Anda di halaman 1dari 4

Nama : Hidayatul Azizah NIM : 1209005041 Kelas: A

1. Jelaskan mengapa peternak sapi sering memberikan tambahan garam pada pakan sapi! Jawab : Peternak sapi sering memberikan tambahan garam dapur (NaCl) pada pakan ternaknya bertujuan untuk memberikan nutrisi yang cukup khususnya kebutuhan mineral. Petenak menggunaan tambahan garam dapur (NaCl) dikarenakan struktur kimia garam dapur yang terdiri dari kation dan anion

mengandung mineral makro yaitu natrium (Na) dan klorida (Cl). Kedua mineral ini natrium (Na) dan klorida (Cl) sangat dibutuhkan oleh ternak. Garam yang umum digunakan untuk bahan baku pakan adalah garam dapur berbentuk serbuk yang mengandung yodium sekitar 30-100 ppm.

Penggunaarmya dibatasi sampai 0,25%, karena jika berlebihan akan mengakibatkan proses ekskresi atau pengeluaran cairan kotoran meningkat. Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraselular. Klor merupakan anion utama cairan ekstraselular. Klor merupakan 0,15% berat badan. Konsentrasi klor tertinggi adalah dalam cairan serebrospinal (otak dan sumsum tulang belakang), lambung dan pancreas. Jika hanya mengandalkan ransum ternak khususnya pakan hijaun kebutuhan mineral makro ini sering tidak tercukupi. Keadaan tersebut dinamakan defisiensi mineral pada ternak. Dimana ternak yang mengalami defisiensi mineral akan terlihat tidak nafsu makan hingga berat badanya semakin menurun. Dalam kondisi kronis defisiensi mineral akan berakibat lebih serius yaitu pertumbuhan ternak yang terhambat, bahkan dalam kasus tertentu menagkibatkan kematian. Sehingga para peternak mensiasati memberikan garam dapur agar membuat ternaknya tidak mengalami difisiensi mineral. 2. Pada keadaan difisiensi mineral sering berdampak pada pertumbuhan ternak. Jelaskan mengapa demikian?

Jawab : Kebutuhan mineral ruminansia dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu unsur makro (Ca, P, Na, Cl, K, Mg dan S) dan unsur mikro (Fe, I, Cu, Mo, Zn, Mu, Cr, F, Ni, Co dan Se). Mineral sangat di butuhkan untuk pertumbuhan tulang, gigi dan jaringan termasuk sebagai bahan sintesa enzim, hormon dan substansi lain yang diperlukan untuk proses metabolisme. Dalam keadaan defisiensi mineral sering berdampak pada pertumbuhan ternak, hal ini dapat terjadi karena ternak yang kekurangan mineral (defisiensi mineral) selalu menunjukan ciri yang khas yaitu menurunya nafsu makan. Jika nafsu makan sudah menurun kebutuhan asupan makanan ternak tidak akan tercukupi. Padahal dalam pertumbuhan memerlukan asupan nutrisi yang cukup dari makanan terutama mineral. Selain iu keseimbangan metabolisme juga mempengaruhi pertumbuhan ternak, jika metabolisme makanan berjalan dengan baik maka pertumbuhanpun tidak akan terganggu begitupun sebaliknya. Akan tetapi keseimbangan metabolisme tidak akan terjadi jika asupan nutrisi tidak terpenuhi dengan sempurna. Namun yang terjadi dalam defisiensi mineral justu sebaliknya, nafsu makan menurun mengakibatkan malnutrisi pada ternak hingga terganggunya metabolisme makanan yang akan berdampak langsung terhambatnya pertumbuhan ternak. Mineral P, K, Na, Zn, S, dan Cu memegang peranan penting dalam pertumbuhan ternak. Defisiensi mineral khususnya kelima mineral yang disebutkan diatas akan menyebabkan pertumbuhan lambat yang cukup serius. 3. Apa manfaat mineral makro pada produktivitas ternak? Jawab : Peranan mineral makro sangat penting dalam semua aspek metabolisme dalam tubuh dan bilamana menjadi defisiensi atau kelebihan salah satu mineral akan mengganggu proses metabolisme yang dimanifestasikan dalam penurunan produksi atau reproduksi ternak. Apabila terjadi defisiensi salah satu mineral maka aktifitas fermentasi mikroba tidak berlangsung optimum sehingga akan berdampak pada menurunnya produktivitas ternak. Mineral kalsium (Ca) berfungsi sebagai kontrol produksi susu pada sapi FH, defisiensi mineral kalsium ini dapat berakibat menurunya produksi susu serta meningkatnya potensi penyakit milk fever yaitu penyakit metabolisme yang

paling banyak ditemukan pada sapi perah yang baru saja melahirkan dan terutama sapi yang berproduksi tinggi. Pada peningkatan produksi air susu akan meningkatkan metabolisme Ca dan meningkatkan Ca ke colostrum. Bila pemasukan tidak seimbang maka kemungkinan besar akan terjadi Milk Fever. Mineral natrium (Na) pada unggas khususnya ayam petelur bermanfaat dalam menjaga produktifitas telur, defisiensi mineral natrium (Na) dapat berakibat menurunya produksi telur. Sedangkan mineral fosfor (P) berperan dalam produktifitas kebuntingan ruminansia. Ransum yang rendah kandungan fosfornya dapat menurunkan kesuburan(produktivitas), Defisiensi fosfor yang bersamaan dengan defisiensi protein mengakibatkan lambatnya dewasa kelamin serta menghambat tanda-tanda birahi tetapi tidak menghambat terjadinya pelepasan sel telur. Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa mineral khususnya mineral makro sangat penting dalam kelangsungan produktivitas ternak. 4. Berapa kadar mikro mineral normal pada sapi? Jawab : Mikro mineral terdiri atas besi (Fe), seng (Zn), iodium (I), selenium (Se), tembaga (Cu), mangan (Mn), flour (F), kobal (Co), Kromium (Cr), dan silikon (Si). Pembagian mineral ke dalam kelompok mineral makro dan mikro tergantung kepada jumlah mineral tersebut di dalam tubuh hewan, kandungan mineral yang lebih dari 50mg/kg termasuk kedalam mineral makro, sedangkan di bawah jumlah tersebut termasuk mineral mikro. Mineral diperlukan oleh hewan dalam jumlah yang cukup. Mineral berfungsi sebagai pengganti zat-zat mineral yang hilang, untuk pembentukan jaringan-jaringan pada tulang, urat dan sebagainya serta untuk berproduksi. Berikut adalah kandungan mikro mineral normal pada serum sapi menurut literatur Anggorodi, 1994. Mangan (Mn) berkisar 0,20-0,60 mg/kg sangat sedikit sekali jika dibandingkan dengan mineral mikro lainnya seperti besi (Fe) yang berkisar antara 20-80 mg/kg dan zeng (Zn) yang berkisar 10-50 mg/kg. Sedangkan untuk tembaga (Cu) berkisar 1-5 mg/kg dan 1-4 mg/kg untuk molibdenum (Mo) keduanya hampir sama kadar dalam serum sapi. Selenium (Se) ada 1-2 mg/kg sedangkan iodine (I) 0,30-0,60 mg/kg dan kobalt (Co) paling sedikit hanya 0,02-0,10 mg/kg. Unsur

mineral makro seperti Ca, P, Mg, Na, dan K berperan penting dalam aktivitas fisiologis dan metabolisme tubuh, sedangkan unsur mineral mikro seperti Fe, Cu, Zn, Mn, Co diperlukan dalam sistem enzim. 5. Pertanyaan. Fungsi dari kalsium adalah 1) Pembentukan Tulang 2) Pembentukan gigi 3) Mengatur pembekuan darah 4) memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit. Jawaban : A ( 1, 2, dan 3 benar)