Anda di halaman 1dari 4

I.

Penyakit-penyakit yang menyebabkan benjolan dileher Limfoma hodgkin limfoma malignan dengan adanya sel-sel Reed Stermberg. Sel RS berasal dari jalur limfoid B dan sering kali berasal dari sel B. o Epidemiologi : terjadi pada berbagai usia tetapi jarang terjadi pada anak-anak. Insiden puncak pada dekade ketiga dan orang tua. Pria : wanita = 2:1 o Gejala klinis : a) Pembesaran kelenjar getah bening superfisial yg tdk nyeri, tdk nyeri tekan, asimetris, padat, berbatas tegas dan kenyal. Kelenjar getah bening leher terkena pada 60-70% pasien, kelenjar axilla pd 10-15%, inguinal 612%. Biasanya mula-mula terlokalisir pd 1 regio kel. Getah bening perifer dan penyebaran selanjutnya melalui sistem limfatik. b) Pd 50% pasien trjd splenomegali klinis slma perjalanan penyakit. c) Pd saat berobat ditemukan keterlibatan mediastinum pada beberapa pasien. Ini adalah suatu gambaran tipe sklerosis nodular khususnya pd wanita muda disertai dgn efusi pleura atau obstruksi vena cava superior. d) Pd sekitar 10% pasien penykit hodgkin kulit sebagai komlikasi lanjut e) Gejala konstitusional menonjol , seperti demam 30% pasien bersifat kontinue atau siklik, pruritus 25%, nyeri yang diinduksi alkohol pd beberapa pasien di daerah timbulnya penyakit. BB turun, berkeringat sangat bnyak terutama pd malam hari, kelemahan, fatig, anoreksia, kakeksia. o FR dari IPD : imunodefisiensi, agen infeksius, paparan lingkungan dan pekerjaan, diet ( meningkat pd orng yng mengkonsumsi makanan tinggi lemak hewani)

dan paparan lainnya seperti merokok dan terkena paparan UV. Klasifikasi penyakit hodgkin dan limfoma menurut stadium Ann Arbor Cotswell: 1. Stadium I : penyakit mengenai 1 regio KGB yng terletak diatas atau dibawah diafrgma atau 1 organ atau letak ektralimfatik( IE) 2. Stadium II : penyakit mengenai lbh dri 2 regio yng berdekatan atau 2 regio yng letaknya jauh pd 1sisi diafrgma dgn 1 atau lebih regio KGB disis yng sama pd diafragma ( IIE) 3. Stadium III: penyakit diatas dan di bawah diafragma tetapi terbatas pd KGB dan ditambah dgn organ atau tmpat ektralimfatik (IIIE) atau limfa (IIIES) 4. Stadium IV : keterlibatan difus atau diseminata pd 1 atau lbh organ atau jar. Ektralimfatik sprti sum2 tulang atau hati . Pengobatan Radioterapi: dosis 4000 rad (40 Gr)mampu menghancurkan jaringan hodgkin KGB pada pengobatan sekitar 80 % Kemoterapi : kemoterapi siklik digunakan untuk penyakit stadium III dan IV dan untuk pasien pasien stadium dengan I dan II yang mempunyai penyakit dengan massa besar, gejala gejala tipe B, atau telah mengalami relaps setelah radioterapiawal. Yang paling sering digunakan adriamycin, bleomisin, vinblastin dan dakarbazin (ABVD) Prognosis

II.

Harapan hidup lima tahun rata rata berkisar dari 50 % sampai lebih dari 90% bergantung pada usia, stadium, dan histologi. o Komplikasi Non malignan mencakup sterilitas (penyimpanan air mani harus dilakukan sebelum menjalankan terapi), komplikasi intestinal, infrak miokard dan komplikasi paru atau jantung lainnya akibat radiasi mediastinum dan kemoterapi.(hematolohi selekta kapita Limfoma Non Hodgkin Ialah kelompok keganasan primer limfosit yang berasal dari limfosit B, limfosit T dan kadang dari NK sel yang berada dalam sistem limfe. Etiologi: idiopatik FR : sama dgn hodgkin Epidemologi: indonesia urutan ke 6. Gejala klinis: 1. Limfadenopati superfisial. Sebagian besar pasien datang dengan pembesaran kelenjar getah bening asimetris yang tidak nyeri pada satu atau lebih regio kelenjar getah bening perifer. 2. Gejala konstitusional. Demam, keringat pada malam hari, dan penurunan BB lebih jarang terjadi dibandingkan dengan hodgkin. 3. Gangguan orofaring. Pada 5-10% pasien, terdapat penyakit di struktur limfoid orofaringeal (cincin waldeyeraa) yang dapat menimbulkan timbulnya keluhan sakit tenggotok atau napas berbunyi atau tersumbat. 4. Anemia, netropenia dengan infeksi atau trombositopenia dengan purpura mungkin merupakan

gambaran pada penderita penyakit sumsum tulang difus. 5. Penyakit abdomen. Hati & limpa seringkali membesar dan kelenjar getah bening retroperitoneal atau mesennterika terkena. 6. Organ lain. Kulit, otak, testis atau tiroid sering terkena. Penegakkan diagnostik ; Anamnesis : umum pemebsaran KGB dan malaise umum ( BB menurun 10% dlm wktu 6 bln, demam tinggi 38 derajat C dlm 1 mnggu tanpa sebab, keringat malam) , anemia , organ misalnya lambung dan nasofaring yng terg3 dan penggunaan Diphantoine Anamnesis khusus : penyakit autoimun sprti SLE sjogreen, reuma, kelainan darah, penyakit infeksi seperti ( toxoplasma, mononukleosis, TB, cakar kucing) Laboratorium : hitung darah lengkap : laki2 : 4,7-6,1 perempuan 4,2-5,2 Hb : laki 13,4-17,6 perempuan 12,0- 15,4, limfosit 15-45%, leukosit 4000-10000 Biopsi : biopsi KGB dilakukan hanya satu kelenjar yang paling representatif, superfisial, dan perifer. Untuk menentukan : diagnosis, sifat tumor (jinak, ganas, karsinoma in situ), derajat diferensiasi sel (G1_diferensiasi baik, G2_diferensiasi sedang, G3_diferensiasi jelek, G4_tanpa diferensiasi), stadium penyakit. Cara biopsi biopsi insisis (mengambil sebagian kecil jaringan tumor padat dengan pisau), biopsi eksisi (mengambil seluruh tumor secara eksisi), biopsi truncut (mengambil sebagain jaringan tumor dengan alat biopsi khusus berbentuk jarum besar yang dapat mengambil & memotong jaringan tumor), biopsi aspirasi dengan jarum (mengambil sebagain kecil

jaringn tumor dengan cara disedot meggunakan jarum yang ditusukan ke dalam jaringan tumor) Aspirasi sumsum tulang (BMP) dari 2 sisi spina iliaca Radiologi: rutin(toraks foto PA dan lateral, CT scan seluruh abdomen) khusus (Ct scan torak, USG abdomen, limfografi) Konsultasi THT : bila cincin waldeyer terkena, dilakukan gastroskopi atau foto saluran cerna dengan kontras Cairan tubuh lain : cairan plaura, asites, cairan serebrospinal jika dilakukan punksi/aspirasi diperiksa sitologi dengan cara cytospin, di samping pemeriksaan rutin lainnya. Subtipe spesifik limfoma non hodgkin ; Limfoma limfositik, limfoma limfoplasmasitoid, limfoma sel selubung, limfoma folikuler, limfoma zona marginal, limfoma burkit, limfoma sel B besar difus, limfoma limfoblastik. Perbedaan antara keduanya yaitu histopatologi (patofisiologi sylvia price) III. Limfoma burkit Ialah korelasi limfomatosa leukimia limfoblastik akut L3 dan terjadi dalam bentuk endemik atau sporadik. Epidemologi : endemik di Afrika, ditemukan pada daerah terpajan malaria yang kronik, ditemukan pada anak dan datang dengan limfadenopati masif pada rahang bawah Etiologi : ebstein bar virus Ca tiroid Etiologi : 1. Kenaikan sekresi hormon TSH dari kelenjar hipofisis anterior disebabkan berkurangnya sekresi hormon T3 dan T4 dari kelenjar tiroid oleh intake yudium 2. radiasi ion pada leher terutama anak anak yang mendapat terapi radiasi di leher & mediastinum

IV.

3. faktor genetik Klasifikasi ca tiroid a. Whell diferential ca (75%) 1. Adenocarsinoma papilertumbuh lambat, biasanya terdapat pada usia <40thn, gambaran histopatologi (ditemukannya struktur papiler dari sel sel ganas yang uniform baik ukuran maupun intinya), penyebaran melalui sistem KGB dan bermetastase jauh ke paru paru dan tulang 2. Adenocarsinoma folikulertrdapat pada semua umur tapi lbh byk pd usia >40 thn & lbh sering unilateral drpd bilateral, gambaran histopatologi(memperlihatkan struktur sel tiroid yang merupakan folike folikel), penyebaran melalui sistem pembuluh darah dan bermetastasis jauh ke paru paru, tulang dan alat viseral laninnya spt hepar b. Undiferentiated ca (20%) ca anaplastikperjalanan penyakit cepat dan biasanya fatal, dalam beberapa minggu sdh menyebabkan keluhan keluhan akibat penekanan dan invasi ca, gambaran histopatologi (terdiri dari anaplastik spindle yang giant cell atau small cell. c. Ca meduler (4%) Ditemukan pada usia tua (50-60 tahun), bersifat familial dan herediter, penyebaran melalui sistem getah bening d. Tumor ganas lainnya (1%) Sarkoma, limfoma, karsinoma epidermoid, metastasis dan teratoma melignum. Stadium klinik

I. A(unilateral), B (multifokal/bilateral) II. A(unilateral lymphnonodes), B(billateral/mediastinal) III. Local invasion IV. Distant metastase Pengobatan I. Pembedahan II. Non pembedahan a. Radiasi internal dengan J (131) b. Radiasi eksternal dengan Co 60 dengan dosis total 4000-5000 rad. Terutama untuk jenis anaplastik c. Kemoterapi. Sitostatika yang dipakai:vineristin, adriablastin, ciosplatinum d. Hormonaldigunakan sbg terapi suplemen atau supresi terutama untuk tipe papilerfolikuler, juga untuk mengobati hipotiroidisme padatipe lain. Prognosis 60% untuk karsinoma folikuler 74% untukkarsinoma papiler 82%untuk karsinoma tipe campuran

Kelenjar limfe yang nyeri tekan menyarankan adanya peradangan, kelenjar limfe yang keras seperti karang menandakan adanya tumor dan kelenjar limfe yang keras seperti karet, melekat satu sama lain, menyarankan adanya limfoma. Kelenjar limfe yang lunak, tidak nyeri, dan teraba dapat menunjukkan adanya infeksi atau teraba secara kebetulan.