Anda di halaman 1dari 10

KONSEP PUSKESMAS

Learning Objective Konsep puskesmas Program-program puskesmas Pembiayaan kesehatan masyarakat Pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman (P2T ! Pneumonia! "#$%! &alaria! $'(! #munisasi! )i*i+ ,apat Kerja Kesehatan -asional (,akernas+ # di .akarta tahun /012 menghasilkan suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan &asyarakat (puskesmas+3 $an puskesmas pada 4aktu itu dibedakan dalam 5 macam! yaitu 6 /3 Puskesmas tingkat desa 23 Puskesmas tingkat kecamatan 73 Puskesmas tingkat ke4edanan 53 Puskesmas tingkat kabupaten Pada rakernas ## thn /010! pembagian puskesmas di bagi menjadi 7 macam! yaitu 6 /3 Puskesmas tipe "! dipimpin oleh dokter penuh 23 Puskesmas tipe ! dipimpin dokter tidak penuh 73 Puskesmas tipe 8! dipimpin oleh tenaga paramedik3 %ejak thn /090 puskesmas dibagi dalam 2 kategori! yaitu 6 /3 Puskesmas kecamatan (puskesmas pembina+ 23 Puskesmas kelurahan:desa (puskesmas pembantu+ 73 Pusat Kesehatan &asyarakat (Puskesmas+ adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan ;ungsional yg merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kpd masyarakat di 4ilayah kerjanya dlm bentuk kegiatan pokok ("*rul "n4ar! /02<+ 53 Puskesmas juga dapat dide;inisikan sbg unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten:kota yg bertanggung ja4ab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu 4ilayah kerja ($epkes ,#! 2<<5+ =3 Puskesmas mempunyai 4e4enang dan tanggung ja4ab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dlm 4ilayah kerjanya3 Pelayanan Kesehatan Puskesmas3 Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas merupakan pelayanan kesehatan yg menyeluruh yang meliputi pelayanan /3 Kurati; (pengobatan+ 23 Preventi; (upaya pencegahan+ 73 Promoti; ( Peningkatan Kesehatan+ 53 ,ehabilitati; (Pemulihan Kesehatan+ %ebelum ada puskesmas! pelayanan kesehatan di kecamatan meliputi balai pengobatan! balai kesejahteraan ibu dan anak ( K#"+! usaha higyene sanitasi lingkungan! pemberantasan penyakit menular! dll3 >saha tsb masih bekerja sendiri-sendiri dan langsung melapor kepada kepala dinas kesehatan daerah tingkat ##3

?ilayah kerja puskesmas &eliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan (aktor kepadatan penduduk! luas daerah! keadaan geogra;i merupakan pertimbangan dalam menentukan 4ilayah kerja puskesmas %asaran penduduk yang dilayani oleh sebuah puskesmas rata-rata 7<3<<< penduduk setiap puskesmas (ungsi P>%K@%&"% %ebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di 4ilayah kerjanya3 &embina peran serta masyarakat di 4ilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat &emberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kpd masyarakat di 4ilayah kerjanya Peran Puskesmas $alam konteks otonomi daerah! puskesmas mempunyai peran yang sangat vital sbg institusi pelaksana teknis! dituntut memiliki kemampuan manajerial dan 4a4asan jauh ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan Pelayanan dasar puskesmas Promosi kesehatan (contoh6 membangun ;asilitas! promosi bentuk pam;let+ )i*i (memberi susu ibu hamil+ Kesehatan ibu dan anak (cntoh6 diperhatikan bidan yang siap! >K% disekolahan+ Kesehatan lingkungan Pemberantasan penyakit menular alai pengobatan %istem in;ormasi Kegiatan pokok puskesmas $elapan belas kegiatan pokok puskesmas adalah /3 >paya kesehatan ibu dan anak 23 >paya keluarga berencana 73 >paya peningkatan gi*i 53 >paya kesehatan lingkungan =3 >paya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular 13 >paya pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan 93 >paya penyuluhan kesehatan 23 >paya kesehatan sekolah 03 >paya kesehatan olahraga /<3 >paya pera4atan kesehatan masyarakat //3 >paya kesehatan kerja /23 >paya kesehatan gigi dan mulut /73 >paya kesehatan ji4a

/53 3 >paya kesehatan mata /=3 >paya laboratorium sederhana /13 >paya pelaporan dan pencatatan dalam rangka %istem #n;ormasi Kesehatan /93 >paya Kesehatan Lansia /23 >paya Pembinaan pengobatan tradisional Lokakarya mini puskesmas >paya menggalang kerjasama tim untuk pAgerakan dan pAlaksanaan upaya kesehatan Kerjasama lintas sektoral (pak ,T! Kades+ ,aker bulanan ,aker tiga bulanan (7 bulan /B diadakan lokakarya mini+ Lokakarya mini6 melaksanakan musya4arah antara pera4at dan kader masyarakat:ormas untuk mengadakan diskusi3 &ikroplaning Penyusunan rencana = tahunan ,encana tiap tahun &eningkatkan cakupan pelayanan (ungsi puskesmas meningkat Pelaksanaan kegiatan pokok diarahkan kepada keluarga sebagai satuan masyarakat terkecil3 Oleh karena itu kegiatan pokok puskesmas ditujukan untuk kepentingan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di 4ilayah kerjanya3 %atuan Penunjang %esuai dengan keadaan geogra;is! luas 4ilayah! sarana perhubungan serta kepadatan penduduk dlm 4ilayah kerja! maka perlu di tunjang dengan unit-unit di ba4ah ini 6 /3 Puskesmas pembantu adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan ber;ungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dlm ruang lingkup 4ilayah yg lebih kecil3 $alam ,epelita C 4ilayah kerja pustu meliputi 2-7 desa atau dgn jmlh penduduk 2=<< (luar ja4aDbali+ sampai /<3<<< orang (ja4aDbali+ 23 Puskesmas Keliling merupakan unit pelayanan kesehatan keliling yg dilengkapi dgn kendaraan bermotor roda 5 atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan! peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yg berasal dari puskesmas 73 idan yg bertugas di desa $itempatkan di suatu desa dan bertanggung ja4ab langsung kpd kepala puskesmas3 ?ilayah kerja dgn jmlh penduduk rata-rata 7<<< orang Tugas utama adalah membina peran serta masyarakat melalui pembinaan posyandu dan pertolongan persalinan langsung di rumah Peran pera4at di puskesmas &elaksanakan ;ungsi-;ungsi manajerial

&elaksanakan pelayanan asuhan kepera4atan &engoordinasi kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat &engoordinasi pembinaan peran serta masyarakat melalui pendekatan Pemeliharaan Kesehatan &asyarakat $esa (PK&$+ &engoordinasikan kegiatan lain seperti kegiatan lintas sektoral Pembiayaan kesehatan masyarakat %umber-sumber pembiayaan kesehatan dapat diperoleh dari pemerintah! s4asta! masyarakat dalam bentuk pembiayaan langsung (;ee ;or service+ dan asuransi! serta sumber-sumber lain dalam bentuk hibah atau pinjaman luar negeri "suransi Kesehatan "dalah suatu mekanisme pengalihan resiko (sakit+ dari resiko perorangan menjadi resiko kelompok3 >nsur-unsur "suransi Kesehatan /3 "danya perjanjian 23 "danya pemberian perlindungan 73 "danya pembayaran premi oleh masyarakat .enis "suransi yang berkembang di #ndonesia "suransi kesehatan sosial ( social health insurance+ 8ontoh6 PT "skes untuk P-% dan penerima pensiun! PT .amsostek untuk tenaga kerja s4asta "suransi kesehatan komersial perorangan (private voluntary health insurance+ 8ontoh 6 Lippo Li;e! -# Li;e! Tugu mandiri!dll "suransi kesehatan komersial kelompok (regulated private health insurance+ 8ontoh6 produk "suransi kesehatan %ukarela oleh PT "skes .amkesmas %esuai dengan >> %istem .aminan %osial -asional (%.%-+! pemerintah me4ujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat #ndonesia3 %alah satunya adalah melalui program jaminan kesehatan yg diselenggarakan secara nasional berdasarkan mekanisme asuransi sosial 3 erdasarkan %K no /25/:&enkes:%K:E#:2<<5 tentang penugasan PT "skes dalam Pengelolaan Program Pemeliharaan Kesehatan bagi masyarakat miskin3 >ntuk menghindari kesalahpahaman dalam penjaminan terhadap masyarakat miskin! program ini berganti nama menjadi .aminan Kesehatan &asyarakat (.amkesmas+3 ($epkes!2<<2+ Pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman /3 Tuberkulosis Tuberkulosis atau T (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah T 8+ adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh in;eksi kompleks &ycobacterium tuberculosis ditandai dengan batuk yang terus menerus selama lebih dari / bulan!penurunan berat badan dan keringat dingin pada malam hari3 Tuberkulosis biasanya menjadi kasus yang sering dijumpai pada kondisi sanitasi maupun lingkungan yang kumuh: buruk3 T 8 ditularkan melalui percikan dahak penderita ketika batuk! bersin! berbicara atau meludah3 %eorang penderita T 8 dengan status T" positi; dapat menularkan kepada /<-/= orang setiap

tahunnya($epkes!2<<=+ eban T 8 di #ndonesia masih sangat tinggi! khususnya mengenai angka kesembuhan yang ada akibat dari proses pengobatan yang berjalan dalam jangka 4aktu yang lama yakni selama minimal 1 bulan dan resiko terjadinya resistensi obat %ehingga pemerintah melalui kegiatan puskesmas melaksanakan program penanggulangan dan pemberantasan penyakit menular (P2&+ untuk T 8 dengan strategi $OT% ($irectly! Observed! Treatment! and %hort 8ourse+ T 8 jika parah menjadi T , (tibi resisten+ jika pasien tak mau minum obat3 %T,"T@)# $OT% (program untk penderita T 8+ $irectly F &elalui tindakan langsung memberikan intervensi terhadap pasien yang diketahui menderita T dan keluarganya! dapat juga segera melaksanakan rujukan secara tepat agar dapat ditangani dan mendapatkan pengobatan3 (Tak boleh menuggu lama pengobatan+ Observed F &engobservasi lingkungan dan obatnya3 selalu mmemantau perkembangan pasien ddan kketaatan dalam melaksanakan program kurati; Treatment F &emberikan pengobatan dengan O"T (Obat "nti Tuberkulosa+ baik di tingkat puskesmas ataupun ,3% dimana obat didapatkan secara gratis %hort 8ourse F &emberikan edukasi dan pembelajaran secara singkat dan jelas mengenai penularan! Penga4as &inum Obat dan Pengobatan T 8 yang harus dilakukan minimal 1 ulan 23 $'( ($engue 'emorraghie (ever+ demam berdarah $isebabkan Cirus dengue yang termasuk "rbovirus (Cirus ,-"+ &empunyai 5 serotipe 6 $en/! $en2! $en7! $en5 $i daerah endemis! seseorang dapat terin;eksi oleh 7-5 serotipe selama hidupnya 8ara penularan 6 melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus )ejala klinis biasanya $emam 2-9 hari (naik turun+!mialgia! terdapat bintik2 merah! dapat disertai perdarahan spontan maupun trombositopenia (penurunan trombosit+ (aktor-;aktor yang mempengaruhi peningkatan dan penyebaran kasus $ $ Pertumbuhan penduduk yang tinggi >rbanisasi yang tidak terencana dan tidak terkendali Tidak adanya kontrol vektor nyamuk yg e;ekti; Peningkatan sarana transportasi (aktor-;aktor yg mempengaruhi morbiditas D mortalitas %tatus imunitas Kepadatan vektor nyamuk Transmisi virus $engue Keganasan virus $engue Kondisi geogra;is Pola berjangkitnya in;eksi virus $engue dipengaruhi iklim dan kelembapan3 Pada suhu panas (22-72<8+ dan kelembapan tinggi! nyamuk "edes "egypti bertahan hidup

untuk jangka lama

/3 P@-)@LOL""- L#-)K>-)">paya pencegahan atau mengurangi perkembangbiakan vektor! shg mengurangi kontak antara vektor dengan manusia dengan Pemberantasan %arang -yamuk (P%-+ %umber utama perkembangbiakan "edes "egypti adalah di 4adah penampungan air untuk keperluan rumah tangga! vas bunga! perangkap semut! 4adah air di ba4ah kulkas dll3 $i perkotaan! ban mobil bekas merupakan tempat perkembangbiakan "edes3 23 P@,L#-$>-)"- $#,# $engan pakaian pelindung! obat nyamuk atau repellent yang intinya mengurangi resiko gigitan nyamuk33 73 P@-)@-$"L#"- #OLO)#K Pengendalian .entik Cektor dengan ikan pemakan jentik ()ambusia a;;inis dan Poecilia reticulata+3 @pidemiologi6 pemberantasan jentik nyamuk 53 P@-)@-$"L#"- $) '- K#&#"?# Pemberantasan jentik utk 4adah ttt dg larvasida (sulit dilakukan dan mahal+3 Pengasapan dg insektisida 8ara ini sebenarnya tdk e;ekti; krn hanya berpengaruh kecil thd pop3 nyamuk! juga menimbulkan rasa Gaman semuA yg bisa mengganggu prog3 P%-3 K"%>% "#$% P@,T"&" $# #-$O-@%#"! $#L"PO,K"T"'>- /029 K"%>% T@,>% &@-#-)K"T! %@'#-))" $"T" %"&P"# $@-)"- $@%@& @, 2<<= T@,8"T"T 6 '#C 6 5255 "#$% 6 =72/ P,OP#-%# $@-)"- K"%>% "#$% T@, "-H"K s : d $@%@& @, 2<<= /3 $K# ."K",T" 6 /029 23 P"P>" 6 272 73 ."T#& 6 925 53 ." ", 6 722 =3 ,#"> 6 2=< 13 "L# 6 221 K@-H"T""- @P#$@&# "#$% $# #-$O-@%#" %""T #-# "#$% ada diseluruh propinsi dan I =< J kabupaten o : kota3hampir setiap propinsi ada in;ormasi ibu hamil o dengan hiv K dan anak hiv atau aids %ecara nasional indonesia masih tergolong o lo4 prevalence country! tetapi mengarah ke

o concentrated level o; epidemic! yang artinya o terdapat epidemi atau peningkatan yang tinggi o dari prevalensi hiv ( I =J + di beberapa tempat o atau populasi %#T>"%# '#C : "#$% P"$" P@,@&P>"- $"- "-"K I 1!= .>T" ?"-#T" $# #-$O-@%#" &@-."$# POP>L"%# ,"?"- T@,T>L", D &@->L",K"I 253<<< ?>% T@L"' T@,#-(@K%# '#C I 03<<< ?"-#T" '#C K '"&#L %@T#"P T"'>--H" I 7< J -H" &@L"'#,K"- "H# H"-) T@,T>L", #L" T#$"K "$" P@-H>L>'"P@,@&P>"- D "-"K LLLLLLLLLL3 %#"P"K"' &@,@K" M P"%"-)"- &>$" $",# P@-))>-" -"PN" %>-T#K o ( #$> + H"-) T#$"K &@-H"$",# %>$"' T@,T>L", o '#C #%T,# "T"> P"%"-)"- %@E O$'" P,#" "H# "T"> "L#T" $@-)"- )"-))>"- T>& >' o K@& "-) "H# "T"> "L#T" $@-)"- #-(@K%# @,>L"-) P,O L@& %""T #-# 6 T,"-%&#%# C#,>% &@L"L># #$> @,L"-)%>-) o %"-)"T 8@P"T >P"H" P@-"-))>L"-)"- @,."L"- L"& "T $"o K"L"' $@-)"- P@,)@,"K"- '#C H"-) 8@P"T KO&#T&@- POL#T#% &"%#' K>,"-) ( KP" @L>& o @,(>-)%# + P@,"T>,"- P@,>-$"-)"- @L>& &@&"$"# T@&>"- $# L"P"-)"- 6 &"%H","K"T @L>& &@-)@T"'># 8"," P@->L","- D P@-8@)"'"- '#C : "#$% &"%H","K"T @L>& &@-)@T"'># K@ @,"$""- KP" $"- .>)" L%& H"-) @,)@,"K $# #$"-) '#C : "#$% %T#)&" D $#%K,#&#-"%# &"%#' T@,."$# #& #-)"- P"$" T@-")" &@$#% : P","&@$#% >-T>K P,O),"& '#C : "#$% @L>& OPT#&"L "-H"K &"%H","K"T D K@LO&POK ,#%T# T"K &@-)@T"'># $#&"-" D ")"#&"-" &@-$"P"TK"- T@% '#C &@$#" &"%%" K>,"-) &@& @,# #-(O,&"%# H"-) 8>K>P "#$% &"%#' $#P"-$"-) %@ ")"# &"%"L"' D T"-))>-) ."?" K@%@'"T"- %@&"T" ( P@-)#-)K","- "#$% %@ ")"# &"%"L"'

%O%#"L + "P" H"-) '",>% $#L"K>K"- M P@-"-))>L"-)"- %@8"," KO&P,@'@-%#( KOO,$#-"%# T@K-#% P,O),"& OL@' KP" KOT" &O-#TO,#-) D @C"L>"%# OL@' KP" #-T@-%#(#K"%# P,O),"& P@-8@)"'"-! T@,&"%>K o C8T K@P&@-K@% -o3 /1//: &@-K@%: %K: E#: 2<<=! T@-T"-) P@$O&"P@-H@L@-))",""- #&>-#%"%#3 P@& @,L"K>"- >> -o 72 T"'>- 2<<5 $"- >> -o 77 T"'>- 2<<5 P,O),"& #&>-#%"%# %@ ")#"- @%", &@-."$# T"-))>-) ."?" K" : KOT" K@8@-$@,>-)"- &@-#-)K"T-H" KL P$7 # (POL#O! 8"&P"K+ .enis Penyakit yang dapat dicegah dengan program #munisasi adalah 6 /3 $i;teri (penyakit radang tenggorokan+ ttd6 ada selaput kebiruan di amandel! panas3 23 Pertusis (batuk terus / hari tanpa henti+ 73 Tetanus (kombol+ 53 Tuberculosis =3 8ampak 13 Poliomyelitis 93 'epatitis $#(T@,# $isebabkan bakteri 8orynebacterium $iphtheriae Penyebarannya melalui kontak ;isik dan perna;asan )ejala a4al 6 ,adang tenggorokan 'ilang na;su makan $emam ringan $alam 2-7 hari timbul selaput putih kebiruan pada tenggorokan dan tonsil Komplikasi 6 gangguan perna;asan (kematian+ P@,T>%%#% atuk rejan atau batuk /<< hari $isebabkan bakteri ordetella Pertussis Penyebaran 6 melalui percikan ludah (droplet in;ection+ 4aktu batuk atau bersin )ejala 6 pilek! mata merah! bersin! demam dan batuk (menggigil dan keras+ Komplikasi 6 Pneumonia acterialis (kematian+

T@T"->% Penyebab 6 8lostridium Tetani yang menghasilkan neurotoksin Penyebarannya melalui kotoran yang masuk ke dalam luka yang dalam )ejala 6 Kaku otot pada rahang dan leher Kesulitan menelan Kaku otot perut $emam Pada bayi ada gejala berhenti menetek (sucking+! kejang hebat! tubuh jadi kaku Komplikasi 6Patah tulang (akibat kejang+ Pneumonia dan in;eksi lain (kematian+ T> @,K>LO%#% $isebabkan &ycobacterium Tuberculosa &enyebar melalui perna;asan (le4at bersin atau batuk+ )ejala 6 Lemah badan! penurunan ! demam! keringat malam atuk terus menerus (kronis+ )ejala lain tergantung organ yang terkena Komplikasi 6 $apat menyebabkan kelemahan dan kematian 8"&P"K $isebabkan virus (&yBovirus Ciridae &easles+ $isebarkan melalui udara (percikan ludah+ 4aktu bersin atau batuk )ejala 6$emam! bercak kemerahan! batuk! pilek! mata merah ,uam pada muka dan leher! menyebar ke tubuh! tangan dan kaki Komplikasi adalah diare hebat! peradangan telinga dan pneumonia POL#O&H@L#T#% o Penyakit %%P yang disebabkan virus Polio (tipe /!2 atau 7+ o %ecara klinis adalah "(P ("cute (laccid Paralysis+ yaitu lumpuh layu akut pada anak usia O /= th o Penyebaran penyakit melalui tinja yang terkontaminasi o )ejala 6 $emam! nyeri otot Kelumpuhan terjadi pada minggu pertama sakit o Komplikasi 6 kelumpuhan otot-otot perna;asan (kematian+ '@P"T#T#% Penyakit ini disebabkan virus 'epatitis yg merusak hati Penularan penyakit secara horisontal dan vertikal 'orisontal 6 dari darah dan produknya mll suntikan! trans;usi darah! hubungan seks yg tdk aman Certikal 6 dari ibu ke bayi selama proses persalinan )ejala 6 &erasa lemah! gangguan perut dan gejala lain spt ;lu ?arna kuning pada mata atau kulit >rin menjadi kuning Komplikasi 6 bisa menjadi kronis dan timbul 8hirrosis 'epatis dan Kanker 'ati (kematian+ .@-#% $"- %#("T C"K%#- Caksin adalah produk biologis yang terbuat dari 6 kuman komponen kuman racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan dan berguna untuk merangsang kekebalan tubuh P@-))OLO-)"- C"K%#- &enurut sensitivitasnya terhadap suhu! vaksin digolongkan menjadi 6 a+3 (ree*e %ensitive ((%+ 6 sensitive thd beku $PT! $T! TT! ' dan $PT-' b+3 'eat %ensitive ('%+ 6 sensitive thd panas 8ampak! Polio dan 8) .@-#% C"K%#- P,O),"& ,>T#- 8) ( acillus 8almette )uerine+ #ndikasi 6 kekebalan

akti; terhadap Tuberkulosis 8ara pemberian 6 vaksin harus dilarutkan dulu dengan "$% ("Puades steril+ = ml3 $osis 6 <!<= ml / kali disuntikkan intra cutan! di lengan kanan atas (insertio m3 $eltoideus+ Caksin yg sdh dilarutkan harus digunakan sebelum 7 jam (jangan melarutkan vaksin sebelum sasaran datang+ Kontraindikasi 6 penyakit kulit berat sedang menderita T 8 (berikan sedini mungkin+ $PT Q ' #ndikasi 6 kekebalan akti; terhadap $i;teri! Pertusis! Tetanus dan 'epatitis 8ara 6$isuntikkan intramuskular <!= ml sebanyak 7 dosis $osis pertama usia 2 bulan! selanjutnya interval min 5 mg3 Kontraindikasi 6 )ejala abnormal pada otak:syara; o &engalami penyakit parah pada dosis pertama @;ek samping 6 lemas! demam! kemerahan pada tempat penyuntikan C"K%#- T T #ndikasi 6 Pemberian kekebalan akti; terhadap Tetanus3 o $iberikan pada ?>% atau ibu hamil3 >ntuk mencegah Tetanus pd bayi baru lahir dan pada ibunya3 8ara 6 Caksin harus dikocok dulu agar homogen3 $isuntikkan intramuscular atau subcutan dalam3 $osis <!= ml diberikan 2 dosis dgn interval 5 minggu3 >ntuk mempertahankan kekebalan terhadap Tetanus pada ?>% diberikan = dosis3 Kontraindikasi 6 gejala berat pada dosis pertama C"K%#- $T #ndikasi 6 pemberian kekebalan terhadap $i;teri dan Tetanus 8ara 6 Caksin harus dikocok dulu supaya homogen $isuntikkan intramuskular atau subkutan dlm $osis pemberian <!= ml >ntuk usia I 2 tahun dianjurkan menggunakan vaksin $T @;ek samping 6 lemas dan kemerahan pada lokasi suntikan POL#O (OPC 6 Oral Polio Caksin+ o Caksin Polio Trivalent tdd suspensi virus Poliomyelitis tipe /!2 dan 7 (%train %abin+ yang sudah dilemahkan o #ndikasi 6 pemberian kekebalan akti; terhadap Polio o 8ara 6 %ecara oral! / dosis adalah 2 tts Pemberian 5 kali dengan interval minimal 5 mg %etiap vial baru harus menggunakan penctes:dropper baru o @;ek samping 6 Tidak ada o Paralisis akibat vaksin sangat jarang terjadi (O<!/9 per /3<<<3<<<+ 8"&P"K #ndikasi 6 pemberian kekebalan akti; terhadap penyakit campak 8ara 6 Caksin dilarutkan dengan pelarut stetil yg berisi = ml cairan pelarut $osis <!= ml disuntikkan subkutan pd lengan kiri atas pada usia 0-// bulan >langan (booster+ pada usia 1-9 th (kls / %$+ Kontraindikasi (yang dilarang+6 penyakit immunode;iciency o (Leukimia! Lim;oma+ @;ek samping 6 demam dan kemerahan pd tempat vaksinasi