Anda di halaman 1dari 14

qwertyuiopasdfghjklzxcvmqwertyuiopas

dfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc
vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert
Laporan Praktikum 4
yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg
Konfigurasi Jaringan
hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbn
mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui
opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjk
lzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopa
Ulfa Isni Kurnia
sdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx
1206536
2F6
cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwe
rtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdf
Fakultas Teknik
ghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvb
Teknik Elektronika
nmrtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiop
Universitas Negeri Padang
asdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklz
2014
xcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqw
ertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas

A. Tujuan
1. Mahasiswa dapat memahami fungsi Supernet pada Jaringan Komputer
2.

Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi netmask untuk membentuk


Supernet

B. Alat dan Bahan


1. Personal Computer
2. LAN Card / NIC
3. Switch / Hub
4. Kabel Ethernet Straiiight / Trought dan Cross Over
C. TEORI SINGKAT
Untuk beberapa alasan yang menyangkut pengembangan jaringan lokal yang
memiliki keterbatasan jumlah IP Address, terutama pada kelas C, network
administrator biasanya melakukan supernetting. Esensi dari supernetting adalah
memindahkan garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu IP
Address. Beberapa bit dari bagian network dialokasikan menjadi bit tambahan pada
bagian bit host. Address beberapa network menurut struktur baku digabung menjadi
sebuah supernetwork. Cara ini menciptakan supernetwork yang merupakan gabungan
dari beberapa network, sehingga menyebabkan jumlah maksimum host yang lebih
banyak

dalam

network

tersebut.

Suatu

supernet

didefinisikan

dengan

mengimplementasikan masking bit (subnet mask) kepada IP Address. Struktur subnet


mask sama dengan struktur IP Address, yakni terdiri dari 32 bit yang dibagi atas 4
segmen. Bit-bit dari IP Address yang ditutupi (masking) oleh bit-bit subnet mask
yang aktif dan bersesuaian akan diinterpretasikan sebagai network bit. Bit 1 pada
subnet mask berarti mengaktifkan masking ( on ), sedangkan bit 0 tidak aktif ( off ).
Sebagai contoh kasus, mari kita ambil satu IP Address kelas C dengan nomor
192.168.1.16. Ilustrasinya dapat dilihat Tabel berikut :

Dengan aturan standar, nomor network IP Address ini adalah 192.168.5 dan nomor
host adalah 16. Network tersebut dapat menampung maksimum lebih dari 254 host yang
terhubung langsung. Misalkan pada address ini akan akan diimplementasikan subnet mask
sebanyak 22 bit 255.255.252.0.( Biner = 11111111.11111111.11111100.00000000 ).
Perhatikan bahwa pada 22 bit pertama dari subnet mask tersebut bernilai 1, sedangkan 10
bit berikutnya 0. Dengan demikian, 22 bit pertama dari suatu IP Address yang dikenakan
subnet mask tersebut akan dianggap sebagai Network bit, sedangkan 10 bit berikutnya
dianggap sebagai Host bit. Bit yang seharusnya merupakan Network Bit pada subnet mask
standar (bit yang dicetak tebal pada gambar) kemudian dijadikan Host Bit, menyebabkan
terjadinya penggabungan beberapa network menjadi supernet. Banyaknya network yang
dapat digabung menjadi supernet dapat dihitung dengan rumus :
2n = 2 2 dimana n adalah bit yang diubah dari 1 menjadi 0= 4
Sehingga rentang alamat supernet yang terbentuk adalah :
192.168.4.0 s.d 192.168.7.255

D. Langkah Kerja
1. Bentuk kelompok praktikum menjadi empat kelompok, masing-masing
kelompok akan membangun sebuah segmen jaringan
2. Siapkab beberapa buah PC yang sudah terpasang NIC, kabel Ethernet straighttrought dan switch/hub.
3. Hubungkan masing-masing PC ke switch/hub menggunakan kabel Ethernet,
sehingga membentuk sebuah segmen jaringan.
4. Setiap segmen network yang dibangun oleh masing-masing kelompok
digabung sehingga membentuk sebuah supernetwork, seperti pada gambar
berikut:

a. Konfigurasilah IP Address dan Subnet Mask pada masing-masing Host.


b. Lakukanlah test koneksi dari masing-masing host ke yang lain dengan
menggunakan command Ping, lalu isi table berikut:

1) Percobaan pertama
NO
1

Uji koneksi(ping)
dari
ke
192.168.5.2

Respon

192.168.5.1

Reply

192.168.5.3

Reply

192.168.6.1

Reply

192.168.6.2

Reply

192.168.6.3

Reply

192.168.7.1

Reply

192.168.7.2

Reply

192.168.7.3

Reply

192.168.8.1

Reply

192.168.8.2

Reply

192.168.8.3

Reply

Analisis :
Dari data diatas bias kita lihat bahwa tidak ada yang terkoneksi, karena itu
disebabkan karena :
IP : 192.168.5.2 /24
11000000 . 10100100. 00000101. 00000010
Nermask : 11111111.11111111.11111111.00000000

255

. 255

.255.

Network: 11000000.10100100. 00000101. 00000010


11111111.11111111.11111111.00000000

AND

11000000.10100100.00000101.00000000
192.168.5.0

+1

Broadcast: 11000000.10100100.00000101.11111111
192

168

. 5

Range : 192.168.5.0 -

192.168.5.255

192.168.5.1 -

192.168.5.254

.255

Host : 28-2=254
Bias konek karena semua netnya berbeda

2) Percobaan 2

NO
1

Uji koneksi(ping)
dari
ke
192.168.5.2

Respon

192.168.5.1

Reply

192.168.5.3

Reply

192.168.6.1

Reply

192.168.6.2

Reply

192.168.6.3

Reply

192.168.7.1

Reply

192.168.7.2

Reply

192.168.7.3

Reply

192.168.8.1

Reply

192.168.8.2

Reply

192.168.8.3

Reply

Analisis :
IP : 192.168.5.2 /23
11000000 . 10100100. 00000101. 00000010
Nermask : 11111111.11111111.11111110.00000000
255

. 255

.254.

Network: 11000000 .10100100.00000101.00000010


11111111.11111111.11111110.00000000

AND

11000000.10100100.00000100.00000000
192.168.2.0

+1

Broadcast:11000000.10100100.00000101.11111111
192

168

. 5

.255

Range :

192.168.2.0 -

192.168.2.255

192.168.2.1 -

192.168.2.254

.
. Sampai

192.168.5.0 - 192.168.5.255
192.168.5.1 - 192.168.5.254

Host : 29-2=510

3) Percobaan 3

NO
1

Uji koneksi(ping)
dari
Ke
192.168.5.2

Respon

192.168.5.1

Reply

192.168.5.3

Reply

192.168.6.1

Reply

192.168.6.2

Reply

192.168.6.3

Reply

192.168.7.1

Reply

192.168.7.2

Reply

192.168.7.3

Reply

192.168.8.1

Tidak Terkoneksi

192.168.8.2

Tidak Terkoneksi
Tidak Terkoneksi

192.168.8.3

Analisis :
IP : 192.168.5.2 /22
11000000 . 10100100. 00000101. 00000010
Nermask : 11111111.11111111.11111100.00000000
255

. 255

.252.

Network: 11000000 .10100100.00000101.00000010


11111111.11111111.11111100.00000000
11000000.10100100.00000100.00000000
192.168.4.0

+1

Broadcast: 11000000.10100100.00000111.11111111
192

168

. 7

.255

Range :

192.164.0.0 192.164.0.1 -

192.164.0.255
192.164.0.254

.
. Sampai

AND

198.168.7.0

198.168.7.255

198.168.7.1

198.168.7.254

Host : 210-2=2046
Dari data range diatas kita bias lihat bahwa IP address 192.168.8.1
-192.168.8.2 - 192.168.8.3 tidak berada di range sehingga tidak dapat tersambung

4) Percobaan 4

NO
1

Uji koneksi(ping)
dari
ke
192.168.5.2

Respon

192.168.5.1

Reply

192.168.5.3

Reply

192.168.6.1

Reply

192.168.6.2

Reply

192.168.6.3

Reply

192.168.7.1

Reply

192.168.7.2

Reply

192.168.7.3

Reply

192.168.8.1

Tidak Terkoneksi

192.168.8.2

Tidak Terkoneksi

192.168.8.3
IP : 192.168.5.2 /21
11000000 . 10100100. 00000101. 00000010
Nermask : 11111111.11111111.11111000.00000000

Tidak Terkoneksi

255

. 255

.252.

Network: 11000000.10100100.00000101.00000010
11111111.11111111.11111000.00000000

AND

11000000.10100100.00000000.00000000
192.168.0.0

+1

Broadcast: 11000000.10100111.11111111.11111111
192

171

. 255

.255

Range :

192.168.0.0 - 192.168.0.255
192.168.0.1

- 192.168.0.254

.
. Sampai

192.171.255.0 -

192.171.255.255

192.171.255.1 -

192.171.255.254

Host : 218-2 = 268288-2=268286


5) Percobaan 5

NO
1

Uji koneksi(ping)
dari
ke
192.168.5.2

Respon

192.168.5.1

Reply

192.168.5.3

Reply

192.168.6.1

Reply

192.168.6.2

Reply

192.168.6.3

Reply

192.168.7.1

Reply

192.168.7.2

Reply

192.168.7.3

Reply

192.168.8.1

Reply

192.168.8.2

Reply

192.168.8.3

Reply

Analisis :
IP : 192.168.5.2/20
11000000.10100100.00000101.00000010
Nermask : 11111111.11111111.11110000.00000000
255

. 255

.240.

Network: 11000000.10100100.00000101.00000010
11111111.11111111.11110000.00000000
11000000.10100100.00000000.00000000
192. 168.0.0

+1

Broadcast: 11000000.10100100.00001111.11111111
192

168

. 23

.255

Range :
1. 192.168.0.0 - 192.168.0.255
192.168.0.1 - 192.168.0.254
2. 192.168.1.0 - 192.168.1.255
192.168.1.1 - 192.168.1.254
3. 192.168.2.0 - 192.168.2.255
192.168.2.1 - 192.168.2.254
4. 192.168.3.0 - 192.168.3.255
192.168.3.1 - 192.168.3.254
5. 192.168.4.0 - 192.168.4.255
192.168.4.1 - 192.168.4.254
6. 192.168.5.0 - 192.168.5.255
192.168.5.1 - 192.168.5.254

AND

7. 192.168.6.0 - 192.168.6.255
192.168.6.1 - 192.168.6.254
8. 192.168.7.0 - 192.168.7.255
192.168.7.1

192.168.7.254

Sampai dengan
192

168

. 23

.255

Host : 212 2 = 4096 2 = 4094


Dari hasil perhitugan diatas dapat kita lihat bahwa IP address yang kita praktik
kan terhubung semua dengan IP address yang kita praktikkan karena termaksud dalam
range.

E. Evalusi Pertanyaan
1. Apa yang dimaksud dengan supernet?
Jawab:
Sebuah supernet dasarnya adalah sekelompok blok jaringan yang lebih kecil
atau subnetwork yang diperlakukan sebagai jaringan tunggal yang besar. Jaringan
pengidentifikasi dalam supernet dapat memungkinkan ukuran jaringan yang akan
disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Dua blok kelas C, misalnya, dapat
menjadi supernetted dengan total lebih dari 500 alamat. Sistem ini juga
memungkinkan rute agregasi, yaitu kelompok informasi routing untuk berbagai
host atau jaringan ke dalam satu rute yang dipersingkat summarized.
2. Bagaimana cara mengimplementasikan teknik supernet untuk menggabung
beberapa network? Misalkan network yang digabung adalah kelas C.
Jawab :
Untuk menggabungkan supernet pada kelas C kita harus menggunakan /23,
/22, /21. Seperti yang telah dilakukan pada praktikum diatas. Untuk /23 terjadi
penggabungan 2 jaringan (21 =2), /22 terjadi penggabungan 4 jaringan (22=4),
dan /21 terjadi penggabungan 8 jarigan (23=8).
3. Diketahui sebuah alamat IP : 200.100.200.100/21.

Tentukan :
Subnetmask
Network Address
Broadcast Address
Apabila alamat tersebut merupakan sebuah alamat host pada sebuah
supernet, buat rincian supernetnya!
Jawab :
IP

: 11001000. 01100100. 11001000. 01100100 (200.100.200.100)

Subnet mask

: 11111111. 11111111. 11111000. 00000000 (255.255.248.0)

Network

: 11001000. 01100100. 11001000. 00000000 (200.100.200.0)

Broadcast

: 11001000. 01100100. 11001111. 11111111 (200.100.207.255)

Range address : 200.100.200.0 200.100.207.255

Rincian supernet:
200.100.200.1 - 200.100.200.255
200.100.201.0 - 200.100.201.255
200.100.202.0 - 200.100.202.255
200.100.203.0 - 200.100.203.255
200.100.204.0 - 200.100.204.255
200.100.205.0 - 200.100.205.255
200.100.206.0 - 200.100.206.255
200.100.207.0 - 200.100.207.254

F. Kesimpulan

Supernetting dilakukan dengan tujuan memperbanyak jumlah host yang dapat


terhubung dalam satu net. Supernetting memindahkan garis pemisah antara bagian
network dan bagian host dari suatu IP address. Dengan mengalokasikan beberapa bit
pada bagiannetwork menjadi bit tambahan untuk bagian host, sehingga subnet
menjadi sebuah supernetwork yang bisa memperbanyak jumlah host yang bisa
terkoneksi.