Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

4.4 Nomor Peraga KL-16 Fosil dengan nomor peraga KL-16 ini merupakan salah satu fosil hewan laut. Fosil ini berwarna putih tanpa ornamen pada fragmen bagian tubuhnya. Proses pemfosilan ini terjadi dalam waktu yang cukup lama dan pengawetan fosilnya berjenis pengawetan bagian keras dari organisme, sedangkan bagian tubuhnya yang lunak telah terurai oleh bakteri pengurai atau hancur oleh suatu aktifitas di lingkungan laut. Berdasarkan komposisinya, fosil ini termasuk ke dalam jenis fosil yang bersifat karbonatan yaitu, pada bagian cangkangnya yang tersusun atas kalsium karbonat. Warna fosil yang putih susu menunjukkan bahwa selama proses pemfosilan, zat-zat pengotornya telah hilang. Jadi, hanya tertinggal mineral kalsium karbonat. Fosil ini tertanam pada batu pasir sedang karena fosil tertimbun oleh lapisan sedimen, kemudian mengalami proses litifkasi pada saat proses sedimentasi berlangsung. Dilihat dari ketebalan cangkang fosil tersebut, fosil ini dulunya hidup di lingkungan laut dalam. Hal ini dapat dilihat dari bodi tubuhnya yang berupa fragmen atau pecahan dari bagian tubuhnya. Ketika organisme ini mati tertimbun oleh lapisan batuan sedimen, terendapkan dan membentuk fosil pada laut dalam, tekanan yang dialami besar, sehingga bodinya tidak utuh. Karena hidup di laut dalam, intensitas matahari yang diterimanya kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa tumbuhan dan karang sedikit yang hidup di sekitar lingkungan hidup karena dalam proses foslsintesis, memerlukan cahaya matahari. Intensitas cahaya matahari yang kecil juga mengindikasikan bahwa lingkungan hidupnya sedikit mengandung oksigen. Pada kondisi intensitas matahari yang kecil, fitoplankton berjumlah sedikit atau berkurang, sedangkan zooplankton berjumlah banyak. Ukuran cangkang yang dapat dilihat pada hasil deskripsi adalah 3 cm. Bagian-bagian dari cangkang yaitu beak, growth line, dan shell margin. Bagian-bagian ini tidak terlihat dalam suatu kesatuan yang utuh, melainkan berupa fragmen-fragmennya. Beak merupakan bagian pangkal dari cangkang yang berguna sebagai tempat menutup dan membukanya cangkang, growth line merupakan garis tumbuh atau garis melengkung pada cangkang yang menunjukkan usia atau tingkat tertimbunnya hewan, dan shell margin merupakan bagian mulut cangkang.

Dari ciri-cirinya yaitu cangkang yang cukup tebal yang menunjukkan fosil ini hidup di lingkungan laut dalam, dapat berpindah tempat dengan menggerakkan tubuhnya dan memakan hewan kecil dapat disimpulkan bahwa fosil ini termasuk ke dalam Phylum Moluska dengan kelas Pelecypoda dan termasuk ke dalam spesies pallium.

Pengklasifikasian ke dalam phylum moluska karena tubuhnya yang lunak dikelilingi oleh bagian yang keras berupa cangkang dan tidak mempunyai tulang belakang (invertebrate). Diklasifikasikan ke dalam kelas pelecypoda karena mempunyai dua cangkang yang dapat mengkatup dan mempunyai kaki yang ujungnya pipih seperti kampak. Kaki ini berfungsi untuk berpindah tempat dan menggali. Karena berupa fragmen yang tertancap di dalam batu, maka pengamatan yang dilakukan hanya pada satu sisi saja. Fragmen fosil ini merupakan bagian dorsal. Fosil ini mulai muncul pada zaman kambrian atau sekitar 488,3 542 milyar tahun yang lalu hingga sekarang. Diperkirakan, dulu organisme yang telah menjadi fosil ini mulai hidup pada zaman neogen atau sekitar 3-23 milyar tahun yang lalu.