Anda di halaman 1dari 24

Defisiensi vitamin A

Assalamualaikum

Terminology...
Thn 1912 , Funk VITAMINE Vita yang artinya hidup Amine : istilah untuk zat organik yang saling tidak berhubungan

Pengertian Umum Vitamin


Molekul organik yang didalam tubuh memeiliki fungsi yang sangat bervariasi,dibutuhkan didalam tubuh dalam jumlah sedikit(micronutrient)biasanya tidak disentesis dalam tubuh,jika dapat disintesis jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan.

Vitamin
Larut air : vit B kompleks & vit C

Larut lemak : vit A, D, E dan K

Vitamin A

Apa itu vitamin A?


vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar (esensial).

Struktur kimia ....


Vitamine A terdiri dari 3 biomolekul aktif : retinol,retinaldehyde dan asam retinoat

Metabolisme vitamin A
Vitamin A Proses pencernaan Dilepas usus halus asam empedu(pembentukan micelle) difusi pasif kilomikron saluran limfatik Saluran darah hati gabung asam palmitat Simpan retinil palmitat

diperlukan
Diikat Retinol binding protein Ditransfer transthyretin diangkut ke sel-sel jaringan

Tdk diperlukan
-Diikat retinol binding protein seluler sebagian diangkut ke hati diekskresikn ke usus halus feses. -ginjal diekskresikan melalui urine(as.retinoat)

Fungsi vitamin A 1. 2. 3. 4. 5. 6. Penglihatan Pembentukan mukus Fungsi kekebalan Pertumbuhan dan perkembangan Reproduksi Pencegahan kanker

Sifat - sifat vitamin A


Tumbuh - tumbuhan tidak mensintesis vit.A akan tetapi manusia & hewan mempunyai enzim dalam mukosa usus yg sanggup merubah karotenoid provitamin A menjad vit.A. Retinol & retinal mudah dirusak oleh oksidasi terutama dalam keadaan panas & lembab dan bila berhubungan dengan mineral mikro atau dgn lemak / minyak yg tengik. Retinol tidak akan berubah dlm gelap , sehingga bisa disimpan dalam bentuk ampul . Retinol juga sukar berubah, jika disimpan dalam tempat tertutup rapat, apalagi disediakan antioksidan yg cocok. Secara kimia, penambahan vit. E dan antioksidan alami dari tanaman bisa melindungi vit. A dlm bahan makanan. Didalam penyimpanan vit. A bersifat tdk stabil. Guna menciptakan kestabilannya, maka dapat diambil langkah-langkah, yaitu secara kimia dgn penambahan aktioksidan dan secara mekanis dgn melapisi tetesan vit. A dgn lemak stabil, gelatin atau lilin sehingga merupakan butiran-butiran kecil. Melalui teknik tersebut, maka sebagian besar vit. A bisa dilindungi dari kontak langsung dgn oksigen.

Sumber vitamin A
Air Susu Ibu (ASI). Bahan makanan hewani seperti hati, kuning telur, ikan, daging, ayam, dan bebek. Buah-buahan berwarna kuning dan jingga seperti pepaya, mangga masak, alpukat jambu biji merah, dan pisang. Sayuran yang berwarna hijau tua & berwarna jingga seperti bayam, labu kuning, daun ubi jalar, tomat, dan wortel. Bahan makanan yang difortifikasi (diperkaya) dengan vitamin A seperti margarin, susu.

Apa itu Kurang Vitamin A (KVA)?


KVA adalah suatu keadaan dimana simpanan vitamin A dalam tubuh berkurang. Pada tahap awal ditandai dengan gejala rabun senja atau kurang dapat melihat pada malam hari. Gejala tersebut juga ditandai dengan menurunnya kadar serum retinol dalam darah (kurang dari 20 ug/dl). Pada tahap selanjutnya terjadi kelainan jaringan epitel dari organ tubuh seperti paru-paru, usus, kulit, dan mata. Gambaran KVA yang khas dapat langsung terlihat pada mata.

Apa penyebab KVA? Konsumsi vitamin A dalam makanan sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan tubuh dalam jangka waktu lama. Proses penyerapan makanan dalam tubuh terganggu karena infeksi cacing, diare, rendahnya konsumsi lemak, protein, dan seng (Zn). Terdapat gangguan konversi provitamin A menjadi vitamin A. Kerusakan hati. Kelainan kelenjar tiroidea.

Apa tanda dan gejala awal KVA?

Buta senja ditandai dengan kesulitan melihat dalam cahaya remang atau senja hari. Kulit tampak kering dan bersisik seperti ikan terutama pada tungkai bawah bagian depan dan lengan atas bagian belakang.

Faktor resiko

KVA

Faktor sosial ekonomi, budaya, dan pelayanan kesehatan yang tidak mendukung seperti: 1. 2. 3. 4. 5. Kurang kesediaan pangan sumber vitamin A. Kemampuan daya beli yang rendah. Kurangnya pengetahuan. Pola dan cara makan tidak seimbang. Cakupan imunisasi dan cakupan distribusi kapsul vitamin A rendah.

Faktor individu (biologis): 1) Anak dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) 2) Anak yang tidak mendapat ASI Eksklusif dan tidak diberi ASI sampai usia 2 tahun. 3) Anak yg tidak mendapat MP-ASI yg cukup baik mutu maupun jumlahnya. 4) Anak kurang gizi. 5) Anak yang tidak pernah mendapatkan kapsul vitamin A dan imunisasi. Faktor geografis: 1) Sulitnya akses ke sarana pelayanan kesehatan. 2) Daerah tandus,sering paceklik. 3) Keadaan darurat karena bencana alam, perang,& kerusuhan.

Penyakit Karena Defisiensi Vitamin A


a. gangguan pertumbuhan vitamin A essensial untuk pertumbuhan tulang dan jaringan lunak defisiensi vitamin A juga berakibat gangguan pertumbuhan gigi yang asalnya dari sel epitheljaringan dan menurunkan kecepatan pembentukan Tiroksin b. gangguan penglihatan xerophthalmia: keratinisasi pada epithel kornea sehingga mata menjadi kering dan mudah infeksi nyetalopia = night blindness = buta senja: gangguan adaptasi dalam gelap, merupakan gangguan mata yang dini pada defisiensi vitamin A * keratomalacia: infiltrat dan ulkus pada mata * kebutaan

c. gangguan pada sel-sel epithel dan sekresi mukus fungsi vitamin A terhadap sel-sel epithel berkaitan dengan fungsi sel-sel epithel jaringan untuk pertahanan primer dari tubuh terhadap infeksi sel epithel kering dan datar mengeras membentuk sisik dan mengelupas disebut keratinisasi (keratin: protein yang berbentuk kering,misal: rambut dan kuku) akibat keratinisasi: -saluran pernafasan: terjadi kekeringan silia epithel sehingga mudah infeksi -saluran pencernaan: mengganggu fungsi sekresi sehingga mempengaruhi pencernaan dan absorbsi -saluran urogenital: mudah infeksi dan terbentuk batu kulit: menjadi kering dan bersisik, berbintil-bintil keras, lebih gelap dan mengelupas

Bagaimana mencegah KVA Berikan ASI Eksklusif kepada bayi sampai berumur 6 bulan dan ASI hingga berumur 2 tahun disertai dengan pemberian MP-ASI yang cukup dan berkualitas. Konsumsi makanan dgn gizi seimbang & kaya vitamin A dlm menu makanan sehari-hari. Cegah kecacingan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Konsumsi kapsul vitamin A sesuai kebutuhan sasaran.

Daftar pustaka
sumber :http://www.pediatrik.com/ Muray,k robert.2009,biokimia harper,jakarta:EGC Rahayu,dwi imbang,2007,klasifikasi,fungsi dan metabolisme vitamin,jakarat