Anda di halaman 1dari 28

1.

TOPIK Makanan dan Sistem Pencernaan

2.

TUJUAN Mendeteksi kandungan amilum dalam makanan secara kualitatif Mendeteksi kandungan lemak dalam makanan secara kualitatif Mengetahui proses pencernaan makanan dan sistem pencernaan pada manusia

3.

DASAR TEORI Makanan adalah sesuatu yang dapat dimakan dan berguna bagi tubuh. Fungsi

makanan antara lain: sebagai sumber/ penghasil energi, sebagai pembangun tubuh, sebagai pelindung, sebagai pertahanan tubuh, menjaga tubuh dari kondisi stress, meningkatkan intelegensi, dan memelihara fungsi reproduksi. Makanan yang kita makan terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, danj mineral. Zat makanan dapat dibagi menjadi 2 yaitu zat makanan makro (makronutrien) dan zat makanan mikro (mikronutrien). Yang termasuk makronutrien yaitu karbohidrat, lemak, protein, sedang yang termasuk mikronutrien yaitu mineral dan vitamin. Air termasuk dalam proses metabolisme zat makanan, air selalu diperlukan sebagai bahan esensial pemrosesan makanan di dalam tubuh. Karbohidrat merupakan senyawa organik yang mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat dibagi menjadi 3 golongan yaitu monosakarida yaitu karbohidrat yang bersifat mudah larut dalam air dan rasanya manis. Contoh dari monosakarida yaitu glukosa (misal gula, nasi, mie, roti), fruktosa (misal buah-buahan), manosa (misal jagung), dan galaktosa (Misal umbiumbian). Disakarida merupakan karbohidrat sifatnya sama seperti monosakarida. Contoh dari disakarida yaitu maltosa (gabungan antara glukosa dan fruktosa). Polisakarida yang terdiri atas amilum (contoh tepung terigu, maizena), selulosa (contoh sayuran yang berserat) dan glikogen (gula otot). Monosakarida dan disakarida memiliki sifat yaitu rasanya manis, mudah dicerna, dan mudah larut dalam air sedangkan polisakarida memiliki sifat yaitu rasanya pahit, sulit dicerna, dan sulit larut dalam air. Sumber karbohidrat berasal dari padi, jagung, gandum,

dan kentang. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama, mengatur sebagai sumber energi utama, menjaga keseimbangan asam basa, membantu proses pencernaan makanan, membantu penyerapan kalsium, pembentuk lemak dan protein dan juga untuk metabolisme tubuh. Makronutrien yang dibutuhkan manusia pada bahasan kali ini adalah: 1. Karbohidrat Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O yang dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun. Golongan karbohidrat antara lain : gula, tepung, dan selulosa. Menurut ukuran molekul, karbohidrat dibedakan menjadi beberapa golongan sebagai berikut Monosakarida, meliputi glukosa, fruktosa, dan galaktosa Disakarida, meliputi sukrosa, maltosa, dan laktosa Polisakarida, meliputi amilum, selulosa, dan glikogen

2. Lemak Lemak tersusun atas unsure-unsur C, H, dan O yang merupakan senyawa majemuk. Lemak terdiri atas asam lemak dan gliserol. Pada satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga buah molekul asam lemak. Sumber lemak dibagi menjadi dua macam, yaitu hewani dan nabati. Lemak tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam eter, benzene, dan kloroform. Lemak terdiri atas 2 komponen, yaitu asam lemak dan gliserol. Setiap 3 molekul asam lemak berikatan dengan molekul gliserol membentuk trigliserida. Asam lemak yang dibuat oleh tubuh disebut asam lemak nonesensial, sedangkan asam lemak yang diperoleh dari makanan disebut asam lemak esensial Proses pencernaan makanan pada manusia terjadi di luar sel, disebut pencernaan ekstrasekuler. Sistem pencernaan manusia tersusun dari saluran pencernaan (mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus) dan kelenjar pencernaan (hati dan pankreas).

1. Mulut Manusia memasukkan makanan ke dalam tubuh dengan cara ditelan, cara seperti itu disebut ingesti. Mulut dilengkapi dengan beberapa alat tubuh, yaitu lidah, gigi, dan kelenjar saliva (air liur).

2. Faring, Kerongkongan, dan Lambung Faring dan kerongkongan (esofagus) merupakan saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung. a. Faring Faring merupakan bagian yang pendek. Faring merupakan tempat pertemuan jalur makanan dan udara. b. Kerongkongan Kerongkongan merupakan sebuah tabung lurus, berotot, dan berdinding tebal. Bolus akan melalui kerongkongan menuju lambung yang disebabkan oleh gerak peristaltik dinding kerongkongan. c. Lambung Lambung (ventrikulus) terletak di bawah sekat rongga badan atau bagian atas rongga perut. Lambung mempunyai beberapa fungsi utama yaitu : Menyimpan makanan Mengaduk makanan

3. Hati dan Pankreas Hati dan pankreas merupakan hasil pertumbuhan bagian depan usus yang berkelenjar. Hati merupakan kelenjar pencernaan yang terbesar, bobotnya dapat mencapai 2 kg. fungsinya adalah, sbb.: Mengasilkan empedu (bilus) Tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah berupa glikogen Menyerap unsur besi dari darah yang telah rusak Tempat penyimpanan darah Tempat pembentukan fibrinogen dan heparin

Mengubah provitamin A (karoten) menjadi vit. A dan provitamin D (ergosterol) Detoksifikasi (menawarkan sifat racun) obat dan minuman alkohol Tempat penghancuran sel darah merah

Empedu disimpan dalam kantong empedu sebelum masuk ke usus. Empedu bersifat basa sehingga menetralkan zat makanan bersifat asam yang keluar dari lambung serta membuat pH yang baik untuk kerja enzim pankreas dan enzim usus. Empedu juga mengandung garam empedu yang membantu proses hidrolisis lemak di usus.

Pankreas berfungsi sebagai kelenjar eksokrin, kelenjar endokrin, dan menghasilkan enzim. Peran pankreas sebagai kelenjar eksokrin adalah menghasilkan getah pankreas yang mengandung berbagai zat, yaitu sbb.: a. Natrium Bikarbonat (NaHCO3) Bermanfaat untuk menetralkan keasaman isi usus dan menaikkan pH-nya menjadi sekitar 8. b. Amilase pankreas (disakarase) Yaitu enzim yang berperan untuk memecah pati menjadi campuran maltosa dan glukosa. c. Lipase pankreas (steapsin) Yaitu enzim yang menghidrolisis lemak menjadi campuran asam lemak dan monogliserida. d. Protease (peptidase) Yaitu enzim pemecah protein. Getah pankreas mengandung 3 jenis protease, yaitu tripsinogen, kimotripsinogen, dan karboksipeptidase. e. Nuklease Yaitu enzim yang menghidrolisis asam nukleat (ARN dan ADN) menjadi komponen nukleotida.

4. Usus (Intestinum) dan Anus

Usus adalah saluran tempat mencerna makanan, absorpsi zat makanan, serta tempat fermentasi dan pembusukan ampas makanan oleh bakteri. Manusia mempunyai 2 macam usus, yaitu usus halus (insentium tenue) dan usus besar (insentium crassum).

a. Usus Halus Usus halus mempunyai panjang 8,5 m. Pada dindingnya terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan getah usus, disebut kelenjar Lieberkuhn.

Usus halus terdiri atas 3 bagian, yaitu: Duodenum (usus 12 jari) Jejenum (usus kosong) Ileum (usus penyerapan)

b. Usus Besar (Kolon) dan Anus Kolon manusia terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian yang naik (asenden), melintang (trasenden), dan turun (desenden). Saluran kolon berakhir pada suatu ruang yang disebut rektum. Rektum bermuara di permukaan tubuh dalam ruang yang disebut anus. Dalam rektum terdapat otot yang berfungsi untuk menahan turunnya feses ke anus, disebut katup Houston. Antara usus halus dan usus besar dipisahkan oleh klep yang disebut ileosekum yang berguna untuk mencegah makanan agar tidak kembali ke usus halus. Pada ujung ileosekum terdapat apendiks (umbai cacing; usus buntu). Kolon menyerap kembali air dan garam yang berasal dari zat-zat buangan dari usus halus. Usus besar mengandung popolasi bakteri. Hasil fermentasi berupa asam organik, gas metan, dan hidrogen. Sisa proses pencernaan dibuang melalui anus.

4. PROSEDUR/METODE, ALAT & BAHAN

a. Uji adanya amilum


Mengiris bahan yang akan diuji

Memasukkan ke dalam mortar, gerus dengan pistil

Menambahkan akuades

Menyaring dengan kain kasa

Hasil Penyaringan (cairan bahan)

Bahan yang berupa tepung dicairkan dengan menambahkan akuades

Meneteskan 3-4 tetes cairan bahan ke lempeng uji

Menambahkan 1 tetes larutan lugol pada cairan bahan

Mengaduknya dengan tusuk gigi

Mencatat perubahan warna yang terjadi

Memberi tanda + bila terdapat warna biru kehitaman

Membuat hasil pengamatan dalam bentuk tabel

Uji adanya lemak


Membuat cairan bahan

Mengisikan 1 ml cairan bahan ke dalam tabung reaksi

Menambahkan 2-3 tetes larutan Sudan III, kocok

Mengamati dan catat perubahan warna yang terjadi

Memberi tanda + bila terdapat warna merah pada cairan bahan

Membuat hasil pengamatan dalam bentuk tabel

Pengamatan Sistem Pencernaan Makanan


Mengamati gambar dan model sistem pencernaan makanan manusia
Menentukan bagian 1. Saluran Pencernaan (meliputi mulut, faring, esofagus, lambung, penyusun sistem usus halus, usus besar, anus) pencernaan dan 2. Organ-organ tambahan (meliputi organ tambahan gigi, lidah, kelenjar ludah, hati,
pankreas)

Menggambar hasil pengamatan anda

B. Alat & Bahan Alat : Mortar dan pistil Beaker glass 100ml Pipet panjang Tabung reaksi Rak tabung reaksi Lempeng uji Papan bedah Gambar system pencernaan manusia Bahan : Ketela pohon/ singkong Ketela rambat Jagung muda Telur ayam Santan kelapa Minyak goring Ikan segar Larutan Lugol Larutan Sudan III 0,5% Akuades

5. DATA Waktu Praktikum Tempat Praktikum Dosen Pembimbing : Rabu, 06 Februari 2013 : Ruang Biologi 210 : Nuning Wulandari dan Siti Imroatul Maslikhah

1. Uji Karbohidrat dan Lemak Indikator Lugol + ++ +++ Sudan III ++ +++ + ++++++ +++++ ++++

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Bahan Kuning telur Putih telur Santan Minyak goring Jagung Ubi Jalar Ikan Ketela pohon

Keterangan: Indikator lugol digunakan untuk mendeteksi adanya karbohidrat dalam bahan makanan. Apabila bahan makanan setelah ditetesi lugol berubah warna menjadi biru kehitaman data diberi tanda (+). Indikator Sudan III 0,5% dalam alcohol digunakan untuk mendeteksi adanya lemak dalam bahan makanan. Apabila bahan makanan setelah ditetesi lugol berubah warna menjadi merah maka data dibari tanda (+).

6. ANALISIS DATA Uji Kandungan Amilum Dalam pengujian kandungan amilum, cairan bahan ditambahkan 2 tetes larutan lugol. Apabila bahan tersebut mengadung amilum, maka akan terjadi perubahan pada cairan bahan yang ditandai dengan berubahnya warna cairan bahan menjadi warna biru kehitaman. 1. Minyak goreng Minyak goreng sebelum ditetesi larutan lugol berwarna kuning bening, setelah ditetesi larutan lugol, minyak goring berwarna kuning tua. 2. Santan Santan sebelum ditetesi larutan lugol berwarna putih pekat, setelah ditetesi larutan lugol santan berwarna putih tetapi pada tepi-tepinya berwarna kuning. 3. Putih telur Putih telur sebelum ditetesi larutan lugol berwarna bening, setelah diberi larutan lugol putih telur warnanya tetap bening, tidak ada perubahan. 4. Kuning telur Kuning telur sebelum ditetesi larutan lugol berwarna kuning, setelah ditetesi larutan lugol tetap berwarna kuning. 5. Ubi jalar Cairan bahan ubi jalar sebelum ditetesi larutan lugol berwarna oranye muda, setelah ditetesi larutan lugol cairan bahan ubi jalar berwarna biru kehitaman. 6. Jagung Cairan bahan jagung sebelum ditetesi larutan lugol berwarna kuning muda, setelah ditetesi larutan lugol cairan bahan jagung berwarna biru terang.

7. Ketela pohon Cairan bahan ketela pohon sebelum ditetesi larutan lugol berwarna putih pudar, setelah ditetesi larutan lugol cairan bahan ketela pohon berwarna biru kehitaman yang sangat pekat. 8. Ikan Cairan bahan ikan sebelum ditetesi larutan lugol berwarna bening keruh setelah ditetesi larutan lugol warna dari cairan bahan ikan tidak berubah, tetap seperti semula. Uji Kandungan Lemak Pada percobaan uji kandungan lemak, bahan atau cairan bahan ditetesi larutan Sudan III 0,5%. Indikasi bahwa bahan atau cairan bahan mengandung lemak adalah perubahan warna setelah ditetesi larutan uji menjadi berwarna merah. 1. Minyak goreng Sebelum ditetesi larutan uji minyak goreng berwarna kuning, setelah ditetesi larutan uji minyak goreng bewarna merah terang. 2. Santan Sebelum ditetesi larutan uji santan berwarna putih pekat, setelah ditetesi larutan uji santan berwarna pink susu atau merah muda seperti susu kemasan botol/kotak. 3. Putih telur Sebelum ditetesi larutan uji putih telur berwarna bening, setelah ditetesi larutan uji putih telur menggumpal dan berwarna merah 4. Kuning telur Sebelum ditetesi larutan uji kuning telur berwarna kuning, setelah ditetesi larutan uji kuning telur berwarna oranye. 5. Ubi jalar

Sebelum ditetesi larutan uji cairan bahan ubi jalar berwarna oranye muda, setelah ditetesi larutan uji cairan bahan ubi jalar tidak mengalami perubahan.

6. Jagung Sebelum ditetesi larutan uji cairan bahan jagung berwarna kuning muda, setelah ditetesi larutan uji cairan bahan jagung tidak mengalami perubahan. 7. Ketela pohon Sebelum ditetesi larutan uji cairan bahan ketela pohon berwarna putih pudar, setelah ditetesi larutan uji cairan bahan ketela pohon berubah berwarna merah. 8. Ikan Sebelum ditetesi larutan uji ciran bahan ikan berwarna bening keruh, setelah ditetesi larutan uji cairan bahan ikan berubah menjadi berwarna merah.

Pengamatan Sistem Pencernaan Pada sistem pencernaan terdapat saluran pencernaan yang terdiri dari mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar dan anus dan organ-organ tambahan yaitu gigi, lidah, kelenjar ludah , hati dan pankreas. 1. Mulut Mulut merupakan tempat dimasukkannya makanan untuk pertama kali, dilengkapi dengan gigi dan lidah serta enzim ptialin didalamnya. 2. Faring Faring atau tekak terletak di belakang rongga hidung dan mulut. Bentuknya seperti tabung corong. 3. Esofagus Esofagus adalah tabung yang menghubungkan faring dengan lambung. 4. Lambung Lambung adalah suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. 5. Usus halus Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. 6. Usus besar Usus besar merupakan bagian usus antara usus buntu dan rektum yang memiliki panjang sekitar 1 m. 7. Anus

Anus merupakan sebuah bukaan dari rektum ke lingkungan luar tubuh.

7. PEMBAHASAN

1. Karbohidrat Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana. Banyak karbohidrat yang merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta bercabangcabang. Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. Selain itu, karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pektin, serta lignin. Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin. Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan selsel tubuh. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak. Pati atau amilum (CAS# 9005-25-8) adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang

penting. Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa. Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen ("pati hewan") dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernak secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa. 2. Lemak Lemak atau lipid tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O yang merupakan senyawa majemuk. Lemak terdiri atas asam lemak dan gliserol. Pada satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga buah molekul asam lemak. Sumber lemak dibagi menjadi dua macam, yaitu hewani dan nabati. Lemak tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam eter, benzene, dan kloroform. Lemak terdiri atas 2 komponen, yaitu asam lemak dan gliserol. Setiap 3 molekul asam lemak berikatan dengan molekul gliserol membentuk trigliserida. Asam lemak yang dibuat oleh tubuh disebut asam lemak

nonesensial, sedangkan asam lemak yang diperoleh dari makanan disebut asam lemak esensial.

Adapun fungsi lemak sebagai berikut : 1. Sebagai penghasil energi ( 1 gram = 9,3 kalori ) 2. Pembangun bagian-bagian sel tertentu 3. Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K 4. Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah

3. Uji karbohidrat Lugol yodium, juga dikenal sebagai solusi lugol, pertama kali dibuat pada tahun 1829, merupakan solusi dari unsur iodium dan iodida kalium dalam air, yaitu setelah dokter Prancis JGALugol. Larutan yodium lugol sering digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan, untuk desinfeksi darurat air minum, dan sebagai reagen untuk deteksi pati di laboratorium rutin dan tes medis. Telah digunakan lebih jarang untuk mengisi kekurangan yodium. Namun, Iodida kalium murni, mengandung ion iodida relatif jinak tanpa unsur iodium lebih toksik, lebih disukai untuk tujuan ini. Solusi lugol terdiri dari 5 g yodium (I2) dan 10 g kalium iodida (KI) dicampur dengan air suling yang cukup untuk membuat larutan coklat dengan total volume 100 mL dan kadar yodium total 150 mg / mL. Kalium iodida menerjemahkan yodium SD larut dalam air melalui pembentukan triiodida (I3) ion. Hal ini tidak boleh disamakan dengan tingtur solusi yodium, yang terdiri dari unsur iodium, dan garam iodida dilarutkan dalam air dan alkohol. Solusi lugol mengandung alkohol. Nama lain untuk solusi lugol adalah I2KI (iodine-potassium iodide): Markodine, solusi Strong (sistemik), dan berair yodium Solusi BCP. Lugol diperoleh dari ahli kimia dan apoteker yang berlisensi untuk mempersiapkan dan mengeluarkan solusi. Indikator ini, juga disebut noda, digunakan di berbagai bidang. Solusi ini digunakan sebagai tes indikator keberadaan pati

dalam senyawa organik, dengan yang bereaksi dengan memutar sebuah darkblue/black. Pada kegiatan praktikum ini menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui kandungan karbohidrat yaitu lugol. Lugol digunakan untuk mendeteksi apakah suatu makanan mengandung karbohidrat (amilum) atau tidak. Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam hal tersebut disebabkan karena iodium dalam larutan lugol bereaksi dengan amilum membentuk iod amilum. Ini menunjukkan bahwa makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.

4. Uji lemak Untuk menguji lemak dapat digunakan kertas Koran, etanol, dan larutan sudan III. Teteskan larutan yang diuji pada pinggir kertas Koran. Kalau larutan itu mengandung lemak maka pinggir kertas Koran tampak buram. Menguji lemak dapat juga menggunakan etanol dan air. Masukkan 5 mililiter etanol dalam tabung reaksi. Kemudian masukkan 2 tetes larutan bahan yang diuji. Tuangkan etanol dan bahan ini ke tabung reaksi yang beisi 5 ml air, jika terbentuk emulsi putih keruh berarti bahan makanan yang diuji mengandung lemak. Pada percobaan yang dilakukan adalah menguji adanya kandungan lemak dengan menggunakan larutan sudan III dengan konsentrasi 0,5% dalam alkohol. Lemak merupakan senyawa organik yang hidrofob, sangat sulit untuk larut dalam air. Namun pada larutan sudan ini lemak akan larut. Indikasi adanya kandungan lemak dalam suatu bahan adalah ekstrak yang telah di tambah dengan aquades akan berubah warna menjadi merah cerah setelah di tetesi dengan larutan sudan. Tingkat kecerahan warna merah tersebut menunjukkan tingkat kandungan lemak, semakin berwarna merah cerah maka kandungan lemak semakin tinggi dan begitu sebaliknya.

5. Sistem pencernaan Pencernaan makanan bertujuan untuk mengubah substansi makanan menjadi suatu bentuk yang ukurannya kecil dan larut dalam air, sehingga

dengan mudah menembus usus dan dapat segera digunakan oleh sel untuk sintesis sel-sel baru, dan menghilangkan kemungkinan adanya sifat antigenic dari substansi makanan utamanya protein (Wulangi, 1993) Menurut Pagarra & Adnan (2010), Sistem pencernaan makanan dibangun oleh pembuluh-pembuluh yang sangat muskuler dimulai mulut sampai anus yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Rongga mulut Faring Eshopagus Lambung Usus halus tediri dari duodenum, jejunum, dan ileum Usus besar terdiri dari kolon dan rectum Anus

1. Rongga mulut Manusia memasukkan makanan ke dalam tubuh dengan cara ditelan, cara seperti itu disebut ingesti. Mulut dilengkapi dengan beberapa alat tubuh, yaitu lidah, gigi, dan kelenjar saliva (air liur). 2. Faring, Kerongkongan, dan Lambung Faring dan kerongkongan (esofagus) merupakan saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung. a. Faring Faring merupakan bagian yang pendek. Faring merupakan tempat pertemuan jalur makanan dan udara. Pada saat makanan berada di dalam faring, langit-langit lunak berotot naik untuk mencegah makanan masuk ke dalam rongga hidung. Pernapasan akan berhenti sementara. Laring naik dan epiglotis tertutup untuk mencegah makanan masuk ke dalam laring. Lidah mencegah makanan kembali ke dalam mulut. Kontraksi otot faring menggerakkan gumpalan makanan (bolus) ke dalam kerongkongan. b. Kerongkongan

Kerongkongan merupakan sebuah tabung lurus, berotot, dan berdinding tebal. Bolus akan melalui kerongkongan menuju lambung yang disebabkan oleh gerak peristaltik dinding kerongkongan. Gerak peristaltik adalah gerak bergelombang dari depan sampai belakang yang ditimbulkan oleh kontraksi dan relaksasi otot yang terjadi secara berurutan. c. Lambung Lambung (ventrikulus) terletak di bawah sekat rongga badan atau bagian atas rongga perut. Lambung mempunyai beberapa fungsi utama yaitu : Menyimpan makanan Mengaduk makanan Lambung terdiri atas 3 bagian. Makanan pertama kali masuk melalui lambung melalui kardiak. Kemudian makanan menuju fundus dan pilorus. Pilorus berdekatan dengan otot pengunci yang berguna mengatur penyaluran makanan ke usus. Dalam dinding lambung terdapat kelenjar lambung yang menghasilkan lendir, getah lambung, dan hormon gastrin. 1.) Lendir Lambung, dihasilkan oleh sel penghasil lendir. 2.) Getah Lambung Di dalamnya terdapat bahan-bahan, sbb.: Asam Klorida (HCl), merupakan cairang yang dihasilkan oleh sel parietal. Cairan tsb berfungsi untuk membunuh kuman, membuat lingkungan lambung menjadi asam, merangsang sekresi getah usus, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin, yaitu enzim protease yang memecah protein menjadi pepton. Renin, yaitu enzim yang berguna dalam penggumpalan protein susu (kasein). Renin biasanya dimiliki oleh mamalia berusia muda. Lipase, yaitu enzim yang memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim tsb tidak dihasilkan oleh lambung tetapi oleh kelenjar saliva yang terakumulasi di dalam lambung.

3.) Hormon Gastrin Merupakan hormon yang merangsang lambung untuk menyekresi getah lambung.

3. Usus (Intestinum) dan Anus Usus adalah saluran tempat mencerna makanan, absorpsi zat makanan, serta tempat fermentasi dan pembusukan ampas makanan oleh bakteri. Manusia mempunyai 2 macam usus, yaitu usus halus (insentium tenue) dan usus besar (insentium crassum). a. Usus Halus Usus halus mempunyai panjang 8,5 m. Pada dindingnya terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan getah usus, disebut kelenjar Lieberkuhn. Usus halus terdiri atas 3 bagian, yaitu: Duodenum (usus 12 jari) Bagian depan usus halus dengan panjang kira-kira 25 cm, berbentuk U, dan menjadi muara saluran empedu serta pankreas. Jejenum (usus kosong) Bagian kedua usus halus dengan panjang kira-kira 7 m. Ileum (usus penyerapan) Bagian terakhir usus halus dengan panjang kira-kira 1 m. b. Usus Besar (Kolon) dan Anus Kolon manusia terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian yang naik (asenden), melintang (trasenden), dan turun (desenden). Saluran kolon berakhir pada suatu ruang yang disebut rektum. Rektum bermuara di permukaan tubuh dalam ruang yang disebut anus. Dalam rektum terdapat otot yang berfungsi untuk menahan turunnya feses ke anus, disebut katup Houston. Antara usus halus dan usus besar dipisahkan oleh klep yang disebut ileosekum yang berguna untuk mencegah makanan agar tidak kembali ke usus halus. Pada ujung ileosekum terdapat apendiks (umbai cacing; usus buntu). Kolon menyerap kembali air dan garam yang berasal dari zat-zat buangan dari usus

halus. Usus besar mengandung popolasi bakteri. Hasil fermentasi berupa asam organik, gas metan, dan hidrogen. Sisa proses pencernaan dibuang melalui anus.

4. Organ-organ tambahan yang berperan dalam proses pencernaan a. Gigi Gigi bayi pertama kali muncul sesudah berusia 6 bulan, disebut gigi susu yang berjumlah 20, sbb.: 1.) 8 gigi seri (insisivus), untuk memotong makanan 2.) 4 gigi taring (caninus), untuk mencabik-cabik makanan 3.) 8 gigi geraham untuk mengunyak makanan Pada anak usia 6-14 tahun, gigi susu akan tanggal dan diganti oleh gigi tetap yang berjumlah 32. Gigi tetap terdiri atas 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan (premolar), dan 12 gigi geraham belakang (molar).

b. Lidah Lidah berfungsi untuk : Membantu membolak-balikkan makanan Membantu mendorong makanan saat ditelan Sebagai alat pengecap atau perasa Merupakan alat indera yang sensitif terhadap suhu dingin / panas dan tekanan

c. Kelenjar ludah/saliva Saliva digunakan untuk memudahkan penelanan makanan, membantu mencerna makanan secara kimiawi karena mengandung enzim amilase (ptialin) dan lipase, serta melindungi selaput mulut terhadap suhu panas atau dingin dan kondisi asam dan basa. Dalam rongga mulut manusia terdapat 3 pasang kelenjar saliva yaitu: Glandula Parotis = menghasilkan saliva atau ludah Glandula Sublingualis = menghasilkan air dan lendir

Glandula Submandibularis = menghasilkan air dan lender

d. Hati dan Pankreas Hati dan pankreas merupakan hasil pertumbuhan bagian depan usus yang berkelenjar. Hati merupakan kelenjar pencernaan yang terbesar, bobotnya dapat mencapai 2 kg. fungsinya adalah, sbb.: Mengasilkan empedu (bilus) Tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah berupa glikogen Menyerap unsur besi dari darah yang telah rusak Tempat penyimpanan darah Tempat pembentukan fibrinogen dan heparin Mengubah provitamin A (karoten) menjadi vit. A dan provitamin D (ergosterol) Detoksifikasi (menawarkan sifat racun) obat dan minuman alkohol Tempat penghancuran sel darah merah Empedu disimpan dalam kantong empedu sebelum masuk ke usus. Empedu bersifat basa sehingga menetralkan zat makanan bersifat asam yang keluar dari lambung serta membuat pH yang baik untuk kerja enzim pankreas dan enzim usus. Empedu juga mengandung garam empedu yang membantu proses hidrolisis lemak di usus. Pankreas berfungsi sebagai kelenjar eksokrin, kelenjar endokrin, dan menghasilkan enzim. Peran pankreas sebagai kelenjar eksokrin adalah menghasilkan getah pankreas yang mengandung berbagai zat, yaitu sbb.: a. Natrium Bikarbonat (NaHCO3) Bermanfaat untuk menetralkan keasaman isi usus dan menaikkan pH-nya menjadi sekitar 8. b. Amilase pankreas (disakarase) Yaitu enzim yang berperan untuk memecah pati menjadi campuran maltosa dan glukosa. Beberapa jenis amilase

pankreas antara lain: 1.) Maltase, berfungsi memecah maltosa menjadi 2 molekul glukosa. 2.) Sukrase, berfungsi memecah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa. 3.) Laktase, berfungsi memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa c. Lipase pankreas (steapsin) Yaitu enzim yang menghidrolisis lemak menjadi campuran asam lemak dan monogliserida. d. Protease (peptidase) Yaitu enzim pemecah protein. Getah pankreas mengandung 3 jenis protease, yaitu tripsinogen, kimotripsinogen, dan karboksipeptidase.

e. Nuklease Yaitu enzim yang menghidrolisis asam nukleat (ARN dan ADN) menjadi komponen nukleotida.

8. DISKUSI

8.1 Bahan makanan yang bagaimanakah yang banyak mengandung amilum? Jelaskan! Jawab : Bahan makanan yang ketika diuji menggunakan larutan lugol terdapat warna biru kehitaman.

8.2 Dari hasil uji yang anda lakukan, bahan makanan apa yang mengandung protein dan lemak? Jawab : Bahan makanan yang mengandung lemak : kuning telur, putih telur, santan, Bahan makanan yang mengandung protein : -

8.3 Bagaimana cara yang lebih sederhana untuk menguji adanya lemak dalam bahan makanan? Jawab : Kita contohkan pada bahan minyak goreng. Teteskan minyak goreng pada selembar kertas putih atau kertas sampul. Terawangkan kertas didepan cahaya sehingga cahaya dapat melewatinya. Jika bagian kertas yang ditetesi minyak goreng tembus cahaya maka minyak goreng tersebut mengandung lemak.

8.4 Vitamin C hanya terdapat pada buah-buahan yang masam. Benarkah pernyataan tersebut? Jelaskan! Jawab :

Tidak. Konsentrasi Ascorbic acid tidak selalu terlihat pada rasanya. Masamnya buah lebih ditentukan kadar fruktosanya.

8.5 Jelaskan fungsi mulut dalam proses pencernaan! Jawab : Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Makanan ini mulai dicerna secara mekanik dan kimiawi di dalam rongga mulut. Di dalam rongga mulut, terdapat lidah, gigi, dan kelenjar ludah yang menyekresikan air liur. Masing-masing memiliki peran dalam proses pencernaan makanan.

8.6 Jelaskan perbedaan struktur dan fungsi antara usus halus dan usus besar! Jawab : 1. Usus halus mempunyai panjang 8,5 m. Pada dindingnya terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan getah usus, disebut kelenjar Lieberkuhn. Usus halus terdiri atas 3 bagian, yaitu: Duodenum (usus 12 jari) Bagian depan usus halus dengan panjang kira-kira 25 cm, berbentuk U, dan menjadi muara saluran empedu serta pankreas. Jejenum (usus kosong) Bagian kedua usus halus dengan panjang kira-kira 7 m. Ileum (usus penyerapan) Bagian terakhir usus halus dengan panjang kira-kira 1 m.

2. Kolon (usus besar) manusia terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian yang naik (asenden), melintang (trasenden), dan turun (desenden). Saluran kolon berakhir pada suatu ruang yang disebut rektum. Rektum bermuara di permukaan tubuh dalam ruang yang disebut anus. Dalam rektum terdapat otot yang berfungsi untuk menahan turunnya feses ke

anus, disebut katup Houston. Usus besar mengandung popolasi bakteri. Hasil fermentasi berupa asam organik, gas metan, dan hidrogen. Sisa proses pencernaan dibuang melalui anus.

8.7 Jelaskan peran hati dan pankreas dalam proses pencernaan! Jawab : Hati dan pankreas merupakan hasil pertumbuhan bagian depan usus yang berkelenjar. 1. Hati merupakan kelenjar pencernaan yang terbesar, bobotnya dapat mencapai 2 kg. fungsinya adalah, sbb.: Mengasilkan empedu (bilus) Tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah berupa glikogen Menyerap unsur besi dari darah yang telah rusak Tempat penyimpanan darah Tempat pembentukan fibrinogen dan heparin Mengubah provitamin A (karoten) menjadi vit. A dan provitamin D (ergosterol) Detoksifikasi (menawarkan sifat racun) obat dan minuman alkohol Tempat penghancuran sel darah merah 2. Pankreas berfungsi sebagai kelenjar eksokrin, kelenjar endokrin, dan menghasilkan enzim. Peran pankreas sebagai kelenjar eksokrin adalah menghasilkan getah pankreas yang mengandung berbagai zat, yaitu sbb.: a. Natrium Bikarbonat (NaHCO3) Bermanfaat untuk menetralkan keasaman isi usus dan menaikkan pHnya menjadi sekitar 8. b. Amilase pankreas (disakarase) Yaitu enzim yang berperan untuk memecah pati menjadi campuran maltosa dan glukosa. Beberapa jenis amilase pankreas antara lain: 1.) Maltase, berfungsi memecah maltosa menjadi 2 molekul glukosa. 2.) Sukrase, berfungsi memecah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa.

3.) Laktase, berfungsi memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa c. Lipase pankreas (steapsin) Yaitu enzim yang menghidrolisis lemak menjadi campuran asam lemak dan monogliserida. d. Protease (peptidase) Yaitu enzim pemecah protein. Getah pankreas mengandung 3 jenis protease, yaitu tripsinogen, kimotripsinogen, dan karboksipeptidase. e. Nuklease Yaitu enzim yang menghidrolisis asam nukleat (ARN dan ADN) menjadi komponen nukleotida.

9. KESIMPULAN 1. Perubahan warna larutan jagung, ubi jalar, ketela pohon menjadi biru sampai biru kehitaman menunjukkan larutan yang diuji mengandung amilum. Iodium dalam larutan lugol akan bereaksi dengan amilum membentuk Iod amilum yang berwarna biru kehitaman. 2. Perubahan warna larutan kuning telur, putih telur, santan, minyak goreng, ikan, ketela pohon dari orange sampai merah setelah ditetesi larutan sudan III 0,5% dalam alkohol menunjukkan larutan yang diuji mengandung lemak. Larutan Sudan III larut dalam lemak, dan akan menimbulkan warna merah pada larutan bahan makanan yand diuji dengan larutan tersebut. 3. Proses pencernaan makanan dilakukan oleh sistem pencernaan yang terdiri dari saluran pencernaan (meliputi mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, dan anus)

10. DAFTAR PUSTAKA Dindy Putri. 2012. Uji Makanan.

http://dindyputri.blogspot.com/2012/05/contoh-laporan-uji-makananbiologi-uji.html (diakses tanggal 9 Februari 2013

Anwarul Al-Muslimin. 2011. Contoh Laporan Biologi Uji Makanan. http://anwarsukses.blogspot.com/2011/05/contoh-laporan-biologi-ujimakanan.html (diakses tanggal 9 Februari 2013)

Priastianta

Adi.

2010.

Sistem

Pencernaan

Makanan.

http://bukanseladabiasa.blogspot.com/2010/01/sistem-pencernaanmakanan.html (diakses tanggal 11 Februari 2013)

Dianimam. 2011. Uji Makanan. http://dianimam.wordpress.com/ (diakses tanggal

11 Februari 2013)

Budiyanto.

2012.

Fungsi

Alat

Sistem

Pencernaan

Pada

Manusia.

http://budisma.web.id/materi/sma/biologi-kelas-xi/fungsi-alat-sistempencernaan-pada-manusia/ (diakses tanggal 9 Februari 2013)