Anda di halaman 1dari 24

BAB I Pendahuluan I.

1 Latar Belakang Stratigrafi adalah ilmu yang mempelajari perlapisan batuan termasuk hubungan lateral dan vertikal, antar satuan batuan berdasarkan litologi (sifat fisik), ciri paleontologi, ciri geofisika, hubungan umur batuan dan posisi geografi dan penyebarannya. Ada dua hal yang sangat penting dalam stratigrafi: yakni waktu geologi yang jutaan tahun mulai dari bumi terbentuk sampai saat ini, dan materi geologi yaitu batuan, mineral dan fosil sebagai bukti peristiwa geologi yang berlangsung sepanjang sejarah bumi kita. ari hasil perbandingan atau

korelasi antar lapisan yang berbeda dapat dikembangkan lebih lanjut studi mengenai litologi (litostratigrafi), kandungan fosil (biostratigrafi), dan umur relatif maupun absolutnya (kronostratigrafi). stratigrafi kita pelajari untuk mengetahui luas penyebaran lapisan batuan. Adapun latar belakang diadakannya fieldtrip !rinsip Stratigrafi pada daerah "akalasi #abupaten $arru adalah sebagai syarat lulus mata kuliah prinsip stratigrafi, menerapkan cara pengambilan data prinsip stratigrafi di lapangan berdasarkan teori % teori ataupun materi % materi yang di dapatkan dari dosen maupun asisten dosen di ruang kuliah maupun pada saat praktikum di laboratorium.

I.2 Maksud dan Tujuan Adapun maksud dilaksanakannya fieldtrip prinsip stratigrafi pada daerah "akalasi #abupaten $arru yaitu untuk menerapkan cara pengambilan data prinsip stratigrafi di lapangan berdasarkan teori % teori ataupun materi % materi yang di dapatkan dari dosen maupun asisten dosen di ruang kuliah maupun pada saat praktikum di laboratorium dan membuktikan hasil penelitian peniliti terdahahu mengenai stratigrafi pada daerah "akalasi #abupaten $arru. "ujuan diadakannya fieldtrip ini yaitu : &. 'ntuk mengambil data % data geologi yang erat kaitannya dengan stratigrafi (. 'ntuk mengetahui lapisan batuan pada daerah tersebut ). 'ntuk menentukan lingkungan pengendapan dari setiap satuan batuan menurut satuan stratigrafinya. *. 'ntuk mengetahui ciri fisik tiap litologi yang dijumpai langsung di lapangan. +. 'ntuk mengukur kedudukan batuan di lapangan. I.3. Waktu, Lokasi dan Kesam aian !aerah. ,ieldtrip prinsip stratigrafi ini dilaksanakan selama tiga hari yang di mulai pada tanggal &- .anuari (-&* % &( .anuari (-&* pada aerah "akalasi, #abupaten $arru, !rovinsi Sulawesi Selatan. $erangkat dari /akassar 0 ,akultas "eknik 'niversitas 1asanuddin 2 dengan menggunakan $us pada hari jumat, pukul -3.-- 4ita dengan jarak tempuh 5 &-- km hingga tiba di #ampus 6apangan "eknik 7eologi 'niversitas 1asanuddin aerah accipong #abupaten $arru pada pukul &(.-- 4ita.
2

I.". Metode dan Taha an Penelitian /etode penelitian yang digunakan untuk pengambilan data di lapangan pada fieldtrip ini yaitu dengan metode measuring section 0 /S 0. Adapun tahapan 8 tahapan yang dilakukan pada metode measuring section yang di mulai dari lapisan batuan yang tua ke lapisan batuan yang muda terdiri dari : a. /emplot lokasi pengambilan data. b. /embuat sketsa stasiun. c. /embentangkan meteran berdasarkan jarak yang telah di tentukan dosen pembimbing. d. /enyampling tiap lapisan batuan. e. /endeskripsi tiap lapisan batuan f. /engambil foto tiap lapisan batuan. g. /engukur jarak antar stasiun. h. /engukur kedudukan tiap lapisan batuan. i. /embuat arah dan profil lintasan j. /engukur slope perlapisan batuan. "ahapan penelitian terdiri dari : a) "ahap !ersiapan !ada tahap ini dilakukan persiapan berupa administrasi, baik dari pihak 'niversitas 1asanuddin maupun dari pihak !emerintahan

#abupaten $arru serta persiapan % persiapan lain berupa persiapan

peralatan dan bahan yang akan di gunakan di lapangan serta persiapan konsumsi di lapangan. b) "ahap !engambilan ata !ada tahap ini dilakukan pengambilan data secara langsung di lapangan dengan metode measuring section. c) "ahap !engolahan ata !ada tahap ini dilakukan pengolahan data yang diperoleh dari pengambilan data secara langsung di lapangan berdasarkan arahan dari dosen pembimbing dan asisten dosen. d) "ahap !enyusunan 6aporan !ada tahapan ini dilakukan setelah data % data terolah, yang kemudian di susun dalam laporan ilmiah dengan judul Stratigrafi "akkalasi #abupaten $arru !rovinsi Sulawesi Selatan. I.#. Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang diguanakan dalam pengambilan data di lapangan yakni : a) !alu dan kompas geologi b) 6arutan 19l c) :oll meter d) !ita meter e) #antong sampel f) #ertas 1;S g) !eta aerah "akalasi
4

aerah

h) 7!S i) Alat tulis menulis j) /istar I.$. Penelitian Terdahulu Adapun peneliti8peneliti terdahulu yang telah mengadakan penelitian di daerah tersebut adalah sebagai berikut : a) :ab Sukamto (&3<(), penelitian geologi yang dilakukan menghasilkan peta geologi lembar !angkajene = 4atampone bagian $arat Sulawesi berskala & : (+-.---. b) 1adi Sumadireja = :ab Sukamto (&3>?), membuat buku petunjuk tentang geologi sepanjang jalan antara 'jung !andang % "ator. c) Sartono = Astadireja (&3<&), meneliti tentang geologi kwarter Sulawesi Selatan dan "enggara. d) @uwono (&3<+), melakukan penelitian tentang gunungapi Aeosen !listosen di Sulawesi Selatan.

BAB II
5

Tinjauan Pustaka 2.1. %tratigra&i 'egional !aerah Penelitian dan %ekitarn(a Stratigrafi regional menurut Sukamto (&3<() pada !eta 7eologi 6embar !angkajene dan 4atampone bagian $arat yaitu sebagai beikut : )a* + ,nda an Alu-ium, anau dan !antaiB lempung, lanau, lumpur,

pasir dan kerikil di sepanjang sungai sungai besar dan pantai. Cndapan pantai setempat mengandung sisa kerang dan batugamping koral. ) t + ,nda an .ndak/ kerikil, pasir dan lempung membentuk dataran rendah bergelombang di sebelah utara !angkajene. Satuan ini dapat dibedakan secara morfologi dari endapan aluvium yang lebih muda. Tm* + 0ormasi 1am2a/ batuan sedimen laut berselingan dengan batuan gunungapiB batupasir tufa berslingan dengan tufa, batupasir, batulanau, dan batulempungB konglomerat dan breksi gunungapi, dan setempat dengan batubaraB berwarna beraneka, putih, coklat, kuning, kelabu muda sampai kehitamanB umumnya mengeras kuat dan sebagian kurang padatB berlapis dengan tebal antara * cm % &-- cm. "ufanya berbutir halus hingga lapiliB tufa lempungan berwarna merah mengandung banyak mineral biotitB konglomerat dan breksinya terutama berkomponen andesit dan basal dengan ukuran antara ( cm % *- cmB batugamping pasiran dan batupasir gampingan mengandung pecahan koral dan mollusca B batulempung gampingan kelabu tua dan napal mengandung foram kecil dan mollusca. ,osil8fosil yang ditemukan pada satuan ini menunjukkan kisaran umur /iosen tengah8/iosen Akhir (A.3 % A.&+) pada lingkungan neritik. #etebalan

satuan sekitar +.--- meter, menindih tidak selaras batugamping ,ormasi "onasa ("emt) dan ,ormasi /allawa ("em), mendatar berangsur berubah jadi bagian bawah daripada ,ormasi 4alanae ("mpw)B diterobos oleh retas, sill dan stock bersusunan basal piroksin, andesit dan diorit. Tm*- + Anggota Batuan gununga i B batuan gunungapi bersisipan batuan sedimen lautB breksi gunungapi, lava, konglomerat gunungapi, dan tufa berbutir halus hingga lapilliB bersisipan batupasir tufaan, batupasir gampingan, batulempung mengandung sisa tumbuhan, batugamping dan napal. $atuannya bersusunan andesit dan basal, umumnya sedikit terpropilitkan, sebagian terkersikkan, amigdaloidal dan berlubang8lubang, diterobos oleh retas, sill dan stock bersusunan basal dan dioritB berwarna kelabu muda, kelabu tua dan coklat. !enarikan #aliumDArgon pada batuan basal oleh Endonesian 7ulf Fil berumur &>,> juta tahun, dasit dan andesit berumur <,3) juta tahun dan 3,3( juta tahun (Fbradovich, &3>( dalam Sukamto,&3<(), dan basal dari $arru menghasilkan ?,( juta tahun (6eeuwen, &3>< dalam Sukamto,&3<(). Temt + 0ormasi Tonasa B batugamping koral pejal, sebagian terhablurkan, berwarna putih dan kelabu mudaB batugamping bioklastika dan kalkarenit, berwarna putih, coklat muda dan kelabu muda, sebagian berlapis, berselingan dengan napal 7lobigerina tufaanB bagian bawahnya mengandung batugamping berbitumen, setempat bersisipan breksi batugamping dan

batugamping pasiranB di daerah :alla ditemukan batugamping yang mengandung banyak serpihan sekis dan batuan ultramafikB batugamping berlapis sebagian mengandung banyak foraminifera kecil dan beberapa lapisan napal pasiran
7

mengandung banyak kerang (pelecypoda) dan siput (gastropoda) besar. $atugamping pejal pada umumnya terkekarkan kuatB di daerah "anete :iaja terdapat tiga jalur napal yang berselingan dengan jalur batugamping berlapis. $erdasarkan atas kandungan fosilnya, menunjukkan kisaran umur Cosen Awal ("a.() sampai /iosen "engah ("f) dan lingkungan neritik dangkal hingga dalam dan laguna. "ebal ,ormasi diperkirakan tidak kuran dari )--- meter, menindih tidak selaras batuan ,ormasi /allawa, dan tertindih tak selaras oleh ,ormasi 9amba, diterobos oleh sill, retas dan stock batuan beku yang bersusunan basal, trakit dan diorit. $atugamping ,ormasi "onasa oleh 4ilson (&33+) dibagi menjadi + bagian berdasarkan fasiesnya. Biru Area #abupaten $one, Ralla Area #abupaten $arru, Central Area #abupaten !angkep, Pattunuang Asue Area #abupaten /aros dan Nassara Area #abupaten .enneponto. Tem + 0ormasi Malla3a B batupasir, konglomerat, batulanau, batulempung, napal dengan sisipan lapisan atau lensa batubara dan batulempungB batupasirnya sebagian besar batupasir kuarsa adapula yang arkose, graywacke dan tufaan, umumnya berwarna kelabu muda dan coklat mudaB pada umumnya bersifat rapuh, kurang padatB konglomeratnya sebagian kompakB batulempung, batugamping dan napal umumnya mengandung mollusca yang belum diperiksa, dan berwarna kelabu muda sampai kelabu tuaB batubara berupa lensa setebal beberapa sentimeter dan berupa lapisan sampai &,+ meter.

$erdasarkan atas kandungan fosil menunjukkan kisaran umur !aleogen dengan lingkungan paralis dampai laut dangkal. "ebal ,ormasi ini tidak kurang dari *-- meterB tertindih selaras oleh batugamping "emt, dan menindih tak selaras batuan sedimen kb dan batuan gunungapi "pv. K2+ 0ormasi Balang2aru / sedimen tipe flysch B batupasir berselingan dengan batulanau, batulempung, dan serpihB bersisipan konglomerat, tufa dan lavaB batupasirnya bersusunan graywacke dan arkose, sebagian tufaan dan gampingan, pada umumnya menunjukkan struktur turbiditB dibeberapa tempat ditemukan konglomerat dengan susunan basal, andesit, diorit, serpih, tufa terkesikkan, sekis, kuarsa dan bersemen bartupasirB pada umumnya padat dan sebagian serpih terkesikkan. ,ormasi ini mempunyai ketebalan sekitar (--meter, tertindih tidak selaras batuan formasi /allawa dan batuan gunungapi terpropilitkan, dan menindih tidak selaras kompleks tektonik $antimala. .2 + 2atuan .ltra2asa / peridotit, serbagian besar terserpentinitkan, berwarna hijau tua sampai kehitaman, kebanyakan terbreksikan dan tergerus melalui sesar naik ke arah barat dayaB pada bagian yang pejal terlihat struktur berlapis, dan dibeberapa tempat mengandung lensa kromitB satuan ini tebalnya tidak kurang dari (+-- meter, dan mempunyai sentuhan sesar dengan satuan batuan disekitarnya. T + Trakit B terobosan trakit berupa stok, sil dan retasB bertekstur porfiri kasar dengan fenokris sanidin ) cm panjangnyaB berwarna putih keabuan sampai kelabu muda. i "anete :iaja trakit menerobos batugamping ,ormasi "onasa dan

di 'tara Soppeng menerobos batuan gunung api Soppeng ("msv). !enarikan kaliumDargon trakit menghasilkanB pada feldspar <,) juta tahun dan pada biotit &-,3 juta tahun (Endonesia 7ulf Fil, &3>( dalam Sukamto,&3<(). % + 2atuan malihan B sebagian besar sekis dan sedikit genesB secara megaskopis terlihat mineral diantaranya glaukopan, garnet, epidot, mika dan klorit. $atuan malihan ini umumnya berpedaunan miring ke arah timur laut, serbagian besar terbreksikan dan tersesar naikkan ke arah barat daya. Satuan ini tebalnya tidak kurang dari (--- meter dan bersentuhan sesar dengan satuan

batuan disekitarnya. !enarikan kaliumDargon pada sekis diperoleh umum &&& juta tahun (Fbradovich, &3>* dalam Sukamto,&3<(). !enyebaran dan urutan batuan di Sulawesi Selatan dapat di lihat pada gambar ().&, ).(. dan ).)) berikut ini. m : #ompleks /elange, batuan campuraduk secara tektonik terdiri dari grewake, breksi, konglomerat, batupasir terbreksikan, serpih kelabu, serpih merah, rijang radiolaria merah, batusabak, sekis ultramafik, basal, diorit dan lempung, himpunan batuan ini mendaun, kebanyakan miring ke arah timurlaut, dan tersesarnaikkan ke arah baratdaya, satuan ini tebalnya tidak kurang dari &>+- m dan mempunyai sentuhan sesar dengan satuan batuan disekitarnya. 2.2. Teori 'ingkas Stratigrafi berasal dari kata strata (stratum) yang berarti lapisan (tersebar) yang berhubungan dengan batuan, dan grafik (graphic) yang berarti pemerian D gambaran atau urut8urutan lapisan. #omposisi dan umur relatif serta distribusi peralapisan tanan dan interpretasi lapisan8lapisan batuan untuk menjelaskan
10 Gambar 3.4 Kolom stratigrafi mayor akresi, kompleks I !o esia "e ga#, kompo e $m$r !ari kompleks %$k &lo, 'erat$s !a ba timala ()akita, 2000*

sejarah bumi.

ari hasil perbandingan atau korelasi antarlapisan yang berbeda

dapat dikembangkan lebih lanjut studi mengenai litologi (litostratigrafi), kandungan fosil (biostratigrafi), dan umur relatif maupun absolutnya

(kronostratigrafi). .adi stratigrafi adalah ilmu yang mempelajari perlapisan batuan dalam kaitannya dengan dengan kerangka ruang dan waktu pada kulit bumi. Secara luas stratigrafi merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang membahas tentang urut8urutan, hubungan dan kejadian batuan di alam (sejarahnya) dalam ruang dan waktu geologi. Ada beberapa prinsip dasar yang berlaku didalam pembahasan mengenai stratigrafi, yaitu: &. 1ukum atau prinsip yang dikemukakan oleh Steno (&??3), terdiri dari: G G !rinsip Superposisi (Superposition Ff Strata) idalam suatu urutan perlapisan batuan maka lapisan paling bawah relatif lebih tua umurnya daripada lapisan yang berada diatasnya selama belum mengalami deformasi. #onsep ini berlaku untuk perlapisan berurutan. G G !rinsip #esinambungan 6ateral (6ateral 9ontinuity) 6apisan yang diendapkan oleh air terbentuk terus8menerus secara lateral dan hanya membaji pada tepian pengendapan pada masa cekungan itu terbentuk. G !rinsip Akumulasi ;ertikal (Friginal 1oriHontality)

11

6apisan sedimen pada mulanya diendapkan dalam keadaan mendatar (horiHontal), sedangkan akumulasi pengendapannya terjadi secara vertikal (principle of vertical accumulation).

(. 1ukum yang dikemukakan oleh .ames 1utton (&><+) 1ukum atau prinsip ini lebih dikenal dengan aHasnya yaitu uniformitarisme yaitu proses8proses yang terjadi pada masa lampau mengikuti hukum yang berlaku pada proses8proses yang terjadi sekarang, atau dengan kata lain 0masa kini merupakan kunci dari masa lampau2 (0the present is the key to the past2). /aksudnya adalah bahwa proses8 proses geologi alam yang terlihat sekarang ini dipergunakan sebagai dasar pembahasan proses geologi masa lampau. ). 1ukum EntrusiD!enerobosan (9ross 9utting :elationship) oleh A4: !otter dan 1. :obinson. Suatu intrusi (penerobosan) adalah lebih muda daripada batuan yang diterobosnya *. 1ukum 'rutan ,auna (6aw of ,auna Succession) oleh e Soulovie (&>>>) alam urut8urutan batuan sedimen sekelompok lapisan dapat mengandung kumpulan fosil tertentu dengan sekelompok lapisan di atas maupun di bawahnya. +. !rinsip 4illiam Smith (&<&?)

12

'rutan lapisan sedimen dapat dilacak (secara lateral) dengan mengenali kumpulan fosilnya yang didiagnostik jika kriteria litologinya tidak menentu. ?. !rinsip #epunahan Frganik oleh 7eorge 9uvier (&>?38&<)() alam suatu urutan stratigrafi, lapisan batuan yang lebih muda mengandung fosil yang mirip dengan makhluk yang hidup sekarang dibandingkan dengan lapisan batuan yang umurnya lebih tua. idalam penyelidikan stritigrafi ada dua unsur penting pembentuk stratigrafi yang perlu di ketahui, yaitu: &. 'nsur $atuan Suatu hal yang penting didalam unsur batuan adalah pengenalan dan pemerian litologi. Seperti diketahui bahwa volume bumi diisi oleh batuan sedimen +I dan batuan non8sedimen 3+I. "etapi dalam penyebaran batuan, batuan sedimen mencapai >+I dan batuan non8sedimen (+I. 'nsur batuan terpenting pembentuk stratigrafi yaitu sedimen dimana sifat batuan sedimen yang berlapis8lapis memberi arti kronologis dari lapisan yang ada tentang urut8urutan perlapisan ditinjau dari kejadian dan waktu pengendapannya maupun umur setiap lapisan. engan adanya ciri batuan yang menyusun lapisan batuan sedimen, maka dapat dipermudah pemeriannya, pengaturannya, hubungan lapisan batuan yang satu dengan yang lainnya, yang dibatasi oleh penyebaran ciri satuan stratigrafi yang saling berhimpit, bahkan dapat berpotongan dengan yang lainnya.
13

(. 'nsur !erlapisan G 'nsur perlapisan merupakan sifat utama dari batuan sedimen yang memperlihatkan bidang8bidang sejajar yang diakibatkan oleh proses8 proses sedimetasi. /engingat bahwa perlapisan batuan sedimen dibentuk oleh suatu proses pengendapan pada suatu lingkungan pengendapan tertentu, maka 4eimer berpendapat bahwa prinsip penyebaran batuan sedimen tergantung pada proses pertumbuhaan lateral yang didasarkan pada kenyataan, yaitu bahwa: 8 Akumulasi batuan pada umumnya searah dengan aliran media transport, sehingga kemiringan endapan mengakibatkan terjadinya perlapisan selang tindih (overlap) yang dibentuk karena tidak seragamnya massa yang diendapkannya. 8 Cndapan di atas suatu sedimen pada umumnya cenderung membentuk sudut terhadap lapisan sedimentasi di bawahnya. 1ubungan stratigrafi secara umum terbagi atas dua yaitu : a. #etidakselarasan #etidakselarasan adalah suatu konsep dalam stratigarafi yang membahas tentang hubungan yang tidak normal antara lapisan batuan satu dengan yang lain. #etidakselarasan identik dengan sedimentasi, dimana konsep ini bisa menjelaskan tentang proses sedimentasi, endogen dan eksogen yang terjadi sebelumnya melalui jenis ketidakselarasan yang terbentuk. /acam % macam ketidakselarsan :

14

&. Aonconformity: 1ubungan antara ( satuan stratigrafi, yaituk antara batuan beku D metamorf dan batuan sedimen. $iasanya batuan bekuDmetamorf berada dibawah atau sebagai basement dan batuan sediment berada diatasnya.

7br.(.& Aonconformity (. Angular 9onformity+ hubungan ( satuan stratigrafi dan terjadi hubungan yang menyudut.

7br.(.( Angular 9onformity ). isconformity+ hubungan antara batuan sedimen dengan batuan sedimen tetapi terdapat bidang erosi yang irreguler (kasar).

15

7br.(.) isconformity *. !araconformity + hubungan ( batuan yang sama dimana bidang ketidakselarasan sejajar bidang perlapisan.

7br.(.* !araconformity b. #eselarasan Selaras dalam stratigrafi artinya teratur, bururutan, menerus. 6apisan dikatakan selaras jika lapisan tersebut diendapkan secara teratur, belum mengalami deformasi, mengikuit hukum superposisi (lapisan dibawah lebih tua dari lapisan diatasnya) dan umurnya menerus4 tidak terjadi gap umur antar lapisan.
16

$atuan piroklastik adalah batuan yang terbentuk dari letusan gunung api (berasal dari pendinginan dan pembekuan magma) namun seringkali bersifat klastik. /enurut william (&3<() batuan piroklastik adalah batuan volkanik yang bertekstur klastik yang dihasilkan oleh serangkaian proses yang berkaitan dengan letusan gunung api, dengan material asal yang berbeda, dimana material penyusun tersebut terendapkan dan terkonsolidasi sebelum mengalami transportasi

(0rewarking2) oleh air atau es. /agma yang merupakan lelehan panas, pijar, dan relatif encer, dapat bergerak dan menerobos ke permukaan bumi melalui rongga8rongga yang terbentuk oleh proses tektonik (bidang sesar). Selain berupa padatan, magma juga mengandung uap air dan gas yang bervariasi komposisinya. #alau magma tersebut encer dan bertekanan tinggi, maka akan terjadi letusan gunung api. Sumbat kepundan akan hancur dan terlempar ke sekitarnya dan bersamaan dengan itu sebagian magma panas juga akan terlempar ke udara. Akibat dari letusan tersebut terjadi proses pendinginan yang cepat, sehingga magma akan membeku dengan cepat dan membentuk gelas (obsidian), tufa atau abu halus, lapili dan bom (berupa batuapung dengan rongga8rongga gas). /aterial yang halus (tufa) akan terlempar jauh dan terbawa angin ke tempat yang lebih jauh, sedangkan bom, lapili, dan gelas, dan material8material lain yang berukuran pasir dan kerikil akan jatuh di sekitar puncak gunung.

17

7br. (.+ $atuan !iroklastik $erdasarkan klasifikasi genetik, batuan piroklastik terdiri dari ) jenis endapan piroklastik yaitu: a) Cndapan jatuhan piroklastik (pyroclastic fall deposits), dihasilkan dari letusan eksploif material vulkanik dari lubang vulkanik ke atmosfer dan jatuh kembali ke bawah dan terkumpul di sekitar gunung api. Cndapan ini umumnya menipis dan ukuran butir menghalus secara sistimatis menjauhi pusat erupsi, pemilahannya baik, menunjukan grading normal pumis dan fragmen litik, mungkin menunjukan stratifikasi internal dalam ukuran butir atau komposisi, komposisi pumis lebih besar daripada litik. b) Cndapan aliran piroklastik (pyroclastic flow deposits), dihasilkan dari pergerakan lateral di permukaan tanah dari fragmen8fragmen piroklastik yang tertransport dalam matrik fluida (gas atau cairan), material vulkanik ini tertransportasi jauh dari gunung api. Cndapan ini umumnya pemilahannya buruk, mungkin menunjukan grading normal fragmen litik, dan butiran litik yang padat semakin berkurang menjauhi pusat erupsi. 9ontoh: lahar yaitu masa
18

piroklastik yang mengalir menerus antara aliran temperatur tinggi (J &---9) di mana material piroklastik ditransportasikan oleh fase gas dan aliran temperatur rendah yang biasanya bercampur dengan air. c) Cndapan surge piroklastik (pyroclastic surge deposits), termasuk pergerakan lateral fragmen piroklatik sebagai campuran

padatanDgas konsentrasi rendah yang panas. #arekteristiknya, endapan ini menunjukan stratifikasi bersilang, struktur dunes, laminasi planar, struktur anti dunes dan pind and swell, endapan sedikit menebal di bagian topografi rendah dan menipis pada topografi tinggi.

7br. (.> Crupsi 7unung Api


19

"iga jenis fagmen yang ditemukan dalam endapan piroklastik: 8 ,ragmen dari lava baru atau disebut fragmen juvenil, berupa material padat tidak mempunyai vesikuler sampai fragmen lava yang banyak vesikulernya. 8 #ristal individu, yang dihasilkan dari fenokris yang lepas dalam lava juvenil sebagai hasil fragmentasi. 8 ,ragmen litik, termasuk batuan yang lebih tua dalam endapan piroklastik, tetapi sering terdiri dari lava yang lebih tua.

20

Ba2. III %tratigra&i !aerah Penelitian 3.1. %atuan $erdasarkan pengamatan secara langsung dilapangan maka satuan batuan pada daerah penelitian merupakan satuan tufa. 3.1.1. !asar Penamaan %atuan Batuan !enamaan satuan batuan pada daerah penelitian di dasarkan pada ciri litologi yang penyebarannya mendominasi daerah tersebut, di mana litologi yang dominan di jumpai pada daerah penelitian yaitu tufa, berdasarkan hal tersebut sehingga penamaan satuan daerah penelitian dinamakan satuan tufa yang beranggota tufakasar dan tufahalus. 3.1.2. 1iri 0isik 9iri fisik litologi yang di jumpai pada daerah penelitian berupa tufa yakni tufakasar berwarna abu % abu, warna lapuk cokelat, tekstur piroklastik, struktur berlapis, komposisi kimia 9a9F), ukuran butir kerikil sampai pasir kasar.

21

,oto. &. ,oto kenampakan lapisan & berupa tufakasar dengan arah pemotretan A (>-- C tufahalus berwarna abu % abu, warna lapuk cokelat, tekstur piroklastik, struktur berlapis, komposisi kimia 9a9F), ukuran butir pasir kasar sampai pasir halus.

22

,oto. (. ,oto kenampakan lapisan &* berupa tufahalus dengan arah pemotretan A (>-- C 3.1.3. Pen(e2aran dan Keterda atan !enyebaran satuan ini yaitu dari "enggara ke $arat 6aut.

,oto ). ,oto kenampakan stasiun penilitian dengan arah pemotretan A (>-- C 3.1.". 5u2ungan %tratigra&i 1ubungan stratigrafi antar satuan tufa pada daerah penelitian 0 umur Cosen 0menindih takselaras dengan formasi atau satuan yang ada di bawahnya yaitu formasi $alang $aru dan /arada yang berumur #apur akhir dan tertindih selaras dengan formasi yang ada di atasnya yaitu berumu 3.1.#. .mur dan Lingkungan Pengenda an $erdasarakan informasi dari dosen pembimbing yang bersumber dari hasil penelitian mahasiswa geologi sebelumnya bahwa umur satuan batuan secara tidak

23

resmi pada daerah penelitian dapat diinterpretasikan berumur eosen dan berdasarkan hasil penelitian secara langsung di lapangan di peroleh data berupa sifat kimia satuan batuan tersebut yaitu kalsium karbonat dan ciri fisik litolgi sehingga dapat diinterpretasikan bahwa satuan tersebut terendapkan pada lingkuangan pengendapan laut dangkal.

24