Anda di halaman 1dari 24

LAMPIRAN 2 PEDOMAN SISTEM KESELAMATAN KERJA PROGRAM STUDI PETRO DAN OLEOKIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA

I.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM DAN KHUSUS A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mempelajari Pedoman Keselamatan Kerja ini diharapkan mahasiswa lebih dapat meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja khususnya di Laboratorium baik di Laboratorium Kimia Dasar maupun Laboratorium Operasi Teknik Kimia. B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mempelajari Pedoman Keselamatan Kerja ini diharapkan mahasiswa dapat: 1. Menerapkan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja khususnya di laboratorium Jurusan Teknik Kimia 2. Melaksanakan Tujuan dan Sasaran Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium. 3. Melaksanakan Penerapan K3 yang berkaitan dengan penggunaan bahanbahan praktikum khususnya bahan Kimia Beracun dan Berbahaya. 4. Menjalankan dan melaksanakan Penerapan K3 khususnya yang berkaitan dengan penggunaan peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

II.

URAIAN LATAR BELAKANG, PENGERTIAN, TUJUAN DAN SASARAN K3 A. Latar Belakang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sejarah revolusi industry member dampak terhadap pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Hal ini ditandai dengan diberlakukannya Undangundang Works Compensation Law di Amerika Serikat pada tahun 1911. Dimana disebutkan bahwa tidak memandang apakah kecelakaan terjadi akibat kesalahan si korban atau tidak, yang bersangkutan akan mendapat ganti rugi jika terjadi dalam pekerjaan. WH. Heinrich dalam bukunya yang terkenal Industrial Accident Preventiom tahun 1931 yang berisi tentang peraturan perundang-undangan yakni gerakan keselamatan kerja. Di Indonesia, peraturan keselamatan kerja ini sudah dimulai sejak zaman Belanda yaitu syarat keselamatan kerja bagi pesawat uap (ketel uap) oleh Veiligheid Reglement tahun 1910 Stbl. No. 406, Stoom Ordonnantie tahun 1930 Stbl. No. 225. Setelah zaman kemerdekaan Negara Indonesia pada tahun 1970 berhasil dibuat undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja yang

merupakan pengganti Veiligheid Reglement tahun 1910 berupa perubahan mendasar antara lain: a. Bersifat Preventiv b. Memperluas ruang lingkup c. Selain menitik beratkan pada alat produksi juga terhadap manusianya. Perkembangan tersebut adalah sebagai awal pikiran dasar tentang keselamatan dan kesehatan kerja dimana dipahami bahwa kecelakaan kerja dapat terjadi karena terdapatnya suatu sebab dan sebagian besar penyebab terjadinya kecelakaan kerja dapat dihilangkan dan dikendalikan dengan melakukan upaya yang tepat. B. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja : 1. Keselamatan dan kesehatan kerja secara filosofi adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keadaan, keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani serta karya dan budaya yang tertuju pada kesejahteraan manusia pada umumnya dan tenaga kerja pada khususnya. 2. Keselamatan dan kesehatan kerja secara keilmuan adalah suatu cabang ilmu pengetahuan dan penerapannya yang mempelajari tentang cara penanggulangan kecelakaan kerja ditempat kerja. 3. Keselamatan dan kesehatan kerja secara praktis aadalah merupakan suatu upaya perlindungan agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan ditempat kerja serta begitu pula bagi orang lain yang memasukitempat kerja maupun sumber dari proses produks dapat secara aman dan efisien dalam pemakaiannya. 4. Beberapa istilah yang digunakan: i. Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki yang dapat menimbulkan kerugian harta benda atau korban manusia termasuk penyakit akibat kerja. ii. Aman/Selamat adalah bebas dari malapetaka(bahaya) iii. Tindakan berbahaya adlah perbuatan yang menyimpang dari tata cara atau prosedur aman iv. Kondisi berbahaya adalah keadaan lingkungan kerja yang memberikan kemungkinan terjadinya kecelakaan. v. Kerja yang dimaksud adalah kegiatan praktikum bagi mahasiswa vi. Produksi yang dimaksud selain alat proses juga diharapkan kemampuan manajemen laboratorium untuk menyiapkan lulusan Jurusan Teknik Kimia cakap di bidangnya. C. Tujuan dan sasaran Keselamatn dan Kesehatan Kerja Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja: a. Agar tenaga kerja dan setiap orang lain yang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat. b. Agar sumber-sumber produksi dapat dipakai dan digunakan secara efisien.

c. Agar proses produksi dapat berjalan secara lancer tanpa hambatan apapun. Sasaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Mencegah, mengurangi kecelakaan, bahaya peledakan dan kebakaran Mencegah, mengurangi timbulnya penyakit akibat kerja Mencegah dan mengurangi kematian, cacat tetap dan luka ringan Mengamankan material bangunan, mesin pesawat bahan dan alat kerja lainnya Meningkatkan produktivitas Mencegah pemborosan tenaga kerja dan modal Menjamin tempat kerja sehat dan aman Memperlancar, meningkatkan dan mengamankan sumber dan proses produksi.

III.

PERLENGKAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Umumnya efisiensi dari setiap peralatan industry dapat dinilai dari ukuran baku kebersihan serta kerapiannya. Khusus dalam industry kimia, pengaturan rumah tangga industri yang kurang baik akan merupakan tantangan bagi keselamatan. Seorang operator kimia yang membiarkan tempat kerjanya kotor dan tidak rapi menciptakan bagi dirinya dan orang lain. Apabila ia memberikan lorong-lorong tempat lalu lalang terhalang atau kotor, ia dapat menyebabkan seseorang yang melalui lorong tersebut tersandung dan jatuh. Jika ia lalai membersihkan cairan yang tercecer, akibat yang akan timbul ialah bahaya api atau juga menyebabkan seseorang tersandung dan jatuh. Barang-barang tidak boleh diletakkan dibawah penyemprot keselamatan (safety showers) ataupun menghalangi jalan perangkat pemadam kebakaran. Beberapa operator kimia menyadari bahwa menjaga kebersihan dan kerapian perlu dilakukan pula olehnpara operator yang lain, sehingga peraturan rumah tangga industry merupakan bagian yang terpadu dari seluruh operasi-operasi kimia. Operasi harus dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat meminimumkan kebutuhan untuk membersihkan setelah suatu pekerjaan selesai dilakukan. Perlu diingat bahwa ahli-ahli kimia senior pun apabila bekerja dilaboratorium harus membersihkan serta merapikan kembali perlengkapan yang digunakannya. 1. Pakaian dan Perlengkapan Pelindung Pakaian dan perlengkapan pelindung untuk keperluan perlindungan pada saat kerja umumnya tersedia dalam berbagai bahan. Operator yang akan melakukan operasi kimia harus minta saran pada pengawasnya, tipe mana yang tepat digunakan untuk operasi yang akan dilakukannya. Perlu diingat bahwa seorang operator kimia berhak menolah suatu pekerjaan, apabila pakaian serta perlengkapan pelindung yang tepat tidak tersedia. Dengan perkataan lain hal ini merupakan tanggung jawab pengawas untuk menjamin

pakaian dan perlengkapan pelindung tersedia untuk digunakan pada saat diperlukan. The Health and Safety at work Act menyatakan bahwa pakaian beserta peralatan untuk keselamatan tersebut diberikan dengan cumaa-Cuma kepada para karyawan apabila dibutuhkan. 2. Topi Pengaman Topi yang lembut baik dari plastik maupun dari kulit memberikan perlindungan terhadap percikan-percikan bahan kimia, terutama apabila bekerja dengan pipa-pipa yang letaknya lebih tinggi daripada kepala, maupun tangki-tangki, peralatan penukar panas serta peralatan-peralatan lain yang dapat bocor. Topi yang diperkuat dengan logam ataupun dilaminasi dengan plastik maupun dengan bahan-bahan lainnya tahan terhadap benturan yang diakibatkan oleh benda jatuh, topi ini harus dipergunakan untuk pekerjaanpekerjaan yang peralatannya terletak lebih tinggi daripada kepala (pemasangan topi secara tepat akan memberikan perlindungan yang maksimum). 3. Masker Debu Beberapa tipe kini tersedia, semuanya memberikan perlindungan terhadap debu-debu berbahaya yang dapat masuk ke hidung. Lapisan penyerap khusus ditutup dengan suatu piringan logam yang berlubang atau dipasang pada cetakan wajah yang terbuat dari karet. Lapisan penyerap dapat diganti secara teratur dan cetakan dapat dibersihkan setelah digunakan. Sangat perlu diingat bahwa masker debu tidaa dapat memberikan perlindungan terhadap gas. 4. Masker Udara Masker udara yang paling umum digunakan ialah tipe masker gas untuk tentara yaitu suatu cetakan wajah yang terbuat dari karet dengan dua lubang mata dikenakan pada wajah dan dipererat dengan tali pengikat elastic yang mengelilingi kepala. Udara diisap melalui selang fleksibel dan sebuah katub tak dapat kembali yang terdapat didepan mulai dan terhubung dengan sebuah tabung yang terikat dibadan. Udara dikeluarkan melalui ruang antara pipi dengan sisi masker dari karet tersebut. Tabung mengandung bahan penyerap yang sesuai dengan kondisi ruangan yang dimasukinya dan karenanya merupakan suatu hal yang sangat penting dan vital untuk membedakan penggunaan bahan-bahan penyerap secara tepat. Untuk itu tabung harus diperiksakan kepada pengawas. Lama pakai dari bahan penyerap sangat terbatas dan mudah mengalami kerusakan, oleh karena itu jika diduga masker bocor segeralah tinggalkan daerah yang tercemar tersebut. Untuk perlindungan yang lebih lama, terdapat beberapa masker sejenis yang mendapatkan suplai udara dari suatu lini atau silindir yang berisi udara yang dimampatkan ataupun dari peniup udara yang digerakkan dengan tangan maupun listrik (ditempatkan diudara segar). Masker tipe tabung membuat

pemakainya amat leluasa bergerak sedangkan masker yang dihunbungkan dengan peniup udara tidak membuat pemakainya leluasa bergerak. Bahayanya apabila saluran udara tersumbat, terpotong ataupun pemakainya tersandung oleh saluran tersebut. 5. Pelindung Kaki Sepatu-sepatu dan sepatu-sepatu boot untuk keselamatan kerja dilengkapi dengan pelindung dari baja, memiliki penampilan baik dan nyaman dipakai. Sepatu-sepatu tersebut diberikan dengan Cuma-Cuma atau dapat dibeli dengan harga yang ringan. Sepatu-sepatu biasa tidak sesuai dikenakan karena sepatu-sepatu tersebut memiliki daya tahan yang kecil terhadap bahanbahan kimia ataupun terhadap benda jatuh. Bunga api yang berasal dari ujung sepatu boot merupakan sumber berbahaya. Sepatu boot dari karet kedap air dan tahan terhadap hamper semua bahan kimia yang bersifat korosif, namun sepatu ini dapat bereaksi dengan pelarut-pelarut organic. Pengawas anda akan memberikan saran alas kaki mana yang tepat digunakan untuk suatu pekerjaan tertentu. 6. Pelindung Mata Perlindungan mata terhadap percikan-percikan bahan kimia dilakukan dengan kacamata pengaman, kacamata debu, pelindung wajah, pelindung mata dari kaca dengan berklep (visor) atau masker. Kacamata dengan kaca yang diperkuat memberikan perlindungan paling rendah namun memiliki keuntungan yakni dapat digunakan pada waktu yang lebih lama tanpa terasa tidak nyaman. Beberapa kacamata dilengkapi pelindung plastic pada bagian sisinya untuk memberikan perlindungan tambahan. Pelindung wajah yang dikelilingi dengan pelindung plastic dipasang erat-erat pada wajah tepatnya disekitar mata, pelindung ini berguna tidak hanya untuk melindungi terhadap percikan bahan kimia tetapi juga terhadap adanya debu serta gas yang dapat mempengaruhi mata. Pelindung wajah dan pelindung mata dengan kaca berklep memberikan perlindungan menyeluruh terhadap percikan-percikan atau bunga api dan meskipun alat tersebut cenderung beruap pada kondisi tertentu namun hal ini masih dapat ditangani dengan penyeka uap. Ingatlah bahwa mata TIDAK dapat diganti. 7. Sarung Tangan Beberapa bahan kimia bersifat korosif terhadap kulit atau dapat bersifat racun apabila terserap oleh kulit. Sarung tangan tersedia dari bahan karet, plastic karet ataupun asbes masing-masing untuk tipe-tipe spesifik dari operasi kimia. Pengguna sarung tangan kulit sebaiknya bersifat kasar pada kulit dan sarung tangan karet tahan terhadap asam dan basa namun tidak sesuai untuk beberapa pelarut. Sarung tangan dari plastic (PVC) memberikan perlindungan yang baik terhadap sebagian besar bahan kimia, tetapi cenderung menyebabkan tangan gerah dan berkeringat.

Apapun tipe sarung tangan yang dikenakan, yang penting adalah membuatnya tetap dalam keadaan baik. Hal itu dilakukan dengan pemeriksaan secara teliti dan pembersihan setelah digunakan. Bocor sebesar lubang rum pun tidak dapat diabaikan karena dapat memberikan kesempatan masuknya sejumlah bahan korosif atau bahan beracun yang dapat menyebabkan luka. Sarung tangan karet atau plastik dapat diisi dengan air untuk memeriksa adanya kebocoran. Setelah pakaian pengaman tersedia dalam berbagai bahan contohnya plastik dan karet. Di desain untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap tubuh. Pakaian tersebut terdiri dari jaket dengan bagian tepi bertumpuk, berkancing tekan ataupun kancing kait serta sepotong celana panjang dengan panjang sebatas betis diatas sepatu boot karet. Topi baja (kerudung kepala) dilengkapi dengan udara yang berasal dari peniup udara, sebuah pompa yang dioperasikan secara mekanik ataupun dengan tangan atau dari sebuah silinder berisi udara yang dimampatkan yang diikatkan pada punggung. 8. Krem Pelindung Krem-krem atau lotion khusus melindungi tangan dengan mencegah terjadinya kontak langsung bahan kimia dengan kulit. Efektif untuk menghindarkan terjadinya peradangan kulit ataupun infeksi-infeksi kulit lainnya. Terdapat dua tipe utama: penolak air atau penolak minyak. Kini tersedia krem yang dapat menolak air maupun minyak. Diperlukan keterangan dalam penggunaannya karena beberapa tipe pada kondisi tertentu dapat meningkatkan secara nyata risiko terhadap infeksi kulit. Banyak operator yang berpikir bahwa semua krem untuk melindungi kulit terbatas. Dalam beberapa hal, mencuci tangan secara teratur dengan sejumlah air dan sabun merupakan pencegahan terhadap luka pada kulit. 9. System Tekanan Peralatan yang dioperasikan dengan tekanan di desain khusus untuk menahan tekanan dan dilengkapi dengan katup pengaman atau katup pembuka tekanan atau dengan piringan pembuka untuk mencegah kelebihan tekanan didalamnya. Safe Working Pressure (SWP) secara jelas telah membatasi peralatan dan yang penting tekanan tidak boleh melebihi ketentuan yang ada. Meter pengukur tekanan harus diamati secara teratur. Sebelum memberikan tekanan pada system keadaan seluruh katupkatup harus diperiksa dan semuanya dikerjakan oleh manusia, flens, tutup dan lain-lain harus disekrup agar aman dengan menggunakan seluruh penjepit ataupun mur yang telah disediakan. Pada saat membuka suatu system bertekanan, pastikan bahwa seluruh tekanan telah dikeluarkan melalui lubang pengeluaran yang semestinya. Hal ini penting untuk menghindarkan risiko tersemprot bahan kimia yang terdapat didalamnya atau keluarnya uap-uap yang mudah terbakar atau berbahaya dan

juga untuk mencegah luka karena ledakan. Pancaran dari udara yang dimampatkan dapat mengandung debu atau pasir yang dapat menyebabkan luka apabila bergerak dengan kecepatan tinggi. Udara sendiri kini diketahui dapat membunuh manusia apabila disuntikkan ke dalam aliran darah. 10. Cara-cara Aman Menggunakan Peralatan Listrik Jangan mengutik-ngutik perlengkapan maupun perlengkapan listrik apapun kecuali jika anda seorang ahli listrik dan mendapat izin untuk melakukannya. Coba seluruh rangkaian dalam keadaan hidup sampai terdapat tanda mati. Tunjukkan pada pengawas anda jika ada kabel berarus listrik yang tidak terlindung. Laporkan kerusakan-kerusakan pada perlengkapan listrik kepada pengawas anda. Gunakan hanya lampu listrik baku yang portable. Berikan selalu peringatan untuk tetap menjaga lampu dalam keadaan kering dan apabila lampu-lampu tersebut ternyata basah karena cairan ataupun uap, kembalikan untuk diperiksa. Pastikan bahwa tidak aka nada kemungkinan bagi perkakas ataupun alat untuk membentur dan merusakkan kawat atau benda-benda listrik. Gunakan hanya lampu senter bertegangan rendah yang baku untuk keperluan pemeriksaan. Steker pada ujung akhir dari kabel yang fleksibel hanya boleh dimasukkan ke soket bertegangan rendah yang tepat. Apabila menggunakan peralatan listrik portable, yang tidak dalam keadaan baik jangan tancapkan stekernya ke soket. Hati-hati, kabel fleksibel tidak boleh terinjak dan hati hati terhadap bahaya tersandung. Kabel untuk lampu-lampu serta perkakas listrik portable, sedapat mungkin diletakkan atau ditempatkan pada suatu posisi tertentu yang jaraknya paling sedikit tujuh kaki dari lantai, plattorm atau tempat kerja. Pada setiap bejana ataupun tempat dimana terdapat suatu bahaya udara yang mudah terbakar, yang boleh dipergunakan hanyalah lampu senter tahan api yang telah mendapat izin penggunaan maupun lampu senter yang pada hakikatnya aman dipergunakan. Dalam mempergunakan switch, starter ataupun kotak sekering semuanya harus bebas dari kerusakan. Gunakan perkakas dan perlengkapan listrik hanya dari tempat penyimpanan dan telah mendapat izin untuk dipergunakan. Penyalur arus listrik sebaiknya berupa kawat dengan warnawarna bau hidup, cokelat, netral, biru, tanah, hijau dan kuning. Kawat-kawat yang berwarna lain pada peralatan-peralatan yang tua ataupun peralatan impor sebaiknya diganti. 11. Cara menggunakan alat Pemadam Kebakaran di Jurusan Teknik Kimia Alat pemadam kebakaran di Jurusan Teknik Kimia telah disiapkan dimasing-masing laboratorium sehingga diharapkan bagi mahasiswa dan staf di Jurusan dapat menggunakannya dengan baik. Adapun Gambar sebagai berikut :

Sumber kebakaran berdasarkan bahan : 1. Kayu, kertas dan tekstil 2. Bensin, tinner dan solar 3. Korsleting listrik Petunjuk penggunaan : 1. Lepaskan kunci pengaman 2. Lepaskan penutup selang dan arahkan ujungnyaa pada sumber kebakaran dengan menekan pengatupnya Yang perlu diperhatikan : Lama semprot sekitar 18 detik Jarak semprot 5-7 meter Bahan pendorong gas N2 Pastikan jarum penunjuk tekanan pada posisi zona Hijau

IV.

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM KIMIA DASAR A. Praktikum Campuran Binner 1. Gunakan jas praktikum dan alat pelindung lain 2. Tutuplah reactor setiap komposisi campuran sebelum didestilasi, karena aseton dan kloroform mudah menguap dan mudah terbakar 3. Berhati-hatilah dalam bekerja karena peralatan yang digunakan relative kecil dan mahal 4. Gunakan penangas air pada waktu mendistilasi campuran B. Praktikum Kelarutan Zat (Diagram Terner) 1. Untuk menjaga dan melindungi anggota badan terhadap percikan bahan kimia, gunakan jas praktikum dan kacamata pelindung karena asam asetat yang digunakan cukup pekat, percobaan dapat dilakukan di lemari asam. 2. Jika ada masker gunakan masker karena asam asetat cukup berbau dan spesifik 3. Bahan buangan dibuang pada tempat pembuangan bahan kimia organic. C. Praktikum Pengaruh Konsentrasi dan Suhu terhadap Kecepatan Reaksi

1. Larutan HCl bersifat korosif dan dapat mengiritasi, jika bahan tersebut mengenai kulit dapat menyebabkan luka dan jika terhisap dapat menyesakkan pernapasan 2. Pemipetan larutan tersebut harus dilakukan dilemari asam dan gunakan pipet yang dilengkapi dengan bola hisap serta gunakan masker dan sarung tangan 3. Jangan sampai tercecer diluar botol 4. Jika terkena kulit atau pakaian, cuci dengan air sebanyak mungkin (lebih baik air yang mengalir) kemudian netralkan dengan larutan ammonia 5% D. Praktikum Pengaruh Katalis terhadap Kecepatan Reaksi 1. Karena bahan-bahan kimia yang digunakan dalam percobaan ini relative sangat encer maka resiko bahayanya juga sangat kecil. Tetapi meskipun demikian tetaplah bekerja dengan hati-hati dan tetap menggunakan jas praktikum E. Praktikum Reaksi H2O2 dengan HI 1. Larutan asam sulfat pekat dan hydrogen peroksida pekat adalah bahan kimia yang dapat merusak kulit.oleh karena itu, ppengambilannya harus dengan pipet pompa (pipet yang dilengkapi dengan bola hisap) dan gunakan sarung tangan serta lakukan di lemari asam 2. Jangan sekali-kali menuang air ke dalam asam sulfat pekat 3. Jangan sampai ada yang tercecer diluar botol 4. Jika kulit anda terkena asam-asam tersebut, segera bilas dengan air sebanyak banyaknya ( lebih baik air yang mengalir ) kemudian netralkan dengan larutan ammonia 5% F. Praktikum Kinetika reaksi pemecahan emulsi krim santan oleh Asam 1. Pemipetan asam asetat harus dilakukan di lemari asam dengan menggunakan pipet yang dilengkapi dengan bola hisap 2. Selain itu selama proses pemindahan zat harus selalu menggunakan masker dan sarung tangan 3. Hindari terkena kulit dengan selalu memakai jas praktikum dan hindari terhirupnya uap asam tersebut 4. Jika terkena kulit segera bilas dengan air sebanyak-banyaknya G. Praktikum Percobaan Viskositas 1. Gunakanlah pengaman seperti jas praktikum dan kacamata pelindung, dan hati-hatlah dalam melaksanakan praktikum 2. Untuk menjaga supaya alat tidak mudah rusak tabubng dibersihkan dengan pelarut yang sesuai dengan zat yang ditentukan viskositasnya 3. Selanjutnya dibersihkan atau dihilangkan dengan piston pembersih yang telah disediakan caranya dengan mendorong secara perlahan-lahan melalui tabung

4. Setelah itu, akan tinggal lapisan tips cairan yang menempel pada dinding yang dapat dibersihkan dengan pelarut 5. Sesudah digunakan alat harus disimpan dalam keadaan bersih dan kering H. Praktikum Percobaan Angka Penyabunan 1. Selama melakukan percobaan, praktikan harus menggunakan sarung tangan dan masker mengingat zat yang digunakan sangat berbahaya I. Praktikum n-Butil Asetat 1. asam asetat glacial dan H2SO4 pekat bersifat korosif dan dapat mengiritasi. Apabila bahan ini mengenai kulit dapat menyebabkan luka dan uap yang terhirup dapat menyulitkan pernapasan 2. berdasarkan bahaya dan sifat bahan yang digunakan dalam percobaan pembuatan butyl asetatm anda harus menggunakan pakaian pelindung ( jas praktikum ), sarung tangan dan masker serta usahakan jangan sampai menghirup bahan tersebut 3. pada saat proses refluks dan destilasi, anda dapat melakukan dalam lemari asam 4. apabila terkena bahan tersebut di atas atau setelah praktikum harus segera dicuci dengan air sampai bersih J. Praktikum Metil Benzoat 1. Asam sulfat pekat, bila terkena kulit dapat menyebabka luka, dan uapnya bila terhirup dapat menyesakkan pernapasan 2. Berdasar sifat bahan yang demikian itu, maka dalam melakukan percobaan selalu gunakan jas praktikum, sarung tangan dan masker 3. Sewaktu melakukan refluks maupun destilasi dapat dikerjakan dalam lemari asam K. Praktikum Ekstraksi Bunga Cengkeh 1. Gunakan baju praktikum, serta masker untuk melindungi saluran dari uap eter. Jauhkan etanol dari api terbuka karena etanol mudah terbakar L. Praktikum Isolasi Minyak Sereh 1. Pada peralatan destilat atau ekstrasi pada waktu merangkai alat gunakan vaselin disetiap alat gelas yang dihubungkan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesulitan dibuka dan pecah nantinya 2. Gunakan jas laboratorium dan sarung tangan M. Praktikum Ekstraksi Cair-cair 1. Selama anda melakukan percobaan, gunakan jas laboratorium. Selain itu anda perlu menggunakan sarung tangan dan masker bila mengencerkan asam klorida.

2. Toulen mudah terbakar, maka jangan menghirup serbuknya dan hindarkan kontak dengan kulit, serta mata. Asam klorida bersifat mengiritasi system syaraf, kulit dan mata. Oleh karena itu, gunakan pelindung sewaktu anda bekerja dengan asam ini. 3. Natrium Hidroksida bersifat kaustik dan dapat bereaksi dengan gelas. Jangan membuang sisa bahan ini ditempat saluran pembuangan sebelum diencerkan. N. Praktikum Pembuatan Aspirin 1. Asam asetat anhidrida dapat mengiritasi selaput lender tersabunkan oleh air menjadi asam asetat. 2. Toulen harus diperoleh kembali, uapnya mudah menyala dan beracun. 3. Asam salisilat, hidari sentuhan denga kulit dan mata dan hindari menghirup debunya. O. Praktikum Reaksi Sulfonasi 1. Anilin bersifat korosif dan terhadap kulit, sehingga hindari kontak dengan kulit atau pernapasan. Senyawa ini juga bersifat racun. 2. Asam sulfat pekat (oleum) bersifat korosif dan iritasi terhadap kulit, jhindari kontak dengan kulit dan pernapasan karena dengan mudah bereaksi dengan air menghasilkan gas SO3 dan berbahaya terhadap mata. 3. Apabila terjadi kontaminasi terhadap bahan-bahan ini maka dengan segera basuh bagian yang terkontaminasi dengan air sampai bersih dan sampai dirasakan cukup. 4. Untuk menhindari terjadinya kontaminasi, maka usahakan menggunakan kacamata dan pakaian laboratorium dengan lengan panjang. Jika memungkinkan lakukan percobaan dilemari asam. P. Praktikum Sintesis Orange 1. NaOH dan HCL pekat adalah bahan kimia yang bersifatkorosif dan mengiritasi kulit. Hindari kontak dengan kulit dan hindari masuknya uap larutan ini ke dalam saluran pernapasan. Saat bekerja, usahakan menggunakan kacamat pengaman dan gunakan lemari asam jika diperlukan. Kontaminasi oleh kedua zat dapat secepatnya dihilangkan dengan mengkontakkan bagian yang terkontaminasi dengan air kran. 2. NaNO2 adalah bahan yanbg bersifat racun, sehingga hindari kontak dengan pernapasan. Lakukan di dalam lemari asaam. 3. Hindari kontaminasi dengan bahan-bahan organic lainnya yang digunakan pada percobaan ini. 4. Yang paling penting untuk diperhatikan pada saat melakukan percobaan ini adalah jangan sekali-kali menyaring hasil reaksi diazotiasi (tahap i). karena telah disebutkan diatas bahwa garam diazoniym ion ini sangat tidak stabil pada kondisi kering dan dapat menimbulkan bahaya ledakan.

Q. Praktikum Hidrolisis Benzil Klorida 1. Selama melakukan percobaan ini anda harus menggunakan jas praktikum dan percobaan ini sebaiknya dilakukan dilemari asam. 2. NaOH bersifat kaustik, usahakan anda jangan menyentuk bahan ini dan bila anda terkena bahan ini, harus cepat-cepat dicuci dengan air dan bahan ini dapat mengiritasi kulit 3. Benzyl klorida adalah bahan yang dapat mengiritasi mata, kulit badan, system saluran pernapasan. Oleh karena itu, anda harus melindungi mata, kulit bila anda bekerja menggunakan bahan ini, gunakan pelindung dan masker. 4. Aniline bersifat racun (harmful) bila kontak dengan kulit atau terhisap. Selain itu dapat mengakibatkan efek yang tidak dapat balik, dan menyebabkan bahaya yang serius bagi kesehatan. Pencegahannya anda harus menggunakan paakaian yang sesuai seperti kacamat, jas praktikum. Selain itu, bila anda tersentuh bahan ini, maka anda harus segera dicuci dengan ari mengalir, atau bila anda merasa tidak sehat segera pergi ke dokter. Alcohol adalah bahan yang mudah terbakar. Oleh sebab itu bahan ini harus sebab bahan ini harus segera dijauhkan dari nyala api. R. Praktikum Polimerisasi Urea Klorida Untuk menjaga keselamatan dan keamanan di laboratorium dari bahaya dan kecelakaan maka praktikum harus memakai alat keselamatan kerja seperti berikut : 1. baju laboratorium 2. masker gas 3. kacamata 4. sarung tangan dan lain-lain keselamatan bahan-bahan kimia adalah sebagai berkut: 1. Formaldehide Keracunan apabilaterhirup Dapat menyebabkan luka bakar Hanya digunakan di dalam ruangan berventilasi 2. Ammonia Dapat menyebabkan gangguan pada mata, system pernapasan dan iritasi pada kulit Simpan diluar jangkauan anak-anak Apabila terkena mata, segera bilas dengan air sebanyak mungkin 3. Etanol sangat mudah terbakar wadah harus dalam keadaan tertutup rapat

simpanlah jauh dari sumber pengapian dan dilarang makan dan merokok

4. asam sulfat simpanlah di luar jangkauan anak-anak tidak boleh sama sekali menambahkan air pada produk ini dapat menyebabkan luka bakar yang hebat S. Praktikum Polimerisasi Fenol Formaldehid 1. Semua pengerjaan polimerisasi ini dikerjakan di dalam ruang asam untuk menghin dari bahaya kontak langsung dengan zat yang digunakan. Gunakan pula sarung tangan dalam bekerja dengan at yang bersifat toksin beracun. 2. HCL pekat (37%) bersifat korosif dan juga iritasi terhadap kulit anggota badan kita, karenanya hindari kontak langsung dengan cairan HCl tersebut, hindari pula uap HCl masuk ke dalam saluran pernaapasan. 3. Formalin, sering digunakan sebagai bahan pengawet, namun hindari uapnya karena kurang baik untuk systep pernapasan. Fenol, zat sangat beracun dan harus dihindari kontak langsung dengan anggota badan. Cara menghindaro bila terkena kontak langsung terhadap zat-zat tersebut diatas dengan segera mencuci bagian yang terkena dengan air beberapa kali. T. Praktikum Polimerisasi Pembuatan Karet Sintesis 1. HCl pekat bersifat korosif dan dapat mengiritasi, apabila bahan ini mengenai kulit dapat mentulitkan pernapasan. Bahaya larutan encer tidak separah larutan pekat. 2. Benzene bersifat karsimogen. 3. Berdasarkan bahaya dan sifat bahan yang digunakan pada percobaan pembuatan tiokol, anda harus menggunakan pelindung (jas lab), sarung tangan, masker serta usahakan jangan sampai menghirup bahan tersebut. 4. Belerang merupakan zat yang mudah terbakar. Oleh karena itu, bahan in harus dijauhkan dari nyala api 5. Anda dapat melakukan percobaan dilemari asam khususnya pada saat penyaringan. 6. Apabila anda terkena bahan ddi atas atau setelah selesai praktikum harus dicuci dengan air bersih. U. Praktikum Ion Exchange 1. Selama melakukan percobaan gunakan jas laboratorium, sarung tangan dan masker. 2. Hati-hati dalam menggnakan buffer ammonia, lakukan dalam lemari asam.

V. Tegangan Permukaan 1. Selama melakukan percobaan praktikan harus mengguankan jas laboratorium, sarung tangan dan masker. 2. Terutama dalam menggunakan sampel eter praktikan harus hati-hati karena zat tersebut mudah terbakar. W. Praktikum Berat Molekul 1. Bekerja di laboratium selalu ada kemungkinan terjadinya sautu kecelakaan, oleh sebab itu gunakan selalu jas laboratorium, masker, sarung tangan selama melakukan percobaan. 2. Selain itu bekerjalah dengan hati-hati. Jika meja tempat bekerja selalu teratur, kemungkinan terjadinya kecelakaan jauh lebih kecil dibandingkan bila meja berantakan. 3. Dalam menggunakan lautan asam asetal glasial jangan sampai yercecer diluar botol karena akan merusak kulit bila tersentuh. 4. Karena dalam percobaan di sini mengguankan larutan-larutan yang menimbulkan gas beracun contoh, kloroform (CHCl3) maka hindari kemungkinan termakannya bahan-bahan kimia, janganlah minum/ makan di laboratorium. X. Praktikum Koloid 1. pada waktu melakukan percobaan ini gunakan jas laboratorum, kacamata dan masker. Gunakan sarung tangan untuk mengambil asam klorida pekat. Karena gas hydrogen sulfide adalah bahan yang sangat beracun, berbahaya untuk pernapasan atua penyerapan pada kulit, ini akan menimbulkan efrk akut dengan segera dalam waktu yang relative pendek, beberapa zat menyebabkan efek kronik, akan berakumulasi dan bersifat irreversible. Y. Praktikum Titik Leleh dan Titik Nyala 1. Mengingat zat-zat kimia merupakan bahan yang bersifa racun, maka hindarlah bahaya zat-zat kimia tersebyt. Antara lain pakailah jas laboratorium, masker dan sarung tangan setiap melakukan percobaan. Ambillah zat kimia secukupnya, sehingga tidak ada sisa, zat kimia yang bersisa tidak boleh dimasukkan kembali ke dalam botol reagen, untuk mencegah terjadinya kontaminasi dan botol reagen harus ditutup rapatrapat. 2. Hato-hati dalam menentukan titik nyala, karena zat-zat yang mudah terbakar dengan titik nyala diabwah 32 C, akan menimbulkan bahaya kebakaran yang serius dan akan menimbulkan peledakan bila bercampur dengan udara. Z. Praktikum Hasil Kali Kelarutan 1. Selama melakukan praktikum diharuskan memakai jas laboratorium, masker, sarung tangan mengingat bahan yang digunakan bersifat toksid

yaitu timbal, baik timbal (II) klorida (PbCl2) maupun timbal (II) nitrat (Pb(NO3)2. 2. Pipet dengan benar waktu pengambilan zat/bahan, gunakan alat pembantu, jangan sampai langsung pipet dengan perntara oral. 3. Selama melakukan percobaan jangan sampai bahan zat tercecer kemanamana. 4. Sesudah melakukan percobaan meja dan alat-alat dalam keadaan bersih.

V.

KESEHATAN OPERASI

DAN

KESELAMATAN

KERJA

LABORATORIUM

LABORATORIUM SATUAN OPERASI A. Praktikum Ion Exchange 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. 2. Saat membuat larutan CaCO3), mengguanan masker dan kaca mata pelindung. 3. Larutan H2SO4 dan HCl serta NaOH pekat bersifat korosif dan dapat mengiritasi. Apabila bahan ini mengenai kulit dapat menyebabkan luka dan uap yang terhirup dapat menyulitkan pernapasan. Berhati-hatilah dalam bekerja karena peralatan yang digunakan relative kecil dan mahal. 4. Pastikal level air pada tangki penampung tetap terisi, mengingat transportasi dengan menggunakan pompa hal ini dilaukan untk menghindari terjadinya kapitasi. 5. Sebaiknya sering diamatin aliran pipa tangki dan keran agar tidak terjadi aliran yang tersumbat atau tertutup yang dapat mengakibatkan pecahnya selang. 6. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat diberihkan setelah sumber arus listrik diputuskan. B. Praktikum Fluid Flow 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. 2. Perhatikan level merkuri dan hindari kebocoran pada manometer merkuri, karena sifat yang korosif serta dapat mengiitasi kulit, kontak langsung dengan merkuri mengakibatkan kanker. 3. Bersihkan jika terjadi endapan kotoran karena dapat menymbat aliran yang mengakibatkan pecahnya pemipaan. 4. Pastikan antara saluran Hidrolic Bench terpasang dengan kuat. 5. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan ayng digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihakan setelah sumber arus listrik diputuskan. C. Praktikum Sedimentasi 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk larboratorium 2. Pada saat menjalankan proses sedimentasi menggunakan kaca mata pelindung, masker dan kaos tangan karet. 3. Hindari terhirpnya langsung serbuk tawas PAC, perhatikan penggunaan alat pengaman saat membuat larutan PAC dan Rawas. Berhatil-hatilah dalam bekerja karena peralatan yang digunakan relative dan mahal. 4. Pastikan level air pada tangki penampung tetap terisi, mengingat trasnportasi dengan menggunakan pompa hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kapitasi. 5. Sebaiknya sering diamati aliran pipa dan kran agar tidak terjadi aliran yang tersumbat atay tertutup yang dapat mengakibatkan pecahnya selang.

6. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan. D. 1. 2. 3. Praktikum Flow Meter Demonstration Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. Bahan yang digunakan relative aman. Perhatikan level merkuri dan hindari kebocoran pada manometer merkuri, karena sifat merkuri yang korosif serta dapat mengiritasi kulit, kontak langsung dengan merkuri mengakibatkan kanker. Pada saat proses, menggunakan kaca mata. Karena bekerja pada tekanan yang relative tinggi perhatikan baik-baik posisi Valve pada semua aliran. Sebaiknya sering diamati aliran pipa untuk pendingin dan kran agar tidak terjadi aliran yang tersumbat atau tertutup yang dapat mengakibatkan pecahnya selang dan rusaknya peralatan. Pastikan setelah mealukan praktikum, peralatan digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan.

4. 5. 6.

7.

E. Praktikum Filter Press Plate and Frame 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. 2. Kapur atau CaCO3 yang digunakan relative aman, tetapi perlu menggunakan kaus tangan, masker dan kacamata pengaman. 3. Sebaiknya sebelum alat digunakan di cek terlebih dahulu terutama aliran fluida pada pemipaan dan frame, pastikan tida terhadi penyumbatan aliran. 4. Karena bekerja dengan jumlah arus yang besar, hati-hati terhadap penggunaaan kabel listrik, cek terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kebocoran arus. 5. Saat memasukkan larutan kapur pastikan tidak menjalankan motor pengaduk untuk menghindari terikutnya putaran dengan power besar. 6. Pasikan jas lab yang dignakan tida terdapat beraian kain yang dapat terikut pada putaran tersebut. 7. Hindari terhirupnya serbuk kapur. 8. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan. F. 1. 2. 3. Praktikum Double Pipe Heat Transfer Water to Water Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. Bahan yang digunakan relative aman. Perhatikan level air pemanas pada kaca penduga, pastikan bahwa pada heater tersebut cukup tersedia air sebagai fluida pasnas. 4. Pada saat proses, menggunakan kaca mata.

5. Karena bekerja pada ekanan yang realtif tinggi perhatikan baik-baik Valve pada semua aliran dan hindari terjadinya kebocoran. 6. Karena bekerja dengan jumlah arus yang besar, hati-hati terhadap penggunaan kabel listrik, cek terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kebocoran arus. 7. Pastikan setelah melaukan praktikum, perakatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan. G. 1. 2. 3. 4. Praktikum Kristalisasi Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. Bahan yang digunakan relative aman, gunakan pengaman berupa kaca mata. Perhatikan aliran pendingin jangan sampai terjadi kebocoran. Atur temperature pada range yang telah ditentukan untuk menghindari kenaikan temperature yang terlalu besa yang mengakibatkan rawannya peralatan berupa kaca. 5. Pastikan setelah melaukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihkan seelah sumber arus listrik diputuskan. H. 1. 2. 3. Praktikum Tangki Berpengaduk Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. Bahan yang digunakan relative aman. Pastikan tidak terjadi sentuhan antara pengaduk dan dinding tangki serta antara pengaduk dan baffle. 4. Pada saat proses, menggunakan kaca mata. 5. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan. I. Praktikum Konversi Glukosa Fruktosa 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk labrotorium. 2. Pada saat proses, menggunakan kaca mata setelah melakukan praktikum bersihkan peralatan gelas dari bahan gula yang digunakan, untuk menghindari serangga. 3. Water bath disimpan dalam keadaan ksoong karena jika terisi air pada saat penyimpanan bisa menyebabkan rusaknya alat yang bisa berakibat nantinya pada keselamatan praktikan. 4. Pastikan tidak ada kebocoran pada alat. 5. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan.

J. Praktikum Filter Press 1. Untuk menjaga dan melinungi anggota badan terhadap percikan bahan kimia, gunakan jas praktikum dan kacamata pelindung karena asam asetat yang digunakan cukup pekat percobaan dapat dilakukan di lemari asam. 2. Jika ada masker gunakan masker karena asam asetat cukup berbau dan spesifik. 3. Bahan buangan dibuang pada tempat pembuangan bahan organic. 4. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan. K. Praktikum Destilasi Batch dan Crude Oil 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. 2. Pada saat proses, menggunakan kaca mata setelah melakukan praktikum bersihkan peralatan gelas. 3. Etanol dan hasil destilat crude oil sifatnya mudah terbakar, hindari penggunaan sumber api langsung. 4. Uap yang terhirup dari hasil destilat dapat menyeskkan, sehingga pada saat praktikum menggunakan masker dan kacamata pengaman. 5. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik.

LABORATORIUM KONTROL Pada dasarnya pelaksanaan praktikum di laboratorium Operasi Teknik Kimia Unti Kontrol, hamper semua bahan yang digunakan relative aman bukan dalam kategori bahan beracun dan berbahay. Naum yang perlu diperhatikan kaitannya dengan keselamatan dan kesehatan kerja adalah berkaitan dengan : 1. Pakaian dan pelindung lainnya, gunakan jas praktikum dan kacamata pelindung. 2. Sumber arus yang digunakan pada dasarnya berasal dari arus AC dengan daya input yang besar, sehingga hal yang pertama perlu diperhatikan adalah kondisi kabellistrik dan kabel control lainnya dari alat ke Central Process unti (CPU), pastikan bahwa tidak ada kebocoran arus. 3. Konrol Laju alir (Flow Control), perhatinkan range flow yang di ijinkan juga perlu ditekankan di level air pada bak penampung atas, agar antara pembuangan dan pemasukkan air bisa dikontrol,pastkan tidak terjadi penyumbatan aliran atau terjadinya korlsting pada aliran listrik. 4. Kontrol Tekanan (Pressure Control), pastikan tidak ada terjadi pennyumbatan aliran, perhatikan pada pembacaan tekanan agar tetap bisa dipantau dair CPU, hati-hati jangan sampai tekanan system diluar dari

range yang diijinkan, hal ini bisa berakibat fatal akibat ledakan karena pengaruh tekanan yang terlalu besar. 5. Kontrol Temperatur (Temperatur Control), pastikan level air yang akan dipanaskan tetap terjaga. Jika level air tidak menutupi elemen pemanas bisa menyebabkan terjadinya kebakaran. Pastikan posisi heater tidak menyentuj dinding tangki karena bahan dinding yang terbuat dair kaca, hal ini bisa menyebabkan keretakan pada dinding dan mengakibatkan terjadinya kebocoran. 6. Control Level (Level Control), pastikan permukaan control level (warna putih) tidak tertutupi oleh laposan atau kotoran lainnya. Jika tertutupi bisa mengakibakan pembacaannya tidak sesuai di CPU sehingga air di tangki bisa meluap. Hal ini perlu dihindari karena bisa mennyebabkan korsleting. 7. Astikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alata dibersihkan setelah sumber ars listrik diputusan.

LABORATORIUM PILOT PLANT A. Praktikum Destilasi Fraksionasi 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. 2. Pada saat proses, menggunakan kaca mata dan masker, setelah melakukan praktikum pasikan kondisi lbu produk bawah bersh. 3. Pastikan sebelum melakukan praktikum, cara pengoperasian di CPU benar-benar dipahami dengan cara konsultasi langsung ke pembimbing. 4. Apabila sat proses berlangsung alarm tanda ERROR berbunyi, matikan sementara pemanas. 5. Etanol oil sifatnya muda hterbakar, hindari penggunaan sumber api langsung, 6. Uap yang terhirup dari hasil destilasi dapat menyesakkan, sehingga pada saat praktikum menggunakan masker dan kacamata pengaman. 7. Atur laju alir pendingin agar tidak terlalu besar dan kecil, besar kecilnya laju alir air pendingin berpengaruh besar pada operasi destilasi bagian atas. 8. Sewaktu-waktu cek Valve solenoid di bagian atas, hal ini besar pengaruhnya terhadap kenaikan temperature dan tekanan pada operasi di batch dan kolom, jika tidak berfungsi hentikan pemanasan. 9. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik di putuskan . B. Praktikum Tubular Reaktor dan Reaktor Alir Pipa 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium.

2. NaOH bersifat kaustik, usahakan anda jangan menyentuh bahan ini dan bila anda terkena bahan ini, harus cepat-cepat dicuci dengan air dan bahan ini dapat mengiritasi kulit, demkian juga bahan CH3COOC2H5. 3. Apabila menggunakan pengaduk, perlu hati-hati mengingat bahan kimia digunakan, pada saat melukan proses harus menggunakan kacamata dan masker. Setelah melakukan praktikum pastikan kondisi pertalatan bersih. 4. Pastikan level air pada chiller tetap dijaga untuk menghindari terjadinya kebakaran. 5. Pastikan sebelum melakukan praktikum, cara pengoperasian di CPU benar-benar dipahami dengan cara konstutasi ke pembimbing. 6. Pastikan setelah melakukan praktikum, peraltan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan. C. Praktikum Try Dryer 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. 2. Bahan yang digunakan relative aman, tapi pada sat melakukan praktikum ini perlu mengguanakn sarung tangan dan kacamata pengaman. 3. Yang perlu diperhatikan adalah daerah sekitar kipas dan heater jangan sampai basah atau terkena air mengingat alat yang membutuhkan daya listrik besar. 4. Jangan menggunakan pakaian yang banyak beraian kainnya. Hal ini bisa membahayakan praktikan. 5. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. 6. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan. D. Praktikum Evaporator Untuk Praktikum Evaporator, permasalahan dititik beratkan pada 2 jenis alat yaitu Ecaporator dan Boiler. 1. BOILER Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. Pastikan air umpan masuk boiler ( dari kran ) tetap ada. Jika tidak ada, jangan jalankan boiler. Sebelum menghidupkan alat perlu dicek terlebih dahulu beberapa Accesoris Boiler, hati-hati karena peralatan bekerja pada daya input yang sangat besar. Pastikan semua kabel penghubung semua aman dan tidak ada kabel yang terkupas. Pompa sirkulasi di cek terlebih dahulu, kinerja pompa sirkulasi yang jelek bisa berakibat kenaikan temperature dan tekanan yang tidak terkontrol. Semua control aliran steam di cek terlebih dahulu termasuk valve yang dilalui oleh steam.

Tekanan boiler tidak boleh melebihi 6 Bar, jika terjadi buka blow down yang berada do belakang boiler.

2. EVAPORATOR Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. Bahan yang digunakan selain aquadest juga steam bertekanan, hati-hati bekerja karena peralatan bekerja pada temperature dan tekanan yang cukup tinggi, sehingga perlu dipastikan bahwa tidak ada kebocoran pada peralatan. Perhatikan terlebih dahulu pompa umpan dan pompa sirkulasi. Karena bekerja pada daya input alat yang cukup besar serta temperature dan tekanan yang cukup tinggi, maka perlu menggunakan kacamata dan sarung tanngan pengaman. Sebelum menghidupkan alat perlu dicek terlebih dahulu beberapa Accesoris Evaporator, hati-hati karena peralatan bekerja pada daya inout yang sangat besar. Pastikan kabel penghubung semua aman dan tidak ada kabel yang tekupas. Pastikan setelah melakkan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan. E. Praktikum Ekstraksi Cair-Cair 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. 2. Pemipetan asam propionate harus dilakukan di dalam lemari asam dengan menggunakan pipet yang dilengkapi dengan bola hisap. 3. Hati-hati menuangkan TCE ke dalam tangki karena larutan ini bersifatk orosif dan jika terkena kulit segera bilas dengan air mengalir. 4. Jika kulit anda terkena larutan TCE dan asam tersebut, segera bilas dengan air sebanyak-banyaknya (lebih baik air yang mengalir) kemudian netralkan dengan larutan ammobia 5%. 5. Bahan yang digunakan tergolong bahan kimia beracun dan berbahaya, pada saat melaukan praktikum ini menggunakan sarung tangan dan kacamata pengaman serta masker. 6. Pastikan tidak ada kebocoran pada pemipaan karena ini bisa menyebabkan korosi pada peralatan. 7. Hasil rafinat jangan dibuang langsung kelingkungan, sebaiknya dibuang ke tempat pengolahan limbah bahan kimia sebelum dibuang ke lingkungan karena bahan rafinat ini masih mengandung asam aseta dan TCE dalam jumlah kecil sehingga harus diolah terlebih dahulu. 8. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. 9. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan.

F. Praktikum Steam to Water 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. 2. Percobaan ini bekerja pada temperature dan tekanan yang relative rendah tetapi praktikan perlu menggunakan kacamata pelindung. 3. Pastikan air pendingin tetap bisa di control di flow meter 4. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. 5. Alat di bersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan. G. Praktikum Fluidisasi 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. 2. Bahan yang digunakan relative aman, tetapi praktikan harus menggunakan kacamata pengaman mengingat bahan yang digunakan adalah pasir kuarsa halus. 3. Pastikan tidak ada kebocoran pada pemipaan karena ini bisa menyebabkan korosi pada peralatan. 4. Pastikan setelah melakukan pratikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. 5. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan. H. Praktikum kolom Absorption 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. 2. Pada saat melakukan paktikum ini, mahasiswa wajib menggunakan kacamata, sarung tangan dan masker pengaman terutama pada saat analisa gas yang terabsorbsi dengan menggunakan metode cair. 3. NaOH dan HCl pekat adalah bahan kimia yang bersifat korosif dan mengritiasi kulit. Hindari kontak dengan kulit dan hindari masuknya uap larutan ini kea lam saluran pernapasan. Sat bekerja, usahakan menggunakan kacamata pengaman dan gunakan lemari asam jika diperlukan. Kontaminasi oleh kedua zat dapat secepatnya dihilangkan dengan mengkontakkan bagian yang terkontaminasi dengan air kran. 4. Pada saat melakukan analisa gas melalui analisa Hempl. Hati-hati saat mendorong dan menarik piston agar tidak terlalu kencang karena pada saat oenarikan dan mendorong piston terlalu cepat agar tidak terlalu kencang karena padasaat penarikan dan mendorong piston terlalu cepat menyebabkan larutan NaOH keluar. 5. Perhatikan posisi regulator CO2 pada saat terbuka dan terutup, terlalu banyak menghirup gas CO2 bisa menyebabkan tubuh melemas. 6. Pastikan setelah melakukan raktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. 7. Alat di bersihkan setelah sumber arus listrik di putuskan.

I. Praktikum Ekstraksi Padat Cair 1. Gunakan jas praktikum sebelum masuk laboratorium. 2. Pada saat melakukan praktikum ini, maahasiswa wajib menggunakan kacamata, sarung tangan dan masker. 3. Sebelum menghidupkan alat perlu dicek terlebih dahulu beberapa Accesoris peralat terutama unit ekstaksi dan destilasi, hati-hati karena peralatan bekerja pada daya input yang sangat besar. Pastikan kabel penghubung semua aman dan tidak ada kabel terkupas. 4. Jika menggunakan bahan pelarut etanol atau methanol hati-hati dan hindari penggunaan sumber api secara langsung karena bahan ini mudah terbakar, jika terhirup akan menyesakkan napas. 5. Pastikan setelah melakukan praktikum, peralatan yang digunakan tidak terhubung oleh sumber arus listrik. 6. Alat dibersihkan setelah sumber arus listrik diputuskan.