Anda di halaman 1dari 13

KONSEP FISIKA BERKAITAN DENGAN MELATIH PASIEN DENGAN ALAT BANTU JALAN

Oleh: 1. Elfrida Dwiki F 2. Fania Utami 3. Joko Kurniawan 4. Kartika Nuraini 5. Rosy Azizah R. .

POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN 2011

KONSEP FISIKA BERKAITAN DENGAN MELATIH PASIEN DENGAN ALAT BANTU JALAN

A. Keseimbangan

Menurut syarat-syarat kesemibangan statis, sebuah benda berada dalam keadaan diam jika tidak ada gaya total dan torsi total yang bekerja pada benda tersebut. Namun jika terdapat gaya total dan torsi total yang bekerja pada benda tersebut, benda tersebut akan bergerak (berpindah tempat). Setelah bergerak, akan ada tiga kemungkinan, yakni : 1. Benda akan kembali ke posisi semula (keseimbangan stabil), 2. Benda berpindah tempat lebih jauh lagi dari posisi semula (keseimbangan labil), 3. Benda tetap berada pada posisi yang baru (keseimbangan netral).

1. Keseimbangan Stabil Apabila sebuah benda bergerak karena adanya gaya total ataupun torsi namun setelah bergerak benda kembali ke posisinya semula, maka benda tersebut dikatakan mengalami keseimbangan stabil. Keseimbangan stabil dapat tercapai apabila benda dalam kedudukan: a. Kontak dengan dasar atau permukaan pijakan luas. b. Pusat gravitasi terletak rendah dan garis pusat gravitasi terletak di dalam benda.

Contoh keseimbangan stabil:

Sebuah pararel epipedum siku-siku ( balok ) diletakkan di atas bidang datar, maka ia dalam keadaan ini seimbang stabil, gaya berat G dan gaya tekanan N yang masing-masing bertitik tangkap di Z ( titik berat balok ) dan di A terletak pada satu garis lurus. Kalau balok tersebut diputar naik sedikit dengan rusuk B sebagai sumbu perputarannya, maka gaya tekanan N akan pindah ke B, dan dalam keadaan ini akan pindah ke B, dan dalam keadan ini akan timbul suatu koppel dengan gaya-gaya G dan N yang berputar ke kanan ( G = N ) sehingga balok tersebut kembali keseimbangannya semula yaitu seimbang stabil.

2. Keseimbangan labil Apabila sebuah benda bergerak karena adanya gaya total ataupun torsi dan setelah bergerak benda tersebut bergerak lebih jauh lagi. Terjadinya keseimbangan labil disebabkan garis pusat gravitasi jatuh di luar dasar penyokong dan luas dasar penyokong terlalu kecil.

Contoh keseimbangan labil: Sebuah bola mula-mula sedang diam di atas wajan yang dibalik (gambar 1). setelah ditiup angin, bola bergerak ke kanan (gambar 2). Amati gaya-gaya yang bekerja pada bola tersebut. Komponen gaya berat yang tegak lurus permukaan wajan (w cos ) dan gaya normal (N) saling melenyapkan karena kedua gaya ini mempunyai besar yang sama tetapi arahnya berlawanan. Pada bola bekerja juga komponen gaya berat yang sejajar permukaan wajan (w sin ). w sin merupakn gaya total yang menyebabkan bola terus berguling ke bawah menjauhi posisi semula. gambar

3. Keseimbangan netral Apabila sebuah benda bergerak karena adanya gaya total ataupun torsi dan setelah bergerak benda tersebut bertahan atau diam di posisi yang baru.

Contoh leseimbangan netral: Bola berada di atas permukaan horizontal (bidang datar). Jika bola didorong, bola akan bergerak. Setelah bergerak, bola tetap diam di posisi yang baru. Dengan kata lain, bola sudah malas balik ke posisi semula, bola juga malas bergerak lebih jauh lagi. gambar

Pertama, jika titik berat benda berada di bawah titik tumpuh, maka benda selalu berada dalam keseimbangan stabil (benda masih bisa bergerak kembali ke posisi semula setelah puas jalan). Contohnya adalah ketika sebuah benda digantung dengan tali. Untuk kasus seperti ini, titik berat bendaselalu berada di bawah titik tumpuh (titik tumpuh berada di antara tali dan tiang penyanggah). Kedua, jika titik berat benda berada di atas titik tumpuh, keseimbangan bersifat relative. Benda bisa beradad dalam keseimbangan stabil, benda juga bisa berada dalam keseimbangan labil. Pada gambar di bawah ini, apabila setelah didorong, posisi benda seperti yang ditunjukkan pada gambar 1, benda masih bisa kembali ke posisi semula (benda berada dalam keseimbangan stabil). Sebaliknya, apabila setelah didorong, posisi benda seperti yang ditunjukkan gambar 2, benda tidak bisa kembali ke posisi semula. Banda akan terus berguling ria ke kanan (benda berada dalam keseimbangan labil). Gambar

Ketiga, keseimbangan benda sangat bergantung pada bentuk/ukuran benda. Benda yang kurus dan langsing berada dalam keseimbangan tidak stabil jika posisi berdiri benda tersebut tampak seperti yang ditunjukkan gambar 1. Alas yang menopang benda tidak lebar. Ketika disentuh sedikit saja, benda langsung tumbang. Perhatikan posisi titik berat dan titik tumpuh. Sebaliknya, benda yang gemuk lebih stabil (lihat gambar 2). Alas yang menopang benda lumayan lebar. Setelah bergerak, titik beratnya masih berada di sebelah kiri titik tumpuh, sehingga benda masih bisa kembali ke posisi semula.

Gambar Keempat, keseimbangan benda tergantung pada jarak titik berat dari titik tumpuh. Jika posisi berdiri benda seperti pada gambar 1, benda berada dalam posisi keseimbangan tidak stabil. Gambar

Sebaliknya, jika posisi benda tampak seperti pada gambar 2, benda berada dalam keseimbangan stabil. Ketika benda berdiri (gambar 1), jarak titik berat dan titik tumpuh lumayan besar. Ketika benda tidur (gambar 2), jarak antara titik berat dan titik tumpuh sangat kecil. Kita bisa menyimpulkan bahwa keseimbangan benda sangatlah bergantung pada jarak titik berat dan titik tumpuh. Semakin jauh si titik berat dari si titik tumpuh (gambar 1), keseimbangan benda semakin tidak stabil. Sebaliknya , semakin dekat si titik berat dari si titik tumpuh (gambar 2), keseimbangan benda semakin stabil.

B. Alat bantu jalan 1. Walker Walker adalah suatu alat yang sangat ringan, mudah dipindahkan, setinggi pinggang terbuat dari pipa logam. Walker memiliki empat penyangga dan kaki yang kokoh. Klien memegang pemegang tangan pada batang di bagian atas, melangkah, memindahkan walker lebih lanjut, dan melangkah lagi.

Gb. Walker

2. Tongkat Tongkat adalah alat yang ringan , mudah dipindahkan, setinggi pinggang, terbuat dari kayu atau logam. Dua tipe tongkat umum adalah : a. Tongkat berkaki panjang lurus (single straight-legged) Tongkat berkaki lurus lebih umum dan digunakan untuk sokongan dan keseimbangan klien yang kuat kakinya menurun. Tongkat ini harus dipakai di sisi tubuh yang terkuat. Untuk sokongan maksimum ketika berjalan, klien menempatkan tongkat berada depan 15-25 cm, menjaga berat badan pada kedua kaki klien. Kaki yang terlemah bergerak maju dengan tongkat sehingga berat badan dibagi antara tongkat dan kaki yang terkuat. Kaki yang terkuat maju setelah tongkat sehingga kaki terlemah dan berat badan disokong oleh tongkat dan kaki terlemah. Untuk berjalan, klien mengulangi tahap ini terus-menerus. Klien diajarkan bahwa kedua titik penopang tersebut, seperti dua buah kaki atau satu kaki dan tongkat, akan muncul di setiap waktu. b. Tongkat berkaki segi empat (quad cane)

Tongkat empat kaki memberi sokongan yang terbesar dan digunakan pada kaki yang mengalami sebaagian atau keseluruhan paralisis ataupun hemiplegia. Tiga tahap yang sama digunakan oleh tongkat berkaki lurus diajarkan kepada klien.

Gb.tongkat berkaki panjang lurus

Gb. Tongkat berkaki segiempat

3. Kruk Kruk sering digunakan untuk meningkatkan mobilisasi. Penggunaannya dapat temporer, pada setelah kerusakan ligament di lutut. Kruk dapat digunakan permanen (mis. Klien paralisis extremitas bawah). Kruk terbuat dari kayu atau logam. Ada dua tipe kruk a. Kruk Lofstrand dengan pengatur ganda atau kruk lengan bawah Kruk lengan bawah memiliki sebuah pegangan tangan dan pembalut logam yang pas mengelilingi lengan bawah. Kedua-duanya yaitu

pembalut logam dan pegangan tangan diatur agar sesuai dengan tinggi klien. b. Kruk aksila Kruk aksila mempunyai garis permukaan yang seperti bantalan pada bagian atas, dimana berada tepat di bawah aksila. Pegangan tangan berbentuk batang yang dpegang setinggi telapak tangan untuk menyokong tubuh. Kruk harus diukur panjang yang sesuai, dan klien harus diajarkan menggunakan kruk mereka dengan aman, mencapai kestabilan gaya berjalan, naik dan turun tangga, dan bangkit dari duduk.

Gb. Kruk aksila

Gb. Kruk loftstrand ?????

4. Kursi roda Kursi roda adalah alat bantu yang digunakan oleh orang yang mengalami kesulitan berjalan menggunakan kaki, baik dikarenakan oleh penyakit, cedera, maupun cacat. Alat ini bisa digerakan dengan didorong oleh pihak lain, digerakan dengan menggunakan tangan, atau dengan menggunakan mesin otomatis. Pemakaian pertama kursi roda di Inggris tercatat pada tahun 1670an. Bagian-bagian kursi roda adalah:

Kursi roda sekarang banyak dibuat dengan bahan ultralight seperti aluminium dan titanium pesawat. Salah satu produsen utama, Tilite , membangun ultralights saja. Inovasi lain dalam desain kursi roda adalah instalasi peredam kejut polimer, seperti

FrogLegs , yang bantal benjolan di mana kursi gulungan. Peredam kejut ini dapat ditambahkan ke roda depan atau roda belakang, atau keduanya. Berbagai aksesori opsional yang tersedia, seperti anti-tip bar atau roda, sabuk pengaman, backrests disesuaikan, tilt dan / atau fitur berbaring, dukungan ekstra untuk kaki atau leher, gunung atau perangkat untuk membawa kruk , berjalan kaki atau tangki oksigen, pemegang minum, dan pakaian pelindung. Ada beberapa jenis kursi roda yang biasa digunakan yaitu: a. Kursi roda manual Adalah kursi roda digerakkan dengan tangan si penderita cacat, merupakan kursi roda yang biasa digunakan untuk semua kegiatan. Kursi roda seperti ini tidak dapat digunakan oleh penderita cacat yang mempunyai kecacatan ditangan juga. b. Kursi roda listrik Merupakan kursi roda yang digerakkan dengan motor listrik biasanya digunakan untuk perjalanan jauh bagi penderita cacat atau bagi penderita cacat ganda sehingga tidak mampu untuk menjalankan sendiri kursi roda, untuk menjalankan kursi roda mereka cukup dengan menggunakan tuas seperti joystick untuk menjalankan maju, mengubah arah kursi roda belok kiri atau belok kanan dan untuk mengerem jalannya kursi roda. Biasanya kursi roda listrik dilengkapi dengan alat untuk mengecas/mengisi ulang aki/baterainya yang dapat langsung dimasukkan dalam stop kontak dirumah/bangunan yang dikunjungi. c. Kursi roda sport Kursi roda manual untuk kegiatan olah raga, pada balapan kursi roda yang direncanakan untuk berjalan dengan cepat dibutuhkan upaya untuk meningkatkan kestabilan dengan menggunakan tambahan 1 roda didepan

seperti trike (sepeda roda tiga). Merupakan perangkat yang umum ditemukan dalam pekan olah raga/olimpiade bagi penderita cacat.

Gb. Kursi roda manual

Gb. Kursi roda listrik

Gb.kursi roda sport

Daftar pustaka
Darsasela, D. 2010. Fisika untuk Mahasiswa Kesehatan. Jakarta: Trans Info Media Gabriel, J.P. 1996. Fisika Kedokteran. Jakarta: Buku Kedokteran EGC Potter dan Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC http://www.google.co.id/search?hl=id&gbv=2&biw=922&bih=364&q=alat+bantu+jal an&gs_sm=e&gs_upl=1676977l1681277l0l1682934l16l11l0l0l0l0l2089l3443l 7-1.0.1l2l0&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.&um=1&ie=UTF8&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi http://m-sutarno.orgfree.com/sim%20in9/1KESEIMBANGAN%20BENDA%20TEGAR.swf