Anda di halaman 1dari 23

I.

IDENTITAS PASIEN Nama Jenis Kelamin Umur Agama Alamat Pekerjaan Pendidikan Suku/Warga Negara Status Perkawinan Tanggal MRS : Ny. J : Wanita : 53 tahun : Islam : Macanan RT 10 RW 05, Tegalrejo : Ibu rumah tangga : SD : Jawa/WNI : Menikah :

II. RIWAYAT PSIKIATRI Autoanamnesis pada tanggal 31 Januari 2014 Alloanamnesis pada tanggal 31 Januari 2014, diperoleh melalui anak pasien. Nama Alamat Pekerjaan Pendidikan Umur Agama Hubungan dengan penderita Lama kenal Sifat perkenalan Ny I Macanan RT 10 RW 05, Tegalrejo Pekerja Pabrik SMA 26 tahun Islam Anak kedua pasien Sejak lahir Baik

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 1

A. Keluhan Utama Pasien merasa cemas akan penyakitnya sejak 2 tahun SMRS

B. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien dibawa ke poli RSJS pada hari Rabu, 26 Juni 2013 di rujuk oleh dr pribadinya dengan keluhan utama merasa panas di seluruh bagian tubuh. Rasa panas hanya bisa di rasakan pasien dan tidak bisa di rasakan lewat rabaan. Pasien merasa tubuhnya terlalu banyak penyakit. Kecemasan pasien membuat pasien sulit untuk tertidur nyenyak. Pasien selalu terbangun saat dini hari dan sulit untuk meneruskan tidurnya. Pasien bercerita dirinya sering merasa cemas dan ingin sembuh,perasaan cemas pasien juga timbul karna memikirkan suami nya yang juga sakit 1 tahun belakangan ini akibat terjatuh saat bertani, pasien juga cemas memikirkan keadaan anakanaknya, terutama anak pertamanya yang berkerja di kota lain. Terkadang pasien juga sedih karna tidak bisa berkerja lagi. Pasien juga sering merasa sedih, merasa putus asa ketika mengenang dirinya sudah tidak bisa berkerja lagi. Pasien juga merasa kepercayaan diri nya berkurang karna tidak bisa membantu keluarganya. Namun, pasien masih semangat untuk berkerja walaupun terbatas karna tidak dapat bergerak banyak. Pasien juga mengeluh sering berdebar debar saat ingin diperiksa dokter. Pasien juga sering mengalami keluhan pada lambungnya, dan sering berkeringat juga merasa dingin pada telapak tangannya. Pasien pernah stroke 4 tahun yang lalu yang menyebabkan pergerakan pasien terhambat. Menurut anak pasien , pasien sangat cemas akan semuahal terutama masalah penyakitnya, pasien menjadi sering menasehati anak-anaknya, pasien juga menjadi lebih sensitif akan sesuatu yang di hadapi. Pasien masih ingin berkerja namun tidak bisa melakukan apa-apa sehingga terkadang pasien menjadi mudah marah. Suami pasien menderita sakit pinggang dan pernah jatuh sehingga sekarang juga tidak bisa mencari nafkah. Pasien menyangkal melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain, mendengar sesuatu yang tidak bisa didengar orang lain maupun mencium sesuatu yang tidak bisa dicium oleh orang lain. Pasien juga menyangkal adanya perasaan sedih yang mendalam,

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 2

rasa ingin mengurung diri serta rasa senang yang berlebihan. Pasien juga menyangkal adanya perasaan ingin bunuh diri.

C. Riwayat Gangguan Sebelumnya 1. Riwayat Psikiatrik Pasien belum pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa sebelumnya, ini merupakan pertama kali pasien mengalami keluhan seperti ini.

2. Riwayat Medis Umum Pasien memiliki riwayat darah tinggi sejak 5 tahun yang lalu, pengobatan terkontrol. Pasien juga memiliki riwayat stroke ringan 4 tahun lalu. Sudah dilakukan pengobatan secara rutin hingga saat ini. 3. Riwayat Merokok,NAPZA, dan Alkohol Pasien tidak memiliki riwayat pemakaian rokok, NAPZA ataupun minumminuman beralkohol.

D. Riwayat Pribadi 1. Riwayat Prenatal dan Perinatal Pasien anak ke 6 dari 9 bersaudara. Pasien lupa akan silsilah keluarganya dan tidak didapatkan data yang valid tentang pertumbuhan prenatal dan perinatal pasien. 2. Riwayat Masa Kanak Kanak (0-3tahun) Tidak ada data yang valid tentang pertumbuhan dan perkembangan pasien. 3. Riwayat Masa Kanak Pertengahan (3-11 tahun) Pasien tidak pernah tinggal kelas. Pendidikan terakhir pasien sampai SD dan tidak di teruskan akibat keterbatasan biaya. Selanjutnya pasien belajar menjahit untuk karna bercita-cita sebagai penjahit. 4. Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja Pasien tumbuh dan berperilaku sebagai wanita, Pasien bersosialisasi dengan baik sehingga memiliki banyak teman, namun pasien tidak terlalu banyak dalam berbicara.
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia Page 3

5. Riwayat Masa Dewasa Riwayat Pendidikan Pasien bersekolah hingga kelas 6 SD, dan berhenti karena masalah biaya. Riwayat Pekerjaan Pasien keseharian berkerja sebagai penjahit sebelum menderita penyakit stroke. Riwayat Pernikahan Pasien menikah satu kali, saat menikah pasien berumur 19 tahun. Pernikahan ini merupakan pernikahan yang dikehendaki. Pasien dikaruniai 3 anak kandung dua perempuan dan satu laki laki . Kesan keluarga harmonis. Riwayat Pelanggaran Hukum Pasien tidak pernah berurusan dengan penegak hukum, tidak ada riwayat pelanggaran hukum pada pasien. Riwayat Aktivitas Sosial Sebelum sakit pasien bersosialisasi baik dengan tetangga dan lingkungan. Namun pasien cenderung pendiam. Setelah sakit pasien tetap beraktivitas namun berkurang dari biasanya Riwayat Keagamaan Pasien beragama Islam dan mendapatkan ilmu agama Islam pertama kali dari orang tua pasien. Pasien mengerjakan sholat 5 waktu dan setelah sakit pasien lebih rajin beribadah. Riwayat Psikoseksual Pasien menikah dengan lawan jenis dan selama ini berpenampilan seperti perempuan pada umumnya.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 4

E. Riwayat Keluarga Pasien merupakan anak ke 6 dari 9 bersaudara. Tidak ada yang mengalami keluhan yang sama seperti pasien.Orang tua pasien telah meninggal dunia karena usia tua.

Genogram

Laki-laki

Meninggal Dunia

Perempuan

Pasien

Pasein tinggal satu rumah bersama suami, anak ke-dua nya , anak menantunya, cucu, dan anak ketiganya yang masih pelajar SMU dan belum menikah.

F. Riwayat Sosial Ekonomi Sekarang Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, keluarga pasien mengandalkan penghasilan dari anak peratama dan kedua pasien, dan terkadang berhutang pada tetangga. Kesan sosial ekonomi pasien kurang.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 5

G. Grafik Perjalanan Penyakit


Symtoms

2012 Role of Function

2014

H. Taraf Kepercayaan Alloanamnesis Autoanamnesis : dapat dipercaya : dapat dipercaya

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 6

III. STATUS MENTAL


Pemeriksaan dilakukan di rumah tinggal pasien pada tanggal 31 januari 2014 I. Status Mental A. Deskripsi umum i. Penampilan : Tampak seorang wanita, penampilan sesuai umur,

cara berpakaian rapi memakai blus , rok panjang dan memakai jilbab. ii. Kesadaran Neurologik Psikologik Sosial : Compos mentis : Jernih : Mampu berkomunikasi

iii. Pembicaraan Kuantitas Kualitas : Cukup : Spontan, volume suara cukup.

iv. Perilaku Normoaktif Agresif Verbigerasi Hipoaktif Mannerism Stupor Hiperaktif Otomatisme Gelisah Katatonia Kompulsif Ambivalensi Katapleksi Impulsif Ekolalia Negativistik aktif Mutisme Tic
Page 7

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Stereotipi

Echoprax

v. Sikap a. Kooperatif b. Tegang c. Nonkooperatif d. Katalepsi e. Indifferent f. Fleksibilitas cerea g. Apatis h. Labil i. Negativistik pasif j. Stereotipik k. Dependen l. Aktif m. Infantil n. Pasif

o. Rigid p. Curiga

vi. Kontak psikis 1. Mudah ditarik, mudah dicantum 2. Mudah ditarik, sulit dicantum 3. Sulit ditarik, sulit dicantum

B. Alam perasaan i. Mood : a. Euthymic b. Dysphoric c. Euphoria d. Elevated e. Expansive f. Irritable

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 8

ii. Afek

: d. Blunted e. Flat f. Labile

a. Appropriate b. Inappropriate c. Restrictive C. Gangguan persepsi i. Halusinasi :

a. Auditorik (-) b. Visual (-) c. Olfaktory (-) ii. Ilusi a. b. c. : Auditorik (-) Gustatory (-) Visual (-) ::-

d. Gustatorik (-) e. Taktil (-) f. Somatik (-)

d. e.

Taktil (-) Olfaktory (-)

iii. Depersonalisasi iv. Derealisasi D. Proses pikir i. Arus pikir a. Kuantitas : 1. 2. 3.

Logorrhe Remmin Blockin

4. Mutisme 5. Talkactive

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 9

b. Kualitas 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Inkoheren Koherensi Flight of ideas Sirkumstansial Poverty of speech Asosiasi longgar Tangensial 8. 9. Asosiasi bunyi Verbigerasi

10. Perseverasi 11. Word salad 12. Jawaban irrelevant 13. Ekolalia 14. Neologisme

ii. Isi pikir

: 10. Waham magic-mistik 11. Delusion of control 12. Delusion of influence 13. Delusion of passivity 14. Delusion perception 15. Delusion of mistic 16. Thought of insertion 17. Thought of broadcasting

1. Idea of reference 2. Preokupasi 3. Obsesi 4. Fobia 5. Waham nihilistik 6. Waham kebesaran 7. Delusion of reference 8. Waham kejar 9. Waham cemburu

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 10

iii. Bentuk pikir a. Realistik b. Non-realistik c. Dereistic d. Autistic E. Sensorium dan kognisi i. Taraf pendidikan ii. Pengetahuan umum

: rendah : kurang

iii. Orientasi waktu/tempat/orang/situasi : baik/baik/baik/baik iv. Daya ingat segera/pendek/panjang : baik/baik/baik

v. Kemampuan membaca dan menulis : cukup vi. Kemampuan visuospasial vii. Kemampuan menolong diri sendiri viii. Pikiran abstrak F. Pengendalian impuls Pengendalian diri selama pemeriksaan Respon penderita terhadap pemeriksa : baik : baik : cukup : kurang : cukup

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 11

G. Tilikan Impaired insight Intelectual insight True insight

IV. PEMERIKSAAN FISIK A. Status Internus 1. Keadaan Umum 2. Kesadaran 3. Tanda Vital a. Tekanan Darah b. Nadi c. Respirasi d. Suhu 4. Kepala (mata dan THT) a. Kepala b. Mata c. Telinga d. Mulut e. Leher f. Hidung 5. Thoraks a. Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Aukultasi : : ictus cordis tidak tampak : ictus cordis teraba di ICS V-VI : batas jantung normal : suara jantung I dan II regular,murmur (-), gallop (-)
Page 12

: Tampak sakit ringan, kesan gizi kurang : Compos mentis

: 130/80 mmHg : 92 kali/menit : 20 kali/menit :afebris

: Normocephali : Konjungtiva anemis -/-, sclera ikterik -/: Normotia, secret-/: Sianosis (-) : Pembesaran KGB dan tiroid (-) : Cavum nasi lapang, secret -/-

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

b. Pulmo Inspeksi Palpasi Perkusi Aukultasi : pergerakan dinding dada simetris : vocal fremitus kanan sama dengan kiri : lapang paru sonor : Suara nafas vesikuler +/+

6. Abdomen Inpeksi Aukultasi Palpasi Perkusi : perut tampak datar : bising usus normal : supel dan nyeri tekan negative : timpani : dalam batas normal.

7. Urogenital 8. Ekstremitas

Superior Oedem Sianosis Akral Capillary refill time Deformitas -/-/Hangat < 2 -/-

Inferior -/-/hangat <2 -/-

B. Pemeriksaan Neurologis 1. Kaku Kuduk 2. Saraf Kranialis 3. Motorik Motorik Gerakan Kekuatan Tonus Trofi
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

: tidak ditemukan : Sulit dinilai : Sulit dinilai Superior Sulit dinilai Sulit dinilai Hipotonus Hipotrofi Inferior Sulit dnilai Sulit dinilai hipotonus hipotrofi

Page 13

4. Sensorik 5. Refleks Fisiologis 6. Refleks Patologis

: sulit dinilai : +/+ : -/-

VI. RESUME Pasien perempuan berusia 54 tahun , sesuai umur, datang ke poliklinik RSJS Magelang dengan rujukan dari dr pribadinya atas keluhan perasaan cemas akan penyakit yang di deritanya. Pasien merasa sulit untuk beraktifitas dan merasa akan segala hal, akan keluarga, akan masa depan terutama akan kesembuhan penyakitnya. Pasien juga terkadang merasa sedih saat mengenang keterbatasan pasien yang menyebabkan pasien tidak bisa membantu keluarganya, sehingga pasien sangat mengkhawatirkan penyakit yang di deritanya. Pasien mengeluh merasakan panas di bagian tubuh belakang namun keluhan tersebut tidak dapat dirasakan lewat rabaan orang lain. Pasien juga mengeluh sering berdebar, keringatan, merasa dingin pada telapak tangan, dan gangguan pada lambungnya. Pasien juga kerap sulit untuk tidur nyenyak, karna sering berfikir akan penyakitnya di malam hari. Pada pemeriksaan status mental didapatkan: a. Tingkah laku b. Sikap c. Mood d. Afek e. Arus pikir f. Isi pikir g. Bentuk pikir : Normoaktif : Kooperatif, tegang : Disforik : Appropriate : Normal : Tidak ditemukan adanya kelainan persepsi. : Realistik

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 14

h. Konsentrasi i. Perhatian

: Baik : Baik

j. Reliabilitas alloanamnesis dan autoanamnesis dapat dipercaya

VII. DIAGNOSIS BANDING F41.0 Gangguan Panik (Anxietas Paroksismal Episodik) Pedoman Diagnostik PPDG III Gangguan panik baru ditegakkan sebagai diagnosis utama bila tidak ditemukan adanya gangguan anxietas fobik Harus ditemukan beberapa kali serangan anxietas berat dalam masa kira-kira satu bulan : (a) Pada keadaan dimana sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya (b) Tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui atau yang dapat diduga sebelumnya (c) Dengan keadaan yang relatif bebas dari gejala-gejala anxietas pada periode diantara serangan serangan panik (meskipun demikian, umumnya dapat terjadi juga anxietas antisipatorik, yaitu anxietas yang terjadi setelah membayangkan sesuatu yang membayangkan sesuatu yang mengkhawatirkan akan terjadi). Tidak terpenuhi Pasien Terpenuhi

Pedoman Diagnostik DSM IV Suatu periode tertentu adanya rasa takut yang hebat atau perasaan yang tidak nyaman, dimana empat (atau lebih) gejala berikut ini terjadi secara mendadak dan mencapai puncaknya dalam 10 menit : 1. Palpitasi, jantung berdebar kuat, atau denyut jantung meningkat
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Pasien Terpenuhi 8 dari 13 gejala:

Page 15

2. Berkeringat 3. Gemetar atau bergoncang 4. Rasa sesak nafas atau tertahan 5. Perasaan tercekik 6. Nyeri dada atau perasaan tidak nyaman 7. Mual atau gangguan abdominal 8. Pusing bergoyang, melayang, pingsan 9. Derealisasi atau depersonalisasi 10. Takut kehilangan kendali atau menjadi gila 11. Takut mati 12. Parestesia 13. Kedinginan atau perasaan panas

+ +

+ + +

F41.1 Gangguan Cemas Menyeluruh Pedoman Diagnostik PPDGJ III Penderita harus menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan, yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja (sifatnya free floating atau mengambang) Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut : (a) Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti diujung tanduk, sulit konsentrasi, dsb); (b) Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak dapat santai); dan (c) Overaktivitas otonomi (kepala terasa ringan, berkeringat, jantung berdeba-debar, sesak nafas, keluhan lambung, Terpenuhi Pasien Terpenuhi

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 16

pusing kepala, mulut kering, dsb) Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan serta keluhan-keluhan somatik berulang yang menonjol Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya sementara (untuk beberapa hari), khususnya depresi, tidak membatalkan diagnosis utama untuk beberapa hari Gangguan anxietas menyeluruh, selama hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode depresif (F32.0), gangguan anxietas fobik (F40.-), gangguan panik (F41.0), atau gangguan obsesif kompulsif (F 42.-) Terpenuhi -

VIII. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL Aksis I Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V : F41.1 Gangguan cemas menyeluruh. : Tidak ada diagnosis. : Hipertensi gr II : Masalah ekonomi, dan keluarga yang sakit : GAF in admission : 50 - 61 Selama 1 tahun terakhir : 80 - 71

IX. DAFTAR MASALAH Organobiologik Psikologik/Psikiatrik : Tidak ada. : Daya nilai realitas tidak terganggu.

Sosial/keluarga

: Masalah ekonomi dan ada keluarga yang sakit

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 17

X. PENATALAKSAAN A. Non Farmakologi 1. Menjelaskan kepada keluarga pasien mengenai penyakit, perjalanan penyakitnya, pengobatan yang diperlukan dan prognosisnya. 2. Memberi dorongan atau motivasi pada pasien agar minum obat secara teratur 3. Menjelaskan kepada istri pasien bahwa pentingnya dukungan dari keluarga pasien dan orang orang disekitarnya 4. Menasehati keluarga supaya mengawasi pasien untuk minum obat secara teratur dan mengantar pasien kontrol setiap bulan

B. Farmakologi - Diazepam 2 x 2 mg/h - CPZ 3 x 50 mg/h

-Amlodipine 2 x 10mg/h -Nicobrain 1 x 1 tablet / h

1. Anti Anxietas / Anti Anxietas / Benzodiazepin (ec alprazolam) Benzodiazepin merupakan obat pilihan utama untuk gangguan cemas menyeluruh. Obat ini dapat diresepkan sesuai dengan kebutuhan sehingga pasien dapat segera mendapatkan reaksi yang cepat dari benzodiazepin ketika mulai merasakan cemas. Alternatif lain adalah dengan meresepkan benzodiazepine untuk waktu yang tertentu selama terapi psikososial dilakukan. Keputusan untuk memulai penggunaan benzodiazepine harus

dipertimbangkan dengan baik dan benar, meliputi berbagai faktor yaitu diagnosis pasien, target dari pengobatan tersebut, dan durasi atau jangka waktu terapi tersebut harus ditentukan, informasi tersebut harus diedukasi kepada pasien.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 18

Lamanya terapi untuk sebagian besar gangguan cemas selama 2 6 minggu, diikuti satu atau dua minggu tapering off sebelum dihentikan. Untuk pengobatan anxietas biasanya dimulai dengan pemberian dosis minimal (pada dosis terapi) dan ditingkatkan sampai tercapai respon terapeutik. Penggunaan benzodiazepine dengan waktu paruh 8 15 jam (sedang) bisa menghindari terjadinya efek samping karena peningkatan kadar obat dalam darah. Indikasi : gangguan kecemasan umum, gangguan penyesuaian dengan kecemasan, dan kecemasan patologis yang tidak semestinya berhubungan dengan peristiwa kehidupan. Selain itu dapat juga diberikan pada insomnia, deperesi, gangguan panik, dan fobia sosial, gangguan bipolar 1. Kerugian dari benzodiazepine adalah sekitar 25% - 30% pasien gagal dalam respon pengobatan benzodiazepine, selain itu toleransi dan ketergantungan juga dapat terjadi. Benzodiazepine juga dapat mengakibatkan gangguan kewaspadaan (alertness) ketika sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut. Efek samping yang paling sering dari benzodiazepine adalah mengantuk pada 10% pasien, oleh karena efek samping tersebut pasien diminta untuk berhati hati saat mengemudikan kendaraan atau saat menjalankan mesin yang berbahaya saat menggunakan obat. Beberapa pasien juga dapat mengalami rasa pusing dan ataksia (<2%). 2.Chlorpromazine Mekanisme kerja obat anti psikosis tipikal adalah mem-blokade Dopamine pada reseptor pasca-sinaptik neuron di otak, khususnya di sistem limbik dan sistem ektrapiramidal ( Dopamine D2 receptor antagonis ), sehingga efektif untuk gejala Positif. Anti-psikosis + Anti-Ansietas Menimbulkan efek sedasi meningkat, bermanfaat untuk kasus dengan gejala gaduh gelisah yang sangat hebat ( acute adjunctive therapy ).

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 19

X. PROGNOSIS FAKTOR RESIKO a. Riwayat gangguan jiwa dalam keluarga b. Dukungan keluarga dan lingkungan c. Status sosial ekonomi d. Stressor e. Onset usia f. Perjalanan penyakit g. Jenis penyakit h. Penyakit organik i. Regresi j. Respons terapi k. Kepatuhan minum obat HASIL Tidak Ada Rendah Ada 53 tahun Akut Gangguan Neurotik Ada Tidak ada Obat obatan Baik PROGNOSIS Baik Baik Buruk Baik Baik Baik Baik Buruk Baik Baik Baik

Kesimpulan : Ad Vitam Ad Fungsionam Ad Sanationam : Ad bonam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 20

DAFTAR PUSTAKA 1. Kaplan dan Sadock. Sinopsis Psikiatri Jilid 2, Ilmu Pengetahuan dan Psikiatri Klinis. Edisi Ketujuh. Jakarta: Binarupa Aksara. 2010. 2. Maslim R. Panduan Praktis, Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. Cetakan III. PT. Nuh Jaya. Jakarta. 2007. p. 23-30. 3. Maslim R. Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ-III. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK UNIKA Atma Jaya. Jakarta. 2003; p. 22-4.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 21

DOKUMENTASI

Gambar 1. Bersama pasien (Ny J)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 22

Gambar 2. Kondisi rumah pasien

i rumah pasien

Gambar 3. Kondisi rumah pasien

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia

Page 23