Anda di halaman 1dari 3

A.

Gunung Api Gunung api adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Matrial yang dierupsikan ke permukaan bumi umumnya membentuk kerucut terpancung. Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati. Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut: 1. Aliran lava. 2. Letusan gunung berapi. 3. Aliran lumpur. 4. Abu. 5. Kebakaran hutan. 6. Gas beracun. 7. Gelombang tsunami. 8. Gempa bumi.

B. Pembentukan Gunung Api Gunungapi terbentuk karena adanya gerakan magma sebagai arus konveksi, dimana arus tersebut menyebabkan gerakan dari kerak bumi yaitu kerak benua (coninen plate) dan kerak samudra (oceanic plate). Gerak kerak bumi tersebut disebut pergerakan antar lempeng (teori tektonik lempeng), terbagi menjadi 3 bentuk gerakan : 1. Gerak saling menjauh (divergent), menyebabkan terjadinya pemekaran kerak benua, magma keluar melalui rekahan tersebut dan membentuk busur gunung apai tengah samudera (mid-ocean ridge)

2. Gerak saling bertumbukan (convergent), kerak samudera menumbuk dan menunjam dibawah kerak benua, membentuk zona subduksi (subduction zone) dan terjadi peleburan batuan di zona tersebut, magma bergerak dan menerobos sehingga membentuk busur gunung api tepi benua (volcanic arc) 3. Gerak saling bergeser sejajar berlawanan arah (transform) antar kerak benua yang menyebabkan timbulnya rekahan, sesar mendatar (contoh Sesar Sun Andreas)

C. Struktur Gunung Api

Struktur gunung api terdiri atas beberapa bagian (Gambar 6.4), yaitu : 1. Struktur kawah adalah bentuk morfologi negatif ataudepresi akibat kegiatan suatu gunungapi, bentuknya relatif bundar; 2. Kaldera, bentukmorfologinya seperti kawah tetapi garis tengahnya lebih dari 2 km. Kaldera terdiri atas: a. kalderaletusan, terjadi akibat letusan besar yang melontarkan sebagian besar tubuhnya; b. kalderaruntuhan,terjadi karena runtuhnya sebagian tubuh gunungapi akibat pengeluaran material yang sangat banyak dari dapur magma; c. kaldera resurgent, terjadi akibat runtuhnya sebagian tubuhgunungapi diikuti dengan runtuhnya blok bagian tengah; d. kaldera erosi, terjadi akibat erosi terusmenerus pada dinding kawah sehingga melebar menjadi kaldera; 3. Rekahan dan graben, retakan-retakan atau patahan pada tubuh gunungapi yang memanjang mencapai puluhankilometer dan dalamnya ribuan meter. Rekahan parallel yang mengakibatkan amblasnya blok diantara rekahan disebut graben; 4. Depresi volcano-tektonik, pembentukannya ditandai dengan deretan pegunungan yang berasosiasi dengan pemebentukan gunungapi akibat ekspansi volumebesar magma asam ke permukaan yang berasal dari kerak bumi. Depresi ini dapat mencapai ukuran puluhan kilometer dengan kedalaman ribuan meter.

D. Klasifikasi Gunung Api 1. Berdasarkan Bentuknya

2. Berdasarkan Tipe Letusannya

E. Gunung Kelud

F. Morfologi Gunung Kelud G. Sejarah Perkembangan Gunung Kelud H. Catatan Aktivitas Gunung Kelud