Anda di halaman 1dari 32

KELOMPOK

Nastasya Febriyani (08-131) Hj. Febri Dewiana Wilda Octavani (08-143) (08-149)

Kengki Desila

(08-152)

Trigger
Pak Sutro di bawa ke RSI Siti Rahmah dengan keluhan perasaan sakit yang hebat terutama di perut, mual, muntah, gelisah, lemas, pupil midriasis, nyeri dan pusing kepala, kulit dan mukosa tampak merah terang. Pak Sukro dibawa ke RS setelah memanaskan mobil dalam garasi rumahnya yang tertutup.

TERMINOLOGY
Racun Keracunan

Adalah zat pada yang suatu zatmasuknya yang bekerja berlaku sebagai racun,yang tubuh secara kimiawi dan faali, yang dalam dosis toksik selalu memberikan gejala sesuai menyebabkan gangguan fungsi dengan macam,dosis dan cara tubuh, hal ini dapat berakhir pemberiannya. dengan penyakit atau kematian.

KLASIFIKASI
Berdasarkan kerja atau Tempat dimana racun berada : Berdasarkan sumber : efek Racun yang terdapat dlm IRT yang ditimbulkan : tumbuh-tumbuhan : opium, Racun Racun yang digunakan dalam lokal yang bekerja secara kokain, aflatoksin. pertanian Racun yang bekerja secara hewan : bisa ular,laba-laba, Racun yang digunakan dalam sistemik hewan laut. dan industri laboratorium Racun yang bekerja secara sintetik : heroin. Racun yang terdapat dlm makanan lokal-sistemik. Racun dalam bentuk obat

CARA MASUK RACUN KEDALAM TUBUH


Ingestion Absorption/ Penetration Inhalation

FAKTOR YG MEMPENGARUHI KERJA RACUN

Umur Dosis Keadaan Addisi danpenyakit sinergis Kebiasaan Bentuk dan keadaan Idiosinkrasi fisik

keadaan tubuh cara pemberian racun

KERACUNAN GAS BERACUN

SIANIDA

Defenisi dan sifat


zat yang tidak berwarna, mudah menguap pada suhu kamar, mudah larut dalam eter dan alcohol, mempunyai bau yang khas,sangat toksik dan mudah terbakar.

SUMBER

asap kendaraan Tumbuh-tumbuhan bermotor Asap rokok

GEJALA KLINIS
kepala pening badan lemah tdk sadar dengan segera sakit tenggorokan konvulsi konjungtivitas nafsu makan waktu1kehilangan kematian dalam kehilangan berat badan 5 menit mental kemerosotan
Keracunan Kronik keracunan akut

sianida

sitokhrom Inhalasi oksidase

sianida methemoglobin sitokhrom

Cyanmethe PATOFISIOLOGI hemoglobin O2 trggu

Fe3

anoksia

KARBON MONOKSIDA

Defenisi dan sifat


Suatu gas yg dibentuk oleh pembakaran yg tidak sempurna dr karbon yg mempunyai sifat tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa & tidak mengiritasi, dan berat jenisnya lebih ringan daripada udara.

SUMBER
gas buang kendaraan bermotor, asap rokok emisi dari pabrik atau industri. kebakaran hutan, Ledakan tambang Gas pemanas air (40% gas CO)

GEJALA KLINIS

CO

Hb

karboksihaemoglobin

oksigen akan kalah bersaing dengan CO menghambat komplek oksidasi sitokrom

PATOFISIOLOGI

HIDROGEN SULFIDA (H2S)

DEFINISI DAN SIFAT KIMIA


gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk,Berat jenis lebih berat dari udara,dapat larut dengan air & bersifat korosif

Sumber
Air sumur Saluran buangan air Udara sekitar pabrik kertas Industry tekstil & gudang pupuk Tempat pembusukan sampah organic Letusan Gunung merapi Pengeboran minyak dan gas

GEJALA KLINIS
KERACUNAN AKUT KERACUNAN KRONIK sakit kepala mual tidak dapat tidur kehilangan nafsu makan dan mual berat badan batuk gangguan keseimbangan dan badan lemah berjalan mengantuk batuk kronik konjungtivitis disertai rasa sakit.

H2S

sitochrom oksidase

asam laktat ketidakseimbangan asam basa

PATOFISIOLOGI

jaringan saraf berhungungan dengan jantung peka gangguan metabolism oksidasi kematian & terhentinya pernapasan

DIAGNOSA DAN PENATALAKSANAAN

Kriteria Diagnostic Pada Kasus Keracunan


Secara analisa kimia dapat adanya anamnesa atau Adanya tanda-tanda dan gejala Ditemukan kelainan pada tubuh Adanya racun dalam tubuh/ dibuktikan adanya racun didalam alloanamnesa yg menyatakan, yang sesuai dengan tanda/gejala korban baik secara makroskopis cairan/ jaringan tubuh secara sisa makanan, obat atau zat yang bahwa bahwa korban benarracun yang diduga atau mikroskopis yang sesuai sistematik harus ditemukan. masuk kedalam tubuh korban benar kontak dengan racun dengan kelainan yang baik secara injeksi, inhalasi, absorbs, diakibatkan oleh racun yang oral, melalui kulit atau mukosa. bersangkutan

PENATALAKSANAAN KERACUNAN SECARA UMUM Berdasarkan prinsip pertolongan gawat darurat maka yang harus dinilai pertamatama adalah jalan nafas (airway) dilanjutkan dengan breathing dimana diberikan oksigen dan dinilai sirkulasi apakah terdapat hipotensi dan aritmia dan atasi bila terjadi kejang (disability).

Penatalaksanaan Keracunan Sianida


ANTIDOT

natrium tiosulfat 25% secara iv, Inhalasi natrium nitrit 3% secara iv dg 1 ampul yg berisi 0,2 penderita dipindahkan ke ml Berikan pernafasan buatan dengan kecepatan 2,55 kecepatan 2,5 5 ml/menit amil nitrit tiap 5yang menit. Hentikan ruangan tidak dengan oksigen 100% utk mm/menit. Dosis natrium tiosulfat natrium tiosulfat 25% secara iv, jikamenjaga tekanan darah sistolik < 80 terkontaminasi tekanan darah. yang diberikan tergantung pada dgn kecepatan 2,55 mm/menit mmHg. dikobaledetat dgn dosis permulaan kadar hemoglobin .
300-600mg. dpt ditambah 300 mg, jika gejala keracunan belum hilang

Penatalaksanaan Keracunan karbon monoksida


Berikan oksigen 100% dengan Jika terjadi depresi pernafasan, hindari kontak, penderita harus ANTIDOT masker, sampai kadar berikan pernafasan buatan dengan segera di pindahkan ketempat yang Oksigen yang diberikan pada karboksihemoglobin tidak oksigen 100 % sampai pernafasan bebas co. tindakan gawat darurat merupakan membahayakan kembali normal. antidot terhadap keracunan karbon monoksida

Penatalaksanaan Keracunan hidrogen sulfida


pindahkan penderita dari ruangan ANTIDOT terkontaminasi yang amil nitrit dan natrium nitrit,sehingga sulfida jika pernafasan berikn dpt lepas terpengaruh, dr ikatan di jaringan. Piridoksin 25buatan mg/kg secara iv atau 1 pernafasan dgn oksigen urea sebagai larutan 10% tidur secara g/kg penderita istirahat di tempat iv dapat juga digunakan sebagai atau selama 3-4 hari. Jk trjd delirium akseptor sulfida. kegelisahan,kurangi rangsangan pd penderita

Keracunan merupakan suatu keadaan dimana fungsi tubuh menjadi tidak normal yang disebabkan oleh suatu jenis racun atau bahan toksik yang masuk kedalam tubuh. Yg dpt menimbulkn penyakit atau kematian. Racun dapat masuk kedalam tubuh melaui ingesti, inhalasi, injeksi, penyerapan melalui kulit dan perektal. Sianida, karbonmonoksida, hydrogen sulfida merupakan suatu zat beracun yang tidak berwarna, dan jika kadarnya lebih dalam tubuh akan menyebabkan keracunan bahkan menyebabkan kematian. Seseorang yang keracunan akan memperlihatkan gejala klinis seperti kepala pusing, pernapasan cepat, mual, muntah, palpitasi dan lain-lain. Jika tidak secepatnya dilakukan penatalaksanaan akan menyebabkan kematian.

Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
Syarif, Nurbama, dr. Hj, Sp.F, 2003, Toksikologi 1, Medan,USU Sartono, 2001, Racun dan Keracunan, Jakarta. Widya Medika. Mansyur. Toksikologi Keamanan Unsur Dan BidangBidang Toksikologi.htpp://www.freewweb.com. di akses Oktober 2008 Etam Odah. Keracunan Karbon Monoksida. htpp//www.kutaikartanegara.com.diakses oktober 2008.