Anda di halaman 1dari 24

I.

LATAR BELAKANG Masalah penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (NAPZA) atau istilah yang populer dikenal masyarakat sebagai NARKO A (Narkotika dan ahan! Obat berbahaya) merupakan masalah yang sangat kompleks, yang memerlukan upaya penanggulangan se"ara komprehensif dengan melibatkan ker#a sama multidispliner, multisektor, dan peran serta masyarakat se"ara aktif yang dilaksanakan se"ara berkesinambungan, konsekuen dan konsisten$ Meskipun dalam Kedokteran, sebagian besar golongan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) masih bermanfaat bagi pengobatan, namun bila disalahgunakan atau digunakan tidak menurut indikasi medis atau standar pengobatan terlebih lagi bila disertai peredaran di#alur ilegal, akan berakibat sangat merugikan bagi indi%idu maupun masyarakat luas khususnya generasi muda$ Maraknya penyalahgunaan NAPZA tidak hanya dikota&kota besar sa#a, tapi sudah sampai ke kota&kota ke"il diseluruh 'ilayah Republik (ndonesia, mulai dari tingkat sosial ekonomi menengah ba'ah sampai tingkat sosial ekonomi atas$ II. EPIDEMIOLOGI Penyalahgunaan dan ketergantungan pada )at adalah lebih umum pada laki& laki dibandingkan 'anita dengan perbedaan yang lebih #elas pada )at nonalkohol dibandingkan alkohol$ Penyalahgunaan )at #uga lebih tinggi diantara kelompok pengangguran dan kelompok minoritas tertentu dibandingkan diantara kelompok orang yang beker#a dan kelompok mayoritas$ Penggunaan )at adalah tidak terbatas pada orang de'asa$ Penggunaan )at adalah lebih sering diantara profesional medis dibandingkan dengan profesional nonmedis untuk tingkat pendidikan yang sama$ *atu pen#elasan yang mungkin untuk perbedaan tersebut adalah relatif mudahnya mendapatkan suatu kelas )at pada professional medis$ Kelompok usia +,&-. tahun memiliki ke"enderungan penyalahgunaan )at lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya$ /enis kelamin, 0aki&laki se"ara bermakna lebih tinggi dibandingkan 'anita$ Ras dan etnik, kelompok kulit putih memiliki ke"enderungan lebih tingggi dalam penyalahgunaan )at dibandingkan kelompok kulit putih Kepadatan populasi$ Penduduk didaerah metropolitan yang paling besar kemungkinannya untuk menggunakan )at&)at terlarang dibandingkan dengan penduduk didaerah nonmetropolitan$

III. DEFINISI DAN KLASIFIKASI NAPZA adalah bahan!)at!obat yang bila masuk ke dalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama otak atau sistem saraf pusat sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan fungsi sosialnya karena ter#adi kebiasaan, ketagihan (adiksi) serta ketergantungan (dependensi)$ NAPZA sering disebut #uga sebagai zat psikoaktif, yaitu )at yang beker#a pada otak, sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, dan pikiran$ Narkotika Menurut 11 R( No -- tahun +223 adalah )at!obat yang berasal dari tanaman!bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai dengan menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan$ Narkotika terbagi men#adi 4 golongan, yaitu5 & 6olongan ( 7 hanya digunakan untuk ilmu pengetahuan dan tidak untuk terapi, berpotensi sangat tinggi untuk menimbulkan ketergantungan$ 8ontoh7 heroin!puta', kokain, gan#a$ & 6olongan (( 7 berkhasiat pengobatan, sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan untuk terapi ataupun ilmu pengetahuan dan berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan$ 8ontoh7 morfin, petidin$ & 6olongan ((( 7 berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan untuk terapi maupun untuk tu#uan ilmu pengetahuan dan berpotensi ringan dalam menimbulkan kodein$ Psikotropika Menurut 11 R( No . tahun +223 adalah )at!obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada akti%itas mental dan perilaku$ Psikotropika terbagi men#adi 9 golongan, yaitu7 & 6olongan ( 7 berpotensi amat kuat dalam menimbulkan ketergantungan$ 8ontoh7 ekstasi, shabu, 0*: ketergantungan$ 8ontoh7

& 6olongan (( & 6olongan (((

7 berpotensi kuat dalam menimbulkan ketergantungan$ 8ontoh7 amfetamin, metilfenidat!ritalin 7 berpotensi sedang dalam menimbulkan ketergantungan, banyak digunakan untuk terapi$ 8ontoh7 pentobarbital, flunitra)epam$

& 6olongan (;

7 berpotensi ringan dalam menimbulkan ketergantungan, sangat luas digunakan untuk terapi$ 8ontoh 7 dia)epam, broma)epam, fenobarbital, klona)epam, klordia)epoksid, nitra)epam, pil K, pil koplo, :um, M6$

Zat Adiktif Lainn a +$ Minuman beralkohol <aitu minuman yang mengandung etanol$ =erbagi men#adi 4 golongan7 6olongan A mengandung etanol +>&.> (bir) 6olongan mengandung etanol .>&-?> (berbagai #enis

minuman anggur) 6olongan 8 mengandung etanol -?>&9.> ('hiskey, %odka, =K@, manson house, #ohny 'alker, kamput) -$ (nhalansia 6as yang mudah dihirup dan sol%en (pelarut) yang mudah menguap berupa senya'a organi" pada berbagai alat rumah tangga$ 8ontoh7 lem, thinner, penghapus "at kuku, bensin$ 4$ =embakau K!asifikasi erdasarkan efeknya, NAPZA dibagi men#adi 4, yaitu7 :epresan (do'ner) Mengurangi akti%itas fungsional tubuh$ Pemakai men#adi tenang, pendiam, tertidur atau bahkan tidak sadarkan diri$ 8ontoh 7 opioid (morfin, heroin, kodein), sedatif, hipnotik, tran)Auili)er$ *timulan (upper)

Merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan gairah ker#a$ Pemakai men#adi aktif, segar, bersemangat$ 8ontoh7 amfetamin (shabu, ekstasi), kafein, kokain$ 6olongan halusinogen Bfek halusinasi yang mengubah perasaan dan pikiran dan men"iptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh perasaan dapat terganggu$ 8ontoh7 kanabis, 0*:, Mes"alin$ "#. TERMINOLOGI Ko$or%iditas Komorbiditas adalah diagnosis dua atau lebih gangguan psikiatrik pada seorang pasien$ Komorbiditas yang paling umum melibatkan penyalahgunaan dua )at, biasanya penyalahgunaan alkohol dan penyalahgunaan suatu )at lainnya$ :iagnosis psikiatrik lain yang sering berhubungan dengan penyalahgunaan )at adalah kepribadian antisosial, fobia (dan gangguan ke"emasan lainnya), gangguan depresif berat dan gangguan distimik$ Pada umumnya, )at yang paling kuat dan berbahaya mempunyai angka komorbiditas yang paling tinggi$ *ebagai "ontohnya, komorbiditas gangguan psikiatrik adalah lebih sering untuk penggunaan opioid dan kokain dibandingkan penggunaan mari#uana$ Gan&&'an k(pri%adian antisosia! :alam berbagai penelitian suatu rentang 4.&C? persen populasi dengan penyalahgunaan )at atau ketergantungan )at #uga memenuhi "riteria diagnosti" untuk gangguan kepribadian antisosial$ Pasien dengan diagnosis penyalahgunaan )at atau ketergantungan )at yang memiliki gangguan kepribadian antisosial kemungkinan menggunakan lebih banyak )at illegal, mempunyai lebih banyak psikopatologi, kurang puas dengan kehidupannya dan lebih impulsi%e, terisolasi dan terdepresi dibandingkan pasien lain dengan gangguan kepribadian antisosial sa#a$ D(pr(si dan %'n') diri 6e#ala depresi adalah sering ditemukan diantara orang&orang dengan penyalahgunaan )at atau ketergantungan )at$ Kira&kira sepertiga sampai setengah dari semua orang yang melakukan penyalahgunaan opioid atau ketergantungan opioid dan kira&kira 9? persen orang yang menyalahgunakan al"ohol atau ketergantungan al"ohol

memenuhi untuk "riteria gangguan depresif berat dalam suatu 'aktu selama kehidupannya$ Penggunaan )at #uga merupakan fa"tor pen"etus utama untuk bunuh diri$ T(ori psikososia! dan psikodina$ika Penyalahgunaan )at adalah suatu regresi oral$ Rumusan psikodinamika sekarang melibatkan suatu hubungan antara penggunaan )at dan depresi atau melibatkan penggunaan )at sebagai suatu pen"erminan fungsi ego yang terganggu$ Psikodinamika untuk seseorang dengan penyalahgunaan )at adalah diterima dan dinilai se"ara lebih luas daripada dalam pengobatan pasien alkoholik$ erbeda dengan pasien alkoholik, mereka dengan penyalahgunaan polisubstansi adalah lebih mungkin memiliki masa anak&anak yang tidak stabil, lebih mungkin mengobati diri sendiri dengan )at, dan lebih mungkin mendapatkan manfaat psikoterapi$ =eori psikososial lain men#elaskan hubungan dengan keluarga dan dengan masyarakat pada umumnya$ =erdapat banyak alasan untuk men"urigai suatu peranan masyarakat dalam perkembangan pola penyalahgunaan )at dan ketergantungan )at$ Koadiksi. Koadiksi atau kodependensi ter#adi #ika lebih dari satu orang, biasanya suatu pasangan, mempunyai hubungan yang terutama bertanggung #a'ab untuk mempertahankan perilaku adiktif pada sekurang&kurangnya satu orang$ Pengobatan situasi koadiksi tersebut mengarah langsung pada elemen&elemen perilaku membolehkan atau penyangkalan$ T(ori p(ri!ak'. eberapa model perilaku penyalahgunaan setelah dipusatkan pada peilaku men"ari )at (substance-seeking behaviour), ketimbang pada ge#ala ketergantungan fisik$ Prinsip pertama dan kedua adalah kualitas pendorong positif dan efek merugikan dari beberapa )at$ Zat bertindak sebagai suatu pendorong positif untuk perilaku men"ari )at$ anyak )at #uga disertai dengan efek merugikan yang bertindak menurunkan perilaku men"ari )at$ Ketiga, orang harus mampu membedakan )at yang disalahgunakan dari )at lainnya$ Keempat, hamper semua perilaku men"ari )at disertai dengan petun#uk lain yang berhubungan dengan pengalaman menggunakan )at$ T(ori n('roki$ia*i. 1ntuk sebagian besar )at ke"uali al"ohol, peneliti telah menemukan neurotransmitter atau reseptor neurotransmitter tertentu dimana )at menimbulkan efeknya$Namun hal ini masih sulit untuk dibuktikan$

+a!'r dan n('rotrans$itt(r.Neurotransmiter utama yang mungkin terlibat dalam perkembangan penyalahgunaan )at dan ketergantungan )at adalah sistem opiat, katekolamin (khususnya dopamine), dan gamma&aminobutyri" a"id (6A A)$ :an yang paling penting adalah neuron di area tegmental %entral yang ber#alan ke daerah kortikal dan limbi", khususnya nukleus ambiens$ /alur ini diperkirakan berhubungan dalam sensasi menyenangkan dan diperkirakan merupakan mediator utama untuk efek dari )at tertentu seperti amfetamin dan kokain$ 0okus sereleus, kelompok terbesar neuron adrenergi", diperkirakan terlibat dalam perantara efek opiate dan opioid$ #. PEN,ALA-G.NAAN DAN KETERGANT.NGAN NAPZA Penyalahgunaan NAPZA adalah penggunaan salah satu atau beberapa #enis NAPZA se"ara berkala! teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, pikiran, dan fungsi sosial$ Ketergantungan NAPZA adalah keadaan dimana telah ter#adi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan #umlah NAPZA yang makin bertambah ( to!(ransi), apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul ge#ala putus )at (withdrawal symptom)$ Oleh karena itu ia selalu berusaha memperoleh NAPZA yang dibutuhkannya dengan "ara apapun, agar dapat melakukan kegiatannya sehari&hari se"ara DnormalE Pada tahun +2C9 badan kesehatan dunia menyatakan bah'a istilah adiksi tidak lagi men#adi istilah ketergantungan obat$ Konsep ketergantungan )at mempunyai banyak arti yang dikenali se"ara resmi dan banyak arti yang digunakan beberapa dekade$ Pada dasarnya dua konsep telah diminta tentang definisi ketergantungan, ketergantungan perilaku dan ketergantungan fisik$ Ketergantungan perilaku telah menekankan akti%itas men"ari )at (substan"e seeking beha%iour) dan bukti&bukti pola penggunaan patologis dan ketergantungan fisik telah menekankan efek fisik (yaitu,fisiologis) dari episode multiple penggunaan )at$ *e"ara spesifik definisi ketergantungan telah menggunakan adanya toleransi atau putus )at dalam kriteria klasifikasi$ Tin&katan p($akai NAPZA7

P($akaian /o%a0/o%a (experimental use), yaitu pemakaian NAPZA yang tu#uannya ingin men"oba,untuk memenuhi rasa ingin tahu$ *ebagian pemakai berhenti pada tahap ini, dan sebagian lain berlan#ut pada tahap lebih berat$

P($akaian sosia!1r(kr(asi (social/recreational use) 7 yaitu pemakaian NAPZA dengan tu#uan bersenang&senang,pada saat rekreasi atau santai$ *ebagian pemakai tetap bertahan pada tahap ini,namun sebagian lagi meningkat pada tahap yang lebih berat

P($akaian Sit'asiona! (situasional use) 7 yaitu pemakaian pada saat mengalami keadaan tertentu seperti ketegangan, kesedihan, keke"e'aan, dan sebagainnya, dengan maksud menghilangkan perasaan&perasaan tersebut$

P(n a!a)&'naan (abuse)7 yaitu pemakaian sebagai suatu pola penggunaan yang bersifat patologik!klinis (menyimpang) yang ditandai oleh intoksikasi sepan#ang hari, tak mampu mengurangi atau menghentikan, berusaha berulang kali mengendalikan, terus menggunakan 'alaupun sakit fisiknya kambuh$ Keadaan ini akan menimbulkan gangguan fungsional atau okupasional yang ditandai oleh7 tugas dan relasi dalam keluarga tak terpenuhi dengan baik,perilaku agresif dan tak 'a#ar, hubungan dengan ka'an terganggu, sering bolos sekolah atau ker#a, melanggar hukum atau kriminal dan tak mampu berfungsi se"ara efektif$

K(t(r&ant'n&an (dependence use) 7 yaitu telah ter#adi toleransi dan ge#ala putus )at, bila pemakaian NAPZA dihentikan atau dikurangi dosisnya dihentikan akan timbul ge#ala putus )at ('ithdra'al symptom) oleh karena itu ia selalu berusaha memperoleh NAPZA yang dibutuhkan dengan "ara apapun agar dapat melakukan kegiatannya sehari&hari se"ara normal$

P(n (%a% P(n a!a)&'naan NAPZA Penyebab penyalahgunaan NAPZA sangat kompleks akibat interaksi antara faktor yang terkait dengan indi%idu, faktor lingkungan dan faktor tersedianya )at (NAPZA)$ =idak terdapat adanya penyebab tunggal (single "ause) Faktor&faktor yang mempengaruhi ter#adinya penyalagunaan NAPZA adalah sebagian berikut 7 ". Faktor indi2id' 3 Kebanyakan penyalahgunaan NAPZA dimulai atau terdapat pada masa rema#a, sebab rema#a yang sedang mengalami perubahan biologik, psikologik maupun

sosial yang pesat merupakan indi%idu yang rentan untuk menyalahgunakan NAPZA$ Anak atau rema#a dengan "iri&"iri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk men#adi penyalahguna NAPZA$ 8iri&"iri tersebut antara lain 7 8enderung memberontak dan menolak otoritas 8enderung memiliki gangguan #i'a lain (komorbiditas) seperti

:epresi,8"emas, Psikotik, Keperibadian dissosial$ Perilaku menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku Rasa kurang per"aya diri (lo' sel'&"onfiden"e), rendah diri dan memiliki "itra diri negatif (lo' self&esteem) *ifat mudah ke"e'a, "enderung agresif dan destruktif Mudah murung,pemalu, pendiam Mudah mertsa bosan dan #enuh Keingintahuan yang besar untuk men"oba atau penasaran Keinginan untuk bersenang&senang (#ust for fun) Keinginan untuk mengikuti mode,karena dianggap sebagai lambang keperkasaan dan kehidupan modern$ Keinginan untuk diterima dalam pergaulan$ (dentitas diri yang kabur, sehingga merasa diri kurang D#antanE =idak siap mental untuk menghadapi tekanan pergaulan sehingga sulit mengambil keputusan untuk menolak ta'aran NAPZA dengan tegas Kemampuan komunikasi rendah Melarikan diri sesuatu (kebosanan,kegagalan, keke"e'aan,ketidak mampuan, kesepian dan kegetiran hidup,malu dan lain&lain) Putus sekolah Kurang menghayati iman keper"ayaannya

4. Faktor Lin&k'n&an 3 Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik disekitar rumah, sekolah, teman sebaya maupun masyarakat$ Faktor keluarga,terutama faktor orang tua yang ikut men#adi penyebab seorang anak atau rema#a men#adi penyalahguna NAPZA antara lain adalah 7

a. Lin&k'n&an K(!'ar&a Komunikasi orang tua&anak kurang baik!efektif Gubungan dalam keluarga kurang harmonis!disfungsi dalam keluarga Orang tua ber"erai,berselingkuh atau ka'in lagi Orang tua terlalu sibuk atau tidak a"uh Orang tua otoriter atau serba melarang Orang tua yang serba membolehkan (permisif) Kurangnya orang yang dapat di#adikan model atau teladan Orang tua kurang peduli dan tidak tahu dengan masalah NAPZA =ata tertib atau disiplin keluarga yang selalu berubah (kurang konsisten) Kurangnya kehidupan beragama atau men#alankan ibadah dalam keluarga Orang tua atau anggota keluarga yang men#adi penyalahduna NAPZA

%. Lin&k'n&an S(ko!a) *ekolah yang kurang disiplin *ekolah yang terletak dekat tempat hiburan dan pen#ual NAPZA *ekolah yang kurang memberi kesempatan pada sis'a untuk mengembangkan diri se"ara kreatif dan positif Adanya murid pengguna NAPZA

/. Lin&k'n&an T($an S(%a a erteman dengan penyalahguna =ekanan atau an"aman teman kelompok atau pengedar

d. Lin&k'n&an $as arakat1sosia! 0emahnya penegakan hukum *ituasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung

5. Faktor Napza Mudahnya NAPZA didapat dimana&mana dengan harga Dter#angkauE anyaknya iklan minuman beralkohol dan rokok yang menarik untuk di"oba$ Khasiat

farMakologik NAPZA yang menenangkan, menghilangkan nyeri, menidurkan, membuat euforia!fly!stone!high!teler dan lain&lain$ Faktor&faktor tersebut diatas memang tidak selau membuat seseorang kelak men#adi penyalahguna NAPZA$ Akan tetapi makin banyak faktor&faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang men#adi penyalahguna NAPZA$ Penyalahgunaan NAPZA harus dipela#ari kasus demi kasus$Faktor indi%idu, faktor lingkungan keluarga dan teman sebaya!pergaulan tidak selalu sama besar perannya dalam menyebabkan seseorang menyalahgunakan NAPZA$ Karena faktor pergaulan, bisa sa#a seorang anak yang berasal dari keluarga yang harmonis dan "ukup kominikatif men#adi penyalahguna NAPZA$

#I. DETEKSI DINI PEN,ALA-G.NAAN NAPZA :eteksi dini penyalahgunaan NAPZA bukanlah hal yang mudah,tapi sangat penting artinya untuk men"egah berlan#utnya masalah tersebut$ eberapa keadaan yang patut dikenali atau di'aspadai adalah 7 K(!o$pok R(siko Tin&&i Kelompok Risiko =inggi adalah orang yang belum men#adi pemakai atau terlibat dalam penggunaan NAPZA tetapi mempunyai risiko untuk terlibat hal tersebut, mereka disebut #uga Potential User ("alon pemakai, golongan rentan)$ *ekalipun tidak mudah untuk mengenalinya, namun seseorang dengan "iri tertentu (kelompok risiko tinggi) mempunyai potensi lebih besar untuk men#adi penyalahguna NAPZA dibandingkan dengan yang tidak mempunyai "iri kelompok risiko tinggi$ Mereka mempunyai karakteristik sebagai berikut 7 ". Anak 3 8iri&"iri pada anak yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA antara lain 7 Anak yang sulit memusatkan perhatian pada suatu kegiatan (tidak tekun) Anak yang sering sakit Anak yang mudah ke"e'a Anak yang mudah murung Anak yang sudah merokok se#ak *ekolah :asar

Anak yang agresif dan destruktif Anak yang sering berbohong,men"ari atau mela'an tatatertib Anak denga (H taraf perbatasan ((H 3?&2?)

4. R($a6a 3 8iri&"iri rema#a yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA 7 Rema#a yang mempunyai rasa rendah diri, kurang per"aya diri dan mempunyai "itra diri negatif Rema#a yang mempunyai sifat sangat tidak sabar Rema#a yang diliputi rasa sedih (depresi) atau "emas (ansietas) Rema#a yang "enderung melakukan sesuatu yang mengandung risiko tinggi!bahaya Rema#a yang "enderung memberontak Rema#a yang tidak mau mengikuti peraturan!tata nilai yang berlaku Rema#a yang kurang taat beragama Rema#a yang berka'an dengan penyalahguna NAPZA Rema#a dengan moti%asi bela#ar rendah Rema#a yang tidak suka kegiatan ekstrakurikuler Rema#a dengan hambatan atau penyimpangan dalam perkembangan psikoseksual (pemalu,sulit bergaul, sering masturbasi,suka menyendiri, kurang bergaul dengan la'an #enis)$ Rema#a yang mudah men#adi bosan,#enuh,murung$ Rema#a yang "enderung merusak diri sendiri

5. K(!'ar&a 8iri&"iri keluarga yang mempunyai risiko tinggi,antara lain Orang tua kurang komunikatif dengan anak Orang tua yang terlalu mengatur anak Orang tua yang terlalu menuntut anaknya se"ara berlebihan agar berprestasi diluar kemampuannya Orang tua yang kurang memberi perhatian pada anak karena terlalu sibuk

Orang tua yang kurang harmonis,sering bertengkar,orang tua berselingkuh atau ayah menikah lagi Orang tua yang tidak memiliki standar norma baik&buruk atau benar salah yang #elas Orang tua yang todak dapat men#adikan dirinya teladan Orang tua men#adi penyalahgunaan NAPZA

#II. GE+ALA KLINIS PEN,ALA-G.NAAN NAPZA ". P(r'%a)an Fisik 6e#ala fisik yang ter#adi tergantung #enis )at yang digunakan, tapi se"ara umum dapat digolongkan sebagai berikut 7 Pada saat menggunakan NAPZA 7 #alan sempoyongan, bi"ara pelo ("adel), apatis (a"uh tak a"uh), mengantuk, agresif,"uriga ila kelebihan disis (o%erdosis) 7 nafas sesak,denyut #antung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat!berhenti, meninggal$ ila sedang ketagihan (putus )at!sakau) 7 mata dan hidung berair,menguap terus menerus,diare,rasa sakit diseluruh tubuh,takut air sehingga malas mandi,ke#ang, kesadaran menurun$ Pengaruh #angka pan#ang, penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak tera'at dan kropos, terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan #arum suntik) 4. P(r'%a)an Sikap dan P(ri!ak' Prestasi sekolah menurun,sering tidak menger#akan tugas sekolah,sering membolos,pemalas,kurang bertanggung #a'ab$ Pola tidur berubah,begadang,sulit dibangunkan pagi hari,mengantuk dikelas atau tampat ker#a$ *ering berpegian sampai larut malam,kadang tidak pulang tanpa memberi tahu lebih dulu *ering mengurung diri, berlama&lama dikamar mandi, menghindar bertemu dengan anggota keluarga lain dirumah

*ering

mendapat

telepon

dan

didatangi

orang

tidak

dikenal

oleh

keluarga,kemudian menghilang *ering berbohong dan minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tak #elas penggunaannya, mengambil dan men#ual barang berharga milik sendiri atau milik keluarga, men"uri, terlibat tindak kekerasan atau berurusan dengan polisi$ *ering bersikap emosional, mudah tersinggung, marah, kasar sikap bermusuhan, pen"uriga, tertutup dan penuh rahasia 5. P(ra!atan ,an& Di&'nakan Ada beberapa peralatan yang dapat men#adi petun#uk bah'a seseorang mempunyai kebiasaan menggunakan #enis NAPZA tertentu$ Misalnya pada pengguna Geroin, pada dirinya, dalam kamarnya, tasnya atau la"i me#a terdapat antara lain 7 /arum suntik insulin ukuran + ml, kadang&kadang dibuang pada saluran air di kamar mandi otol air mineral bekas yang berlubang di dindingnya, *edotan minuman dari plastik 6ulungan uang kertas,yang digulung untuk menyedot heroin atau kokain Kertas timah bekas bungkus rokok atau permen karet, untuk tempat heroin dibakar$ Kartu telepon,untuk memilah bubuk heroin, otol&botol ke"il sebesar #empol,dengan pipa pada dindingnya

#III. MENEGAKKAN DIAGNOSIS =ugas :okter dalam menegakkan diagnosa 7 *ikap mental Garus positif ! tidak mengalami distorsi menerta'akan ) menyebabkan pasien tertutup$ Obser%asi o pasien dapat bersikap 'a#ar ( emosi stabil, tutur bahasa #elas ) o intoksikasi Anamnesis emosi labil , bi"ara "adel, #alan tidak stabil, kurang sopan atau berlebihan ( a"uh, menghina, menge#ek,

Pemeriksaan #asmani o identifikasi masalah o komplikasi medik ( hepatitis, endokarditis bakterialis, malnutrisi, tb", pneumonia, saluran "erna, abses, phlebitis, ims, hi%!aids) o ge#ala o%er dosis, putus )at, komplikasi lain5 perhatikan t,n,r, pupil, kesadaran , "ara ber#alan, sklera, konyunti%a, septum nasi, gigi, #antung, paru, hati, lambung, kulit o perlu ketelitian

Pemeriksan psikiatrik o gangguan afektif o gangguan paranoid o antisosial Perhatikan o keasadaran o mood!afek o 'aham!halusinasi o ansietas dan depresi o hiper ! hipo akti%itas o tingkah laku aneh

B%aluasi psikologik penun#ang ( MMP( ) B%aluasi sosial5 latar belakang keluarga, ri'ayat hidup, pendidikan, peker#aan, perka'inan, sos&ek, kegiatan sosial$ Pemeriksaan laboratorum 5 darah dan urin ( tidak lebih dari -9 #am ) dan disaksikan petugas$ 0ain&lain 5 ekg$eeg,ro atau mri (nformed "on"ent 5 terapi dan tindakan prosedure lain

I7. TERAPI DAN RE-ABILITASI T'6'an Abstinensia atau menghentikan sama sekali penggunaan NAPZA$ =u#uan ini tergolong sangat ideal,namun banyak orang tidak mampu atau mempunyai

moti%asi untuk men"apai tu#uan ini, terutama kalau ia baru menggunakan NAPZA pada fase&fase a'al$ Pasien tersebut dapat ditolong dengan meminimasi efek&efek yang langsung atau tidak langsung dari NAPZA$ *ebagian pasien memang telah abstinesia terhadap salah satu NAPZA tetapi kemudian beralih untuk menggunakan #enis NAPZA yang lain$ Pengurangan frekuensi dan keparahan relaps *asaran utamanya adalah pen"egahan relaps $ ila pasien pernah menggunakan satu kali sa#a setelah D"leanE maka ia disebut DslipE$ ila ia menyadari kekeliruannya,dan ia memang telah d(bekali ketrampilan untuk men"egah pengulangan penggunaan kembali, pasien akan tetap men"oba bertahan untuk selalu abstinensia$ Pelatihan relapse pre%ention programe, Program terapi kognitif, Opiate antagonist maintenan"e therapy dengan naltreson merupakan beberapa alternatif untuk men"egah relaps$ Memperbaiki fungsi psikologi dan fungsi adaptasi sosial$ :alam kelompok ini,abstinensia bukan merupakan sasaran utama$ =erapi rumatan (mainten"e) metadon merupakan pilihan untuk men"apai sasaran terapi golongan ini$ ". T(rapi M(dis 8 T(rapi Or&ano0%io!o&i9 =erapi ini antara lain ditu#ukan untuk 7 a$ =erapi =erhadap Keadaan (ntoksikasi (ntoksikasi opioida 7 eri NaloIone G8 + ?,9 mg (;, (M atau *8 dapat pula diulang setelah -&4 menit sampai -&4 kali (ntoksikasi kanabis (gan#a)7 A#aklah bi"ara yang menenangkan pasien$ ila perlu beri 7 :ia)epam +?&4? mg oral atau parenteral, 8loba)am 4I+? mg$ (ntoksikasi kokain dan amfetamin eri :ia)epam +?&4? mg oral atau pareteral,atau Klordia)epoksid +?& -. mg oral atau 8loba)am 4I+? mg$ :apat diulang setelah 4? menit sampai C? menit$ 1ntuk mengatasi palpitasi beri propanolol 4I+?&9? mg oral

(ntoksikasi alkohol 7 Mandi air dingin bergantian air hangat Minum kopi kental Akti%itas fisik (sit&up,push&up) ila belum lama diminum bisa disuruh muntahkan

(ntoksikasi sedatif&hipnotif (Misal 7 ;alium,pil K, M6,0eIo,Rohip)7 Melonggarkan pakaian Membarsihkan lender pada saluran napas ila oksigen dan infus garam fisiologis

%$ =erapi =erhadap Keadaan O%er :osis 1sahakan agar pernapasan ber#alan lan"ar, yaitu 7 & 0urus dan tengadahkan (ekstenikan) leher kepada pasien (#ika diperlukan dapat memberikan bantalan diba'ah bahu) & Kendurkan pakaian yang terlalu ketat & Gilangkan obstruksi pada saluran napas & ila perlu berikan oksigen J1sahakan agar peredaran darah ber#alan lan"ar & ila #antung berhenti, lakukan masase #antung eksternal,in#eksi adrenalin ?$+&?$- "" ($M & ila timbul asidosis (misalnya bibir dan u#ung #ari biru,hiper%entilasi) karena sirkulasi darah yang tidak memadai, beri infus .? ml sodium bikarbonas JPasang infus dan berikan "airan (misalnya 7 R0 atau Na8+ ?$2 >) dengan ke"epatan rendah (+?&+- tetes permenit) terlebih dahulu sampai ada indikasi untuk memberikan "airan$ =ambahkan ke"epatan sesuai kebutuhan,#ika didapatkan tanda&tanda kemungkinan dehidrasi$ J0akukan pemeriksaan lebih lan#ut untuk melihat kemungkinan adanya perdarahan atau trauma yang membahayakan Obser%asi terhadap kemungkinan ke#ang$ ila timbul ke#ang berikan dia)epam +? mg melalui (; atau perinfus dan dapat diulang sesudah -? menit #ika ke#ang belum teratasi$ ila ada hipoglikemi, beri .? ml glukosa .?> (;

/$ =erapi Pada *indrom Putus Zat =erapi putus )at opioida =erapi ini sering dikenal dengan istilah detoksifikasi$ =erapi detoksifikasi dapat dilakukan dengan "ara berobat #alan maupun ra'at inap$ 0ama program terapi detoksifikasi berbeda&beda 7 +&- minggu untuk detoksifikasi kon%ensional -9&9, #am untuk detoksifikasi opioid dalam anestesi "epat (Rapid Opiate :etoIifi"ation =reatment) :etoksifikasi hanyalah merupakan langkah a'al dalam proses penyembuhan dari penyalahgunaan!ketergantungan NAPZA eberapa #enis "ara mengatasi putus opioida 7 & =anpa diberi terapi apapun,putus obat seketika (abrupt 'ithdra'al atau "old turkey)$ =erapi hanya simptomatik sa#a 7 1ntuk nyeri diberi analgetika kuat seperti 7 =ramadol, Analgrtik non&narkotik,asam mefenamat dan sebagainya J1ntuk rhinore beri dekongestan,misalnya fenilpropanolamin J1ntuk mual beri metopropamid J1ntuk kolik beri spasmolitik J1ntuk gelisah beri antiansietas 1ntuk insomnia beri hipnotika,misalnya golongan ben)odia)epin

& =erapi putus opioida bertahap (gradual 'ithdra'al) J:apat diberi morfin,petidin,metadon atau kodein dengan dosis dikurangi sedikit demi sedikit$ Misalnya yang digunakan di R* Ketergantungan Obat /akarta, diberi kodein 4 I C? mg K ,? mg selan#utnya dikurangi +? mg setiap hari dan seterusnya$ J:isamping itu diberi terapi simptomatik

& =erapi putus opioida dengan substitusi non opioda :ipakai 8lonidine dimulai dengan +3 mikrogram!kg perhari dibagi dalam 4&9 kali pemberian$ :osis diturunkan

bertahap dan selesai dalam +? hari *ebaiknya dira'at inap (bila sistole L +?? mmGg atau diastole L 3? mmGg), terapi harus dihentikan$ & =erapi putus opioida dengan metode :etoksifikasi "epat dalam anestesi (Rapid Opioid :etoIifi"ation)$ Prinsip terapi ini hanya untuk kasus single drug opiat sa#a,dilakukan di R* dengan fasilitas ra'at intensif oleh =im Anestesiolog dan Psikiater, dilan#utkan dengan terapi menggunakan anatagonist opiat (naltrekson) lebih kurang + tahun$ =erapi putus )at sedati%e!hipnotika dan alkohol Garus se"ara bertahap dan dapat diberikan :ia)epam$ =entukan dahulu test toleransi dengan "ara 7 Memberikan ben)odia)epin mulai dari +? mg yang dinaikan bertahap sampai ter#adi ge#ala intoksikasi$ *elan#utnya diturunkan kembali se"ara bertahap +? mg perhari sampai ge#ala putus )at hilang$ =erapi putus Kokain atau Amfetamin Ra'at inap perlu dipertimbangkan karena kemungkinan melakukan per"obaan bunuh diri$ 1ntuk mengatasi ge#ala depresi berikan anti depresi$ J=erapi untuk 'aham dan delirium pada putus NAPZA & Pada gangguan 'aham karena amfetamin atau kokain berikan (n#$ Galoperidol -$.&. mg (M dan dilan#utkan peroral 4I-,.&. mg!hari$ & Pada gangguan 'aham karena gan#a beri :ia)epam -?&9? mg (M & Pada delirium putus sedati%a!hipnotika atau alkohol beri :ia)epam seperti pada terapi intoksikasi sedati%e!hipnotika atau alkohol =erapi putus opioida pada neonatus 6e#ala putus opioida pada bayi yang dilahirkan dari seorang ibu yang mengalami ketergantungan opioida, timbul dalam 'aktu sebelum 9,&3- #am setelah lahir$ 6e#alanya antara lain 7 menangis terus(melengking), gelisah,sulit tidur,diare,tidak mau minum,muntah, dehidrasi, hidung tersumbat, demam,

berkeringat$ erikan infus dan pera'atan bayi yang memadai$ *elan#utnya berikan :ia)epam +&- mg tiap , #am setiap hari diturunkan bertahap,selesai dalam +? hari d$ =erapi =erhadap Komorbiditas *etelah keadaan intoksikasi dan sindroma putus NAPZA dapat teratasi, maka perlu dilan#utkan dengan terapi terhadap gangguan #i'a lain yang terdapat bersama&sama dengan gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan )at psikoaktif ("o&morbid psy"hopathology), sebagai berikut 7 JPsikofarmakologis yang sesuai dengan diagnosis Psikoterapi indi%idual & Konseling 7 bila di#umpai masalah dalam komonikasi interpersonal & Psikoterapi asertif 7 bila pasien mudah terpengaruh dan mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan yang bi#aksana & Psikoterapi kognitif 7 bila di#umpai depresi psikogen JPsikoterapi kelompok J=erapi keluarga bila di#umpai keluarga yang patologik J=erapi marital bila di#umpai masalah marital =erapi relaksasi untuk mengatasi ketegangan :iru#uk atau konsultasi ke R* 1mum atau R* /i'a

e$ =erapi =erhadap Komplikasi Medik =erapi disesuaikan dengan besaran masalah dan dilaksanakan se"ara terpadu melibatkan berbagai disiplin ilmu kedokteran$ Misalnya 7 & Komplikasi Paru diru#uk ke agian Penyakit Paru & Komplikasi /antung di ru#uk ke agian Penyakit /antung atau (nterna!Penyakit :alam & Komplikasi Gepatitis di ru#uk ke agian (nterna!Penyakit :alam & G(;!A(:* diru#uk ke agian (nterna atau Pokdisus A(:* & :an lain&lain$ f$ =erapi Maintenan"e (Rumatan)

=erapi maintenan"e!rumatan ini di#alankan pas"a detoksifikasi dengan tu#uan untuk men"egah ter#adinya komplikasi medis serta tidak kriminal$ *e"ara medis terapi ini di#alankan dengan menggunakan 7 J=erapi psikofarmaka,menggunakan Naltrekson (Opiat antagonis), atau Metadon =erapi perilaku, diselenggarakan berdasarkan pemberian hadiah dan hukum J*elf&help group,didasarkan kepada beberapa fillosofi antara lain 7 +-& *teps 4. R()a%i!itasi *etelah selesai detoksifikasi, penyalahguna NAPZA perlu men#alani rehabilitasi$ Kenyataan menun#ukkan bah'a mereka yang telah selesai men#alani detoksifikasi sebagian besar akan mengulangi kebiasaan menggunakan NAPZA, oleh karena rasa rindu ("ra%ing) terhadap NAPZA yang selalu ter#adi$ :engan Rehabilitasi diharapkan pengguna NAPZA dapat 7 Mempunyai moti%asi untuk tidak menyalahgunakan NAPZA lagi 5 Mampu menolak ta'aran penyalahgunakan NAPZA5 Pulih keper"ayaan dirinya,hilang rasa rendah dirinya5 Mampu mengelola 'aktu dan berubah perilaku sehari&hari dengan baik5 :apat berkonsentrasi untuk bela#ar atau beker#a5 :apat diterima dan dapat memba'a diri dengan baik dalam pergaulan di lingkungannya$ eberapa entuk Program!Pendekatan Rehabilitasi yang ada,antara lain 7 a$ Program Antagonis Opiat (NaltreIon) *etelah detoksifikasi (dilepaskan dari ketergantungan fisik) terhadap opioid (heroin!putau'!P=) penderita sering mengalami keadaan rindu yang sangat kuat ("ra%ing, kangen,sugesti) terhadap efek heroin$ Antagonis opiat (NaltreIon G8(,) dapat mengurangi kuatnya dan frekuensi datangnya perasaan rindu itu$ Apabila pasien menggunakan opat lagi,ia tidak merasakan efek euforiknya sehingga dapat ter#adi o%erdosis$ Oleh karena itu perlu seleksi dan psikoterapi untuk membangun

moti%asi pasien yang kuat sebelum memutuskan pemberian antagonis$ Antagonis opiat diberikan dalam dosis tunggal .? mg sekali sehari se"ara oral, selama 4& C bulan$ Karena hepatotoksik, perlu tes fungsi hati se"ara berkala$ b$ Program Metadon Metadon adalah opiat sintetik yang bisa dipakai untuk menggantikan heroin yang dapat diberikan se"ara oral sehingga mengurangi komplikasi medik$ Program ini masih kontro%ersial, di (ndonesia program ini masih berupa u#i "oba di R*KO "$ Program yang berorientasi psikososial Program ini menitik beratkan berbagai kegiatannya pada terapi psikologik(kognitif, perilaku, suportif, asertif, dinamika kelompok, psikoterapi indi%idu, desensitisasi dan lain&lain) dan keterampilan sosial yang bertu#uan mengembangkan keperibadian dan sikap mental yang de'asa, serta meningkatkan mutu dan kemampuan komunikasi interpersonal erbagai %ariasi psikoterapi sering digunakan dalam setting rehabilitasi$ =ergantung pada sasaran terapi yang digunakan$ & Psikoterapi yang berorientasi analitik mengambil keberhasilan mendatangkan insight sebagai parameter keberhasilan$ & Psikoterapi yang menggunakan sasaran pen"egahan relaps seperti 7 8ogniti%i eha%iour =herapy dan Relaps Pre%ention =raining & *upporti%e BIpressi%e Psy"hotherapy & Psy"hodrama,art&therapy adalah psikoterapi yang di#alankan se"ara (ndi%idual d$ =herapeuti" 8ommunity berupa program terstruktur yang diikutu oleh mereka yang tinggal dalam sutu tempet$ :ipimpin oleh bekas penyalahgunan yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai konselor,setelah melalui pendidikan dan latihan$ =enaga profesional hanya sebagai konsultan sa#a$:isini penderita dilatih keterampilan mengelola 'aktu dan perilakunya se"ara efektif serta kehidupannya sehari&hari, sehingga dapat mengatasi keinginan memakai NAPZA atau sugesti ("ra%ing) dan men"egah relap$ :alam komonitas ini semua ikut aktif dalam proses terapi$ 8iri perbedaan anggota dihilangkan$ Mereka bebas menyatakan perasaan dan perilaku se#auh tidak membahayakan orang lain$ =iap anggota bertanggung #a'ab terhadap

perbuatannya,gan#aran bagi yang berbuat positif dan hukuman bagi yang berperilaku negatif diatur oleh mereka sendiri$ e$ Program yang berorientasi *osial Program ini memusatkan kegiatan pada keterampilan sosial, sehingga mereka dapat kembali kedalam kehidupan masyarakat yang normal,termasuk mampu beker#a$ f$ Program yang berorientasi kedisiplinan Program ini menerapkan modifikasi beha%ioral atau perilaku dengan "ara melatih hidup menurut aturan disiplin yang telah ditetapkan$ g$ Program dengan Pendekatan Religi atau *piritual Pesantren dan beberapa pendekatan agama lain melakukan trial and error untuk menyelenggarakan rehabilitasi ketergantungan NAPZA h$ 0ain&lain eberapa profesional bidang kedokteran men"oba menggabungkan berbagai modalitas terapi dan rehabilitasi$ Gasil keberhasilan se"ara ilmiah dan dapat dipertanggung#a'abkan masih ditunggu$ eberapa bentuk terapi lainnya yang saat ini dikembangkan di (ndonesia adalah penggunaan tenaga dalam prana dan meditasi =erapi yang mengandalkan adanya kekuatan spiritual baik dalam arti kata kekuatan diri maupun Keagungan Allah telah dikembangkan hampir diseluruh dunia$ 5. Pro&ra$ Pas/a Ra*at 8Aft(r :ar(9 *etelah selesai mengikuti suatu program rehabilitasi, penyalahguna NAPZA masih harus mengikuti program pas"a ra'at (After "are) untuk memperke"il kemungkinan relaps (kambuh)$ *etiap tempat!panti rehabilitasi yang baik mempunyai program pas"a ra'at ini$ ;. Nar/oti/s Anon $o's 8Na9 NA adalah kumpulan orang, baik laki&laki maupun perempuan yang saling berbagi rasa tentang pengalaman, kekuatan, dan harapan untuk menyelesaikan masalah dan saling menolong untuk lepas dari NAPZA (khususnya Narkotika)$ *atu&satunya syarat untuk men#adi anggota NA adalah keinginan untuk berhenti memakai Narkotika$ NA

tidak terikat pada agama tertentu,pahak politik tertentu maupun institusi tertentu$ Mereka mengadakan pertemuan seminggu sekali$ Pertemuan ini biasanya tertutup,hanya bagi anggota sa#a atau terbuka dengan mengundang pembi"ara dari luar$ Mereka menggunakan beberapa prinsip yang terhimpun dalam +- langkah (the t'el%e steps)$ 7. R.+.KAN Karena keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan petugas puskesmas,atau karena fasilitas yang tersedia terbatas, pasien yang tak dapat diatasi,sebaiknya diru#uk ke dokter ahli yang sesuai atau diru#uk untuk ra'at inap di rumah sakit (misalnya 7 R* 1mum!*'asta,R* /i'a,R*KO)$ Pasien #uga dapat diru#uk hanya untuk konsultasi atau meminta pemeriksaan penun#ang sa#a, seperti pemeriksaan laboratorium (tes urin), pemeriksaan radio&diagnostik, elektro diagnostik, maupun test psikologik ((H, keperibadian, bakat, minat)$

DAFTAR P.STAKA '''$asiamaya$"om!undangundang!uuMpsikotropika!uuMpsikotropikabab($htm '''$depkes$go$id!do'nloads!nap)a$pdf '''$bnn$go$id

Kaplan,Garold5 *ado"k, en#amin /5 6reb,/a"k A$ *inopsis Psikiatri$ /ilid +$ Bdisi 3$ ina Rupa Aksara$ /akarta$ +223$ halaman .3+&C,9$ *ado"k, 22$ en#amin /5 *ado"k, ;irginia A$ Pocket Handbook of Clinical

Psychiatry$ 4rd edition$ 0ippin"ott @illiams N @ilkins$ Philadelphia$ -??+$ page 32&