Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Pertumbuhan adalah perubahan ukuran dan bentuk individu serta bertambahnya jumlah sel dan interseluler. Pertumbuhan mengacu pada aspek fisik (kuantitatif), contohnya adalah tinggi badan dan berat badan. Perkembangan adalah perubahan struktur dan kematangan fungsi sel serta bertambahnya keterampilan dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang berbeda namun

berkesinambungan, saling berkaitan, dan sulit dipisahkan. Biasanya perkembangan akan diikuti pertumbuhan sehingga lebih optimal dan tergantung pada potensi biologik seseorang. Banyak faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Faktor- faktor tersebut berasal dari dalam dan dari luar. Faktor yang berasal dari dalam, misalnya gizi, keluarga, umur, jenis kelamin, dan potensi genetik. Sedangkan faktor yang berasal dari luar terbagi menjadi tiga, yaitu faktor prenatal, faktor persalinan, dan faktor pasca persalinan. Dalam proses tumbuh kembang, anak memiliki kebutuhan dasar yang memengaruhi tingkah laku anak. Kebutuhan dasar tersebut adalah kebutuhan fisik-biomedik (asuh), kebutuhan emosi/ kasih sayang (asih), dan kebutuhan stimulasi mental (asah). Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui tentang pertumbuhan dan perkembangan anak normal serta faktor- faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak juga edukasi stimulasi tingkah laku pada anak.

1. 2 Deskripsi Topik Seorang nenek membawa cucunya laki-laki berusia 7 tahun ke dokter gigi dengan keluhan gigi depan bawah telah tumbuh dan ingin dilakukan pencabutan giginya. Menurut anamnesis dengan nenek, cucunya pernah dibawa ke dokter gigi sudah tiga kali saat berusia 4 tahun karena sakit gigi, namun ketiga kunjungan tersebut, anak tidak berhasil dirawat karena anak menolak. Pada saat itu nenek tidak tega memaksa cucunya karena takut membuat trauma. Riwayat sosial: si cucu tinggal dengan kakek dan neneknya karena ayah dan ibunya berada di luar kota sejak anak berusia 3 tahun. Ayah dan ibunya merupakan

pengusaha yang sibuk sehingga jarang menemui anaknya, setahun sekitar 2-3 kali.

Semua pengasuhan anak diserahkan kepada kakek dan

neneknya. Kakek dan nenek

sangat memanjakan cucunya, apa yang diminta cucu pasti dikabulkan. Riwayat kesehatan umumnya diperoleh anak lahir lahir dengan berat badan 2,300 gram, masa gestasi 9 bulan, dan dilahirkan secara operasi. Sejak dua tahun belakangan ini anak sering sakit, hampir setiap bulan anak mengalami batuk, demam atau pilek. Hal ini mungkin karena anak sulit makan, hanya suka ngemil

makanan ringan atau jajan yang manis-manis. Kebiasaan ini menyebabkan banyak gigi anak yang rusak ayam. Pemeriksaan fisik diperoleh: BB: 18 Kg, TB: 114 cm. Pada saat akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter gigi, anak menolak untuk naik ke kursi gigi, namun setelah dibujuk dan dijanjikan akan diberi hadiah oleh neneknya, baru anak mau naik ke kursi gigi. Saat akan diperiksa giginya, anak menolak (tidak mau) dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Walaupun dibujuk oleh dokter gigi dan neneknya, anak tetap tidak mau membuka mulutnya, bahkan berusaha turun dari kursi gigi. Menurut nenek, cucunya takut ke dokter gigi karena sering ditakuti oleh teman sepermainannya yang pernah cabut gigi ke dokter gigi dan merasa sakit. Analisis keadaan pasien anak tersebut. 1.3. Learning Issue 1. Pertumbuhan dan perkembangan anak normal 2. Faktor- faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak 3. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkah laku anak 4. Klasifikasi tingkah laku anak 5. Status gizi anak 6. Edukasi stimulasi tingkah laku pada anak 1.4. Pertanyaan 1. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pasien anak tersebut? Normalkah? 2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tumbuh kembang anak? 3. Bagaimana status gizi pada pasien anak tersebut? 4. Factor-faktor manakah yang membuat pasien anak tersebut sering menderita sakit? Bagaimana cara mencegah hal tersebut? 5. Bagaimana perkembangan psikologis/tingkah laku pasien anak seharusnya bila dihubungkan dengan usia. Sesuaikah tingkah laku pasien anak tersebut dengan usianya? sehingga anak kesulitan makan-makanan yang keras seperti daging atau

6. Faktor-faktor apa saja yang berperan membuat pasien anak tersebut bertingkah laku seperti diatas? 7. Bagaimana klasifikasi tingkah laku pasien anak tersebut menurut Frankl dan Wright? 8. Bagaimana edukasi untuk stimulasi tingkah laku kepada orang tua pasien?

BAB II

Pembahasan 2.1.Pertumbuhan dan perkembangan anak normal PERTUMBUHAN Pertumbuhan pada anak dapat dihitung dari berat badan dan tinggi badannya. Berat badan (BB) merupakan ukuran antropometrik yang terpenting pada setiap kelompok umurnya. Bayi lahir cukup bulan dapat kehilangan BB sebanyak 10% yang akan tercapai kembali berat lahirnya pada usia 2 minggu. Untuk memperkirakan berat badan anak dapat menggunakan rumus dari Behrman : o Berat badan usia 3 12 bulan, menggunakan rumus : Umur (bulan) + 9 = n + 9 2 2 o Berat badan usia 1 6 tahun, menggunakan rumus : ( Umur(tahun) x 2) + 8 = 2n + 8 o Berat badan usia 6 12 tahun , menggunakan rumus : Umur (tahun) x 7 5 = n x 7 - 5 2 Keterangan : n = usia anak 2

Tinggi badan (TB) anak dapat diperkirakan sebagai berikut: o Usia 4 tahun 2 x TB lahir o Usia 6 tahun 1,5 x TB usia 1 tahun Dapat pula menggunakan rumus dari Behram: o Usia 1 tahun 1,5 x panjang lahir o Usia 2-13 tahun (usia dalam tahun) x 6 + 77 1

Untuk kasus pasien anak yang berumur 7 tahun dan mempunyai berat badan 18 kg serta tinggi badan 114 cm dapat dikatakan mempunyai pertumbuhan yang tidak normal karena tidak sesuai dengan rumus yang telah ditetapakan.

PERKEMBANGAN Anak usia 7 tahun sudah mampu untuk diajak berkerja sama, sudah mulai hidup mandiri, mengetahui dampak dari tingkah lakunya dan mengerti apabila diberi penjelasan mengenai sesuatu. Untuk kasus ini, perkembangan anak tidak normal, karena anak terlalu manja dan tingkah laku ini tidak sesuai dengan anak berumur 7 tahun.

2.2.Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tumbuh kembang tersebut, diantaranya2 : 1) Faktor dalam (biologik) Ras/etnik/suku/bangsa Keluarga Umur Jenis kelamin Potensi genetik 2) Faktor luar (lingkungan) A. Faktor prenatal Gizi Mekanis Toksin/zat kimia Endokrin Radiasi Infeksi Kelainan imunologik Kelainan Embrio B. Faktor Persalinan Komplikasi persalinan yang membuat trauma otak dapat mengakibatkan terganggunya tumbuh kembang karena otak merupakan pusat perintah tubuh.

C. Faktor pascapersalinan (pascanatal) Gizi Penyakit bawaan/kronik Lingkungan fisik/kimia Psikologi Endokrin Sosioekonomi Lingkungan pengasuhan Obat dan stimulasi

2.3.Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku anak Masa sekolah (7-12 tahun) Pada masa ini pertumbuhan fisik berjalan terus. Perkembangan gerakan berubah menjadi lebih luwes. Kemampuan berbicara bertambah maju dan perbendaharaan kata bertambah banyak. Lingkungan sosial bertambah luas karena ia bermain dengan temanteman di luar lingkungan keluarganya.Pada masa kanak-kanak, perkembangan yang lebih mudah diamati adalah perkembangan motorik. Yang dimaksud dengan motorik ialah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh. Dalam perkembangan motori unsur-unsur yang berkembang ialah otot, saraf danotak. Ketiga unsur itu melaksanakan masing-masing perannya secarainteraksi positif, artinya unsur-unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, saling melengkapi dengan unsur lainnya untuk mencapai kondisimotoris yang lebih sempurna keadaannya.3

2.4.Klasifikasi tingkah laku anak Ada banyak skala tingkah laku yang tersedia untuk menilai dan mengevaluasi tingkah laku anak setiap kunjungan ke dokter gigi.4 Salah satu sistem klasifikasi tingkah laku anak adalah skala Frankl (Frankl Behavioral Rating Scale) (lihat Tabel 1). Skala ini memisahkan perilaku yang diamati mulai dari jelas negatif ke jelas positif.5 Frankl mengklasifikasikan tingkah laku anak menjadi empat kelompok sesuai dengan sikap anak dan kerjasama atau kurangnya kerjasama selama perawatan gigi.6

Skala Frankl 1. -Jelas negatif. Anak menolak perawatan, menangis kuat, ketakutan, atau bukti lainnya yang jelas menunjukkan sikap negatif yang ekstrem. 2. Negatif. Anak enggan untuk menerima pengobatan, tidak kooperatif, beberapa bukti sikap negatif tetapi tidak diucapkan misalnya cemberut dan menarik diri. 3. + Positif. Anak menerima perawatan, bersedia mematuhi dokter gigi, mengikuti arahan dokter gigi dengan kooperatif. 4. ++ Jelas positif. Anak berhubungan baik dengan dokter gigi, tertarik dengan prosedur perawatan gigi, tertawa, dan menikmati keadaan. Tabel 1. Skala Frankl(Frankl Behavioral Rating Scale) Dalam sebuah studi oleh Wright dan kawan-kawan terhadap anak berusia 5-9 tahun, didapatkan hasil bahwa anak perempuan memiliki kecemasan yang lebih besar dibandingkan anak laki-laki.7 Wright mengklasifikasikan tingkah laku anak berdasarkan kooperatifnya anak menjadi kooperatif dan tidak kooperatif. Tidak kooperatif dibagi menjadi tidak mampu, belum mampu, dan potensi menjadi kooperatif. Potensi menjadi kooperatif diklasifikasikan menjadi uncontrolled behaviour, defiant behaviour, tence cooperative behaviour, timid behaviour, dan whining behaviour. Dalam kasus ini, pasien anak dapat diklasifikasikan menurut teori Frankl dan Wright. Berdasarkan skala Frankl, si pasien anak dapat kita simpulkan termasuk negative (-) karena dalam skenario dinyatakan bahwa pasien anak menolak tidak mau dilakukan perawatan giginya dengan menutup mulutnya, berusaha menolak bahkan berusaha turun dari kursi perawatan. Tingkah laku yang pasien anak tunjukkan sangat sesuai dengan kelompok negatif yang mana pada kelompok ini pasien anak masih enggang menerima perawatan gigi. Berdasarkan klasifikasi menurut Wright, si anak termasuk anak yang berpotensi kooperatif dengan tipe defiant behavior (tingkah laku yang melawan). Hal ini sesuai dengan si anak menolak perawatan dengan mengatakan tidak mau.

2.5. Status gizi anak Gizi yang baik diperlukan dalam proses tumbuh kembang anak. Asupan gizi anak harus diperhatikan sejak pada masa dalam kandungan. Oleh karena itu, gizi ibu hamil sangat penting diperhatikan agar pertumbuhan janin berjalan pesat dan tidak mengalami hambatan serta mencegah kejadian BBLR (Berat Badan Lahir Rendah).8 Bayi yang lahir

dengan berat badan tidak normal dianjurkan diberikan asupan gizi yang baik sampai memasuki usia 2 tahun agar proses pertumbuhannya dapat mencapai batas normal. Dalam skenario pada pemicu 1 Anak mau cabut gigi pasien anak tergolong BBLR. Hal ini disebabkan asupan gizi anak yang kurang pada masa dalam kandungan. Namun hal ini dapat diatasi dengan menjaga asupan gizi anak setelah kelahirannya sampai mencapai usia sekitar 2-3 tahun karena pada masa itulah puncak pertumbuhan pasien anak. Dalam skenario anak tidak tumbuh normal pada usia yang ke-7 dengan berat badan 18 kg dan tinggi 114 cm karena kurangnya pemberian gizi yang optimal.

2.6. Edukasi stimulasi tingkah laku pada anak Stimulasi adalah kegiatan merangsang secara memadai kemampuan dasar anak agar tumbuh dan berkembang optimal sesuai potensi yang dimilikinya. Yang disebut perangsangan yang memadai adalah perangsangan yang dilakukan dengan benar, teratur, dan sesuai kelompok umur anak. Stimulasi pada anak sebaiknya dilakukan oleh orangorang terdekat seperti ayah, ibu, pengganti ibu, pengasuh, pendidik serta anggota keluarga lain karena orang terdekat biasanya akan menunjukkan perilaku baik yang dilandasi kasih sayang.9 Usia terbaik untuk melakukan stimulasi adalah hingga anak berusia 6 tahun. Ada beberapa prinsip dasar dalam melakukan stimulasi pada anak usia dini yang perlu diterapkan yaitu: a) Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang terhadap anak. b) Selalu tunjukkan perilaku yang baik karena anak cenderung meniru tingkah laku orang-orang terdekat dengannya. c) Dunia anak adalah dunia bermain, karena itu stimulasi dilakukan dengan cara mengajak anak bermain, bernyanyi dan variasi lain yang menyenangkan, tanpa paksaan dan hukuman. d) Berikan stimulasi sesuai kelompok umur anak. e) Stimulasi dilakukan dengan cara-cara yang benar, secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak. f) Menggunakan alat bantu/alat permainan yang sederhana, aman dan ada disekitar kita.9 Pada kasus ini peran orang tua sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Baik dari pertumbuhan badan, perkembangan dan tingkah laku anak. Tumbuh kembang anak dapat dipercepat dengan memberinya edukasi stimulasi. Stimulasi dapat merangsang tumbuh

kembang empat aspek kemampuan dasar anak seperti kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan berbahasa, serta kemampuan bersosialisasi (berinteraksi), dan kemandirian.

Kesimpulan Pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipengaruhi oleh faktor kesehatan dan psikologi anak tersebut dan lagipula pertumbuhan dan perkembangan selalu berjalan secara bersamaan seiring perjalanan waktu. Waktu pertumbuhan dan perkembangan yang dimaksud adalah ketika anak tersebut mengalami banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut. Dalam skenario ini faktor keluarga sangat berpengaruh sekali dalam penanganan

tingkah laku anak dengan lingkungan sekitarnya, dan apabila dikaitkan dengan penanganan anak tersebut terhadap menjaga kesehatan gigi, anak tersebut ka butuh edukasi tentang dokter gigi, tetapi orangtuanya tidak memberikan edukasi tentang dokter gigi selama rentang waktu terakhir ketika dia dirawat ketika umur 3 tahun sehingga dia masih mengalami trauma ketika dia dibawa kembali ke praktek dokter gigi ketika umur 5 tahun.

Daftar Pustaka 1.Tikoalu JR. Mengukur Pertumbuhan Anak. <http://Mengukur rspondokindah.co.id...200Anak-Mengukur-Pertumbuhan-Anak-21...>. (30 November 2013). 2.Wicaksono I. Faktor yang Menpengaruhi Tumbuh Kembang Anak. http://irwanwicaksono.blogspot.com/2012/04/faktor-yang-mempengaruhi-tumbuh-kembang.html.(1 Desember 2013. 3.http://www.orangtua.org/2011/05/24/sikap-yang-perlu-dihindari-orang-tua-terhadapanaknya/(1 Desember 2013) 4.Sharath A, Rekka P, Muthu MS, Prabhu VR, Sivakumar N. Childrens behavior management techniques used in a structured postgraduate dental program. Journal of Indian Society of Pedodontic and Preventive Dentistry 2009; 27: 22-6. 5.American Academy of Pediatric Dentistry. Guideline on behavior guidance for the pediatric dental patient. Pediatr Dent 2011; 34(6): 170-82. 6.Shinohara S, Nomura Y, Shingyouchi K, Takase A, Ide M, Moriyasu K et al. Structural relationship of child behavior and its evaluation during dental treatment. Journal of Oral Science 2005; 47(2): 91-96.

7.Rayen R, Muthu MS, Rao C, Sivakumar N. Evaluation of physiological and behavioral measures in relation to dental anxiety during sequential dental visits in children. Indian Journal of Dental Research 2006; 17: 27-34. 8.Soetjiningsih. Tumuh Kembang Anak. 1st Ed. Jakarta: EGC,1995. 9.Marlina I. Stimulasi Efektif Untuk Anak Usia Dini. 18 februari 2011 http://kidzsmile.info/2011/02/stimulasi-efektif-untuk-anak-usia-dini-2/ (1 Desember 2013)

LAPORAN HASIL DISKUSI KELOMPOK


BLOK 3 PERILAKU DAN KOMUNIKASI

PEMICU 1 ANAK MAU CABUT GIGI

Oleh: Kelompok 3

DOSEN PEMBIMBING

Drg. Essie Octiara Sp.KGA Dr. Badai Buana Sp.A FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013/2014

Ketua Sekretaris

: :

Nama Anggota Kelompok Riri Harliani Sihotang Wulandari Gultom Amalia Khoiri Silalahi Intan Permata Sari

: 130600061 130600062 130600063 130600064 130600065 130600066 130600067 130600068 130600069 130600070 130600143 130600142 130600144 130600145 130600146 130600147 130600148 130600149 130600150 130600151 130600152 130600153 130600154 130600155

Maulida Zhalwa Asfia Br. Sebayang Hera Ismayani Sugianto Ahmad Idris Harahap Alfan Dani Siagian Tri Rizki Dewi Chaidhita Bella Purnama Thea M Rizki Fauzi Lubis Iis Rahayu Rizky Azizil Zabar Lubis Bayu Panca Nugraha Rintan Permata Sari Karina Hypatia Nurcahaya S Pakpahan Gilang Dewa Brata Chrisnawati Sinaga Vivian Nora Agnese Putri Pratiwi Muhammad Isra Reskitama Nurul Amalia Anggraini Yudi Setiawan

Kasturri A/p Chellappah Aiyishwariya A/p Sivapalan Claire Renuha Pellai Manoharan Venosha Rajen Harjit Kaur A/p Sarjit Singh

130600156 130600157 130600158 130600159 130600160