Anda di halaman 1dari 14

BIOMASS CAIR

1. PENDAHULUAN Dengan pertumbuhan perekonomian nasional antara 4-6 persen per tahun, kebutuhan akan energi nasional juga akan ikut melonjak karena pertumbuhan industri yang memerlukan sarana pendukung atau utilitas, seperti listrik, bahan bakar, dan air, untuk keberlangsungannya. Indikasi lain, misalnya, adalah peningkatan penjualan kendaraan bermotor roda empat hingga 33 persen di tahun 2004 ( alia !o"hma, 200#$. %embali ke persoalan melebarnya kesenjangan suplai dan permintaan untuk menguranginya, diperlukan dua langkah utama. &ertama adalah meningkatkan suplai. %edua, mengurangi permintaan. 'uplai dapat ditingkatkan dengan meningkatkan suplai (( kon)ensional ((( berbasis petroleum$. enstimulasi produksi (( baru dan terbarukan, ketiga impor (( . Di sisi permintaan, pengurangan dapat dilakukan dengan penghematan penggunaan (( kon)ensional. enstimulasi penggunaan teknologi yang e*isiensi dalam penggunaan (( kon)ensional.

(iomassa merupakan sumber energi primer yang sangat potensial di Indonesia, yang dihasilkan dari kekayaan alamnya berupa )egetasi hutan tropika. (iomassa bisa diubah menjadi listrik atau panas dengan proses teknologi yang sudah mapan. 'elain biomassa seperti kayu, dari kegiatan industri pengolahan hutan, pertanian dan perkebunan, limbah biomassa yang sangat besar jumlahnya pada saat ini juga belum diman*aatkan dengan baik. unisipal solid +aste ( ',$ di kota-kota besar merupakan limbah kota yang utamanya adalah berupa biomassa, menjadi masalah yang serius karena mengganggu lingkungan adalah potensi energi yang bisa diman*aatkan dengan baik. (erkaitan dengan itu perlu ditinjau ketersediaan sumber daya alam ('D-$ dalam menjamin ketersediaan (( untuk kurun +aktu tersebut dan tren perkembangan .

teknologi global. /amun perlu diingat bah+a moda transportasi yang ada pada saat ini berbahan bakar hidrokarbon "air dari sumber yang tidak terbarukan (minyak bumi$. oda transportasi seperti ini masih akan mendominasi pangsa pasar transportasi dunia hingga #0 tahun ke depan. 0leh sebab itu, sumber hidrokarbon (12$, selain minyak bumi, perlu dimobilisasi peman*aatannya dengan penekanan pada sumber 12 yang terbarukan. 'umber hidrokarbon selain minyak bumi hanya tersedia tiga ma"am, yakni gas bumi, batu bara, dan biomassa. Dari ketiga sumber energi tersebut, hanya biomassalah yang memiliki karakter dapat diperbarui. %etersediaannya pun di negara kita sangat berlimpah, yaitu sebesar 434.000 3, atau setara 2## juta barrel minyak bumi (Indonesian 4nergi 0utlook, &'4-5I, 2002$. &ada %on*erensi Dunia (iomassa untuk 4nergi dan &erubahan 2ua"a yang ke-2 di !oma, Italia (tahun 2003$, 6olks+agen-477on obile menyebutkan, berdasarkan jenis bahan bakar dan otomoti* yang akan mendominasi pasar, dunia akan dihadapkan pada empat generasi bahan bakar transportasi. 3enerasi pertama adalah generasi (( berbasis petroleum (minyak bumi$ yang diperkirakan akan mendominasi hingga tahun 20.0. 3enerasi kedua, generasi (( (( hingga tahun 20#0. generasi (( mi7 atau "ampuran antara (( terbarukan dan

petroleum yang saat ini sedang kita masuki, dan diperkirakan akan bertahan asa ini ditandai dengan komersialisasi bio-diesel (pengganti

minyak petro-diesel$ dan bio-etanol (pengganti minyak bensin$. 3enerasi ketiga adalah terbarukan -d)an"e 'yntheti" 8uel, seperti 8lash &yrolysis 0il (bio-oil$, ethanol, dan 1ydro-9hermal 5pgrading 0il (195$. 8is"her 9rops"h (89$

'elain teknologi pembuatannya lebih sulit, biaya untuk memproduksinya lebih tinggi. &roduk ini baru akan ekonomis pada kisaran tahun 20#0-2.00. 'etelah itu ketika minyak bumi benar-benar habis (setelah tahun 2.00$, maka hidrogen (sebagai generasi keempat$ akan menjadi andalan, mengingat bahan ini memiliki nilai kalori yang tertinggi (.43 :;kg$ di antara sumber energi lainnya. /ilai kalori satu liter hidrogen setara dengan empat kali nilai kalori lima liter bensin atau empat liter diesel.

<imbah biomassa padat dari sektor kehutanan, pertanian, dan perkebunan adalah limbah pertama yang paling berpotensi dibandingkan misalnya limbah limbah padi, jagung, ubi kayu, kelapa, kelapa sa+it dan tebu. (esarnya potensi limbah biomassa padat di seluruh Indonesia adalah 4=.>0?,43 ,.

'elain limbah biomassa padat, energi biogas bisa dihasilkan dari limbah kotoran he+an, misalnya kotoran sapi, kerbau, kuda, dan babi juga dijumpai di seluruh pro)insi Indonesia dengan kuantitas yang berbeda-beda. &eman*aatan energi biomassa dan biogas di seluruh Indonesia sekitar .6?,? sebesar =,26 , yang berasal dari limbah tebu dan biogas , yang dihasilkan dari proses gasi*ikasi.

&ada tahun .==# Departemen &ertambangan dan 4nergi melaporkan dalam !en"ana 5mum &engembangan 4nergi (aru dan 9erbarukan bah+a produksi etanol sebagai bahan baku tetes men"apai 3#-42 juta liter per tahun. :umlah itu akan men"apai >. juta liter per tahun bila seluruh produksi tetes digunakan untuk membuat etanol. 'aat ini sebagian dari produksi tetes tebu Indonesia diekspor ke luar negeri dan sebagian lagi diman*aatkan untuk keperluan industri selain etanol. (iaya in)estasi biomassa adalah berkisar =00 dollar;k, sampai ..400 dollar;k, dan biaya energinya adalah !p ?#;k,-!p 2#0;k,. 2. POTENSI BIOMASS &otensi biomassa di Indonesia bersumber dari produk sampah kota, limbah hutan, limbah pertanian padi, jagung, ampas tebu, limbah pertanian lainya, kelapa, dan kelapa sa+it. a. Limbah Hutan <imbah hutan terutama terdiri atas kayu, yang dapat dipakai sebagai bahan bakar. Indonesia pada saat ini memproduksikan kayu sebanyak 2# juta ton setahun. %ayu yang dipakai untuk industri pada umumnya memerlukan suatu ukuran minimum, sedangkan tangkai dan dahan yang ke"il tidak dapat dipergunakan dan dibuang begitu saja di hutan. 0leh karena pada produksi kayu untuk industri setiap tonnya akan menghasilkan limbah sebanyak satu ton juga, maka limbah kayu yang dihasilkan 3

setiap tahunnya adalah 2# juta ton setahun. (ilaman limbah kayu ini memiliki nilai panas sebesar 4.000 k"al per ton, berarti bah+a potensi energi yang terkandung dalam limbah kayu ini adalah sebesar .00 miliar k"al setahun, atau .4,44 juta '9( (setara ton batu bara$. @ang memang menjadi masalah dengan peman*aatan adalah pengolahan limbah ini sehingga dapat diproses dan diangkut ke daerah-daerah dan pusat pemakaian. b. Limbah Pertanian Padi &adi menghasilkan berbagai limbah seperti sekam padi, batang padi dan merang. (atang padi dan merang banyak dipergunakan oleh berbagai industri, serta oleh penduduk desa sendiri sehingga tidak tersedia sebagai bahan bakar. Indonesia memproduksi setahun kira-kira 2# juta ton beras. &ada tingkat produksi demikian jumlah sekam padi yang dihasilkan adalah sebanyak 6,# juta ton. ,alaupun di sana-sini sekam padi dipakai untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai bahan bakar, namun limbah ini pada umumnya dibuang begitu saja dan kurang diman*aatkan. /ilai panas yang terkandung dalam sekam padi adalah "ukup besar, yaitu sekitar 4.000 k"al;kg. Dengan demikian maka jumlah energi panas yang terkandung dalam limbah ini adalah sebesar 26 triliun k"al setahun. 9erdapat suatu masalah dengan penggunaan sekam padi sebagai bahan bakar. &ersoalannya adalah bah+a sekam padi mengandung banyak sili"ium, yang akan tertinggal pada sisa abu setelah pembakaran. 'isa abu demikian yang mengandung sili"ium dapat merusak berbagai peralatan misalnya pada boiler. 5ntuk mempergunakan sekam padi pada peralatan yang agak "anggih masih memerlukan dilakukannya penelitian yang masih banyak. -kan tetapi untuk proses-proses pembakaran yang mempergunakan jenis-jenis tungku sederhana, hal ini tidak memba+a kesukaran yang berarti. . !a"un" :agung akan menghasilkan berbagai jenis limbah seperti bonggol (jenggal$, batang dan daun jagung. (atang dan daun jagung dapat diman*aatkan sebagai makanan ternak, terutama sapi. Dengan demikian yang dapat dipertimbangkan sebagai bahan untuk energi adalah jenggalnya. :umlah jenggal yang setiap tahun

diproduksi adalah kira-kira .,#2 juta ton. /ilai panas diperkirakan "ukup tinggi, yaitu 4,4#0 k"al, atau 0,636 '9( per ton. Dengan demikian maka seluruh nilai energi limbah ini berjumlah 6?6# juta k"al, atau 0,=6? juta '9( setahun. d. Am#a$ Tebu -mpas tebu dihasilkan oleh industri gula dan jumlah-jumlah yang besar. %arena merupakan bahan bakar yang baik sekali, ampas tebu ini oleh pabrik-pabrik gula diman*aatkan sebagai bahan bakar untuk pembangkitan tenaga listrik dengan membakarnya dalam boiler. Dengan demikian maka limbah ini tidak tersedia sebagai sumber energi bagi keperluan-keperluan lainnya. e. %e&a#a %elapa merupakan salah satu hasil tanaman keras. <imbah yang diproduksikannya adalah tempurung, sabut dan batang kelapa. 'abut kelapa banyak dipergunakan untuk berbagai keperluan yang penting, dan demikian halnya dengan sabut kelapa, yang demikian tidak dipertimbangkan sebagai bahan bakar untuk energi. Dengan demikian tinggal tempurung kelapa yang dapat berpotensial sebagai bahan bakar bagi energi. 9empurung kelapa memiliki nilai kalori yang tinggi, yaitu sekitar 4...0 k"al per kg. :umlah tempurung yang diproduksi setahun adalah lk .,2# juta ton. Dengan demikian maka tersedia jumlah energi dalam tempurung kelapa sebanyak #,.2# triliun k"al, atau 0,?4 juta '9( setahun. '. %e&a#a Sa(it Indonesia memiliki potensi besar untuk meman*aatkan produk samping sa+it sebagi sumber energi terbarukan. %elapa sa+it Indonesia merupakan salah satu komoditi yang mengalami pertumbuhan sangat pesat. &ada periode tahun .=>0an hingga pertengahan tahun .==0-an luas areal kebun meningkat dengan laju ..A per tahun. 'ejalan dengan luas area produksi 2&0 juga meningkat dengan laju =.4A per tahun. 'ampai dengan tahun 20.0 produksi 2&0 diperkirakan meningkat dengan laju #-6A per tahun, sedang untuk periode 20.0 B 2020 pertumbuhan produksi berkisar antara 2A - 4A.

3ambar .. &ertumbuhan -real %ebun %elapa 'a+it di Indonesia (sumberC Dirjen &erkebunan$

3ambar 2. &royeksi &roduksi 2&0 Indonesia hingga 9ahun 2020 (sumberC Dirjen &erkebunan$

3ambar 3. %esetaraan biomassa dan energi dalam proses pengolahan sa+it di pabrik kelapa sa+it

9ahun 200# Indonesia mendapatkan bantuan sebesar D 5' #00.000 dollar dari -D( ((ank &embangunan -sia$ untuk mengembangkan energi terbarukan dari limbah "air kelapa sa+it (%ompas, 2? Desember 2004$. 9eknologi yang sudah berhasil dikembangkan di Indonesia adalah pembuatan briket arang dari "angkang dan serat sa+it. &roduk briket yang dihasilkan telah memenuhi 'tandart /asional Indonesia ('/I$. %elebihan lainnya dari briket ini adalah permukaanya halus dan tidak meninggalkan bekas hitam di tangan. &engembangan produk samping sa+it sebagai sumber energi alternati* memiliki beberapa kelebihan. Pertama , sumber energi tersebut merupakan sumber energi yang bersi*at renewable sehingga bisa menjamin kesinambungan produksi. Kedua , Indonesia merupakan produsen utama minyak sa+it sehingga ketersediaan bahan baku akan terjamin dan industri ini berbasis produksi dalam negeri. Ketiga , pengembangan alternati* tersebut merupakan proses produksi yang ramah lingkungan. Keempat , upaya tersebut juga merupakan salah satu bentuk optimasi peman*aatan sumberdaya untuk meningkatkan nilai tambah. ). Berba"ai Cara Pen"*&ahan Bi*ma$$ Padat a. Pr*$e$ Pir*&i$a &irolisa merupakan suatu proses destilasi destrukti* daripada bahan organik. Destilasi ini dilaksanakan dalam sebuah bejana tertutup dengan atmos*er tanpa oksigen, dan dipanaskan hingga suhu dari #00 sampai =00E2. &roses pirolisa telah lama diman*aaatkan dengan mempergunakan kayu untuk memperoleh selain arang kayu, juga bahan-bahan kimia seperti metanol dan terpentin.

3ambar 4. 'kema &roses &irolisa 3as-gas yang dihasilkan porolisa dari bahan organik pada umumnya merupakan "ampuran metan, monoksida karbon, dioksida karbon, hidrogen dan hidrokarbon-hidrokarbonrendah. 'elain itu dihasilkan "airan berupa minyak-minyak hidrokarbon dan bahan-bahan padat serupa arang kayu. 3ambar .. memperlihatkan suatu skema dari proses pirolisa yang mempergunakan limbah kota sebagai bahan baku. <imbah kota dimasukkan di tempat - dan dipotong hingga men"apai ukuran ke"il. %emudian bahan baku diba+a ke tempat ( untuk dikeringkan. Di tempat 2 dilakukan pemisahanC semua bahan organik seperti potongan-potongan logam dan gelas disisihkan sedangkan material lainnya yang merupakan bahan organik diba+a ke tempat D untuk digiling halus. (ejana 4 merupakan reaktor pirolisa. Di tempat 8 hasil-hasil pirolisa berupa gas, minyak dan arang dipisahkan. :ika suhu dalam reaktor dinaikkan komponen gas akan menjadi lebih besar. b. Pembuatan Aran" %a+u %arbonisasi merupakan suatu proses dengan memanaskan kayu pada suhusuhu tertentu dengan penyediaan udara se"ara terbatas. &ada a+al pemanasan kayu itu mengering. :ika suhu menaik, bahan kayu FmembusukF, melepaskan beberapa bahan kimia organik dan meninggalkan suatu sisa yang terdiri atas karbon murni. Di ba+ah .?0 E2 hanya air murni yang dilepaskan. Di atas suhu itu, mulai terjadi proses karbonisasi dan pada suhu 2#0 E2 dekomposisi atau pembusukan parsial

>

mulai berlangsung. Di antara 2#0-2?0E2 suatu reaksi eksotermik bera+al dan karbonisasi terjadi tanpa memerlukan bahan dari sumber FluarF. Dalam kebanyakan sistem pembuatan arang kayu, bahan diperoleh dari bahan baku yang dipakai. :umlah bahan ini harus men"ukupi untuk menurunkan kadar lembab kayu dan meningkatkan suhu sampai men"apai tingkat karbonisasi sendiri. 'e"ara umum dapat dikatakan bah+a untuk keperluan ini akan dipakai .#20A dari bahan baku, tergantung dari tingkat kadar lembab kayu itu. (ahan yang terkandung dalam gas-gas yang dikeluarkan akan mengeringkan bahan baku sebelum meninggalkan genahar (kiln$. Dengan demikian bentuk genahar harus memperhitungkan hal ini. 'e"ara rata-rata, kon)ersi kayu menjadi arang akan dapat men"apai kira-kira 30A menurut bobot atau #0A menurut )olume dari bahan baku semula. 'e"ara tradisional pembuatan arang kayu, dilakukan di negara-negara berkembang dengan membuat sebuah lubang besar dalam tanah. <ubang itu diisi dengan kayu yang kemudian dinyalakan. -gar tidak terjadi pembakaran habis, lubang itu ditutup dan hanya diberi beberapa lubang ke"il untuk pemasukan udara se"ara terbatas dan memungkinkan asap keluar. 'uatu teknologi yang lebih baik dan masih "ukup sederhana untuk membuat arang kayu dilakukan dengan genahar batu bata (brick kiln). %onstruksi ini memerlukan sejumlah batu bata yang dibuat dari lempung ("lay$ yang agak memasir (sandy$. &emeliharaan genahar itu sangat sederhana dan hanya memerlukan penambahan tempat-tempat retak dengan lempung. :ika genahar perlu dipindah, ia dapat dibongkar tanpa merusak batu-batanya. 3enahar jenis ini memiliki sebuah lubang besar yang ber*ungsi sebagai sema"am pintu, yang ditutup dengan batu bata. %arena memiliki pintu itu pengisian genahar yang besar sangat mudah karena dapat dimasuki dengan kereta sorong (wheel barrow$. 3ambar 2. menampakkan bentuk sebuah genahar batu bata dengan kapasitas ? ton sebagaimana dipakai di 8ilipina untuk membuat arang kayu dari lamtorogung (giant ipil-ipil$. 3enahar ini dapat menghasilkan tiap tahun .44 ton arang kayu. 'ebidang kebun energi lamtorogung dapat menghasilakn per .00 ha lahan ?20 ton arang kayu. Dengan demikian diperlukan # (lima$ buah genahar per .00 ha kebun.

3ambar #. 3enahar (atu (ata (erkapasitas ? 9on di 8ilipina - pada genahar 3ambar 2. merupakan pintu untuk memasukkan bahan baku berupa kayu. 5ntuk mendapatkan arang bermutu tinggi dipakai batok kelapa sebagai bahan baku. 'etelah diisi, pintu - ditutup dengan batu bata. ( merupakan lubang untuk menyudut kayu atau menyalakan api. 2 merupakan lubang sebagai saluran-saluran keluar bagi asap. D merupakan lubang darurat saluran keluar. 4 merupakan "erobong. 'edangan 8 merupaklan lubang saluran masuk udara . %arena bentuknya, alat pembuat arang kayu ini dinamakan genahar sarang ta+on (beehive kiln$. 3ambar selanjutnya memperlihatkan nera"a energi pembuatan arang kayu dengan genahar tungku batu bata. asukan %ayu . ton 5dara ,enahar %eluaran -rang %ayu (0,2-0,3$ ton 3as >0-.40 mG 2o2 #= A 20 33 214 3,# 12 3,0 <ainnya .,#

3ambar 6. /era"a 4nergi &embuatan -rang %ayu dengan 3enahar (atu (ata Di negara-negara maju didesain suatu jenis genahar yang terbuat dari besi. 3enahar besi ini terdiri atas dua buah silinder besi, sebuah tutup berbentuk konus dan empat "erobong. 3enahar besi mudah dibongkar dan dipindah. ,alaupun jenis

.0

genahar ini dapat menghasilkan arang kayu bermutu tinggi, ia kurang dipakai di negara-negara berkembang karena harganya tinggi pula. -. Man'aat Ha$i& Pr*du. Bi*ma$$a Padat %ayu mempunyai potensi untuk dipakai sebagai bahan bakar bagi sebuah pusat listrik tenaga uap, dengan membakarnya di ba+ah sebuah boiler. 5ntuk kemudahan angkutan pengelolaan dan pembakaran biasanya kayu dipotong-potong dan diberi bentuk "hip. a. Pema.aian Pen""a$ untu. A&at Pen am#ur Bet*n %arena alat penggas dapat digabung dengan motor bensin atau motor diesel, maka dapat diman*aatkan untuk berbagai keperluan baik yang stasioner maupun bergerak. 'kema sebuah alat penggas dengan reaktor, pembersih dan pendingin, serta pen"ampur udara. Di ujung kanan tampak mesin yang dipakai, yang dapat memutarkan sebuah motor bensin ataupun sebuah motor diesel. !eaktor merupakan komponen utama sebuah alat penggas. &enggasan atau gasi*ikasi terjadi dalam +adah ini. (ahan baku dalam bentuk biomassa yang berupa potongan ke"il kayu ataupun arang kayu. -bu dikumpulkan dan disisihkan di sebelah ba+ah. 3as yang dihasilkan masih panas dan kotor dimasukkan ke dalam suatu alat pembersih dan pendingin. &engotoran berupa ter dan abu terbang disishkan. 3as bersih ber"ampur dengan udara menurut ukuran yang tepat dimasukkan ke dalam motor.

3ambar =. -lat &enggas untuk

otor Desel

..

3ambar .0. -lat &en"ampur (eton ( olen$ yang Digerakkan -lat &enggas yang enggunakan -rang %ayu b. A&at Pen""a$ untu. %e#er&uan Te"un 'kema alat penggas yang dipakai untuk keperluan-keperluan tegun atau stasioner. 'elain untuk keperluan pembangkitan tenaga listrik, alat penggas ini dapat pula diman*aatkan misalnya untuk menggerakan sebuah pompa irigasi. Di 8ilipina alat gas ini mulai dipakai dalam jumlah yang besar antara lain untuk keperluan menggerakkan pompa irigasi, pengeringan padi dan pembuatan gabah. (ahan bakar yang dipakai pada umumnya adalah arang kayu.

3ambar ... 'kema &enggunaan -lat &enggas untuk %eperluan 9egun . A&at Pen""a$ untu. %e#er&uan Tran$#*rt i. M*bi& %i/an" 'kema peralatan penggas yang dipakai untuk sebuah kendaraan roda bermotor. 'ebagaimana biasa terdapat sebuah reaktor, yang diisi dengan arang kayu. 3as kotor yang dihasilkan diba+a ke separator siklon, dimana pertikel-

.2

pertikel berbentuk padat seperti abu dan jelaga dipisahkan dengan bantuan gaya sentri*ugal. 3as kemudian diba+a ke saringan yang membersihkannya dari pengotoran lainnya. 3as yang dihasilkan kini sudah "ukup bersih, akan tetapi masih berada dalam keadaan panas dan perlu didinginkan. 1al ini dengan "ara mengalirkannya melalui radiator. Dilihat dari pemasangannya terdapat dua radiator. !adiator atap dipasang pada atap kendaraan, dan radiator depan dipasang disebelah depan. 9ergantung keperluan, dapat dipakai salah satu radiator ataupun kedua-duanya. !adiator didinginkan oleh udara yang mele+atinya pada saat kendaraan berjalan. 'etelah didinginkan gas diba+a ke motor pembakar melalui alat pen"ampur udara dan pedal.

3ambar .2. -lat &enggas untuk %endaraan !oda (ermotor

.3

Da'tar Ru/u.an

Biomass Technical Brief, Simon Ekless, ntermediate Technolog! "evelopment #roup, retrie)ed . :anuary 200# *rom httpC;;+++.itdg.org;do"s;te"hni"alHin*ormationHser)i"e;biomass.pd*. (oyle, 3. (ed.$, $enewable Energ!% Power for a Sustainable &uture. 0pen 5ni)ersity, 5%, .==6. %ep. en. /o. ..22 %;30; 4 ;2002, tentang "istribusi Pembangkit 'istrik Skala Kecil( Pengembangkan energi terbarukan dari limbah cair kelapa sawit. (%ompas, 2? Desember 2004$.

.4