ter+a!i pa!a lamina propria !an !aerah intra epitelial terutama ter!iri atas sel4sel ra!an, kronik, yaitu limfosit !an sel plasma" Gastritis kronis !i!efenisikan secara histolo,is seba,ai penin,katan +umlah limfosit !an sel plasma pa!a mukosa lambun," *era+at palin, rin,an ,astritis kronis a!alah ,astritis superfisial kronis, yan, men,enai ba,ian sub epitel !i sekitar cekun,an lambun," -asus yan, lebih parah +u,a men,enai kelen+ar4kelen+ar pa!a mukosa yan, lebih !alam, hal ini biasanya berhubun,an !en,an atrofi kelen+ar B,astritis atrofi kronisC !an metaplasia intestinal B:han!rasoma, 2005 : 522C" &eba,ian besar kasus ,astritis kronis merupakan salah satu !ari !ua tipe, yaitu tipe ' yan, merupakan ,astritis autoimun yan, terutama men,enai tubuh !an berkaitan !en,an anemia pernisiosaG !an tipe 2 yan, terutama meliputi antrum !an berkaitan !en,an infeksi Helicobacter pylori" /er!apat

beberapa kasus ,astritis kronis yan, ti!ak ter,olon, !alam ke!ua tipe tersebut !an penyebabnya ti!ak !iketahui B:han!rasoma, 2005 : 522C" Gastritis kronik !apat !iba,i !alam berba,ai bentuk ter,antun, pa!a kelainan histolo,i, topo,rafi, !an etiolo,i yan, men+a!i !asar pikiran pemba,ian tersebut B&uyono, 2001C" Menurut Hirlan !alam &uyono B2001: 12;C, klasifikasi histolo,i yan, serin, !i,unakan memba,i ,astritis kronik men+a!i : 1" Gastritis kronik superficial 'pabila !i+umpai sebukan sel4sel ra!an, kronik terbatas pa!a lamina propria mukosa superfisialis !an e!ema yan, memisahkan kelen+ar4kelen+ar mukosa, se!an,kan sel4sel kelen+ar tetap utuh" &erin, !ikatakan ,astritis kronik superfisialis merupakan permulaan ,astritis kronik" 2" Gastritis kronik atrofik &ebukan sel4sel ra!an, kronik menyebar lebih !alam !isertai !en,an !istorsi !an !estruksi sel kelen+ar mukosa lebih nyata" Gastritis atrofik !ian,,ap seba,ai kelan+utan ,astritis kronik superfisialis" %" 'trofi lambun, 'trofi lambun, !ian,,ap merupakan sta!ium akhir ,astritis kronik" .a!a saat itu struktur kelen+ar men,hilan, !an terpisah satu sama lain secara nyata !en,an +arin,an ikat, se!an,kan sebukan sel4sel ra!an, +u,a menurun" Mukosa men+a!i san,at tipis sehin,,a !apat meneran,kan men,apa pembuluh !arah men+a!i terlihat saat pemeriksaan en!oskopi" " Metaplasia intestinal &uatu perubahan histolo,is kelen+ar4kelen+ar mukosa lambun, men+a!i kelen+ar4kelen+ar mukosa usus halus yan, men,an!un, sel ,oblet" .erubahan4perubahan tersebut !apat ter+a!i secara menyeluruh pa!a hampir seluruh se,men lambun,, tetapi !apat pula hanya merupakan bercak4bercak pa!a beberapa ba,ian lambun," Menurut Hirlan !alam &uyono B2001: 127C, !istribusi anatomis pa!a ,astritis kronik !apat !iba,i men+a!i tifa ba,ian, yaitu : 1" Gastritis -ronis /ipe ' Gastritis kronis tipe ' merupakan suatu penyakit autoimun yan, !isebabkan oleh a!anya autoantibo!i terha!ap sel parietal kelen+ar lambun, !an faktor intrinsik, !an berkaitan !en,an ti!ak a!anya sel parietal !an chief cell, yan,

menurunkan sekresi asam !an menyebabkan tin,,inya ka!ar ,astrin" *alam kea!aan san,at berat, ti!ak ter+a!i pro!uksi faktor intrinsik" 'nemia pernisiosa serin,kali !i+umpai pa!a pasien karena ti!ak terse!ianya faktor intrinsik untuk mempermu!ah absorpsi vitamin 212 !alam ileum B.rince, 2005: 2%C" ?a!i, anemia pernisiosa itu !isebabkan oleh ke,a,alan absorpsi vitamin 212 karena kekuran,an faktor intrinsik akibat ,astritis kronis autoimun" 'utoimunitas secara lan,sun, menyeran, sel parietal pa!a korpus !an fun!us lambun, yan, menyekresikan faktor intrinsik !an asam B:han!rasoma, 2005 : 522C" #eaksi autoimun bermanifestasi seba,ai sebukan limfo4plasmasitik pa!a mukosa sekitar sel parietal, yan, secara pro,resif berkuran, +umlahnya" 1etrofil +aran, !i+umpai !an ti!ak !i!apati Helicobacter pylori" Mukosa fun!us !an korpus menipis !an kelen+ar4kelen+ar !ikelilin,i oleh sel mukus yan, men!ominasi" Mukosa serin, memperlihatkan metaplasia intestinal yan, !itan!ai !en,an a!anya sel ,oblet !an sel paneth" .a!a sta!ium akhir, mukosa men+a!i atrofi !an sel parietal men,hilan, B,astritis kronis tipe 'C B:han!rasoma, 2005 : 522C" 2" Gastritis -ronis /ipe 2 Gastritis kronis tipe 2 !isebut +u,a seba,ai ,astritis antral karena umumnya men,enai !aerah antrum lambun, !an lebih serin, ter+a!i !iban!in,kan !en,an ,astritis kronis tipe '" Gastritis kronis tipe 2 lebih serin, ter+a!i pa!a pen!erita yan, berusia tua" 2entuk ,astritis ini memiliki sekresi asam yan, normal !an ti!ak berkaitan !en,an anemia pernisiosa" -a!ar ,astrin yan, ren!ah serin, ter+a!i" .enyebab utama ,astritis kronis tipe 2 a!alah infeksi kronis oleh Helicobacter pylori" Faktor etiolo,i ,astritis kronis lainnya a!alah asupan alkohol yan, berlebihan, merokok, !an refluks empe!u kronis !en,an kofaktor Helicobacter pylori B.rince, 2005: 2%C" Gastritis kronis tipe 2 secara maksimal melibatkan ba,ian antrum, yan, merupakan tempat pre!ileksi Helicobacter pylori" -asus4kasus !ini memperlihatkan sebukan limfoplasmasitik pa!a mukosa lambun, superfisial" 0nfeksi aktif Helicobacter pylori hampir selalu berhubun,an !en,an munculnya nertrofil, baik pa!a lamina propria ataupun pa!a kelen+ar mukus antrum" .a!a saat lesi berkemban,, pera!an,an meluas yan, meliputi

mukosa !alam !an korpus lambun," -eterlibatan mukosa ba,ian !alam menyebabkan !estruksi kelen+ar mukus antrum !an metaplasia intestinal B,astritis atrofik kronis tipe 2C B:han!rasoma, 2005 : 52%C" .a!a 60450L pasien, !i!apatkan Helicobacter pylori pa!a pemeriksaan histolo,is atau kultur biopsi" .a!a banyak pasien yan, ti!ak !i!apati or,anisme ini, pemeriksaan serolo,isnya memperlihatkan antibo!i terha!ap Helicobacter pylori, yan, menun+ukkan su!ah a!a infeksi Helicobacter pylori sebelumnya B&uyono, 2001C" Helicobacter pylori a!alah or,anisme yan, kecil !an melen,kun,, seperti vibrio, yan, muncul pa!a lapisan mukus permukaan yan, menutupi permukaan epitel !an lumen kelen+ar" 2akteri ini merupakan bakteri ,ram ne,atif yan, menyeran, sel permukaan, menyebabkan !eskuamari sel yan, !ipercepat !an menimbulkan respon sel ra!an, kronis pa!a mukosa lambun," Helicobacter pylori !itemukan lebih !ari 70L !ari hasil biopsi yan, menun+ukkan ,astritis kronis" @r,anisme ini !apat !ilihat pa!a irisan rutin, tetapi lebih +elas !en,an pe$arnaan perak &teiner atau Giemsa" -ebera!aan Helicobacter pylori berkaitan erat !en,an pera!an,an aktif !en,an netrofil" @r,anisme !apat ti!ak !itemukan pa!a pasien ,astritis akut inaktif, terutama bila ter+a!i metaplasia intestinal B:han!rasoma, 2005 : 52 C" %" Gastritis kronis tipe '2 Gastritis kronis tipe '2 merupakan ,astritis kronik yan, !istribusi anatominya menyebar keseluruh ,aster" .enyebaran ke arah korpus tersebut cen!run, menin,kat !en,an bertambahnya usia B&uyono, 2001: 1%0C" 2 'natomi !an Fisiolo,i 2"1 'natomi 3ambun, 3ambun, terletak oblik !ari kiri ke kanan menyilan, !i ab!omen atas tepat !i !aerah epi,astrik, !i ba$ah !iafra,ma !an !i !epan pankreas" *alam kea!aan koson,, lambun, menyerupai tabun, bentuk ?, !an bila penuh, berbentuk seperti buah pir raksasa" -apasitas normal lambun, a!alah 1 samapi 2 3 B.rince, 2005C" &ecara anatomis lambun, ter!iri atas empat ba,ian, yaitu: car!ia, fun!us, bo!y atau corpus, !an pylorus" '!apun secara histolo,is, lambun, ter!iri atas beberapa lapisan, yaitu: mukosa, submukosa, muskularis mukosa, !an serosa" 3ambun, berhubun,an !en,an usofa,us

melalui orifisium atau kar!ia !an !en,an !uo!enum melalui orifisium pilorik BGanon,, 2001C" Mukosa lambun, men,an!un, banyak kelen+ar !alam" *i !aerah pilorus !an kar!ia, kelen+ar menyekresikan mukus" *i korpus lambun,, termasuk fun!us, kelen+ar men,an!un, sel parietal BoksintikC, yan, menyekresikan asam hi!roklori!a !an faktor intrinsik, !an chief cell Bsel Kimo,en, sel peptikC, yan, mensekresikan pepsino,en" &ekresi4sekresi ini bercampur !en,an mukus yan, !isekresikan oleh sel4sel !i leher kelen+ar" 2eberapa kelen+ar bermuara keruan, bersamaan B,astric pitC yan, kemu!ian terbuka kepermukaan mukosa" Mukus +u,a !isekresikan bersama H:@%4 oleh sel4sel mukus !i permukaan epitel antara kelen+ar4kelen+ar BGanon,, 2001C" .ersarafan lambun, sepenuhnya berasal !ari sistem saraf otonom" &uplai saraf parasimpatis untuk lambun, !an !uo!enum !ihantarkan ke !an !ari ab!omen melalui saraf va,us" .ersarafan simpatis melalui saraf splanchnicus ma+or !an ,an,lia seliaka" &erabut4serabut aferen men,hantarkan impuls nyeri yan, !iran,san, oleh pere,an,an, kontraksi otot, serta pera!an,an, !an !irasakan !i !aerah epi,astrium ab!omen" &erabut4serabut eferen simpatis men,hambat motilitas !an sekresi lambun," .leksus saraf mienterikus BauerbachC !an submukosa BmeissnerC membentuk persarafan intrinsik !in!in, lambun, !an men,oor!inasi aktivitas motorik !an sekresi mukosa lambun, B.rince, 2005C" &eluruh suplai !arah !i lambun, !an pankreas Bserta hati, empe!u, !an limpaC terutama berasal !ari arteri siliaka atau trunkus seliakus, yan, mempercaban,kan caban,4caban, yan, menyuplai kurvatura minor !an mayor" *ua caban, arteri yan, pentin, !alam klinis a!alah arteria ,astro!uo!enalis !an arteria pankreatiko!uo!enalis Bretro!uo!enalisC yan, ber+alan sepan+an, bulbus posterior !uo!enum B.rince, 2005C" 2"2 Fisiolo,i 3ambun, 3ambun, merupakan ba,ian !ari saluran pencernaan yan, berbentuk seperti kantun,, !apat ber!ilatasi, !an berfun,si mencerna makanan !ibantu oleh asam klori!a BH:lC !an enKim4enKim seperti pepsin, renin, !an lipase" 3ambun, memiliki !ua fun,si utama, yaitu fun,si pencernaan !an fun,si motorik" &eba,ai fun,si pencernaan !an sekresi, yaitu pencernaan protein oleh pepsin !an H:l, sintesis !an pelepasan ,astrin yan, !ipen,aruhi oleh

protein yan, !imakan, sekresi mukus yan, membentuk selubun, !an melin!un,i lambun, serta seba,ai pelumas sehin,,a makanan lebih mu!ah !ian,kut, sekresi bikarbonat bersama !en,an sekresi ,el mukus yan, berperan seba,ai barier !ari asam lumen !an pepsin" Fun,si motorik lambun, ter!iri atas penyimpanan makanan sampai makanan !apat !iproses !alam !uo!enum, pencampuran makanan !en,an asam lambun,, hin,,a membentuk suatu kimus, !an pen,oson,an makanan !ari lambun, ke !alam usus !en,an kecepatan yan, sesuai untuk pencernaan !an absorbsi !alam usus halus B.rince, 2005C" 3ambun, akan mensekresikan asam klori!a BH:lC atau asam lambun, !an enKim untuk mencerna makanan" 3ambun, memiliki motilitas khusus untuk ,erakan pencampuran makanan yan, !icerna !an cairan lambun,, untuk membentuk cairan pa!at yan, !inamakan kimus kemu!ian !ikoson,kan ke !uo!enum" &el4sel lambun, setiap hari mensekresikan sekitar 2500 ml cairan lambun, yan, men,an!un, berba,ai Kat, !iantaranya a!alah H:l !an pepsino,en" H:l membunuh seba,ian besar bakteri yan, masuk, membantu pencernaan protein, men,hasilkan pH yan, !iperlukan pepsin untuk mencerna protein, serta meran,san, empe!u !an cairan pankreas" 'sam lambun, cukup pekat untuk menyebabkan kerusakan +arin,an, tetapi pa!a oran, normal mukosa lambun, ti!ak men,alami iritasi atau tercerna karena seba,ian cairan lambun, men,an!un, mukus, yan, merupakan faktor perlin!un,an lambun, BGanon,, 2001C" &ekresi asam lambun, !ipen,aruhi oleh ker+a saraf !an hormon" &istem saraf yan, beker+a yatu saraf pusat !an saraf otonom, yakni saraf simpatis !an parasimpatis" '!apun hormon yan, beker+a antara lain a!alah hormon ,astrin, asetilkolin, !an histamin" /er!apat ti,a fase yan, menyebabkan sekresi asam lambun," .ertama, fase sefalik, sekresi asam lambun, ter+a!i meskipun makanan belum masuk lambun,, akibat memikirkan atau merasakan makanan" -e!ua, fase ,astrik, ketika makanan masuk lambun, akan meran,san, mekanisme sekresi asam lambun, yan, berlan,sun, selama beberapa +am, selama makanan masih bera!a !i !alam lambun," -eti,a, fase intestinal, proses sekresi asam lambun, ter+a!i ketika makanan men,enai mukosa usus" .ro!uksi asam lambun, akan tetap berlan,sun, meskipun !alam kon!isi ti!ur" -ebiasaan makan yan, teratur san,at pentin,

ba,i sekresi asam lambun, karena kon!isi tersebut memu!ahkan lambun, men,enali $aktu makan sehin,,a pro!uksi lambun, terkontrol BGanon,, 2001C" %"7 )sia )sia tua memiliki resiko yan, lebih tin,,i untuk men!erita ,astritis !iban!in,kan !en,an usia mu!a" Hal ini menun+ukkan bah$a seirin, !en,an bertambahnya usia mukosa ,aster cen!erun, men+a!i tipis sehin,,a lebih cen!erun, memiliki infeksi Helicobacter .ylory atau ,an,,uan autoimun !aripa!a oran, yan, lebih mu!a" &ebaliknya,+ika men,enai usia mu!a biasanya lebih berhubun,an !en,an pola hi!up yan, ti!ak sehat" -e+a!ian ,astritis kronik, terutama ,astritis kronik antrum menin,kat sesuai !en,an penin,katan usia" *i ne,ara 2arat, populasi yan, usianya pa!a !eka!e ke46 hampir ;0L men!erita ,astritis kronik !an men+a!i 100L pa!a saat usia mencapai !eka!e ke45" &elain mikroba !an proses imunolo,is, faktor lain +u,a berpen,aruh terha!ap pato,enesis Gastritis a!alah refluks kronik cairan penereatotilien, empe!u !an lisolesitin B&uyono, 2001C" " 5 .enatalaksanaan Gastritis Menurut Hirlan !alam &uyono B2001: 127C, penatalaksanaan me!ikal untuk ,astritis akut a!alah !en,an men,hilan,kan etiolo,inya, !iet lambun, !en,an posisi kecil !an serin," @bat4obatan !itu+ukan untuk men,atur sekresi asam lambun, berupa anta,onis reseptor H2 inhibition pompa proton, antikoliner,ik !an antasi! +u,a !itu+ukan seba,ai sifoprotektor berupa sukralfat !an prosta,lan!in" .enatalaksanaan sebaiknya meliputi pence,ahan terha!ap setiap pasien !en,an resiko tin,,i, pen,obatan terha!ap penyakit yan, men!asari !an men,hentikan obat yan, !apat men+a!i kuasa !an pen,obatan suportif" .ence,ahan !apat !ilakukan !en,an pemberian antasi!a !an anta,onis H2 sehin,,a mencapai pH lambun, " Meskipun hasilnya masih +a!i per!ebatan, tetapi pa!a umumnya tetap !ian+urkan"

.ence,ahan ini terutama ba,i pasien yan, men!erita penyakit !en,an kea!aan klinis yan, berat" )ntuk pen,,una aspirin atau anti inflamasi nonsteroi! pence,ahan yan, terbaik a!alah !en,an Misaprostol, atau *erivat .rosta,lan!in Mukosa" .emberian antasi!a, anta,onis H2 !an sukralfat tetap !ian+urkan $alaupun efek teraupetiknya masih !ira,ukan" 2iasanya per!arahan akan se,era berhenti bila kea!aan si pasien membaik !an lesi mukosa akan se,era normal kembali, pa!a seba,ian pasien biasa men,ancam +i$a" /in!akan4 tin!akan itu misalnya !en,an en!oskopi skleroterapi, embolisasi arteri ,astrika kiri atau ,astrektomi" Gastrektomi sebaiknya !ilakukan hanya atas !asar abolut B&uyono, 2001C" .enatalaksanaan untuk ,astritis kronis a!alah !itan!ai oleh pro,esif epitel kelen+ar !isertai sel parietal !an chief cell" *in!in, lambun, men+a!i tipis !an mukosa mempunyai permukaan yan, rata, Gastritis kronis ini !i,olon,kan men+a!i !ua kate,ori tipe ' Baltrofik atau fun!alC !an tipe 2 BantralC" .en,obatan ,astritis kronis bervariasi, ter,antun, pa!a penyakit yan, !icuri,ai" 2ila ter!apat ulkus !uo!enum, !apat !iberikan antibiotik untuk membatasi Helicobacter .ylory" 1amun !emikian, lesi ti!ak selalu muncul !en,an ,astritis kronis alkohol !an obat yan, !iketahui men,iritasi lambun, harus !ihin!ari" 2ila ter+a!i anemia !efisiensi besi Byan, !isebabkan oleh per!arahan kronisC, maka penyakit ini harus !iobati, pa!a anemia pernisiosa harus !iberi pen,obatan vitamin 212 !an terapi yan, sesuai B:han!rasoma, 2005 : 522C" Gastritis kronis !iatasi !en,an memo!ifikasi !iet !an menin,katkan istirahat, men,uran,i !an memulai farmakoterapi" Helicobacter .ylory !apat !iatasi !en,an antibiotik Bseperti /etrasiklin atau 'mo<icillinC !an ,aram bismut B.epto bismolC" .asien !en,an ,astritis tipe ' biasanya men,alami malabsorbsi vitamin 212 B:han!rasoma, 2005 : 522C" ; *ia,nosis )ntuk mene,akkan !ia,nosa ,astritis, !ilakukan !en,an berba,ai macam tes, !iantaranya : 1" /es *arah /es !arah untuk melihat a!anya antibo!i terha!ap seran,an Helicobacter pylori" Hasil test yan, positif menun+ukkan bah$a seseoran, pernah

men,alami kontak !en,an bakteri Helicobacter pylori !alam hi!upnya, tetapi kea!aan tersebut bukan berarti seseoran, telah terinfeksi Helicobacter pylori" /es !arah +u,a !apat !i,unakan untuk men,ecek ter+a!inya anemia yan, mun,kin sa+a !isebabkan oleh per!arahan karena ,astritis B'nonim, 2010C" 2" 2reath /est /est ini men,,unakan tin+a seba,ai sampel !an !itu+ukan untuk men,etahui apakah a!a infeksi Helicobacter pylori !alam tubuh seseoran," %" &tool /est )+i ini !i,unakan untuk men,etahui a!anya Helicobacter pylori !alam sampel tin+a seseoran," Hasil test yan, positif menun+ukkan oran, tersebut terinfeksi Helicobacter pylori" 2iasanya !okter +u,a men,u+i a!anya !arah !alam tin+a yan, menan!akan a!anya per!arahan !alam lambun, karena ,astritis" " #ont,en /est ini !imaksu!kan untuk melihat a!anya kelainan pa!a lambun, yan, !apat !ilihat !en,an sinar N" 2iasanya akan !iminta menelan cairan barium terlebih !ahulu sebelum !ilakukan ront,en" :airan ini akan melapisi saluran cerna !an akan terlihat lebih +elas ketika !i ront,en" 5" En!oskopi /est ini !imaksu!kan untuk melihat a!anya kelainan pa!a lambun, yan, mun,kin ti!ak !apat !ilihat !en,an sinar N" /es ini !ilakukan !en,an cara memasukkan sebuah selan, kecil yan, fleksibel Ben!oskopC melalui mulut !an masuk ke !alam esopha,us, lambun, !an ba,ian atas usus kecil" /en,,orokan akan terlebih !ahulu !imatirasakan BanestesiC, sebelum en!oskop !imasukkan untuk memastikan pasien merasa nyaman men+alani tes ini" ?ika a!a +arin,an !alam saluran cerna yan, terlihat mencuri,akan, !okter akan men,ambil se!ikit sampel BbiopsyC !ari +arin,an tersebut" &ampel itu kemu!ian akan !iba$a ke laboratorium untuk !iperiksa" /es ini memakan $aktu kuran, lebih 20 sampai %0 menit" .asien biasanya ti!ak lan,sun, !isuruh pulan, ketika tes ini selesai, tetapi harus menun,,u sampai efek !ari anestesi men,hilan,, kuran, lebih satu atau !ua +am" Hampir ti!ak a!a resiko akibat tes ini" -omplikasi yan, serin, ter+a!i a!alah rasa ti!ak nyaman pa!a ten,,orokan akibat menelan en!oskop B'nonim,2010C"

*aftar pustaka 'lmatsier" 2002" .rinsip *asar 0lmu GiKi" ?akarta: Grame!ia .ustaka )tama 'nonimous, 2010" Gastritis" http:88bluebear"stu!ent"umm"ac"i!8201080581 84 ,astritis4ma,h" *iakses tan,,al 0 ?anuari 2012, 07:0 >02" 'nonimous, 2011" -enapa &etelah Minum -opi .erut /erasa &akit" http:88cupu"$eb"i!8kenapa4setelah4minum4kopi4perut4terasa4sakait8" *iakses tan,,al 0 ?anuari 2012, 07:1% >02" 'rifa, 'melia *" 200;" )+i Efek 'ntiulcer" http:88et!"eprints"ums"ac"i!84 %%5 818-1000 022 "p!f" *iakses tan,,al 0 ?anuari 2012, 07: 5 >02" 'rifianto" 2007" Gastritis" http:88tonyarf;5"blo,!pot"com8200780284,astritis"htm" *iakses tan,,al 0 ?anuari 2012, 07:05 >02" 'rikunto, &uharsimi" 2006" .rose!ur .enelitiaan &uatu .en!ekatan .raktik" ?akarta: ./" 's!i Mahasatya 2ali$ati, Hayak F" 200 " .en,antar .an,an !an GiKi" ?akarta: .enebar &$a!aya 2eyer" 200 " Me!ical 1utrition /herapy for )pper Gastrointestinal /ract *isor!ers" .hila!elphia: &aun!ers 2runner !an &u!!art" 2000" -epera$atan Me!ikal 2e!ah" ?akarta: EG: 2u!iana" 2006" Gambaran .en,etahuan -lien /entan, Gastritis" http:88$$$"scrib!"com8!oc8 1520%508Gambaran4.en,etahuan4-lien4/entan,4 Gastritis8" *iakses tan,,al 05 ?anuari 2012, 0;:25 >02" 2u!iyanto, :arko" 2010" Merokok Meman, /ernyata 1ikmat" http:88nina7yuli"stu!ent"umm"ac"i!820108028118Merokok4Meman,4/ernyata4 1ikmat8" *iakses tan,,al 05 ?anuari 2012, 05:55 >02" http:''dr(suparyanto)blogspot)*om'+,-+',+'etiologi(dan(penanganan( gastritis)html

!r" &hella 'yu (i!a!a #atma$ati

!r"