Anda di halaman 1dari 2

Alat PENUKAR KALOR JENIS SHELL & TUBE

oleh: azkha

Pengarang : Prof.Dr Chandrasa Soekardi

Summary rating: 3 stars (5 Tinjauan) Kunjungan : 1150 kata:600

More About : menentukan shell and tube

Sebuah alat penukar kalor Shell & tube, 1 shell pass 2 tube passes dirancang menggunakan tube cupro-nickle (konduktifitas termal = 19 W/mK).Diameter dalam tube 16 mm, diameter luarnya 20 mm, panjang pipa/tube 4 m. Alat ini direncanakan untuk beroperasi sebagai alat pemanas aliran air 3 kg/s, dari 20 oC menjadi 50 oC. Sebagai media pemanas, dipergunakan aliran oil 9 kg/s, tersedia pada 150 oC Tujuan perhitungan adalah untuk: 1. menentukan dimensi utama alat penukar kalor, yaitu luas permukaan perpindahan panasnya yang kemudian dapat dikonversikan menjadi jumlah tubes yang diperlukan untuk memenuhi spesifikasi design yang ditentukan 2. memprediksi besarnya koefisien perpindahan panas konveksi aliran air di dalam tubes 3. memprediksi besarnya koefisien perpindahan panas aliran di bagian shell 4. memprediksi besarnya koefisien global perpindahan panas di dalam alat penukar kalor secara analitik 5. membandingkan harga koefisien global perpindahan panas yang diperoleh dari hasil perhitungan dengan yang dipilih di saat awal perhitungan perancangan Perincian perhitungan perancangan 1. Perhitungan laju perpindahan panas yang diterima oleh aliran fluida air Laju perpindahan energi panas yang diterima oleh aliran fluida dingin dapat ditentukan melalui persamaan 4 2. Perhitungan Temperatur aliran oli keluar, Tho Temperatur aliran oli keluar alat dapat dihitung melalui persamaan 3: 3. Perhitungan Beda temperatur rata-rata logaritmik bagi konfigurasi aliran counter flow Bagi konfigurasi aliran berlawanan (counter flow), beda temperature rata-rata logaritmik, Tm diberikan oleh persamaan 5: Bagi persoalan di atas, T1 = Thi - Tco = 100 K T2 = Tho - Tci = 113 K 4. Faktor koreksi untuk konfigurasi shell & tube: 1 shell pass, 2 tube passes Faktor koreksinya dapat ditentukan dengan menggunakan data yang sesuai dengan harga-harga parameter

P dan R sebagai berikut: Dari data grafik faktor koreksi untuk shell & tube, diperoleh: Fc = 1 beda temperatur rata-rata logaritmik pada alat tersebut di atas adalah: LMTD = Fc . Tm = 106,368 K 5. Pemilihan harga Koefisien global perpindahan panas U (untuk awal perhitungan) sebuah alat penukar kalor shell & tube harga koefisien U dapat dipilih di antara harga : 60 - 300 W/m2K Sebagai awal, untuk perhitungan ini dipilih harga U = 130 W/m2K 6. Jumlah tubes yang diperlukan Jumlah tubes (N) yang diperlukan bagi spesifikasi design tersebut di atas dapat diperoleh dari persamaan tentang luas permukaan perpindahan panas total, Atotal , Atotal = do L N Sementara itu, luas permukaan perpindahan panas dapat diperoleh dari persamaan 1 tentang laju pertukaran energi panas di dalam alat penukar kalor Q = U . Atotal. LMTD Evaluasi harga koefisien global perpindahan panas, U 7. Perhitungan Koefisien peprindahan panas konveksi aliran air di dalam pipa, hi Dalam perhitungan perancangan besarnya koefisien tersebut biasanya diperoleh melalui persamaan persamaan empirik yang berbentuk bilangan Nusselt, Nu. Re bilangan Reynolds, dan Pr bilangan Prandlt. 8. Perhitungan Koefisien peprindahan panas konveksi aliran oli di luar pipa, ho Koefisien perpindahan panas fluida yang mengalir di bagian shell atau di permukaan luar pipa, ho dapat diestimasi besarnya melalui persamaan laju perpindahan panas konveksi antara aliran fluida panas oli dengan permukaan luar pipa: Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/engineering/2019432-alat-penukar-kalor-jenisshell/#ixzz09K9Ebn00