Anda di halaman 1dari 8

1

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan dari tanggal 29 Oktober sampai dengan 29 Desember 2012 di Instalasi Bedah Sentral RSUP Sanglah Denpasar terhadap pasien yang mengalami pembedahan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi Surat i!in rekomendasi penelitian dengan nomor "B 02 01#II $% D11#19%&'#2012 diperoleh dari Direktur SD( dan Pendidikan RSUP Sanglah Denpasar )"ampiran *+, serta Ethical Clearance dengan nomor '&'#U- 1. 2#"itbang#2012 dari Unit Penelitian dan Pengembangan /akultas 0edokteran Uni1ersitas Udayana#RSUP Sanglah Denpasar )"ampiran '+

1.

Kondisi Lokasi Tempat Penelitian RSUP Sanglah Denpasar merupakan rumah sakit ru!ukan utama untuk

2ilayah Bali, -3B, dan -33, memiliki 1isi men!adi rumah sakit unggulan dalam bidang pelayanan, pendidikan dan penelitian tingkat nasional maupun internasional Dalam me2u!udkan 1isi tersebut RSUP Sanglah berusaha dengan segala upaya memberi Pelayanan yang Prima, sehingga dapat memuaskan masyarakat yang membutuhkan pelayanan "an!utan 44

2.

Karakteristik esponden

!. a

Hasil Pen"amatan ter#adap S$%&ek Penelitian ses$ai Varia%el Penelitian 0ekuatan Otot 5kstremitas 6tas Sebelum diberikan Perlakuan

0ekuatan Otot 5kstremitas 6tas Setelah Dilakukan Perlakuan

0ekuatan Otot 5kstremitas sebelum dan sesudah perlakuan pada 0elompok 0ontrol

0ekuatan Otot 5kstremitas sebelum dan sesudah perlakuan pada 0elompok yang diberikan Spring 8rip

'. a.

Hasil Analisis Data Uji normalitas data

Berdasarkan hasil uji normalitas data terhadap data yang diteliti diperoleh bahwa kekuatan otot pada pre test, post test dan selisih post test pre test dengan menggunakan uji saphirowilk masing masing dengan nilai signifikansi 0,099, 0,070 dam 0,007. Dari ketiga data tersebut, nilai signifikansi yang kurang dari 0,05 adalah data selisih post test pre test, sehingga data ini termasuk tidak berdistribusi normal, sedangkan kedua data yang lain berdistribusi normal (hasil uji normalitas data dapat dilihat pada lampiran). Dengan demikian, uji statistic yang menggunakan data pre dan post dapat menggunakan uji parametric sedangkan analisis statistic yang menggunakan data selisih post test pre test menggunakan uji noon parametric. Untuk lebih jelasnya hasil uji statistic dapat dilihat pada bahasan selanjutnya.

Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Kemampuan Pre Test Kemampuan Post Test Selisih Kemampuan Post-Pre Test a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. .108 .131 df 30 30 Sig. .200* .198 Statistic .941 .936 Shapiro-Wilk df 30 30 Sig. .099 .070

.179

30

.015

.897

30

.007

b.

Pengaruh perlakuan ROM sebagai control dengan kekuatan otot ekstremitas atas

c.

Pengaruh perlakuan spring grip terhadap kekuatan otot ekstremitas atas

d.

Perbedaan perubahan kekuatan otot ekstremitas atas pada kelompok control dan kelompok

B. Pem%a#asan Hasil Penelitian 1. Kekuatan otot ekstremitas atas sebelum perlakuan pada kelompok control dan perlakuan

2.

Kekuatan otot ekstremitas atas setelah perlakuan pada kelompok control dan perlakuan

3.

Pengaruh ROM terhadap perubahan kekuatan otot ektremitas atas pada kelompok control

4.

Pengaruh spring grip terhadap perubahan kekuatan otot ekstremitas atas pada kelompok perlakuan

5.

Perbedaan perubahan kekuatan otot ekstremitas atas pada pemberian spring grip dan pemberian ROM (kontrol)

(. Keter%atasan Penelitian Setiap penelitian memiliki berbagai keterbatasan, dalam penelitian ini pun terdapat beberapa keterbatasan diantaranya terdapat beberapa 1ariabel :aktor yang memiliki !umlah yang terbatas seperti !umlah responden yang mengalami pembedahan kardiak Selain itu, dalam penelitian ini perlu dilakukan homogenitas sampel sehingga seluruh sampel yang diteliti dapat menggambarkan 1ariabel yang diteliti

BAB VI SIMP)LAN DAN SA AN A. Simp$lan Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Kejadian POCD di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUP Sanglah Denpasar terjadi sebesar 41,4% 2. Responden yang mengalami POCD di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUP Sanglah Denpasar sebagian yang berusia 70 tahun yaitu sebanyak 15 orang dan yang berusia 60-69 tahun sebanyak 14 orang.

&

3.

Responden yang mengalami POCD dialami oleh responden dengan lama anastesi > 2 jam yaitu sebanyak 16 orang dan 1-2 jam sebanyak 13 orang

4.

Responden yang mengalami POCD sebagian 14 orang dialami oleh responden yang menggunakan anastesi umum dan 15 orang menggunakan anastesi regional

5.

Responden yang mengalami POCD sebagian besar dialami oleh laki-laki yaitu sebanyak 18 orang, sedangkan pada perempuan terjadi sebanyak 11 orang

6.

Responden yang mengalami POCD sebagian besar dialami oleh responden yang berpendidikan rendah yaitu sebanyak 26 orang dan hanya 3 orang pada responden yang berpendidikan tinggi.

7.

Responden yang mengalami POCD 20 orang terjadi pada pasien dengan ASA II dan 9 orang terjadi pada ASA III di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUP Sanglah Denpasar *1

8.

Responden yang mengalami POCD dialami 29 orang pasien yang mengalami pembedahan non kardiak, dan dari total pembedahan hanya 1 orang pasien yang mengalami pembedahan kardiak di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUP Sanglah Denpasar

9. Dari beberapa :aktor yang diteliti, se7ara bi1ariat terlihat bah2a :aktor;:aktor yang berhubungan dengan ke!adian PO$D adalah :aktor lama anestesi )p<0,000+, :aktor tingkat pendidikan )p<0,000+ dan :aktor usia )p<0,001+ Sedangkan :aktor lainnya seperti !enis kelamin, !enis anastesi, prosedur pembedahan, dan status :isik 6S6 tidak berpengaruh terhadap ke!adian

PO$D pada pasien lan!ut usia post operasi )p=0,0%+ Dari hasil u!i multivariate diperoleh nilai RR terbesar adalah faktor tingkat pendidikan yaitu sebesar 14,119, kemudian lama anestesi sebesar 11,704 dan paling kecil adalah 8,231 adalah faktor usia. Dari hasil uji regresi logistic diperoleh persamaan sebagai berikut: Y=-3,646 + 2,108 usia + 2,460 lama anestesi + 2,648 tingkat pendidikan. Dimana, probabilitas pasien untuk mengalami POCD tanpa pengaruh factor tersebut adalah sebesar 2,6%.

B. Saran 1 0epada Direksi Rumah Sakit Sanglah Denpasar (engingat hasil penelitian ini menun!ukkan bah2a :aktor yang berpengaruh dalam penelitian ini yang dapat dimodi:ikasi adalah lama anestesi untuk itu kepada Direksi Rumah Sakit Sanglah agar menekankan kebi!aksanaan penggunaan anestesi yang tidak terlalu lama pada operasi pasien lansia 2 0epada 0epala Ruang IBS Rumah Sakit Sanglah Denpasar Diharapkan kepada pasien lansia yang mengalami operasi agar pasien dilakukan pemberian in:ormasi tentang post operasi dan penatalaksanaan post operasi yang tepat untuk men7egah ter!adinya PO$D 9 0epada Pera2at Ruang IBS Rumah Sakit Sanglah Denpasar

'

Bagi pera2at mengingat bah2a terdapat tiga :aktor yang berpengaruh terhadap ter!adinya PO$D pada pasien lansia, maka diharapkan agar pera2at ruang IBS lebih mengoptimalkan komunikasi, orientasi, dan penga2asan post operasi terutama pada pasien yang memiliki :aktor yaitu lama anestesi lebih dari 2 !am, usia =*0 tahun dan dengan tingkat pendidikan diba2ah S(P . 0epada Peneliti Selan!utnya (engingat bah2a !umlah sampel tiap 1ariabel dalam penelitian ini tidak merata, untuk selan!utnya agar hasil penelitian lebih presentati: diharapkan agar penelitian dilakukan dengan sampel yang lebih homogen terutama dengan melakukan kontrol terhadap beberapa 1ariabel yang tidak berhubungan dalam penelitian ini