Anda di halaman 1dari 24

PRINSIP PENGGUNAAN ELEKTROLIT & ADJUVANT DALAM FORMULASI PARENTERAL

Kelompok IV
Riska Narulita Putri S Lukyta Setyo Hapsari Dita Rani Pupitasari Eva Apriliyana Rizki Ika Wahyuni

TONISITAS
Disebut juga osmolalitas efektif, yaitu konsentrasi solut yang efektif. Makin tinggi tonisitas, makin tinggi tekanan osmotik.

OSMOTISITAS
Perbandingan osmolaritas
larutan dengan osmolaritas larutan lain.

OSMOLALITAS
Konsentrasi larutan/jumlah

partikel larut dalam suatu


larutan, dinyatakan dg satuan Osmol/kg.

OSMOLARITAS
Pengukuran konsentrasi cairan tubuh (rasio zat terlarut

terhadap air), dinyatakan


dengan satuan osmol/L.

Efek Fisiologis Larutan Hipertonis


Tekanan osmosis larutan obat > tekanan osmosis cairan tubuh. Jika disuntikkan, air dalam sel akan ditarik luar dari sel sehingga sel akan mengerut.

Efek Fisiologis Larutan Hipotonis


Tekanan tekanan osmosis osmosis larutan cairan obat < tubuh

akibatnya sel akan mengembang dan pecah disebut "haemolisis".

Efek Fisiologis Larutan Isotonis


Larutan yang mempunyai
tekanan osmotik = cairan tubuh sehingga tidak menimbulkan

rasa sakit.

Perhitungan Tonisitas
1. Metode Liso

Beratx1000 ATf Lisox BMxV

2. Metode PTB (Penurunan Titik Beku)


1% 0,58 x 0,44

3. Metode Ekivalensi NaCl

Liso E 17 x BM

Perhitungan Osmolalitas & Osmolaritas


Osmolalitas = molal x jumlah ion dalam larutan.

Osmolaritas
= molar x jumlah partikel yang terdisosiasi.

Mengatur Tonisitas
Metode 1 Zat inert seperti NaCl atau dekstrosa digunakan untuk menurunkan suhu beku darah (-0,52C) dan dibuat isotonik dengan penambahan eksipien inert.

Metode 2 Kuantitas air ditambahkan

pada zat aktif untuk mencapai


larutan isotonis sampai volume akhir.

Adjuvant
Bahan tambahan untuk
mempertinggi stabilitas dan efektifitas suatu obat.

Contoh Adjuvant
- Dapar borat

- Fenol 0,5%
- Kresol 0,3% - Zat bakterisida/bakteriostatik

- Anastesi lokal seperti novokain


dalan injeksi vit. B-kompleks

- Na-metabisulfit/Na-pirosulfit 0,1% b/v

Penggunaan Buffer
1.
2. 3.

Meningkatkan stabilitas obat.


Mengurangi rasa nyeri dan Meningkatkan aktivitas fisiologis obat.

iritasi.

Penggunaan Antioksidan
Mencegah terjadinya reaksi oksidasi dari udara

terhadap obat.

Penggunaan Pengawet
Mencegah adanya
kontaminasi mikroba

Water-miscible Solvents
Jika zat aktif dari sediaan
injeksi tidak stabil dalam air, maka dibentuk sediaan kering steril/sistem kosolvensi.

Aqua kosolven : pelarut

pembantu, tidak pernah


dipakai tunggal, tetapi

campuran.

Contoh

glikol,

etanol,

dimetil asetamid, aseton.