Anda di halaman 1dari 10

A.

MATERIALITAS Materialitas mendasari penerapan standard standard auditing yang berlaku umum, terutama standard pekerjaan lapangan dan pelapaoran. Oleh karena itu, materialitas memilki danpak yang mendalam pada audit laporan keuangan. SAS 47, Audit Risk and Materiality in Condu ting an Audit !A"#$%.&'( menyatakan agar mempertimbangkan materialitas dalam ) $. Meren anakan audit %. Menge*aluasi apakah laporan keuangan se ara keseluruhan telah disajikan se ara +ajar sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum.

KONSEP MATERIALITAS ,inan ial A ounting Standards -oard mende.inisikan materialitas sebagai ) -esarnya suatu pengabaian atau salah saji in.ormasi akuntansi yang,diluar keadaan disekitarnya, memungkinkan bah+a pertimbangan seseorang yang bergantung pada in.ormasi tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh pengabaian atau salah saji tersebut. /e.inisi tersebut mensyaratkan auditor harus mempertimbangkan baik ) $. Situasi yang berkenaan dengan entitas. %. 0n.ormasi yang dibutuhkan oleh mereka yang akan bergantung pada laporan keuangan yang diaudit.

PERTIMBANGAN PENDAHULUAN MENGENAI MATERIALITAS Auditor membuat pertimbangan pendahuluan mengenai tingkat materialitas dalam meren anakan audit. 1enilaian ini, seringkali disebut materialitas pern anaan mungkin berbeda dari tingkat materialitas yang digunakan pada penyelesaian audit dalam menge*aluasi temuan audit karena karena ) $. Situasi yang ada di sekitarnya mungkin akan berubah. %. 0n.ormasi tambahan mengenai klien akan diperoleh selama pelaksanaan audit.

/alam meren anakan suatu audit, auditor harus menilai materialitas pada dua tingkat berikut ) 2ingkat laporan keuangan karena pendapat auditor mengenai ke+ajaran meluas sampai laporan keuangan se ara keseluruhan. 2ingkat saldo akun karena auditr menguji saldo akun dalam memperoleh kesimpulan keseluruhan atas ke+ajaran laporan keuangan.

MATERIALITAS PADA TINGKAT LAPORAN KEUANGAN Materialitas laporan keuangan adalah salah saji agregat minimum dalam suatu laporan keuangan yang ukup penting untuk men egah laporan disajikan se ara +ajar sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum. a. Pedoman Kuantitatif 1ada saat ini baik standard akuntansi maupun standard auditing berisi pedoman resmi mengenai pengukuran kuantitati. dari materialitas. -erikut adalah gambaran mengenai beberapa pedoman yang digunakan dalam praktik ) 34 hingga $&4 dari laba bersih sebelum pajak !$&4 untuk laba yang lebih ke il,34 untuk laba yang lebih besar(. 54 hingga $4 dari total akti*a $4 dari ekiutas 54 hingga $4 dari pendapatan kotor Suatu persentase *ariabel berdasarkan mana yang lebih besar antara total akti*a atau total pendapatan b. Pertimban an Kua!itatif 1ertimbangan kualitati. berhubungan dengan penyebab dari salah saji. Salah saji yang se ara kuantitati. tidak material mungkin se ara kualitati. akan material. 6al ini dapat terjadi misalnya ketika salah saji diakibatkan oleh suatu ketidakberesan atau tindakan melanggar hukum oleh klien. 1enemuan atas terjadinya hal 7 hal tersebut dapat mengakibatkan auditor menyimpulkan bah+a terdapat risiko yang signi.ikan akan adanya salah saji tambahan yang serupa.

MATERIALITAS PADA TINGKAT SALDO AKUN Materilaitas saldo akun adalah salah saji minimum yang dapat mun ul dalam suatu saldo akun hingga dianggap mengandung salah saji material. Salah saji hingga tingkat tersebut dikenal sebagai salah saji yang dapat ditolerir.

MANGALOKASIKAN MATERIALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA AKUN " AKUN 8etika pertimbangan pendahuluan auditor mengenai materialitas laporan keuangan dikuanti.ikasi, suatu estimasi pendahuluan mengenai materialitas setiap akun dapat diperoleh dengan mengalokasikan materialitas laporan keuangan pada akun akun indi*idual. 1engalokasian ini dapat dilakukan baik pada akun akun nera a maupun akun akun laporan laba rugi, maka banyak audior membuat alokasi berdasarkan akun akun nera a. /alam membuat alokasi, auditor harus mempertimbangkan ) $. 8emungkinan salah saji dalam akun %. -iaya yang mungkin untuk menguji akun.

B. RISIKO AUDIT Audit Risk and Materiality in Condu ting an Audit !SAS 9os.47 dan '%(, A" #$%.&%, mende.inisikan risiko audit sebagai berikut ) Risiko audit adalah risiko bah+a auditor mungkin tanpa sengaja telah gagal untuk memodi.ikasi pendapat se ara tepat mengenai laporan keuangan yang mengandung salah saji material.

MODEL RISIKO AUDIT Ada tiga komponen risiko audit sebagai risiko ba+aan,risiko pengendalian,dan risiko deteksi. 8onsep risiko audit terutama penting saat auditor mempertimbangkan tingkat yang tepat untuk risiko deteksi ketika meren anakan prosedur audit untuk mengaudit suatu asersi. "ntuk tingkat risiko audit tertentu, terdapat hubungan terbalik antara tingkat risiko ba+aan dan risiko pengendalian yang dinilai atas suatu asersi dan

tingkat risiko deteksi yang dapat diterima oleah auditor untuk asersi tersebut. Oleh karena itu, semakin rendah penilaian risiko ba+aan dan risiko pengendalian, semakin tinggi tingkat yang dapat diterima untuk risiko deteksi.

MENILAI KOMPONEN RISIKO AUDIT Risiko audit dapat digunakan untuk menentukkan tingkat risiko deteksi yang sesuai dan mendukung peren anaan prosedur audit. /alam rangka untuk mengimplementasikan model ini auditor harus memahami .a tor .a tor yang mempengaruhi penilaian risiko ba+aan,risiko pengendalian, dan risiko prosedur analitis. ,aktor .a tor tersebut dibahas diba+ah ini ) a. Ri#i$o Ba%aan Statements on Auditing Standards !A" #$%.%7( mende.inisikan risiko ba+aan sebagai berikut ) :Risiko ba+aan adalah kerentangan suatu asersi terhadap salah saji material, dengan mengasumsikan tidak terdapat pengendalian.; 1enilaian risiko ba+aan memerlukan pertimbangan mengenai hal hal yang mungkin memiliki dampak yang mendalam terhadap asersi asersi untuk semua atas banyak akun dan hal hal yang hanya berkaitan dengan asersi spesi.ik untuk suatu akun spesi.ik 6al hal yang mungkin hanya berkaitan dengan akun akau spesi.ik termasuk ) Akun akun atau transaksi transaksi yang sulit untuk diaudit Masalah akuntansi yang sulit atau diperdebatkan 8erentangan terhadap penyalahgunaan 8ompleksitas penghitungan <uasnya pertimbangan yang berkaitan dengan asersi Si.at,sebab, dan jumlah dari salah saji yang diketahui dan salah saji yang terdeteksi dalam audit sebelumnya Sensiti*itas dari penilian .aktor .aktor ekonomi. b. Ri#i$o Pen enda!ian

Statements on Auditing Standards !A" #$%.%7( mende.inisikan risiko pengendalian sebagai berikut ) :Risiko pengendalian adalah risiko bah+a salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak akan dapat di egah atau dideteksi dengan tepat +aktu oleh pengendalian intern entitas.; Risiko pengendalian adalah suatu .ungsi dari e.ekti*itas pengendalian intern klien. 1engendalian intern yang e.ekti. atas suatu asersi akan mengurangi risiko pengendalian, sementara pengendalian intern yang tidak e.ekti. meningkatkkan risiko pengendalian. Risiko pengendalian tidak dapat ditetapkan nol karena pengendalian intern tidak dapat menyediakan keyakinan yang lengkap bah+a semua salah saji yang material akan di egah atau dideteksi. &. Ri#i$o Ba%aan' Ri#i$o Pen enda!ian' dan Ri#i$o Ke&uran an Salah saji yang mun ul dari pelaporan keuangan yang urang merupakan salah saji yang disengaja atau penghilangan suatu jimlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan untuk menipu para pemakai laporan keuangan. 1elaporan keuangan yang urang mungkin akan melibatkan tindakan tindakan sebagai berikut ) Manipulasi,pemalsuan,atau perubahan atatan akuntansi atau dokumen dokumen pendukung yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan. 0nterpretasi yang salah dalam, atau penghilangan yang disengaja dari kejadian kejadian, transaksi transaksi, atau in.ormasi signi.ikan lainnya dalam laporan keuangan. 1enerapan yang salah se ara sengaja dari prinsip prinsip akuntansi yang berkaitan dengan jumlah,klasi.ikasi, ara pengajian,atau pengungkapan. d. Ri#i$o Dete$#i 1ernyataan Standar Auditing !A" #$%.%7( mende.inisikan risiko deteksi sebagai berikut ) Risiko deteksi adalah risiko bah+a auditor tidak akan mendeteksi salah saji material yang ada dalam suatu asersi. Risiko deteksi dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi dari risiko prosedur analitis dan risiko pengujian terin i.

RISIKO AUDIT PADA TINGKAT LAPORAN KEUANGAN DAN TINGKAT SALDO AKUN 1enilaian tingkat risiko ba+aan dan risiko pengendalian serta tingkat komponen komponen risiko deteksi yang dapat diterima, ber*ariasi untuk setiap akun dan asersi. Seperti di atat sebelumnya, auditor tidak mengendalikan tingkat komponen risiko pengendalian dan risiko ba+aan, dan se ara sengaja mem*ariasikan tingkat risiko deteksi yang dapat diterima se ara terbalik dengan tingkat yang dinilai dari komponen risiko lainnya untuk menjaga agar risiko audit konstan. HUBUNGAN ANTARA RISIKO AUDIT DAN BUKTI AUDIT "ntuk klien tertentu, semakin rendah tingkat risiko audit yang ingin di apai, semakin besar jumlah bukti yang diperlukan. 6ubungan terbalik ini juga berlaku bagi komponen risiko deteksi. "ntuk asersi tertentu, semakin rendah tingkat yang dapat diterima dari risiko prosedur analitis atau risiko pengujian terin i yang ditentukan oleh auditor, maka semakin besar ke ukupan dan kompetensi pengujian substansial yang diperlukan untuk membatasi risiko deteksi keseluruhan pada tingkat tersebut. PERINGATAN AKAN ADAN(A RISIKO AUDIT Se ara periodi , sta. A0C1A dalam berkonsultasi dengan Auditing Standards -oards, menerbitkan peringatan akan adanya risiko audit. 2ujuannya adalah memberikan suatu tinjauan mengenai perkembangan ekonomi baru baru ini kepada auditor, perkembangan pro.essional dan perkembangan peraturan yang mungkin akan mempengaruhi audit untuk klien dalam banyak industry. ). STRATEGI AUDIT PENDAHULUAN Strategi audit pendahuluan bukan merupakan spesi.ikasi mendetail dari prosedur audit yang akan dilaksanakan dalam meneyelasaikan audit. Sebaliknya, strategi ini mempresentasikan pertimbangan pendahuluan auditor mengenai suatu pendekatan audit dan didasarkan pada asumsi asumsi tertentu mengenai pelaksanaan audit. KOMPONEN STRATEGI AUDIT PENDAHULUAN /alam menegmbangkan strategi audit pendahuluan untuk asersi asersi, auditor menspesi.ikasikan empat komponen sebagai berikut )

2ingkat risiko ba+aan yang dinilai 2ingkat risiko pengendalian yang diren anakan untuk dinilai dengan mempertimbangkan ) 7 7 <uas pemahaman mengenai pengendalian intern yang diperoleh 1engujian pengendalian yang dilaksanakan dalam mengukur risiko pengendalian. 2ingkat risiko prosedur analitis yang diren anakan untuk dinilai dengan mempertimbangkan ) 7 7 <uas pemahaman tentang bisnis dan industry yang diperoleh 1rosedur analitis yang akan dilaksanakan yang menyediakan bukti mengenai penyajian +ajar dari suatu asersi. 2ingkat pengujian rin ian yang diren anakan, apabila dikombinasikan dengan prosedur lain, mengurangi risiko audit hingga tingkat rendah yang sesuai. a. Suatu Pende$atan Sub#tantif Utama den an Pene$anan ter*ada+ Pen u,ian Terin&i Menurut pendekatan suatu substanti*e utama yang menekankan pada pengujian terin i, auditor menspesi.ikasikan komponen komponen strategi audit sebagai berikut ) =unakan tingkat risiko prosedur analitis yang diren anakan untuk dinilai pada tingkat yang tinggi. =unakan tingkat risiko pengendalian yang diren anakan untuk dinilai pada tingkat yang tinggi. Ren anakan untuk memperoleh pemahaman minimum mengenai bagian bagian yang rele*an dari pengendalian intern. Ren anakan sedikit, jika ada, pengujian pengendalian.

Ren anakan pengujian substanti*e yang luas atas transaksi dan saldo berdasarkan pada tingkat risiko deteksi yang diren anakan dapat diterima yang rendah. b. Suatu Tin $at Ri#i$o Pen enda!ian -an Dini!ai Lebi* Renda* Menurut pendekatan substanti*e utama yang menekankan pada pengujian terin i, auditor menspesi.ikasikan komponen komponen strategi audit sebagai berikut ) =unakan tingkat risiko prosedur analitis yang diren anakan untuk dinilai pada tingkat sedang atau rendah Ren anakan pengujian pengendalian, mungkin pengujian pengendalian

omputer yang berada dalam system klien Ren anakan pengujian substanti. atas transaksi atau saldo yang terbatas berdasarkan tingkat risiko deteksi yang diren anakan untuk diterima pada tingkat sedanng atau tinggi. STRATEGI AUDIT TAMBAHAN Suatu rangkaian strategi strategi yang mungkin yang melibatkan spesi.ikasi berbeda tentang ) 2ingkat risiko prosedur analitis yang diren anakan untuk dinilai <uas pemahaman tentang bisnis dan industry yang akan diperoleh 8eyakina yang diperoleh dari prosedur analitis ke ukupan dan kompetensi bukti yang disediakan oleh prosedur 2ingkat pengujian substanti. yang diren anakan akan dilaksanakan untuk mengurangi risiko audit hingga pada suatu tingkat rendah yang sesuai. a. Pende$atan Sub#tantif Utama -an Mene$an$an Pada Pro#edur Ana!iti# Auditor menspesi.ikasikan komponen komponen strategi audit sebagai berikut ) Memperoleh pengetahuan yang luas mengenai proses bisnis klien yang rele*an dengan asersi.

Auditor mengantisipasi bah+a dia dapat memperoleh bukti kompoten dari prosedur analitis untuk mendukung suatu penilaian risiko sedang atau rendah dari bukti tersebut. =unakan suatu tingkat risiko pengendalian yang diren anakan untuk dinilai pada tingkat yang tinggi Ren anakan sedikit, jika ada, pengujian pengendalian b. Pene$anan +ada Ri#i$o Ba%aan dan Pro#edur Ana!iti# Auditor menspesi.ikasikan komponen komponen strategi audit sebagai berikut ) Risiko ba+aan dinilai pada tingkat di ba+ah maksimum =unakan tingkat risiko prosedur analitis yang diren anakan untuk dinilai serendahmungkin =unakan tingkkat risiko pengendalian yang diren anakan untuk dinilainpada tingkat yang tinggi Ren anakan untuk memperoleh pemahaman minimum mengenai bagian yang rele*an dari pengendalian intern. Ren anakan sedikit, jika ada, pengujian pengendalian. Ren anakan pengujian substanti*e atas transaksi dan saldo yang lebih sempit sebagai akibat dari pengurangan risiko yang diperoleh dari risiko ba+aan dan prosedur analitis yang lebih rendah.

TUGAS . AUDIT I

OLEH.

KELOMPOK //

ARMAENI MARLINA

0A1// 23 4567 0A1// 23 4587

DIKA SUR(ANI 0A1// 23 4617

9AKULTAS EKONOMI UNI:ERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 52/2